Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33334 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Alifani Faiz Faradhila; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Eriati; Samkani
Abstrak: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) memiliki banyak manfaat bagi bayi, salah satunya mencegah kematian neonatal. Di Kota Bogor, sebagian besar bayi baru lahir tidak mendapatkan IMD. Salah satu penyebab pelaksanaan IMD menjadi kurang optimal di Kota Bogor adalah belum adanya prosedur standar baku yang menjabarkan alur pelaksanaan IMD yang dapat membantu bidan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam memberikan pelayanan IMD secara optimal, khususnya yang menolong persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media KIE berbentuk bagan alir dalam pelaksanaan IMD oleh bidan di Puskesmas Kota Bogor tahun 2019. Penelitian dilakukan di 8 puskesmas menggunakan desain penelitian kuasi-eksperimental. Responden terbagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri dari 29 bidan yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan KIE prosedur standar IMD menggunakan bagan alir sedangkan kelompok kontrol diberikan KIE berupa penjelasan secara singkat. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan IMD kelompok intervensi lebih tinggi (93,1%) dibandingkan kelompok kontrol (20,7%). Rata-rata skor bidan kelompok intervensi lebih tinggi (96±3,7) dibandingkan kelompok kontrol (84,7±5,2). Secara statistik, penggunaan media KIE bagan alir berpengaruh signifikan dalam pelaksanaan IMD di puskesmas Kota Bogor (p value <0,000). Media KIE prosedur standar berbentuk bagan alir efektif digunakan untuk mengoptimalkan pelaksanaan IMD oleh bidan di puskesmas Kota Bogor
Read More
T-5638
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Rizki Palupi; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Tiska Yumeida, Endang Sri Wahyuningsih
Abstrak: Bayi yang diberi kesempatan untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) denganmenyusu pada 1 jam pertama setelah kelahiran dan dilakukan kontak kulit ibu dengan bayiselama minimal 1 jam dapat menekan angka kematian bayi. Sedangkan, peran dan komitmendari instansi kesehatan dan pemberi pelayanan sangat diperlukan untuk mendukungpelaksanaan IMD. Untuk tercapainya hal tersebut perlu dilakukannya inovasi yang bisameningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bidan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penggunaan mediaKomunikasi, Informasi Edukasi (KIE) dalam pelaksanaan IMD oleh bidan di PuskesmasJakarta Timur Tahun 2018. Jenis penelitian quasy eksperimen dengan jumlah sampel 42bidan yang terbagi menjadi 21 bidan kelompok intervensi dan 21 bidan kelompok kontrol.Peneliti membuat suatu media KIE berupa poster dan booklet mengenai alur tahapanpelaksanaan IMD dalam asuhan bayi baru lahir yang menarik, mudah diingat dansebelumnya belum pernah ada, kemudian media tersebut diberikan pada kelompokintervensi. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai Mei 2018. Data yang terkumpuldianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji-t independen.Hasil penelitian didapatkan bahwa, pada analisis univariat jumlah nilai rata-rata skorpelaksanaan IMD pada kelompok intervensi lebih tinggi sebesar 97.41 dibandingkan nilairata-rata pada kelompok kontrol sebesar 78.28. Sedangkan hasil analisis bivariat dengan uji-tindependen didapatkan nilai p = 0.001 yang artinya nilai p < 0.05 dan secara statistikterdapat perbedaan yang signifikan rata-rata skor pelaksanaan IMD antara kelompokintervensi dan kelompok kontrol.Nilai skor pelaksanaan IMD oleh bidan pada kelompok intervensi yang mendapatkanKIE dengan media poster dan booklet lebih tinggi secara bermakna dibandingkan bidan padakelompok kontrol. Sehingga terdapat pengaruh media KIE terhadap pelaksanaan IMD.Kata Kunci : Media KIE, Bidan, Inisiasi Menyusu Dini
Infants given the opportunity to early initiation of breastfeeding by suckling in thefirst hour after birth and making skin contact with a baby for at least 1 hour can reduceinfant mortality. Meanwhile, the role and commitment of health agencies and providers ofservices is needed to support the implementation of early initiation of breastfeeding. Toachieve this it is necessary to do innovations that can increase knowledge and skills ofmidwives.This study aims to determine the influence of the use of communication, information,education media in the implementation of early initiation of breastfeeding by midwife incommunity health centers East Jakarta 2018. Type of quasy experimental research with asample of 42 midwives divided into 21 midwives of the intervention group and 21midwives of the control group. The researcher made a communication, information,education media in the form of posters and booklets about the flow of IMD implementationstage in newborn care that is interesting, easy to remember and never before, then themedia is given to the intervention group. The study was conducted from April to May 2018.Collected data were analyzed univariat and bivariate using independent t-test.The results showed that, in univariate analysis, the mean value of early initiation ofbreastfeeding implementation score in intervention group was higher by 97.41 than themean score in the control group was 78.28. While the results of bivariate analysis withindependent t-test obtained p value = 0.001 which means the value of p <0.05 andstatistically there is a significant difference in the average score of early initiation ofbreastfeeding implementation between the intervention group and the control group.The scores of early initiation of breastfeeding implementation scores by the midwivesin the intervention group that received of communication, information, education mediawith poster and booklet media were significantly higher than the midwives in the controlgroup. So that there is influence of communication, information, education media media onearly initiation of breastfeeding implementation.Keywords: communication, information, education media, Midwife, early initiation ofbreastfeeding.
Read More
T-5425
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rachma Pratiwi; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Tiara Amelia, Noor Aliyah
Abstrak: Penularan HIV menunjukkan adanya peningkatan terutama pada kelompokrisiko tinggi yaitu Laki-Laki yang melakukan hubungan Seks dengan Laki- Laki (LSL).Perilaku seks tidak aman menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hal ini.Penggunaan kondom konsisten menjadi salah satu upaya pencegahan penularan HIVpaling efektif pada kelompok ini. Program seperti kondom gratis oleh pemerintah telahdilakukan, namun jumlah LSL yang terdeteksi HIV positif kian meningkat, hal tersebutmelatar belakangi penelitian kualitatif ini. Penelitian bertujuan untuk mengetahuiinformasi mendalam mengenai gambaran perilaku penggunaan kondom pada LSL diwilayah kerja Puskesmas Bogor Timur tahun 2019. Pengambilan data dilakukan sejakJuli hingga Agustus 2019 dengan mewawancarai secara mendalam dua belas informanLSL dan dua orang informan petugas.Pada penelitian ini, sebagian besar informan telah memiliki penge tahuanHIV/AIDS yang baik, sikap terhadap kondom yang positif, kondom sangat mudahdidapatkan (aksesibilitas baik), peran pasangan, peran teman sesama LSL dan perandari petugas Puskesmas Bogor Timur dan petugas lapangan juga sebagian besarinforman menyatakan faktor tersebut mendukung mereka dalam penggunaan kondomkonsisten. Meskipun begitu, masih ada informan yang tidak mempraktikkanpenggunaan kondom secara konsisten, baik karena kurangnya pengetahuan hinggaperan pasangan yang tidak mendukung penggunaan kondom selama seks tersebut.Sehingga, perilaku penggunaan kondom pada LSL di wilayah kerja Puskesmas BogorTimur dipengaruhi oleh pengetahuan HIV/AIDS dan manfaat kondom, sikap terhadappenggunaan kondom, aksesibilitas untuk mendapatkan kondom, peran pasangan, peranpetugas dan juga peran teman sesama LSL.Kata kunci : Laki-laki Seks dengan Laki-Laki (LSL), penggunaan kondom, penularanHIV
HIV transmission shows a significant increase in the high risk group of Menwho have Sex with Men (MSM). Unsafe sex behavior is one of the factors that causesthis. Consistent use of condoms has been one of the most effective HIV preventionefforts in this group. Programs such as free condoms by the government have beenconducted, but the number of HIV-positive MSMs has increased, following thisqualitative study. The study aimed to find out in-depth information on the depiction ofcondom use behavior in MSM in the Puskesmas Bogor Timur in 2019. Data collectionwas conducted from July to August 2019 by in-depth interviewing twelve MSMinformants and two staff informant .In this study, most informants had good knowledge of HIV / AIDS, positiveattitude toward condoms, very accessible condoms (good accessibility), role of partner,role of fellow MSM and role of health workers and field personnel many informantssay these factors support them in using condoms consistently. However, there are stillinformants who do not practice condom use consistently, either because of their lackof knowledge to the role of sex partner who do not support condom use during sex.Thus, the behavior of condom use in LSL in the Puskesmas of Bogor Timur areinfluenced by HIV / AIDS knowledge and condom benefits, attitudes toward condomuse, accessibility to condom use, partner roles, attendant roles and the role of fellowMSM.Key words : Condom use, Men who have Sex with Men (MSM), HIV transmition.
Read More
S-10200
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur`Arifah Hakim; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Iwan Ariawan, Syafiq, Donatus Klaudius Marut, Nida Rohmawati
Abstrak:

Angka kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas kecamatan Kemayoran masih tinggi walaupun cakupan ibu hamil yang mendapatkan tablet tambah darah minimal 90 butir selama hamil sudah mencapai 100%. Besarnya suplementasi zat besi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing ibu. Tidak efektifnya program pemberian TTD untuk menurunkan kejadian anemia kehamilan karena belum adanya media yang efektif untuk memberikan informasi dan edukasi tentang anemia dan TTD. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas intervensi pendidikan kesehatan melalui diagram bantu konseling anemia dan pemberian dosis terapi TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran tahun 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperiment dengan menggunakan desain nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran dari rentang waktu Maret - November 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan kemayoran dan teknik pemilihan sampel dengan cara purposive sampling. Hasil penelitian pengaruh intervensi pendidikan kesehatan melalui diagram bantu konseling anemia dan pemberian dosis terapi TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran tahun 2019 pada analisis bivariat menggunakan uji Anova didapatkan nilai p = 0.0005, hubungan pengetahuan dan kepatuhan mengkosumsi TTD dengan Kadar Hemoglobin didapatkan r=0.288, p value=0.035; r=0.422, p value=0.001. Kesimpulan ada pengaruh intervensi pendidikan kesehatan melalui diagram bantu konseling anemia dan pemberian dosis terapi TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah puskesmas kecamatan Kemayoran tahun 2019 (nilai p < 0.05). Semakin tinggi pengetahuan dan kepatuhan mengkonsumsi TTD maka semakin besar kadar hemoglobin.


he incidence of anemia in pregnant women in the Kemayoran Health Centre is still high considering that pregnant women who get iron tablets of at least 90 during pregnant are reaching 100%. The amount of iron supplementation must also be adjusted to the needs and conditions of each mother. Ineffective iron supplementation delivery program for pregnant women to reduce the incidence of anaemia because there is no effective media to provide information and education about anaemia and iron supplementation. This study aims to know the effectivity of health educational intervention through anaemia counseling helping diagram and giving iron suplement therapeutic doses to increasing haemoglobin levels for pregnant women at Kemayoran public health center area in 2019. This study uses a quasi experimental research type using the nonequivalent control group design. The study was conducted in the area of Kemayoran health center from the period March-November 2019. The population in this study were all pregnant women in the area of Kemayoran health center and sample selection techniques by purposive sampling. The results of research on health educational intervention through anaemia counseling helping diagram and giving iron suplement therapeutic doses to increasing haemoglobin levels for pregnant women at Kemayoran public health center in 2019 on bivariate analysis using Anova test obtained p value = 0.0005, the relationship of knowledge and compliance consuming iron suplement with haemoglobin levels obtained r = 0.288, p value = 0.035; r = 0.422, p value = 0.001. Conclusion: there is influence of health educational through anaemia counseling helping diagram and giving iron suplement therapeutic doses to increasing haemoglobin levels for pregnant women at Kemayoran public health center in 2019 (p value <0.05). The higher of knowledge and compliance of consuming iron suplement, the greater the hemoglobin level.

Read More
T-5803
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ema Puspita Wulandari; Rita Damayanti; Penguji: R. Sutiawan, Iwan Ariawan, Rima Damayanti, Ratna Yunita
Abstrak:
Salah satu penyebab kesakitan dan kematian ibu adalah masih rendahnya pengetahuan ibu hamil. Guna mengatasi hal tersebut maka Kementerian Kesehatan RI merencanakan Kelas Ibu Hamil (KIH) yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh KIH di Puskesmas Cipaku Kota Bogor terhadap pengetahuan kesehatan maternal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif guna mengetahui pengaruh KIH terhadap pengetahuan serta kualitatif untuk mengetahui gambaran pelaksanaan KIH. Hasil penelitian menunjukan peningkatan pengetahuan sesudah pelaksanaan KIH, dimana peningkatan lebih tinggi terjadi pada kelompok intervensi. Selain itu terjadi penurunan retensi pengetahuan pada 7 hari setelah KIH sebesar 4%. Temuan kuantitatif ini didukung dengan temuan kualitatif yang menunjukan masih ditemukannya berbagai hambatan pada pelaksanaan KIH. Uji instrumen menunjukan kuesioner KIH belum memiliki validitas dan reliabilitas yang baik sehingga perlu dilakukan perbaikan.

One of the issues causing maternal morbidity and mortality is the lack of knowledge among pregnant mothers. In order to overcome this problem, the Ministry of Health of the Republic of Indonesia has planned a program named Kelas Ibu Hamil (KIH) or a class for pregnant mothers designed to improve their knowledge. This study aims at finding out the effects of KIH held at Puskesmas Cipaku Kota Bogor – on knowledge about maternal health. Using quantitative method, this study discovers how KIH affects knowledge; meanwhile, the qualitative method describes the implementation of KIH at this particular area. Results indicate increasing knowledge among pregnant mothers after the implementation of KIH, as more considerable improvemens were found within exposed group. However, 7 days after KIH, their knowledge retention decreased 4%. These quantitative results are supported by some qualitative findings, which indicate several obstacles coming across the program. Instrument test shows that the validity and reliability of the KIH questionnaire has not yet been confirmed yet, therefore requires further improvements
Read More
T-4110
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggun Nur Aisah; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Tris Eryando, Caroline Endah Wuryaningsih, Sri Idaiani, Aries Hamzah
Abstrak: Masalah kesehatan di Indonesia salah satu diantaranya adalah penyakit kanker. Diantara semua jenis kanker yang ada, kanker serviks dan kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak di derita oleh wanita di dunia. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) masih di rekomendasikan oleh praktisi kesehatan di antara lain gratis, sederhana dan mudah dipraktikkan. Kader kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan ditingkat komunitas dan masyarakat dengan memberikan KIE meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk mennetukan kualitas kesehatan dan kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik KIE SADARI di Wilayah Puskesmas Kecamatan Bogor Barat. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan data primer dengan metide penelitian cross sectional. Penelitian ini diwilayah puskesmas kecamatan Bogor Barat yaitu Puskesmas Semplak, Sindang Barang, Pasir Mulya, Gang Kelor dan Pancasan. Sampel dari penelitian ini adalah Kader Posbindu PTM yang sudah terlatih. Hasil penelitian Menunjukkan 53,3% kader Posbindu PTM yang melakukan Praktik KIE SADARI dengan baik dan 47,6% kader yang tidak melakukan KIE SADARI dengan baik di wilayah Puskesmas Kecamatan Bogor Barat. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pengetahuan KIE SADARI, Sarana KIE dan Dukungan Keluarga merupakan faktor yang paling dominan dalam melakukan Praktik KIE SADARI. Diperlukan Peningkatan akses untuk memberikan informasi dan edukasi dan kader sebagai Role Model dalam meningkatkan minat masyarakat dalam melakukan SADARI yang bertujuan meningkatkan angka harapan hidup serta deteksi dini awal kanker payudara
One of the health problems in Indonesia is cancer. Among all types of cancer, cervical cancer and breast cancer are the most common types of cancer suffered by women in the world. Breast self-examination (BSE) is still recommended by health practitioners, among others, it is free, simple and easy to practice. Health cadres are the spearhead of health services at the community and community level by providing IEC to increase public knowledge and awareness to determine the quality of health and life. This study aims to determine the factors associated with the practice of KIE BSE in the Health Center area of West Bogor District. This research is quantitative using primary data with cross sectional research method. This research is located in the area of West Bogor District Health Center, namely Semplak Health Center, Sindang Barang, Pasir Mulya, Gang Kelor and Pancasan. The sample of this research is PTM Posbindu Cadres who have been trained. The results showed that 53.3% of PTM Posbindu cadres who practiced IEC BSE well and 47.6% of cadres who did not do IECE BSE well in the Puskesmas area of West Bogor District. The results of statistical analysis show that knowledge of IEC BSE, IEC Facilities and Family Support are the most dominant factors in carrying out IEC BSE Practices. It is necessary to increase access to provide information and education and cadres as Role Models in increasing public interest in doing BSE which aims to increase life expectancy and early detection of breast cancer.
Read More
T-6155
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizki Santy Nasution; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Purnawan Junadi, Reni Nofita
Abstrak:
Untuk mengukur derajat kesehatan suatu negara dapat diukur dari tingkat kesehatan ibu dan balita yang tergambar dari besarnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Sebagai upaya penurunan AKB, pemerintah menggalakkan program Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang dilanjutkan dengan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran perilaku IMD di wilayah kerja UPT Puskesmas Neglasari Kota Tangerang, mengetahui hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan, tempat persalinan, metode persalinan, pengetahuan, sikap, paritas, riwayat kunjungan Ante Natal Care (ANC), dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, dan sarana prasarana dengan perilaku IMD di wilayah kerja UPT Puskesmas Neglasari Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan mix method melalui pendekatan sequential explanatory. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang melakukan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Neglasari Kota Tangerang selama periode penelitian dengan jumlah responden untuk penelitian kuantitatif sebanyak 103 orang yang diperoleh melalui metode systematic random sampling, dan 10 informan kunci untuk penelitian kualitatif. Instrumen menggunakan kuesioner terstruktur dan pedoman wawancara yang dibuat dan disesuaikan dengan tujuan penelitian. Analisis data kuantitatif menggunakan analisis data univariat, bivariat dan multivariat. Sedangkan analisis data pada penelitian kualitatif meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. 

A country's health status can be measured from the health level of mothers and toddlers, which is reflected in the magnitude of the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR). As an effort to reduce IMR, the government is promoting the Early Breastfeeding Initiation (IMD) program which is followed by exclusive breastfeeding for 6 months. This study aims to describe the behavior of IMD at Neglasari Community Health Center, Tangerang City, to find out the relationship between knowledge, education, work, age, attitude, parity, history of Ante Natal Care (ANC), family support, support from health workers, and health service facilities with behavior IMD at Neglasari Community Health Center, Tangerang City. This study uses a mixed method through a sequential explanatory approach. The population of this study was all patients who gave birth at the Neglasari Health Center in Tangerang City during the study period with a total number of respondents for the quantitative study of 103 people obtained through a systematic random sampling method, and 10 key informants for the qualitative study. The instrument uses a structured questionnaire and interview guidelines that are made and adapted to the research objectives. Quantitative data analysis using univariate, bivariate, and multivariate data analysis. While data analysis in qualitative research includes data reduction (data reduction), data display (data display), and drawing conclusions or verification.
Read More
T-6703
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Sri Wahyuni; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Ella Nurlelawati, Anton Wibawa
Abstrak:

Pemberian makanan yang tepat dan optimal sangat penting untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembangan bayi yaitu dengan menyusui bayi sesegera mungkin setelah lahir dan memberikan ASI eksklusif sampai umur 6 bulan. Pengetahuan dan sikap ibu hamil akan membantu langkah keberhasilan dalam menyusui. Media audio visual merupakan media penyuluhan yang menarik dan merangsang lebih banyak indera. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi mengenai pengaruh paparan singkat media audio visual tentang ASI eksklusif terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan untuk pengembangan adalah research and development sedangkan untuk uji coba menggunakan quasiexperimental design dengan jenis pre-test dan post-test control group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 260 orang yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu 65 orang kelompok media audio visual, 65 orang kelompok booklet, 65 orang kelompok media audio visual dan booklet, 65 orang kelompok kontrol. Pengambilan sampel melalui non probability sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan uji-t, Oneway ANOVA dan regresi linear ganda. Hasil uji menunjukan rata-rata skor pengetahuan dan sikap pada kelompok media audio visual lebih tinggi saat post test dibanding pre test. Hasil analisis multiregresi menunjukkan variabel yang dominan adalah pendidikan. Peneliti merekomendasikan penggunaan media audio visual dalam kegiatan penyuluhan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu.


 

 Proper and optimum feeding is essential for the viability, growth, and development of infant by breastfeeding the infant as soon as the birth and giving exclusive nursing until the baby reaches 6 months old. Knowledge and attitude of pregnant woman will provide the steps to successful breastfeeding. Audio visual media is an education media which attracts and stimulates more sense. The purpose of this research is to obtain the information about the effect of brief exposure of audio visual media on exclusive breastfeeding toward the knowledge and attitude of pregnant women. The used research design for the development is research and development whilst for trial, using quasiexperimental design with the type of pre-test and post-test control group design. The number of samples in this study were 260 people who were divided into 4 groups: 65 people of audiovisual media group, 65 people of booklet group, 65 people of audio-visual media and booklet group, 65 people of the control group. Sampled through the nonprobability sampling and data collection using questionnaires which were analyzed by t-test, Oneway ANOVA and multiple linear regression. The test result showed an average score of knowledge and attitude on audio-visual media group is higher when tested by pre-test compared to post-test. Result of multiple regression analysis showed that the dominant variable is education. Researchers recommend the use of audio-visual media in educational and counseling activity in order to raise the knowledge and attitude of the pregnant women.

Read More
T-3884
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Mulyati; Pembimbing: Evi Martha, R. Sutiawan; Penguji: Mieke Savitri, Sri Pinantari, Indra Supradewi
Abstrak: Abstrak
Setelah dilaksanakan Program Jampersal cakupan linakes Puskesmas Cipaku tahun 2012 sebesar 76,8%, dibawah cakupan Dinkes Kota Bogor 88,8%, rujukkan resiko tinggi sebanyak 90,9%. KB pasca salin pengguna Jampersal hanya 7%. Penelitian bertujuan mengidentifikasi determinan pemanfaatan Jampersal. Jenis penelitian cross sectional, Informasi melalui wawancara kepada 145 responden. Hasilnya pengetahuan, sikap ,dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan pemanfaatan Jampersal, dukungan keluarga determinan dominan terhadap pemanfaatan Jampersal (Pv=0,000 OR=12,048 95% CI (4,568-31,777). Disarankan Dinkes mengajak BPS meningkatkan partisipasinya mendukung Jampersal, peningkatan keterampilan bidan dalam konseling KB. Sosialisasi melalui ANC dan kelas ibu. Dukungan keluarga dibutuhkan dalam mempersiapkan administrasi dan mendampingi saat pemeriksaan. 
Once implemented birth assisted by skilled health personnel in Health Center Program Cipaku Jampersal coverage in 2012 of 76.8%, under the scope of Bogor City Health Office 88.8%, referral high risk as much as 90.9% higher. KB post partum beneficiaries Jampersal only 7%. The research aims to identify the determinants of utilization Jampersal. Type of cross-sectional studies, information obtained through interviews with 145 respondents. Results of the study of knowledge, attitude, family support, health support personnel associated with the use of Jampersal, family support dominant determinant of the utilization Jampersal (Pv = 0.000 OR = 12.048 95% CI (4.568 to 31.777). Suggested Health Office invites privately practicing midwives increase participation Jampersal support, skills midwives in family planning counseling. midwives are expected to socialize through the ANC and the ?kelas ibu?. Needed family support and assist the administration in preparing for the hearing.
Read More
T-3794
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Verawati Pulungan; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Tris Eryando, C. Endah Wuryaningsih. Oki Permana, Nurlie Azwar
Abstrak: Tesis ini membahas tentang Pemenuhan Standar Nasional Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (SN PKPR) dengan menggunakan Instrumen Pemantauan Terbatas Standar Nasional Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (SN-PKPR) untuk menilai penyelenggaraan PKPR pada Puskesmas yang telah mampu laksana PKPR di kota Jambi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemenuhan dari Standar Nasional PKPR dan aspek-aspek Standar Nasional PKPR di seluruh Puskesmas mampu laksana PKPR di Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross - sectinal Sampel pada penelitian sama dengan populasi yaitu seluruh puskesmas di kota Jambi yang berjumlah 20 puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian hasil perolehan pemenuhan SN-PKPR Pada Puskesmas Mampu Laksana PKPR di Kota Jambi sudah berjalan cukup baik, dengan Tingkat pemenuhan terbanyak adalah Optimal yaitu 65% dan 35% berada pada tingkat minimal dan belum ada Puskesmas di kota Jambi yang mencapai tingkat pemenuhan Paripurna. Untuk pemenuhan Standar Sumber daya manusia kesehatan pada Puskesmas Mampu laksana PKPR rata - rata adalah 66%. Diperlukan upaya koordinasi dan kerjasama antara lembaga terkait, Dinas kesehatan dan Puskesmas untuk meningkatkan dan perbaikan dari penyelenggaraan program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja
Read More
T-6178
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive