Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38116 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kemal Hidayat Andrianto; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Al Asyary, Annisa Ratu Kirana
Abstrak: Volume sampah yang dihasilkan oleh kegiatan manusia jumlahnya lebih banyak daripada jumlah sampah yang bisa terangkut ke tempat pembuangan akhir. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan volume timbulan sampah yang dihasilkan oleh SMP Negeri 230 Jakarta. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan The One Group Pre-Test and PostTest Design. Intervensi yang diberikan berupa sosialisasi tentang sampah dan pembuatan lubang resapan biopori. Pengukuran data dilakukan sebanyak dua kali yaitu saat sebelum dan sesudah diberikan perlakuan terhadap responden. Adapun responden di dalam penelitian ini ada sebanyak 101 orang siswa. Hasilnya menunjukkan terdapat kenaikan rata-rata tingkat pengetahuan siswa dari 8,01 (sebelum sosialisasi) menjadi 9,04 (setelah sosialisasi). Hasil uji statistik menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan yang signifikan (p<0,001) antara sebelum dan sesudah intervensi. Volume rata-rata timbulan sampah sekolah mengalami penurunan dari 395,275 Liter (sebelum sosialisasi dan pembuatan lubang biopori) menjadi 325,545 Liter (setelah sosialisasi dan pembuatan lubang biopori. Disimpulkan bahwa intervensi berupa sosialisasi dan pembuatan lubang biopori meningkatkan tingkat pengetahuan responden dan menurunkan volume timbulan sampah sekolah. Kata Kunci : Lubang Resapan Biopori, Pengetahuan, Sosialisasi, Sekolah, Timbulan Sampah. The volume of waste produced by human activities is higher than the amount of waste that can be transported to landfills. This study aims to determine the level of knowledge and volume of waste produced by SMP Negeri 230 Jakarta. The method of this research is a quasi-experiment using the design of The One Group Pre-Test and Post-Test Design. The intervention given was the socialization about waste and making biopori infiltration holes. Data measurements were carried out twice, namely before and after treatment of respondents. The respondents in this study were 101 students. The results indicate an increase in the average level of student knowledge from 8.01 (before socialization) to 9.04 (after socialization). Statistical test results showed a significant increase in the level of knowledge (p<0,001) ) between before and after the intervention. The average volume of school solid waste has decreased from 395.275 liters (before socialization and biopori hole making) to 325.545 liters (after socialization and biopori hole making) It was concluded that interventions in the form of socialization and making biopori holes increased respondents knowledge level and decreased the volume of school waste generation. Keywords : Biopori Infiltration Hole, Knowledge, Socialization, Schools, Waste Generation
Read More
S-10488
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firda Alfianti; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Muhammad Olik Abdul Holik
Abstrak:
Latar Belakang : Air merupakan salah satu sumber daya yang menjadi kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup. Air berhubungan erat dengan kesehatan manusia, sehingga kualitas air perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu parameter yang mejadi indikator kualitas air minum adalah parameter mikrobiologi yaitu bakteri Escherichia coli dan Coliform. Kedua bakteri tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diare, kolera dan disentri. Universitas Indonesia merupakan salah satu Universitas terbaik di Indonesia telah berupaya menyediakan air minum melalui pemurni air untuk warga Universitas Indonesia. Tujuan : Menganalisis perbandingan kualitas mikrobiologi pada air sebelum filtrasi dan sesudah filtrasi di Universitas Indonesia. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain studi eksperimental yang dilakukan pada air sebelum dan sesudah filtrasi di 8 Fakultas Universitas Indonesia. Hasil : Hasil uji beda dua mean menunjukan bahwa bakteri Coliform (p = 0,028) terdapat perbedaan dan bakteri Escherichia coli (p = 1,000) tidak terdapat perbedaan kualitas pada air sebelum dan sesudah filtrasi. Kesimpulan : Terdapat perbedaan kandungan Coliform pada air sebelum dan sesudah filtrasi. Tidak terdapat perbedaan kandungan Escherichia coli pada air sebelum dan sesudah filtrasi.

Background: Water is one of the resources that is a basic human need for survival. Water is closely related to human health, so water quality needs special attention. One of the parameters that serve as an indicator of drinking water quality is the microbiological parameter, the bacteria Escherichia coli and Coliform. Both bacteria can cause health problems such as Diarrhoea, Cholera and Dysentery. Universitas Indonesia, one of the best universities in Indonesia, has endeavoured to provide drinking water through a water purifier for the citizens of Universitas Indonesia. Objective: Analyse the comparison of microbiological quality in pre-filtration and post-filtration water at Universitas Indonesia. Methods: This research is an analytical study with a quantitative approach and experimental study design conducted on water before and after filtration in 8 faculties of the University of Indonesia. Results: The results of the two-mean t-test showed that Coliform bacteria (p = 0.028) had a difference and Escherichia coli bacteria (p = 1.000) had no difference in quality before and after filtration. Conclusion: There is a difference in the coliform content of the water before and after filtration. There is no difference in Escherichia coli content in water before and after filtration.
Read More
S-11257
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajriah Hanika Adzania; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Rosa Ambarsari
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor-faktor sosioekonomi dan demografi dengan timbulan sampah elektronik di DKI Jakarta. Metode: Desain studi korelasidengan unit analisis kecamatan di Provinsi DKI Jakarta yang berjumlah 44. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Badan Pusat Statistik, dan Data Terbuka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Data akan diolah menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis spasial, kemudian data ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar.
Read More
S-10816
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardya Garini; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih, Didik Supriyono
S-7161
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Febriani; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Laila Fitria, Waris Supaidah
S-5894
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nuranida Fauziyah; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Haryoto Kusnoputranto;
Abstrak:
Air minum merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia. Universitas Indonesia kampus Depok menyediakan fasilitas air siap minum. Pada penelitian kualitas air tanah di Kota Depok yang dilakukan tahun 2022, diperoleh bahwa kualitas air tanah parameter Fisik di Kota Depok belum sepenuhnya memenuhi standar baku mutu. Namun kualitas air siap minum di Universitas Indonesia tidak dilakukan pengecekan kualitas air secara berkala, termasuk kualitas air siap minum parameter fisik. Tujuan penelitian Menganalisis kualitas parameter Fisik air siap minum sebelum dan sesudah filtrasi yang tersedia di setiap fakultas Universitas Indonesia kampus Depok Tahun 2023. Uji yang digunakan pada penelitian ini analisis deskriptif dengan desain studi cross sectional. Sampel yang diambil adalah air siap minum sebelum dan sesudah filtrasi di Universitas Indonesia kampus Depok tahun 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 9 sampel untuk air siap minum sebelum filtrasi dan 9 sampel air siap minum. Pengukuran kualitas air parameter fisik ini dilakukan secara in situ dan uji laboratorum. Pengukuran parameter kekeruhan, warna, badan Total Zat Terlarut diuji di laboratorium Labkesda DKI Jakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air siap minum parameter fisik sebelum filtrasi di Universitas Indonesia tahun 2023 yang memenuhi persyaratan yaitu berjumlah 3 sampel (33,3%) dari 9 sampel yang diteliti dan 66,7% lainnya tidak memenuhi syarat. hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air siap minum sesudah filtrasi parameter fisik di Universitas Indonesia tahun 2023 yang memenuhi persyaratan berjumlah 3 sampel (33,3%) dari 9 sampel yang diteliti 66,7% lainnya tidak memenuhi syarat. hasil analisis uji bivariat, hanya parameter suhu yang terdapat perbedaan antara kualitas air siap minum sebelum dan sesudah filtrasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai p value 0,008 (p<0,05). Sedangkan untuk parameter kekeruhan, warna, bau, daya hantar listrik, Total Zat Terlarut dan pH tidak ada perbedaan yang signifikan Kesimpulan dari penelitian ini adalah 9 dari air siap minum sebelum di filtrasi yang diteliti, hanya 3 sampel yang memenuhi persyaratan parameter fisik dan 9 dari air siap minum sesudah filtrasi yang diteliti yang memenuhi persyaratan parameter fisik berjumlah 3 sampel sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

Drinking water is an important need for every human being. The University of Indonesia's Depok campus provides ready-to-drink water facilities. In research on the quality of groundwater in Depok City which will be conducted in 2022, it is found that the physical parameter groundwater quality in Depok City has not fully met the quality standards. However, the quality of ready-to-drink water at the University of Indonesia does not regularly check the quality of water, including the quality of ready-to-drink water on physical parameters. The research objective was to determine the quality of the physical parameters of ready-to-drink water before and after filtration available in every faculty of the University of Indonesia, the Depok campus, in 2023. The test used in this study was descriptive analysis with a cross-sectional study design. The samples taken were ready-to-drink water before and after filtration at the University of Indonesia, Depok campus in 2023 with a total sample of 9 ready-to-drink water before filtration and 9 ready-to-drink water samples. Measurement of water quality physical parameters is carried out in situ and laboratory tests. Measurement of the parameters of turbidity, color, total body dissolved substances were tested at the Labkesda DKI Jakarta laboratory. The results of the analysis show that the physical parameters of ready-to-drink water quality before filtration at the University of Indonesia in 2023 meet the requirements, namely 3 samples (33.3%) of the 9 samples studied and the other 66.7% do not meet the requirements. The results of the analysis show that the quality of ready-to-drink water after filtration for physical parameters at the University of Indonesia in 2023 meets the requirements of 3 samples (33.3%) of the 9 samples studied, 66.7% do not meet the requirements. the results of the bivariate test analysis, only the temperature parameter that there is a difference between the quality of ready-to-drink water before and after filtration. This is indicated by the p value of 0.008 (p <0.05). As for the parameters of turbidity, color, odor, electrical conductivity, total dissolved substances and pH there is no significant difference The conclusion of this study is that 9 of the ready-to-drink water before being filtered were studied, only 3 samples that met the physical parameter requirements and 9 of the ready-to-drink water after being filtered that were studied that met the physical parameter requirements, totaling 3 samples in accordance with Minister of Health Regulation Number 2 Year 2023.
Read More
S-11381
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amelia Chandraningtyas; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Haryanto, Aria Kusuma
Abstrak:
Permasalahan sampah di Daerah Khusus Ibukota Jakarta menjadi tantangan serius seiring dengan pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan meningkatnya konsumsi masyarakat. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional tahun 2024 menunjukkan bahwa timbulan sampah di Jakarta mencapai 3.171.247,60 ton per tahun, dengan sisa makanan sebagai komponen utama (49,87%). Rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah menyebabkan sebagian besar sampah tidak terkelola dengan baik. Di sisi lain, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, dengan tingkat akses mencapai 77,28% di Jakarta. Platform seperti media sosial Y dan Z, yang digunakan lebih dari 100 juta pengguna di Indonesia, memiliki potensi besar dalam menyampaikan pesan lingkungan dan mendorong perubahan perilaku melalui kekuatan visual, jangkauan luas, dan interaksi tinggi. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan survei daring terhadap 415 responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan terakhir, paparan konten pada media sosial Y dan Z, green influencer, ketersediaan sarana, serta sikap peduli lingkungan memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pengelolaan sampah, sedangkan usia, jenis kelamin, dan persepsi tidak memiliki hubungan signifikan dengan perilaku pengelolaan sampah. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa paparan konten pada media sosial Y dan Z menjadi faktor paling dominan yang memengaruhi perilaku pengelolaan sampah. Temuan ini mengindikasikan agar optimalisasi media sosial Y dan Z sebagai media edukasi pengelolaan sampah terus ditingkatkan guna mendorong perilaku masyarakat yang lebih baik dalam pengelolaan sampah.


The waste management problem in the Special Capital Region of Jakarta had become a serious challenge along with population growth, urbanization, and increasing public consumption. Data from the National Waste Management Information System in 2024 showed that the volume of waste in Jakarta had reached 3,171,247.60 tons per year, with food waste as the main component (49.87%). The low level of public awareness and participation in waste management had caused most waste to be poorly managed. On the other hand, social media had become an essential part of people’s daily lives, with an access rate of 77.28% in Jakarta. Platforms such as social media Y and Z, which were used by more than 100 million users in Indonesia, had great potential to convey environmental messages and encourage behavior change through visual strength, broad reach, and high interaction. This study employed a cross-sectional design using an online survey involving 415 respondents. Data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square test), and multivariate (multiple logistic regression) analyses. The bivariate analysis results showed that educational background, exposure to content on social media Y and Z, green influencers, availability of waste management facilities, and pro-environmental attitudes were significantly related to waste management behavior, while age, gender, and perception were not significantly associated. The multivariate analysis indicated that exposure to content on social media Y and Z was the most dominant factor influencing waste management behavior. These findings suggested that the optimization of social media Y and Z as educational media for waste management should be continuously enhanced to promote better public behavior in managing waste.
Read More
S-12053
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Larissa Naya Clorinda; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Aria Kusuma
Abstrak:
DKI Jakarta menjadi provinsi kedua dengan timbulan sampah terbanyak di Indonesia yang mencapai 8.527 ton/hari di tahun 2022. Sampah yang tidak dikelola menjadi tempat perkembangbiakan patogen dan vektornya, faktor terjadinya banjir, dan menyebabkan penyakit menular. Pengelolaan sampah efektif dilakukan dari perilaku masyarakat sebagai sumbernya dalam mengelola sampah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pengetahuan dan keterpaparan media informasi dengan perilaku pengelolaan sampah pada masyarakat DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner online dan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian yaitu masyarakat DKI Jakarta usia 15 – 64 tahun sebanyak 400 orang. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan (0,000), keterpaparan media informasi (0,000), jenis kelamin (0,009), dan pendidikan (0,003) dengan perilaku pengelolaan sampah serta tidak terdapat hubungan antara usia dengan perilaku pengelolaan sampah (p-value = 0,854). Analisis multivariat menunjukkan bahwa keterpaparan media informasi menjadi variabel dominan pada perilaku pengelolaan sampah (OR = 7,729, 95% CI = 4,794 – 12,461). Terdapat empat variabel yang berhubungan dengan perilaku pengelolaan sampah pada masyarakat di DKI Jakarta dengan keterpaparan media informasi menjadi faktor dominannya. Pemerintah dapat bekerja sama dengan media massa (online, sosial, cetak) untuk menyediakan konten edukatif dan kampanye pengelolaan sampah yang sesuai dengan tren dan berkolaborasi dengan influencer dan NGO.

DKI Jakarta is the second province with the highest waste generation in Indonesia, reaching 8,527 tons per day in 2022. Improper waste management leads to the proliferation of pathogens and vectors, contributes to flooding, and poses risks of infectious diseases. Effective waste management starts with the behavior of the community as its primary source. The aim of this research is to examine the relationship between knowledge and media exposure with waste management behavior among the residents of DKI Jakarta. This study adopts a quantitative approach using an online questionnaire and a cross-sectional study design. The study population consisted of 400 individuals aged 15 to 64 years. The findings of this study reveal significant associations between knowledge (p-value = 0.000), media exposure (p-value = 0.000), gender (p-value = 0.009), education (p-value = 0.003) with waste management behavior. However, there is no significant relationship found between age and waste management behavior (p-value = 0.854). Multivariate analysis indicates that media exposure is the dominant variable that significantly influences waste management behavior (OR = 7.729, 95% CI = 4.794 – 12.461). Four variables are associated with waste management behavior among the residents of DKI Jakarta, with media exposure emerging as the dominant factor. The government can collaborate with mass media to provide educational content and waste management campaigns that align with current trends and collaborate with influencers and NGOs.
Read More
S-11341
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raditha Cahyani Isty Ningdiyah; Pembimbing: Haryoto Kusno Putranto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Sampah merupakan sisa dari suatu kegiatan sehari-hari manusia dan proses alam yang berwujud padat, keberhasilan pengelolaan sampah berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat merupakan segala bentuk keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah mulai dari proses prencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor sosiodemografi, pengetahuan, dan faktor eksternal terhadap partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Batu Ampar, Jakarta Timur pada tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan menggunakan metode penelitian cross sectional dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Setelah dilakukan perhitungan besar sampel minimum menggunakan rumus uji hipotesis beda proporsi (Lemeshow, 1990) didapatkan besar sampel minimum sebanyak 114 sampel. Hasil penelitian menyatakan bahwa mayoritas rumah tangga di Kelurahan Batu Ampar telah memiliki tingkat partisipasi tinggi dalam pengelolaan sampah rumah tangga yaitu sebanyak 60 responden (52,6%), dimana 54 responden lainnya (47,4%) memiliki tingkat partisipasi rendah dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Pada penelitian juga dinyatakan bahwa terdapat faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan partisipasi pengelolaan sampah rumah tangga yaitu faktor sosiodemografi dan faktor eksternal. Faktor sosiodemografi yang memiliki hubungan signifikan dengan partisipasi masyarakat adalah usia (nilai p 0,009; OR 10,26), sedangkan faktor eksternal yang memiliki hubungan signifikan dengan partisipasi masyarakat adalah dukungan tokoh masyarakat (nilai p 0,002; OR 3,39). Untuk faktor sosiodemografi seperti jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan; pengetahuan; dan faktor eksternal berupa sarana prasarana tidak memiliki hubungan dengan partisipasi masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah variabel usia dan dukungan tokoh masyarakat memiliki hubungan yang signifikan dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Waste is the residue of daily human activities and natural processes in solid form, the success of waste management is related to the level of community participation. Community participation is all forms of community involvement in waste management starting from the process of planning, implementation, to evaluation. The aim pf this research is to analyze the relationship between sociodemographic factors, knowledge, and external factors on community participation in household waste management in Batu Ampar Subdistrict, East Jakarta, in the year 2023. This study employs an analytic survey method using a cross-sectional research design with stratified random sampling as the sampling technique. After calculating the minimum sample size using the hypothesis test formula for the difference in proportions (Lemeshow, 1990), the minimum sample size was determined to be 114 samples. The research result indicated that majority of households in Batu Ampar Subdistrict have a high level of participation in household waste management, with 60 respondents (52,6%), while the remaining 54 respondents (47,4%) have a low level of participation. The study also states that there are factors significantly associated with household waste management participation, namely sociodemographic and external factors. Sociodemographic factors significantly associated with community participation are age (p-value 0,009; OR 10,26), while the external factors significantly associated with community participation is community leader support (p-value 0,002; OR 3,39). Sociodemographic factors such as gender, education, occupation, and income; knowledge; and external factors such as facilities do not have significant relationship with community participation. In conclusion, age and community leader support variable are significantly associated with community participation in household waste management.
Read More
S-11537
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lilis Nurul Husna; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Zakianis, Nur Fajarudin
S-9925
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive