Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 42063 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Eva Nur Octavia; Pembimbing: Besral; Penguji: Evi Martha, Milla Herdayati, Rahmadewi, Mohammad Baharuddin
Abstrak: Persalinan sesar merupakan intervensi dalam proses persalinan bertujuan untuk mencegah morbiditas serta mortalitas maternal dan neonatal dalam kondisi kegawatdaruratan medis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tenaga pemeriksa kehamilan dan kepemilikan jaminan kesehatan dengan pemilihan metode persalinan sesar pada wanita usia subur (WUS) usia 19-45 tahun di Indonesia dengan menganalisis data sekunder SDKI tahun 2012 dan 2017. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel penelitian 8.124 tahun 2012 dan 10.973 tahun 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan proporsi persalinan sesar terjadi peningkatan.Risiko persalinan sesar lebih tinggi pada ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilan pada dokter spesialis kandungan dan memiliki jaminan kesehatan
Cesarean delivery is an intervention in the delivery process aimed at preventing maternal and neonatal morbidity and mortality in medical emergencies. The purpose of this study was to determine the association between antenatal care providers and health insurance with cesarean delivery among women of childbearing aged 19-45 years in Indonesia by analyzing secondary data from the 2012 and 2017 IDHS The risk of cesarean delivery is higher in women who perform antenatal care at an obstetrician and have health insurance
Read More
T-6034
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Desi Suantari; Pembimbing: Besral, Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Martya Rahmaniati, Wira Hartiti
Abstrak: Persalinan dengan tenaga kesehatan dapat menurunkan Angka Kematian Ibu. Cakupanpersalinan dengan tenaga kesehatan di Indonesia sudah mencapai 87,1%. Akan tetapi,masih di bawah target Kemenkes 2013 dan terdapat perbedaan cakupan di berbagaiprovinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kunjungan ANC sesuaistandar dengan pemilihan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan. Desainpenelitian adalah cross-sectional. Sampel merupakan sampel pada Survei Demografidan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, yaitu ibu usia 15-49 tahun berstatusmenikah yang melahirkan anak lahir hidup setahun sebelum survei sejumlah 2.986responden. Data dianalisis dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwahampir semua ibu memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan (93,9%).Hubungan kunjungan ANC sesuai standar dengan pemilihan tenaga kesehatan sebagaipenolong persalinan berbeda menurut wilayah tinggal tetapi pola di semua wilayahhampir sama, ibu yang melakukan K4 dan mendapatkan pelayanan 7T lengkap memilikipeluang paling besar untuk memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinandibandingkan dengan ibu pada kelompok lainnya. Usia, tingkat pendidikan, pengambilkeputusan, kuintil indeks kekayaan, paritas, komplikasi, kepemilikan asuransi, danperencanaan persalinan melemahkan hubungan kunjungan ANC sesuai standar denganpemilihan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan.Kata kunci: kunjungan ANC sesuai standar, pemilihan tenaga kesehatan sebagaipenolong persalinan, wilayah tinggal.
Read More
T-5438
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Ratu Masyeni; Pembimbing: Rita Damayanti, Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Meiwita P. Budiharsana, Maria Gayatri, Dian Kristiani Irawaty
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang hubungan kualitas informed choice dari tenaga kesehatan dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di Indonesia tahun 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif. Untuk metode kuantitatif peneliti menggunakan data sekunder yaitu data SDKI tahun 2017 dan penelitian kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam. Sampel penelitian ini adalah wanita usia subur usia 15-49 tahun dan menggunakan kontrasepsi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh (60,9%) wanita umur 15-49 tahun hanya mendapatkan satu informasi KB (informed choice). Hasil analisis multivariabel menunjukkan adanya hubungan informed choice dari tenaga kesehatan dengan pemilihan MKJP setelah dikontrol variabel umur, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, daerah tempat tinggal, pengetahuan tentang KB, jumlah anak dan kunjungan petugas KB. Direkomendasikan kepada BKKBN untuk meningkatkan promosi KB dengan lebih menarik, kreatif dan persuasif serta memberikan pelatihan softskill dalam rangka meningkatkan kualitas PLKB dalam mengubah sikap WUS terhadap pemakaian kontrasepsi

This thesis discusses the relationship between the choice of information quality of health workers with the selection of long-term contraceptive methods (MKJP) in Indonesia in 2017. This study was conducted using quantitative and qualitative methods. For quantitative research methods using secondary data that is IDHS data (2017) and qualitative research conducted with in-depth interviews. The sample of this research is WUS aged 15-49 years and using modern contraception. The results showed that MKJP users who got choice information with poor quality amounted to 46.2%. The results of multivariable analysis showed that there was a relationship between the choice of information from health workers and the selection of the MKJP after being controlled for age, education, occupation, economic status, area of residence, knowledge of family planning, number of children and family planning staff visits. It is recommended that the BKKBN increase family planning promotion more attractively, creatively and persuasively and provide soft skills training to improve the quality of PLKB in changing WUS attitudes towards contraceptive use.

Read More
T-5953
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Aryastuti; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dwi Gayatri, Nida Rohmawati, Popy Irawati
Abstrak: Komplikasi persalinan merupakan penyebab langsung kematian maternal yangsebenarnya dapat dicegah melalui perawatan kehamilan yang baik. Peningkatancakupan pemeriksaan kehamilan yang tidak diikuti dengan menurunnyakomplikasi persalinan karena para ibu hamil belum sepenuhnya mendapatkanpelayanan yang sesuai standar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubunganantara perawatan kehamilan dengan komplikasi persalinan pada ibu di Indonesia.Penelitian ini merupakan studi analitik menggunakan data Survei Demografi danKesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 dengan desain cross-sectional. Sampelpenelitian yaitu semua perempuan usia 15-49 tahun yang pernah melahirkan anakhidup maupun mati, tercakup dalam rumah tangga yang disurvei di 33 propinsi diIndonesia yang memenuhi kriteria sampel penelitian sebanyak 11.803 responden.Variabel yang diteliti adalah komplikasi persalinan, perawatan kehamilan, umuribu saat melahirkan, pendidikan, paritas, jarak kelahiran, penolong persalinan,tempat persalinan, riwayat komplikasi kehamilan, riwayat komplikasi persalinansebelumnya dan kehamilan kembar. Analisis menggunakan regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian komplikasi persalinan diIndonesia antara kurun waktu tahun 2007-2012 sebanyak 49,2% dan prevalensiperawatan kehamilan yang buruk tidak sesuai standar sebanyak 91,2%. Ibudengan perawatan kehamilan yang buruk berisiko 1,3 kali lebih tinggi mengalamikomplikasi persalinan dibandingkan dengan ibu dengan perawatan kehamilan baik(OR: 1,3, 95% CI: 1,14-1,49).
Kata kunci: komplikasi persalinan, perawatan kehamilan
Read More
T-4641
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisy Dinda Nisrina; Pembimbing: Ella Nurlaela Hadi; Penguji: Dadan Erwandi, Uswatun Hasanah
Abstrak:
Kanker payudara merupakan kanker dengan insiden tertinggi pada perempuan di Indonesia, namun pemanfaatan pemeriksaan payudara secara nasional masih rendah. Kepemilikan jaminan kesehatan diduga memengaruhi pemanfaatan layanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemilikan jaminan kesehatan dengan pemanfaatan pemeriksaan payudara pada perempuan usia >=30 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data SKI 2023 yang menggunakan desain cross sectional, penetapan sampel secara multistage cluster sampling, sedangkan data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Sebanyak 265.987 perempuan usia ≥30 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dijadikan sampel penelitian ini. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian mendapatkan hanya sebesar 10,1% perempuan usia ≥30 tahun di Indonesia yang memanfaatkan pemeriksaan payudara, walaupun 75% sudah memiliki jaminan kesehatan. Perempuan usia >=30 tahun di Indonesia yang memiliki jaminan kesehatan berpeluang melakukan pemeriksaan payudara 1,58 kali dibanding yang tidak memiliki jaminan kesehatan setelah dikontrol oleh pendidikannya. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan pemanfaatan layanan deteksi dini kanker payudara pada perempuan, serta mengoptimalkan pemanfaatan jaminan kesehatan dalam akses pelayanan kesehatan preventif.

Breast cancer is the most common cancer among women in Indonesia, yet the utilization of breast examinations remains low nationwide. Health insurance coverage is believed to influence the utilization of these services. This study aimed to determine the relationship between health insurance coverage and the utilization of breast examinations among women aged >=30 years in Indonesia. This study used data from the 2023 SKI survey, employing a cross-sectional design with multistage cluster sampling, while data were collected through interviews using a questionnaire. A total of 265,987 women aged ≥30 years who met the inclusion and exclusion criteria were included in this study. Data analysis was performed using univariate, bivariate, and multivariate methods, using multiple logistic regression. The results showed that only 10.1% of women aged >=30 years in Indonesia utilized breast examinations, even though 75% already had health insurance. Women aged >=30 years in Indonesia who have health insurance are 1.58 times more likely to undergo breast examinations than those without health insurance, after controlling for their education level. Therefore, there is a need to improve education and the utilization of breast cancer early detection services among women, as well as to optimize the use of health insurance for access to preventive health services.
Read More
S-12289
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dina Atrasina; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Milla Herdayati, Ahmad Syafiq, Ribka Ivana Sebayang, Rahmadewi
Abstrak:
Kehamilan remaja merupakan masalah serius yang dapat memengaruhi kesejahteraan hidup remaja. Populasi kelompok usia remaja di Indonesia tahun 2017 mencapai 63,36 juta jiwa atau 24,27% dari keseluruhan penduduk. Seperempat bagian tersebut, dapat dipandang menjadi peluang ketika remaja tersebut sehat dan berkualitas. Namun faktanya Age Spesific Death Rate (ASDR) kasus kematian maternal tertinggi adalah pada kelompok remaja (<20 tahun). Pendidikan kesehatan reproduksi dinilai dapat menekan terjadinya kehamilan remaja. Sekolah menjadi lembaga yang terpercaya untuk memberikan pendidikan. Selain dari sekolah, pendidikan kesehatan reproduksi juga mudah didapatkan melalui media: buku, majalah, radio, televisi, dan internet. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah terhadap kehamilan remaja usia 15-19 tahun dengan menggunakan analisis data SDKI tahun 2017.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Hasil penelitian dianlisis menggunakan regresi logistik dengan tiga tahap yaitu univariat, bivariate, dan multivariate. Besar sample penelitian sebesar 7.158, sample diambil berdasarkan total sampling data yang masuk dalam kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa distribusi frekuensi remaja usia 15-19 tahun yang hamil dan memiliki riwayat hamil sebesar 2,8%(197). Hasil analisis multivariat pengaruh keterpaparan sekolah berupa pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah terhadap kehamilan remaja usia 15-19 tahun memiliki p-value 0,007 dengan OR 1,732 CI 95% (1,175—2,381) setelah dikontrol variable pengaruh negative teman sebaya. Kata kunci: Kehamilan Remaja, Pendidikan Kesehatan Reproduksi, Media

Adolescent pregnancy is a serious problem that can affect the welfare of adolescents' lives. The population of the adolescent age group in Indonesia in 2017 reached 63.36 million people or 24.27% of the total population. This quarter can be seen as an opportunity when the adolescent are healthy and qualified. However, in fact, the Age Specific Death Rate (ASDR) is the highest case of maternal death in the adolescent group (<20 years). Reproductive health education is considered to be able to suppress the occurrence of teenage pregnancy. Schools are trusted institutions to provide education. Apart from schools, reproductive health education is also easily obtained through the media: books, magazines, radio, television, and the internet. The purpose of this study was to determine the effect of reproductive health education in schools on adolescent pregnancies aged 15-19 years using the 2017 IDHS data analysis. This study used a quantitative approach with a cross-sectional study design. The results were analyzed using logistic regression with three stages: univariate, bivariate, and multivariate. The research sample size was 7,158, the sample was taken based on the total sampling of data included in the inclusion and exclusion criteria of the study. The results of this study indicate that the frequency distribution of adolescents aged 15-19 years who are pregnant and have a history of pregnancy is 2.8% (197). The results of the multivariate analysis of the effect of school exposure in the form of reproductive health education in schools on adolescent pregnancies aged 15-19 years had a p-value of 0.007 with an OR of 1.732 CI 95% (1.175-2.381) after controlling for the variable friends bad influence. Keyword: Adolescent Pregnancy, Reproductive Health Education, Media
Read More
T-6220
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Camalia Wilayat; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Anwar Hasan, Agustin Kusumayati, H. Tri Wanda Elan, Didik
T-2375
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisa Indrian Dini; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Flourisa Julian Sudrajat, Siti Kulsum
Abstrak: Pendahuluan. Status kehamilan tidak diinginkan menjadi perhatian pentingkarena kehamilan tidak diinginkan dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayiyang akan dilahirkannya.Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran danpengaruh dari kehamilan tidak diinginkan terhadap perilaku ibu selama kehamilandan setelah kelahiran pada beda status ekonomi.Metode Penelitian. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif denganmenggunkan data sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI)tahun 2012. Populasinya adalah wanita usia 15-49 tahun yang pernah hamil danmelahirkan dalam lima tahun terakhir saat survei dilakukan dengan sampelsebanyak 11.742 responden.Hasil Penelitian. Hasil analisis multivariabel menunjukkan bahwa ibu yangmengalami kehamilan tidak diinginkan mempunyai peluang untuk tidakmelakukan perawatan kehamilan sebanyak 1,79 dibandingkan kehamilandiinginkan, sedangkan ibu yang mengalami kehamilan tidak diinginkanmempunyai peluang yang sama dengan kehamilan diinginkan terhadap perilakuuntuk tidak memberikan ASI eksklusif dan tidak memberikan imunisasi dasarlengkap. Hasil analisis stratifikasi regresi logistik multivariabel menunjukkanbahwa pengaruh status kehamilan tidak diinginkan terhadap perilaku perawatankehamilan, pemberian ASI eksklusif dan pemberian imunisasi dasar lengkap jugadipengaruhi oleh status ekonomi.Kesimpulan. Pentingnya mencegah kehamilan tidak diinginkan untukmeningkatkan kesehatan ibu dan bayi.Kata kunci : Kehamilan tidak diinginkan, perilaku selama kehamilan, perilakusetelah kelahiran.
Introduction. The status of unwanted pregnancy became an important attentionbecause unwanted pregnancy may influence the health of mother and their baby.Objective. To describe and study the effect of unwanted pregnancies on thebehavior of the mother during pregnancy and after birth at different economicstatus.Methods. This study is a quantitative study using secondary data from IndonesianDemographic and Health Survey (IDHS). The population is women aged 15-49years who had pregnant and given birth in the last five years when the survey wasconducted with a sample of 11.742 respondents.Results. The analysis show that the mothers who experienced an unwantedpregnancy have the odds to no prenatal care as much as 1.79 compared to thedesired pregnancy, whereas mothers who experienced an unwanted pregnancyhave the same odds with the desired pregnancy to behavior to not giving exclusivebreastfeeding and not giving complete basic immunizations. Stratifiedmultivariable logistic regression shows that the influence of unwanted pregnancytowards prenatal care, exclusive breastfeeding and complete basic immunizationwas also influenced by economic status.Conclusion. The importance of preventing unwanted pregnancy to improvematernal and infant health.Keywords: unwanted pregnancy, behavior during pregnancy, behavior after birth.
Read More
T-4657
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuana Wiryawan; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani, Felly P. Senewe
T-1734
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lorensia Panselina Widowati; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Martya Rahmaniati, Evi Martha, Maria Gayatri, Rina Herartri
Abstrak:
Tesis ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara kehamilan tidak diinginkan dengan perilaku perawatan kehamilan yang merupakan komposit dari kunjungan pertama antenatal, frekuensi pemeriksaan antenatal dan konsumsi zat besi. Metode yang digunakan adalah desain potong lintang dengan menggunakan data SDKI 2017. Analisis dilakukan dengan chi square dan regresi logistik model faktor risiko. Terdapat hubungan antara kehamilan tidak diinginkan dengan perilaku perawatan kehamilan (p value = 0.0001). Ibu dengan kehamilan tidak diinginkan mempunyai peluang untuk melakukan perilaku perawatan kehamilan yang tidak baik 2.338 kali dibandingkan ibu yang kehamilannya diinginkan. Pengaruh KTD terhadap perilaku perawatan kehamilan tergantung atau berbeda menurut kelompok umur ibu berisiko, paritas dan tempat tinggal

This thesis aims to determine the relationship between unintended pregnancy and antenatal care behavior which is a composite of the first antenatal visit, the frequency of antenatal checks and iron consumption. The method used is a cross-sectional design using the 2017 IDHS data. Analysis was performed with chi square and logistic regression models of risk factors. There is a relationship between unintended pregnancy and antenatal care behavior (p value = 0.0001). Mothers with unintended pregnancies have an opportunity to perform poor antenatal care behavior 2,338 times compared to intended pregnancies. The effect of unintended pregnancy on antenatal care behavior depends or varies according to the group of risky maternal age, parity and type of residence.
Read More
T-5994
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive