Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37670 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muslimah; Pembimbing: Dian Ayubi, Dien Anshari; Penguji: Tri Krianto, ; Rudyanto, Chandra; Retno Damarwati
Abstrak: Data imunisasi dasar lengkap di Kabupaten Tangerang berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 yaitu sebanyak 45,7% dengan status imunisasi dasar lengkap dan 43% dengan status imunisasi dasar tidak lengkap. Salah satu strategi Kementerian Kesehatan dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap dengan pemberdayaan masyarakat melalui peran aktif kader posyandu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peran kader posyandu dalam program imunisasi dasar lengkap. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain cross sectional, pengambilan sampel dengan simple random sampling dan sebanyak 104 telah terpilih sebagai responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan cara wawancara. Responden pada penelitian ini adalah kader posyandu yang bertugas di wilayah kerja Kecamatan Cisauk yaitu Puskesmas Cisauk dan Suradita. Hasil penelitian menunjukkan peran kader yang aktif dalam imunisasi dasar lengkap rata-rata sebanyak 62,5% dimana peran dalam kegiatan imunisasi sudah dijalankan dengan cukup baik, terutama dalam hal penyebaran informasi tentang penyelenggaraan imunisasi di posyandu. Faktor-faktor yang yang berhubungan dengan peran kader pengetahuan, penghargaan, Supervisi. Faktor dominan dalam penelitian adalah Supervisi petugas kesehatan dengan nilai OR 9.3 yang artinya adanya supervisi petugas kesehatan akan memberikan peluang 9,3 kali terhadap peran kader dalam program imunisasi dasar lengkap di Kecamatan Cisauk di Kabupaten Tangerang tahun 2019.
Read More
T-5737
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asma' Fauziah; Pemimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Ira Yuliani
Abstrak:
Sebanyak 4,8% penduduk Indonesia telah melebihi batas konsumsi gula yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 tahun 2013. Selain itu, proporsi konsumsi minuman berpemanis ≥ 1 kali/hari di Indonesia meningkat sebesar 8,17% pada tahun 2018. Banten merupakan salah satu provinsi dengan proporsi konsumsi minuman berpemanis yang tinggi (61,46%), lebih besar dari proporsi konsumsi minuman berpemanis di Indonesia. Salah satu penyumbang proporsi terbesar merupakan Tangerang. Konsumsi minuman berpemanis merupakan salah satu faktor utama yang mendorong obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, uang saku, teman, dan akses dengan perilaku konsumsi MBDK pada siswa-siswi SMAN 28 Kabupaten Tangerang pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data penelitian dikumpulkan melalui pengisian self-administered questionnaire oleh 172 siswa aktif SMAN 28 Kabupaten Tangerang. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian telah menunjukkan sebanyak 88 (50,6%) responden mengonsumsi MBDK yang tinggi. Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan signifikan secara statistik antara jenis kelamin (p= 0,046; OR= 2,16; 95% CI 1,07 - 4,36) dan uang saku (P= 0,004; OR=2,62; 95% CI 1,40-4,89) dengan Konsumsi MBDK, sehingga saran yang dapat diberikan peneliti yaitu membatasi penjualan dan iklan MBDK dan menyediakan air siap minum di sekolah.

Approximately 4.8% of the Indonesian population has exceeded the sugar consumption limit set by the Minister of Health Regulation No. 30 of 2013. Furthermore, the proportion of daily sweetened beverage consumption in Indonesia increased by 8.17% in 2018. The province of Banten is notable for having a high proportion of sweetened beverage consumption (61.46%), exceeding the national average, with Tangerang being a significant contributor. The consumption of sweetened beverages is a primary factor contributing to obesity. This study aims to investigate the knowledge, attitudes, pocket money, peer influence, and access related to the behavior of sweetened beverage consumption (MBDK) among students of SMAN 28 in Tangerang Regency in 2024. A cross-sectional study design was employed, with data collected via a self-administered questionnaire completed by 172 active students of SMAN 28 Tangerang Regency. Data analysis was conducted using the chi-square test to examine the relationships between the independent variables and the dependent variable. The findings revealed that 88 respondents (50.6%) exhibited high consumption of MBDK. Additionally, the study identified statistically significant relationships between gender (p= 0.046; OR= 2.16; 95% CI 1.07 - 4.36) and pocket money (p= 0.004; OR= 2.62; 95% CI 1.40 - 4.89) with MBDK consumption. Based on these findings, it is recommended to implement restrictions on the sale and advertisement of MBDK and to provide readily available drinking water in schools.
Read More
S-11622
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Muthia Taufik; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Dian Ayubi, Anna Theresia Mangarani Saragih
Abstrak:
Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor penting dalam pencegahan penyakit tidak menular. Meskipun demikian, data mengenai aktivitas fisik dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya pada tingkat kecamatan masih terbatas, termasuk di Kecamatan Tarumajaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan aktivitas fisik pada masyarakat Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi tahun 2026. Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik yang cukup (89,27%). Mayoritas responden berusia dewasa awal, berjenis kelamin laki-laki, memiliki pekerjaan dengan aktivitas fisik pasif, pengetahuan yang baik mengenai aktivitas fisik, mendapatkan dukungan tetangga, serta menilai fasilitas aktivitas fisik di lingkungannya mendukung. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa dukungan keluarga berhubungan signifikan dengan aktivitas fisik (p=0,023; OR=3,01; 95% CI=1,13–8,03). Sementara itu, usia, jenis kelamin, pekerjaan, pengetahuan, dukungan tetangga, dan fasilitas aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan aktivitas fisik. Mayoritas masyarakat Kecamatan Tarumajaya telah memenuhi rekomendasi aktivitas fisik yang dianjurkan. Dukungan keluarga merupakan faktor yang berhubungan dengan aktivitas fisik, sedangkan faktor individu, dukungan tetangga, dan fasilitas aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.

Physical activity is an important factor in preventing non-communicable diseases. However, evidence regarding physical activity and its associated factors at the sub-district level remains limited, including in Tarumajaya District. This study aimed to analyze factors associated with physical activity among the community of Tarumajaya District, Bekasi Regency, in 2026. A cross-sectional study was conducted among 205 residents of Tarumajaya District. Data were collected through an online questionnaire. Physical activity was measured using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) and categorized based on MET-minutes/week. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. Most respondents had sufficient physical activity levels (89.27%). The majority were young adults, male, had physically passive occupations, possessed good knowledge of physical activity, received neighborhood support, and perceived local physical activity facilities as supportive. Bivariate analysis showed that family support was significantly associated with physical activity (p=0.023; OR=3.01; 95% CI=1.13–8.03). In contrast, age, sex, occupation, knowledge, neighborhood support, and physical activity facilities were not significantly associated with physical activity. Most residents of Tarumajaya District met the recommended level of physical activity. Family support was significantly associated with physical activity, while individual factors, neighborhood support, and physical activity facilities showed no significant association.
Read More
S-12317
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Delri Soni; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Anwar Hasan, Luknis Sabri, Abdurrahman
T-2737
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wira Dharma; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih, Ella Nurlella Hadi; Penguji: Luknis Sabri, Indrarti Soekotjo, Devi Maryori
Abstrak:

Masa remaja merupakan fase penting dalam kehidupan seseorang, dimana pada ihse tersebut terjadi perubahan baik secara biologis maupun psikologis. Perubahan ini akan menyebabkan perubahan perilaku seksual yang harus disikapi dengan hati-hati agar tidak menimbulkan masalah. Perilaku seksual adalah seluruh tingkah laku yang didorong oleh adanya hasrat seksual baik dengan lawan jenis ataupun sesama jenisnya. Manifestasi yang bennacam-macam dari perilaku seksual ini sering menyebabkan masalah selama masa remaja seperti hubungan seksual pranikah, aborsi, penyakit menular seksual dan juga HIV/AIDS. Tujuan penelitian adalah untuk rnengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual siswa SMA di Kecamatan Bangkinang tahun 2008. Manfaat penelitian adalah untuk memberikan masukan kepada pembuat keputusan dan pelaksana program kesehatan dalam melakukan pembinaan kepada remaja sebagai pribadi yang berkembang. Desain penelitian menggunakan cross sectional dan melihat hubungan antara faktor predisposisi dan penguat dengan perilaku seksual siswa SMA di Kecamatan Bangkinang Faktor predisposisi meliputi umm, jenis kelamin, pengetahuan dan sikap. Faktor penguat meliputi nilzzi moral dalam masyarakat keharmonisan keluarga, pengaruh Ieman sebaya, lingkungan pendidikan dan keterpaparan oleh media informasi. Penelitian dilakukan pada bulan Februari dan Maret 2008. Lokasi penelitian adalah Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar Propinsi Riau dengan populasi seluruh siswa SMA di Kecamatan Bangkinang. Sampel dipilih secara acak sederhana berjumlah 432 orang. Pengambilan data dilakukan dengan meminta responden untuk mengisi kuisioner. Hasil penelitian mendapatkan adanya 27 orang responden (6,3%) yang telah melakukan hubungan seksual pranikah, dimana 3 orang responden atau pasangannya hamil dan semuanya menggugurkan kandungan sendiri atau dengan bantuan dukun. Responden yang memiliki perilaku seksual beresiko sebesar 152 responden atau 35,2%. Faktor yang memiliki hubungan bemrakna dengan perilaku seksual adalah nilai moral dalam masyarakat, pengaruh teman sebaya dan ke/terpaparan oleh media informasi. Responden dengan nilai moral masyarakat yang longgar berpeluang memiliki perilaku seksual beresiko 1,8 kali dibandingkan siswa dengan nilai moral dalam masyarakat yang ketat setelah dikontrol oleh faktor pengaruh teman sebaya dan faktor keterpaparan oleh media informasi. Siswa yang terpengaruh oleh teman sebayanya berpeluang memiliki perilaku seksual beresiko 2,6 k li dibandingkan siswa yang tidak terpengaruh teman sebayanya setelah dikontrol oleh faktor nilai moral dalam masyarakat dan keterpaparan oleh media infonnasi. Siswa yang terpapar oleh media informasi berpeluang memiliki perilaku seksual beresiko 3,3 kali dibandingkan dengan siswa yang kurang terpapar oleh media informasi, setelah dikontrol oleh faktor nilai moral dalam masyarakat dan pengaruh teman sebaya. Diperoleh hasil bahwa keterpaparan oleh media informasi merupakan faktor yang paling dominant berhubungan dengan perilaku seksual beresiko setelah dikontrol oleh nilai moral dalam masyarakat dan pengaruh teman sebaya. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar para pembuat kebijakan mengeluarkan peraturan tentang pemasangan software antipomografi pada setiap penyedia jasa intemet, mengadakan pelatihan konselor bagi teman sebaya, pembatasan I-IP berkamera di lingkungan sekolah, dan memperbanyak materi kesehatan reproduksi yang bertanggungiawab untuk seluruh siswa SMA.


This the important life phase in someone life, at this phase the changed happened meaning by biological and psychological. This change will cause the behavioral change of sexual attitude which must carefully faced in order not to generate problem. Sexual behavior is the entire adolescent behaviour pushed by existence of good sexual ambition with its oposite gender and or its sesame type. Too many kinds of this sexual behavior manifestation will often cause the problem of during teen-age, like a prcmarital sexual intercourse, abonion, sexual contagion as well as HIV I AIDS. The research aim to to know the factors that related to sexual behavior of Senior High School students at Bangkinang District in year of 2008. This Research benefit is to give the input to decision maker and reproduction health programmer in conducting construction to adolescent as an cxpandent person. The research use cross sectional designed to see the relation between the predisposing and reinforcing factors with sexual behavior of SMA student in Bangkinang District. Predisposing factors cover the age, gender, knowledge and attitude. Reinforcing factor cover asses the moral in society, the family harmonious, friend influence coeval, mileu of school and exposurcd by media of information. Research conducted in Februari and March 2008. Research location is in District of Bangkinang of Kampar regents Riau Province, with the entire population student SMA in District Bangkinang. Sampel selected at random modestly amount to 432 people. Data intake conducted by asking for responder to fill questioner. Result of the research get 27 responder ( 6,3%) which have done the premarital sexual intercourse, whcrc 3 responder or their couple was pregnant and altogether abon the pregnance by themself or constructively soothsayer. The responder who owning high risk sexual behaviour is about 152 responder or 35,2%. Factors that have significant relation with sexual behaviour is moral value in society, friend influence coeval and media of information exposure. Responder with the diffuse society moral value have opportunity to have the high risk sexual behavior l,8 times compared to student with the moral value in tight society after controlled by factor of friend influence coeval and media of information exposure. Student affected by friend coeval have opportunity to have the high risk sexual behavior 2,6 _times compared to a student which is not affected by a friend coeval alter controlled by factor assess the moral in society and the media of infomation exposure. Student which media of infomation exposure have opportunity to have the high risk sexual behavior 3,3 times compared to a less student of media exposure, after controlled by factor assess the moral in society and friend influence coeval. Obtained by the result that media of information exposure represent the most of dominant factor that relate to the high risk sexual behavior alter controlled by moral value in society and iiiend influence coeval. Pursuant to research result suggested that all policy maker release the regulation of software antipornography installation in each internet service provider, performing a counselor training to friend coeval, demarcation of camera handphonc in school environment, and multiply the items of responsibly health reproduction entire SMA student.

Read More
T-2855
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siska Amalia Rachmah; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Trini Sudiarti, Musliha
Abstrak: Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan angka cakupan pola pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-5 bulan sebesar 37,3%, dan menurut Badan Pusat Statistik tahun 2018, jumlah tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) wanita meningkat dari 55,04% menjadi 55,44%. Hal ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ASI eksklusif pada ibu bekerja di RSCM Kencana tahun 2019. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional, sampel 80 dipilih secara acak sederhana yang memiliki bayi berusia lebih dari 7 bulan sampai dengan 24 bulan. Data dikumpulkan dengan cara responden mengisi sendiri kuisioner dengan dianalisis menggunakan uji chi-square. Faktor yang diduga berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah faktor predisposisi yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah pengetahuan (p= 0,036, OR = 3,14, 95% CI =1,08-9,14) dan sikap (p= 0,046, OR= 3,15, 95% CI = 1,13- 8,71). Ketersediaan fasilitas yang merupakan faktor pemungkin yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif (p= 0,035, OR = 4,55, 95% CI = 1,26-16,31). Faktor penguat yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif adalah dukungan suami (p= 0,032, OR= 3,31, 95% CI 1,21-9,11) dan dukungan pengasuh (p= 0,034, OR= 3,43, 95% CI = 1,21-9,69).
Keyword : ASI Eksklusif, Kesehatan Karyawan, Kesehatan Reproduksi
Read More
S-10039
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diah Tama Novianti; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Hadi Pratomo, Joko Sugiharto
Abstrak: Pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dapat menjadi bekal remaja dalam berperilaku sehat dan bertanggung jawab, namun tidak semua remaja memperoleh informasi yang cukup dan benar tentang kesehatan reproduksi, salah satunya mengenai kebersihan genitalia. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan perilaku kebersihan genitalia santriwati Pondok Pesantren X Jakarta tahun 2019. Penelitian ini menggunakan disain studi crosssectional dengan menggunakan data primer pada 80 santriwati di Pondok Pesantren X Jakarta. Hasil menunjukkan bahwa 65% santriwati memiliki perilaku kurang baik dalam kebersihan genitalia Berdasarkan analisis bivariat, diketahui faktor yang mempunyai hubungan bermakna dengan perilaku kebersihan genitalia adalah usia (p=0,033), pengetahuan (p=0,006), keterpaparan informasi (p=0,001), dan dukungan keluarga (p=0,004).
Kata kunci: kebersihan genitalia, perilaku, perilaku kebersihan genitalia, Pondok Pesantren, remaja, santriwati, pengetahuan, keterpaparan informasi, dukungan keluarga.

Adolescents knowledge about reproductive health can be a provision for adolescents in behaving healthily and responsibly, but not all adolescents have sufficient and accurate information about reproductive health, one of which is about genital hygiene. This thesis aims to determine the factors associated with genital hygiene behavior of female students at X Boarding School Jakarta in 2019. This study used a cross-sectional study design using primary data on 80 female students at X Boarding School Jakarta. The results show that 65% of female students have poor behavior in genital hygiene. Based on bivariate analysis, the factors that have a significant relationship with genital hygiene behavior are age (p = 0.033), knowledge (p= 0.006), information exposure (p= 0.001) and family support (p= 0.004).
Keyword: Genital hygiene, behavior, genital hygiene behavior, boarding school, adolecents, female student, knowledge, information exposure, family support
Read More
S-10353
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajar Nurul Fadhilla; Pembimbing: Dien Anshari; Penguji: Dian Ayubi, Mario Ekoriano
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan tidak diinginkan pada wanita usia subur di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan data hasil Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (SKAP KKBPK) Tahun 2019 yang menggunakan desain potong lintang. Data dianalisis dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan persentase kehamilan tidak diinginkan di Indonesia tahun 2019 adalah 17,5%.
Read More
S-10695
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Wahyuni; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih, Anwar Hassan; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Ratu Nur`aini Solihah, Lilis Qouliyah
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor (faktorpredisposisi yaitu umur, pengetahuan tentang HIV AIDS, sikap terhadappenggunaan kondom, faktor pendukung yaitu keterpaparan program HIV AIDSdan ketersediaan kondom, faktor penguat yaitu adanya kelompok dukungansebaya yang berhubungan dengan praktek penggunaan kondom pada kelompokwaria di Kota Tangerang tahun 2015. Penelitian ini menggunakan desain crosssectional dengan sampel berjumlah 151 waria yang diambil dari seluruh totalsampel dan kuesioner sebagai alat ukur penelitian. Hasil penelitian inimenunjukan bahwa 55,6% responden selalu menggunakan kondom, 56,3%berumur sama dengan 30 tahun, 57,6% berpengetahuan baik, 51,7% bersikapnegatif terhadap penggunaan kondom, 53,6% terpapar program HIV AIDS, 62,3%tersedia kondom, 76,2% ada Kelompok dukungan sebaya. Menurut uji chi squareterdapat 4 variabel yang memiliki hubungan signifikan terhadap praktekpenggunaan kondom pada waria yaitu pengetahuan mengenai HIV AIDS,keterpaparan program HIV AIDS, ketersediaan kondom, dan dukungan kelompoksebaya. Faktor yang paling dominan adalah keterpaparan program HIV AIDSterhadap praktek penggunaan kondom pada waria.Kata kunci : waria, kondom, HIV AIDS
The purpose of this study was to determine the factors (predisposing factors suchas age, knowledge about HIV AIDS, attitudes towards condom use, enablingfactors are exposure to HIV AIDS program and the availability of condoms,reinforcing factor is the existence of peer support groups associated with thepractice of the use of condoms on transsexuals in Tangerang city in 2015. Thisstudy used cross sectional design with a sample totaling 151 transvestites taken ofthe total sample and questionnaire as a measuring tool of the study. The results ofthis study showed that 55.6% of respondents always use a condom, 56.3 % of thesame age to 30 years, 57.6% good knowledge, 51.7% negative attitudes towardcondom use, 53.6% are exposed to HIV AIDS program, 62.3% providedcondoms, 76.2% no peer support groups. According to chi square test there arefour variables that have a significant relation to the practice of condom use ontranssexuals that knowledge about HIV AIDS, exposure to HIV AIDS program,the availability of condoms, and peer support. The most dominant factor is theexposure of HIV-AIDS program to the practice of the use of condoms on atranssexual.Keywords: transvestites, condoms, HIV AIDS
Read More
T-4343
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kenvin Marfian; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Rita Damayanti, Pujianingsih, Panpan Risvan
Abstrak:
Noncommunicable diseases (NCDs) have caused high burden of mortality in Indonesia. One of the main risk factors of NCDs is physical inactivity, which has become a problem in Bandung Regency. Biological, psychological, sociodemographic, sociocultural, and built environment (BE) factors affect physical activity (PA) levels. This study seeks to understand the factors that are associated with adults’ PA in Bojongsoang District. This quantitative, observational, analytical study uses a cross-sectional design. The study population are adults aged 18-59 years old which are domiciled in Bojongsoang District, while the study sample is determined to be 250 people based on calculation of two proportion differences. Data is collected through questionnaire-based guided interview. Univariate analysis shows that the number of respondents that engage in PA at least 150 minutes/week is 69,2%. Multiple logistic regression results show that work (OR 0,555; CI 95% 0,313-0,983), private vehicle ownership (OR 4,351; CI 95% 1,188-15,940), and social support (OR 3,160; CI 95% 1,776-5,621) are associated with PA after controlling for other independent variables. Private vehicle ownership is the most dominant variable associated with adults’ PA in Bojongsoang District. Community-oriented interventions to improve PA in Bojongsoang District needs to target the workers and those who use private vehicles.

Noncommunicable diseases (NCDs) have caused high burden of mortality in Indonesia. One of the main risk factors of NCDs is physical inactivity, which has become a problem in Bandung Regency. Biological, psychological, sociodemographic, sociocultural, and built environment (BE) factors affect physical activity (PA) levels. This study seeks to understand the factors that are associated with adults’ PA in Bojongsoang District. This quantitative, observational, analytical study uses a cross-sectional design. The study population are adults aged 18-59 years old which are domiciled in Bojongsoang District, while the study sample is determined to be 250 people based on calculation of two proportion differences. Data is collected through questionnaire-based guided interview. Univariate analysis shows that the number of respondents that engage in PA at least 150 minutes/week is 69,2%. Multiple logistic regression results show that work (OR 0,555; CI 95% 0,313-0,983), private vehicle ownership (OR 4,351; CI 95% 1,188-15,940), and social support (OR 3,160; CI 95% 1,776-5,621) are associated with PA after controlling for other independent variables. Private vehicle ownership is the most dominant variable associated with adults’ PA in Bojongsoang District. Community-oriented interventions to improve PA in Bojongsoang District needs to target the workers and those who use private vehicles.
Read More
T-7164
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive