Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36107 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rizki Asriani Putri; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Atik Nurwahyuni, Mardiati Nadjib, Doni Arianto, Meita Veruswati
Abstrak: Masalah kemiskinan tidak terlepas dari masalah kesehatan, keduanya memiliki hubungan yang timbal balik yang tidak dapat dipisahkan. Semakin tinggi angka kemiskinan akan semakin menciptakan kondisi kesehatan yang semakin buruk pula. Salah satu upaya Pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan yaitu melalui program jaminan kesehatan guna mengatasi ketimpangan akses terhadap pelayanan kesehatan. Namun pada kenyataannya, masih terdapat ketimpangan akses terhadap pelayanan kesehatan antara masyarakat miskin dan kaya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui determinan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin periode pra dan pasca JKN tahun 2013 dan 2017. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2013 dan 2017 dengan unit analisis individu pada kuintil 1 dan 2 yang memiliki jaminan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kunjungan rawat jalan pada masyarakat miskin mengalami penurunan dari pra JKN tahun 2013 ke pasca JKN tahun 2017, dengan rasio kunjungan tertinggi yaitu 1-3 kali. Sedangkan proporsi kunjungan rawat inap mengalami peningkatan dari pra JKN tahun 2013 ke pasca JKN tahun 2017, dengan rasio hari rawat inap tertinggi yaitu 1-10 hari. Faktor predisposisi, pemungkin, dan kebutuhan memiliki hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada masyarakat periode pra dan pasca JKN Tahun 2013 dan 2017. Faktor yang paling dominan terhadap pemanfaatan rawat jalan dan rawat inap periode pra dan pasca JKN tahun 2013 dan 2017 adalah keluhan kesehatan.
Read More
T-5686
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tinton Mohammad Akbar; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Pujiyanto, Vetty Yulianty Permanasari, Rien Pramindari, Ingrat Padmosari
Abstrak: Peningkatan usia harapan hidup menyebabkan jumlah populasi lansiameningkat. Hal ini berdampak pada lonjakan angka kesakitan lansia danberpengaruh pada tingginya pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan olehlansia. Kenaikan ini akan dilihat pada periode sebelum (tahun 2013) dan setelahJKN (tahun 2016). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yangberhubungan dengan pemanfaatan pelayaan kesehatan di fasilitas rawat jalanoleh lansia. Desain studi penelitian adalah repeated cross-sectional,menggunakan data Susenas 2013 dan 2016 dengan sampel yang memenuhikriteria inklusi sebanyak 25.070 (tahun 2013) dan 27.723 (tahun 2016)responden. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa sebagian besar variabelyang diteliti memberikan hasil signifikan berhubungan dengan pemanfaatanrawat jalan oleh lansia di tahun 2013 maupun 2016. Variabel status ekonomikuintil memberikan hubungan yang kuat terhadap pemanfaatan rawat jalan olehlansia dimana lansia dalam lansia yang berada pada kuintil 5 berpeluangmenaikkan pemanfaatan rawat jalan sebesar 13% di tahun 2013 dan 12% ditahun 2016. Disarankan bagi lansia di semua kuintil/kategori ekonomi didoronguntuk mengikuti program jaminan kesehatan nasional agar seluruh lansia dapatmengakses layanan kesehatan tanpa hambatan finansial.
Kata kunci :lansia; pemanfaatan layanan kesehatan; rawat jalan; susenas.
Read More
T-5265
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erika; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Pujiyanto, Chandra Suryani
Abstrak: Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diwajibkan bagi seluruh masyarakat Indonesia sejak 1 Januari 2014. Dalam pelaksanaannya, pemilihan fasilitas kesehatan tingkat pertama bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) belum maksimal. Seluruh peserta PBI di Kecamatan Cipayung terdaftar di Puskesmas Kecamatan Cipayung, Depok. Penelitian ini membahas tentang efektivitas program JKN bagi masyarakat miskin dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cipayung Depok tahun 2017 dengan pengukuran efektivitas melalui pendekatan input, proses, dan output. Data dicari dengan menggunakan kuesioner pada sampel berjumlah 100 orang peserta PBI yang berkunjung ke Puskesmas Kecamatan Cipayung. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa efektivitas untuk ketiga pendekatan mendapat nilai cukup dengan nilai prosentase berbeda. Pendekatan input mendapat prosestase 67,42%, pendekatan proses mendapat prosentase 74,67%, dan untuk pendekatan output mendapat prosentase 71,86%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program JKN bagi masyarakat miskin dalam mendapatkan akses pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Cipayung Depok telah berjalan cukup efektif.
Kata kunci : Efektivitas, Penerima Bantuan Iuran (PBI), pelayanan kesehatan.

The JKN is required for all Indonesians from 1 January 2014. In practice, the selection of first-degree healthcare facilities for PBI has not been maximized. All PBI participants in Kecamatan Cipayung are registered in Puskesmas Kecamatan Cipayung, Depok. This study discusses the effectiveness of the JKN program for the poor in access of health services at the Puskesmas Kecamatan Cipayung Depok in 2017 by measuring input indikator, process indicator and output indicator. Data were searched by using questionnaires on a sample of 100 participants of PBI who visited Puskesmas Kecamatan Cipayung. The results of this study were declared effective for assessing different percentages. Input indicator received 67,42%, process indikator get percentage of 71,86%, and for output indicator received 71,86%. Thus, it can be concluded JKN program for the poor in access of health services in Puskesmas Kecamatan Cipayung Depok has been running quite effectively.
Keywords: Effectiveness, the poor, health services.
Read More
S-9600
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayudina Larasanti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Vetty Yuliana Permanasari, Maria Gayatri, Anwar Fachry
Abstrak: Salah satu penyebab belum optimalnya pencapaian angka penggunaan kontrasepsi di Indonesia adalah kejadian unmet need Keluarga Berencana (KB) yang belum sepenuhnya dapat diatasi. Penanganan unmet need KB tidak hanya memerlukan pengukuran besaran angkanya, tetapi juga pemahaman mengenai faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung, dan pengaruh total determinan pemanfaatan pelayanan keluarga berencana terhadap kejadian unmet need di Indonesia sebagai landasan rekomendasi program yang efektif. Penelitian ini menggunakan data sekunder SDKI 2017 dengan desain cross sectional dengan responden sebanyak 33.635 yang merupakan wanita kawin usia 14-59 tahun. Hasil analisis menunjukkan kejadian unmet need di Indonesia sebesar 11,68%, yang terdiri dari unmet need spacing (4,86%) dan unmet need limiting (6,82%). Hasil analisis GSEM menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan KB, status sosio ekonomi demografi, dan jumlah anak ideal berpengaruh signifikan terhadap kejadian unmet need pada analisis Indonesia, daerah unmet need tinggi, maupun daerah unmet need rendah. Variabel otonomi wanita berpengaruh signifikan terhadap kejadian unmet need pada analisis Indonesia dan daerah unmet need rendah, dan permasalahan akses berpengaruh signifikan terhadap kejadian unmet need pada daerah unmet need rendah. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan determinan pemanfaatan pelayanan keluarga berencana terhadap kejadian unmet need di Indonesia. Diperlukan peningkatan terhadap kualitas pelayanan KB, memberikan perhatian lebih terhadap wanita status sosio ekonomi rendah, otonomi wanita rendah, permasalahan akses tinggi, dan wanita dengan jumlah anak ideal ≥ 3 anak. KB Pasca-Persalinan merupakan cara paling efektif dalam menurunkan kejadian unmet need KB. Diperlukan pula peningkatan pemanfaatan media massa dalam pemberian informasi KB khususnya terkait efek samping metode
One of the reasons for the lack of optimal achievement related to the use of contraceptives in Indonesia is the unmet need for family planning that has not been fully addressed. Handling the unmet need for family planning requires not only measuring the magnitude of the number, but also an understanding of the factors causing it. This study aims to determine the direct effect, indirect effect, and the total effect of the determinants of the use of family planning services on the incidence of unmet need in Indonesia as the basis for effective program recommendations. This study uses secondary data from the 2017 IDHS using a cross sectional design with 33,635 respondents who are married women aged 14-59 years. The results of the analysis show that the incidence of unmet need in Indonesia is 11.68%, consisting of unmet need spacing (4.86%) and unmet need limiting (6.82%). The results of the GSEM analysis show that the variables of family planning service quality, socio-economic status, demographics, and ideal number of children have a significant effect on the incidence of unmet need in Indonesia's analysis, areas with high unmet need and low unmet need areas. The variable of women's autonomy has a significant effect on the incidence of unmet need in the analysis of Indonesia and low unmet need areas, and access problems have a significant effect on the incidence of unmet need in areas with low unmet need. It can be concluded that there is a significant influence on the determinants of the use of family planning services on the incidence of unmet need in Indonesia. It is necessary to improve the quality of family planning services, pay more attention to women with low socio-economic status, low women's autonomy, high access problems, and women with the ideal number of children 3 children. Post-partum family planning is the most effective way to reduce the incidence of unmet need for family planning. It is also necessary to increase the use of mass media in providing family planning information, especially regarding the side effects of the method
Read More
T-6270
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irvani Syahrika; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Lukas Cocong Hermawan, Punto Dewo
Abstrak: Rumah Sakit YPK Mandiri Menteng merupakan rumah sakit yang mengedepankan pelayanan kesehatan ibu dan anak sebagai pelayanan unggulannya. Kunjungan pasien antenatal care di usia kehamilan >36 minggu pada tahun 2016 di Poliklinik kebidanan dan kandungan Rumah Sakit YPK Mandiri cukup tinggi, namun angka persalinan masih rendah dan belum pernah diteliti apa penyebabnya. Penelitian ini adalah jenis penelitianstudi kasus dengan pendekatan kualitatif.Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada pasien bersalin dan tidak bersalin di Rumah Sakit YPK Mandiri serta informan yang merupakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keputusan pasien memanfaatkan pelayanan persalinan adalah karena pengalaman dan dokter, sedangkan faktor yang berhubungan dengan keputusan pasien tidak memanfaatkan pelayanan persalinan di Rumah Sakit YPK Mandiri adalah keberadaan keluarga, jarak, dan tarif persalinan. Bagian pemasaran perlu lebih mengoptimalkan media promosi yang sudah ada seperti SMS, Banner, Flyer serta website rumah sakit terutama untuk mempromosikan pelayanan unggulan, memberikan infromasi terbaru dan lengkap terkait produk atau jasa layanan yang ditawarkan kepada pelanggan, serta menjalin kerjasama dengan rekanan perusahaan atauHRD perusahaan yang berada disekitar wilayah Rumah Sakit YPK melalui pemberian leaflet atau brosur guna memperluas jangkauan pemanfaatan pelayanan di rumah sakit. Kata kunci: Pemanfaatan pelayanan Persalinan, Pemasaran, Perilaku Pembelian Konsumen YPK Mandiri Hospital Menteng is a hospital that prioritizes mother and child health services as its superior service. The visit of antenatal care patients at gestational age> 36 weeks in 2016 in obstetric clinics and YPK Mandiri Hospital content is quite high, but the birth rate is still low and has not been studied what causes it. This research is a case study research with a qualitative approach. Data collection was conducted through in-depth interviews with maternity and unborn patients at YPK Mandiri Hospital and informants who were triangulated. The results showed that most of the patient's decision to utilize delivery service was due to experience and doctors, while factors related to the decision of the patient did not utilize the delivery service at YPK Mandiri Hospital were the existence of the family, distance, and delivery rates. The marketing department needs to further optimize the existing promotional media such as SMS, Banner, Flyer and hospital website, especially to promote superior services, provide the latest and complete information related to the products or services offered to customers, and establish cooperation with corporate partners or corporate HRD Which is located around the area of YPK Hospital through the provision of leaflets or brochures to expand the reach of utilization of services in the hospital. Keywords:Utilization of delivery service, Marketing, Consumer Purchase Behavior
Read More
T-5008
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekar Arum Handarbeni Sayekti; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Kurnia Sari, Antokalina Sari Verdiana
Abstrak:
Penelitian ini membahas mengenai determinan dan biaya perawatan multimorbiditas diabetes mellitus peserta JKN di Indonesia tahun 2015-2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi observasional yang bersifat cross sectional, menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan Kontekstual Diabetes Mellitus tahun 2015-2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan sampel merupakan seluruh data peserta JKN di Indonesia yang pernah didiagnosis diabetes mellitus di layanan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) antara tahun 2015-2020. Penelitian ini menggunakan software R untuk cleaning data dan STATA untuk pengolahan data. Sampel hasil pembobotan yang diperoleh sebesar 1.097.270 peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam rentang tahun 2015-2020, rata-rata total biaya perawatan tahunan per peserta non-multimorbiditas adalah Rp972.873,00 untuk rawat jalan dan Rp9.299.713 untuk rawat inap. Sedangkan, untuk peserta multimorbiditas adalah Rp1.787.895 untuk rawat jalan dan Rp27.349.808 untuk rawat inap. Karakteristik peserta JKN dengan multimorbiditas diabetes mellitus paling banyak merupakan peserta hak kelas rawat Kelas I (56,10%), segmen kepesertaan Bukan Pekerja (56,87%), kualitas lingkungan hidup sangat baik (68,26%), status perkawinan cerai (55,85%), hubungan keluarga sebagai tambahan (53,56%), jenis FKTP puskesmas (53,55%), kelompok umur lansia (56,21%), jenis kelamin perempuan (53,24%), tidak akses Fasilitas Kesehatan Tingkat Pratama (70,25%). Dari hasil analisis didapatkan nilai Adjusted Odds Ratio(AOR) terbesar yaitu pada kelompok umur lansia 4,39 (95%CI:3,82-5,04) yang artinya peserta lansia berpeluang mengalami multimorbiditas 4,39 kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok umur anak-anak. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap multimorbiditas diabetes mellitus di Indonesia adalah umur.

This study aim to discusses the determinants and costs of treatment of diabetes mellitus multimorbidity for JKN participant in Indonesia during 2015-2020. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional observational study design, using Diabetes Mellitus Sample Data of BPJS Health 2015-2020. The sampling technique in this study was total sampling, that is all data on JKN participants in Indonesia who have been diagnosed with diabetes mellitus in Advanced Referral Health Facility (FKRTL) services between 2015-2020. This study used R software for data cleaning and STATA for data processing. The sample of weighting obtained was 1,097,270 participants. The results showed that in 2015-2020, the average total annual cost of treatment per nonmultimorbidity person is Rp972,873.00 for outpatient and Rp9,299,713.00 for inpatient. Meanwhile, for multimorbidity person, it is Rp1,787,895.00 for outpatient and Rp27,349,808.00 for inpatient.. The characteristics of participants with multimorbidity of diabetes mellitus were mostly participants with class nursing Class I (56.10%), the NonWorker participation segment (56.87%), the environment health quality was very good (68.26%), divorce marital status (55.85%), family relationships as an addition (53.56%), type of First Level Health Facility (FKTP) was Puskesmas (53.55%), elderly age group (56.21%), female sex (53.24%), and did not access First Level Health Facility (FKTP) (70.25%). Also the analysis results obtained the largest Adjusted Odds Ratio (AOR) value, namely in the elderly age group with 4.39 (95% CI: 3.82-5.04), which means that the elderly age group will get multimorbidity score by 4.39 times greater than the children age group. The results of the study concluded that the most influential variabel of multimorbidity of diabetes mellitus in Indonesia is age
Read More
S-11182
Depok : FKMUI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ganda Raja Partogi; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Ede Surya Darmawan, Taufiq, K.M; Bulan Rachmadi
Abstrak: Abstrak

Jaminan pelayanan persalinan bagi masyarakat miskin bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap pelayanan persalinan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB. Analisis ini bertujuan mengevalusi pelaksanaan kebijakan jaminan pelayanan persalinan untuk akses masyarakat miskin di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian dilakukan di DKI Jakarta dengan studi kasus pelayanan di Puskesmas Kecamatan Penjaringan pada bulan Juni 2013. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Pedoman wawancara dibuat berdasarkan metode implemantasi kebijakan George Edward III yang terdiri dari komunikasi, sumberdaya, struktur birokrasi dan disposisi. Masyarakat miskin mudah mengakses pelayanan persalinan di Puskesmas. Tetapi tetap dibutuhkan perbaikan metode komunikasi ke masyarakat.


Guarantee of service delivery for the poor aims to improve access to maternity services in order to reduce the MMR and IMR. This analysis aims to evaluate the implementation of policies to guarantee labour care access for the poor in Jakarta. The study was conducted in Jakarta with a case study in health centers Penjaringan service in June 2013. A qualitative approach was done by in-depth interviews and Focus Group Discussion (FGD). Interview guidance is based on the model of public policy implementation by George Edward III consisting of communication, resources, bureaucratic structure and disposition. Poor society can easily access labour service in the health center. But still, improvement to the method of communication is needed.

Read More
T-3803
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marisa Aristiawati Hardigaloeh; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Budi Hidayat, Dian Ayubi, Harimat Hendarwan, Paulus Januar
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada penduduk Indonesia. Metode yang digunakan adalah cross-sectional dengan menggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2007. Responden pada penelitian ini minimal berusia 12 tahun keatas (N = 725,966). Dari hasil analisis deskriptif didapatkan gambaran pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kuratif dan preventif. Hasil uji regresi logistik memperlihatkan bahwa faktor predisposisi (umur, jenis kelamin, status kawin, pendidikan, pekerjaan utama, perilaku menggosok gigi), faktor pendukung (ketersediaan jaminan kesehatan, status ekonomi, wilayah domisili, rural/urban) dan faktor need (status kesehatan gigi dan mulut) berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kuratif dan preventif. Status kesehatan gigi dan mulut serta ketersediaan asuransi kesehatan merupakan variabel yang paling berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kuratif dan preventif. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kuratif dan preventif di Indonesia berhubungan dengan faktor predisposisi, pendukung dan need. Kata kunci : pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, faktor, Indonesia


 The objective of this study was to analyze factors associated with  curative and preventive dental care utilization in Indonesian population. This study used secondary cross-sectional data from the Indonesian Basic Health Research 2007 and Indonesian National Socio-Economic Survey 2007. Respondent included individuals at least 12 years old (N = 725,966). Descriptive analyses was used to describe the curative and preventive dental care utilization. Multivariate logistic regression analyses showed that predisposing factors (age, gender, marital status, education, occupation, and toothbrushing behavior), enabling factors (health insurance, economic status, domicile, rural/urban) and need factor (dental health status) were associated with curative and preventive dental care utilization. Moreover also found that both dental health status and health insurance were the most associated variables with curative and preventive dental care utilization. This study concluded that curative and preventive dental care utilization in Indonesia were influenced by all the three predisposing, enabling, and need factors. Keywords : dental care utilization, factors, Indonesia

Read More
T-3350
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yadi Hidayat; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Ronnie Rivany, Wachyu Sulistiadi, Eyo Karmulya, Khoirul Naim
Abstrak:

Untuk mengatasi masalah kesehatan yang muncul sebagai dampak krisis ekonomi, pemerintah telah memberikan pelayanan kesehatan bagi Keluarga Miskin (Gakin) melalui program PKPS-BBM Bidkes diantaranya dengan memberikan biaya pertolongan persalinan oleh tenaga bidan sebesar Rp. 150.000. Pemanfaatan dana pertolongan persalinan masih rendah. Oleh sebab itu penulis ingin mengetahui berapa biaya satuan untuk pertolongan persalinan serta pemanfaatannya oleh Gakin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melakukan analisis ekonomi terhadap kebutuhan biaya pertolongan persalinan bagi Gakin serta melakukan Survey Cepat untuk mengetahui pemanfaatan pertolongan persalinan oleh keluarga miskin serta faktor - faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pertolongan persalinan. Penelitian kualitatif digunakan untuk memperoleh jawaban atau informasi mendalam yaitu: persepsi bidan desa dalam melaksanakan pertolongan persalinan, kecukupan biaya pertolongan persalinan dan mekanisme pencairan biaya pertolongan persalinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pertolongan persalinan yang sesuai dengan kebutuhan adalah sebesar Rp. 213.250. Adapun Gakin yang memanfaatkan pertolongan persalinan dengan bidan sebanyak 69, 9 %. Dan faktor bidan sebagai provider yang mempengaruhi pemanfaatan pertolongan persalinan adalah karena biaya pengganti untuk pertolongan persalinan gakin relatif kecil dan lamanya proses pencairan dana pertolongan persalinan. Dari faktor ibu bersalin Gakin, faktor yang mempengaruhi rendahnya pemanfaatan persalinan oleh bidan antara lain: ketidaktahuan Gakin bahwa persalinan dengan bidan tidak dipungut biaya dan khawatir bayar mahal kalau ditolong oleh bidan. Secara garis besar hasil dari penelitian ini adalah diperlukan upaya-upaya pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi Gakin khususnya pelayanan pertolongan persalinan melalui penyesuaian kembali biaya pertolongan persalinan yang sesuai kebutuhan, memudahkan mekanisme pencairan dana pertolongan persalinan, sosialisasi tentang hak gakin memperoleh pelayanan kesehatan serta dengan peningkatan kinerja bidan di desa.


The government has given a health service for Poor Family (Gakin) by PIPS-BBM Bidkes program to overcome the health problem which emerges as an economic crisis impact, such as giving the expense of helping child birth by midwife is equal to 150.000 rupiahs. The used of helping child birth cost is still lower. Because of this, the writer wishes to know how much set cost of helping childbirth and also it?s used by Gakin. This research is a quantitative research by conducting an economic analysis of child birth cost requirement for Gakin and also conducting a Rapid Survey to know the used of helping child birth by poor family and also the factors that related to help child birth. A qualitative research is used to get an answer or deep information, such as countryside midwife perception in conducting child birth help, cost sufficiency of helping child birth and cost mechanism of helping child birth. The research result indicates that cost of helping child birth which is available with requirement is equal to 213.250 rupiahs. Gakin which has been used child birth help by a midwife is almost 69, %. From midwife factor as provider which affected the used of helping child birth because substitution cost for helping child birth of Gakin is low relatively and long duration of cost liquefaction process of helping childbirth. From child birth mother factor of Gakin, as a factor which affected the lower of using a child birth by midwife such as: ignorance of Gakin that child birth by midwife is not getting charge and they are worry to pay high cost if they are helped by a midwife. From marginal result of this research, it was suggested to government and society efforts to improve the health service access for Gakin, especially the service of helping child birth by adjustment return the cost of helping child birth which is available with requirement, facilitating the cost liquefaction mechanism of helping child birth, socialization concerning Gakin rights to get health service and also the improvement of midwife performing in countryside.

Read More
T-2488
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Rani Miftah; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Vetty Yulianty Permanasari, Liza Puspadewi, Ihwan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan perbedaan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas terakreditasi dan belum terakreditasi, mengetahui perbedaan kualitas pelayanan kesehatan berdasarkan lima dimensi mutu (wujud, kehandalan, keresponsifan, jaminan dan empati), mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien, mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan kepuasan, mengetahui faktor yang paling berhubungan dengan tngkat kepuasan pasien. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Responden berjumlah 212 orang yaitu pasien yang berobat ke Puskesmas. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang dilakukan selama bulan April 2017 di Puskesmas terakreditasi dan belum terakreditasi Kota Tangerang. Data terkumpul dianalisis dengan metode analisis univariat, bivariat uji Chi Square dan analisis multivariat uji regresi logistik. Terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas terakreditasi (51,9%) dan belum terakreditasi (17%). Terdapat perbedaan persepsi kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas terakreditasi dan belum terakreditasi, pada Puskesmas terakreditasi sebagian besar responden memiliki persepsi baik sedangkan pada Puskesmas belum akreditasi sebagian besar responden memiliki persepsi yang tidak baik terhadap kualitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil analisis bivariat didapatkan bahwa terdapat hubungan bermakna pada semua variabel kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien, dan hanya variabel pendidikan pada karakteristik responden yang mempunyai hubungan bermakna dengan kepuasan. Hasil analisis multivariat tidak didapatkan variabel yang paling berhubungan dengan kepuasan pasien. Kata kunci : Kualitas pelayanan kesehatan, kepuasan pasien The purpose of this research is to know the description and the difference of patient's satisfaction level in accredited and unaccredited community health center, to know the difference of health service quality based on the five dimensions of quality (tangible, reliability, responsiveness, assurance and empathy), to know the relation of health service quality with patient satisfaction, characteristics of patients with satisfaction, knowing the factors most related to the level of patient satisfaction. This research is a quantitative research with cross sectional study design. Respondents amounted to 212 people ie patients who went to the community health center. Data collection using questionnaires conducted during April 2017 at accredited community health center and unaccredited community health center in Tangerang City. Data collected were analyzed by univariate analysis method, bivariate of Chi Square test and multivariate analysis of logistic regression test. There is a difference of patient's satisfaction level in accredited community health center (51.9%) and unaccredited (17%). There is a difference of perception of health service quality in accredited and unaccredited community health center, at accredited community health center most of respondent have good perception whereas at unaccredited community health center most of respondent have bad perception toward health service quality. Based on the results of bivariate analysis found that there is a significant relationship on all variables of health service quality with patient satisfaction, and only variable education on the characteristics of respondents who have a significant relationship with satisfaction. The result of multivariate analysis was not found the most correlated variable with patient satisfaction. Keywords: Quality of health service, patient satisfaction
Read More
T-5007
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive