Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38062 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Febi Susanti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Wachyu Sulistiadi, Retno Maharsi, Indra Rachmad Dharmawan
Abstrak: Pemanfaatan pelayanan proram UKGM dipengaruhi oleh perilaku ibu dan pengelolaan program oleh Puskesmas. Karies masih termasuk dalam sepuluh penyakit terbesar dan cakupan pembinaan kesehatan gigi di masyarakat masih rendah yaitu 19,6 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan program UKGM oleh ibu yang memiliki anak usia 2 sampai 5 tahun di Posyandu Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi. Penelitian ini adalah penelitian sekuensial eksplanatori (mixed methods) dengan desain cross sectional dan jumlah sampel 400 responden. Untuk menggali lebih mendalam permasalahan rendahnya pemanfaatan program UKGM, penelitian ini dilengkapi dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada manajemen puskesmas dan diskusi kelompok terarah kepada kader posyandu mengenai permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian kuantitatif, pekerjaan, dukungan keluarga dan kebutuhan perawatan gigi dan mulut anak merupakan variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan program UKGM di posyandu. Sedangkan sikap, dukungan keluarga dan kebutuhan perawatan gigi dan mulut anak merupakan variabel paling signifikan dalam pemanfaatan program UKGM di posyandu. Berbeda dengan hasil pendekatan kualitatif yang memperlihatkan bahwa justru fasilitas yang lebih mempengaruhi pemanfaatan program UKGM. Selain itu monitoring dan evaluasi belum dilakukan secara rutin. Rekomendasi pada penelitian ini adalah diharapkan untuk melengkapi fasilitas terutama alat peraga penyuluhan dan alat periksa gigi (diagnostic set), memberikan pelatihan UKGM pada kader posyandu serta melakukan monitoring setiap bulan dan evaluasi setiap tiga bulan sekali
Read More
T-5731
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Lufti Siregar; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Hafizurrachman, Dina Agoes Soelistijani
Abstrak:

ABSTRAK Peran kader kesehatan sebagai ujung tombak di bidang kesehatan sudah mulai menurun ditandai dengan pemanfaatan posyandu hanya sebesar 13% dan 14% kategori posyandu Purnama dan Mandiri . Sehingga dilakukan penelitian untuk analisis hubungan peran kader pada UKBM di posyandu berdasarkan 2 (dua) kriteria yakni kriteria kontekstual kelurahan dan kriteria Malcolm Baldrige, untuk mendapatkan dari sisi mana dari keduanya yang dapat mempercepat peningkatan peran kader kesehatan. Penelitian dengan 159 kader dari 32 posyandu. Uji yang digunakan dengan Chi Square untuk melihat hubungan yang ada pada 7 (tujuh) kriteria kontekstual kelurahan dan 7 (tujuh) kriteria Malcolm Baldrige. Kemudian Analisis Regresi Linier Ganda digunakan untuk melihat hubungan antara satu variabel dengan beberapa variabel terkait sesuai dengan tujuan dan kerangka konsep. Hasilnya, dari beberapa uji hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat dengan tingkat kematangan masyarakat, tingkat kematangan dengan tingkat kendali masyarakat, tingkat kendali masyarakat dengan kader sebagai agent of changes, kader sebagai agent of changes dengan motif keberdayaan, motif keberdayaan dengan kepemilikan masyarakat dalam upaya pembangunan, kesemuanya memiliki hubungan yang signifikan antara kedua variabel. Sedangkan variabel keterlibatan berbagai stakeholders memiliki hubungan yang signifikan atas tingkat partisipasi, peran kader sebagai agent of changes, kepemilikan masyarakat dalam upaya pembangunan, dan tingkat kematangan keberdayaan. Pada kriteria Malcolm Baldrige ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dengan rencana strategis dan desain program sesuai kebutuhan. Ada hubungan yang signifikan antara Kepemimpinan, desain program sesuai kebutuhan, manajemen pelayanan dan kapasitas SDM dengan fokus pada hasil. Peningkatan peran kader pada UKBM dalam program gizi dan KIA diperlukan pembenahan Pokja (kelompok Kerja) yang telah dibentuk untuk lebih mempertegas kembali tugas pokok dan fungsi lintas sektor terkait, sehingga dapat terlaksana dengan baik peran kader kesehatan dalam program gizi dan KIA.


ABSTRACT The role of health as a vanguard cadre of health has begun to decline marked by posyandu utilization of only 13% and 14% posyandu Purnama and Mandiri categories. So the research on the analysis of the role of volunteers in UKBM in posyandu by 2 (two) criteria and the criteria of contextual urban Malcolm Baldrige criteria, to get from which side of the two that can accelerate the increase in the role of health cadres. Study with 159 volunteers from 32 posyandu. Test used by Chi Square to see the relationships that exist in the 7 (seven) villages contextual criteria and 7 (seven) Malcolm Baldrige criteria. Multiple Linear Regression Analysis then used to examine the relationship between the variables associated with some variables in accordance with the objectives and conceptual framework. The result, of some of the test the relationship between the level of community participation with the maturity level, the level of maturity to the level of community control, level control society as an agent of changes cadres, cadres as the motive agent of changes to the empowerment, empowerment motif with local ownership in development, all of which have a significant relationship between the two variables. While the involvement of various stakeholders variables have a significant relationship on the level of participation, the role of volunteers as agents of changes, the ownership of development efforts, and the maturity level of empowerment. In the Malcolm Baldrige criteria no significant relationship between leadership and strategic planning and program design as needed. There is a significant relationship between leadership, program design as needed, service management and capacity building with a focus on results. Enhancing the role of volunteers in UKBM nutrition and MCH programs needed revamping Working Group (working group) which has been formed to further reaffirm the basic tasks and functions across relevant sectors, so that they can perform well in the role of health cadres nutrition and MCH programs.

Read More
T-3693
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Nur Arofah; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Adang Bachtiar, Anhari Achadi, Mugiya Wardhani, Tiara Lutfie
Abstrak:
Pemantauan tumbuh kembang adalah proses pengamatan tumbuh kembang anak melalui pengukuran antropometri secara berkala dibandingkan dengan standar untuk mengukur pertumbuhan yang cukup dan mengidentifikasi secara dini ganguan pertumbuhan. Pemantauan pertumbuhan balita bertujuan untuk memastikan setiap anak berkembang sesuai dengan jalur tumbuh kembang anak yang sehat sehingga dapat menjadi langkah deteksi dini gangguan tumbuh kembang pada anak, termasuk stunting. Pelaksanaan pemantauan pertumbuhan balita di Kota Tangerang telah dilaksanakan sesuai dengan amanat dalam Peraturan Presiden No 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Pemantauan pertumbuhan balita di Kota Tangerang dimulai dari posyandu dengan memanfaatkan aplikasi SiData untuk pencatatan hasil pengukuran sebagai feeder e-PPGBM. Manajemen pemantauan balita dalam surveilas gizi di Kota Tangerang ditinjau menggunakan teori evaluasi Model CIPP dari stufflebeam yang menganalisa dari komponen konteks, input, proses dan produk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian menggunakan wawancara mendalam, focuss group discussion (FGD) dan observasi dokumen. Pemilihan informan ditentukan menggunakan purpose sampling. Informan dalam penelitian ini dipilih karena terlibat langsung dan mendukung pelaksanaan kegiatan sedangkan peserta FGD merupakan kader posyandu. Data yang dikumpulkan adalah data primer berupa hasil wawancara mendalam dan FGD sedangkan data sekunder diperoleh melalui observasi dokumen. Penelitian ini menggambarkan pelaksanaan pemantauan pertumbuhan balita dalam pelaksanaan surveilans gizi di Kota Tangerang yang menganalisa dari komponen konteks (latar belakang, masalah dan sumber daya), komponen input (strategi dan implementasi), komponen proses (pengembangan dan implementasi) dan komponen produk (dampak, efektifitas dan keberlanjutan). Pelaksanaan pemantauan pertumbuhan balita di Kota Tangerang dilaksanakan dengan dukungan sumber daya, anggaran dan memanfaatkan digitalisasi aplikasi SiData sebagai alat bantu pencatatan dan pelaporan serta keterlibatan beberapa pihak. Namun pelaksanaan pemantauan pertumbuhan balita masih terdapat beberapa kendala antara lain belum optimalnya koordinasi, monitoring dan dukungan beberapa pihak di wilayah setempat. Belum tercapainya hasil cakupan di e-PPGBM melalui SiData tidak dapat digunakan untuk mengambil suatu keputusan jika data pengukuran belum mencapai 100%. Regulasi dan SOP di Tingkat Kota yang mengatur pembagian tugas dan fungsi pemanfaatan aplikasi SiData diperlukan agar pelaksanaan pemantauan pertumbuhan balita dapat berjalan optima

Growth monitoring is the process of observing a child's growth and development through regular anthropometric measurements compared to standards to measure adequate growth and early identification of growth disorders. Monitoring the growth of toddlers aims to ensure that each child develops according to a child's healthy growth and development path so that it can be a step in early detection of growth and development disorders in children, including stunting. Monitoring the growth of toddlers in Tangerang City has been carried out in accordance with the mandate in Presidential Regulation No. 72 of 2021 concerning the Acceleration of Reducing Stunting. Monitoring the growth of toddlers in Tangerang City starts from the posyandu by using the SiData application to record measurement results as an e-PPGBM feeder. The management of monitoring toddlers in nutritional surveillance in Tangerang City is reviewed using the CIPP Model evaluation theory from Stufflebeam which analyzes the components of context, input, process and product. This research is descriptive qualitative research. The research method uses in-depth interviews, focus group discussions (FGD) and document observation. The selection of informants was determined using purpose sampling. The informants in this research were chosen because they were directly involved and supported the implementation of activities, while the FGD participants were posyandu cadres. The data collected was primary data in the form of in-depth interviews and FGDs, while secondary data was obtained through document observation. This research describes the implementation of monitoring toddler growth in the implementation of nutritional surveillance in Tangerang City which analyzes the context component (background, problems and resources), the input component (strategy and implementation), the process component (development and implementation) and the product component (impact, effectiveness and sustainability). Monitoring the growth of toddlers in Tangerang City is carried out with the support of resources, budget and utilizing the digitization of the SiData application as a recording and reporting tool as well as the involvement of several parties. However, the implementation of monitoring the growth of toddlers still has several obstacles, including lack of optimal coordination, monitoring and support from several parties in the local area. If coverage results have not been achieved in e-PPGBM via SiData, it cannot be used to make a decision if the measurement data has not reached 100%. Regulations and SOPs at the City Level that regulate the division of tasks and functions for using the SiData application are needed so that monitoring the growth of toddlers can run optimally.
Read More
T-7156
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Risa Morina; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Eli Zabet
S-6831
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melisa Charoline Rembet; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Anhari Achadi, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Marwati, Nur Annisa Fauziyah
Abstrak:
Kanker leher rahim berada pada kedua tertinggi yaitu 9.2 per 100.000 penduduk, angka kematian rata-rata 9.0 per 100.000 penduduk. Cilegon belum mencapai target pemeriksaan IVA yang ditentukan, tahun 2019 sampai 2022 mencapai 0.99%; 1.78%, 2.05%, dan 2.35%, sehingga belum mencapai target nasional sebesar 80% dan target SPM kesehatan 100% dengan sasaran 71.139 orang. Tujuan penelitian untuk menganalisis capaian deteksi dini kanker leher rahim di Puskesmas Kota Cilegon 2019-2022. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, dilaksanakan pada bulan April – Mei 2023. Hasil penelitian dari sisi komponen hasil (capaian program) deteksi kanker leher rahim di Kota Cilegon periode 2019-2022 belum mencapai target SPM. Dari sisi komponen struktur, SDM, SOP, pendanaan dan sarana prasarana sudah tersedia, tetapi masih ada sedikit kendala pada ketidakseimbangnya jumlah SDM dan target. Dari sisi komponen proses, setiap puskesmas sudah menjalankan proses perencanaan, pelaksanaan, pencatatan, pelaporan, serta monitoring evaluasi sesuai dengan prosedur. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memudahkan akses, sosialisasi aktif dilakukan, pendekatan inovatif serta kerjasama lintas program sudah dilakukan dan kerja sama lintas sektor belum menambahkan capaian deteksi dini kanker leher rahim di Puskesmas se-Kota Cilegon secara signifikan, hal ini disebabkan karena ketidaksamaan persepi tentang penghitungan target, belum maksimalnya kegiatan promosi dan advokasi, pendekatan komunikasi yang belum tepat, penggunaan media yang belum efektif, pemanfaatan yang belum maksimal potensi-potensi yang ada di Kota Cilegon sebagai kota industri, serta masyarakat yang takut diperiksa atau tidak tahu tentang pemeriksaan IVA

Cervical cancer ranks second highest at 9.2 per 100,000 population, with an average death rate of 9.0 per 100,000 population. Cilegon has not reached the designated target for IVA screenings, with percentages from 2019 to 2022 reaching 0.99%, 1.78%, 2.05%, and 2.35%, thus not achieving the national target of 80% and the health SPM target of 100%, with a target population of 71,139 individuals. The research objective is to analyze the achievement of early detection of cervical cancer at the Cilegon City Health Center from 2019 to 2022. The research design is qualitative with a case study design, conducted in April - May 2023. The research findings indicate that the program's achievement in detecting cervical cancer in Cilegon City from 2019 to 2022 has not reached the SPM target. In terms of structural components, human resources, standard operating procedures, funding, and infrastructure are already available, but there is still a slight obstacle due to the imbalance between the number of human resources and the target. In terms of process components, each health center has implemented planning, implementation, recording, reporting, and monitoring and evaluation processes according to procedures. Efforts have been made to facilitate access, actively promote awareness, employ innovative approaches, and foster cross-program cooperation, but cross-sector collaboration has not significantly improved the early detection of cervical cancer at the Cilegon City Health Center. This is due to discrepancies in perceptions of target calculation, suboptimal promotion and advocacy activities, inappropriate communication approaches, ineffective media usage, underutilization of potential resources in Cilegon as an industrial city, and a population that is either afraid of or unaware of IVA screenings.



Read More
T-6716
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Kartika Sari; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Puput Oktamianti, Dedih Nazmudin
S-6374
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Qanita Syakiratin; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Anhari Achadi, Mardiati Nadjib, Retno Kusuma Dewi, Heni Handayani
Abstrak: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular utama penyebab kematian di dunia. Deteksi dini TB yang direkomendasikan oleh WHO disebut dengan Xpert MTB/RIF atau Tes Cepat Molekuler yaitu pemeriksaan diagnostik untuk mendeteksi bakteri TB dan untuk melihat sensitivitas dan spesifitas dari rifampisin. Utilisation rate alat TCM di Indonesia tahun 2018 masih rendah yaitu 35%. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pemanfaatan alat TCM yang diukur dengan utilisation rate, alur jejaring, serta kondisi laboratorium untuk mengetahui apakah penempatan alat TCM di RSP Rotinsulu, RS Al Islam, BBKPM, dan Labkesprov Jabar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu pemanfaatan alat TCM di RSP Rotinsulu sangat baik bila dilihat dari utilisation rate yang tinggi, untuk RS Al Islam cukup baik meskipun alur jejaring tidak sesuai dengan yang telah diatur oleh Dinas Kesehatan, untuk BBKPM sangat baik diukur melalui utilisation rate yang tinggi, sedangkan untuk Labkesprov Jabar dinilai kurang apabila dilihat dari utilisation rate yang rendah dan alur jejaring yang tidak sesuai. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pemanfaatan alat TCM di RSP Rotinsulu, BBKPM, RS Al Islam dinilai baik dan penempatannya sudah tepat, sedangkan untuk Labkesprov Jabar pemanfaatan sangat kurang sehingga perlu adanya pertimbangan untuk pemindahan alat TCM ke fasyankes lain atau tetap dipertahankan dengan adanya perbaikan.
Read More
T-5823
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Memo Lukito; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Mardiati Nadjib, Zakiah, Mieska Despitasari
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kapasitas organisasi Puskesmas dalam mendukung upaya peningkatan status gizi balita di Kota Depok. Kapasitas organisasi dievaluasi melalui tujuh komponen utama, yaitu: ketersediaan sumber daya, kapabilitas manajerial, sistem informasi, kemampuan kepemimpinan, keuangan, serta kemampuan jejaring kerja. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 38 Puskesmas dan dilengkapi dengan wawancara mendalam secara kualitatif untuk mengkonfirmasi dan memperkaya temuan. Analisis kuantitatif dilakukan melalui uji bivariat menggunakan uji korleasi spearman, Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kapasitas organisasi Puskesmas di Kota Depok tergolong baik dan capaian status gizi balita di wilayah tersebut sebagian besar berada dalam kategori baik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak seluruh komponen kapasitas organisasi memiliki hubungan signifikan dengan status gizi balita. Namun demikian terdapat beberapa variabel yang memiliki hubungan bermakna secara statistik, yaitu: ketersediaan SDM (p = 0,010), perumusan masalah (p = 0,028), pengimplementasian keputusan strategis (p = 0,043), ketersediaan dana (p = 0,011), kesesuaian penggunaan dana (p = 0,011), ketepatan waktu pencairan dana (p = 0,022), keterlibatan masyarakat (p = 0,046), dan dukungan perangkat desa (p = 0,010). Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan program gizi balita tidak hanya ditentukan oleh kekuatan internal organisasi Puskesmas, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti perilaku masyarakat, keterlibatan aktor lokal, serta kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, perumusan kebijakan yang efektif perlu mempertimbangkan pendekatan yang holistik, tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat layanan primer, tetapi juga mendorong integrasi intervensi berbasis masyarakat serta dukungan multisektor dalam upaya mencapai perbaikan status gizi balita yang berkelanjutan.

This study aims to examine the organizational capacity of primary health centers (Puskesmas) in supporting efforts to improve the nutritional status of children under five in Depok City, Indonesia. Organizational capacity was evaluated through seven main components: resource availability, managerial capability, information systems, leadership ability, strategic planning, financial capacity, and network collaboration. A quantitative approach was applied using a cross-sectional design across 38 Puskesmas, supplemented with in-depth qualitative interviews to confirm and enrich findings. Quantitative analysis was conducted using Spearman’s correlation for bivariate. The findings revealed that, in general, Puskesmas in Depok had relatively good organizational capacity, and the overall nutritional status of under-fives was within a good category. The bivariate analysis showed that not all organizational components were significantly associated with nutritional status. However, several variables demonstrated statistically significant relationships the availability of human resources (p = 0.010), problem identification (p = 0.028), implementation of strategic decisions (p = 0.043), availability of funding (p = 0.011), appropriate use of funds (p = 0.011), timeliness of fund disbursement (p = 0.022), community involvement (p = 0.046), and support from village (p = 0.010). These findings suggest that the success of child nutrition programs is influenced not only by internal organizational strength but also by external factors such as community behavior, local government support, and cross sectoral collaboration. Therefore, effective policy development should adopt a holistic approach focusing not only on strengthening institutional capacity at the primary healthcare level but also on integrating community based interventions and multisectoral support to ensure sustainable improvements in child nutrition outcomes.
Read More
T-7293
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Memo Lukito; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Mardiati Nadjib, Zakiah, Mieska Despitasari
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kapasitas organisasi Puskesmas dalam mendukung upaya peningkatan status gizi balita di Kota Depok. Kapasitas organisasi dievaluasi melalui tujuh komponen utama, yaitu: ketersediaan sumber daya, kapabilitas manajerial, sistem informasi, kemampuan kepemimpinan, keuangan, serta kemampuan jejaring kerja. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 38 Puskesmas dan dilengkapi dengan wawancara mendalam secara kualitatif untuk mengkonfirmasi dan memperkaya temuan. Analisis kuantitatif dilakukan melalui uji bivariat menggunakan uji korleasi spearman, Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kapasitas organisasi Puskesmas di Kota Depok tergolong baik dan capaian status gizi balita di wilayah tersebut sebagian besar berada dalam kategori baik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak seluruh komponen kapasitas organisasi memiliki hubungan signifikan dengan status gizi balita. Namun demikian terdapat beberapa variabel yang memiliki hubungan bermakna secara statistik, yaitu: ketersediaan SDM (p = 0,010), perumusan masalah (p = 0,028), pengimplementasian keputusan strategis (p = 0,043), ketersediaan dana (p = 0,011), kesesuaian penggunaan dana (p = 0,011), ketepatan waktu pencairan dana (p = 0,022), keterlibatan masyarakat (p = 0,046), dan dukungan perangkat desa (p = 0,010). Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan program gizi balita tidak hanya ditentukan oleh kekuatan internal organisasi Puskesmas, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti perilaku masyarakat, keterlibatan aktor lokal, serta kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, perumusan kebijakan yang efektif perlu mempertimbangkan pendekatan yang holistik, tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat layanan primer, tetapi juga mendorong integrasi intervensi berbasis masyarakat serta dukungan multisektor dalam upaya mencapai perbaikan status gizi balita yang berkelanjutan.

This study aims to examine the organizational capacity of primary health centers (Puskesmas) in supporting efforts to improve the nutritional status of children under five in Depok City, Indonesia. Organizational capacity was evaluated through seven main components: resource availability, managerial capability, information systems, leadership ability, strategic planning, financial capacity, and network collaboration. A quantitative approach was applied using a cross-sectional design across 38 Puskesmas, supplemented with in-depth qualitative interviews to confirm and enrich findings. Quantitative analysis was conducted using Spearman’s correlation for bivariate. The findings revealed that, in general, Puskesmas in Depok had relatively good organizational capacity, and the overall nutritional status of under-fives was within a good category. The bivariate analysis showed that not all organizational components were significantly associated with nutritional status. However, several variables demonstrated statistically significant relationships the availability of human resources (p = 0.010), problem identification (p = 0.028), implementation of strategic decisions (p = 0.043), availability of funding (p = 0.011), appropriate use of funds (p = 0.011), timeliness of fund disbursement (p = 0.022), community involvement (p = 0.046), and support from village (p = 0.010). These findings suggest that the success of child nutrition programs is influenced not only by internal organizational strength but also by external factors such as community behavior, local government support, and cross sectoral collaboration. Therefore, effective policy development should adopt a holistic approach focusing not only on strengthening institutional capacity at the primary healthcare level but also on integrating community based interventions and multisectoral support to ensure sustainable improvements in child nutrition outcomes.
Read More
T-7368
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Karina Syafitri; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Ede Surya Darmawan, Anhari Achadi, Ari Sudarsono, Ratna Sari
Abstrak: Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang mempunyai peranan penting dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar. Upaya pelayanan kesehatan tersebut lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Fisioterapi merupakan pelayanan inovasi di Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran layanan fisioterapi dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan di enam Puskesmas Kecamatan di wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metodologi peneltian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk melihat gambaran mendalam dari peran layanan fisioterapi di Puskesmas wilayah DKI Jakarta. Hasil dari penelitian ini pelayanan fisioterapi untuk kasus muskuloskeletal dapat berkunjung ke semua Puskesmas di wilayah DKI Jakarta. Pelayanan fisioterapi untuk kasus neurologi dapat dilayani di Puskesmas Kecamatan Koja, Matraman, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, dan Pancoran. Pelayanan fisioterapi untuk kasus kardiorespirasi dapat dilayani di Puskesmas Pasar Minggu, Koja, Kebayoran Lama, dan Pancoran. Peran layanan fisioterapi di Puskesmas berdasarkan Permenkes No.65 tahun 2015 yang tergabung dalam anggota tim hanya Puskesmas Kec. Pasar Minggu dan Puskesmas Kecamatan Matraman. Selain itu didapatkan kurangnya dukungan kebijakan, belum meratanya SDM fisioterapis di Puskesmas serta kurangnya keterampilan fisioterapis dalam melaksanakan pelayanan kesehatan masyarakat. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu masih dominannya layanan fisioterapi dalam upaya kuratif pada kasus di Puskesmas dibandingkan dengan upaya promotif dan preventif pada kelompok.
Read More
T-5825
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive