Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40163 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mauliddya Rahmadina; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Krisnawati Bantas, Ulul Albab, Siti Kulsum
Abstrak: Tesis ini membahas faktor risiko kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Pasar Rebo. Preeklamsia merupakan penyebab utama urutan kedua kematian ibu setelah perdarahan di Kota Jakarta Timur, yang proporsinya terus mengalami peningkatan. Penyebab preeklamsia belum diketahui secara pasti. Faktor risiko preeklamsia sebagian besar dapat dicegah jika diketahui lebih awal dan diberikan pencegahan tepat waktu untuk mengurangi angka kejadiannya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol dengan jumlah sampel kasus 353 sampel dan kontrol 709 sampel. Populasi sampel yang diambil adalah semua ibu hamil yang mengunjungi Poli Kebidanan RSUD Pasar Rebo. Sumber data pada penelitian ini adalah data primer rekam medis pasien di RSUD Pasar Rebo. Faktor yang diteliti adalah usia, obesitas, primigravida, riwayat hipertensi, riwayat preeklamsia, dan kunjungan ANC. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara preeklamsia dengan usia (OR=1,42), obesitas (OR=2,55), primigravida (OR=1,95), riwayat hipertensi (OR=7,59), kunjungan ANC (OR=0,53). Sedangkan faktor riwayat preeklamsia tidak ada hubungan bermakna dengan kejadian preeklamsia. Faktor risiko yang paling dominan pada penelitian ini adalah ibu hamil primigravida dan memiliki riwayat hipertensi (OR =4,2)
This thesis discusses the risk factors for the incidence of preeclampsia in pregnant women at Pasar Rebo District Hospital. Preeclampsia is the second leading cause of maternal death after bleeding in East Jakarta City, the proportion of which continues to increase. The cause of preeclampsia is not known with certainty. The risk factors for preeclampsia can largely be prevented if known early and provided timely prevention to reduce the incidence. This research is a quantitative study with a case control approach with 353 sample cases and 709 sample control. The sample population was all pregnant women visiting the Pasar Rebo Midwifery Polyclinic. The source of data in this study is primary data of medical records of patients at Pasar Rebo District Hospital. Factors studied were age, obesity, primigravida, history of hypertension, history of preeclampsia, and ANC visit. The results showed a significant relationship between preeclampsia and age (OR = 1.42), obesity (OR = 2.55), primigravida (OR = 1.95), history of hypertension (OR = 7.59), ANC visit (OR = 0.53). While the history of preeclampsia has no significant relationship with the incidence of preeclampsia. The most dominant risk factor in this study was primigravida pregnant women and had a history of hypertension (OR = 4,2)
Read More
T-6061
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Aliyah Muthi; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Esum Sumini
Abstrak: Kejadian BBLR di Kab. Kuningan cenderung mengalami peningkatan dari tahun 2016-2018. RSUD 45 Kab. Kuningan merupakan Rumah Sakit rujukan dan memiliki kejadian BBLR cukup tinggi, menduduki peringkat ke 2 dari 10 besar penyakit pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR dan mengetahui hubungan faktor ibu, faktor obstetrik, faktor janin dan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian adalah kuantitatif menggunakan desain case control. Penelitian dilakukan dengan melihat data sekunder berupa rekam medis pasien. Jumlah sampel sebanyak 192 dengan perbandingan 1:1, sehingga total sampel sebanyak 384. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji statistic Chi Square dan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara jarak persalinan, usia kehamilan, komplikasi kehamilan dan bayi kembar dengan kejadian BBLR dan tidak ada hubungan antara penyakit kronis, paritas dan jenis kelamin dengan kejadian BBLR. Kata kunci: Berat Badan Lahir Rendah, Ibu Hamil Low Birth Weight incidence in Kuningan Regency tends to increase from 2016-2018. Regional General Hospital 45 Kuningan District is a referral hospital and has a high incidence of LBW, ranked 2nd out of the top 10 diseases in 2017. This study aims to describe the factors related to LBW incidence and find out the relationship between maternal factors, obstetric factors, fetal factors and dominant factors associated with LBW incidence. This type of research is quantitative using a case control research design. The study was conducted by looking at secondary data in the form of patient medical records. The number of samples is 192 with a ratio of 1:1, so the total sample is 384. Analysis of the data using univariate analysis, bivariate analysis with Chi Square statistical tests and multivariate analysis using Multiple Logistic Regression. The results showed that there was a correlation between labor distance, gestational age, pregnancy complications and twins with the incidence of LBW and there was no relationship between chronic disease, parity and sex with LBW incidence. Key words: Low Birth Weight, Pregnant Women
Read More
S-9966
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rindy Agustina; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Anwar Hassan, Ernawati
Abstrak: Salah satu infeksi yang harus dideteksi selama kehamilan adalah infeksi HIV pada ibu karena berpotensi tertular pada bayi yang akan dilahirkannya yaitu sekitar 30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap ibu hamil terhadap Provider Initiated Test and Counseling (PITC) di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo tahun 2017. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain cross sectional. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah metode simple random sampling sehingga didapat sampel sebanyak 70 orang. Dari hasil analisis multivariat pada penelitian ini didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi sikap ibu hamil terhadap PITC adalah keterpaparan informasi melalui media cetak (p=0,002), keterpaparan informasi melalui media elektronik (p=0,008), keaktifan dalam kegiatan keagamaan (p=0,021) dan dukungan keluarga (p=0,038).
Kata kunci : Sikap, Ibu Hamil, Provider Initiated Test and Counseling, PITC, HIV, Tes HIV

One of the infections that should be detected during pregnancy is HIV infection in pregnant women, because of the potential for infected at birth to the baby about 30%. This study aimed to determine the attitude of pregnant women to Provider Initiated Test and Counseling (PITC) at Pasar Rebo Distric Health Center in 2017. This research type is quantitative with cross sectional design. In this research the sampling technique used is simple random sampling method so that get the sample counted 70 people. From the result of multivariate analysis in this research, the factors that influence the attitude of pregnant mother to PITC are the exposure of information through print media (p=0,002), the exposure of information through electronic media (p=0,008), the activity in religious activity (p=0,021) and family support (p=0,038).
Keywords: Attitude, Pregnant Women, Provider Initiated Test and Counseling, PITC, HIV, HIV Test
Read More
S-9343
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mona Safitri Fatiah; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Mieke Savitri, Nining Sriningsih
S-8161
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Septiana; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Renti Mahkota, Sarjono
S-6424
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cyntia Kusuma Dewi; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dadan Erwandi, Evi Ratmayana
S-9828
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Linda Amalia; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Agustin Kusumayati, Bakti Rahardjo, Yan Bani Luza
Abstrak:

ABSTRAK Angka. Kematian Bayi (AKB) Indonesia masih yang tertinggi di ASEAN. Penyebab utama kematian tersebut adalah penyakit infeksi saluran nafas dan diare yang dapat dicegah antara lain dengan pemberian ASI secara benar, termasuk inisiasi pemberian ASI dalam 30 menit pertama setelah dilahirkan. Seiain dapat mempertahankan kadar hormon prolaktin, pemberian ASI segera akan mencegah pemberian makanan pralakteal pada bayi bam lahir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambamn Serta faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI segera pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Cianiur tahlm 2007. Desain penelitian ini adalah potong lintang. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April sampai Mei 2007. Data diperolch dari 92 orang ibu post partum yang melahirkan di RSUD Kabupaten Cianjur yang dipilih dengan cara convenience sampling. Sekitar 38% dari respondcn melaksanakan pemberian ASI segera pada bayi baru lahir. Pada analisis bivariat ditemukan faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI segera pada bayi bam Iahir adalah dukungan keluarga dimana seluruh responden mendapat dukungan dari keluarganya dan perilaku penolong persalinan (0R= 0,006, 95%CI 0,00l- 0,032). Pada analisis mullivariat ditemukan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemberian AS1 segera pada bayi baru lahjr arlalah perilaku penolong persalinan. Berdasarkan hasil penelitian ini disamnkan untuk (1) meningkatkan pengetahuan tentang manfaat kolostrum, kapan bayi hams segera disusui setelah dilahirkan, yang hams dilakukan ibu untuk memperoepat keluamya ASI dan sikap ibu terhadap pentinguya pemberian ASI segera pada bayi bam lahir (2) mendorong penolong persalinan untuk memfasilimsi ibu agar dapat segera menyusui bayi yang baru dilahirkan dan (3) menyempurnakan tata laksana rumah sakit sehingga menunjang pcrnberian ASI segera pada bayi baru lahir.


ABSTRACT The number of infant mortality in Indonesia is the highest among ASEAN countries. The major causal of it is the infection of respiratory system and diarrhea that can be prevented among others by giving the baby suck correctly, and initiation the breastfeeding in the first 30 minutes after natal. This can maintain the level of prolactine hormon and this also will avoid the infant 'fiom accepting pralacteal foodThe research is carried out to find out and get the description of the factors that related to early breastfeeding initiation to newborns in Cianjur General Hospital in 2007. 'l`he design applied in the research is cross sectional. The data is collected from April to May 2007. The data is obtained by involving 92 post partum mothers who deliver the baby in Cianjur General Hospital chosen by using eonvenien sampling. About 38% of the respondent conduct the early breastfeeding initiation to newboms. Through bivariat analysis it is found that the factors related to early breastfeeding initiation to newborns is the support of the family and the behaviour of the midwife (OR=0,006, 95%Cl 0,00l~0,032). In multivariate analysis, it is found that the most dominant factor related to early breastfeeding initiation to newboms is the behaviour ofthe birth helper. Based on the result of the research, it is suggested (l) to enlarge the knowledge related to the function of colostrums andthe baby is breastfeed as soon as possible to accelerate the breast milk produced, also the attitude of mother toward the importance of breasfeeding for neonatal infant (2) to motivate the midwife and birth helper in order to facilitate the mother to give the suck as soon as possible to her baby, and (3) to complete the hospital facility that support breastfeed is easy to be conducted.

Read More
T-2562
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulis Hana Pratiwi; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Lilysiana
Abstrak: Permasalahan gizi seperti anemia pada ibu hamil masih merupakan fokus perhatian dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. 40 % kematian ibu di dunia berkaitan dengan anemia pada kehamilan. Laporan Riskesdas tahun 2013 menyebutkan bahwa prevalensi anemia dalam kehamilan di Indonesia sebesar 37,1 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi anemia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Sumber data pada penelitian ini adalah kohort ibu dan register ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah 195 ibu hamil.

Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Kota Bogor tahun 2017 sebesar 24,1 %. Berdasarkan hasil analisis didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan adalah umur kehamilan (nilai P: 0,048) dan kekurangan energi kronik (nilai P: 0,013). Sedangkan faktor umur ibu, paritas dan jarak kelahiran tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan. Berdasarkan penelitian ini, perlu peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenaik kebutuhan zat gizi terutama zat besi selama kehamilan dan pembentukan program pengawasan minum tablet tambah darah untuk memantau semua ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai dengan kebutuhan selama kehamilan.

Kata kunci: Anemia, Ibu hamil, Faktor-faktor

Nutrition problems such as anemia in pregnant women are still the focus of attention in health development in Indonesia. 40% of maternal deaths in the world are associated with anemia in pregnancy. The Riskesdas report of 2013 states that the prevalence of anemia in pregnancy in Indonesia is 37.1%. This study aims to determine the prevalence of anemia and factors affecting the incidence of anemia in pregnant women in the Working Area of Merdeka Healt Centers 2017. This research is a quantitative research using cross sectional design. Sources of data in this study were maternal cohorts and maternal registers. The sampling technique used was total sampling with the number of 195 pregnant women.

The results showed that the prevalence of anemia in pregnant women in the Work Area of Merdeka Health Center Bogor City in 2017 was 24.1%. Based on the analysis results obtained factors associated with the incidence of anemia in pregnancy is the age of pregnancy (P value: 0.048) and chronic energy deficiency (P value: 0.013). While the maternal age, parity and birth spacing factors were not associated with the incidence of anemia in pregnancy. Based on this research, it is necessary to increase the knowledge of pregnant mother about requirement of nutrient especially iron during pregnancy and establishment of supervision program of tablet consumption to all pregnant woman consume tablets added blood as needed during pregnancy.

Keywords: Anemia, pregnant women, factors
Read More
S-9721
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lidya Latifah Novianti; Pembimbimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Toha Muhaimin, Pandu Riono, Baby Jim Aditya, Husein Habsyi
Abstrak: Menurut data WHO (2015) jumlah perempuan yang terinfeksi HIV adalahsebanyak 16,0 juta jiwa dan 3,2 juta jiwa merupakan anak-anak (<15 tahun) daritotal 36,7 juta orang yang terinfeksi HIV. Pencegahan penularan HIV dari ibu keanak merupakan upaya pengendalian HIV/AIDS karena membantu menurunkanjumlah orang terkena HIV. Dari tahun 2000 sampai dengan 2015 penurunanjumlah orang yang tertular HIV sampai dengan 35 % dari program pencegahanHIV. Salah satu pencegahannya adalah pemeriksaan tes HIV kepada Ibu hamil.Provinsi Jawa barat termasuk dalam 3 provinsi terbanyak kasus HIV, PuskesmasCicalengka dan Puskesmas Rancaekek merupakan Puskesmas yang tersedialayanan pemeriksaan tes HIV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku test HIV pada ibu hamil. Design crosssectional dengan menggunakan instrument kuesioner. Hasil regresi logistic dalampenelitian didapatkan persepsi manfaat (P value = 0,021; OR = 0,299), informasi(P value = 0,004; OR = 6,67) dan dukungan petugas kesehatan (P value = 0,011;OR = 3,704) merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku tes HIV padaibu hamil, dengan faktor yang paling mempengaruhi adalah faktor informasi.Disarankan untuk Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk meningkatkan upayapromosi tentang pencegahan HIV melalui media elektronik untuk memudahkanakses informasi oleh masyarakat.Kata Kunci: Ibu hamil, HIV, PPIA, dan Tes.
The number of women who is infected by HIV is 16.0 million. Moreover, 3.2million from 36.7 million number who infected by HIV are children (<15 yearsold) (WHO, 2015). Prevention of mother-child transmission is one of HIV-infected. From 2000 until 2015 the decreased number of people who are infectedby HIV down to 35% resulting from HIV prevention. One of the gold standards inprevention programs is HIV examination for pregnant women. West JavaProvince included in three largest provinces of HIV cases, primary health carecenter in Cicalengka and Rancaekek are providing HIV test service. The aims ofthis study are related to HIV test behavior in pregnant women. A cross-sectionaldesign with questionnaire measurement was used in this study. The result ofregretion logistic shows that benefit perception (P = 0.021, OR = 0.299),information (P = 0.021, OR = 0.299), and health care provider support (P =0.021, OR = 0.299) are factors determinant in this study. Information factorresulting as most influencing factors in this study. Recommended to thedepartment of health and public health center is to improve the promotion of HIVusing electronic media to help the community.Keywords: Pregnant women, HIV, PMTCT, and Test.
Read More
T-5093
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Utami; Pembimbing: Besral; Penguji: Yovsyah, Ernawati
Abstrak: Cakupan ASI eksklusif pada 3 tahun terakhir pada Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo masih rendah bila dibandingkan dengan target Kementerian Kesehatan RI yaitu kurang dari 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur Tahun 2017. Desain penelitian ini cross sectional dengan sampel ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan.

Dari hasil penelitian diperoleh perilaku pemberian ASI eksklusif hanya sebesar 34,6%. Dari 11 variabel yang diteliti terdapat 5 variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku pemberian ASI Eksklusif yaitu pengetahuan ibu, sikap ibu, IMD (Inisiasi Menyusu Dini), dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan.

Hasil penelitian menyarankan mengenai upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan pertama melahirkan. Upaya peningkatan pengetahuan dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan serta tidak hanya kepada ibu hamil dan menyusui saja, namun terhadap suami, keluarga dan masyarakat, agar masyarakat sadar dan mempunyai sikap positif tentang pentingnya memberikan ASI eksklusif kepada bayi selama 6 bulan.

Kata kunci : ASI Eksklusif, pengetahuan ibu, sikap ibu, IMD (Inisisasi Menyusu Dini), dukungan suami dan dukungan petugas kesehatan

The Achievement of exclusive breastfeeding in the last 3 years at Puskesmas Kecamatan ePasar Rebo is lower than the Ministry of Health's target ( less than 80%). The purpose of this study is to determine the factors associated with exclusive breastfeeding behavior in Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo East Jakarta, 2017. The design of this study cross sectional with a sample of mothers who have babies aged 6-24 months.

Based on this research, the behavior of exclusive breastfeeding is only 34,6%. From 11 variables studied, there are 5 variables that have significant relationship with exclusive breastfeeding behavior that is mother's knowledge, mother attitude, IMD (Early Breastfeeding Initiation), husband support and health officer support.

The results suggest about efforts to conduct health promotion about the importance of giving exclusive breastfeeding to babies during the first 6 months of childbirth. Also, this health promotion are conducted thoroughly and continuously and not only to pregnant and lactating mothers, but to husbands, families and communities, so that people are aware and have a positive attitude about the importance of giving exclusive breastfeeding to babies for 6 months.

Keywords : Exclusive breastfeeding, mother's knowledge, mother attitude, IMD (Early Breastfeeding Initiation), husband support and health officer support
Read More
S-9360
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive