Ditemukan 40519 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Aninditya NS; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Robiana Modjo, Yuni Kusminati, Devi Partina Wardani
Abstrak:
Nama : Aninditya NS Program Studi : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Judul : Analisis Aspek Keselamatan, Kesehatan dan Lingkungan di Hunian Sementara Mahasiswa di Pondok Cina Depok, Tahun 2019 Pembimbing : Prof. Dra. Fatma Lestari, Msi., PhD Semakin berkembangnya pendidikan tinggi di Indonesia, maka jumlah mahasiswa yang masuk perguruan tinggi semakin meningkat, dan hal ini membuat kebutuhan akan hunian sementara mahasiswa yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan banyaknya jenis dan jumlah hunian diperlikan klasifikasi dari berbagai jenis hunian yang ada di Pondok Cina. Metode yang digunakan purposive sampling dengan tools berupa checklist diikuti dengan wawancara dan observasi hunian sementara. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa klasifikasi kelas hunian yang ada di pondok cina terbagi atas tiga kelas yaitu kelas 5 yang paling baik sebesar 18%, kelas 4 sebesar 69% dan kelass terakhir kelas 3 sebesar 13%. Walaupun rata-rata sudah berada dalam kondisi yang relative aman tetapi masih butuh ditingkatkan mengenai kebijakan akan rokok, manajemen hama dan juga terkait persiapan pemadaman kebakaran. Kata kunci: Hunian sementara, klasifikasi hunian sementara ABSTRACT Name : Aninditya NS Study Program : Occupational Health and Safety Title : Risk Analysis for off campus housing near University of Indonesia at Pondok Cina, Depok Year 2019 Counsellor : Prof. Dra. Fatma Lestari, Msi., PhD The Rapid increasing student population as a result of increase interest in higher institutions of learning over the years and this make off campus housing demand increasing too. To provide high quality of housing to improve education quality. Area near campus provide many classification of rental housing in Pondok Cina. Methode using is purposive sampling with check list as a tools and also observation and interviews. Resulting there is only 3 best class in rental housing classification in Pondok Cina which is class 5 18%, class 4 69% the biggest class in Pondok Cina, and last class 3 13%. Although the condition of housing relatively safe, but still need improvement in pest management, cigarette policy and fire safety Key words: Off-campus housing, Classification off campus housing
Read More
T-5768
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ahmad Zamroni Lathif; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti, Devi Partina Wardani
Abstrak:
Aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan (K3L) pada hunian mahasiswa seringkali terabaikan, padahal universitas wajib memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan mahasiswa yang berada di luar kampus sebagai tanggung jawab moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek K3L pada hunian mahasiswa yang berada di sektiar Universitas Indonesia, salah satu universitas terbesar di Indonesia, yang belokasi di Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat. Aspek K3L yang di observasi dalam penelitian ini meliputi (1) tugas dan tanggung jawab pemilik dan penghuni; (2) struktur, fasilitas, dan ketentuan ruang; (3) keselamatan dan keamanan personal; (4) pencahayaan dan sistem kelistrikan; (5) kenyamanan suhu, ventilasi, dan efisiensi energi; (6) kontrol kelembaban, limbah padat, dan manajemen hama; dan (7) agen kimia. Penelitian ini menggunakan desain dekriptif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada 65 hunian mahasiswa yang berada di sekitar Universitas Indonesia yang berlokasi di Pondok Cina, Beji, Depok, Jawa Barat. Lembar checklist yang digunakan untuk observasi dan panduan wawancara mencakup penilaian terhadap aspek K3L pada hunian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya aspek agen kimia yang menunjukkan sangat kurang yakni sebesar 12% hunian mahasiswa. Untuk kategori kurang, sebanyak 12% hunian untuk aspek tugas dan tanggung jawab, 12% untuk aspek keselamatan dan keamanan personal, 9% untuk aspek kenyamanan suhu, ventilasi, dan efisiensi energi, 20% untuk aspek kontrol kelembaban, limbah padat, dan manajemen hama, dan 22% untuk aspek agen kimia. Namun, secara keseluruhan pemenuhan aspek K3L pada hunian mahasiswa sebagian besar sudah sangat baik. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk perbaikan aspek K3L pada hunian mahasiswa. Selanjutnya, perlu dilakukan sosialisasi terkait aspek K3L pada hunian mahasiswa baik dari kampus maupun dari pemerintah.
Read More
T-5601
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hasan Bisri; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti, Devi Patina Wardani
Abstrak:
Peningkatan jumlah mahasiswa berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan hunian. Peningkatan kebutuhan ini tidak diikuti oleh regulasi dan standar hunian di luar kampus yang sehat dan selamat. Hunian yang tidak memenuhi standar hunian sehat dan selamat dapat meningkatkan risiko sakit atau cidera pada mahasiswa. Sebuah penelitian membuktikan bahwa kondisi hunian di luar kampus memiliki tingkat pemenuhan aspek keselamatan dan kesehatan lebih rendah bila dibandingkan dengan hunian di dalam kampus. Di Universitas Indonesia tidak ditemukan data mengenai kualitas hunian mahasiswa dalam aspek K3L sehingga tidak diketahui bagaimana kualitas hunian tersebut. Kejadian kebakaran pernah terjadi pada hunian mahasiswa di tahun 2011. Pada bulan Januari 2016 terjadi kasus penyakit DBD sebanyak 436 kasus dan Leptospirosis sebanyak 5 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek K3L hunian mahasiswa dan 7 elemen pemenuhannya dengan desain penelitian deskriptif observasional. Sampel penelitian adalah hunian mahasiswa universitas Indonesia di Kelurahan Kukusan. Data didapatkan melalui wawancara dan observasi menggunakan daftar pertanyaan yang diadaptasi dari National Healthy Housing Standard. Kualitas hunian diklasifikasikan menjadi 5 level yaitu Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang dan sangat Kurang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan aspek K3L hunian mahasiswa di Kukusan kategori sangat baik (16%), baik (71%), dan cukup (13%). Pemenuhan kategori sangat baik adalah elemen struktur, fasilitas, perpipaan dan tata ruang (68%), kategori baik adalah elemen tugas dan tanggung jawab pemilik dan penghuni (55%), elemen pencahayaan dan sistem kelistrikan (48%), elemen suhu, ventilasi dan efisiensi energi (42%), elemen kelembaban, limbah padat dan manajemen pest control (39%). Sedangkan kategori cukup adalah elemen keselamatan dan keamanan personal (58%) dan elemen penggunaan bahan kimia (42%).
Read More
T-5614
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agung Raharjo; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Robiana Modjo, Yuni Kusminanti, Devi Partina Wardani
Abstrak:
Kondisi hunian yang baik diharapkan dapat memainkan peranan penting dalam meningkatkan atau memelihara status kesehatan maupun keselamatan penghuninya dan hunian mahasiswa telah diidentifikasi sebagai tipe rumah dengan risiko kesehatan dan keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan tipe lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk analisis kualitas hunian mahasiswa berdasarkan aspek keselamatan, kesehatan dan lingkungan. Disain penelitian adalah monitoring dan evaluasi yang bersifat analitik, berlokasi di wilayah Kelurahan Kukusan, dengan sampel kos-kosan yang didapatkan sejumlah 42 hunian. Instrumen yang digunakan adalah persyaratan yang diadopsi dari National Healthy Housing Standar. Pengukuran lingkungan (suhu, kelembapan, kebisingan, pencahayaan) juga dilakukan terhadap 10 sampel hunian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua elemen yang tingkat pemenuhannya sangat kurang pada hampir sebagian besar hunian. Elemen tersebut mencakup elemen keselamatan dan keamanan personal ; dan bahan kimia dengan rata-rata tingkat pemenuhan masing-masing 53% dan 45%. Sub elemen Keselamatan dalam hal ini APAR dan Alarm kebakaran menjadi dimensi yang paling banyak masuk kedalam kategori sangat kurang. Penggunaan pestisida dan rokok di dalam hunian pun menjadi kriteria yang tingkat pemenuhannya sangat kurang pada elemen bahan kimia. Pengukuran lingkungan menunjukkan bahwa nilai rata-rata suhu ruangan 31,96OC. Urgensi yang perlu dilakukan adalah intervensi promosi kesehatan oleh seluruh stakeholder terkait dalam meningkatkan pemenuhan aspek hunian khususnya pada elemen keselamatan, bahan kimia, dan kenyamanan termal (suhu).
Read More
T-5603
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sam Pangalo; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Yuni Kusminanti
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) sebagai pengabdian masyarakat dengan pendekatan prinsip leadership engagement dan community participation melalui mekanisme pembentukan Komite K3L dengan cara mengkombinasikan indikator-indikator yang mendukung pembentukan Komite K3L di FKM UI. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi yang menggunakan pendekatan kerangka kerja logis. Informan dalam penelitian ini merupakan representasi dari stakeholder yang terlibat dalam pembentukan K3L di FKM UI. Hasil penelitian menunjukkan Komite K3L di FKM UI belum ada anggaran yang secara khusus di alokasikan untuk menunjang program K3L serta perbaikan dan pengendalian risiko K3L yang merupakan temuan sepanjang tahun sehingga disarankan untuk memasukkan anggaran pelaksanaan program K3L tersebut ke dalam RKAT masing-masing departemen atau unit. Selain itu Komite K3L FKM UI juga belum memiliki surat keputusan pengesahan, Kebijakan K3L organisasi serta pedoman atau manual Komite K3L FKM UI yang di tandatangani oleh Manajemen Puncak sehingga disarankan agar Dekan FKM UI segera menetapkan dan mensahkan secara tertulis Komite K3L FKM UI, Kebijakan K3L organisasi serta manual pelaksanaannya dan dikomunikasikan ke semua pihak sehingga semua orang dapat mengetahui, memahami dan melaksanakan kewajiban serta perannya masing-masing dalam organisasi dan memiliki komitmen yang sama terhadap kebijakan yang ditetapkan.
This study aims to develop Health Safety and Environmental (HSE) as community service by leadership principles approach and community participation through mechanism of HSE Committee establishment by combining indicators that support HSE Committee establishment at FKM UI. This study was descriptive qualitative research with in-depth interviews, documents review and observations methods using the logical framework approach. Informen in this study were a representative of the stakeholders involved in the establishment of HSE at FKM UI. The results showed that the HSE Committee FKM UI does not have a budget for supportting the HSE program as well as HSE improvement and risk control which are the findings throughout the year and it is recommended to put into the Annual Work Plan and Budget (AWPB) of each Department or Units. The HSE Committee FKM UI also does not have the legalization decree, HSE policy as well as guidelines or manuals of HSE Committee that is signed by the Top Management. It is recommended that Dean of FKM UI immediately establish and ratify in writing the HSE Committee, HSE policy and manual, and communicated to all parties so that everyone knowns, understands and implements their respective obligations and roles in the organization and have the same commitment to the policy set.
Read More
This study aims to develop Health Safety and Environmental (HSE) as community service by leadership principles approach and community participation through mechanism of HSE Committee establishment by combining indicators that support HSE Committee establishment at FKM UI. This study was descriptive qualitative research with in-depth interviews, documents review and observations methods using the logical framework approach. Informen in this study were a representative of the stakeholders involved in the establishment of HSE at FKM UI. The results showed that the HSE Committee FKM UI does not have a budget for supportting the HSE program as well as HSE improvement and risk control which are the findings throughout the year and it is recommended to put into the Annual Work Plan and Budget (AWPB) of each Department or Units. The HSE Committee FKM UI also does not have the legalization decree, HSE policy as well as guidelines or manuals of HSE Committee that is signed by the Top Management. It is recommended that Dean of FKM UI immediately establish and ratify in writing the HSE Committee, HSE policy and manual, and communicated to all parties so that everyone knowns, understands and implements their respective obligations and roles in the organization and have the same commitment to the policy set.
S-9460
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Puteri Salsabila; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Sjahrul Meizar Nasri, Akhmad Ridho, Hani Ramadhani
Abstrak:
Laboratorium merupakan tempat yang kondusif untuk melakukan eksperimen, investigasi, dan observasi, dimana pada aktivitasnya melibatkan berbagai macam bidang ilmu. Aktivitas pembelajaran di laboratorium tidak terlepas dari potensi bahaya keselamatan, kesehatan, dan lingkungan, seperti bahaya kimia, fisika, biologi, bahkan bahaya keadaan darurat. Hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan manajemen risiko melalui implementasi aspek Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (SMK3L) Laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SMK3L di laboratorium Universitas Indonesia (UI). Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada laboratorium UI pada tahun 2020. Pencapaian implementasi SMK3L diukur menggunakan media berupa formulir centang inspeksi laboratorium yang telah dikembangkan oleh UI dan dengan beberapa penyempurnaan. Formulir centang ini memiliki 157 pertanyaan yang mencangkup 15 aspek SMK3L berupa pertanyaan tertutup. Skor inspeksi tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode gap analysis. Hasil analisis secara keseluruhan menunjukkan bahwa laboratorium UI telah memenuhi standar penerapan aspek SMK3L laboratorium yang telah ditentukan oleh batas pencapaian skor ≥ 70% (Lab A2 : 76%; Lab A4 : 78%; Lab A9 : 81%; Lab A10 : 78%; Lab F5 : 74%; Lab F12 : 73%; Lab F13 : 80%; Lab F14 : 85%; dan Lab G19 : 95%), dengan jangkauan penilaian terendah dan tertinggi pada masing-masing aspek SMKL nya (komitmen dan kebijakan : 50-100% ; perencanaan : 50-95% ; implementasi : 79-97% ; pengendalian operasional : 75-94% ; pemeriksaan : 33-100% ; tinjauan manajemen : 0100%). Adapun, tindakan peningkatan dan perbaikan masih harus dilakukan khususnya pada aspek dengan kesenjangan tertinggi, yaitu pengendalian operasional, yang terletak pada tata graha laboratorium, sistem inventarisasi alat dan bahan, dan persiapan keadaan darurat. Selain aspek tersebut, aspek pemeriksaan dan tinjauan manajemen pun masih harus ditingkatkan dengan melaksanakan audit.
Read More
T-6093
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Audrey Adhisty; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Muhamad Damawan
S-9000
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ratih Dewanti Alawiyah; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Baiduri Widanarko, Dadan Erwandi, Yuni Kusminati, Devi Partina Wardani
Abstrak:
Berdasarkan Undang-Undang No 14 Tahun 2005 dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen, serta tenaga pendidikan berhak memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan. Pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap dosen dalam pelaksanaan tugas. Perlindungan tersebut diantaranya adalah perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang mencakup perlindungan terhadap risiko gangguan keamanan kerja, kecelakaan kerja, kebakaran pada waktu kerja, bencana alam, kesehatan lingkungan kerja, dan/atau risiko lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di Universitas Indonesia dan National University of Singapore berdasarkan ISO 45001:2018. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode studi komparatif semi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukan adanya perbandingan antara Universitas Indonesia dan National University of Singapore. Universitas Indonesia dan National University of Singapore telah memenuhi persyaratan ISO 45001, terdapat 3 elemen yang memiliki perolehan skor tidak terpenuhi, sedangkan elemen lainnya memperoleh skor penilaian terpenuhi dan melebihi ekspektasi.
Read More
T-5813
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sulistia Hardianti; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Budi Harto, Randy Novirsa
Abstrak:
Skripsi ini membahas evaluasi penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja danLingkungan (K3L) di Area Kantin Asrama Mahasiswa, Kantin MUI, dan WismaM Universitas Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian semi kuantitatif dengandesain deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi penerapan K3Lberdasarkan kedua aspek sesuai dengan standar penerapan K3L Kantin UI yaituhigiene sanitasi makanan, dan aspek K3 kantin. Hasil penelitian didapatkanpersentase penerapan K3L di Kantin Asrama Mahasiswa (53%), Kantin MUI(41,8%), dan Wisma M (59,1%). Diharapkan agar setiap pengelola/karyawanKantin Asrama Mahasiswa, Kantin MUI, dan Wisma M dapatmempertimbangkan saran yang diberikan untuk K3L kantin.
Kata Kunci : Aspek K3 kantin, higiene sanitasi makanan, kantin
Read More
Kata Kunci : Aspek K3 kantin, higiene sanitasi makanan, kantin
S-9306
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadya Vierdelina; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Sjahrul Meizar Nasri, Robiana Modjo, Yuni Kusminanti, Yogi Wibisono Budhi
Abstrak:
Read More
Universitas Indonesia berkomitmen tinggi terhadap implementasi aspek K3L di seluruh lingkungan universitas melalui Peraturan Rektor No.1 Tahun 2016 tentang Implementasi K3L di UI. Namun, insiden yang terjadi di fakultas masih ada setiap tahunnya. Pendekatan sistem manajemen terhadap implementasi aspek K3L, telah ditentukan baik di tingkat universitas maupun fakultas melalui BSC. Lahirnya ISO45001:2018 memicu agar universitas dan fakultas dapat tersertifikasi sehingga dapat mendukung salah satu visi misi UI, yaitu meningkatkan rangking universitas di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi setiap klausul SMK3L berdasarkan ISO45001:2018 dan ISO14001:2015 di seluruh fakultas UI, melalui metode studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dimana dilakukan wawancara dan telaah dokumen kepada 17 fakultas di UI pada bulan April hingga September 2020. Hasil dari penelitian ini adalah nilai rata-rata implementasi di semua fakultas masih cukup rendah (34%). Hanya ada 2 fakultas yang sudah mulai mengimplementasikan aspek K3L berdasarkan ISO, sedangkan fakultas lainnya hanya berdasarkan BSC K3L cascade fakultas. Klausul yang paling tinggi dicapai adalah Klausul 5 Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja (55%), karena sudah semua fakultas memiliki Kebijakan K3L. Kesimpulan lainnya yaitu untuk meningkatkan implementasi K3L di fakultas diperlukan komitmen yang tinggi dari pimpinan puncak dan second layernya, didukung oleh personil tim yang handal dan sumber daya yang cukup. Kata kunci: Sistem Manajemen; Keselamatan Kerja; Kesehatan Kerja; Lingkungan; SMK3L; Fakultas; Universitas Indonesia, ISO45001, ISO14001
Universitas Indonesia is highly committed to implementing OSHE aspects throughout the university through Rector Regulation No. 1 of 2016 concerning the Implementation the OSHE of UI. However, incidents that occur at the faculty are still there every year. The management system approaches to the implementation of OSHE aspects has been determined at both the university and faculty levels through the BSC. The birth of ISO45001: 2018 triggered universities and faculties to be certified so that they could support one of UI's visions and missions, namely increasing the ranking of universities in the world. This study aims to analyze the implementation of each OSHEMS clause based on ISO45001: 2018 and ISO14001: 2015 in all UI faculties, through a descriptive study method with a quantitative approach, in which interviews and document reviews are conducted with 17 faculties of UI from April to September 2020. Results of This research show that the average value of implementation in all faculties are still quite low (34%). There are only 2 faculties that have started implementing OSHE aspects based on ISO, while the other faculties are only based on the BSC K3L faculty cascade. The clause that was achieved the highest was Clause 5 of Leadership and Worker Participation (55%), because all faculties had an OSHE Policy. Another conclusion is that to improve the implementation of OSHE in the faculty requires a high commitment from the top and second layer leaders, supported by reliable team personnel and sufficient resources. Key words: Occupational Safety, Health and Environment; Management System, OSHEMS, ISO45001; ISO14001,
T-7515
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
