Ditemukan 34485 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Apria Montessori; Pembimbing: R. Budi Haryanto; Penguji: Ririn Arminsih, Dewi Yusnitha
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan melihat hubungan konsentrasi PM2,5 udara ambien terhadap gangguan fungsi paru pada pedagang tetap di Terminal Kampung Rambutan Kota Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan PM2,5 ambien mencapai 89 μg/m3. Didapatkan proporsi gangguan paru sebesar 79% (tipe retrikstif 73% dan campuran resktriktif dan obstruktif 6%) dari 68 responden. Tidak ada hubungan signifikan antara konsentrasi PM2,5 dengan gangguan fungsi paru pada pedagang di Terminal Kampung Rambutan (p value= 0,215, CI: 0,555-13,700). Ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara status merokok (p=0,015) dan waktu kerja (p value = 0,047) dengan gangguan fungsi paru. Tidak terdapat satupun faktor lain seperti riwayat penyakit, durasi kerja, umur dengan kejadian gangguan fungsi paru pada pedagang di Terminal Kampung Rambutan. Selanjutnya diperlukan adanya perbaikan lingkungan terminal, perubahan perilaku merokok dan kerjasama multisektor terkait pencegahan penyakit.
Kata kunci: PM2,5 , pedagang, terminal kampung rambutan, status merokok, gangguan fungsi paru.
This study aims to determine the relationship between ambient air PM2.5 concentrations to impaired lung function among sellers at Kampung Rambutan Bus Station, Jakarta City. The results showed ambient PM2.5 reached 89 μg / m3. The proportion of impaired lung function was 79% of 68 respondents (restrictive type 73% and restrictive and obstructive mixture 6%). There was no significant relationship between PM2.5 concentration and impaired lung function in Kampung Rambutan Bus Station seller (p value = 0.215, CI: 0.555-13,700). It was found there is significant relationship between smoking status (p = 0.015) and work time (p value = 0.047) with impaired lung function. There were no other factors such as disease history, duration of work, and age with the occurrence of impaired lung function among sellers at Kampung Rambutan Bus Station. Furthermore, it is necessary to improve the terminal environment, change smoking behavior and multisector cooperation related to disease prevention.
Keyword: PM2,5, sellers, kampung rambutan bus station, smoking status, impaired lung function
Read More
Kata kunci: PM2,5 , pedagang, terminal kampung rambutan, status merokok, gangguan fungsi paru.
This study aims to determine the relationship between ambient air PM2.5 concentrations to impaired lung function among sellers at Kampung Rambutan Bus Station, Jakarta City. The results showed ambient PM2.5 reached 89 μg / m3. The proportion of impaired lung function was 79% of 68 respondents (restrictive type 73% and restrictive and obstructive mixture 6%). There was no significant relationship between PM2.5 concentration and impaired lung function in Kampung Rambutan Bus Station seller (p value = 0.215, CI: 0.555-13,700). It was found there is significant relationship between smoking status (p = 0.015) and work time (p value = 0.047) with impaired lung function. There were no other factors such as disease history, duration of work, and age with the occurrence of impaired lung function among sellers at Kampung Rambutan Bus Station. Furthermore, it is necessary to improve the terminal environment, change smoking behavior and multisector cooperation related to disease prevention.
Keyword: PM2,5, sellers, kampung rambutan bus station, smoking status, impaired lung function
S-9918
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dea Assifa; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: BudiHartono, Abdullah
S-9776
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yosi Marin Marpaung; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Esrom Hamonangan
S-7227
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tia Prabawati Suhengsi; Pembimbing: R. Budi Haryanto; Penguji: Laila Fitria, Didi Purnama, Zahra
Abstrak:
Latar belakang. Pencemaran udara telah menjadi masalah global tahunan sejak beberapa tahun belakangan. Pencemaran udara dapat mengakibatkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Salah satu komponen zat pencemar udara yang umum ditemukan di kota-kota besar di dunia yaitu PM2,5, polutan yang dapat menyebabkan gangguan fungsi paru. Sumber terbesar dari pencemaran PM2,5 di udara ambien perkotaan berasal dari asap kendaraan bermotor.
Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui hubungan antara konsentrasi pajanan PM2,5 dan gangguan fungsi paru pada sopir angkutan kota Terminal Kampung Melayu, Jakata Timur.
Metode. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dengan desain studi cross-sectional untuk mengetahui hubungan konsentrasi pajanan PM2,5 dan gangguan fungsi paru pada sopir angkutan kota Terminal Kampung Melayu, Jakata Timur. 125 sopir angkutan kota terlibat sebagai subjek pada penelitian ini.
Hasil. Dari 125 sopir yang terlibat, ada 72 sopir angkutan kota yang mengalami gangguan fungsi paru dengan persentase sebesar 57,6%. Konsentrasi rata-rata PM2.5 yaitu 90,99 μg/m3. Nilai P konstan dari uji regresi logistik antara gangguan fungsi paru dengan konsentrasi PM2.5, umur, lama kerja dan riwayat penyakit paru, yaitu 0,039.
Kesimpulan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah ditemukan adanya hubungan antara gangguan fungsi paru yang dialami oleh sopir angkutan kota Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur dengan Konsentrasi PM2.5, setelah setelah dikontrol oleh variabel umur, lama kerja, serta riwayat penyakit paru
Kata kunci: pencemaran udara; PM2,5; gangguan fungsi paru; sopir angkutan kota
Background. Air pollutions has been becoming annual global issue for the past fiew years. Air Pollutions can cause various adverse effects on health. One component of air pollutants which commonly found in major cities in the world is PM2.5, a pollutant that can cause lung function impairments. The biggest source of PM2.5 pollutions in urban air comes from motor vehicle combustion.
Purpose. The aim of this study is to determine the relationship between exposure of PM2.5 and impaired lung function on Public Transportation Drivers of Kampung Melayu Terminal, East Jakarta.
Methods. This study was conducted by the observation method with a cross-sectional study design to determine the relationship between PM2.5 exposure concentration and lung function impairment in the public transportation drivers of Kampung Melayu Terminal, East Jakarta. 125 drivers were involved as subjects in this study.
Results. There were 72 public transportation drivers, of the 125 drivers involved, who experienced lung function impairments (57.6%). The mean PM2.5 concentration was 90.99 μg / m3. The constant P value from the logistic regression test between lung function impairments and PM2.5 concentrations, controlled by age, length of work and a history of lung disease is 0.039.
Conclution. The conclusion from this study is lung function impairments experienced by public transportation drivers of Kampung Melayu Terminal, East Jakarta were associated with PM2.5 concentration, after being controlled by variables of age, length of work, and a history of lung disease.
Keyword: Air Pollutions; PM2.5; lung function; drivers
Read More
Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengatahui hubungan antara konsentrasi pajanan PM2,5 dan gangguan fungsi paru pada sopir angkutan kota Terminal Kampung Melayu, Jakata Timur.
Metode. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dengan desain studi cross-sectional untuk mengetahui hubungan konsentrasi pajanan PM2,5 dan gangguan fungsi paru pada sopir angkutan kota Terminal Kampung Melayu, Jakata Timur. 125 sopir angkutan kota terlibat sebagai subjek pada penelitian ini.
Hasil. Dari 125 sopir yang terlibat, ada 72 sopir angkutan kota yang mengalami gangguan fungsi paru dengan persentase sebesar 57,6%. Konsentrasi rata-rata PM2.5 yaitu 90,99 μg/m3. Nilai P konstan dari uji regresi logistik antara gangguan fungsi paru dengan konsentrasi PM2.5, umur, lama kerja dan riwayat penyakit paru, yaitu 0,039.
Kesimpulan. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah ditemukan adanya hubungan antara gangguan fungsi paru yang dialami oleh sopir angkutan kota Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur dengan Konsentrasi PM2.5, setelah setelah dikontrol oleh variabel umur, lama kerja, serta riwayat penyakit paru
Kata kunci: pencemaran udara; PM2,5; gangguan fungsi paru; sopir angkutan kota
Background. Air pollutions has been becoming annual global issue for the past fiew years. Air Pollutions can cause various adverse effects on health. One component of air pollutants which commonly found in major cities in the world is PM2.5, a pollutant that can cause lung function impairments. The biggest source of PM2.5 pollutions in urban air comes from motor vehicle combustion.
Purpose. The aim of this study is to determine the relationship between exposure of PM2.5 and impaired lung function on Public Transportation Drivers of Kampung Melayu Terminal, East Jakarta.
Methods. This study was conducted by the observation method with a cross-sectional study design to determine the relationship between PM2.5 exposure concentration and lung function impairment in the public transportation drivers of Kampung Melayu Terminal, East Jakarta. 125 drivers were involved as subjects in this study.
Results. There were 72 public transportation drivers, of the 125 drivers involved, who experienced lung function impairments (57.6%). The mean PM2.5 concentration was 90.99 μg / m3. The constant P value from the logistic regression test between lung function impairments and PM2.5 concentrations, controlled by age, length of work and a history of lung disease is 0.039.
Conclution. The conclusion from this study is lung function impairments experienced by public transportation drivers of Kampung Melayu Terminal, East Jakarta were associated with PM2.5 concentration, after being controlled by variables of age, length of work, and a history of lung disease.
Keyword: Air Pollutions; PM2.5; lung function; drivers
T-5782
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anggun Emelia; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Bambang Wispriyono; Penguji: Zakianis, Satria Pratama, Yulia Fitri Ningrum
Abstrak:
Peningkatan konsentrasi ozon di udara dapat memberikan dampak kesehatan pada manusia terutama pada fungsi sistem pernafasan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis hubungan antara konsentrasi O3 di udara ambien dengan gangguan fungsi paru pada penyapu jalan di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta selatan. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 78 dan jumlah sampel pengukuran fungsi paru adalah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Responden yang terpajan konsentrasi O3 > 54,34 µg/Nm3 sebanyak 10 orang (66,7%) mengalami gangguan fungsi paru dan responden yang terpajan konsentrasi O3 ≤ 54,34 µg/Nm3 sebanyak 7 orang (46,7%) mengalami gangguan fungsi paru. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara konsentrasi O3 di udara ambien (p=0,705) dengan gangguan fungsi paru. Ada hubungan faktor lain seperti status merokok (p=0,011) dan kebiasaan olahraga (p=0,049) dengan gangguan fungsi paru. Hubungan antara konsentrasi O3 di udara ambien dang gangguan fungsi paru memiliki nilai OR=1,5 artinya seseorang yang terpajan konsentrasi O3 > 54,35 µg/Nm3 1,5 kali dapat menurunkan fungsi paru dibandingkan dengan konsentrasi O3 ≤ 54,35 µg/Nm3.
Read More
T-5793
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Marisa Harfiani; Pembimbing: Sri Tjahjani Budi Utami; Penguji: Budi Hartono, Susilo
Abstrak:
PM2,5 merupakan indikator penting untuk mengetahui risiko kesehatan akibat partikulat. Pajanan PM2,5 di udara dalam ruang telah banyak dikaitkan dengan kejadian gangguan fungsi paru Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi PM2,5 di udara dalam ruang lingkungan kerja dengan gangguan fungsi paru pada pekerja pabrik katup baja X Kabupaten Serang Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional untuk melihat berapa tinggi atau berapa banyak exposure dan juga outcome serta melihat hubungan antara besarnya exposure dan juga outcome. Penelitian ini dilakukan pada bulan mei sampai dengan juni 2016. Total sampel udara pada penelitian ini adalah sebanyak 7 titik yang mewakili keseluruhan area kerja dan total sampel pekerja pada penelitian ini adalah 60 pekerja. Konsentrasi PM2,5 diukur menggunakan alat Haz-Dust EPAM-5000 menggunakan bantuan operator balai HIPERKES Jakarta. Pengukuran fungsi paru pekerja dilakukan menggunakan spirometri chest-graph HI-101. Analisis data dilukan dengan menggunakan uji kai kuadrat untuk melihat hubungan konsentrasi PM2,5 di udara dalam ruang lingkungan kerja dengan gangguan fungsi paru pada pekerja. Prevalensi gangguan fungsi paru pada pekerja pabrik katup baja X adalah sebesar 53.3%. Hasil analisis menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara konsentrasi PM2,5 di udara dalam ruang lingkungan kerja dengan gangguan fungsi paru pada pekerja (OR = 2,8; p-value = 0.121).
Kata kunci : Fungsi Paru; PM2,5; Polusi Udara Dalam Ruang; Katup Baja
Read More
Kata kunci : Fungsi Paru; PM2,5; Polusi Udara Dalam Ruang; Katup Baja
S-9116
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mega Utami Basra; Pembimbing: R. Budi Haryanto, Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Didik Supriyono
Abstrak:
Pencemaran udara yang berasal dari sektor transportasi, industri, dan aktivitas domestikmenjadi masalah bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengolahan semen banyakmelepaskan partikulat di udara, ditambah dengan kegiatan transportasi untukdistribusinya. Menurut data yang diperoleh dari laporan tahunan PuskesmasKlapanunggal dari tahun 2016-2018, penyakit gangguan pernapasan terbanyak berada didesa sekitar industri semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungankonsentrasi PM2,5 di dalam rumah dengan gangguan fungsi paru pada ibu rumah tanggadi sekitar industri semen, Kecamatan Klapanunggal. Penelitian ini menggunakan studicross-sectional yang dilaksanakan pada Bulan April-Mei 2018. Jumlah sampelsebanyak 97 orang ibu rumah tangga usia 20-55 tahun. Pengukuran konsentrasi PM2,5dilakukan dengan menggunakan alat Haz-Dust EPAM 5000 dan pengukuran fungsi parudilakukan dengan uji spirometri menggunakan alat spirometer. Hasil penelitianmenunjukkan rata-rata konsentrasi PM2,5 di udara rumah adalah 70,51 μg/m3. Semuasampel mengalami gangguan fungsi paru restriktif dan 8,2% diantaranya mengalamigangguan fungsi paru obstruktif. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak adahubungan signifikan antara konsentrasi PM2,5 dengan gangguan fungsi paru restriktifpada ibu rumah tangga di Kecamatan Klapanunggal dengan nilai p=0,199. Perludilakukan monitoring dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai cara menjagakualitas udara rumah sekaligus bekerja sama dengan perguruan tinggi atau lembagakesehatan lingkungan daerah setempat serta mengupayakan pemeriksaan fungsi parusecara berkala bagi masyarakat.
Kata kunci: PM2,5; gangguan fungsi paru, ibu rumah tangga
Air pollution from the transportation, industrial and domestic activities are problems forpublic health in Indonesia. Cement processing releases many particulates in the air, evenwith transport activities for its distribution. According to data obtained from the annualreport of Klapanunggal Puskesmas from 2016-2018, most respiratory diseases are in thevillages around the cement industry. This study aims to analyze the correlation of PM2.5concentration in household with impaired lung function among housewife aroundcement industry area, Klapanunggal sub-district. This study used a cross-sectional studyconducted in April-May 2018. The sample size is 97 housewives aged 20-55 years.Measurement of PM2.5 concentration was done by using Haz-Dust EPAM 5000 andpulmonary function measurement was done by spirometry test using spirometer tool.The results showed that the average concentration of PM2.5 in the house air was 70.51μg/m3. All samples had impaired restrictive lung function and 8.2% of them hadimpaired obstructive lung function. The result of bivariate analysis showed that therewas no significant correlation between PM2.5 concentration with restrictive lungfunction disorder in housewife in Kecamatan Klapanunggal with p value = 0,199.Monitoring and counseling needs to be done to the public about how to maintain thequality of house air as well as working with local universities or environmental healthagencies and seek fo regular lung function checks for the community.
Key words: PM2.5, impaired lung function, housewive.
Read More
Kata kunci: PM2,5; gangguan fungsi paru, ibu rumah tangga
Air pollution from the transportation, industrial and domestic activities are problems forpublic health in Indonesia. Cement processing releases many particulates in the air, evenwith transport activities for its distribution. According to data obtained from the annualreport of Klapanunggal Puskesmas from 2016-2018, most respiratory diseases are in thevillages around the cement industry. This study aims to analyze the correlation of PM2.5concentration in household with impaired lung function among housewife aroundcement industry area, Klapanunggal sub-district. This study used a cross-sectional studyconducted in April-May 2018. The sample size is 97 housewives aged 20-55 years.Measurement of PM2.5 concentration was done by using Haz-Dust EPAM 5000 andpulmonary function measurement was done by spirometry test using spirometer tool.The results showed that the average concentration of PM2.5 in the house air was 70.51μg/m3. All samples had impaired restrictive lung function and 8.2% of them hadimpaired obstructive lung function. The result of bivariate analysis showed that therewas no significant correlation between PM2.5 concentration with restrictive lungfunction disorder in housewife in Kecamatan Klapanunggal with p value = 0,199.Monitoring and counseling needs to be done to the public about how to maintain thequality of house air as well as working with local universities or environmental healthagencies and seek fo regular lung function checks for the community.
Key words: PM2.5, impaired lung function, housewive.
T-5242
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aqiela Fadia Putri; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Budi Hartono, Didi Purnama
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Polusi udara, khususnya partikulat halus (PM2,5), merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan yang signifikan di wilayah perkotaan padat lalu lintas seperti Kota Depok. PM2,5 memiliki ukuran partikel yang sangat kecil sehingga dapat masuk hingga ke alveoli paru dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk gangguan fungsi paru. Sopir angkutan kota menjadi salah satu kelompok yang paling rentan karena sebagian besar waktu kerjanya dihabiskan di area dengan tingkat polusi udara tinggi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pajanan PM2,5 di udara ambien dengan gangguan fungsi paru pada sopir angkutan kota di Terminal Depok, Jawa Barat tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 100 sopir angkutan kota yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat untuk mengetahui hubungan antara pajanan PM2,5 dan gangguan fungsi paru dengan mempertimbangkan faktor kovariat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM2,5 adalah 42,19 μg/m³ (SD 10,04 μg/m³), yang melebihi nilai ambang batas yang direkomendasikan WHO. Sebanyak 74% responden mengalami gangguan fungsi paru. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pajanan PM2,5 dan gangguan fungsi paru (p = 0,012). Namun, pada analisis multivariat, setelah dikontrol dengan variabel umur, masa kerja, dan status merokok, hubungan tersebut tidak signifikan (p = 0,642; OR = 1,018; 95% CI: 0,944–1,099). Kesimpulan: Pajanan PM2,5 memiliki hubungan dengan gangguan fungsi paru secara statistik pada analisis bivariat, tetapi tidak setelah dikontrol dengan faktor risiko lainnya. Saran: Penelitian ini menyarankan perlunya upaya pengendalian polusi udara, peningkatan kesadaran sopir akan risiko kesehatan, penyediaan alat pelindung diri, serta perlunya kebijakan pemerintah dalam pengaturan ulang terhadap baku mutu udara ambien nasional.
Background: Air pollution, particularly fine particulate matter (PM2,5), is a significant environmental health issue in urban areas with dense traffic such as Depok. PM2,5 consists of extremely small particles that can reach the alveoli and cause various health problems, including pulmonary function impairment. Public transport drivers are among the most vulnerable groups as they spend most of their working hours in areas with high levels of air pollution. Objective: To determine the relationship between ambient PM2,5 exposure and pulmonary function impairment among public transport drivers at Depok Terminal, West Java in 2025. Methods: This study employed a cross-sectional design with 100 public transport drivers selected using proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods to assess the association between PM2,5 exposure and pulmonary function impairment while controlling for covariates. Results: The study showed that the mean PM2,5 concentration was 42.19 μg/m³ (SD 10.04 μg/m³), exceeding the limit recommended by WHO. A total of 74% of respondents experienced pulmonary function impairment. Bivariate analysis indicated a significant association between PM2,5 exposure and pulmonary function impairment (p = 0.012). However, in multivariate analysis, after adjusting for age, length of employment, and smoking status, the association was not statistically significant (p = 0.642; OR = 1.018; 95% CI: 0.944–1.099). Conclusion: PM2,5 exposure was significantly associated with pulmonary function impairment in the bivariate analysis, but this association was not significant after controlling for other risk factors. Recommendation: This study suggests the need for air pollution control efforts, increased driver awareness of health risks, provision of personal protective equipment, and a review of national ambient air quality standards by the government.
Background: Air pollution, particularly fine particulate matter (PM2,5), is a significant environmental health issue in urban areas with dense traffic such as Depok. PM2,5 consists of extremely small particles that can reach the alveoli and cause various health problems, including pulmonary function impairment. Public transport drivers are among the most vulnerable groups as they spend most of their working hours in areas with high levels of air pollution. Objective: To determine the relationship between ambient PM2,5 exposure and pulmonary function impairment among public transport drivers at Depok Terminal, West Java in 2025. Methods: This study employed a cross-sectional design with 100 public transport drivers selected using proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods to assess the association between PM2,5 exposure and pulmonary function impairment while controlling for covariates. Results: The study showed that the mean PM2,5 concentration was 42.19 μg/m³ (SD 10.04 μg/m³), exceeding the limit recommended by WHO. A total of 74% of respondents experienced pulmonary function impairment. Bivariate analysis indicated a significant association between PM2,5 exposure and pulmonary function impairment (p = 0.012). However, in multivariate analysis, after adjusting for age, length of employment, and smoking status, the association was not statistically significant (p = 0.642; OR = 1.018; 95% CI: 0.944–1.099). Conclusion: PM2,5 exposure was significantly associated with pulmonary function impairment in the bivariate analysis, but this association was not significant after controlling for other risk factors. Recommendation: This study suggests the need for air pollution control efforts, increased driver awareness of health risks, provision of personal protective equipment, and a review of national ambient air quality standards by the government.
S-12015
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tiara Mairani; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Satria Pratama, Diah Wati Soetojo
Abstrak:
ABSTRAK Polusi udara dikaitkan dengan jutaan kematian prematur di seluruh dunia dan 20% di antaranya bersifat pernafasan berasal dari polusi udara outdoor dan indoor dalam bentuk partikel serta gas. Pajanan PM2,5 dan formaldehid yang berasal dari dalam ruang memiliki efek kesehatan sejak dini pada anak-anak, karena anak-anak merupakan kelompok rentan dan selama anak dalam proses pengembangan paru-paru dapat menyebabkan dampak jangka panjang pada fungsi paru. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi hubungan pajanan Particulate Matter 2,5 (PM2,5) dan formaldehid terhadap gangguan fungsi paru pada siswa Sekolah Menegah Pertama Kota Depok. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional yang dilaksanakan pada Maret-Mei 2018. Jumlah sampel sebanyak 160 siswa dengan metode simpel random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berumur 13-15 tahun berisiko mengalami gangguan fungsi paru 2,9 kali dengan IMT tidak normal dan mayoritas perokok pasif serta dengan aktifitas fisik yang kurang atau jarang dilakukan siswa. Pajanan PM2,5 >NAB 35μg/m3 berisiko 7.2 kali mengalami gangguan fungsi paru pada siswa di sekolah yang berada dekat jalan raya dan konsentrasi formaldehid tinggi berisiko 1,6 kali mengalami gangguan fungsi paru pada siswa di sekolah dekat jalan raya dengan kondisi ventilasi yang tidak memenuhi syarat, suhu dan kelembaban tidak normal di sekolah. Perlu dilakukan pengendalian risiko pencemaran udara dilingkungan sekolah dengan menjauhi atau membatasi diri dari sumber polusi udara. Kata kunci: PM2,5, Formaldehid, Gangguan fungsi paru Air pollution is associated with millions of premature deaths worldwide and 20% of them are respiratory from outdoor and indoor air pollution in the form of particles and gases. Exposure to PM2.5 and formaldehyde derived from space has an early health effect on children, as children are a vulnerable group and during childhood in the lung development process can cause long-term effects on lung function. This study aims to identify the exposure relationship of Particulate Matter 2.5 (PM2,5) and formaldehyde to lung function impairment in Depok State Junior High School students. This study uses a cross-sectional study conducted in March-May 2018. The number of samples as many as 160 students with a simple random sampling method. The results showed that students aged 13-15 years are at risk of impaired lung function 2.9 times with abnormal BMI and the majority of passive smokers and with less physical activity or rarely do students. Exposure of PM2.5> NAB 35μg / m3 at risk 7.2 times impaired lung function in students at schools located near the highway and high formaldehyde concentrations at risk of 1.6 times impaired lung function in students at schools near highway with no ventilation conditions Eligible, temperature and humidity are not normal at school. It is necessary to control the risks of air pollution within the school environment by avoiding or restricting themselves from sources of air pollution. Key words: Particulate Matter2,5, Formaldehyde, Lung Function
Read More
T-5243
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhamad Fajar Subechi; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Abdur Rahman; Penguji: Bambang Wispriyono, Inswiasri, Ali Isha Wardhana
Abstrak:
Read More
Pekerja di pintu masuk pelabuhan Tanjung Priok (petugas penjualan pas masuk dan petugas keamanan) beresiko untuk terkena gangguan kesehatan saluran pernafasan akibat dari polusi udara terutama dari pajanan konsentrasi PM10 diudara ambien.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara konsentrasi PM10 di udara ambien terhadapa kejadian gangguan kesehatan saluran pernafasan (serangan asma dan bronkitis kronis) setelah dikontrol oleh umur, masa kerja, kebiasaan merokok dan penggunaan APD masker pada saat bekerja. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional pada 75 pekerja di pintu masuk Pelabuhan Tanjung Priok yaitu di Pos 1, Pos 3, Pos 8 dan Pos 9.Pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara dan pengukuran kualitas udara. Analisa data menggunakan uji chi-square dan hasil analisa menunjukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara konsentrasi PM10 diudara ambien dengan kejadian bronkitis kronis, p=0,049 dengan OR=4,301.Disarankan untuk mengurangi jumlah jam kerja sesuai dengan ketentuan dan melakukan rotasi pekerja secara berkala.
Officers who works at Tanjung Priok entrance gate (entrance ticketing officers and security) at risks of respitory health problems as an bad effects of air pollutants especially from PM10 concentration expose in air ambient. This research intented to analyze the relation on PM10 concentration in air ambient on respitory health problems occurences (asthma and chronic bronchitis) referred to ages, years of works, smoking habits and the use of APD masks at work. This research is a cross-sectional study on 75 officers who works at Tanjung Priok entrance gate such as Gate 1, Gate 3, Gate 8 and Gate 9. The data of research collected by observation, interview and air quality measurement. Data analysis using chi-square test and analysis results indicate a statistically significant relation between PM10 concentration in air ambient with chronical bronchitis, p=0,049 with OR=4,301. It is recommended to reduce the number of working hours based on applicable requirements and perform periodic rotation of officers.
T-4395
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
