Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32385 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Eka Purnama Dewi Ritonga; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Kurnia Sari, Supriyantoro, Vrilia Adirasari
Abstrak: Rekam medis elektronik (RME) telah diimplementasikan di poliklinik rawat jalan Rumah Sakit AN-NISA Tangerang sejak Februari 2019 yaitu di poliklinik rawat jalan. Hingga saat ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap RME. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi kuantitatif dan kualitatif (mixed methods) dengan desain sequential explanatory untuk menganalisis pengaruh persepsi pengguna tentang aspek presentation, information, economics, control, efficiency dan service terhadap penerapan RME. Penelitian kuantitatif dilakukan terlebih dahulu dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh pengguna RME yaitu dokter, perawat, administrator, staf radiologi, staf farmasi, dan staf laboratorium sebanyak 206 responden, sedangkan penelitian kualitatif dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi Metode analisis yang digunakan adalah metode regresi linier. Pada penelitian ini, dari hasil analisis deskriptif, 67.0 % responden menyatakan bahwa aspek presentation pada penerapan RME adalah baik, pada aspek information 60,2 % responden menyatakan baik, pada aspek economics 47,6% responden menyatakan baik, pada aspek control 55,8 % responden menyatakan cukup, pada aspek efficiency 82,5% responden menyatakan baik, dan pada aspek service 85,4% responden menyatakan baik. Seluruh variabel penelitian yaitu aspek Presentation, Information, Economics, Control, Efficiency dan Service berpengaruh terhadap penerapan RME. Hasil analisis kuantitatif sejalan dengan analisis kualitatif dimana masih dijumpai beberapa variabel yang belum optimal pelaksanaannya di poliklinik rawat jalan RS AN-NISA Tangerang dikarenakan dalam aplikasi RME masih ada yang harus dilengkapi.
Read More
B-2123
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pusposari Purwoko; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Artha Prabawa, Dwi Edhityasrini Pratikto
Abstrak:
Rekam medis merupakan berkas yang wajib dimiliki oleh rumah sakit, karena berisi tentang catatan pengobatan pasien di rumah sakit (RS). Saat ini rekam medis di Indonesia telah mengalami perubahan menjadi rekam medis berbasis elektronik dan wajib diimplementasikan paling lambat tanggal 31 Desember 2023. Beberapa RS telah mengembangkan RME namun implementasinya tidak berjalan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi rekam medis elektronik (RME) menggunakan metode Human, Organization dan Technology (HOT)-Fit di Instalasi Rawat Jalan RS AN-NISA Tangerang. Hubungan antara ketiga variabel tersebut akan dianalisis mengenai kaitannya dengan net benefit penggunaan rekam medis elektronik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional melalui survei. Teknik analisis data menggunakan analisis jalur untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menggambarkan bahwa ada hubungan antara teknologi RME dengan pengguna RME, ada hubungan antara teknologi RME dengan organisasi RS, ada hubungan antara organisasi RS dengan net benefit RME, ada hubungan tidak langsung antara teknologi RME dengan net benefit RME melalui organisasi RS, dan tidak ada bukti yang cukup kuat untuk membuktikan hubungan antara pengguna RME dengan net benefit RME. Saran dari penelitian ini supaya RS melakukan evaluasi rutin dan melibatkan para pengguna RME dalam pengembangan aplikasi.

Medical records are files that must be owned by hospitals, because they contain records of patient treatment in hospitals. Currently, medical records in Indonesia have changed to electronic-based medical records and must be implemented no later than December 31, 2023. Some hospitals have developed RME but the implementation is not running smoothly. This study aims to evaluate the implementation of electronic medical records (RME) using the Human, Organization and Technology (HOT)-Fit method at the Outpatient Installation of AN-NISA Tangerang Hospital. The relationship between the three variables will be analyzed regarding their relationship with the net benefits of using electronic medical records. This research is a quantitative study with a cross sectional approach through a survey. The data analysis technique uses path analysis to see the relationship between variables. The results illustrate that there is a relationship between RME technology and RME users, there is a relationship between RME technology and hospital organization, there is a relationship between hospital organization and RME net benefits, there is an indirect relationship between RME technology and RME net benefits through hospital organization, and there is no evidence strong enough to prove the relationship between RME users and RME net benefits. The suggestion from this study is for hospitals to conduct regular evaluations and involve RME users in application development.
Read More
B-2386
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yesti Mulia Eryani; Pembimbing: Pujiyanti; Penguji:
Abstrak:
Latar belakang: Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan telah mendorong rumah sakit untuk menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik (RME) guna meningkatkan mutu pelayanan, efisiensi kerja, dan keselamatan pasien. Kerangka PIECES merupakan kerangka kerja yang mengklasifikasikan masalah, peluang, dan arahan menjadi 6 kategori yang dapat memberikan panduan yang komprehensif dan seluruh faktor penting diperhatikan dalam melakukan evaluasi sehingga dapat diidentifikasi area-area yang membutuhkan perbaikan dan dapat mengukur dampak terhadap organisasi secara menyeluruh dalam evaluasi sistem RME. Penerapan RME di RS Andhika berjalan sejak 2022 namun sampai saat ini belum berjalan maksimal dan masih ditemukan kendala dalam pelaksanaannya seperti formulir yang tidak lengkap, hak akses staf tidak aktif masih ada, adanya dobel rekam medis dan capaian pengisian rekam medis di RS Andhika baru mencapai 93% dengan standar 100%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan RME di RSU Andhika Jakarta Selatan menggunakan metode PIECES yang mencakup enam aspek terdiri dari Performance, Information and Data, Economics, Control and Security, Efficiency, dan Service. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam serta telaah dokumen. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada aspek Performance, sistem RME telah memberikan informasi yang cukup tetapi masih ditemukan kendala teknis dan kelengkapan data. Information and Data dinilai cukup informatif namun fleksibilitas dan kesesuaian data dengan kebutuhan masih perlu ditingkatkan. Pada aspek Economics, ditemukan tantangan terkait keterbatasan integrasi dan tingginya biaya operasional. Control and Security sudah mengatur hak akses, namun masih ditemukan kelemahan dalam autentikasi pengguna. Efficiency menunjukkan sistem cukup mudah dipelajari namun tidak memberi notifikasi kesalahan. Aspek Service menunjukkan akurasi cukup baik, namun masih terdapat ketidakkonsistenan data di beberapa jenis data. Kesimpulan: Penerapan RME di RS Andhika saat ini belum optimal yang masih diperlukan perbaikan dalam setiap aspek yang mempengaruhi dilihat dari segi Performance, Information and Data, Economic, Control and Security, Efficiency, dan Service dengan melakukan perencanaan, evaluasi, dan monitoring dalam penerapan rekam medis elektronik serta berupaya untuk selalu melakukan perbaikan.

Background: The development of information technology in the health sector has encouraged hospitals to organize Electronic Medical Records (EMR) to improve reciprocal services, work efficiency, and patient safety. The PIECES framework is a framework that classifies problems, opportunities, and directions into 6 categories that can provide comprehensive guidance and all important factors are considered in conducting evaluations so that areas that need improvement can be identified and the impact on the organization as a whole can be measured in the EMR evaluation system. The implementation of EMR at Andhika Hospital has been running since 2022, but until now it has not been running optimally and there are still obstacles in its implementation such as incomplete forms, inactive staff access rights still exist, there are double medical records and the achievement of filling in medical records at Andhika Hospital has only reached 93% with a standard of 100%. Purpose: This study aims to analyze the implementation of EMR at Andhika Hospital, South Jakarta using the PIECES method which includes six aspects consisting of Performance, Information and Data, Economics, Control and Security, Efficiency, and Service. Method: This study is a qualitative study with data collection techniques carried out through observation, in-depth interviews and document review. Results: The results show that in the Performance aspect, the RME system has provided sufficient information but there are still technical constraints and data completeness. Information and Data are considered quite informative but anxiety and alignment of data with needs still need to be improved. In the Economic aspect, challenges were found related to limited integration and high operational costs. Control and Security have regulated access rights, but there are still weaknesses in user authentication. Efficiency shows that the system is quite easy to learn but does not provide error notifications. The Service aspect shows fairly good accuracy, but there is still data inconsistency in several types of data. Conclusion: The implementation of RME at Andhika Hospital is currently not optimal and still needs improvement in every aspect that affects it in terms of Performance, Information and Data, Economic, Control and Security, Efficiency, and Service by planning, evaluating, and monitoring in the implementation of electronic medical records and trying to always make improvements.

Read More
B-2534
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mentari Olivia Fatharanni; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Rico Kurniawan, Tris Eryando, Theryoto , Hilda Rizckya Badruddin
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan pengguna terhadap Rekam Medis Elektronik berdasarkan Kombinasi Technology Acceptance Model (TAM) dan Diffusion of Innovation Theory (DOI) di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Data penelitian dikumpulkan dengan menggabungkan desain kuantitatif dan kualitiatif. Pengumpulan data untuk desain kuantitatif dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan pengumpulan data untuk desain kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan hubungan positif, sangat kuat, dan signifikan antara Perceived Ease of Use (PEOU) dan Perceived Usefulness (PU), serta antara PEOU dan Attitude toward Using (ATU). Kemudahan penggunaan menjadi faktor paling dominan dalam membentuk sikap positif terhadap RME. Faktor demografis usia dan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap PEOU, sementara profesi menjadi variabel pembeda utama persepsi manfaat RME. Apoteker Klinis dan staf pendaftaran menunjukkan tingkat penerimaan tertinggi, sedangkan dokter umum dan radiografer menghadapi hambatan beban kerja dan ketidaksesuaian alur kerja. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi RME sangat bergantung pada kemudahan sistem dan kesesuaian fungsional dengan kebutuhan profesi pengguna.

This study investigates user acceptance of Electronic Medical Records (EMR) using an integrated framework of the Technology Acceptance Model (TAM) and Diffusion of Innovation Theory (DOI) at Mitra Husada Pringsewu Hospital. A mixed-methods design was applied, combining questionnaire-based quantitative data and qualitative data from in-depth interviews. The findings reveal a positive, very strong, and significant relationship between Perceived Ease of Use (PEOU) and Perceived Usefulness (PU), as well as between P and Attitude toward Using (ATU). Ease of use emerged as the most influential factor shaping positive attitudes toward EMR. Age and gender showed no significant effect on PEOU, while professional role significantly differentiated perceptions of EMR usefulness. Clinical pharmacists and registration staff exhibited the highest acceptance, whereas general practitioners and radiographers faced workload and workflow-related barriers. These results highlight the importance of usability and role-specific system alignment in successful EMR implementation.

Read More
B-2563
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arda Yunita Subard; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Purnawan Junadi, Sri Suwarti
B-864
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leni Burhan; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Atik Nurwahyuni, Ede Surya Darmawan, Tiara Indah Putrawi Siahaan, Luvi Christiani
Abstrak:
RSUD Embung Fatimah, mulai mengembangkan dan menerapkan Rekam Medis Elektronik sejak awal tahun 2021. Evaluasi di akhir tahun 2022 menunjukkan penggunaan RME di poliklinik unit rawat jalan masih diangka 50%, dan hingga saat ini pencatatan rekam medis pasien dilakukan secara elektronik juga berbasis kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan RME dari perspektif profesional kesehatan yatu dokter dan perawat yang bekerja di unit rawat jalan RSUD Embung Fatimah serta faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan penggunaan rekam medis elektronik. Metode: Penelitian studi kasus dengan metode cross sectional ini melibatkan 57 responden (dokter dan perawat) yang mengisi kuesioner dengan skala Likert, ditunjang dengan wawancara semi terstruktur terhadap 4 orang informan dari manajemen rumah sakit untuk mengkonfirmasi informasi lebih lanjut terkait hasil yang diperoleh dari kuesioner. Hasil: Mayoritas responden adalah perawat berusia diatas 30 tahun, dan berjenis kelamin perempuan. Hampir seluruh responden memahami komputer, namun hanya sebagian kecil yang sudah pernah pelatihan terkait rekam medis elektronik. Sebanyak 56,1% responden setuju bahwa RME bermanfaat dalam hal integrasi, akurasi dan akses informasi yang diberikan. 64,1% responden setuju bahwa RME mempermudah pekerjaannya dan menilai bahwa kualitas sistem RME adalah baik dari segi kecepatan dan keakuratan informasi maupun tampilan yang dimunculkan. Namun 52,6% menilai bahwa dukungan manajemen dan IT masih belum memadai terutama terkait pengadaan pelatihan formal penggunaan RME. Kesimpulan : Persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, kualitas RME dan dukungan manajemen/IT dibutuhkan dalam meningkatkan efektivitas penggunaan RME 

Since 2021 electronic medical records has been implemented in RSUD Embung Fatimah. End of 2022, utilization rate of EMR in outpatients unit was 50%. Until now the medical records are done electronically and paper based. This study aims to determine the effectiveness of using RME from the perspective of health professionals (doctors and nurses) who work in the outpatient unit of Embung Fatimah Hospital and what factors are related to the use of electronic medical records. Methods: This case study using cross-sectional method involved 57 respondents (doctors and nurses) who filled out a questionnaire with a Likert scale, supported by semi-structured interviews with 4 informants from hospital management to confirm further information regarding the results obtained from the questionnaire. Results: Majority of respondents were nurses aged over 30 years, and female. Almost all respondents understand computers, but only a small number have had training related to electronic medical records. As many as 56.1% of respondents agree that RME is beneficial in terms of integration, accuracy and access to the information provided. 64.1% of respondents agree that RME makes their work easier and considers that the quality of the RME system is good in terms of speed and accuracy of the information and display that appears. However, 52.6% considered that management and IT support were still inadequate, especially regarding the procurement of formal training on the use of RME. Conclusion: Perceived usefulness, perceived ease of use, quality of RME and management/IT support are needed to increase the effectiveness of using RME
Read More
B-2374
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Herlina Dalimunthe; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Supriyantoro, Opy Dyah Paramita
Abstrak:

Salah Satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) adalah kelengkapan pengisian rekam medis 1x24 jam setelah selesai pelayanan sebesar 100%. Indikator mutu kelengkapan Rekam Medis Elektronik (RME) di RSKD Duren Sawit pada tahun 2022 belum mencapai 100%. Penilaian kelengkapan RME secara kuantitatif pada RME rawat jalan masih belum terlaksana. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor determinan kelengkapan pengisian RME di Poliklinik Non Jiwa RSKD Duren Sawit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, untuk menggali fenomena kelengkapan pengisian RME di Poliklinik Non Jiwa RSKD Duren Sawit. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan pengisian RME di Poliklinik Non Jiwa RSKD Duren Sawit sebesar 70% dan belum memenuhi SPM kelengkapan RME. Faktor yang berkontribusi berhubungan dengan Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana serta internalisasi Standar Prosedur Operasional (SPO) terkait RME. Usulan tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah meliputi struktur dan proses yang berkontribusi antara lain pembuatan dan sosialiasi SPO kelengkapan isi RME, melibatkan kelengkapan pengisian rekam medis dalam penilaian kerja SDM kesehatan dan perbaikan media RME.



One of the Minimum Service Standards (MSS) for Regional Special Hospitals (RSH) is the completeness of Electronic Medical Record (EMR) documentation within 24 hours after service completion, with a target of 100%. The quality indicator for EMR completeness at the Duren Sawit RSH in 2022 has not yet reached 100%. Quantitative assessment of EMR completeness in the outpatient EMR has not been implemented. The objective of this research is to analyze the determinants of completeness in EMR documentation at the Non-Mental Health Polyclinic of Duren Sawit RSH. This qualitative study adopts a case study approach to explore the phenomenon of EMR completeness at the Non-Mental Health Polyclinic of Duren Sawit RSH. The research findings indicate that the completeness of EMR documentation at the Non-Mental Health Polyclinic of Duren Sawit RSH is 70%, falling short of the MSS for EMR completeness. Contributing factors related to Human Resources, facilities, infrastructure, and the internalization of Standard Operating Procedures (SOP) concerning EMR. The proposed follow-up actions include addressing the structure and processes contributing to, among other things, the creation and socialization of SOPs for the completeness of the content of EMR, involving the completeness of filling out medical records in human resources performance assessment, and improving EMR platforms.
Read More
B-2423
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pek Vania Mugland Devi; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Purnawan Junadi, Sri Amrini, Agus Rahmanto
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan penerapan rekam medis elektronik di RSUD Beriman Balikpapan dengan metode ITPOSMO. Sampel penelitian 94 pegawai RSUD Beriman Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method dengan data kuantitatif yang juga didukung dengan wawancara, kajian data dan observasi. Analisis menunjukkan bahwa kesenjangan terbesar pada dimensi processes, kemudian diikuti oleh management systems and structures, technology, staffing and skills, information, other resources, dan objective and value. Dari hasil penelitian juga didapatkan Overall rating yang diperoleh adalah 24,03. Nilai tersebut masuk ke dalam kategori 15 – 28 pada tabel overall rating yang menyatakan bahwa implementasi RME di RSUD kemungkinan hanya berhasil sebagian, dan mungkin akan terus demikian kecuali mengambil tindakan untuk menutup kesenjangan antara design system oleh Kemenkes dengan kondisi realitas yang ada. Kesimpulan, hasil kesenjangan antara realita pada RSUD dan desain oleh Kemenkes secara adalah 24,03 dimana implementasi RME di RSUD kemungkinan hanya berhasil sebagian dan perlunya tindakan lanjut untuk menutup kesenjangan yang ada. Kesiapan RSUD untuk penerapan RME dan terintegrasi dengan Platform SATUSEHAT hanya siap sampai fase pertama dan belum siap untuk fase selanjutnya. Faktor kegagalan di 7 dimensi masih banyak ditemukan dan lebih besar dibandingkan faktor keberhasilan disetiap dimensinya. Langkah strategis dan rekomendasi untuk rumah sakit berdasarkan kerangka ITPOSMO antara lain Aspek Human (penguatan SDM dan sosialisasi), Aspek Teknis (penyusunan SOP dan Standar Terminologi, Memperkuat keamanan data dan optimalisasi Perangkat Keras), dan Aspek Organisasi (Melibatkan Stakeholder dan Pembentukan Tim percepatan, Evaluasi dan Perbaikan berkelanjutan).

This study aims to analyze the readiness to implement electronic medical records at the Beriman Hospital in Balikpapan using the ITPOSMO method. The research sample was 94 employees of RSUD Beriman Balikpapan. This research is a mixed method research with quantitative data which is also supported by interviews, data studies and observations. The analysis shows that the biggest gap is in the processes dimension, followed by management systems and structures, technology, staffing and skills, information, other resources, and objectives and values. From the research results, the overall rating obtained was 24.03. This value falls into the 15 – 28 category in the overall rating table which states that the implementation of RME in RSUD is likely to only be partially successful, and may continue to be so unless action is taken to close the gap between the system design by the Ministry of Health and the existing reality conditions. In conclusion, the gap between the reality in RSUD and the design by the Ministry of Health is 24.03, where the implementation of RME in RSUD is likely only partially successful and further action is needed to close the existing gap. RSUD's readiness to implement RME and integrate with the SATUSEHAT Platform is only ready for the first phase and is not ready for the next phase. Failure factors in the 7 dimensions are still widely found and are greater than success factors in each dimension. Strategic steps and recommendations for hospitals based on the ITPOSMO framework include Human Aspects (strengthening human resources and socialization), Technical Aspects (preparation of SOPs and Terminology Standards, Strengthening data security and optimizing Hardware), and Organizational Aspects (Involving Stakeholders and Forming Acceleration Teams, Continuous Evaluation and Improvement).
Read More
B-2444
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raymond Surya Tan; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Prastuti Soewondo, Dian Ekawati, Iing Ichsan Hanafi
Abstrak:
Latar Belakang:. Rekam medis elektronik (RME) merupakan teknologi informasi yang bertujuan untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses, dan mengakses data dalam sistem informasi manajemen RS. Grup RS Hermina mulai menerapkan RME paling pertama pada November 2022. Untuk menjaga keberlangsungan serta meningkatkan pengembangan RME, grup RS Hermina perlu melakukan analisis implementasi RME. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis implementasi penggunaan RME di grup RS Hermina. Metode: Penelitian ini menggunakan metode potong lintang di grup RS Hermina selama bulan April hingga Mei 2024 dengan melibatkan 49 RS di Indonesia. Terdapat 12.429 karyawan tenaga medis yang terdiri dari bidan/ perawat, dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis, 149 karyawan direksi/ manajemen RS, dan 277 karyawan rekam medis. Penelitian dilakukan melalui penyebaran kuesioner Human Organization Technology net benefit (HOT-fit) digital sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Responden pengguna diambil dengan proportional sampling. Sampel responden pengguna terdiri dari bidan/ perawat, dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis sebanyak 200 orang. Sampel responden manajemen diambil dengan total sampling yaitu sebesar 149 orang. Sementara itu, seluruh perwakilan responden rekam medis dari masing-masing RS Hermina diambil untuk mengetahui widget mana yang masih dikerjakan secara manual. Data yang diperoleh dilakukan analisis univariat, bivariat, hingga multivariat dengan kemaknaan p<0,05. Penelitian ini telah lolos dari komite etik riset FKM UI. Hasil: Kuesioner HOT-fit modifikasi dilakukan uji validitas dengan hasil seluruh pernyataan valid dan reliabel. Setelah dilakukan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan responden yang berpartisipasi dalam penelitian ialah 392 responden. Dari sisi pengguna, sebagian besar memberikan respon positif (>50% setuju atau sangat setuju) pada pernyataan yang ada di faktor manusia, organisasi, teknologi, dan manfaat dari implementasi RME. Hasil analisis multivariat menunjukkan ketiga faktor memiliki hubungan bermakna dengan manfaat efektivitas RME. Pada manajemen, terdapat 34 responden yang melakukan pengisian kuesioner. Hasil jawaban manajemen menunjukkan respon positif (>50% setuju atau sangat setuju) pada pernyataan yang ada di faktor organisasi, teknologi, dan manfaat dari implementasi RME). Diskusi: Implementasi RME di grup RS Hermina dapat dikatakan efektif dilihat dari cara mendapatkan informasi lebih cepat dan efisien, mengurangi angka kesalahan penulisan diagnosis, kemudahan konsultasi, alat legal untuk klaim BPJS, serta meningkatkan keamanan data pasien. Dari hasil penelitian, hal yang dapat ditingkatkan meliputi RME dikurangi tingkat error melalui alokasi dana untuk peningkatan jaringan dan perlu standar prosedur operasional jika terjadi kendala RME. Selain itu, tampilan menarik, sederhana, dan mudah digunakan dapat diperbaiki melalui adanya focused group discussion antara pengguna dengan vendor penyedia RME. Kesimpulan: Implementasi RME di grup RS Hermina sudah efektif dan ketiga faktor baik faktor manusia, organisasi, maupun terknologi memiliki hubungan dengan efektivitas RME. Kuesioner HOT-fit modifikasi ini dapat digunakan untuk menilai analisis implementasi RME di masing-masing grup RS Hermina.

Background: Electronic medical record (EMR) is an information technology for collecting, saving, processing, and accessing data in hospital management information system. The Hermina Hospital Group began implementing EMR firstly in November 2022. To maintain sustainability and enhance the EMR development, the Hermina Hospital Group needs to conduct an analysis of EMR implementation. Objective: This study aims to analyze the implementation of EMR usage in the Hermina Hospital Group. Methods: This study used a a cross-sectional method in the Hermina Hospital Group from April to May 2024 involving 49 hospitals around Indonesia. There were approximately 12,429 medical staffs consisting of midwives/nurses, general practitioners, dentists, and specialists, 149 hospital management/ director staffs, and 277 medical record staffs.. The study was carried out through the distribution of the modified Human Organization Technology Net Benefit (HOT-fit) digital questionnaire according to inclusion and exclusion criteria. User respondent samples were taken using proportional sampling. User respondent samples consisted of 200 midwives/nurses, general practitioners, dentists, and specialists. Management respondent samples were taken with a total sampling of 149 people. Meanwhile, all representative respondents of medical records from each Hermina Hospital were taken to determine which widgets were still being manually processed. Data obtained were analyzed univariately, bivariately, and multivariately with significance p50% agree or strongly agree) to the statements in the human, organizational, technological, and benefits factors of EMR implementation. Multivariate analysis showed that these three factors had a significant relationship with the effectiveness benefits of EMR implementation. In management, there were 34 respondents who completed the questionnaire. The management response results showed positive responses (>50% agree or strongly agree) to the statements in the organizational, technological, and benefits factors of EMR implementation. Discussion: The implementation of EMR at Hermina Hospital Group can be considered effective based on quicker and more efficient information retrieval, reduced diagnostic error rates, ease of consultation, legal compliance for BPJS claims, and enhanced patient data security. Areas for improvement identified from the study include reducing EMR error rates through increased network funding and establishing standard operational procedures for EHR challenges. Additionally, improving user interface attractiveness, simplicity, and usability could be achieved through focused group discussions between users and EHR vendors. Conclusion: EMR implementation at Hermina Hospital Group has been effective with all three factors—human, organizational, and technological—demonstrating a relationship with EHR effectiveness. This modified HOT-fit questionnaire can be used to reproduce for analysis of EMR implementation in each Hermina Hospital group.
Read More
B-2453
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jean Francis Melanny Kassiuw; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Atik Nurwahyuni, Pujiyanto, Indri M. Bunyamin, RB. Wahyu
Abstrak:
Rekam Medis Elektronik (RME) muncul sebagai inovasi terkini di bidang kesehatan, menjawab tantangan yang dihadapi oleh sistem rekam medis tradisional berbasis kertas. Kombinasi ilmu pengetahuan dan teknologi modern membentuk fondasi bagi pengembangan RME. Kelebihan RME mencakup efisiensi, aksesibilitas, dan keamanan data pasien, memberikan solusi holistik untuk meningkatkan pengelolaan informasi kesehatan di era digitalisasi saat ini. Penelitian ini menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) sebagai dasar teori, dan bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara implementasi RME dengan efisiensi pelayanan di instalasi rawat jalan RSUD Kebayoran Lama. Desain penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif, memanfaatkan data numerik untuk analisis statistik. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data terkait implementasi RME dan efisiensi pelayanan melalui pengisian kuesioner oleh user sebagai responden, wawancara dengan stakeholders, serta telaah dokumen yang berkaitan dengan implementasi RME. Hasil dari penelitian ini didapatkan adanya hubungan signifikan antara persepsi kemanfaatan penggunaan RME dengan motivasi (p-value 0,000), motivasi dengan implementasi RME (p-value 0,000) dan implementasi RME dengan efisiensi pelayanan (p-value 0,000). Namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi kemanfaatan dengan implementasi RME (p-value 0,366) dan ketersediaan infrastruktur dengan implementasi RME (p-value 0,666). Temuan ini memberikan wawasan penting dalam merancang strategi implementasi RME yang lebih efektif di lingkungan RSUD Kebayoran Lama, dengan fokus pada meningkatkan motivasi pengguna untuk mengimplementasikan RME dengan lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pelayanan di RSUD Kebayoran Lama.

Electronic Medical Record (EMR) emerged as the latest innovation in the field of healthcare, addressing the challenges faced by traditional paper-based medical record systems. The combination of modern science and technology forms the foundation for the development of EMR. The advantages of EMR include efficiency, accessibility, and security of patient data, providing a holistic solution to improve the management of health information in the current digitalization era. This study uses the Technology Acceptance Model (TAM) as the theoretical basis, and aims to evaluate the relationship between the implementation of EMR and service efficiency in the outpatient installation of RSUD Kebayoran Lama. The research design used is non-experimental with a quantitative approach, utilizing numerical data for statistical analysis. This study was conducted by collecting data related to the implementation of EMR and service efficiency through the completion of questionnaires by users as respondents, interviews with stakeholders, and document review related to the implementation of EMR. The results of this study found a significant relationship between the perceived usefulness of using EMR with motivation (p-value 0.000), motivation with EMR implementation (p-value 0.000), and EMR implementation with service efficiency (p-value 0.000). However, there was no significant relationship between perceived usefulness and EMR implementation (p-value 0.366) and infrastructure availability with EMR implementation (p-value 0.666). These findings provide important insights in designing more effective EMR implementation strategies in the RSUD Kebayoran Lama environment, with a focus on increasing user motivation to implement EMR more optimally, so that it can improve service efficiency in RSUD Kebayoran Lama.
 
Read More
B-2430
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive