Ditemukan 30783 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Khansa Azmi Nur Johim; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Artha Prabawa, Ingrat Padmosari, Elis Rohmawati
Abstrak:
Angka kematian ibu adalah tantangan kesehatan masyarakat di dunia, negara-negara
berkembang menyumbang 99% kematian ibu secara global. Diperkirakan 15% sampai
20% ibu hamil dari seluruh ibu hamil yang ada akan mengalami keadaan risiko tinggi
dan mengalami komplikasi maternal. Asuhan kebidanan komprehensif berbasis bukti
yang diberikan oleh bidan maupun dokter spesialis kandungan diharapkan dapat
memprediksi komplikasi maternal untuk mencegah kematian ibu. Sistem prediksi
komplikasi maternal melalui penilaian usia kehamilan, tanda-tanda vital, tinggi fundus
uteri, denyut jantung janin, presentasi, kontraksi, plasenta, robekan, perdarahan, luka
perineum, hemoglobin dan proteinurin dengan menggunakan pencatatan dan pelaporan
manual membutuhkan waktu untuk mengambil keputusan. Tujuan penelitian ini adalah
membangun prototipe aplikasi untuk prediksi komplikasi maternal di Rumah Sakit
Mitra Bangsa Pati dalam rangka memprediksi komplikasi maternal, dan merancang
basis data maternal dan membuat laporan secara elektronik. Rancangan pengembangan
sistem menggunakan pendekatan prototyping. Metode prediksi aplikasi komplikasi
maternal berbasis machine learning menggunakan algoritma Naïve Bayes Classifier
(NBC). Aplikasi dapat memberikan hasil prediksi komplikasi maternal secara realtime
(<3 detik), berupa perdarahan, preeklampsia, infeksi mana nifas, hiperemesis
gravidarum, retensio plasenta dan robekan jalan lahir. Pengumpulan data dari buku
register, buku KIA dan rekam medis. Dari hasil uji dengan 7-fold cross validation
diperoleh nilai akurasi, presisi dan recall adalah 89.2%, 88.8%, dan 89.3% dengan
jumlah data latih 2448 data dan data uji 272 data. Pemanfaatan data hasil prediksi yaitu
sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
Read More
T-5696
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maula Ismail Mohammad; Pembimbing : Besral, Milla Herdayati; Penguji: Artha Prabawa, Miko Hananto
Abstrak:
Anak anak merupakan generasi penerus bangsa. Perubahan pada citra tubuh misal pembengkakan pada leher yang disebabkan goiter dapat menyebabkan persepsi negatif terhadap diri sendiri. Kelainan pada kelenjar tiroid dapat mengakibatkan diantaranya penyakit kardiovaskuler, hipertensi, stunting, dan gangguan kesuburan pada wanita. Dampak lainnya adalah siswa yang terkena goiter memiliki nilai rata-rata lebih rendah rata-rata nilai pelajarannya daripada siswa normal. Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes merupakan daerah dengan kategori parah untuk kejadian goiter. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sebuah aplikasi berbasis web yang bisa digunakan untuk melakukan skrining untuk kejadian Goiter pada anak-anak yang terpapar pestisida dengan parameter evaluasi yaitu Sensitivitas, Spesifitas, Positive Predictive Value, Negative Predictive Value. Penelitian ini menggunakan data sekunder, data didapatkan dari penelitian Rasipin tahun 2011. Jumlah data yang akan digunakan sebanyak 53 anak yang positif goiter dan 48 anak yang negatif goiter. Metode machine learning akan diimplementasikan dengan aplikasi WEKA. Hasil analisa dengan 10-fold Cross Validation didapatkan bahwa dengan sebelas variabel mampu mengenali siswa normal sebesar 92% dengan nilai Sensitivitas, Spesifitas, Positive Predictive Value, Negative Predictive Value berurutan sebesar 49%, 92%, 87% dan 62%. Prototipe sistem pintar untuk memprediksi kejadian goiter dapat dikembangkan, dan dapat digunakan untuk skrining kejadian goiter pada anak yang terpapar pestisida.
Read More
T-5632
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dion Zein Nuridzin; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Tris Eryando, Sabarinah, Mochamad Adam Hamdani, Yogaswara
Abstrak:
Latar belakang. Indonesia termasuk negara dengan jumlah kejadian bencana yang banyak dan jumlahnya cenderung mengalami peningkatan. Namun sistem yang ada saat ini belum merespon kebutuhan korban bencana terutama pada kondisi pascabencana dimana jaringan seringkali tidak berfungsi. Tujuan. Mengembangkan prototipe sistem informasi kebencanaan yang dapat digunakan dalam peningkatan respon yang cepat dan tepat saat terjadi bencana, mulai dari prediksi korban, pendataan, pemetaan masalah, dan penentuan wilayah prioritas sesuai dengan kebutuhan di lokasi terdampak bencana. Metode. Analisis kebutuhan sistem melalui literature review dan wawancara mendalam kepada sembilan informan, dilanjutkan dengan perancangan prototipe sistem informasi kebencanaan, pengumpulan data fasilitas berbasis online, dan perancangan dashboard sistem informasi kebencanaan. Hasil. Prototipe sistem informasi kebencanaan telah dibuat meliputi pengumpulan data yang sesuai untuk kejadian bencana (dapat digunakan secara offline), terintegrasi dengan surveilans demografi dan kesehatan (SDK) dan data prabencana, beserta dashboard Sistem Informasi Kebencanaan yang user friendly dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG). Kesimpulan. Peluang pengembangan sistem informasi kebencanaan sangat memungkinkan untuk dilakukan dengan integrasi data SDK dan data prabencana (meliputi kontak dan koordinat untuk fasilitas kesehatan, ambulans umum, perkiraan tempat untuk pengungsian, fasilitas air bersih, MCK). Prototipe ini sesuai dengan kondisi bencana, membuat proses pencatatan dapat lebih cepat, efektif dan dapat menampilkan dashboard interaktif berbasis SIG untuk prediksi korban berdasarkan kelompok rentan, kebutuhan bantuan logistik, perencanaan tempat pengungsian dan fasilitas yang tersedia, serta untuk koordinasi dengan fasilitas kesehatan, dan pembagian sumber daya maupun relawan sesuai hasil pemetaan prioritas wilayah
Background. Indonesia is a country with a large number of disaster events and the number tends to increase. However, the current system has not responded to the needs of disaster victims, especially in post-disaster conditions where the network often does not function. Objective. Develop a prototype of a disaster information system that can be used to improve a fast and accurate response when a disaster occurs, starting from disaster victims prediction, data collection, problem mapping, and determining priority areas according to needs in disaster-affected locations. Method. Analysis of system requirements through literature review and in-depth interviews with nine informants, followed by the design of a disaster information system prototype, online-based facility data collection and the design of a disaster information system dashboard. Results. A prototype of a disaster information system has been created which includes data collection suitable for disaster events (can be used offline), integrated with demographic and health surveillance (DHS) and pre-disaster data, along with a userfriendly disaster information system dashboard by utilizing the geographic information system (GIS). Conclusion. Opportunities to develop a disaster information system are very possible with the integration of DHS data and pre-disaster data (including contacts and coordinates for health facilities, public ambulances, estimated places for evacuation, clean water facilities, toilets). This prototype is in accordance with disaster conditions, making the recording process faster, more effective and able to display a GIS-based interactive dashboard for prediction of victims based on vulnerable groups, logistical assistance needs, planning for evacuation places and available facilities, and for coordination with health facilities, and distribution resources and volunteers according to the results of regional priority mapping.
Read More
Background. Indonesia is a country with a large number of disaster events and the number tends to increase. However, the current system has not responded to the needs of disaster victims, especially in post-disaster conditions where the network often does not function. Objective. Develop a prototype of a disaster information system that can be used to improve a fast and accurate response when a disaster occurs, starting from disaster victims prediction, data collection, problem mapping, and determining priority areas according to needs in disaster-affected locations. Method. Analysis of system requirements through literature review and in-depth interviews with nine informants, followed by the design of a disaster information system prototype, online-based facility data collection and the design of a disaster information system dashboard. Results. A prototype of a disaster information system has been created which includes data collection suitable for disaster events (can be used offline), integrated with demographic and health surveillance (DHS) and pre-disaster data, along with a userfriendly disaster information system dashboard by utilizing the geographic information system (GIS). Conclusion. Opportunities to develop a disaster information system are very possible with the integration of DHS data and pre-disaster data (including contacts and coordinates for health facilities, public ambulances, estimated places for evacuation, clean water facilities, toilets). This prototype is in accordance with disaster conditions, making the recording process faster, more effective and able to display a GIS-based interactive dashboard for prediction of victims based on vulnerable groups, logistical assistance needs, planning for evacuation places and available facilities, and for coordination with health facilities, and distribution resources and volunteers according to the results of regional priority mapping.
T-6185
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fatma Rizkia; Pembimbing: Kemal Nazarudin Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Retnowati
Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang suatu prototipe dashboard penyelidikan epidemiologi COVID-19 yang dapat menganalisis dan menyajikan data hasil penyelidikan epidemiologi pada pasien rawat jalan COVID-19 di RSUI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, menggunakan metode Rapid Application Development yang terdiri atas kegiatan analisis kebutuhan dan perancangan prototipe. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Penelitian ini berhasil menghasilkan prototipe dashboard penyelidikan epidemiologi COVID-19 yang dapat menganalisis data dan menyajikan informasi jumlah pasien yang melakukan swab test, jumlah pasien berdasarkan kriteria kasus, jumlah pasien berdasarkan tujuan swab test, jumlah pasien berdasarkan jenis kelamin, jumlah pasien berdasarkan usia, gejala yang dimiliki pasien, kondisi penyerta pasien, factor risiko pasien, dan hubungan daftar kontak erat.
Read More
S-10625
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Deden Herlan Suangsa; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Artha Prabawa, Rico Kurniawan, Bahrul Anwar, Yanyan Rusyandi
Abstrak:
Pelayanan medis di rumah sakit sangat penting dalam menjamin keselamatan pasien, dan salah satunya yaitu pelayanan kefarmasian, khususnya pelayanan informasi obat (PIO). PIO berfungsi mengidentifikasi obat yang harus diwaspadai (high-alert medication) serta obat berisiko tinggi sebagai penyebab Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD). Saat ini, fungsi PIO dijalankan secara manual hingga memakan waktu cukup lama dan sering terjadi kesalahan manusia, berupa tidak terdeteksinya risiko reaksi obat. Penelitian ini akan membangun model sistem notifikasi interaksi obat yang bersifat otomatis bagi petugas farmasi, sehingga petugas dapat segera mengedukasi pasien atau keluarga. Penelitian dilaksanakan di RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi. Pengumpulan data dan informasi untuk studi awal melalui Focus Group Discussion (FGD). Wawancara mendalam dengan apoteker, asisten apoteker, staf promosi kesehatan rumah sakit, dan programer rumah sakit merupakan pendalaman dari hasil Focus Group Discussion (FGD). Analisis sistem yang dilakukan berdasarkan wawancara menjadi dasar perancangan sistem dengan pendekatan pengembangan sistem yaitu menggunakan metode prototyping sampai tahap pemodelan. Cara pencarian obat di RSUD R. Syamsudin, SH masih berorientasi manual, seperti keterangan interaksi obat dengan obat lain sehingga tidak terintegrasi dalam sebuah sistem, dan edukasi yang diberikan masih sebatas edukasi penggunaan obat secara umum. Hal ini memiliki resiko keselamatan pasien terkait dengan interaksi obat. Rancangan logik sistem notifikasi interaksi obat yang berfungsi sebagai pengingat kepada petugas farmasi pada saat input resep obat memerlukan sistem yang terintegrasi, sehingga pasien tersebut akan diberikan edukasi yang lebih tepat. Sistem ini dapat memberikan kemudahan untuk mengakses informasi, efisiensi waktu, menyimpan data lebih banyak dengan ruang penyimpanan yang kecil. Secara teoritis disain dapat memberikan solusi yang efisien dan efektif dalam mengidentifikasi obat yang harus diwaspadai yang diberikan kepada pasien, dengan terintegrasi pada sistem notifikasi interaksi obat rumah sakit. Hasil penelitian dari 53 pasien lansia yang dirawat ditemukan 125 jenis obat yang digunakan selama pasien dirawat dan ditemukan sebanyak 141 interaksi dalam basis data prototipe sistem notifikasi interaksi obat dengan obat, sedangkan data yang ditemukan oleh apoteker 1 sebanyak 13 interaksi dan 34 interaksi ditemukan oleh apoteker 2. Dapat disimpulkan bahwa basis data prototipe sistem notifikasi interaksi obat dengan obat bisa menemukan interaksi obat lebih banyak dan dapat memberikan peringatan kepada apoteker lebih cepat
Patient safey is fundamental to delivering quality essensial health services in hospital, and one of them is pharmaceutical services, specifically pharmacy information services (PIO). PIO has the function of identifying drugs to watch out for (high alert drugs) as well as high-risk drugs that cause unwanted drug reactions (ROTD). The PIO function has been carried out manually so that it takes a long time and human errors often occur, in the form of undetectable risks from drug reactions. This research will build an automatic drug interaction notification system model for pharmaceutical staff, so they can immediately educate patients or families. The study was conducted at the RSUD R. Syamsudin, SH Sukabumi City. Data and information collection for the initial study through Focus Group Discussion (FGD). In-depth interviews with pharmacists, pharmacist assistants, hospital health promotion staff, and hospital programmers deepened the results of Focus Group Discussions (FGD). System analysis conducted based on interviews is the basis of system design with a system development approach using prototype methods to the modeling stage. Searching drugs information in the RSUD R. Syamsudin, SH is still oriented manually, such as information about drug interactions with other drugs. Due it is not integrated in a system, so the education provided is still limited to education on drug use in general. This has a patient safety risk associated with drug interactions. The logic design of the drug interaction notification system that serves as a reminder to pharmaceutical staff when entering prescription drugs requires an integrated system, so patients will be given more appropriate education. This system can provide easy access to information, save time, save more data with less storage space. Theoretically the design can provide efficient and effective solutions in identifying drugs that must be considered to be given to patients, by integrating them into the hospital drug interaction notification system. The results of the study of 53 treated elderly patients found that 125 types of drugs were used during the patient's treatment and 141 interactions were found in the prototype database of the drug-drug interaction notification system, while the data found by pharmacist 1 were 13 interactions and 34 interactions were found by pharmacist 2 It can be concluded that the prototype database for drug-drug interaction notification systems can find more drug interactions and can alert pharmacists more quickly
Read More
Patient safey is fundamental to delivering quality essensial health services in hospital, and one of them is pharmaceutical services, specifically pharmacy information services (PIO). PIO has the function of identifying drugs to watch out for (high alert drugs) as well as high-risk drugs that cause unwanted drug reactions (ROTD). The PIO function has been carried out manually so that it takes a long time and human errors often occur, in the form of undetectable risks from drug reactions. This research will build an automatic drug interaction notification system model for pharmaceutical staff, so they can immediately educate patients or families. The study was conducted at the RSUD R. Syamsudin, SH Sukabumi City. Data and information collection for the initial study through Focus Group Discussion (FGD). In-depth interviews with pharmacists, pharmacist assistants, hospital health promotion staff, and hospital programmers deepened the results of Focus Group Discussions (FGD). System analysis conducted based on interviews is the basis of system design with a system development approach using prototype methods to the modeling stage. Searching drugs information in the RSUD R. Syamsudin, SH is still oriented manually, such as information about drug interactions with other drugs. Due it is not integrated in a system, so the education provided is still limited to education on drug use in general. This has a patient safety risk associated with drug interactions. The logic design of the drug interaction notification system that serves as a reminder to pharmaceutical staff when entering prescription drugs requires an integrated system, so patients will be given more appropriate education. This system can provide easy access to information, save time, save more data with less storage space. Theoretically the design can provide efficient and effective solutions in identifying drugs that must be considered to be given to patients, by integrating them into the hospital drug interaction notification system. The results of the study of 53 treated elderly patients found that 125 types of drugs were used during the patient's treatment and 141 interactions were found in the prototype database of the drug-drug interaction notification system, while the data found by pharmacist 1 were 13 interactions and 34 interactions were found by pharmacist 2 It can be concluded that the prototype database for drug-drug interaction notification systems can find more drug interactions and can alert pharmacists more quickly
T-6083
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bangga Agung Satrya; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Popy Yuniar, Ryza Jazid Baharuddin Nur, Umar Ruswandi
Abstrak:
Read More
Obesitas dapat dicegah, tetapi prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat. Saat ini telah berkembang kesehatan digital dan pemerintah Indonesia sudah memiliki program Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas (GENTAS) Membuat rancang bangun prototipe aplikasi pencegahan dan pengendalian obesitas berbasis android untuk menekan prevalensi/insiden obesitas di Indonesia. Rancang bangun ini menggunakan pendekatan penelitian secara kualitatif dan menggunakan model pengembangan perangkat lunak System Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan prototyping dalam perancangan sistem informasi berbasis android. Basis data dan rancang bangun prototipe aplikasi berbasis android untuk pencegahan dan pengendalian obesitas yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat dan tenaga kesehatan (Konsultan Ahli Gizi dan Olahraga, Puskesmas dan Kementerian Kesehatan). Pada role untuk masyarakat terdapat fitur profile sehat ku untuk melihat status kesehatan pengguna, konsultasi, rekomendasi, artikel kesehatan, video dan kalkulator BMI. Dan role untuk tenaga kesehatan/admin terdapat fitur untuk mengakses dashboard, jawab konsultasi dan membuat artikel kesehatan. Data role masyarakat terhubung dengan role tenaga kesehatan. Rancang bangun prototipe ini memungkinkan masyarakat dan tenaga kesehatan untuk dapat melakukan pencegahan dan pengendalian obesitas di Indonesia.
Obesity is preventable, but obesity prevalence in Indonesia continues to increase. Currently, digital health has developed, and the Indonesian government already has Gerakan Nusantara Tekan Angka Obesitas (GENTAS) program. Create a prototype design and development for an Android-based application for obesity prevention and management to reduce the prevalence/incidence of obesity in Indonesia. This design uses a qualitative research approach and uses the System Development Life Cycle (SDLC) software development model with a prototyping approach in designing Android-based information systems. Database and prototype design of android-based application for obesity prevention and control that can be accessed by the whole community and health workers (Consultants of Nutrition and Sports Experts, Community Health Centers, and the Ministry of Health). In the community role, there is a health profile feature to see the user's health status, consultations, recommendations, health articles, videos, and a BMI calculator. And the health workers/administrator role has features to access the dashboard, answer consultations and create health articles. Community role data is connected with the role of health workers. The design and development of this prototype allows the public and health workers to be able to prevent and control obesity in Indonesia.
T-6558
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Noarly Ayu Laksita; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Poppy Yuniar, Fahrozi Arief
S-8474
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Nur Hanifah; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo; Penguji: Agustin Kusumayati, Martya Rahmaniati Makful, Inda Torisia Hatang; Wildan
Abstrak:
Setiap pimpinan kantor dan/atau pengelola gedung diwajibkan untuk menyelenggarakan kesehatan dan keselamatan kerja perkantoran untuk mewujudkan kantor yang sehat, aman, dan nyaman serta karyawan yang sehat, selamat, bugar, berkinerja, dan produktif. Pada Instansi Kementerian Kesehatan, Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal ditugaskan untuk menyiapkan bahan koordinasi dan administrasi penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) berkala setiap tahunnya bagi pegawai, khususnya pejabat mengingat peranan strategisnya dalam organisasi. Namun dalam penyelenggaraanya, partisipasi pejabat untuk melaksanakan MCU belum optimal yang disebabkan prosedur penjadwalan yang masih manual pencatatan dan pelaporannya sehingga tidak efektif, data tidak akurat, keterlambatan informasi hasil MCU. Hal ini berdampak pada kualitas data yang kurang sehingga informasi tidak dapat digunakan untuk proses pengambilan keputusan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghilangkan kesalahan pencatatan dan pelaporan yang selama ini masih manual dalam penyelenggaraan MCU pejabat Kementerian Kesehatan melalui perancangan prototipe Aplikasi MCU. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain studi kasus melalui pengembangan sistem prototipe. Hasil luaran penelitian ini adalah rancangan prototipe aplikasi MCU Pejabat Kementerian Kesehatan berbasis mobile app. Disimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi melalui pengembangan aplikasi MCU Pejabat Kementerian Kesehatan dapat menghilangkan kesalahan pencatatan dan pelaporan yang selama ini masih manual dalam penyelenggaraan MCU Pejabat Kementerian Kesehatan
Read More
T-6096
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Imam Ahmadi; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Artha Prabawa, Teguh Setiawan
S-8059
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Khairunnisa N; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Pandu Riono, Nuryalis
T-3298
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
