Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37754 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Zaterti Azril; Pembimbing: Anhari Achadi
S-3676
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri; Pembimbing: Sandi Iljanto
Abstrak:
Sejak |997 RSUP Fatmawati telah melakukan tiga kali angket pelayanan pelanggan. Dalam kurun waktu tiga tahun tcrakhir ini dapat dikatakan proporsi pelanggan yang merasa puas dengan pclayanan RSUP Falmawali telah meningkat. Namun dcmikian, sesungguhnya sulit menilai kemajuan pelayanan pelanggan di RSUP Fatmawati melalui tiga kali angket kepuasan pelanggan selama periode |997 hingga 2000. Pertama, kesulitan tcrsebut muncul karena adanya perbedaan alat pengumpul data yang digunakan dalam angkel pelanggan \997 dengan angket pada 1999/2000. Kcdua, ada beberapa pertanyaan yang bermakna ganda sehingga hasil penilaian responden mcnjadi mcragukan. Kedua hal tcrsebut selain menyebabkan kesulitan penilaian juga mengandung bias yang berpotensi menurunkan kesahihan, keterhandalan dan akurasi penilaian terhadap klxalitas pclayanan pelanggan di RSUP Falmawali Secara umum, penelilian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas informasi mengenai pelayanan pelanggan di RSUP Fatmawati. Peningkatan kualitas ini dicapai mclalui penyusunan melodologi penelitian yang Iebih tcpal dan pencrapan kaidah-kaidah penelitian yang Iebih ketat agar data yang diperoleh bcbas dari bias. Desain penelilian yang digunakan adalah survei, cross sectional, dengan unit analisis pelanggan yang telah selesai memperolch pelayanan. Populasi pcnelilian adalah pelanggan RSUP Fatmawati, baik yang datang untuk rawat jalan maupun unluk rawat inap. Sampel pelanggan rawat jalan mewakili se\uruh poliklinik yang ada, sedangkan sampcl pelanggan rawat inap mcwakili kelas perawatan yang ada. Dari target 200 sampel, bcrhasil dipcroleh sebanyak |98 respondcn yang tcrdiri dari 97 orang penderila rawat jaian dan 10| orang penderita rawat inap. Berdasarkan penilaian responden terhadap kualitas pelayanan pelanggau di masing- masing litik simpul pelayanan, diperoleh nilai rerata keseiuruhan sebesar 7,65 dcngan simpang baku sebcsar 0.94. Nilai rerata ini menunjukkan bahwa pelanggan merasa cukup puas tcrhadap pelayanan pclanggan yang diselenggarakan oleh RSUP Fatmawati. Bagi para pclanggan lcmyata scluruh titik simpul pelayanan same pentingnya. Sclain ilu seluruh faktor pencntu temyata bcrhubungan dengan kuat dan bcmwakna terhadap kepuasan atas pelayanan pelanggan. Para pelanggan juga menyatakan kescdiaan yang cukup kuat untuk melakukan kunjungan ulang dan memberi rckomendasi. Berdasarkan analisis multivariat terdapat 5 variabel bcbas yang paling kual dan berhubungan secara bermakna terhadap kcpuasan pelayanan pelangan di RSUP Fatmawati, yaitu kelas perawatan, keramahan, tarif, serta kepuasan atas pelayanan pelanggan di ruang rawat inap dan apolik.
Read More
B-477
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Djunardi Harun: Pembimbing; Yayuk Hartriyanti; Penguji; Kusdinar Achmad,Dian Ayubi, Ahmad Husni, Tri Erri Astoeti Adrianingsih
T-883
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Paul Boekitwetan; Pembimbing: Mary A. Wangsarahardja
Abstrak: Pesatnya perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi serta membaiknya keadaan sosial ekonomi dan pendidikan, mengakibatkan perubahan sistem penilaian masyarakat yang menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu. Salah satu parameter untuk menentukan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah data/ informasi dari rekam medik. Indikator mutu rekam medik yang baik adalah kelengkapan isiannya, akurat, tepat waktu dan pemenuhan aspek persyaratan hukum. RSUP Fatmawati Jakarta adalah rumah sakit kelas B pendidikan, seyogyanya petugas yang menangani penderita rawat jalan maupun rawat inap menyelenggarakan rekam medik yang bermutu. Untuk mendapatkan gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan mutu rekam medik Instalasi Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Fatmawati Jakarta, telah dilakukan penelitian cross sectional, dengan telaahan rekam medik dari 1 Januari 1994 hingga 31 Desember 1994, secara retrospektif untuk memperoleh gambaran mutu rekam medik, serta wawancara petugas pengisi rekam medik untuk mendapatkan gambaran faktor-faktor karakteristik petugas pengisi rekam medik (dokter/paramedis perawatan), faktor pemantauan yang berhubungan dengan mutu rekam medik Instalasi Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Fatmawati Jakarta. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa didapatkan rekam medik yang kurang bermutu sebesar 76,4% di Instalasai Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Fatmawati Jakarta. Hal ini terutama disebabkan oleh karena pengisian rekam medik yang kurang lengkap (77,8%). Sedangkan karakteristik dokter yang berhubungan dengan mutu rekam medik adalah, tambahan pengetahuan, beban kerja akibat tugas tambahan di Bagian lain dan pemantauan dari Kepala Staf Medis Fungsional. Dari karakteristik paramedis perawatan yang berhubungan dengan mutu rekam medik adalah faktor pelatihan, beban kerja jumlah penderita rata-rata yang dilayani perharinya. Perlu adanya prosedur kerja tetap rekam medik (SOP) yang sangat membantu peningkatan mutu rekam medik. Selain itu perlu diadakan pemberian pelatihan dan tambahan pengetahuan rekam medik yang berkelanjutan, penghargaan dan sangsi terhadap petugas pengisi rekam medik perlu dibudayakan, pembagian tugas yang merata, pemantauan pengisian rekam medik perlu ditingkatkan. Rekam medik yang diisi oleh dokter, paramedis perawatan dan mahasiswa perlu diisi lengkap, karena rekam medik adalah bukti pertanggungjawaban hukum dalam pelayanan dan proses belajar/ mengajar.
Read More
B-87
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herlinda Lizamona; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Nurul Dina Rahmawati, Nurchayatie, Suhardini
Abstrak:

Malnutrisi merupakan komplikasi serius yang umum terjadi pada pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang menjalani hemodialisa (HD). Kondisi ini berdampak negatif terhadap kualitas hidup, meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian malnutrisi pada pasien PGK dengan HD di RSUP Fatmawati Jakarta. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 133 pasien rawat jalan yang menjalani HD minimal tiga bulan. Status gizi diukur menggunakan metode Subjective Global Assessment (SGA). Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), sementara data sekunder berasal dari telaah rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa usia ≥60 tahun (OR = 2,9; p = 0,036) dan asupan energi <70% dari kebutuhan harian (OR = 7,8; p = 0,003) berhubungan signifikan dengan kejadian malnutrisi. Faktor lain seperti jenis kelamin, durasi dan frekuensi HD, komorbiditas (diabetes melitus, hipertensi, penyakit kardiovaskular), serta asupan protein, lemak, dan karbohidrat tidak berhubungan signifikan secara statistik. Temuan ini menegaskan bahwa usia lanjut dan defisit asupan energi merupakan faktor dominan terhadap risiko malnutrisi. Oleh karena itu, pemantauan status gizi secara berkala dan intervensi gizi yang difokuskan pada peningkatan asupan energi perlu menjadi prioritas dalam tata laksana pasien HD. Strategi yang disarankan meliputi konseling gizi individual, edukasi kepada keluarga, dan pemberian oral nutrition supplement jika diperlukan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan intervensi gizi berbasis bukti dan penyusunan pedoman pemantauan gizi bagi pasien PGK dengan HD di rumah sakit rujukan nasional. Pendekatan multidisiplin antara dokter, ahli gizi, perawat, dan keluarga sangat diperlukan untuk mendukung pencapaian status gizi optimal secara berkelanjutan.


Malnutrition is a serious complication commonly found in patients with Chronic Kidney Disease (CKD) undergoing hemodialysis (HD). This condition negatively affects quality of life and increases the risks of morbidity and mortality. This study aimed to analyze the factors associated with malnutrition among CKD patients undergoing HD at Fatmawati Central General Hospital, Jakarta. The study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The sample consisted of 133 outpatients who had been on HD for at least three months. Nutritional status was assessed using the Subjective Global Assessment (SGA) method. Primary data were collected through interviews using structured questionnaires and a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), while secondary data were obtained from medical records. Data analysis included univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate analyses using multiple logistic regression. The results showed that patients aged ≥60 years (OR = 2.9; p = 0.036) and those with energy intake <70% of daily requirements (OR = 7.8; p = 0.003) had a significantly higher risk of malnutrition. Other variables such as sex, duration and frequency of HD, comorbidities (diabetes mellitus, hypertension, cardiovascular disease), and intake of protein, fat, and carbohydrates were not statistically associated with nutritional status. These findings highlight that older age and insufficient energy intake are dominant risk factors for malnutrition. Therefore, regular nutritional monitoring and interventions focused on increasing energy intake should be prioritized in the management of HD patients. Recommended strategies include individualized nutrition counseling, family education, and provision of oral nutrition supplements when necessary. This study is expected to serve as a foundation for the development of evidence-based nutrition intervention policies and guidelines for nutritional monitoring of CKD patients undergoing HD in national referral hospitals. A multidisciplinary approach involving physicians, dietitians, nurses, and family members is essential to support the achievement of optimal and sustainable nutritional status in HD patients.

 

Read More
T-7272
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Muthia Amalia Pratiwi; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Prisca Gisella
Abstrak:
Waktu tunggu merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan waktu tunggu pasien di poliklinik anak dan penyakit dalam RS X pada kuartal IV tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Data sekunder diperoleh dari laporan bulanan dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil menunjukkan rata-rata waktu tunggu adalah 34,23 menit, dengan faktor yang berhubungan secara signifikan yaitu keterlambatan dokter, jenis poliklinik, hari kunjungan, dan jumlah pasien. Variabel jenis poliklinik merupakan faktor paling dominan dengan nilai Exp(B) sebesar 2,254, yang berarti pasien di poliklinik penyakit dalam berisiko lebih tinggi mengalami waktu tunggu ≥60 menit. Disimpulkan bahwa penguatan kepatuhan terhadap jadwal praktik dokter serta pengelolaan beban pelayanan diperlukan untuk mengurangi lama durasi waktu tunggu.

Waiting time is a crucial indicator in assessing the quality of outpatient services. This study aims to analyze the factors influencing patient waiting time at the pediatric and internal medicine clinics of Hospital X during the fourth quarter of 2024. A cross-sectional design with a quantitative approach was used. Secondary data were obtained from monthly polyclinic reports and analyzed using chi-square tests and multiple logistic regression. The results showed that the average waiting time was 34.23 minutes. Significant factors associated with longer waiting times included doctor delays, clinic type, visit day, and number of patients per doctor. Among these, clinic type was the most dominant factor, with an odds ratio (Exp(B)) of 2.254, indicating that patients in the internal medicine clinic were more likely to experience delays of 60 minutes or more. It is concluded that strengthening adherence to doctors' practice schedules as well as managing service load is necessary to reduce waiting time duration.
Read More
S-11904
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lela Amelia; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Renti Mahkota, Abraham Simatupang
T-2759
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ike Anggraeni Gunawan; Pembimbing: Farida Mutiarawati Tri Agustina
S-2115
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Sakti; Pembimbing: Slamet Hindarto Gunawan
Abstrak:
Jumlah kunjungan rawat jalan di Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo dalam 3 tahun terakhir terlihat menurun tajam, sedangkan jumlah kunjungan di Poliklinik lainnya konstan atau meningkat. Keadaan ini menjadi pertanyaan bagi pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo bahwa terjadi ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan rawat jalan di Poliklinik Anak. Dengan melakukan suatu penelitian, yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan ketidakpuasan pasien yang menyebabkan penurunan kunjungan rawat jalan di Poliklinik Anak tersebut. Dengan menganalisa variabel bebas dan variabel terikat dan dilakukan uji statistik dengan Chi-Square diharapkan diketahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan secara bermakna dengan kepuasan pelanggan. Metodologi penelitian ini merupakan suatu studi deskriptif analisis bersifat kuantitatif dengan metode pengumpulan data secara cross sectional. Data primer dikumpulkan dengan mengedarkan kuesioner terhadap orang tua pasien Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo. Dari hasil penelitian terlihat hubungan yang bermakna antara persepsi responden tentang lamanya waktu tunggu dengan kepuasan pelanggan dimana tingkat kepuasan tertinggi didapat pada responden yang menyatakan waktu tunggu tidak lama. Kesimpulan dari penelitian ini ternyata waktu tunggu mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo. Disarankan kepada pihak manajemen agar membenahi faktor waktu tunggu menjadi lebih pendek sehingga citra Poliklinik Anak Rumah Sakit Umum Daerah Muara Bungo menjadi lebih baik.

Analysis of Factors That Related with Outpatient Satisfaction at the Children's Clinical of the District General Hospital of Muara BungoThe amount of outpatient visited at the Children's Clinical of the District General Hospital of Muara Bungo during 3 last years show pointed decrease, whereas the amount of outpatient visited at the others clinical constant even increased. This condition causing question to management side of the District General Hospital of Muara Bungo that patient is not satisfy with the services of the Children's Clinical of The District General Hospital of Muara Bungo. By doing a research, that purposed to know any factors that related with patient unsatisfaction that causing the decreasing outpatient visited at the Children's Clinical. By analyzing dependent variables and independent variables and by doing statistic test with Chi-Square expected to know any factors that meaningly related with customer satisfaction. The methodology of this research to give a shape of one analysis descriptive study that have quantitative character with data gathering method sectional cross. The primer data gathered with give questioners to parents? patient of the Children's Clinical of the District General Hospital of Muara Bungo. Result of this research shows the significant related between respondent perception about long waiting times with customer satisfaction with and the highest level of customer satisfaction comes from respondent that proving the short waiting time. The conclusion result of this research proved that waiting time increasing customer satisfaction of the Children's Clinical. Suggested to management hospital to tide up waiting time factor became shorted there for the Children`s Clinical of the District General Hospital of Muara Bungo became is better.
Read More
B-533
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suzana Sinaga; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Besral; Agustin Kusumayati, Rahmatsyah Said, I Nengah Mustika
Abstrak:

Rumah sakit sebagai institusi yang melayani kesehatan dituntut untuk terus berkembang dan melakukan perbaikan sehingga dapat memberikan pelayanan yang bermutu yang memuaskan pasien. Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator dalam mengukur mutu pelayanan di rumah sakit dan juga sebagai indikator dari standard suatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan di poliklinik rawat jalan RS. Marzoeki Mahdi, mengetahui gambaran karakteristik pasien di poliklinik rawat jalan RS. Marzoeki Mahdi, mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan, serta mengetahui faktor karakteristik yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan di poliklinik rawat jalan RS.Marzoeki Mahdi. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan cross- sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen terhadap 158 responden yang diambil secara acak dengan menggunakan systemic random sampling. Penelitian ini berlangsung selama 5 (lima) minggu. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat, multivariat Serta diagram Kartesius. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa responden terbanyak yang datang berobat ke poliklinik rawat jalan RS. M. Mahdi adalah kelompok umur produktif yaitu 30-60 tahun,jeniS kelamin terbanyak adalah perempuan, tingkat pendidikan terbanyak adalah akademi/ perguruan tinggi , status pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja/ibu rumah tangga dan sumber pembiayaan terbanyak adalah askes PNS. Dari hasil penelitian didapati tingkat kepuasan responden di polikilnik rawat jalan yaitu yang merasa puas sebanyak 70.9% dan respoden yang merasa tidak puas sebanyak 29.1%. Dan diperlihatkan bahwa pendidikan mempunyai hubungan yang bennakna dengan tingkat kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan RS. M. Mahdi. Diketahui juga variabel yang paling dominan berhubungan dengan tingkat kepuasan di poliklinik rawatjalan adalah variable pendidikan. Hasil analisis diagram Kartesius didapati dimensi mutu yang menjadi prioritas utama dan harus diperbaiki serta dilaksanakan sesuai harapan pasien adalah dimensi tangible dan reliability. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan pasien di poliklinik rawat jalan RS. Marzoeki Mahdi cukup baik, namun diharapkan pihak manajemen rumah sakit dapat lebih meningkatkan mutu pelayanannya, sehingga unit rawat jalan ini berkembang dengan pesat sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien dari tahun ketahun yang terus mengalami kenaikan jumlah kunjungan, untuk itu perlu mendapat perhatian.

Read More
T-2409
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive