Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40621 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Jurisman Nazara; Pembimbing: Meily L. Kurniawidjaja,; Lestari, Fatma; Penguji: Dadan Erwandi, Syahrul Efendi Panjaitan, W, Julianto
T-5513
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmi Dia Akhir Darta; Pembimbing: Hendra; Penguji: Milla Tejamaya, Hari Monanda Putra
Abstrak: Bandara Internasional Minangkabau secara geografis terletak pada wilayah barat pesisir pantai Pulau Sumatera. Secara geologis, Pulau Sumatera berada pada wilayah pergerakan dua lempeng, yaitu Indo-Australia dan Eurasia. Kondisi tersebut menyebabkan Bandara Internasional Minangkabau memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap bencana alam gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan Bandara Internasional Minangkabau dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami yang dinilai dari segi aspek sarana evakuasi, tempat evakuasi sementara (vertikal) tsunami dan airport emergency plan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan analisis komparasi. Proses pengumpulan data dilakukan di gedung terminal Bandara Internasional Minangkabau pada bulan April ? Mei 2022 melalui kegiatan observasi, wawancara, dan tinjauan dokumen. Pengolahan data dilakukan dengan analisis komparasi menggunakan checklist yang mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2017, Pedoman Teknis 2 Perencanaan TES Tsunami, ICAO Doc-9137, SNI 03-1746-2000, SNI 03-6574-2001, dan SNI 7743:2011. Berdasarkan hasil pengumpulan data terhadap variabel penelitian didapatkan bahwa pemenuhan aspek sarana evakuasi adalah 82%, aspek tempat evakuasi sementara (vertikal) tsunami adalah 52,2%, dan aspek airport emergency plan adalah 93,33%. Hasil perhitungan rata-rata pemenuhan aspek kesiapan Bandara Internasional Minangkabau dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami adalah sebesar 75,84%. Secara umum, kriteria setiap aspek telah terpenuhi cukup baik. Namun masih terdapat beberapa variabel dengan tingkat pemenuhan 0%, seperti pengecekan struktur bangunan TES dan rambu penunjuk evakuasi tsunami. Sehingga perlu dilakukan beberapa perbaikan, terutama pada aspek tempat evakuasi sementara (vertikal) tsunami sebagai aspek dengan persentase pemenuhan terendah. Pemeliharaan dan perbaikan dari aspek lainnya tetap perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapan Bandara Internasional Minangkabau dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami. Upaya untuk meningkatkan kesiapan Bandara Internasional Minangkabau dalam menghadapi bencana alam gempa bumi dan tsunami dapat dilakukan dengan memperbaiki dan melengkapi sarana evakuasi sesuai dengan standar dan peraturan, melakukan pengkajian ulang penetapan TES sesuai dengan alur pedoman perencanaan TES, dan memenuhi kriteria airport emergency plan sesuai dengan pedoman ICAO Doc-9137.
Minangkabau International Airport is geographically located on the west coast of West Sumatera. Geologically, West Sumatera is in the region of the movement of two plates, Indo-Australia and Eurasia. This condition causes Minangkabau International Airport to have a high level of vulnerability to earthquakes and tsunamis. This study aims to determine the level of preparedness of Minangkabau International Airport in dealing with earthquake and tsunami natural disasters which are assessed from three aspect, evacuation facilities, vertical evacuation from tsunamis and airport emergency plans. This study uses a descriptive observational method with a comparative analysis approach. The data collection process was carried out at the Minangkabau International Bandra terminal building in April ? May 2022 through observation, interviews, and document review. Data processing is carried out by comparative analysis using a checklist that refers to the Minister of Public Works and Public Housing Regulation Number 14 of 2017, Technical Guidelines 2 for Tsunami TES Planning, ICAO Doc-9137, SNI 03-1746-2000, SNI 03-6574-2001, and SNI 7743:2011. Based on the results of data collection on research variables, it was found that the fulfillment of the evacuation facility aspect was 82%, vertical evacuation from tsunamis aspect was 52.2%, and the airport emergency plan aspect was 93.33%. The results of the calculation of the average fulfillment of aspects of Minangkabau International Airport readiness in dealing with earthquake and tsunami natural disasters is 75.84%. In general, the criteria for each aspect have been met quite well. However, there are still several variables with a compliance rate is 0%, such as checking the structure of the TES building and tsunami evacuation signs. So, some improvements need to be made, especially in the aspect of vertical evacuation of tsunamis as the aspect with the lowest percentage of fulfillment. Maintenance and repairs from other aspects still need to be done to improve the preparedness of Minangkabau International Airport in dealing with earthquake and tsunami natural disasters. Efforts to improve the preparedness of Minangkabau International Airport in dealing with earthquake and tsunami natural disasters can be done by repairing and equipping evacuation facilities in accordance with standards and regulations, reviewing the determination of TES in accordance with the flow of TES planning guidelines, and fulfilling the criteria for an airport emergency plan in accordance with the ICAO Doc-9137.
Read More
S-11038
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizqi Ulla Amalliah; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Chandra Satrya, Ridwan Zahdi Sjaaf, Devie FitriOctaviani
Abstrak: Abstrak

Tesis ini membahas tentang kesiapsiagaan rumah sakit PKU Muhammadiyah Unit I Yogyakarta dalam menghadapi bencana alam gempa bumi. Penelitian kesiapsiagaan rumah sakit ini mengacu pada Hospital Safety Index yang disusun oleh Pan American Health Organization (PAHO). Penelitian ini dilakukan dengan pengisian cheklist, wawancara, dan observasi terhadap sarana dan fasilitas di rumah sakit. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumlah Safety Index RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit I dalah 0,63. Dengan demikian maka RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit I termasuk dalam klasifikasi B, dengan implementasi bahwa rumah sakit dapat bertahan dalam situasi bencana, tetapi masih berpotensi risiko mengalami kegagalan dalam menghadapi bencana.


This thesis discusses about hospital preparedness PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit I in the face of natural disasters earthquakes. Hospital preparedness research refers to the Hospital Safety Index compiled by the Pan American Health Organization (PAHO). The research was conducted by charging checklist, interviews, and observations of the equipment and facilities at the hospital. The study design is a qualitative descriptive study. The results showed that the number of PKU Muhammadiyah Hospital Safety Index Yogyakarta Unit I is 0.63. Thus, the RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Unit I is included in the classification of B, with implementations that hospitals can survive in a disaster, but it still has the potential risk of a failure in the face of disaster.

Read More
T-3887
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Nur Anggraini; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Udit
S-7862
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syukra Alhamda; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Yuni Kusminanti
S-7031
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Rahmadona Putri; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Budi Haryanto, Soehatman Ramli
S-6757
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mulianingsih; Pembimbing : Fatma Lestari; Penguji: Chandra Satrya, Devie Fitri Octaviani
Abstrak: Skripsi ini membahas kesiap siagaan rumah sakit dalam menghadapi bencana gempa bumi di D.I. Yogyakarta pada tahun 2013 dengan melihat gambaran keamanan struktur bangunan rumah sakit, keamanan non-struktural(generator, panel listrik, sanitasi, dan sebagainya), serta kapasitas fungsional dari rumah sakit tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan metode kualitatif menggunakan Hospitas Safety Index. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa rumah sakit di daerah Yogyakarta masih dapat berfungsi saat terjadi bencana, terutama gempa bumi, namun masih memerlukan intervensi di beberapa hal terutama di ketahanan struktur bangunan, dan perlengkapan dari prosedur keselamatan rumah sakit.Kata Kunci: Kesiap siagaan rumah sakit, Hospital safety index, Keselamatan Rumah Sakit
This study focused on hospital preparedness in dealing with devastatingearthquake in DI Yogyakarta in 2013 to see an overview of the structuralhospital safety building, the safety of non-structural (generators, electricalpanels, sanitation, and etc), and also the functional capacity of the hospital.This study uses descriptive analytic approach using qualitative methodsHospitas Safety Index. The results of this study showed that hospitals inYogyakarta is still able to function during a disaster, especially earthquakes,but still require intervention at some case, especially in resistance buildingstructures, and equipment of the hospital safety procedures.Key word :The hospital preparedness, Hospital safety index, Safe Hospital.
Read More
S-7742
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raissa Rifkandini; Pembimbing: Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Ali Syahrl Chairuman, Megawati Kartika
Abstrak: Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan esensial yang harus mampu mempertahankan fungsinya pada saat dan setelah bencana terjadi. RSUD Koja sebagai rumah sakit rujukan regional yang berlokasi di Jakarta Utara menghadapi profil bahaya majemuk (multi-hazard profile), mencakup risiko tinggi banjir/rob, gelombang ekstrim dan abrasi, serta cuaca ekstrim, di samping risiko gempa bumi berskala sedang dan bahaya antropogenik yang bersumber dari kepadatan kawasan industri dan pelabuhan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan bencana RSUD Koja menggunakan instrumen Hospital Safety Index (HSI) yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO) dan Pan American Health Organization (PAHO), guna menghasilkan rekomendasi berbasis bukti bagi penguatan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, didukung data kualitatif dari wawancara mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan informan kunci dari unit Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS), Kesehatan Keselamatan dan Lingkungan Kerja (K3KL), dan bagian umum, serta telaah dokumen teknis. Penilaian keamanan struktural dilakukan secara terpisah untuk lima gedung RSUD Koja (Gedung A-E) mengingat perbedaan periode konstruksi dan riwayat pemeliharaan tiap gedung. Instrumen penilaian yang digunakan adalah Safe Hospital Checklist WHO/PAHO yang terdiri dari empat modul, yaitu bahaya, keamanan struktural (bobot 50%), keamanan non-struktural (bobot 30%), dan manajemen bencana serta kegawatdaruratan (bobot 20%), dengan nilai tiap komponen ditransformasi menggunakan formula pembobotan HSI untuk menghasilkan indeks keselamatan agregat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Koja memperoleh nilai HSI sebesar 0,81 (81%) yang menempatkannya dalam Kategori A berdasarkan klasifikasi WHO/PAHO. Nilai indeks keamanan struktural mencapai 0,58 (kategori sedang), keamanan non-struktural mencapai 0,96 (kategori tinggi), dan manajemen bencana serta kegawatdaruratan mencapai 0,89 (kategori tinggi). Penilaian per gedung menunjukkan variasi signifikan, dengan Gedung A (dibangun tahun 2019) memperoleh indeks tertinggi (0,69) dan Gedung B (berusia lebih dari 30 tahun) memperoleh indeks terendah (0,49) dengan nilai kerentanan tertinggi (0,51), mengindikasikan adanya weakest link phenomenon pada kompleks rumah sakit. Komponen non-struktural menjadi kontributor nilai tertinggi, didukung oleh sistem kelistrikan cadangan berkapasitas total 3.600 kVA dengan cadangan bahan bakar untuk 7 hari operasional serta kapasitas cadangan air bersih sebesar 150.000 m3, keduanya jauh melampaui standar minimum kesiapsiagaan bencana rumah sakit. Komponen struktural menjadi limiting factor utama, dengan nilai yang bahkan lebih rendah dibandingkan tiga rumah sakit pembanding pada penelitian terdahulu. Analisis komparatif dengan instrumen kesiapsiagaan bencana lain, yaitu Kaiser Permanente Hazard Vulnerability Analysis, FEMA P-154 Rapid Visual Screening, dan WHO Comprehensive Safe Hospital Framework, menegaskan posisi HSI sebagai instrumen paling komprehensif dan sesuai konteks regulasi Indonesia, meskipun memiliki keterbatasan pada kedalaman data teknik struktural. Penelitian ini menyimpulkan bahwa RSUD Koja memiliki kapasitas kesiapsiagaan bencana yang tinggi secara agregat, namun memerlukan penguatan mendesak pada aspek keamanan struktural, khususnya melalui kajian teknis dan retrofit pada Gedung B dan Gedung C, evaluasi jarak pemisah antar-gedung, serta pengembangan skenario Hospital Disaster Plan yang lebih komprehensif untuk mengakomodasi bahaya kegagalan teknologi/siber dan tsunami.
Hospitals are essential healthcare facilities that must be capable of maintaining their functions during and after disasters. As a regional referral hospital located in North Jakarta, Koja District Hospital (RSUD Koja) operates within a complex multi-hazard environment encompassing risks of flooding, earthquakes, extreme weather events, and anthropogenic hazards arising from the surrounding high-density industrial and port areas. This study aims to analyze the level of disaster preparedness at RSUD Koja using the Hospital Safety Index (HSI) instrument developed by the World Health Organization (WHO) and the Pan American Health Organization (PAHO), with the objective of generating evidence-based recommendations for strengthening the Hospital Occupational Health and Safety (K3RS) program. This study employed a quantitative approach with a descriptive design. Data were collected through direct field observation, in-depth interviews with key informants from the Hospital Facilities Maintenance Unit (IPSRS), the Head of the Occupational Health, Safety, and Environment Installation (K3KL), and the Head of General Affairs, Marketing, and Human Resources, as well as review of relevant technical documents. The assessment instrument used was the WHO/PAHO Safe Hospital Checklist, comprising three modules: structural safety (weight 50%), non-structural safety (weight 30%), and emergency and disaster management (weight 20%). Scores for each component were transformed using the HSI weighting formula to derive an aggregate safety index. The results indicate that RSUD Koja achieved an HSI score of 0.88 (88%), placing it in Category A (high safety) under the WHO/PAHO classification. The structural safety index reached 0.84, the non-structural safety index reached 0.96, and the emergency and disaster management index reached 0.89. The non-structural component emerged as the highest-contributing factor, supported by a reliable backup power system with a total capacity of 3,600 kVA, Uninterruptible Power Supply (UPS) systems in critical care areas, emergency fuel reserves sufficient for a minimum of 72 hours of operation, and a certified hazardous waste (B3) management system. The structural component constituted the primary limiting factor, attributed to the technical age disparity across building blocks and the presence of several structures built prior to the implementation of SNI 1726:2019. Comparative analysis with three prior studies revealed that RSUD Koja demonstrates a balanced score distribution profile across all three HSI dimensions, indicating the absence of a single point of failure within the facility's preparedness system. Key findings highlight critical gaps, including incomplete instrument sterilization scenarios and the absence of contingency planning for cyber disasters and tsunami scenarios, both of which require prioritization within the K3RS program. This study concludes that RSUD Koja demonstrates a high level of disaster preparedness; however, continuous improvement remains necessary, particularly with regard to aging building rehabilitation, completion of decontamination facilities, expansion of disaster scenarios within the Hospital Disaster Plan, and integration of periodic HSI assessments as a quantitative basis for K3RS risk management.
Read More
T-7625
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wisnu Ery Dasarga; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Mayarni
S-6963
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Denny Febrian; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Bahauddin, Sarto
Abstrak: Rumah sakit-rumah sakit yang terletak di Kota Bontang, dimana Kota Bontang merupakan kota yang sedang berkembang dengan keberadaan dua perusahaan besar berskala internasional dengan potensi bencana seperti kegagalan teknologi, banjir, angin puting beliung, kebakaran lahan/hutan, dan kebakaran permukiman. Untuk mengatasi hal ini, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan manajemen bencana rumah sakit di Kota Bontang menggunakan studi deskriptif observasional dan mixed methode dengan mengadopsi versi Hospital Safety Index.

Metodenya adalah dengan pendekatan penilaian diri terhadap rumah sakit yang diaplikasikan untuk menilai kesiapsiagaan bencana dalam 151 item yang dikategorikan dalam tiga komponen termasuk keselamatan struktural, keselamatan nonstruktural, dan manajemen Bencana dan Kegawatdaruratan. Data primer tersebut kemudian diolah melalui Ms Excel dan hasilnya berupa mean untuk setiap komponen pada manajemen bencana rumah sakit lalu diklasifikasikan ke dalam kategori A (0.66-0.1), B (0.36-0.65), atau C (0-0.35).

Hasil dari penelitian ini total nilai Hospital Safety Index untuk masing-masing rumah sakit, yaitu 0,90 untuk RSUD Taman Husada, 0,99 untuk RS Pupuk Kaltim, dan untuk RS 0,79 Islam Bontang. Namun tetap menunjukkan bahwa manajemen bencana rumah sakit telah siap dalam menghadapi bencana dan tetap berfungsi dalam situasi bencana. Meskipun demikian, rumah sakit tetap perlu melakukan usaha pencegahan dalam jangka panjang untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Read More
T-5657
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive