Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37668 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Arisa Tika Wahyuliza; Pembimbing: Nasrin Kodim; Penguji: Yovsyah, Endang Mulyani
Abstrak: PENYALAHGUNAAN NARKOBA MASIH MENJADI MASALAH YANG BELUM TERSELESAIKAN SECARA GLOBAL MAUPUN NASIONAL. HAL INI MENUNJUKKAN BAHWA MASALAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA HARUS DAPAT DITEKAN SAMPAI SEMINIMAL MUNGKIN. SURVEI BNN TAHUN 2015 MENYATAKAN BAHWA TERDAPAT PERBEDAAN ANGKA PREVALENSI YANG CUKUP BESAR ANTARA PENYALAHGUNA NARKOBA DI RUMAH TANGGA UMUM (1,8%) DAN KHUSUS (5,9%) ADALAH SALAH SATU ALASAN MENGAPA PERLU DITILIK LEBIH LANJUT FAKTOR APA YANG MENYEBABKAN PERBEDAAN PREVALENSI PENYALAHGUNAAN NARKOBA TERSEBUT. SALAH SATU FAKTOR YANG DINILAI PALING DOMINAN ADALAH PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL, YAITU PENGARUH DARI KONDISI LINGKUNGAN SOSIAL. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA KONDISI LINGKUNGAN SOSIAL DENGAN PERILAKU PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI RUMAH KOS PADA 6 KOTA DI INDONESIA. PENELITIAN INI MENGGUNAKAN DATA SEKUNDER DARI SURVEI PREVALENSI PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA KELOMPOK RUMAH TANGGA DI 20 PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2015 DENGAN DESAIN PENELITIAN CROSS SECTIONAL. POPULASI DAN SAMPEL DALAM PENELITIAN INI ADALAH PENGHUNI RUMAH KOS YANG BERDOMISILI DI 6 KOTA YAITU MEDAN, JAKARTA, SURABAYA, PONTIANAK, MAKASSAR DAN MANADO. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA BESAR RISIKO PENGHUNI RUMAH KOS YANG PERNAH DITAWARI NARKOBA OLEH KERABAT ADALAH 140,459 KALI LEBIH BESAR UNTUK MEMILIKI PERILAKU PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA TAHUN 2015 SETELAH DIKONTROL VARIABEL MEMILIKI RIWAYAT KERABAT YANG MENGGUNAKAN NARKOBA, KEIKUTSERTAAN DALAM PENYULUHAN DAN STATUS MEROKOK. KATA KUNCI: RUMAH KOS, PENYALAHGUNAAN NARKOBA, LINGKUNGAN SOSIAL
Read More
S-9874
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Udin Komarudin; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono, Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yudopuspito Trijoko, Heny Lestary
Abstrak: Efektivitas penggunaan kondom dan pelicin secara terpisah saat seks anal terhadap kejadian infeksi sifilis sudah banyak diketahui, namun masih jarang dilakukan penelitian untuk melihat efek gabungan penggunaan kondom dan pelicin dalam menyebabkan Sifilis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kondom dan pelicin tambahan dengan infeksi sifilis diantara populasi kunci waria. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional menggunakan data Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) Kementerian Kesehatan RI tahun 2015. Sampel yang dianalisis pada penelitian ini berjumlah 759 setelah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis multivariat menggunakan uji cox regresi. Hasil penelitian didapatkan proporsi infeksi sifilis sebesar 18,05%. Analisis multivariat menunjukkan penggunaan kondom dan pelicin tambahan berasosiasi dengan kejadian infeksi sifilis (PR=1,76 95%CI=0,83-3,76), waria yang tidak menggunakan kondom dan tidak menggunakan pelicin tambahan berisiko 1,76 kali untuk mengalami sifilis. Perlu terus dikampanyekan pentingnya penggunaan kondom dan pelicin tambahan berbahan dasar air saat seks anal kepada waria dan pelanggannya untuk menurunkan kejadian infeksi sifilis.
Read More
T-5656
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raden Nurilma Hidayatullah; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Yovsyah, Upi Meikawati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru pada penduduk semua umur di Provinsi Banten Tahun 2018. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan menggunakan data Riskesdas 2018. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 17.846 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Chi-square.
Read More
S-10817
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Benazir; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Krisnawati Bantas, Endang Mulyani
Abstrak: Penyalahgunaan narkoba pada pelajar dan mahasiswa di Indonesiameningkat setiap tahun. Rokok dapat menjadi salah satu awal untukmenyalahgunakan narkoba. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antarakebiasaan merokok dengan penyalahgunaan narkoba pada pelajar dan mahasiswadi 16 provinsi di Indonesia tahun 2011. Studi cross-sectional ini merupakananalisis data sekunder Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan danPeredaran Gelap Narkoba Pada Kelompok Pelajar dan Mahasiswa di IndonesiaTahun 2011 oleh Puslitkes UI dan Badan Nasional Narkotika Nasional. Hasilpenelitian menggambarkan prevalensi penyalahgunaan narkoba pada pelajar danmahasiswa sebesar 2,3%. Terdapat interaksi antara . Responden perempuanpernah merokok berpeluang menyalahgunakan narkoba 3,3 kali (95% CI 2,3-4,7),sedangkan responden perempuan perokok aktif berpeluang menyalahgunakannarkoba 3,4 kali (95% CI 2,1-5,4) dibandingkan laki-laki tidak pernah merokokterhadap kejadian penyalahgunaan narkoba, setelah dikontrol oleh variabelkovariat tingkat pendidikan, pengaruh teman, konsumsi alkohol, dankeharmonisan keluarga. Responden laki-laki perokok aktif berpeluangmenyalahgunakan narkoba 2,9 kali (95% CI 1,1-8,2) dibandingkan laki-laki tidakpernah merokok terhadap kejadian penyalahgunaan narkoba setelah dikontrol olehvariabel kovariat jenis kelamin, pengaruh teman, konsumsi alkohol, dankeharmonisan keluarga. Kebiasaan merokok memiliki hubungan signifikandengan penyalahgunaan narkoba pada pelajar dan mahasiswa, sehingga upayapreventif dan promotif terkait bahaya rokok dan narkoba harus terus ditingkatkan.Kata Kunci: Narkoba, Merokok, Pelajar, Mahasiswa.
Read More
T-4710
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Retno Juli Siswantari; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Ema Hermawanti, Laila Fitria, Bambang Setiaji
Abstrak: Diare masih menjadi masalah di Indonesia dan merupakan penyebab kematian pertama pada kelompok umur balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi sanitasi dan perilaku higiene ibu dengan kejadian diare balita di Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini merupakan analisis lanjut dari studi EHRA Kabupaten Sukabumi tahun 2013. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dengan pemilihan sampel metode purposive sampling. Uji statistik menggunakan chi square dengan sistem regresi logistik ganda model prediksi. Hasil penelitian didapatkan 25% balita terkena diare. Dari analisis bivariat didapat variabel yang signifikan mempengaruhi diare balita adalah sarana air bersih (p value 0,002) dengan OR 2,669 (CI 95% 1,44-4,93) dan variabel jarak septik tank-sumur gali (p value 0,000) OR 4,84 (CI 95% 2,15- 10,93). Hasil multivariat menunjukkan bahwa jarak sumur gali-septik tank adalah yang utama mempengaruhi diare balita (p value 0,000) OR 5,22.
Kesimpulan: dalam penelitian ini jarak antara sumur gali-septik tank sangat berpengaruh besar terhadap kejadian diare balita. Balita dalam rumah tangga yang menggunakan sumur gali dengan jarak kurang dari 10 meter dari septic tank memiliki risiko 5,221 kali untuk menderita diare dibandingkan jika jarak ≥ 10 meter. Oleh karena itu diperlukan penyuluhan atau sosialisasi tentang sarana sumur gali dengan septik tank yang memenuhi syarat. Jika kondisi lahan tidak memungkinkan maka perlu dikembangkan alternatif seperti septik tank komunal atau sistem IPAL terpusat oleh sektor terkait. Kata Kunci : Diare, balita, sanitasi
Read More
T-4405
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Wayan Putri Larassita Parwangsa; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Ratna Djuwita, Sudarto Ronoatmodjo, Trijoko Yudopuspito, Heny Lestary
Abstrak: Sebagian besar LSL merupakan orang-orang yang menjalankan prinsip hidup bebas dimana 88% gaya seksual pada LSL tidak aman yaitu memiliki pasangan seks multipel. Kecenderungan perilaku seksual berisiko dengan banyak pasangan yang dilakukan oleh kelompok LSL ini dapat dikaitkan dengan perilaku penggunaan kondom secara konsisten dalam rangka pencegahan penularan HIV dan IMS pada kelompok LSL. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui hubungan Pasangan Seks Multipel dengan Perilaku Penggunaan Kondom pada kelompok LSL di 5 Kota Besar di Indonesia tahun 2015. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu LSL yang memiliki pasangan seks multipel berisiko 1,571 kali lebih besar untuk berperilaku tidak konsisten dalam menggunakan kondom dibandingkan dengan LSL yang tidak memiliki pasangan seks multipel setelah dikontrol variabel riwayat IMS
Read More
T-5578
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Handayani; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Ririn Arminsih, Edy Hariyanto, Ely Setyawati
Abstrak: Kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Bengkulu tahun 2015 menyebabkan adanyapencemaran udara baik di dalam maupun di luar ruangan. Hal ini juga mengakibatkanmeningkatnya kejadian ISPA pada balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan kondisi rumah, kepadatan hunian dan pajanan asap terhadap kejadian ISPA pada balitadi Kota Bengkulu saat kebakaran hutan tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalahcase control. Kasus merupakan balita yang berkunjung ke Puskesmas Kecamatan dan didiagnosamenderita ISPA dan kontrol adalah dua balita tetangga kasus yang ditemui pertama kali.

Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis atap (OR: 2,79; 95% CI: 1,36-5,69), ventilasi (OR: 2,60; 95%CI: 1,39-4,84), kepadatan hunian (OR: 2,14; 95% CI: 1,07-4,28), dan asap bahan bakar memasak(OR: 4,14; 95% CI: 1,56-10,9) memiliki hubungan yang kuat terhadap ISPA. Jadi, ada hubunganantara kondisi rumah, kepadatan hunian dan pajanan asap terhadap kejadian ISPA pada Balitasetelah dikontrol oleh variabel kovariat.

Kata kunci:ISPA, Faktor Lingkungan, Balita, Kebakaran Hutan
Read More
T-4727
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Kholijah Aspia; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Romauli
Abstrak: Transgender adalah salah satu kelompok yang paling terpengaruh oleh epidemic HIV dan 49 kali lebih mungkin untuk hidup dengan HIV dibandingkan populasi umum. Data dari Amerika Latin dan Karibia menunjukkan bahwa prevalensi HIV jauh lebih tinggi pada pekerja seks transgender wanita dibandingkan pada pekerja seks pria dan wanita non-transgender. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui hubungan menjual seks dengan status HIV pada waria di Indonesia yang merupakan analisis lanjut dari data STBP tahun 2015. Penelitian ini adalah studi crosssectional.   Subyek dalam penelitian ini adalah 867 waria yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian didapatkan prevalensi HIV sebesar 26.1% dan proporsi menjual seks pada waria dengan status HIV positif sebesar 31,1%. Analisis multivariat menunjukkan adanya hubungan antara menjual seks dengan status HIV dengan PR adjusted 1,358 [95% CI: (1,045-1,766)] p-value=0,022. Kesimpulan penelitian ini adalah waria yang menjual seks 1,358 kali lebih berisiko memiliki status HIV positif dibandingkan dengan waria yang tidak menjual seks setelah dikontrol oleh variabel riwayat IMS
Read More
T-5817
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rivi Maharani Amri; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Victoria Indrawati
S-9606
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Darwel; Pembimbing: Nurhayati A. Prihartono; Penguji: Yovsyah, Budi Haryanto, Sulistyo
Abstrak:

TB paru masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia termasuk di Indonesia sebagai salah satu negara dengan prevalensi TB paru yang tinggi. Menurut hasil Riskesdas 2007 prevalensi TB paru di Indonesia sebesar 400/100.000 penduduk sedangkan hasil Riskesdas 2010 sebesar 725/100.000 penduduk begitupun di Sumatera. Selain adanya sumber penular, kejadian TB paru juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan rumah (ventilasi, pencahayaan, lantai serta kepadatan hunian rumah). Rendahnya persentase rumah sehat diduga ikut memperbesar penularan TB paru di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB paru di Sumatera berbeda berdasarkan faktor umur, jenis kelamin dan daerah tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan disain studi potong lintang dengan sampel penelitian penduduk yang berumur diatas 15 tahun di Sumatera yang berjumlah 38.419 responden. Penderita TB paru didapatkan berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan melalui pemeriksaan dahak atau rongten paru. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa faktor lingkungan fisik rumah yang berisiko terhadap kejadian TB paru di Sumatera adalah ventilasi rumah PR 1,314 (90% CI:1,034-1,670), pencahayaan PR 1,564 (90% CI:1,223-2,000) dan kepadatan hunian PR 1,029 (90% CI:0,798-1,327). Dari model akhir didapatkan bahwa hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB paru di Sumatera berbeda signifikan berdasarkan faktor umur dan jenis kelamin.


 Pulmonary tuberculosis is still a major health problem in the world, including in Indonesia as a country with a high prevalence of pulmonary tuberculosis. According to the basic medical research in 2007 obtained prevalence of pulmonary tuberculosis in Indonesia for 400/100.000 population while the results in 2010 for 725/100.000 population as did the population in Sumatera. In addition to the transmitting source, the occurence of pulmonary tuberculosis is also influenced by house environmental factors (ventilation, lighting, flooring and density of residential houses). The low percentage of healthy homes contribute to the transmission of suspected pulmonary tuberculosis in Indonesia. The purpose of this study was to determine whether the association of physical environmental conditions of the house with the occurence of pulmonary tuberculosis different by factors age, sex and area of residence in Sumatera. This study uses a cross-sectional study design with a sample of the study population over the age of 15 years in Sumatera, which amounted to 38,419 respondents. Patients with pulmonary tuberculosis diagnosis obtained by health professionals through the examination of sputum or lung rongten. From the research found that the factor of the physical environment the home is at risk on the occurence of pulmonary tuberculosis in Sumatera is ventilated house PR 1.314 (90% CI :1.034,1.670), lighting PR 1.564 (90% CI :1.223,2.000) and the density of residential PR 1.029 (90% CI :0.798,1.327). From the final model was found that the relationship of the physical environment house with pulmonary tuberculosis occurence in Sumatera different significantly by age and gender.

Read More
T-3590
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive