Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36932 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ayu Tyas Purnamasari; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Jaslis Ilyas, Roslina Susilawati, Meita Veruswati
Abstrak: Pendahuluan: Persentase penduduk yang memanfaatkan rawat inap di puskesmas masih lebih rendah dibandingkan rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta dari tahun 2015 hingga tahun 2017. Sedangkan fungsi puskesmas sebagai gate keeper dalam pelayanan kesehatan. Rendahnya pemanfaatan puskesmas dapat disebabkan ketidakpuasan terhadap pelayanan dan kurangnya kualitas pelayanan baik dari segi medis dan non medis (responsiveness). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh responsiveness terhadap kepuasan pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder dari hasil Riset Ketenagaan di Bidang Kesehatan tentang responsiveness di Puskesmas rawat inap tahun 2017 oleh Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Hasil penelitian diolah secara univariat untuk memberikan gambaran karakteristik responden, faktor situasional, dan responsiveness. Analisis hasil penelitian untuk melihat pengaruh domain responsiveness terhadap kepuasan menggunakan structural equation modeling (SEM). Hasil: Mayoritas responden berada dalam rentang usia produktif (78,7%), perempuan (67,8%), menikah (73,5%), pendidikan menengah (75,9%), tidak bekerja (48,1%), mempunyai akses yang mudah ke pelayanan kesehatan (96,3) dan menggunakan asuransi JKN (65,3%). Domain responsiveness yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien adalah sikap sopan dan hormat petugas kesehatan (t-values = 2,23), komunikasi (t-values = 3,40), kecepatan mendapatkan pelayanan (t-values = 2,64), kualitas tempat pelayanan kesehatan (t-values = 8,37), akses ke dukungan sosial (t-values = 2,20). Kualitas tempat pelayanan kesehatan merupakan variabel paling dominan yang mempengaruhi kepuasan pasien. Domain responsiveness secara bersama-sama dapat menjelaskan kepuasan pasien sebesar 45%. Kesimpulan: Sikap sopan dan hormat petugas kesehatan, komunikasi, kecepatan mendapatkan pelayanan, kualitas tempat pelayanan kesehatan, akses ke dukungan sosial mempengaruhi kepuasan pasien
Read More
T-5685
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bul. Pen.Sis. Kes. (Bulitsiskes), Vo. 14, No.4, Okt. 2011, hal. 399-410
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Innes Candra Devita; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Purnawan Junadi, Abdul Aziz
Abstrak: Data turnover di RSUP Fatmawati menunjukkan trend yang meningkat dalam tiga tahun belakangan yaitu pada tahun 2014, 2015, dan 2016. Pada tahun 2016, angka turnover nya yaitu 9,65% hampir mencapai batas normal turnover yaitu 10%. Selain itu, angka keterlambatan yang merupakan indikator adanya turnover intention, juga menunjukkan trend yang meningkat dari tahun 2015, 2016 dan 2017. Pada tahun 2017, angkanya mencapai 86%. Faktor quality of work life menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kecenderungan dan keputusan perawat untuk keluar dari tempat kerjanya. Komponen quality of work life antara lain pengembangan karir, keterlibatan karyawan, rasa bangga terhadap institusi, kompensasi yang seimbang, rasa aman terhadap pekerjaan, fasilitas yang didapat, keselamatan lingkungan kerja, penyelesaian masalah dan komunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komponen quality of work life terhadap turnover intention perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap Teratai RSUP Fatmawati Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross sectional dengan pegumpulan data primer melalui penyebaran kuisioner kepada 80 orang responden yaitu perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap Teratai yang telah bekerja minimal 1 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat masing-masing komponen quality of work life masih kurang. Adapun faktor yang mempengaruhi turnover intention perawat pelaksana di Instalasi Rawat Inap Teratai RSUP Fatmawati adalah komponen quality of work life yaitu rasa bangga terhadap institusi (OR = 5,8 dan P value = 0,012) serta rasa aman terhadap pekerjaan (OR = 3,4 dan P value = 0,019). Maka, disarankan untuk meningkatkan quality of work life khususnya di Instalasi Rawat Inap Teratai RSUP Fatmawati

Turnover data at RSUP Fatmawati showed an increasing trend in the last three years, that is in 2014, 2015, and 2016. In 2016, its turnover rate is 9.65% almost reached its normal turnover limit of 10%. In addition, the tardiness rate which is an indicator of turnover intention, also shows an increasing trend from 2015, 2016 and 2017. In 2017, the tardiness persentation reached 86%. The quality of work life factor is one of the factors that influence the tendency and decision of the nurse to have an intention to leave from the workplace. The quality of work life components includes career development, employee involvement, pride of institution, fair compensation, job security, wellness, save environment, conflict resolution and communication. The purpose of this research is to know the influence of quality of work life component to turnover intention of executor nurses at Teratai Inpateint Installation RSUP Fatmawati in 2017. This research was conducted with cross sectional study design with primary data collection through questioner distribution to 80 respondents whom is executor nurses at Teratai Inpateint Installation which has been working for at least 1 year. The results showed that the level of each component quality of work life is still lacking. The factors that influence the turnover intention of the executor nurses in the Teratai Inpatient Installation RSUP Fatmawati is the component of quality of work life that is the pride of institution (OR = 5,8 and P value = 0,012) and the job security (OR = 3,4 and P value = 0,019). Thus, it is advisable to improve the quality of work life especially in the Teratai Inpatient Installation RSUP Fatmawati 
Read More
S-9620
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ana Uswatun Hasanah; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Masyitoh, Enita Tampobolon
Abstrak: PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MEGEVALUASI PENULISAN ASESMEN DAN REASESMEN PADAHARI LIBUR OLEH DOKTER PENANGGUNG JAWAB PASIEN (DPJP) DAN HUBUNGANNYA DENGAN KONTINUTAS PELAYANAN MENGGUNAKAN CLINICAL PATHWAY DENGAN RENCANA HARI RAWAT ≤5 HARI. DESIGN YANG DIGUNAKAN ADALAH CROSSSECTIONAL DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF.DATA DIKUMPULKAN MELALUI TELAAH DATA SEKUNDER REKAM MEDIS 368 PASIEN SECARA REALTIME DENGAN KERANGKA WAKTU SESUAI DENGAN KETENTUAN PENGISIAN ASESMEN YAITU 1 X 24 JAM SETELAH PASIEN MASUK RAWAT INAP DAN SETIAP HARI UNTUK PENGISIAN REASESMEN. 31,7% ASESMEN DAN 13,5 % ASESMEN DAN REASESMEN DITULIS OLEH DOKTER PENANGGUNG JAWAB PASIEN (DPJP) PADA HARI LIBUR. TIDAK DITEMUKAN ADANYA HUBUNGAN ANTARA PENULISAN ASESMEN/REASESMEN DENGAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM, RADIOLOGI DAN PEMBERIAN TERAPI OBAT. PENULISAN ASESMEN/REASESMEN SECARA SIGNIFIKAN BERHUBUNGAN DENGAN LAMA HARI RAWAT PASIEN, P VALUE = 0,049. KATA KUNCI : ASESMEN, KONTINUITAS, CLINICAL PATHWAY THIS RESEARCH AIM TO EVALUATE THE IMPLEMENTATION OF ASSESSMENT AND REASSESSMENT WRITTEN BY PRIMARY RESPONSIBLE PHISYCIAN AT DAYS OFF INCLUDING WEEKEND AND THEIR ASSOCIATION TO CONTINUITY OF CARE USING CLINICAL PATHWAYS WITH ≤ 5 DAYS LENGTH OF STAY. CROSSECTIONAL STUDY WITH KUANTITATIVE APPROACHES WAS USED TO 368 MEDICAL RECORD. 31,7% ASSESSMENT COUNTED AS WRITTEN BY THE PRIMARY RESPONSIBLE PHISYCIAN DUE TO THE TIME FRAME, 1 X 24 HOURS IN PATIENT ADMITTED ON DAYS OFF AND ONLY 13,5% REASSESSMENT WRITTEN AT DAYS OFF INCLUDING WEEKEND. ASSESSMENT/REASSESSMENT IS NOT A SIGNIFICANT FACTORS ASSOCIATED TO THE CONTINITY OF CARE MEASURED BY NUMBERS OF APPROPRIATE DIAGNOSTIC WORK UP (RADIODIAGNOSTIC AND LABORATORY TEST), AND THERAPY BY CLINICAL PATHWAYS. ASSESSMENT/REASSESSMENT ON DAYS OFF WAS SIGNIFICANTLY ASSOCIATED WITH IN PATIENT LENGTH OF STAY, P VALUE = 0, 049. KEYWORD : ASSESSMENT, CONTINUITY OF CARE, CLINICAL PATHWAY
Read More
S-9470
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Roosmayasari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Dumilah Ayuningtyas, Tetra Fajarwati, Yuyun Widyaningsih
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi retensi dokter di puskesmas Penelitian dilakukan dengan mengolah data sekunder hasil Riset Ketenagaan di Bidang Kesehatan (Risnakes) 2017, dengan jumlah sampel sebanyak 14.091 orang dokter yang bertugas di puskesmas. Pengolahan data menggunakan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dekat dengan keluarga besar adalah alasan utama kebetahan yang paling banyak disampaikan (34%). Pengaruh total variabel karakter terhadap kebetahan (retensi) 0,23, terhadap kepuasan kerja 0,04, dan terhadap motivasi 0,08. Pengaruh total variabel manfaat non finansial terhadap kebetahan (tingkat retensi) 0,15, dan motivasi 0,03. Pengaruh total variabel manfaat finansial terhadap kebetahan (tingkat retensi) 0,04, kepuasan kerja 0,13 dan motivasi 0,11. Tidak ada pengaruh langsung dari variabel manfaat finansial kepada tingkat retensi, dan dari variabel manfaat non finansial ke kepuasan. Pengaruh total variabel kepuasan terhadap retensi 0,26 dan terhadap motivasi 0,58. Pengaruh total variabel motivasi terhadap retensi 0,05. Disarankan agar Pemerintah Pusat melakukan sinkronisasi kebijakan rekruitmen dan distribusi tenaga dokter, subsidi anggaran insentif dokter daerah dengan kapasitas fiskal rendah dan atau memiliki keterbatasan finansial, dan melanjutkan program penugasan khusus penempatan dokter, menyusun dan mengaplikasikan kebijakan afirmatif distribusi tenaga dokter di puskesmas, antara lain program ikatan dinas dan beasiswa pendidikan kedokteran, datasering. Pemerintah Daerah dapat menyelenggarakan inovasi rekruitmen dan distribusi tenaga dokter melalui jalur penugasan khusus, program beasiswa daerah untuk pendidikan kedokteran, menyediakan subsidi insentif finansial yang layak bagi tenaga dokter, dan memberikan fasilitasi yang cukup bagi dokter puskesmas untuk dapat mengikuti program peningkatan kapasitas

This thesis discusses the factors that influence the retention of doctors in community health center. The study was conducted by processing secondary data from the results of the Health Research in 2017 (Risnakes), with total sample of 14,091 doctors who served at the community health center. Processing data using path analysis. The results of the study showed that being close to extended families was the main reason for most retention (34%). The effect of total character variables on retention is 0.23, on job satisfaction 0.04, and on motivation 0.08. The effect of the total non-financial benefit variable on retention rate -0.15, and motivation 0.03. The effect of the total variable financial benefits on retention rate 0.04, job satisfaction 0.13 and motivation 0.11. There is no direct effect from the financial benefit variable on the level of retention, and from the non-financial benefit variable to satisfaction. The effect of total satisfaction variables on retention is 0.26 and on motivation 0.58. Effect of total motivational variables on retention of 0.05. It is recommended that the Central Government synchronize the recruitment and distribution policy for doctor, subsidize the budget incentives doctor for regional with low fiscal capacity and or have financial limitations, and continue  2 special assignment programs for the placement of doctor, compile and apply affirmative policies for the distribution of doctor in community health center, including programs official ties and medical education scholarships, datasering. Local Governments can carry out recruitment innovation and distribution of doctor through special assignments, regional scholarship programs for medical education, provide appropriate financial incentives for doctor, and provide sufficient facilitation for capacity building programs.

Read More
T-5950
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Wayan Surka; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji:Pujiyanto, Anwar Hasan, Sumiatun, Farida Djufri
Abstrak:

Persaingan dalam perumahsakitan dewasa ini, menuntut rumah sakit untuk selalu meningkatkan mutu pelayanan. Salah satu indikator untuk mengukur mutu pelayanan keperawatan adalah kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan dan fasilitas keperawatan, melihat bagaimana hubungan antara kepuasan pasien dengan karakteristik pasien, variabel yang paling berpengaruh pada kepuasan pasien terhadap pelayanan dan fasilitas keperawatan serta mengetahui area pelayanan dan fasilitas keperawatan yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Kabupaten Belitung. Data primer diperoleh dari pengisian kuesioner oleh pasien. Penilaian kepuasan pasien merupakan salah satu cara untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan pelayanan yang diberikan rumah sakit dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan / keperawatan di rumah sakit. Anallsis statistik yang digunakan adalah analisis univariat untuk melihat gambaran deskriptif analisis bivariat untuk melihat bagaimana hubungan antara karakteristik pasien dan kepuasan pasien serta analisis multivariat untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh pada kepuasan pasien terhadap pelayanan dan fasilitas keperawatan. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan, bahwa sebagian besar responden pasien tidak puas dengan pelayanan dan fasilitas keperawatan yang diberikan rumah sakit, sehingga perlu adanya upaya perbaikan. Dengan upaya ini diharapkan mutu pelayanan dan fasilitas keperawatan di Rumah Sakit Umum Kabupaten Belitung akan meningkat dan memuaskan pasien (pelanggan) rumah sakit.


 

Patient Satisfaction of the Nursing Care and Facility in the Inpatient Ward at the District Hospital of Belitung Year 2001Nowadays, the competition among hospitals made them to increase the service quality. One of indicators to measure the quality of nursing care is the patient satisfaction. This study intends to find the description of patient satisfaction level of nursing care and facility to know the association between patient satisfaction and characteristic of patient, the variables that most related to the patient satisfaction on nursing care and facility, and the aspects of nursing care and facility in which needs to be increased its quality. This study was conducted in the inpatient ward at the District Hospital of Belitung. Primary data was gained from filling in questionnaire done by the patient. The assessment of patient satisfaction is one of the methods to know the weakness or lack of hospital service in term of improving the quality in health/nursing care in the hospital. Statistical analysis that used was univariate analysis to find the general description of variables; meanwhile bivariate analysis was to find the association between patient characteristics and patient satisfaction, and multivariate analysis was used to find which variables that most associated with the patient satisfaction of nursing care and facility. In general, this study revealed that most of respondents were not satisfied with the nursing care and facility in the hospital, so that quality improvement is required with such attempts. And hopefully the patient satisfaction will increase as well as will satisfy the hospital's patient (customer).

Read More
T-1455
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Vidianita Shelcia; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Purnawan Junadi, M. Syafruddin Hak
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang desain Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) sebagai upaya pencegahan pasien jatuh di Instalasi Rawat Inap RSAB Harapan Kita Tahun 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya desain FMEA sebagai upaya pencegahan pasien jatuh di Instalasi Rawat Inap pasien RSAB Harapan Kita pada tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan operational research dengan metode observasi, wawancara mendalam, telaah data sekunder dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini adalah faktor rumah sakit (ketersediaan sarana prasarana) dan faktor pasien/ keluarga (pengetahuan pasien/ keluarga) ikut berkontribusi sebagai penyebab pasien jatuh di RSAB Harapan Kita. Desain FMEA yang evidence based dan sesuai dengan kebutuhan RSAB Harapan Kita diperoleh melalui proses Focus Group Discussion (FGD) Tim FMEA sehingga diperoleh prioritas perbaikan dan menghasilkan upaya-upaya pencegahan pasien jatuh di Instalasi Rawat Inap RSAB Harapan Kita. Kata kunci: Failure Mode And Effect Analysis, Jatuh, Pencegahan Pasien Jatuh This study discusses the design of Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) as prevention of inpatient falls at Harapan Kita Women and Children Hospital in 2017. The purpose of this research is to obtain the design of FMEA as prevention efforts of inpatient falls at Harapan Kita Women and Children Hospital in 2017. This type of research is qualitative by using operational research with the method of observation, in-depth interview, secondary data study and document review. The results of this study are hospital factors (availability of infrastructure) and patient / family factors (patient / family knowledge) contributed as the cause of the patient falls at Harapan Kita Women and Children Hospital. The evidence based design of FMEA and in accordance with the needs of Harapan Kita Women and Children Hospital is obtained through the Focus Group Discussion (FGD) process of FMEA Team to obtain the priority of improvement and resulted prevention efforts of the inpatient falls at Harapan Kita Women and Children Hospital. Keywords: Failure Mode And Effect Analysis, Fall, Patient Falls Prevention
Read More
S-9421
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yanwir Kamal; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi
Abstrak:
Aspek pembiayaan merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan, terlebih setelah terjadi krisis ekonomi tahun 1997 yang sangat mempengaruhi tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarkat, maka perlu adanya cara pengelolaan sumber dana yang ada dalam masyarakat. Asuransi kesehatan merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi resiko sakit dan ketidakpastian peristiwa sakit, yaitu suatu instrumen sosial yang menggabungkan resiko individu mejadi resiko kelompok. Pada tahun 1968 Pemerintah membentuk suatu sistem jaminan pemeliharaan pelayanan kesehatan/asuransi yang pesertanya adalah Pegawai Negeri Sipil/Pensiun dan anggota keluarganya, yang preminya diambil dari potongan gaji pokok setiap bulannya. Askes merupakan asuransi sosial yang bersifat wajib yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara, yaitu PT_ (Persero) Askes Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kepuasan pasien peserta Askes terhadap kebijakan Askes pada pelayanan Rawat Inap Tingkat Lanjut (rujukan) di RSUD Pekanbaru. Rendahnya kualitas atau mutu pelayanan kesehatan yang diterima dikarenakan kecilnya premi asuransi kesehatan PNS/Pensiun yang diterima PT. (Persero) Askes Indonesia, selama ini banyak kebijakan Askes yang menimbulkan rasa tidak puas dari pasien peserta Askes Wajib. Pengukuran kepuasan pasien ini dihubungkan dengan faktor-faktor karakteristik dari pasien peserta Askes yaitu : umur, jenis kelamin, status responden, pendidikan, golongan/pangkat, kali kunjungan/dirawat, status/jenis peserta, masa kerja sebagai PNS dan pengetahuan dan pengalaman sebagai peserta Askes, dengan jumlah sampel atau responden sebanyak 100 orang melalui penelitian diskriptif analitik yang dilakukan dengan dengan pendekatan cross- sectional secara kuantitatif, melalui survei kepuasan pasien. Kepuasan pasien diperoleh dari tingkat kesesuaian/nilai puas yang merupakan ratio persepsi/pengalaman dengan harapan terhadap kebijakan Askes pada pelayanan rawat inap tingkat lanjut di RSUD Pekanbaru. Analisa data dilakukan dengan uji statistik, dari uji statistik hanya 1 (satu) dari variabel independen yang secara bermakna berhubungan dengan kepuasan terhadap kebijakan Askes yaitu pengetahuan dan pengalaman responden sebagai peserta Askes. Analisa terhadap dimensi kebijakan Askes dengan self scale survey menggunakan Diagram Kartesius. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi pasien peserta Askes yang puas terhadap kebijakan Askes pada pelayanan rawat inap tingkat lanjut (rujukan) sebesar 51% dan yang tidak puas 49%, dengan cut of point nilai mean (77,68) karena dari uji normalitas data, distribusi variabel kepuasan berbentuk kurva normal, artinya jumlah peserta yang tidak puas berada < nilai mean, sedangkan yang puas berada > 77,68 (nilai mean), karena pada pelayanan kesehatan nilai kepuasan sulit untuk mencapai 100% (service excellent). Dari analisis melalui diagram Kartesius diperoleh total rerata harapan responden 4,29% dan total rerata persepsilpengalaman yang diterima 3,27%, dengan tingkat kesesuaian 77,68%. Pada kuadran A ada beberapa faktor-faktor menjadi perhatian dan prioritas utama dalam penanganannya yang menjadi kelemahan dalam pelayanan. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien peserta Askes Wajib pada pelayanan rawat inap tingkat lanjut (rujukan) masih rendah, untuk itu peneliti menyarankan agar pihak manajemen Askes selalu mengadakan evaluasi terhadap kebijakan Askes, meningkatkan informasi/komunikasi dengan terus mengadakan sosialisasi kepada peserta Askes.

Patients Satisfaction Analysis of Askes Health Insurance Compulsory Members Towards the Askes Further Treatment Policies in Pekanbaru District Hospital in 2003Financing aspect is an important component in the health service system, even more after the economical crisis in 1997 which especially influences the public prosperity level and purchasing capability, thus there is a need for the method to mobilization of existing public fund sources. Health insurance is one of the alternatives to excel over health risks and illness uncertainty, in which a social instruments that combines individual risk to group risk. In 1968, the government had established an assurance for health service maintenance system/insurance that the members are Governmental Officers/Pensions and their family members, in which the premises are taken from their salaries cut every month. Askes is a compulsory social insurance which is carried out by the State Business Board, PT. (Persero) Askes Indonesia. This study is undertaken to acquire a description of the patients' satisfaction of Askes health insurance compulsory members towards the Askes Further Treatment Policies in Pekanbaru District Hospital in 2003. The low quality or health service which is obtained is caused by the small Governmental Officers/Pensions health insurance premises which are acquired by Pt (Persero) Askes Indonesia.. So far, there were many Askes policies which create dissatisfactions from the Compulsory Askes members. The measurement for the patients satisfactions is related the characteristic factors from the Askes member patients which are: age, sex, respondents status, education, position, treatments, members status/type, job period as Government Officers, and knowledge and experiences as the members of Askes. The whole samples are 100 respondents through an analytical descriptive which is carried out using cross sectional approach quantitatively, using patients' satisfactions survey. The patients' satisfaction is acquired from the accordance level/satisfied value which is the perception/experience ratio with the expectation towards the Further Treatment Policies in Pekanbaru District Hospital. The data analysis is carried out through statistical test, from the statistical test there was only 1 (one) out of the independents variables which is significantly relates to the patients' satisfaction towards the Askes policies that is the respondents' knowledge and experiences as the Askes members. Analysis towards the Askes policies dimensions with self scale survey using Cartesians Diagram. The result of this study shows that the Askes member patients who are satisfied towards the Askes further treatment policies is 51% and those who are dissatisfied are 49%, with mean value cut of point (77,68) because from the data normality test the satisfaction variables distribution is in the form of normal curve, meaning that the number of satisfied members < mean value; while the dissatisfied is ? 77,68 (mean value), because in the health service the satisfaction value is hard to attain 100% service excellent From the analysis through Cartesians Diagram is acquired the total median respondents expectations of 4,29% and the total perceptions/experiences median which is acquired is 3,27%, with the accordance level 77,68%. On the A quadrant, there were some factors which has become the attention and main priority in the process which becomes the weakness in the services. The conclusion from the study result shows that the level of patients' satisfaction of compulsory Askes members towards the Askes further treatment services are still low, thus the researcher suggest that the Askes management to always carry out evaluations towards their policies, improve information/communications through continuous socialization to Askes members.
Read More
T-1801
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risna Budy Astuti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Purnawan Junadi, Jaslis Ilyas, Hanafi, Rahayuningsih
Abstrak: RSCM adalahrumahsakitrujukannasional, tersier, pelayanan sub spesialisdan sub spesialisluas.Unit Rawat Inap Terpadu Gedung A menjadi sentral pelayanan rawat inap dengan 660 tempat tidur dari total 1033 kapasitas RSCM. Pasien yang dirawat di Gedung A 90% menggunakan alat kesehatan medis.Sistem manajemen Pemeliharaan alat medis penting untuk penyediaan alat medis yang siap pakai, laik pakai, dan aman. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dan bagaimana perancanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pemeliharaan. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan wawancara mendalan, Forum Grup Diskusi (FGD), telaah dokumen dan observasi. Hasil dari penelitian ini bahwa pendanaan, pemenuhan suku cadang, sarana dan prasarana, kebijakan dan system informasi berpengaruh dalam pelaksanaan system manajemen pemeliharaan alat medis. Kata Kunci : Manajemen, Pemeliharaan, Alatmedis RSCM is a national, tertiary referral hospital, sub-specialist and sub-specialist services.The integrated inpatient unit building a becomes the center of inpatient services with 660 beds out of a total of 1033 rscm capacity. 90% Patients treated in integrated inpatient unit Building A RSCM use medical equipment. HealthManagement system maintenance of medical devices is important to provide ready-made, wearable, and safe medical equipment.The purpose is to know the factors that influence and how the planning, implementation, monitoring and evaluation of maintenance.Using qualitative research methods with in-depth interviews, focus grup disscusion, document the review and observation.The results of this study that funding, fulfillment of spare parts, facilities and infrastructure, policies and information systems have an effect on the implementation of medical equipment maintenance management system. Keywords: management, maintenance, medical device
Read More
T-5026
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sinthia Eksanti; Pembimbing: Septiara Putri; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Eni Efanti
Abstrak: Perilaku peduli merupakan posisi sentral dalam praktik keperawatan, karenakepedulian memiliki sikap dinamis, dimana para perawat bekerja dan berusahauntuk meningkatkan rasa pedulinya kepada pasien. Di Indonesia, kepedulianmenjadi salah satu penilaian bagi para pengguna pelayanan kesehatan, khususnyaRumah Sakit. Berdasarkan hasil survei kepuasan pasien pada beberapa RumahSakit di DKI Jakarta menunjukan hasil bahwa 14% klien merasa tidak puasterhadap pelayanan kesehatan yang diberikan, disebabkan karena perilaku peduliyang kurang baik.
Read More
S-10333
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive