Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38188 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yunita Andriani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wahyu Sulistiadi, Kemal Imran, Endang Adriyani
Abstrak: Pengelolaan obat adalah salah satu aspek manajemen rumah sakit yang sangat penting dalam usaha pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Stroke Nasional Bukitinggi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses pengelolaan dan pengendalian yang dilakukan selama ini belum berjalan dengan baik terlihat dari masih tingginya angka kekosongan obat pada tahun 2017 yaitu 7,6% dari 421 jenis obat setiap bulannya dan jumlah obat kadaluwarsa yaitu sebesar 10,45% yang seharusnya 0%. Perencanaan dengan memprioritaskan pembelian kelompok VA, EA dan NA perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kekosongan obat. Untuk mencegah tingginya jumlah obat kadaluwarsa adalah dengan penghitungan jumlah obat yang dipesan berdasarkan penghitungan ROP dan Safety Stock. Kelompok VA merupakan kelompok dengan prioritas utama dalam pengadaan terdiri dari 10 macam obat dengan NS 500cc infus sebagai obat terpenting dalam kelompok. NS 500 cc infus membutuhkan Safety Stock 23.400 sebesar dengan nilai ROP 34.860.
Kata Kunci : Penglolaan, pengendalian, farmasi, obat

Drug management is one important aspect of hospital management. This study is aiming at analysing drug management in pharmacy unit National Stroke Hospital Bukittinggi. This case study was using qualitative approach. The study revealed that drug management and monitoring controlling were not well performed. A high percentage of drug stock out in 2017 was found 7,6% out of 421 drugs item each month, while number of expired drugs was high, reaching 10,45% compared to 0% as target.. Planning to prioritize purchasing of drugs using VA, EA and NA drug need to implement in order to prevent stock out. To avoid expired drug, hospital need to purchased based on ROP and Safety Stock. VA group is the highest priority that include 10 drug item where NS 500 cc infusion fluid is the top one in the group. NS 500 cc infusion fluid would need Safety Stock as much as 23.400 number as Safety Stock and ROP 34.860.
Keywords : Management, control, pharmacy, drug
Read More
B-2036
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Marsudiwati Ali; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Pujiyanto
Abstrak: Persentase obat yang ditebus di Rumah Sakit Awal Bros Panam tahun 2015 hanya 83%dengan salah satu penyebabnya adalah kekosongan obat di apotek unit farmasi. Penelitianyang bertujuan menganalisis pengelolaan penyediaan dan pengendalian logistik farmasi inimenggunakan analisis ABC (Pareto Analysis), Analisis ABC Pemakaian, ABC Investasi danABC Indeks Kritis. Studi menghasilkan prioritas pengadaan jenis obat dari 1888 item, denganrekapitulasi sesuai dengan aplikasi formula analisis ABC. Peramalan kebutuhan logistikfarmasi dilakukan dengan menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD) dengan metodeSingle Moving Average. Hasil analisis safety stock obat logistik farmasi golongan fast movingadalah pemesanan dengan menghitung kebutuhan stok selama tujuh hari, golongan slowmoving dihitung untuk kebutuhan obat dalam tiga hari. Golongan obat life saving wajib dipantau ketersediaannya walaupun beberapa item obatnya bukan obat yang mahal. Didapatkanperputaran waktu pemesanan atau Inventory Turn Over (ITOR) 1 tahun adalah sebesar 12,1kali untuk obat Ceftriaxone 1 G injeksi. Pembayaran klaim BPJS yang cenderung terlambatmenyebabkan Rumah Sakit menghadapi kesulitan dalam pembayaran pembelian obat kepadadistributor. Akibatnya pemesanan tidak dapat dipenuhi dan terjadi kekosongan obat.Disarankan kepada pihak Rumah Sakit dapat melakukan pemetaan dan penetapan prioritassediaan obat untuk periode tertentu.
Kata Kunci: Logistik Farmasi, Analisis ABC, Inventory Turn Over (ITOR), Safety Stock.
Percentage of drugs that are redeemed at Awal Bros Hospital Panamin 2015 was only 83%with one cause was unavailable drugs in pharmacy unit. This study aims to analyze themanagement of the supply and control of these pharmaceutical logistics. This study was usingABC analysis (Pareto Analysis) method, ABC Quantity Analysis, ABC Investment Analysisand ABC Critical Index Analysis. The study resulted the recapitulation of drug procurementpriorities from 1888 item using pareto analysis formula application. Forecasting ofpharmaceutical logistics was done by using the Mean Absolute Deviation (MAD) with SingleMoving Average method. Analysis of safety stock drug based on fast moving group resultedthe re- order point for seven days, while slow moving group has resulted re-order point forthree days. Monitoring availability of Life saving drugs is crtitical eventhough some itemsare not considered as expensive drugs. The study also found that the Inventory Turn Over(ITOR for ) 1 year was 12.1 times for drug Ceftriaxone 1 G injection. Delayed payment fromBPJS has resulted the challenge of hospital to purchase drugs and has made anavailabledrugs.It is suggested to conduct mapping and prioritization of drug for a particular period.
Keywords: Pharmaceuticals Logistics, Pareto Analysis, Inventory Turn Over (ITOR), SafetyStock.
Read More
B-1790
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sariaman Sitanggang; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Hamonangan Sirait
B-1136
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Nadia; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Anhari Achadi, Wachyu Sulistiadi, Suharno ; Akmal Yadi
Abstrak: Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Rumah Sakit memerlukan obat-obatanyang aman, berkhasiat, bermutu dan terjangkau dalam jenis dan jumlah yang cukup. RSXYZ telah menjadi provider program pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional sejak bulanMei 2017 dan terjadi lonjakan pasien yang cukup signifikan. Rumah sakit perlu berbenahdiri dalam melakukan perbaikan untuk pengelolaan persediaan obat di instalasi farmasidemi tercapainya efektifitas dan efisiensi persediaan obat di farmasi. Tujuan daripenelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi pengelolaan persediaan obat instalasifarmasi Rumah Sakit XYZ dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional dalam rangkapenyusunan Rencana Kebutuhan Obat Rumah Sakit XYZ. Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif cross-sectional yang bersifat kualitatif dan kuantitaif denganwawancara mendalam, observasi, telaah dokumen dan penghitungan klasifikasi analisaABC obat di instalasi farmasi. Penelitian in menunjukkan bahwa RS XYZ belummemiliki metode perencanaan dan pengadaan obat khususnya di era JKN. Perencanaanobat melihat trend pemakaian 1 minggu ke belakang untuk penggunaan 10 hari kedepan.Peneliti melakukan analisa ABC untuk melihat pengelolaan persediaan obat di RS XYZ.Analisa ABC yang dilakukan pada penggunaan obat di instalasi farmasi menunjukkanbahwa terdapat 1024 jenis obat yang digunakan dimana analisa ABC pemakaiankelompok C yang termasuk slow moving memiliki jumlah yang paling tinggi yaitu 70 %.Hasil analisa ABC investasi kelompok A memiliki jumlah investasi paling besar yaitu4.445.922.485. Hasil analisa ABC indeks kritis didapatkan hanya 55 % obat indeks kritisyang masuk kedalam formularium. Terdapat 30 % dokter yang belum patuh terhadapperesepan sesuai formularium. RS XYZ belum memiliki Rencana Kebutuhan Obat(RKO) dalam rangka memenuhi syarat untuk ikut dalam proses e-purchasing. RS XYZbelum memiliki sistem pengelolaan persediaan obat yang sesuai standar. RS XYZdiharapkan dapat membuat Rencana Kebutuhan Obat yang menerapkan prinsip efisiensikendali mutu kendali biaya. RS XYZ diharapkan memiliki penghitungan jumlah obatyang harus di pesan, safety stock dan juga titik pemesanan kembali obat.Kata Kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, Persediaan Obat, Analisa ABC, Formularium,Rencana Kebutuhan obat.
Read More
B-1938
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni luh Komang Anik Susiana Oktavia; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Arief Mulyono
S-6382
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ary Faddila; Pembimbing: Indri Hapsari; Penguji: Sandi Iljanto; Amal C. Sjaaf; Fauzy Masjur, Nuryalis
B-1751
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maisa Rasyida Pancaputri; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, T. Neza Jacoeb
S-9030
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ingrid Amadea Sucipto; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Purnawan Junadi, Mohammad Budiman, Teuku Teuku Nebrisa Zagladin
Abstrak:

Manajemen farmasi yang efektif berperan krusial bagi operasional rumah sakit, serta memengaruhi statusnya sebagai cost center atau revenue center. Rumah Sakit Utama merupakan rumah sakit di wilayah kepulauan yang sering menghadapi tantangan dalam variabilitas waktu pengiriman obat, sehingga IFRS Utama memerlukan sistem logistik farmasi yang baik untuk menjamin ketersediaan obat secara efisien. Penelitian ini menganalisis sistem perencanaan dan pengendalian obat di RS Utama saat ini, sekaligus mengevaluasi potensi peningkatannya dengan mensimulasikan penerapan metode ABC Indeks Kritis (yang mengklasifikasikan obat menjadi kategori A, B, C berdasarkan data penggunaan periode Oktober 2024 – Maret 2025) yang dikombinasikan dengan perhitungan safety stock, reorder point, dan economic order quantity secara spesifik untuk obat Kategori A. Model perencanaan dan pengendalian perbekalan farmasi usulan ini kemudian disimulasikan dan kinerjanya dibandingkan dengan metode yang saat ini digunakan oleh rumah sakit, dengan evaluasi terfokus pada dampaknya terhadap nilai persediaan dan Inventory Turnover Ratio (ITOR) obat kategori A Indeks Kritis. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode yang diusulkan, berpotensi menghasilkan penurunan substansial pada rata-rata nilai persediaan serta peningkatan ITOR . Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi empiris dan landasan strategis bagi RS Utama dalam upaya optimalisasi sistem manajemen logistik farmasi, guna meningkatkan efisiensi operasional dan menjamin ketersediaan obat secara lebih efektif.

Kata kunci : ABC Indeks Kritis, safety stock, reorder point, economic order quantity, nilai persediaan, inventory turn over.


 

Effective pharmaceutical management is vital, determining whether the pharmacy as a cost or revenue center. For Utama Hospital, operating in an archipelagic region with variable drug delivery times, a highly efficient pharmaceutical logistics system at its Pharmacy Installation is essential for ensuring consistent and efficient drug availability. This study, therefore, analyzes Utama Hospital's current drug planning and control system, exploring potential improvements by simulating a new model that integrates an ABC-Criticality Index classification with calculations for safety stock, reorder point, and economic order quantity (EOQ). To achieve this, the research methodology involved analyzing drug usage data (October 2024 – March 2025), classifying drugs into categories A, B, and C using an ABC-Criticality Index approach, and then calculating key inventory parameters—safety stock, reorder point, and EOQ—specifically for Category A drugs. The proposed pharmaceutical supply planning and control model, incorporating these parameters, was subsequently simulated. Its performance was then benchmarked against the hospital's current methods, with a focused evaluation on changes to inventory value and the Inventory Turnover Ratio (ITOR) for these critical Category A drugs. The simulation revealed that the proposed method holds strong potential for substantially decreasing average inventory value while significantly boosting the ITOR. This research aims to offer an empirical contribution and strategic framework, enabling Utama Hospital to optimize its pharmaceutical logistics for enhanced operational efficiency and more effective, timely drug availability.  Keywords: ABC-Criticality Index, safety stock, reorder point, economic order quantity, inventory value, inventory turnover

 

Read More
B-2543
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurkasna Wahyuni; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Purnawan Junadi, Faiq Bahfen, Dumilah Ayunigtyas
B-1214
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Benedicta Dwi Ariyanti; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Vetty Yulainty Permanasari, Kemala Sari
Abstrak: Rumah sakit memiliki fungsi utama yaitu menyelenggarakan kesehatan yangparipurna melalui usaha promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pelayananfarmasi merupakan kegiatan bagian yang tak terpisahkan dari sistem pelayanankesehatan pelayanan kesehatan yang berorientasi kepada pelayanan pasien danpenyediaan obat yang bermutu. Pada data pemakaian obat pada tahun 2011didapat total investasi RS untuk pembelian obat antibiotik sebesar Rp.1.866.502.206 dan terjadi kekosongan pada persediaan obat sehingga pemberianobat kepada pasien tidak tepat jumlah. Penelitian ini menggunakan analisis ABCuntuk mengetahui pengelompokan obat berdasarkan katagori A, B dan C sertaperhitungan EOQ dan ROP. Pengumpulan data dilakukan dengan telaahdokumen, kuesioner dan wawancara mendalam kepada informan. Hasil penelitianini menunjukkan obat kelompok A terdiri dari 11 item obat dengan persentase sebesar 4,25 % dari total obat dengan nilai investasi Rp. 876.329.723. Padakelompok B terdiri 96 item obat dengan persentase 37, 07 % dari total obatdengan nilai investasi Rp. 785.005.348. Sedangkan sisanya, 152 item obat dengan persentase 58, 68 % dari total obat dengan nilai investasi Rp. 205.166.955merupakan kelompok C. Sedangkan perhitungan ekonomis pada kelompok Adidapat bervariasi antara 3 hingga 67 unit untuk sekali pesan. Sedangkan ROP untuk obat kelompok A indeks kritis didapat titik pesan kembali untuk obatantibiotik bervariasi dari 9 hingga 126 unit. Untuk mengantisipasi terjadinyakekurangan obat (stock out), maka ROP dapat dikombinasikan dengan safetystock. Dari hasil penelitian, rumah sakit melakukan analisis ABC untuk mengetahui kelompok obat sehingga dapat dilakukan pengawasan yang ketat.

Kata kunci : Analisis ABC, Pengendalian Obat, Farmasi
The hospital has a main function that is held through a joint plenary healthpromotive, preventive, curative and rehabilitative. Pharmacy services are anintegral part of the activities of the health care system-oriented health services andthe provision of patient care quality medicines. On drug consumption in 2011obtained a total investment of RS to purchase antibiotics Rp. 1,866,502,206 and avacancy occurs on the drug supply so that application of the drug is notappropriate number. This study uses ABC analysis to determine the classificationof drugs based on category A, B and C as well as the calculation of EOQ andROP. Results was collected through document review, questionnaires andinterview the informant. The results of this study showed the drug group Aconsisted of 11 items with a percentage of the drug is 4.25% of the total drugswith an investment of Rp. 876.329.723. In group B, comprised 96 items with apercentage of 37,07% of the total drugs with an investment of Rp. 785.005.348. Ingroup C have 152 items with a percentage of the drug 58,68% of the total drugwith an investment of Rp. 205.166.955. While the economic calculations in groupA gained varies between 3 and 67 units for a single message. While the ROP forthe drug group A critical indices obtained reorder point for antibiotics varies from9 to 126 units. To anticipate stock out, then the ROP can be combined with thesafety stock. From the research, hospitals ABC analysis to determine the drug so itcan be done surveillance.

Key : ABC analysis, inventory control, farmacy
Read More
S-7667
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive