Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 29990 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Bambang Irianto; Pembimbing: Baiduri; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Rosli Nurmansyah
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk analisa pengaruh beban kerja terhadap kelelahan pada operator "heavy dump truck" HD 785-5 di PT. Pamapersada Nusantara district X tahun 2007, dan merupakan studi yng bersifat kualitatif dengan variabel data bersifat kualitatif dan kuantitatif, yang kemudian dikuantitatifkan dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah operator truck produksi dengan kategori untuk unit HD 785-5 PT. Pamapersada Nusantara distict X dengan jumlah keseluruhan responden sebanyak 60 orang. Analisis data menggunakan analisis statistik yaitu analisis univariat, dilanjutkan dengan analisis bivariat menggunakan uji signifikansi (Chi-square) dan dilanjutkan dengan uji korelasi (nilai r). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas operator HD 785-5 (37 orang/61.7%) mengalami tingkat kelelahan ringan. Berdasarkan uji signifikansi (chi-square) dan Uji korelasi (nilai r) yang dilakukan terhadap empat variabel independen, diketahui bahwa faktor yang terdapat signitikan pada operator heavy dump truck PT. Pamapersada district X adalah faktor Iama mengemudi yang merupakan faktor eksternal. Lama mengemudi terbukti mempengaruhi kelelahan operator heavy dump truck PT. Pamapersada Nusantara distict X, sehingga untuk mengurangi terjadinya kelelahan diperlukan adanya sharing informast atau pengalaman antara operator senior dan adanya srecthing untuk para operator apabila untuk meregangkan kekakuan otot dan perlunya pengaturan istirahat yang tepat untuk menghindari terjadinya kelelahan Iebih lanjut. Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan rekomendasi dan masukan kepada PT. Pamapersada Nusantara district X untuk pembuatan program guna mengurangi angka kecelakaan pada kecelakaan yang diduga dikarenakan oleh kelelahan pada umumnya dan khususnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya kelelahan.


This research is going to ind the influence of workload to the fatigue of Operator Heavy Dump Truck HD 785-5 at PT. Pamapersada Nusantara district X, and constitute of qualitative study with qualitative and quantitative data variable, then made it quantitative with cross-sectional approach. The Population in this research are all of the operator PT. Pamapersada Nusantara district X that operated HD 785-5 with quantity 60 respondens. Data analysis using statistic analysis i.e univariate analysis, follow up by bivariate analysis with chi-square and PPM (Pearson's Product Moment). The Result of the research show that the majority of operator Heavy Dump Truck HD 785-5 (37 persons / 61,7%) was in mild category. Based on chi-square and PPM test that had done to four independence variables, the result that related and associated of workload influence the fatigue of operator Heavy Dump Truck HD 785-5 is Driving Duration, it's one of research external factors. Driving duration was proven be influence of operator Heavy dump truck fatigue's at PT. Pamapersada Nusantara district X. To eliminate fatigue is necessary to share information and experience from senior to junior, and next is the stretching movement to the operator with intend to relax muscle from stiffness and the last one is rest time management in certain shift which indicated and predicted that necessary to take in action in case to avoid further act of fatigue. Researcher hopefully that this research could contribute and give proper recommendation to PT. Pamapesada Nusantara District X, for developing fatigue management program to eliminate incident rate (In General) and to conduct fatigue awareness through safety program planning (ln Specific), which indicated and predicted because of Fatigue.

Read More
T-2519
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Stephani Kristantri Hutabarat; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Radyan Prasetyo
Abstrak:
Fatigue pada pekerja tambang memiliki dampak yang signifikan terhadap tingkat absenteisme, produktivitas yang menurun, biaya kesehatan, kecelakaan, dan biaya terkait kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat fatigue pada pekerja di PT. XYZ Jobsite Y serta menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan. Faktor risiko yang diteliti meliputi faktor terkait pekerjaan (faktor fisik pekerjaan, shift kerja, lingkungan kerja, beban kerja, hubungan interpersonal, waktu perjalanan, dan masa kerja) dan faktor tidak terkait pekerjaan (usia, status merokok, indeks massa tubuh, kualitas tidur dan kuantitas tidur). Untuk mengukur kelelahan digunakan kuesioner Occupational Fatigue Exhaustion Recovery (OFER), untuk mengukur faktor fisik pekerjaan digunakan kuesioner The Self-administered Questionnaire, untuk mengukur kualitas tidur digunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan untuk mengukur beban kerja dan hubungan interpersonal digunakan kuesioner NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (GJSQ). Penelitian ini dilakukan kepada 82 pekerja tambang di PT. XYZ dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Pekerja terdiri dari karyawan kontrak dan tetap yang terbagai kedalam 3 departemen yaitu departement mining, plant, dan support. Untuk melihat hubungan antara faktor independen dengan dependen digunakan analisis inferensial dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21 responden (26%) mengalami kelelahan kronis, dan sebanyak 23 responden (29%) mengalami kelelahan akut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya faktor usia dan indeks massa tubuh (IMT) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat fatigue akut pada pekerja sedangkan faktor lainnya tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat fatigue kronis maupun akut

Fatigue in mining workers has a significant impact on absenteeism rates, decreased productivity, medical costs, accidents, and fatigue-related costs. This study aims to describe the level of fatigue in workers at PT. XYZ Jobsite Y and analyze the associated risk factors. The risk factors studied included work-related factors (work physical factors, work shifts, work environment, workload, interpersonal relationships, travel time, and years of service) and non-work related factors (age, smoking status, body mass index, sleep quality and sleep quantity). To measure fatigue, the Occupational Fatigue Exhaustion Recovery (OFER) questionnaire was used, the Self-administered Questionnaire was used to measure the physical factors of work, the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire was used to measure sleep quality, and to measure workload and interpersonal relationships a questionnaire was used. NIOSH Generic Job Stress Questionnaire (GJSQ). This research was conducted on 82 mining workers at PT. XYZ by using a cross-sectional research design. A total of 73 respondents (89%) were male and 9 respondents (11%) were female. Workers consist of contract and permanent employees who are divided into 3 departments, namely the mining, plant, and support departments. To see the relationship between independent and dependent factors used inferential analysis using the chi square test. The results showed that 21 respondents (26%) experienced chronic fatigue, and 23 respondents (29%) experienced acute fatigue. The results showed that only age and body mass index (BMI) had a significant relationship with acute fatigue levels in workers while other factors did not have a significant relationship with chronic or acute fatigue levels
Read More
S-11159
Depok : FKM UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmat Syafrianto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Stevan Deby Anbiya Muhamad Sunarno, Ahmad Afif Maulidi, Putri Pujianti
Abstrak:
Industri pertambangan memiliki karakteristik profil risiko tinggi yang membutuhkan manajemen risiko proaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen risiko pada kegiatan operasional penambangan di PT X Jobsite Y tahun 2026 berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) dan ISO 31000:2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui triangulasi wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen risiko di PT X Jobsite Y secara struktural telah berjalan dengan dukungan dokumen SOP yang lengkap. Namun, tingkat kematangan sistem cenderung berada pada kategori reaktif dan memicu "paradoks kepatuhan SMKP", di mana kelengkapan administratif belum menjamin efektivitas substantif di lapangan. Pada aspek komunikasi, Pembicaraan 5 Menit (P5M) terlaksana konsisten sebagai komunikasi satu arah, tetapi konsultasi dua arah yang partisipatif masih lemah. Penetapan konteks risiko dominan berfokus pada aspek teknis operasional, sementara faktor sistemik dan sosial (seperti beban kerja dan kompetensi) terabaikan, dipengaruhi oleh minimnya pengawas berpengalaman di atas lima tahun. Selain itu, meskipun identifikasi bahaya empiris di lapangan tergolong kuat, formalisasi ke dalam dokumen IBPR dan Job Safety Analysis (JSA) masih lemah serta tidak konsisten menggunakan matriks penilaian formal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan perlunya transformasi manajemen risiko dari reaktif menjadi proaktif. Perusahaan disarankan untuk memperkuat mekanisme konsultasi partisipatif, meningkatkan akurasi pengisian instrumen K3 secara kuantitatif, serta memberikan pelatihan terstruktur bagi pengawas mengenai identifikasi faktor risiko sistemik guna membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

The mining industry inherently possesses a high-risk profile that requires proactive risk management. This study aims to analyze the implementation of risk management in mining operational activities at PT X Jobsite Y in 2026 based on the Mining Safety Management System (SMKP) and ISO 31000:2018. This research utilizes a descriptive qualitative approach, with data collected through the triangulation of in-depth interviews, field observations, and document reviews. The results indicate that risk management implementation at PT X Jobsite Y has structurally advanced, supported by a comprehensive set of SOP documents. However, the system's maturity level tends to be reactive, triggering a "compliance paradox of SMKP," where administrative completeness does not necessarily guarantee substantive effectiveness on the ground. In terms of communication, the 5-Minute Safety Talk (P5M) is consistently implemented as an effective one-way communication tool, but participatory two-way consultation remains weak. The determination of risk context dominantly focuses on operational technical aspects, while systemic and social factors (such as workload and competency) are neglected, influenced by the scarcity of supervisors with more than five years of tenure. Furthermore, while empirical hazard identification in the field is robust, its formalization into Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (IBPR) and Job Safety Analysis (JSA) documents remains weak and inconsistent with formal assessment matrices. The conclusion of this study emphasizes the necessity of transforming risk management from reactive to proactive. The company is recommended to strengthen participatory consultation mechanisms, improve the accuracy of quantitative OHS instrument completion, and provide structured training for supervisors on systemic risk factor identification to build a sustainable safety culture.
Read More
T-7639
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mukodas; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Adenan
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang analisis penyebab traffic accident yang terjadi sepanjang tahun 2012 di PT Pamapersada Nusantara Jobsite Kideco, Batu Kajang, Kalimantan Timur dengan menggunakan metode telaah data sekunder dan diklasifikasikan ke dalam Human Factor Analysis and Classification System for Mining Industry (HFACS-MI) untuk melihat faktor penyebab berkaitan dengan unsafe act, precondition of unsafe act, dan unsafe leadership. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar traffic accident terjadi karena unsafe act dan terdapat manifestasi juga dari precondition of unsafe act dan unsafe leadership. Faktor yang berpengaruh paling besar dalam traffic accident adalah skill-based error
Read More
S-7750
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novalita Lamanda Putri; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Farida Tusafariah
Abstrak: Stres kerja merupakan salah satu risiko penurunan kemampuan kerja, yang berdampak kepada produktifitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres kerja dengan kemampuan kerja pada operator mesin cetak di PT. X. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diadaptasi dari Niosh Gereric Job Stress Questionnare dan Work Ability Index. Variabel pekerjaan sebagai faktor penyebab stres memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stres yaitu variabel lingkungan kerja, disain kerja, dukungan dalam pekerjaan, dan perkembangan karir. Hasil penelitian menunjukkan, tingkat stres kerja mempengaruhi kemampuan kerja pekerja, dengan proporsi 80,6% pekerja yang mengalami stres berat memiliki kemampuan kerja buruk, dengan odd ratio 8, sehingga pekerja yang mengalami stres berat memiliki risiko 8 kali lebih tinggi untuk memiliki kemampuan kerja yang buruk dibandingkan pekerja yang mengalami stres ringan.
 

Job stress is one of risk factor to work ability impairment, which has impact to productivity. The purpose of this research is to analyze the relation between stress level and work ability on press- machine operator in PT. X year 2014. This research is quantitative research with cross sectional design study. Data is collected using questionnaire which is adapted from Niosh Gereric Job Stress Questionnare and Work Ability Index. Job factor which has significant relation with job stress is work environment, work design, social support, and career development. This research show that there is a siginificant relation between job stress, and work ability, with proportion 80,6% workers that had heavy work related stress has poor work ability. Based on chi square test, worker with heavy stress have risk until 8 times higher to have work ability impairment, than worker with light stress.
Read More
S-8326
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zico Dian Paja Putra; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Baiduri, Beny Priatna Kusuma
S-5246
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Husairi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Baiduri Widanarko, Muhammad Novie Anshari
Abstrak: Operator haul truck merupakan salah satu pekerjaan yang berisiko tinggi untuk mengalami kelelahan kerja (fatigue) disebabkan oleh penerapan shift kerja, gangguan kuantitas dan kualitas tidur, serta pengaruh berbagai faktor lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara shift kerja, kuantitas dan kualitas tidur, serta faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan fatigue pada operator haul truck. Desain studi cross-sectional digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuisioner Fastigue Assessment Scale (FAS), pengukuran tingkat stress menggunakan alat cocorometer, serta pengukuran kuantitas dan kualitas tidur menggunakan alat fitbit di antara 196 responden laki-laki yang bekerja sebagai operator haul truck. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kuantitas tidur (OR = 3,222, p = 0,028) dan kualitas tidur (OR = 2,800, p = 0,025) dengan kelelahan, sedangkan shift kerja tidak memiliki hubungan yang signifukan dengan kelelahan. Faktor risiko lain yang juga memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan pada operator haul truck di PT X adalah beban mental (OR = 2,296, p = 0,027), lingkungan kerja (OR = 2,400, p = 0,014), monotoni pekerjaan (OR = 3,371, p = 0,002), usia (OR = 2,708, p = 0,005), dan sleep hygiene (OR = 3,840, p = 0,001).
Kata Kunci: Kelelahan; Fatigue Assessment Scale (FAS); Shift Kerja; Tidur; Fitbit

Operator haul truck Haul truck operator is one of the high-risk occupations in experiencing fatigue caused by the implementation of shift work, sleep quantity and quality disturbance, other related factors. The objective of this study was to analyze the relationship between shift work, quantity and quality of sleep, and other factors associated with fatigue on the haul truck operator. A cross-sectional study was conducted in this study using questionnaires of Fatigue Assessment Scale (FAS), measurement of stress using cocorometer, and measurement of sleep quantity and quality using fitbit among 196 male respondents who work as haul truck operator. The result of this study shown there is a significant correlation between the quantity of sleep (OR = 3,222, p = 0,028) and fatigue, also between the quality of sleep (OR = 2,800, p = 0.025) and fatigue. However, shift work has no significant correlation with fatigue. Other factors, including mental workload (OR = 2,296, p = 0,027), work environment (OR = 2,400, p = 0,014), monotonous work (OR = 3,371, p = 0,002), age (OR = 2,708, p = 0,005), and sleep hygiene (OR = 3,840, p = 0,001) also have significant correlation with operator fatigue in PT X.
Keywords: Fatigue; Fatigue Assessment Scale (FAS); Shift Work, Sleep; Fitbit; Haul truck operator
Read More
S-9883
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rika Nurhayati; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Neneng Churaeroh
S-6503
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anugrah Budi Utama; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Robiana Modjo, Indri Hapsari Susilowati, Dwi Dian Oktaviani, Lorencius Kukuh Prabowo
Abstrak: Tahun 2020 angka kecelakaan kerja di Indonesia mencapai 221.740 kasus. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecelakaan adalah iklim keselamatan kerja. Iklim keselamatan dapat dipengaruhi oleh faktor demografi (umur, jenis kelamin, jabatan, tingkat pendidikan, dan masa kerja). Terkait dengan iklim keselamatan kerja, di PT X belum pernah dilakukan pada proyek pengelolaan alat. Proyek Y adalah pilot project pengelolaan alat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim keselamatan kerja di konstruksi PT X proyek Y. Penelitian cross sectional ini menggunakan kuesioner NOSACQ-50 untuk mengukur iklim keselamatan dan wawancara untuk triangulasi dan validasi data. Total pekerja di Proyek Y adalah 114 pekerja. Semua pekerja menjadi responden kuesioner NOSACQ-50, sedangkan informan kunci terdiri dari lima orang. Tingkat iklim keselamatan kerja di konstruksi PT X proyek Y adalah 3,03 yang termasuk kategori baik. Ada perbedaan signifikan pada iklim keselamatan berdasarkan jabatan dan tingkat Pendidikan pekerja. Iklim kerja tidak berhubungan signifikan dengan umur pekerja, meskipun berhubungan signifikan dengan masa kerja
Read More
T-6426
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eriza Putri Kenanti; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Doni Hikmat Ramadhan, Ira Siti Sarah
Abstrak: Kelelahan adalah penyebab utama kecelakaan yang melibatkan pengemudi kendaraan berat, salah satunya adalah truk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya kelelahan dan menganalisis tingkat risiko kelelahan, agar nantinya dapat ditemukan pengendalian yang tepat. Variabel yang diteliti adalah durasi kerja, shift kerja, lingkungan kerja, beban kerja, waktu istirahat, kondisi fisik, kuantitas tidur, gangguan tidur, dan stress. Setiap variabel dilakukan identifikasi bahaya kelelahan dan dilakukan analisis tingkat risiko kelelahan. Identifikasi risiko dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara dengan pengemudi dan operator. Analisis tingkat risiko kelelahan dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan dihitung dengan mengalikan nilai consequence dan nilai likelihood.
 

Fatigue is the major cause of accident involving heavy vehicle drivers, one of them is truck drivers. Therefore, the purpose of this research is to identify fatigue hazard and analyze fatigue risk level, so that the appropriate control can be determined. Variables studied include length of work, work shift, work environment, workload, rest time, physical condition, sleep quantity, sleep disturbance, and stress. Identification of fatigue hazard and analysis of fatigue risk level conducted to each variable. Identification of fatigue hazard was conducted by observation and interview with the drivers and the operator. Analysis of fatigue risk level was conducted by qualitative method and calculated with crossing consequences level and likelihood level.
Read More
S-7411
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive