Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31957 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rosnani; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Tris Eryando, Evi Martha, Miklon, Venny Rismawanti
Abstrak:
Rendahnya persalinan di fasilitas kesehatan dan di tolong oleh tenaga kesehatan di wilayah kecamatan Rakit Kulim. Tujuan penelitian adalah diperoleh informasi yang mendalam mengenai gambaran praktik persalinan di rumah suku Talang Mamak. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan phenomenology dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 6 orang informan, 2 orang informan pangkal dan 7 orang informan kunci. Hasil penelitian diperoleh dari praktik persalinan di rumah suku Talang Mamak antaralain: praktik budaya saat persalinan dan nifas: praktik budaya yang membahayakan persalinan di rumah seperti kurang layaknya tempat/ruang untuk bersalin, kebersihan alat yang digunakan saat bersalin, metode yang digunakan, penolong persalinan yang tidak terlatih, pantangan makanan bagi ibu nifas, dan pemberian makanan pada bayi baru lahir sedangkan praktik budaya persalinan dan nifas yang mendukung persalinan di rumah antaralain; perawatan plasenta, perawatan ibu nifas dengan jamu dan pemakaian barot; rendahnya pengetahuan ibu tentang tanda bahaya persalinan dan nifas yang dipengaruhi rendahnya tingkat pendidikan serta kurangnya informasi yang diperoleh oleh ibu; rendahnya persepsi ibu tentang persalinan dan nifas berisiko karena menganggap persalinan meruapakan proses alami bagi seorang ibu; tingginya kepercayaan ibu terhadap dukun karena pengalaman, tradisi turun temurun, percaya kepada hal-hal ghaib, pelayanan yang diberikan dan merupakan orang yang telah lama dikenal oleh ibu; aksesibilitas fisik terhadap pemanfataan pelayanan kesehatan yang tidak jauh dapat dicapai dengan kenadraan roda dua dan biaya transportasi murah; aksesibilitas ekonomi terhadap pemanfataan pelayanan kesehatan dimana sebagian besar ibu merupakan ibu rumah tangga, keputusan dimabil oleh ibu kandung dan biaya persalinan dan nifas tidak menjadi masalah; Fasilitas kesehatan adanya perbedaan pelayanan yang diberikan dalam persalinan dan nifas Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi praktik persalinan di rumah suku Talang Mamak adalah Praktik budaya persalinan dan nifas; pengetahuan tentang tanda bahaya persalinan; persepsi tentang persalinan dan nifas beriko; kepercayaan terhadap dukun, sedangkan yang tidak mempengaruhi: aksesibilitas fisik terhadap pemanfataan pelayanan kesehatan; aksesibilitas ekonomi terhadap pemanfataan pelayanan kesehatan; dan fasilitas kesehatan. Pentingnya melakukan upaya untuk meningkatkan pelayana kesehatan dengan memperhatikan fac\ktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemanfataan pelayanan kesehatan.

The low number of deliveries in health facilities and assisted by health workers in the Rakit Kulim sub-district. The research objective was to obtain in-depth information about the description of childbirth practices in the Talang Mamak tribe house. The qualitative research method uses the phenomenology approach by conducting in-depth interviews with 6 informants, 2 base informants and 7 key informants. The results of the study were obtained from the practice of childbirth at the Talang Mamak tribe house, among others: cultural practices during childbirth and postpartum: cultural practices that endanger childbirth at home such as less suitable places / spaces for delivery, cleanliness of the tools used during childbirth, methods used, birth attendants untrained, abstinence from food for postpartum mothers, and provision of food for newborns, while the cultural practices of childbirth and postpartum culture that support home births are among other things; placenta care, postpartum care with herbs and use of barots; low knowledge of mothers about the danger signs of childbirth and childbirth which is influenced by low levels of education and lack of information obtained by mothers; Low perceptions of  mothers about childbirth and childbirth are risky because they think that childbirth is a natural process for a mother; the high level of mother's trust in the dukun because of her experience, hereditary traditions, her belief in unseen things, the services she provides and is a person who has been known to her for a long time; physical accessibility to the utilization of health services that is not far away can be achieved by two-wheeled impetus and cheap transportation costs; economic accessibility to the utilization of health services where most mothers are housewives, the decision is taken by birth mothers and the costs of childbirth and postpartum are not a problem; In health facilities, there are differences in the services provided during childbirth and postpartum. Conclusion: The factors that influence the practice of childbirth in the Talang Mamak tribe house are cultural practices of childbirth and postpartum; knowledge of the danger signs of childbirth; perceptions of risky labor and childbirth; trust in dukuns, while those that do not affect: physical accessibility to the use of health services; economic accessibility to the utilization of health services; and health facilities. The importance of making efforts to improve health services by taking into account the factors that can affect the utilization of health services.

Read More
T-5921
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Essi Guspaneza; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Tri Krianto, Diah Mulyawati Utari, Andri Mursita, Victory Syafutra
Abstrak:
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1000 Hari Pertama kehidupan (HPK). Kabupaten Kerinci memiliki persentase stunting tertinggi kedua di Provinsi Jambi tahun 2019 sebesar 42,4%, sedangkan angka kejadian stunting tertinggi di Kabupaten Kerinci terdapat di Kecamatan Siulak Mukai sebesar 44,32%, desa yang menjadi lokasi penelitian yaitu Desa Tebing Tinggi dan Desa Siulak Mukai, penetian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2020. Tujuan Penelitian untuk menganalisis bagaimana peranan aspek budaya dan unsur budaya terhadap kejadian stunting pada baduta di Suku Kerinci, Jambi. Metode Penelitian ini menggunaka kualitatif pendekatan phenomenology. Informan utama dalam penelitian ini yaitu 5 orang ibu yang memiliki baduta stunting berpendidikan rendah dan 5 orang ibu yang memiliki baduta stunting berpendidikan tinggi serta 10 orang ibu yang memiliki batita tidak stunting berpendidikan tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil Penelitian diketahui adanya tradisi/kebiasaan yang berdampak buruk, adanya perilaku fatalistis, adanya nilai/norma dalam hal kepercayaan yang berdampak buruk, adanya pengetahuan yang kurang dan tidak mendapatkan dukungan keluarga dalam hal pemberian ASI Ekslusif, pemberian MP-ASI, perilaku hygiene dan sanitasi serta pemanfaatan pelayanan kesehatan dalam kejadian stunting. Saran agar dilakukan penyuluhan dan sosialisasi secara rutin kepada masyarakat dan bermitra dengan tokoh masyarakat serta dukun untuk memberikan edukasi tentang stunting, ASI ekslusif, pemberian MP-ASI yang bervariasi, perilaku hygiene dan sanitasi serta pentingnya pemanfaatan pelayanan kesehatan seperti posyandu.

Stunting is a condition of failure to thrive in children under five years old (toddlers) due to chronic malnutrition and recurrent infections, especially in the period of the First 1000 Days of life (HPK). Kerinci Regency has the second highest stunting percentage in Jambi Province in 2019 at 42.4%, while the highest stunting incidence rate in Kerinci Regency is in Siulak Mukai Subdistrict at 44.32%, the villages that are the study sites are Tebing Tinggi Village and Siulak Mukai Village in May-June 2020. The purpose of this study was to analyze how the role of cultural aspects and cultural elements in the occurrence of stunting in Baduta in the Kerinci tribe, Jambi. This research was  qualitative with phenomenology approach. The main informants in this study were 5 mothers who had poorly educated stunts and 5 mothers who had high-educated stunts and 10 mothers with high educated stunted toddlers. Data collection was carried out by in-depth interviews and document review. The results of the study revealed the existence of traditions / habits that have a negative impact, the existence of fatalistic behavior, the existence of values ​​/ norms in terms of beliefs that have a negative impact, the lack of knowledge and not get family support in terms of exclusive breastfeeding, complementary feeding, hygiene and sanitation behavior and utilization of health services in the event of stunting. Suggestions for regular outreach and outreach to the community and in partnership with community leaders and traditional healers to provide education about stunting, exclusive breastfeeding, provision of varied MP-ASI, hygiene and sanitation behavior and the importance of utilizing health services such as integrated health center.

Read More
T-5838
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iwan Nefawan; Pembimbing: Adi Sasongko; Penguji: Tri Krianto, Wahanudin
S-5835
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asep Surahman; Pembimbing: Ella Nurlella Hadi, Iwan Ariawan; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Hendy Budiman
Abstrak:

Masalah kematian maternal dan noenatal masih merupakan masalah pokok yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, dimana AKI di Indonesia tahun 2005 sebesar 262 per seratus ribu kelahiran hidup. Salah satu penyebab kematian tersebut akibat masih rendahnya cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan dan masih tingginya persalinan ditolong oleh tenaga non kesehatan (dukun bayi). Proporsi angka cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Garut tahun 2006 adalah 67,4% sementara sisanya oleh dukun bayi. Pencapaian tersebut tidak sejalan dengan pencapain hasil cakupan K4 pada tahun yang sama sebesar 85,4%, hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kedua hasil cakupan tersebut. Idealnya, kenaikan cakupan K4 diikuti pula oleh kenaikan cakupan persalinan. Kesenjangan tersebut telah mengindikasikan telah terjadinya unmet need persalinan, yaitu ketidaksesuaian antara keinginan dengan kenyataan mengenai tenaga penolong persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan unmet need persalinan di Kabupaten Garut tahun 2007. Penelitian menggunakan data sekunder dari hasil survei data dasar pengembangan model pelayanan kesehatan neonetal esensial di Kabupaten Garut tahun 2007 oleh Pusat Penelitian Kesehatan (PPK-UI) dan Pusat Kajian Promosi Kesehatan FKM-UI. Metode penelitian adalah Cross Sectional, dengan populasi adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi 0-11 bulan yang tinggal menetap di 10 Kecamatan di Kabupaten Garut. Sampel yang berjumlah 246 orang, diambil menggunakan metode cluster probability proportionate size. Hasil penelitian menunjukkan dari 246 responden yang mempunyai keinginan untuk melahirkan oleh tenaga kesehatan 21,1% terjadi unmet need persalinan dan 78,9% sesuai dengan keinginannya (met need). Paritas merupakan faktor yang berhubungan dengan unmet need persalinan (p = 0,049), dimana iu yang mempunyai paritas tinggi berpeluang 2 kali untuk unmet need persalinan dibandingkan dengan ibu yang mempunyai paritas rendah setelah dikontrol oleh faktor pendidikan ibu, status ANC dan status ekonomi (OR = 2, 95% CI = 1,0 ? 3,8). Berdasarkan hal di atas, disarankan untuk lebih meningkatkan kegiatan KIE pada saat pemeriksaan kehamilan (ANC) sehigga pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan, persalinan dan KB dapat lebih meningkat, disamping meningkatkan kegiatan penyuluhan kesehatan secara berkesinambungan kepada masyarakat, terutama tentang tanda bahaya kehamilan dan persalinan.


 

The problem of neonatal and maternal deaths.is still the main problem faced by indonesian people, where the maternal death rate in Indonesia, in the year of 2005 was 262 per one hundred thousand of living birth.one of the mentioned death causes was that the child-birth coverage carried out by medical workers was still low and child- birth performed by non medical workers was still high. The percentage of child-brith coverage rate by medical workers in Garut regency in 2006 was 67,4 % meanwhile the rest was performed by conventional midwives. The mentioned achievement was not in accordance with that of the result of K4 coverage in the same year as much as 85,4 %, this case showed the presence of discrepancy between both mentioned coverage results.ideally, the raise of K4 coverage should have been followed by the raise of child-birth coverage as well. This discrepancy had indicated that unmet need child-birth had occured, that is the unconformity between desire and fact concerning medical workers for child- birth. The objectives of this research is to recognize the determinant of unmet need of child- birth in Garut regency in 2007.The kind of the research used secondary data from the result of base data survey for the development of essential neonatal health service model in Garut regency in the year of 2007 performed by Health Research Centre ( PPK-UI ) and Health Promotion Study Centre of FKM-UI.the method of the research is Cross Sectional . Population consists of the women having 0-11 month babies who settle in ten sub-districts with sample selection follows the method of 30 cluster, cluster is the rural-district with dursion criteria based on the number of population (probability proportionate size). by using c-survey, it is obtained 30 rural- districts, later 16 women are selected at random from every rural-district so that it fulfills the sample of 640 people. The number of respondents who fulfill criteria of unmet need child-birth is 246 people. The result of the research shows that from 246 respondents who have desire to give birth to by medical workers, 21.1% is unmed need child-birth and 78,9% is in accordance with their desire (met need) that is medical workers as the helper of child-birth. The result of statistics test shows significantcorrelation between parity and unmet need child-birth (p=0.049). In the meantime, the result of valid final modeling is model without interaction, later the most dominant factor as the determinant of unmet need child-birth is parity with the value of odds ratio as much as 2.0 respectively after being controlled by the factors of mothers education, ANC status and economics status (OR = 2, 95% CI = 1,0 ? 3,8). Based on the case above, it is suggested that the effort of health promotion program raise need to be performed by having health guidance acturties continuously to the community about reproduction health especially in the case of recognition towards child-birth danger signal. One of them is to raise the acturty of KIE at the time of pregnancy examination which along this time it forms education facility to improve mothers knowledge concerning their pregnancies and child-births.

Read More
T-2772
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dakhlan Choeron; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Evi Martha, Beni Hendril
S-5876
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratu Nuraini Solihah; Pembimbing: Sudarti Kresna; Penguji: Artining Anggorodi, Anwar Hasan, Kodiat Juarsa
Abstrak: Abstrak

Tesis ini membahas tentang pemilihan tempat persalinan di rumah oleh ibu dengan riwayat ANC lengkap di Kecamatan Cimanuk Kabupaten Pandeglang, pada tahun 2012. Pelayanan kesehatan, fasilitas dan informasi kesehatan sudah tersedia, pemanfaatan terhadap pelayanan ANC dan bidan sebagai penolong persalinan sudah tinggi namun belum sepenuhnya dapat mendorong masyarakat untuk memilih fasilitas kesehatan sebagai tempat persalinannya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang menggunakan pendekatan Rapid Assesment Procedures (RAP). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa sebagian dari masyarakat memilih rumah sebagai tempat persalinannya, namun sebagiannya lagi memilih fasilitas kesehatan sebagai tempat persalinannya. Penelitian ini juga menyarankan untuk meningkatkan peran lingkungan keluarga, masyarakat dan petugas dalam mendukung pemanfaatan fasilitas kesehatan untuk persalinan.


This thesis discusses the selection of the delivery at home by mothers with a history of complete ANC in Cimanuk sub district, Pandeglang District, year 2012. Health services, facilities and health information is available, the utilization of the ANC and the midwife as a birth attendant is high but has not been fully able to encourage people to choose a health facility as a place of confinement. This research is a qualitative study, which uses the approach of Rapid Assessment Procedures (RAP). The results of this study found that the majority of people choosing a home as a place of confinement, but partly choosing health facility as a place of confinement. This study also suggested to increase the role of the family, the community and staff in supporting the utilization of health facilities for delivery.

Read More
T-3714
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ronal Adi Putra; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Dien Anshari, Muldiasman, Nurlie Azwar
Abstrak: ASI Eksklusif merupakan cara terbaik pemberian makan bayi sejak lahir sampai umur 6 bulan, namun cakupan pemberian ASI Eksklusif di Wilayah kerja Puskesmas SP II Sekutur Jaya tergolong masih rendah, selain itu masih ada kebiasaan, tradisi dan kepercayaan yang memiliki kecenderungan mengarahkan perilaku ibu untuk tidak mampu memberikan ASI Eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor sosial budaya yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI Eksklusif. Metode yang digunakan adalah sequencial explanatorymixed methods (kuantitatif dan kualitatif) dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Juni 2020 di wilayah kerja Puskesmas SP II Sekutur Jaya. Pengumpulan data kuantitatif menggunakan kuesioner yang diisi melalui wawancara terhadap 106 ibu yang memiliki bayi umur 6-12 bulan. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian memperlihatkan proporsi pemberian ASI Eksklusif tergolong masih rendah yaitu sebesar 40,6%. Variabel yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif adalah pengetahuan, sikap, kepercayaan, dukungan keluarga dan tradisi dengan p value < 0,05. Penelitian kualitatif dilakukan untuk memperdalam hasil temuan kuantitatif, teknik pengambilan data melalui FGD dan wawancara mendalam, FGD terdiri dari 2 kelompok ibu yang memberikan ASI Eksklusif dan 2 kelompok ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif, wawancara mendalam dilakukan terhadap 12 orang informan. Hasil temuan kualitatif diketahui faktor sosial yang menghambat pemberian ASI Eksklusif adalah adanya pengaruh yang kuat dari keluarga terutama orang tua yang menganjurkan pemberian madu pada bayi baru lahir dan pemberian makanan tambahan, sedangkan faktor budaya yang menghambat pemberian ASI Eksklusif terkait kepercayaan dan tradisi di masyarakat yaitu adanya anggapan ASI saja tidak cukup, bayi yang menangis walaupun sudah diberikan ASI pertanda bayi masih lapar sehingga perlu diberi makanan tambahan, pemberian makanan sejak dini juga dianggap agar bayi mulai beradaptasi dan mengenal jenis-jenis makanan, bayi yang baru lahir diberikan madu dan adanya pantangan makanan tertentu bagi ibu menyusui. Saran agar petugas kesehatan diberikan pelatihan terkait strategi promosi kesehatan peningkatan pemberian ASI Eksklusif dengan memperhatikan aspek sosial budaya masyarakat, sasaran program ASI Ekslusif tidak hanya ditujukan kepada ibu saja tetapi juga anggota keluarga lainnya (suami dan orang tua), tokoh agama, tokoh mayarakat, kader kesehatan dan pengambil kebijakan
Exclusive breastfeeding is the best way to feed babies from birth until the age of 6 months, but the scope of exclusive breastfeeding in the work area of Puskesmas SP II Sekutur Jaya is still low, in addition there are still habits, traditions and beliefs that have a tendency to direct the behavior of mothers to be unable provide exclusive breastfeeding. This study aims to determine the socio-cultural factors associated with exclusive breastfeeding behavior. The method used is sequential explanatory mixed methods (quantitative and qualitative) with cross sectional research design. The study was conducted in March to June 2020 in the work area of Puskesmas SP II Sekutur Jaya. Quantitative data collection using a questionnaire filled out through interviews with 106 mothers who have babies aged 6-12 months. Data analysis using chi square. The results showed the proportion of exclusive breastfeeding was still relatively low, amounting to 40.6%. Variables related to exclusive breastfeeding are knowledge, attitudes, beliefs, family support and tradition with a p value
Read More
T-5989
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Embun Ferdina Enjaini; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Evi Martha, Sandra Fikawati, Kodrat Pramudho, Mellisa Chew
Abstrak: Stunting (pendek) merupakan masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Kecamatan Tanjung Agung Palik memiliki persentase stunting tertinggi (47,48%), Desa yang menjadi lokasi penelitian adalah Desa Sengkuang dan Desa Sawang Lebar, kedua desa tersebut merupakan desa yang paling tinggi kejadian stunting. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis sosial budaya suku Rejang terkait dengan stunting. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif Rapid Ethnografi. Informan utama dalam penelitian ini adalah 4 ibu yang memiliki anak balita stunting dengan ekonomi rendah, 4 ibu yang memiliki balita stunting dengan ekonomi menengah dan 4 ibu yang memiliki anak balita normal dengan ekonomi rendah, yang tinggal di suku Rejang Kecamatan Tanjung Agung Palik yang dipilih dengan metode purposive sampling yang datanya sudah diketahui dari sistem e- PPGBM Puskesmas berdasarkan pengukuran antropometri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipasi yang dilaksanakan pada bulan April-Juni 2019 di Kecamatan Tanjung Agung Palik. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab stunting pada masyarakat suku Rejang disebabkan oleh 1) Lingkungan dan Sanitasi yang buruk, 2) Masih belum melakukan ASI eksklusif, 3) Pemberian MP-ASI dini balita, 4) Pola pemberian makanan yang masih rendah, 5) Pengetahuan masyarakat yang masih rendah, 6) Masih adanya kepercayaan tentang pantang makan pada ibu hamil dan balita. Disarankan agar ada upaya penurunan kepercayaan pantang makan ibu hamil dan anak balita, pengetahuan lingkungan dan sanitasi, mengurangi pemberian makanan prelakteal pada bayi baru lahir, pola pemberian makan dan cakupan pemberian MP-ASI dini melalui penyuluhan rutin dengan melibatkan orang tua balita dan bermitra dengan dukun untuk memberikan edukasi akan pentingnya kesadaran ibu terkait gizi
Read More
T-5720
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yeti Trisnawati; Pembimbing: Wuryaningsih, Caroline Endah; Penguji: Mieke Savitri, Evi Martha, Rahmadewi, Rima Damayanti
T-4650
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muh Purwanto; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Yovsyah, Yulita Evarini, Emita Ajis
T-4100
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive