Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39713 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rusmiati Dwi Rohanawati; Pembimbing: Adang Bachtiar, Anhari Achadi; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Robbykha Rosalien, Indra Rachmad Darmawan
Abstrak: ABSTRAK Nama Program Studi Judul Pembimbing : : : : Rusmiati Dwi Rohanawati Ilmu Kesehatan Masyarakat Analisis Kejadian Karies White Spot Dan Hubungannya Dengan Status Gizi di Puskesmas Purwadadi Kabupaten Ciamis 2019 dr. Adang Bachtiar, MPH., DSc Pembangunan kesehatan di Indonesia saat ini difokuskan pada siklus kehidupan dimulai dari hamil sampai dengan lansia yang dikenal dengan Continuum of Care. Pada pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional tahun 2018 disepakati tiga upaya kesehatan di antaranya adalah penangan tuberkulosis, pencegahan stunting, dan imunisasi. Ada beberapa faktor yang saling berhubungan dengan kejadian stunting salah satunya adalah faktor kesehatan gigi dan mulut pada balita. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui analisis kejadian karies white spot dan hubungannya dengan status gizi di puskesmas purwadadi kabupaten ciamis 2019. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan disain Cross secsional dan eksplenatory yang didahului analisis data kuantitatif pada 36 balita dan dilanjutkan dengan wawancara mendalam kepada informan. Variabel independen penelitian yaitu umur balita, jenis kelamin, asupan asi eklusif, susu formula, umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, dan sarana fasilita. Variabel kovariat yaitu karies white spot dan variabel dependen yaitu status gizi balita. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian karies white spot pada balita yaitu umur dan konsumsi susu formula. Tidak Ada hubungan antara karies white spot dengan status gizi pada balita. Namun, faktor risiko balita dengan karies white spot mempunyai peluang 1,12 kali mengalami status gizi tidak normal. Dari hasil wawancara menyatakan bahwa setiap kasus yang terjadi di lapangan diwajibkan melapor dan berkoordinasi antar petugas untuk tindakan selanjutnya. Pemberian edukasi secara konseling dilakukan secara berkesinambungan. Kata Kunci: Karies Gigi, White Spot, Status Gizi.
ABSTRACT Name Study Program Title Counsellor : : : : Rusmiati Dwi Rohanawati Magister of Public Health Analysis of White Spot Lesions and its Relationship with Nutrition Status In Primary Health Care Purwadadi of Ciamis Regency 2019 dr. Adang Bachtiar, MPH., DSc Health development in Indonesia is currently focused on the life cycle starting from pregnancy to the elderly, known as Continuum of Care. At the implementation of the National Health Work Meeting in 2018 it was agreed that three health efforts included tuberculosis treatment, stunting prevention, and immunization. There are several factors that are interrelated with the incidence of stunting, one of which is dental and oral health factors in infants. The purpose of this study was to determine the analysis of the incidence of white spot caries and their relationship with nutritional status in Purwad Puskesmas in Ciamis District 2019. The study used mixed methods with cross-sectional and explanatory designs which were preceded by quantitative data analysis in 36 infants and continued with in-depth interviews with informants . The independent variables of the research are toddler age, sex, exclusive breastfeeding, formula milk, mother's age, mother's education, mother's occupation, family income, maintenance of dental and oral health, and facility facilities. The covariate variable is white spot caries and the dependent variable is the toddler's nutritional status. The results of this study stated that the factors that influence the incidence of white spot caries in infants are age and consumption of formula milk. There is no relationship between white spot caries and nutritional status in infants. However, risk factors for infants with white spot caries have a 1.12 times chance of experiencing abnormal nutritional status. The results of the interviews stated that each case that occurred in the field was required to report and coordinate between officers for further action. The provision of counseling education is carried out on an ongoing basis. Key words: Dental Caries, White Spot Lesion, Nutrition Status
Read More
T-5815
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Hartati; Pembimbing: Jaslis Iljas, Anhari Achadi; Penguji: Ascobat Gani, Gertrudis Tandy, Dwi Agus Setia Budi
Abstrak: Tantangan utama penyelenggaraan imunisasi saat ini adalah kendala rantai pasokan terutama dalam hal manajemen rantai dingin vaksin agar kualitas dan keamanannya dapat terjaga mulai distribusi dari tempat produksi hingga sampai ke pelayanan di masyarakat. Tesis ini membahas kondisi manajemen rantai dingin vaksin di 44 puskesmas di Kabupaten Tangerang tahun 2019 melalui penilaian pada aspek kualitas vaksin, peralatan, pengelolaan, tenaga, serta sistem informasi dan fungsi pengawasan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang. Hasil penelitian menemukan adanya vaksin yang tidak terjaga kualitasnya ditandai dengan adanya vaksin dengan VVM C dan D, vaksin kadaluarsa dan terpapar suhu beku. Penelitian juga menemukan adanya hubungan bermakna antara pemantau suhu dengan kualitas vaksin yang terjaga. Peneliti menyarankan perlunya penyediaan peralatan rantai dingin dan pengelolaan vaksin sesuai standar; meningkatkan kapasitas pengelola vaksin; menyediakan buku panduan dan SPO serta meningkatkan kegiatan supervisi secara rutin.
Read More
T-5607
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Erni Kurniati; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji : Dumilah Ayuningtyas, Hj. T Tejaningsih, H. Osep Hernandi
Abstrak: Abstrak

Tesis ini membahas analisis Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Pada Instalasi Rawat Inap Di RSUD Kabupaten Ciamis Sebelum Dan sesudah Menjadi Badan Layanan Umum Daerah di Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dari informan terpilih.

Hasil penelitian menunjukkan dari aspek SPO, SDM, sarana prasarana pada instalasi rawat inap sesudah menjadi BLUD lebih lengkap dari segi kuantitas maupun kualitas meskipun dari aspek SPO masih ada tindakan yang tidak sesuai dengan SPO, sedangkan dari aspek SDM masih kekurangan dokter spesialis, dan dari aspek sarana dan prasarana masih kurang dalam sistem pemeliharaannya. Kesimpulannya, pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal di instalasi rawat inap belum dilaksanakan secara maksimal, karena keadaan rumah sakit yang masih mempunyai kelemahan dan kekurangan.

Saran peneliti bagi RSUD Kabupaten Ciamis diharapkan dapat lebih bekerja sama dan melakukan koordinasi yang baik dengan pihak Pemerintah Daerah agar dapat dicarikan solusi yang terbaik, dan diperlukan evaluasi berkala SPM agar pelaksanaannya lebih baik.


This thesis studied an analysis of the implementation of Hospital Minimum Service Standards of Ciamis District General Hospital at Inpatient Care Unit which was held before and after becoming Local Public Service Institution in 2013. This research used a qualitative approach by conducting detailed interview to selected interviewees.

The result of the research showed that aspects of SPO, Human Resources, infrastructures at Inpatient Care Unit, viewed after the hospital's becoming Local Public Service Institution are more quantitatively and qualitatively complete although if viewed from SPO there are still acts which are not appropriate with SPO, meanwhile viewed from Human Resources, it is still lack of specialists, and from its infrastructures, it’s maintenance system is regarded still inadequate. The Minimum Service Standards implementation at Inpatient Care Unit has not been maximally implemented because of the hospital's weaknesses and lack.

The researcher suggestion for Ciamis District General Hospital is that hopefuly there will be more cooperative good coordination with the local government in order to find the best solution, and the Minimum Service Standards periodic evaluations is required so that the implementation will be better conducted.

Read More
T-3935
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febi Susanti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Anhari Achadi, Wachyu Sulistiadi, Retno Maharsi, Indra Rachmad Dharmawan
Abstrak: Pemanfaatan pelayanan proram UKGM dipengaruhi oleh perilaku ibu dan pengelolaan program oleh Puskesmas. Karies masih termasuk dalam sepuluh penyakit terbesar dan cakupan pembinaan kesehatan gigi di masyarakat masih rendah yaitu 19,6 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan program UKGM oleh ibu yang memiliki anak usia 2 sampai 5 tahun di Posyandu Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi. Penelitian ini adalah penelitian sekuensial eksplanatori (mixed methods) dengan desain cross sectional dan jumlah sampel 400 responden. Untuk menggali lebih mendalam permasalahan rendahnya pemanfaatan program UKGM, penelitian ini dilengkapi dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada manajemen puskesmas dan diskusi kelompok terarah kepada kader posyandu mengenai permasalahan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian kuantitatif, pekerjaan, dukungan keluarga dan kebutuhan perawatan gigi dan mulut anak merupakan variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan program UKGM di posyandu. Sedangkan sikap, dukungan keluarga dan kebutuhan perawatan gigi dan mulut anak merupakan variabel paling signifikan dalam pemanfaatan program UKGM di posyandu. Berbeda dengan hasil pendekatan kualitatif yang memperlihatkan bahwa justru fasilitas yang lebih mempengaruhi pemanfaatan program UKGM. Selain itu monitoring dan evaluasi belum dilakukan secara rutin. Rekomendasi pada penelitian ini adalah diharapkan untuk melengkapi fasilitas terutama alat peraga penyuluhan dan alat periksa gigi (diagnostic set), memberikan pelatihan UKGM pada kader posyandu serta melakukan monitoring setiap bulan dan evaluasi setiap tiga bulan sekali
Read More
T-5731
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Memo Lukito; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Mardiati Nadjib, Zakiah, Mieska Despitasari
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kapasitas organisasi Puskesmas dalam mendukung upaya peningkatan status gizi balita di Kota Depok. Kapasitas organisasi dievaluasi melalui tujuh komponen utama, yaitu: ketersediaan sumber daya, kapabilitas manajerial, sistem informasi, kemampuan kepemimpinan, keuangan, serta kemampuan jejaring kerja. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 38 Puskesmas dan dilengkapi dengan wawancara mendalam secara kualitatif untuk mengkonfirmasi dan memperkaya temuan. Analisis kuantitatif dilakukan melalui uji bivariat menggunakan uji korleasi spearman, Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kapasitas organisasi Puskesmas di Kota Depok tergolong baik dan capaian status gizi balita di wilayah tersebut sebagian besar berada dalam kategori baik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak seluruh komponen kapasitas organisasi memiliki hubungan signifikan dengan status gizi balita. Namun demikian terdapat beberapa variabel yang memiliki hubungan bermakna secara statistik, yaitu: ketersediaan SDM (p = 0,010), perumusan masalah (p = 0,028), pengimplementasian keputusan strategis (p = 0,043), ketersediaan dana (p = 0,011), kesesuaian penggunaan dana (p = 0,011), ketepatan waktu pencairan dana (p = 0,022), keterlibatan masyarakat (p = 0,046), dan dukungan perangkat desa (p = 0,010). Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan program gizi balita tidak hanya ditentukan oleh kekuatan internal organisasi Puskesmas, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti perilaku masyarakat, keterlibatan aktor lokal, serta kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, perumusan kebijakan yang efektif perlu mempertimbangkan pendekatan yang holistik, tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat layanan primer, tetapi juga mendorong integrasi intervensi berbasis masyarakat serta dukungan multisektor dalam upaya mencapai perbaikan status gizi balita yang berkelanjutan.

This study aims to examine the organizational capacity of primary health centers (Puskesmas) in supporting efforts to improve the nutritional status of children under five in Depok City, Indonesia. Organizational capacity was evaluated through seven main components: resource availability, managerial capability, information systems, leadership ability, strategic planning, financial capacity, and network collaboration. A quantitative approach was applied using a cross-sectional design across 38 Puskesmas, supplemented with in-depth qualitative interviews to confirm and enrich findings. Quantitative analysis was conducted using Spearman’s correlation for bivariate. The findings revealed that, in general, Puskesmas in Depok had relatively good organizational capacity, and the overall nutritional status of under-fives was within a good category. The bivariate analysis showed that not all organizational components were significantly associated with nutritional status. However, several variables demonstrated statistically significant relationships the availability of human resources (p = 0.010), problem identification (p = 0.028), implementation of strategic decisions (p = 0.043), availability of funding (p = 0.011), appropriate use of funds (p = 0.011), timeliness of fund disbursement (p = 0.022), community involvement (p = 0.046), and support from village (p = 0.010). These findings suggest that the success of child nutrition programs is influenced not only by internal organizational strength but also by external factors such as community behavior, local government support, and cross sectoral collaboration. Therefore, effective policy development should adopt a holistic approach focusing not only on strengthening institutional capacity at the primary healthcare level but also on integrating community based interventions and multisectoral support to ensure sustainable improvements in child nutrition outcomes.
Read More
T-7293
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Memo Lukito; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Mardiati Nadjib, Zakiah, Mieska Despitasari
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kapasitas organisasi Puskesmas dalam mendukung upaya peningkatan status gizi balita di Kota Depok. Kapasitas organisasi dievaluasi melalui tujuh komponen utama, yaitu: ketersediaan sumber daya, kapabilitas manajerial, sistem informasi, kemampuan kepemimpinan, keuangan, serta kemampuan jejaring kerja. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 38 Puskesmas dan dilengkapi dengan wawancara mendalam secara kualitatif untuk mengkonfirmasi dan memperkaya temuan. Analisis kuantitatif dilakukan melalui uji bivariat menggunakan uji korleasi spearman, Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kapasitas organisasi Puskesmas di Kota Depok tergolong baik dan capaian status gizi balita di wilayah tersebut sebagian besar berada dalam kategori baik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak seluruh komponen kapasitas organisasi memiliki hubungan signifikan dengan status gizi balita. Namun demikian terdapat beberapa variabel yang memiliki hubungan bermakna secara statistik, yaitu: ketersediaan SDM (p = 0,010), perumusan masalah (p = 0,028), pengimplementasian keputusan strategis (p = 0,043), ketersediaan dana (p = 0,011), kesesuaian penggunaan dana (p = 0,011), ketepatan waktu pencairan dana (p = 0,022), keterlibatan masyarakat (p = 0,046), dan dukungan perangkat desa (p = 0,010). Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan program gizi balita tidak hanya ditentukan oleh kekuatan internal organisasi Puskesmas, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti perilaku masyarakat, keterlibatan aktor lokal, serta kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, perumusan kebijakan yang efektif perlu mempertimbangkan pendekatan yang holistik, tidak hanya berfokus pada penguatan kapasitas kelembagaan di tingkat layanan primer, tetapi juga mendorong integrasi intervensi berbasis masyarakat serta dukungan multisektor dalam upaya mencapai perbaikan status gizi balita yang berkelanjutan.

This study aims to examine the organizational capacity of primary health centers (Puskesmas) in supporting efforts to improve the nutritional status of children under five in Depok City, Indonesia. Organizational capacity was evaluated through seven main components: resource availability, managerial capability, information systems, leadership ability, strategic planning, financial capacity, and network collaboration. A quantitative approach was applied using a cross-sectional design across 38 Puskesmas, supplemented with in-depth qualitative interviews to confirm and enrich findings. Quantitative analysis was conducted using Spearman’s correlation for bivariate. The findings revealed that, in general, Puskesmas in Depok had relatively good organizational capacity, and the overall nutritional status of under-fives was within a good category. The bivariate analysis showed that not all organizational components were significantly associated with nutritional status. However, several variables demonstrated statistically significant relationships the availability of human resources (p = 0.010), problem identification (p = 0.028), implementation of strategic decisions (p = 0.043), availability of funding (p = 0.011), appropriate use of funds (p = 0.011), timeliness of fund disbursement (p = 0.022), community involvement (p = 0.046), and support from village (p = 0.010). These findings suggest that the success of child nutrition programs is influenced not only by internal organizational strength but also by external factors such as community behavior, local government support, and cross sectoral collaboration. Therefore, effective policy development should adopt a holistic approach focusing not only on strengthening institutional capacity at the primary healthcare level but also on integrating community based interventions and multisectoral support to ensure sustainable improvements in child nutrition outcomes.
Read More
T-7368
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriyanti Kasim Djou; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Anhari Achadi, Punto Dewo, Emi Nurjasmi
T-5333
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evita Diniawati; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Ina Rosalina
Abstrak: Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat diwujudkan melalui pelayanan konvensional dantradisional. Pelayanan kesehatan tradisional mengusung paradigma sehat yang menitikberatkan pada sisisehat, komplementer dari pelayanan kesehatan konvensional dan upaya promotif preventif. Puskesmasmerupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang mengutamakan promotif dan preventif untukmeningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Indikator puskesmas yang menyelenggarakan kesehatantradisional apabila memenuhi salah satu kriteria: mempunyai tenaga terlatih kesehatan tradisional, melaksanakan pembinaan, dan melaksanakan asuhan mandiri kesehatan tradisional. Provinsi Jawa Baratmempunyai jumlah puskesmas menyelenggarakan kesehatan tradisional lebih sedikit dibandingkandengan provinsi lain di pulau Jawa. Kabupaten Bogor sebagai kabupaten terpadat di Jawa Barat sudahmempunyai bidan/perawat terlatih akupresur di Puskesmas Ciawi, Puskesmas Caringin, dan PuskesmasCiomas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggali informasi implementasi kesehatan tradisional diPuskesmas Ciawi, Puskesmas Caringin, dan Puskemas Ciomas. Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif dengan metode telaah dokumen, pengamatan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tidak dilaksanakan pelayanan akupresur di ketiga puskesmas karena dipengaruhioleh beban kerja tenaga kesehatan, pembinaan kesehatan tradisional dapat ditingkatkan melaluiinventarisasi data kesehatan tradisional, identifikasi pelayanan kesehatan tradisional di wilayah kerjanya,dan pembinaan kepada penyehat tradisional. Ketiga puskesmas karena tidak mempunyai tenaga terlatihasuhan mandiri namun dapat dilaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan TOGA dan sosialiasasiakupresur untuk keluhan ringan.
Kata kunci: Implementasi, kesehatan tradisional, puskesmas
Increasing public health status can be manifested through conventional and traditional medicines.Traditional medicines carry a health paradigm that focuses on the healthy, complementary side ofconventional medicine and preventive promotive efforts. Puskesmas is a health service facility thatprioritizes promotive and preventive to improve community health status. Puskesmas can be saidimplementing traditional health if they meet one of the criteria: have traditional medicine-trained staff,carry out coaching, and perform self-care traditional medicine. West Java Province has a smaller numberof health centers providing traditional health compared to other provinces in Java. Kabupaten Bogor(District of Bogor) as the most densely populated in the West Java Province has its midwives and nursesAnalisis implementasi..., Evita Diniawati, FKM UI, 2018ixUniversitas Indonesiacertified in acupressure in these Puskesmas: Ciawi, Caringin, and Ciomas. This study aims to discoverinformation of how traditional health program being implemented in Puskesmas Ciawi, PuskesmasCaringin, and Puskesmas Ciomas. This qualitative study uses following methods: document review,observation, and in-depth interview. The study reveals there were no acupressure services in those threepuskesmas because the health workers were kept occupied by other workload, traditional health guidancecould be improved through an inventory of traditional health data, identification of traditional healthservices in their working areas, and guidance to traditional health professionals. The three puskesmas didnot implement self-care traditional medicine because they do not have trained independent care staff butcan be implemented by community empowerment with TOGA and acupressure socialization for minorcomplaints.
Key words: implementation, integration, traditiona l medicine, primary health care
Read More
T-5334
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asmah; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Anhari Achadi, Vetty Yulianty Permanasari, Pri Helga Ismiati, Dewi Maria
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan pengendalian pneumonia balitadilihat dari komponen input, proses, dan output. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berlokasi di dinas kesehatan dan 2 puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan di dinas kesehatan sarana dan dana cukup. Untuk perencanaan, pelaksanaan dan monitoring kegiatan belum maksimal dilaksanaka nkarena keterbatasan SDM dimana pemegang program ISPA merangkap program diare sehingga tidak fokus dan kesulitan untuk memantau 43 puskesmas. Data kelengkapan laporan sebesar 97,09% dan ketepatan laporan baru mencapai 6,01%.Hasil penelitian di puskesmas masih ada sarana yang belum lengkap dan petugas di BP anak puskesmas belum terampil dalam tata laksana kasus dan menggunakan alat sound timer. Perencanaan kegiatan pneumonia balita belum ada di POA (PlanOf Action) puskesmas. Diperlukan penambahan SDM kesehatan dan workshop MTBS serta bimbingan teknis untuk petugas puskesmas. Kata kunci : pneumonia balita, puskesmas, dinas kesehatan, sistem
This study aims at assessing the implementation of pneumonia control for under-five children. From input, process and output components. This study usesqualitative approach in district health office and two public health centers(puskesmas). The results show that there is enough equipment, materials andsufficient fund in district health office. But, planning, implementation, andmonitoring activities have not been implemented well since there is one staff onlyat district health office who is responsible for managing acute respiratoryprogram. She also needs to manage diarrhea program and monitor 43 puskesmas.The report completeness at district health office reaches 97.09%, but timelinessreaches 6.01% only. In contrary with the condition at district health office, atpuskesmas where the achievement is low, there is still lack of equipment andmaterials. The personnel also lacks of skill in managing the pneumonia case andusing sound timer. The plan of action of pneumonia control program for under-five children has also not been written in the puskesmas plan of action. Morehuman resources, capacity building on integrated management of childhoodillnesses, and technical assistance for puskesmas personnel are needed. Keywords: pneumonia, under-five children, puskesmas, district health office,IMCI, system
Read More
T-4164
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Susanto; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Agustin Kusumayati, Sri Handayani, Emil Noviyadi
T-3537
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive