Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40903 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sri Juliandari; Pembimbing: Helda; Penguji: Syahrizal, Tri Wahyuningsih
Abstrak: Coronavirus Disease (COVID-19) merupakan penyakit pernafasan dengan tingkatpenyebaran tinggi yang dapat menular dari orang ke orang. COVID-19 menginfeksilebih dari 121.000 orang di dunia dan telah dinyatakan sebagai pandemi. Mesipun telahcukup lama dinyatakan sebagai pandemi namun pemahaman terkait COVID-19 dimasyarakat masih belum menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan, persepsi, dan perilaku masyarakat padapandemi COVID-19 di Kota Depok tahun 2020. Desain penelitian ini menggunakandesain penelitian cross-sectional. Penelitian ini diikuti oleh 226 responden, denganproporsi responden perempuan 69,9% dan laki-laki 30,1%. Hasil penelitian menunjukanproporsi pengetahuan responden yang baik 89,4%, proporsi persepsi positif 89,4%, danproporsi perilaku kebersihan diri yang baik 69%. Analisis bivariat menunjukan bahwaterdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan (p=0,05, OR=4,797) dandengan perilaku kebersihan diri (p=0,000, OR= 5,174). Terdapat hubungan usia dewasadengan perilaku kebersihan diri (p=0,001, OR=3,750) dan jenis kelamin denganperilaku kebersihan diri (p=0,015, OR=2,194).Kata kunci: Coronavirus, masyarakat, pandemi, personal hygiene.
Read More
S-10378
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizki Yulia; Pembimbing: Ahmad Syafiq, Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Eti Rohati, Muhammad Yusuf
Abstrak: Pandemi COVID-19 yang terjadi meningkatkan potensi terjadinya kecemasan pada ibu hamil. Kecemasan dapat memberi dampak negatif pada ibu dan bayi pada aspek fisiologis dan psikologis bahkan memberikan dampak hingga setelah persalinan meliputi baby blues syndrome, depresi postpartum hingga psikosis pasca melahirkan. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil pada masa pandemi COVID-19 di Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Desember 2021. Variabel penelitian meliputi variabel independen yaitu faktor paparan media, dukungan sosial, status ekonomi dan variabel dependen yaitu kecemasan kehamilan. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan Google Formulir yang disebarkan melalui media sosial berupa WhatsApp, Instagram dan YouTube. Pengumpulan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 211 responsden. Analisis bivariat menggunakan uji Kai kuadrat dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan 54,0% responsden mengalami kecemasan dan faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil pada masa pandemi COVID-19 adalah paparan media (p value = 0,0005). Ibu hamil yang selalu terpapar media berpeluang mengalami kecemasan sebesar 0,2 kali dibandingkan ibu hamil yang terkadang terpapar media. Kesimpulan penelitian adalah faktor dukungan sosial dan status ekonomi tidak berhubungan dengan kecemasan ibu hamil sedangkan faktor paparan media berhubungan dengan kecemasan ibu hamil
Read More
T-6353
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rai Yarisunal Firdaus; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Umi Zakiati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran stres pada remaja di masa pandemic COVID-19 serta hubungannya dengan karakteristik remaja. Karakteristik yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tempat tinggal dan memiliki keluarga terkonfirmasi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 300 orang remaja di Kota Depok dengan menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling.
Read More
S-10582
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Komalasari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Lely Nurlaely
S-6918
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tinexelly Marsiuli Simamora; Pembimbing: Zarfiel Tafal, Luknis Sabri; Penguji: Anwar Hassan, Theodora Pandjaitan, M. Nasir,
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan ingin melihat gambaran persepsi remaja terhadap Norma KeIuarga Kecil di Kota Depok karena setelah desentralisasi Program Kependudukan dan KB di Indonesia cenderung menjadi tidak prioritas, dikhawatirkan persepsi remaja terhadap NKK memprihatinkan. Di era desentralisasi ICIE KB sudah tidak segencar dulu lagi, sementara perilaku seksual remaja sudah memprihatinkan, remaja terdiskriminasi oleh program, mereka tidak mendapatkan Hak Reproduksi dan Hak Seksualnya, Hak atas infonnasi dan pelayanan kesehatan reproduksi yang sebaik¬baiknya belum terpenuhi, sementara berbagai Infeksi Saluran Reproduksi mengancam, kecenderungan kawin muda dan laju pertumbuhan penduduk yang tidak turun, ditandai dengan TFR 2007 yang konstan. Tahun-tahun ini adalah masa dari bonus demografi, dimana situasi kawula muda pada saat ini memberikan kesempatan yang tidak perah terjadi sebelumnya dalam usaha untuk mempercepat perturnbuhan dan mengurangi kemiskinan. Populasi penelitian adalah remaja kelas XI SLTA Kota Depok. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Survey dilakukan terhadap 400 remaja kelas XI SLTA Kota Depok sejak akhir April 2008- Juni 2008 secara potong lintang dengan cara pengisian daftar tilik sebagai alat ukur. Secara umum persepsi remaja terhadap Norma Keluarga Kecil sangat memprihatinkan (23%), tidak ada perbedaan antara anak laki-Iaki dan perempuan, Faktor yang kurang dipersepsikan secara baik adalah dalam hal Rencana Jarak Kelahiran, Rencana Jenis Kelamin Anak serta Rencana Cara Menjarangkan Kelahiran. Faktor yang berhubungan positif dengan Persepsi Positif mendukung NKK pada remaja adalah Pengetahuan yang baik tentang NKK dan Status sosial ekonomi menengah ke bawah. Faktor yang paling berhubungan dengan Persepsi terhadap NKK adalah Pengetahuan tentang NKK sedangkan faktor yang paling berhubungan bermakna secara statistik dengan Persepsi terhadap Rencana Usia Menikah adalah Tingkat Pendidikan Ibu, dan faktor yang paling berhubungan bermakna secara statistik dengan Persepsi terhadap Rencana Cara Menjarangkan Kelahiran Anak adalah Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Alokon. Sumber-sumber informasi kesehatan reproduksi yang tertinggi diperoleh melalui media elektronik dan media cetak. Persepsi Remaja Kota Depok terhadap Norma Keluarga Kecil pada umumnya belum positif. Persepsi yang negatif masih bisa diintervensi dengan mernberikan informasi dan pengetahuan tentang Norma Keluarga Kecil melalui berbagai sumber informasi. Disarankan kepada Pemerintah Kota Depok untuk memberi perhatian kepada kaum remaja dengan menerbitkan Perda dan Kebijakan Pengembangan Program Kesehatan Reproduksi Remaja dengan memberi penguatan Pengetahuan tentang Norma Keluarga Kecil dan Pengetahuan tentang Alat dan Obat Kontrasepsi, baik Iangsung terhadap remaja mau pun secara tidak langsung melalui sekolah, orang tua, kelompok masyarakat serta tokoh-tokoh masyarakat


The situation of young people today, at demography bonus, presents the world with an unprecedented opportunity to accelerate growth and reduce poverty. In era decentralization, Population and Family Planning Program in Indonesia tend to be not a priority thing. The purpose of this study was to identify adolescent's perceptions and factors contributing to the adolescent's perception of Small Size Family Norm' Perceptions. Family Planning campaign at era decentralization doesn't sounding; it's not really good like before, in other side adolescents' sexual behavior tend to high risk. The teenagers being discriminate by programs, they don't get their Sexual and Reproductive Rights. These cause Sexual Transmitted Infection warn them, unwanted pregnancy and early married, in other side, fertility appears to have stabilized at 2.6 level, there is no change between 2002-2003 and 2007 IDHS surveys. Data collection in crossectional method among 400 teenagers who are 11th grade teenagers high school students of Depok City at the end of April 2008 until mid of June 2008, using questionnaire as a measurement tool. The results are analyzed to gain factors which related to the adolescent's perception of Small Size Family Norm. This research results indicate that only 23% Adolescents with positive perception in Small Size Family Norm. These findings indicate that only 23% adolescents perceive to married at age above 20 years old, perceived to birth spacing on 3-5 years, perceived to have children maximum two, no preference sex, and use contraceptive according to birth spacing. There is no differences perceptions proportion between boys and girls, each 11.5%. The low perceptions factors are from birth spacing perceptions, sex preference perceptions and how to birth spacing perceptions. The most contribute factor on positive perceptions on Small Size Family Norm among 11111 grade teenagers in Depok, 2008 is Small Size Family Norm Knowledge variable, while the most related factor for positive perception on Married Age is Education Level of mother's adolescents, and for perception on how to spacing between two birth is Contraceptive Knowledge. Based on these finding, it was conclude that most of Depok's adolescents did not receive sufficient family planning education, specifically Small Size Family Norm information. Depok City's Government have to advocate the sectors and NGO for build such adolescents reproductive health program through establish adolescents reproductive health' laws and designed with teenagers lens, start from planning up to evaluation, especially toward knowledge about Small Size Family Norm. This Small Size Family Norm' campaign suggested not only for the adolescents but the parents, community leaders and community organizations.

Read More
T-2949
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Allisa Amelia Santoso; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Yovsyah, Rien Pramindari, Elimarnis
Abstrak:
Imunisasi merupakan upaya untuk mencegah penyakit menular mulai dari bayi baru lahir hingga dewasa. Hingga saat ini imunisasi merupakan cara yang efektif untuk mencegah penyebaran dan eradikasi penyakit menular. Pandemi COVID-19 memberikan dampak pada berbagai sektor, termasuk pelayanan imunisasi anak. Berdasarkan data tahun 2021, Kecamatan Limo memiliki cakupan imunisasi dasar lengkap sebesar 78,5%. Berbagai faktor berkontribusi pada ibu untuk melakukan imunisasi dasar bagi bayi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam melakukan imunisasi dasar lengkap pada bayi di Kecamatan Limo Kota Depok menggunakan teori Health Belief Model (HBM). Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik quota sampling. Data didapatkan dengan melakukan wawancara pada 212 ibu yang memiliki anak usia 13-24 bulan yang datang ke Posyandu di Kecamatan Limo Kota Depok menggunakan kuesioner dan selanjutnya dianalisis dengan uji logistik regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan proporsi ibu yang memberikan imunisasi dasar lengkap pada bayi mereka sebesar 74,5% dan persepsi hambatan merupakan faktor paling berhubungan dengan perilaku ibu. Ibu yang tidak memiliki persepsi hambatan berpeluang melakukan imunisasi dasar lengkap 3,5 kali dibandingkan ibu yang memiliki hambatan dalam melakukan imunisasi bagi anaknya setelah dikontrol dengan persepsi keparahan (nilai p = 0,048, OR = 3.496, 95%CI = 1.010-12.104).

Immunization is an effort to prevent infectious diseases from newborns to adults. Until now, immunization has been an effective way to prevent spreading and eradicate infectious diseases. The COVID-19 pandemic has impacted various sectors, including child immunization services. Based on data for 2021, Limo District has complete basic immunization coverage of 78.5%. Various factors contribute to mothers carrying out basic immunization for their babies. This study aims to determine the factors related to maternal behaviour in completing the basic immunization of infants in Limo District, Depok City using the theory of the Health Belief Model (HBM). This study used a cross-sectional design with a quota sampling technique. Data were obtained by conducting interviews with 212 mothers with children aged 13-24 months in Limo District, Depok City using a questionnaire and then analyzed with multiple regression logistic. The results showed that 74,5% of mothers gave complete basic immunization to their babies, and the perceived barriers was the factor most related to the mother's behavior. Mothers who did not have perceived barriers had the opportunity to carry out complete basic immunization 3.5 times compared to mothers who had barriers in immunizing their children after being controlled by perceived severity (p-value=0.048, OR=3,496, 95% CI=1,010-12,104).
Read More
T-6740
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meita Ilyana; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Dian Ayubi, Laily Hanifah
Abstrak: Tingginya prevalensi IMS pada kelompok berisiko salah satunya yaitu wanita penjaja seks tidak langsung, diakibatkan oleh rendahnya proporsi penggunaan kondom sebagai upaya untuk mencegah penularan IMS pada wanita penjaja seksual tidak langsung. Data STPB 2013 menunjukan bahwa proporsi penggunaan kondom secara konsisten hanya sekitar 36% . Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan IMS pada wanita penjajak seks tidak langsung (WPSTL). Penelitian ini menggunakan data sekunder Surveilans Terpadu Biologi dan Perilaku tahun 2013 dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini adalah WPSTL dari 9 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki data lengkap dalam STBP 2013 dengan jumlah 594 responden. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan upaya pencegahan IMS pada WPSTL yaitu keterpaparan pelayanan kesehatan(Pvalue 0,001; PR 2,3 95%CI 1,5-3,6); akses kondom (Pvalue 0,001; OR 2,6 95%CI (1,7-4,2); kepemilikan kondom (Pvalue 0,001; OR 3,6 95%CI 2,2- 5,7); layanan konseling dan tes HIV (Pvalue 0,015; OR 1,17 95%CI 1,1-2,7), dukungan pelanggan (Pvalue 0,04; OR 3,96 95%CI 2,12-7,38); dukungan pengelola tempat hiburan ( Pvalue 0,001; OR 3,04 95%CI 1,6-5,5); dan dukungan petugas kesehatan (Pvalue 0,001; OR 3,04 95%CI 1,0-5,2). Peningkatan upaya pencegahan IMS oleh WPSTL melalui pendidikan dan pelatihan terkait IMS dan HIV agar prevalensi penularan IMS melalui hubungan seksual berisiko semakin berkurang. Kata kunci : Infeksi Menular Seksual, Wanita Penjaja Seks Tidak Langsung, kondom, Surveilans Terpadu Biologi dan Perilaku tahun 2013
Read More
S-8551
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Rakhmawati; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Mieke Savitri, Evi Martha, Ade Pamudji, Rachmalina Soerachman
Abstrak:

Tesis ini tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada anak jalanan di Sekolah Masjid Terminal Depok. Merupakan penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang. Populasi dan sampel adalah seluruh anak jalanan yang terdaftar sebagai siswa di Sekolah Masjid Terminal Depok, dengan cara snow balling sampling didapat jumlah sampel minimal sebanyak 87 anal.

Hasil penelitian didapat 33% anak jalanan berperilaku seksual berisiko, faktor-faktor yang berhubungan bermakna adalah umur, pendidikan, riwayat pacaran, hubungan dengan orang tua, riwayat perlakuan salah seksual, pemakaian zat psikoaktif dan perilaku berkelahi. Pemakaian zat psikoaktif merupakan faktor paling dominan, dengan nilai p 0,001 dan OR 6. Meskipun secara kuantitatif jumlah anak jalanan yang berperilaku seksual berisiko kecil, namun perilaku seksual belum saatnya dilakukan oleh anak-anak, sehingga secara kualitatif hal tersebut merupakan hal yang serius.


This thesis is about the factors related to a risky sexual behavior on the street children in Sekolah Masjid Terminal Depok. This is a quantitative study with cross-sectional design. The population and the sample were all street children enrolled as students in Sekolah Masjid Terminal Depok, by way of snow balling sampling obtained 87 midwives in minimum as the sample.

The results showed that 33% of street children have a risky sexual behavior, those related factors are age, education, history of courtship, relationships with parents, history of misconducted-sexual, psychoactive substances usage and fighting behavior. Psychoactive substances usage becomes the most dominant factor, with p values of 0.001 and OR 6. Quantitatively, the number of street children having a risky sexual behavior is a little. Nevertheless, sexual behavior should not be done by the children, so that qualitatively it becomes a serious thing to be concerned of.

Read More
T-3785
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dien GA Nursal; Pemb. Agustin Kusumayati, Farida Mutiarawati Tri Agustina; Peng. Mieke Savitri, Eddy N. Hasmi, Tini Setiawan
T-2678
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muksonah; Pembimbing: Kusharisupeni Penguji: Luknis Sabri, Toha Muhaimin, Sri Utami, Enny Zuliatie
Abstrak:

Remaja (usia 10-19 tahun) yang pemah/aktif melakukan hubungan seksual pranikah dapat berisiko tenular HIV dan AIDS atau penyakit menular seksual lainnya. Bagi Remaja puteri selain penyakit menular seksual, dapat terjadi kehamilan tidak diingikan. Remga dapat berkemungldnan melakukan upaya aborsi ilegal. Akibat buruk aborsi teljadi perdarahan, kerusakan alat reproduksi remaja dan infeksi yang dapat rnemnyebabkan kematian atau infeksi menahun dan iruertililas. Tujuan pcnelitian ini adalah dikdzhuinya faktor-faktor yang bcrhubungan dengan perilaku seksual siswa SMA Negeri di kota Prabumulih tahun 2008. Manfaat penelitian merupakan bahan infomnasi tcntang perilaku seksual remaja bagi dinas pendidikan, dinas kesehatan dan instansi tcrkait Iainnya unruk bekerjasama dalam Pelayanan Kcschatan Peduli Remaja (PKPR). Menggunakan variabel independen yaitu: faktor intemal (jenis kclamin, pengetalmuan, sikap, kepatuhan beragama) dan faktor ekstemal (peran orang tua, peran guru, peran tenaga kesehatan, keterpaparan dengan teman sebaya, dan ketepaparan dengan media massa) dengan variabel dependen yaitur perilaku scksual remaja. Penelitian ini dilakukan di SMA Ncgcri yang berada di kota Prabumulih, dilaksanakan pada buian April-Mei 2008, sampcl siswa/siswi kcias XI. Besaran sampel mengunakan estimasi proporsi, metode pengambilan sampcl dengan cara multi stage sampling, desain penelitian deskriptif dengan rancangan Cross Sectional (potong lintang). Hasil penelitian dari 326 siswa kelas XI di SMA Negeri Kota Prabumulih tahun 2008 dapat disimpulkan gambaran perilaku seksual berisiko berai 14,l%. Remaja yang pemah melakukan hubungan seksual ada 2,5 %, semuanya dari remaja laki-laki. Faktor yang berhubzmgan dengan perilaku seksual yaitu jenis kelamin, sikap remaja, kepatuhan bemgama, keterpaparan dengan teman sebaya terhadap pexilaku scksual. Sehingga penelitian ini menyatakan bahwa 1) Remaja laki-laki mempunyai peluang 6 kali belperilaku seksual berisiko berat dibanding perempuan. 2) Remaja yang bersikap negatif berpeluang 3 kali memplmyai perilaku seksual beresiko berat dibanding remaja yang bcrsikap positif. 3) Remaja yang tidak taat agama rnempunyai peluang 3 kali berpcrilaku seksual berisiko berat dibanding ciengan remaja yang taat agama. 4) Remaja yang terpapar dengan teman sebaya berpeluang 6 kali berperilaku seksual berisiko berat dibanding yang tidak terpapar dengan teman sebaya, keterpapaxan dengan tcman sebaya merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan perilaku scksual SMA Negeri Kota Prabumulih tahun 2008, serelah dikontrcl jenis kelamin dan kcpatuhan beragama. Dalam penelitian ini faktor yang tidak signifikan berhubungan dengan perilaku seksual yaitu pengetahuan tentang keschatan reproduksi, peran orang tua, peran guru, peran tenaga kesehatan, dan keterpaparan dengan media massa. Dari hasil Penelitian ini, disarankan untuk melaksankan Pelatihan Peer Education dan Peer Educator di lingklmgan sekolah melalui Pclayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang bekerjasama dengan lintas scktoral dan lintas program. Topik-topik daiam pelatihan misalnya kesehatan rcmaja, pomograti, NAFZA, HIV dan AIDS akan penyakit menular seksual lainnya


Adolescent (10-19 years old) who have ever or active committed sexual intercourse intercourse before married have high risk of HIV and AIDS infected and other contagious diseases. For young girls, in addition to have sexual contagious diseases, unwanted pregnancy could also lead to illegal abortion. The had conflicts of abortion are bleeding, damage of reproductive organs, and infection that could lead to death or chronic infection and infertility. The objective of this research is to know the related factors with sexual behavior of senior high school students at Kota Prabumuli in 2008. The benefits or the results of this research can become an important information about adolescent sexual behavior for educational institution, health institution, and other related institutions to cooperate in Health Service for Younger Care (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja or PKPR). This research uses independent variables: internal factors (sex, knowledge, attitude, faithful to religion) and external factors ( parent?s roles, teachers? roles, medical roles, association with the same age and with mass media) and dependent variables: adolescent Sexual behavior. This research is done in SMA Negeri at Kota Prabumuli, in April - May 2008, and the samples are the students of XI grade. The size of samples uses proportional estimates, and the wmpling method is multi-stage sampling, research design is descriptive with cross sectional design. The research results of 326 students of XI grade in SMA Negeri at Kota Prabumuli, in zoos can be concluded mat the high risk of sexual behavior is l4.1%, adolescent who have ever committed sexual intercourse is 25%, all of them are males. Related factors with sexual behavior are sex, attitude, faithful to religion, association with the same age. That?s why, this research concludes that 1) young males have six times probabilities of having high risk of sexual behavior compared with young females. 2) Adolescent with negative attitude have three times probabilities of having high risk of sexual behavior compared with those who have positive attitude. 3) Adolescent who are not faithful to religion have three times probabilities of having high risk of sexual behavior compared with those faithful to religion. 4) Adolescent who associate with the same age have six times probabilities of having high risk of sexual behavior compared with those who don?t associate with the same age. Association factor with the same age are the dominant factor in relation to sexual behavior toward the students of SMA Negeri at Kota Prabumulih in 2008, controlled by sex and faithful. to religion. Knowledge about reproductive health, parent?s roles, teachers? roles, medical roles, and association with mass media toward behavior are not significant factors. Based on this research results, it is recommended to exected training peer education and peer educator from the same age group at schools through Health Service for Younger Care (PKPR). It is Working along passed by cross sectorally and by cross sectional program. Topics in training for example adolescent health, pornographic, NAPZA, HIV and AIDS, and other sexual diseases.

Read More
T-2848
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive