Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40254 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nurul Wahyu Wadarsih; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Asih Setiarini, Endang L. Achadi, Nurhayati, Armein Sjuhary Rowi
Abstrak: Hipertensi adalah penyebab utama kematian dan kecacatan di tingkat global dan merupakan faktor risiko untuk penyakit kronis lainnya termasuk penyakit jantung iskemik dan gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan menilai trend dan determinan hipertensi yang terkait dengan karakteristik individu dan gaya hidup. Desain penelitian ini adalah studi longitudinal dengan analisis time series memanfaatkan data studi kohor faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) tahun 2015-2017 di kota Bogor. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 711 responden. Analisis bivariat menggunakan uji repeated ANOVA, Friedman dan Wilcoxon, oneway ANOVA, Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney serta Chi-square. Sedangkan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian tahun 2015-2017 menunjukkan prevalensi hipertensi meningkat dari 31,9% menjadi 45,9%. Kenaikan juga ditunjukkan pada rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik, asupan energi, karbohidrat, protein, lemak, natrium dan aktifitas fisik. Pada penelitian ini diperoleh faktor paling dominan mempengaruhi status hipertensi tahun 2015-2017 yaitu asupan karbohidrat berlebih. Responden dengan asupan karbohidrat berlebih berisiko 5,14-14,58 kali mengalami hipertensi dibandingkan dengan asupan karbohidrat cukup. Variabel lain yang berpengaruh terhadap status hipertensi adalah status gizi, usia, jenis kelamin, asupan protein, kebiasaan merokok dan asupan lemak.
Hypertension is a leading cause of death and disability on a global level and is a risk factor for other chronic diseases including ischemic heart disease and kidney failure. This study aimed to assess trends and determinants of hypertension associated with individual characteristics and lifestyle. The design of this research was a longitudinal study with time series analysis utilizing cohort study data of risk factors for Non-Communicable Diseases 2015-2017 in Bogor. The number of samples in this study were 711 respondents. Bivariate analysis used repeated ANOVA, Friedman and Wilcoxon, oneway ANOVA, Kruskal-Wallis and Mann-Whitney and also Chi-square tests. Meanwhile, the multivariate analysis used multiple logistic regression. The results of the 2015-2017 study showed that the prevalence of hypertension increased from 31,9% to 45,9%. The increase was also shown in the average systolic and diastolic blood pressure, energy, carbohydrates, protein, fat, sodium intake and physical activity. In this study, it was found that the most dominant factor affecting hypertension status in 2015-2017 was excess carbohydrate intake. Respondents with excess carbohydrate intake had a 5,14-14,58 times risk of developing hypertension compared to those with sufficient carbohydrate intake. Other variables that affect hypertension status were nutritional status, age, gender, protein intake, smoking habits and fat intake
Read More
T-5999
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aylinda Wahyuni Putri; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Triyanti, Widjaja Lukito, Agus Triwinarto
Abstrak: Prevalensi gizi lebih (overweight dan obesitas) pada penderita hipertensi cukup tinggi di Indonesia. Penderita hipertensi yang mengalami gizi lebih dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui trend dan determinan gizi lebih pada penderita hipertensi usia 25-69 tahun di Kota Bogor tahun 2015-2017. Penelitian ini adalah penelitian longitudinal dengan analisis time series menggunakan data sekunder dari studi kohor faktor risiko penyakit tidak menular yang dilakukan oleh Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI. Faktorfaktor yang diteliti mempengaruhi kejadian gizi lebih pada penderita hipertensi adalah asupan zat gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak), aktifitas fisik, stres, kebiasaan merokok, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan. Prevalensi gizi lebih pada penderita hipertensi tahun 2015-2017, yaitu 69%, 66,1% dan 62,6%. Penderita hipertensi mengalami peningkatan IMT yang tidak signifikan selama tahun 2015-2017, baik pada kelompok gizi lebih maupun kelompok gizi normal. Ratarata asupan zat gizi makro (energi, karbohidrat, protein, lemak) pada kelompok gizi lebih mempunyai trend yang lebih tinggi dibandingkan kelompok gizi normal. Sedangkan aktifitas fisik pada kelompok gizi normal mempunyai trend yang lebih tinggi daripada kelompok gizi lebih. Berdasarkan hasil analisis multivariat menunjukkan determinan gizi lebih pada penderita hipertensi tahun 2015 adalah jenis kelamin setelah dikontrol dengan asupan karbohidrat, asupan protein, asupan lemak, aktifitas fisik dan tingkat penghasilan. Determinan gizi lebih pada penderita hipertensi tahun 2016 adalah asupan lemak setelah dikontrol dengan asupan karbohidrat, tingkat pendidikan dan jenis kelamin. Sedangkan pada tahun 2017, determinan gizi lebih pada penderita hipertensi adalah asupan protein dan asupan karbohidrat setelah dikontrol dengan variabel asupan lemak.
The prevalence of overnutrition (overweight and obesity) in patients with hypertension is high in Indonesia. Patients with hypertension in overweight or obese are at high risk of developing metabolic syndrome. The objective of this study was to determine trends and determinants of overnutrition in patients with hypertension age 25-69 years in Bogor City in 2015-2017. This research is a longitudinal study using secondary data from a cohort study of risk factors for non-communicable diseases conducted by the Indonesian Ministry of Health. Factors analyzed in relation to the incidence of overnutrition in hypertensive patients are intake of macro nutrients (energy, carbohydrates, protein, fat), physical activity, stress, smoking habits, age, gender, education level and income level. Patients with hypertension had an insignificant increase in BMI during 2015-2017, both in the overnutrition and normal groups. The average intake of macro nutrients (energy, carbohydrate, protein, fat) in the overnutrition group had a higher trend than in the normal group. Meanwhile, physical activity in the normal group had a higher trend than in the overnutrition group. Based on the results of multivariate analysis, the determinants of overnutrition in hypertensive patients in 2015 were gender after being controlled by carbohydrate intake, protein intake, fat intake, physical activity and income. Determinant of overnutrition in hypertensive patients in 2016 is fat intake after being controlled by carbohydrate intake, education and gender. Whereas in 2017, the determinants of overnutrition in hypertensive patients are protein intake and carbohydrate intake after being controlled by fat intake.
Read More
T-6013
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meliza Suhartatik; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Trini Sudiarti, Kusharisupeni, Widjaja Lukito, Agus Triwarto
Abstrak:
Banyak penelitian yang mengkonfirmasi bahwa obesitas dikaitkan dengan risiko kejadian diabetes mellitus (DM) tipe-2, namun belum banyak penelitian longitudinal yang melakukan pengamatan terhadap kejadian obesitas pada penderita DM tipe-2. Tesis ini bertujuan untuk mengetahui trend dan determinan obesitas pada penderita DM tipe-2 usia 35-65 tahun di Kota Bogor. Desain studi longitudinal dengan memanfaatkan data sekunder dari studi kohor faktor risiko PTM tahun 2015-2017. Analisis secara time series selama 3 tahun diketahui trend prevalensi obesitas pada penderita DM tipe-2 menurun Hasil analisis determinansi terhadap kejadian obesitas diketahui asupan lemak yang tinggi (tahun 2015-2016) dan asupan karbohidrat yang tinggi (tahun 2017) merupakan faktor dominan dalam mempengaruhi kejadian obesitas, namun kontribusinya hanya sekitar 27,7-41,3% yang mengindikasikan adanya faktor risiko lain yang lebih berperan terhadap kejadian obesitas pada penderita DM tipe-2 yang tidak diteliti dalam penelitian ini

Many studies confirm that obesity is associated with the risk of type2 diabetes, but not many longitudinal studies have observed the incidence of obesity in type2 diabetes. This study aims to determine trends and determinant of obesity in type2 diabetes aged 35-65 years in Bogor City. A longitudinal design study using secondary data from Cohort Study of NCD year 2015-2017. Time series analysis for 3 years found that the trend of obesity prevalence in type2 diabetes decreased from 71.6%, 69.1%, to 64.2%. The trend of risk factors for the incidence of obesity, such as energy, fat intake and physical activity, increased significantly in 2017. The reduction in the prevalence of obesity is associated with changes in healthy lifestyle (intentional weight loss) and due to poor glycemic control or other disease (unintentional weight loss). The results of determinant analysis of the incidence of obesity are known in year 2015 fat intake is a dominant factor (OR:4.88; 95% CI:1.48-16.06) also influenced by gender, with carbohydrate intake as a confounder. In 2016 fat intake was a dominant factor (OR:5.71; 95% CI:1.48-22.03) also influenced by carbohydrate intake, with physical activity, stress, smoking habits and gender as a confounder. In 2017 carbohydrate intake was a dominant factor (OR:6.84; 95% CI:2.13- 21.98) with fat intake as a confounder.

Read More
T-5929
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elisabeth Ramli; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, Sabbina Maharani
Abstrak:
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius dan bahkan dikenal sebagai sillent killer. Berbagai faktor gaya hidup dan pola konsumsi diketahui berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada penduduk usia 45–59 tahun di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok tahun 2026. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 146 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran langsung dan wawancara menggunakan kuesioner seperti SQ-FFQ, FFQ, GPAQ, WHO, serta kuesioner karakteristik responden. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Sebanyak 55,5% responden mengalami hipertensi. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara asupan natrium, asupan buah, perilaku merokok, dan IMT dengan hipertensi (p-value<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa perilaku merokok merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan hipertensi (aOR=8,621; 95% CI: 1,704–43,478). Asupan natrium berlebih, asupan buah rendah, perilaku merokok, dan IMT berisiko berhubungan dengan hipertensi pada usia dewasa, sehingga upaya promotif dan preventif terkait perubahan gaya hidup diperlukan untuk mencegah hipertensi.

Hypertension is one of the major public health problems and is widely known as a silent killer. Various lifestyle and dietary factors are known to be associated with hypertension among adults. This study aimed to identify factors associated with hypertension among adults aged 45–59 years in Sukmajaya District, Depok City, in 2026. This study used a cross-sectional design with 146 respondents selected using a consecutive sampling technique. Data were collected through interviews using the SQ-FFQ, FFQ, GPAQ, and respondent characteristic questionnaires. Data analysis was conducted using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed that 55.5% of respondents had hypertension. Bivariate analysis showed significant associations between sodium intake, fruit intake, smoking behavior, and BMI with hypertension (p<0.05). Multivariate analysis showed that smoking behavior was the most dominant factor associated with hypertension (aOR=8.621; 95% CI: 1.704–43.478). Smoking behavior, excessive sodium intake, low fruit intake, and high-risk BMI were associated with hypertension among adults. Therefore, promotive and preventive efforts related to lifestyle modification are needed to prevent hypertension.
Read More
S-12282
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Defry Lesmana; Pembimbing : Diah Mulyawati Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Susi Desminarti
Abstrak: Hipertensi adalah suatu kondisi di mana tekanan sistole darah ≥ 140 mmHg dan diastole ≥ 90 mmHg (Schumann et al., 2011). Di Indonesia sendiri, prevalensi untuk hipertensi dinilai tinggi jika dibandingkan dengan prevalensi Asia Tenggara, yaitu 30,9% (WHO, 2012). Prevalensi hipertensi di Provinsi Jawa Barat adalah 29,4%, lebih besar daripada provinsi DKI Jakarta dengan prevalensi 28,8% dan provinsi Banten dengan prevalensi 27,6%. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui hasil analisis kandungan zat gizi cookies untuk hipertensi dan daya terima dari cookies untuk hipertensi pada kalangan usia dewasa di kampus Unpas Kota Bandung tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode rancangan acak lengkap dengan pola satu arah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2013. Panelis dalam uji hedonik ini adalah 30 orang pria dan wanita dewasa dengan usia 21 tahun ke. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan gizi yang terkandung dalam cookies untuk hipertensi memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk natrium dan kalium, namun belum dapat memenuhi kebutuhan kalsium sehari untuk usia dewasa. Perlakuan cookies yang terbaik adalah perlakuan 703 dengan kandungan gizi: air 6,93%; abu 1,01%; protein 6,62%; lemak 18,60%; serat kasar 5,11%; karbohidrat 61,73%; natrium 0,08%; kalium 1,14%; dan kalsium 130,93 mg.
 

Hypertension is a condition which systolic blood pressure ≥ 140 mmHg and diastolic ≥ 90 mmHg. Prevalence for hypertension in Indonesia is higher than South East Asia which has 30.9%. Hypertension prevalence in West java is 29.4% which higher than DKI Jakarta (28.8%) and Banten (27.6%). The main goals for this research are to know the result of nutrition analysis for cookies for hypertension and to know the acceptance for these cookies in adult-aged group at Pasundan University Bandung on 2013. This research is an experimental research which using completely randomized design method. This research was conducted on January to June 2013. Panelists for hedonic test are 30 people of men and women with age 21 or above. The result of this research shows that the nutrition content for cookies for hypertension have fulfilled the daily needs of sodium and potassium for adult-aged group but not for the daily needs of calcium. Cookies with the best treatment is cookies 703 with nutrients are: water 6,93%; ash 1,01%; protein 6,62%; fat 18,60%; crude fiber 5,11%; carbohydrate 61,73%; sodium 0,08%; potassium 1,14%; and calsium 130,93 mg.
Read More
S-7914
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laily Hanifah; Promotor: Endang L. Achadi; Kopromotor: Atmarita; Penguji: Kusharisupeni, Anhari Achadi, Besral, Trihono, Hartono Gunardi
D-391
Depok : FKM-UI, 2019
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Setya Ardiningsih; Pembimbing: Ratu Atyu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni, Rahmawati
S-7832
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatmaningsih; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Ida Ruslita
s-5524
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwiretno Yuliarti; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Anis Irawati, Trini Sudiarti, Fatmah, Nanik Widayani
T-2594
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sinta Artati Kusumardhani; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Trini Sudiarti, Ida Ruslita
S-6638
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive