Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37193 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tyagita Meyril Rahmadhani; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila TejamayaLaksita Ri Hastiti, Irma Primadiati Afifka, Wahyudin Lihawa
Abstrak: Pelaporan Observasi Keselamatan (POK) diterapkan di industri minyak dan gas di PT.X, Provinsi Riau untuk mencoba mengurangi angka kejadian kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pelaporan observasi keselamatan kerja sebagai alat yang digunakan untuk mengurangi angka kecelakaan. POK ini merupakan hasil modifikasi dari STOP Cardnya DuPont. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yang berfokus pada kajian pelaporan observasi keselamatan kerja. Angka kejadian kecelakaan juga dikumpulkan untuk dibandingkan dengan jumlah pelaporan observasi keselamatan. Kuesioner sebanyak 15 pertanyaan juga diberikan kepada 50 pekerja untuk melihat persepsi pekerja terhadap POK yang diterapkan. Scatterplots digunakan untuk menetapkan korelasi antara penerbitan pelaporan dan kejadian kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaporan observasi keselamatan berkaitan dengan penurunan kejadian kecelakaan. Pelaporan observasi keselamatan secara positif memengaruhi pola pikir pekerja terhadap praktek kerja aman. Namun, perlu diperhatikan oleh managemen perusahaan terkait penyelesaian status temuan (finding) pelaporan observasi keselamatan yang statusnya masih tertunda penyelesaiannya
Safety Observation Reporting (POK) is implemented in the oil and gas industry at PT X, Riau Province to try to reduce the number of work accidents. The purpose of this study is to examine the safety observation reporting as a tool used to reduce the number of accidents. This POK is a modified version of the DuPont STOP Card. This study uses a descriptive analysis method that focuses on the study of safety observation reporting. Accident figures were also collected to compare with the number of safety observation reporting. A questionnaire of 15 questions was also given to 50 workers to observe workers' perceptions of the applied POK. Scatterplots are used to establish the correlation between issuance reporting and occupational accident incidents. The results showed that the safety observation reporting was associated with a reduction in the occurrence of accidents. Safety observation reporting positively influences the mindset of workers towards implemented safe work practices. However, company management needs to pay attention to the completion of finding progress status of safety observation reporting whose completion status is still pending
Read More
T-6067
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chandra Sunaryo; Pembimbing: Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Zulkifli Djunaidi, Wenny Ipmawan, Machfud
Abstrak:
Kecelakaan di lokasi kerja masih terus terjadi dan telah banyak upaya yang dilakukan untuk mencegahnya. Dalam beberapa penelitian, telah banyak dilakukan upaya mengendalikannya antaralain melakukan perbaikan mulai dari peralatan kerja, APD, sistem pelaporan, pelaksanan program-program komunikasi, pelatihan, pelaksanaan inspeksi hingga perbaikan sistem manajemen HSSE juga peningkatan budaya HSSE. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi Budaya HSSE terhadap Sistem Manajemen HSSE dan pengaruhnya terhadap tingkat kecelakaan kerja. Penellitian ini dilakukan dikarenakan peneliti ingin melihat gambaran implementasi SMHSSE dan Budaya HSSE dari dua Perusahaan berbeda, bagaimana hubungannya dengan angka kecelakaan kerja. Penelitian ini dilakukan dengan desain restrospektif kohort menggunakan data sekunder angka kecelakaan kerja Perusahaan X dari tahun 2016 – 2022 di lapangan EK yang merupakan lapangan eksploitasi dan produksi minyak dan gas Bumi meliputi seluruh area kegiatan baik di offshore, onshore, fasilitas pendukung hingga area perkantoran. Durasi data yang diteliti adalah periode 2016 hingga 2022 dengan menggunakan data-data milik Perusahaan X. Gambaran implementasi SMHSSE Perusahaan X dilihat dari hasil audit SMHSSE pada tahun 2019, 2020 dan 2022 dengan seluruh hasilnya adalah Excellence sedangkan budaya HSSE Perusahaan X berdasarkan hasil survey budaya tahun 2021 dan 2022 berada pada level Proactive. Meskipun kedua Perusahaan sudah sama-sama memiliki budaya HSSE dan penerapan SMHSSE, fluktuasi kecelakaan kerja tetap terjadi. Hal ini terjadi terutama pada proses transisi operasi dan SMHSSE, dimana kinerja HSSE menurun ditandai dengan angka TRIR (Total Recordable Incident Rate) yang meningkat. Namun setelah stabilnya penerapan SMHSSE yang baik, telah memberikan dampak positif terhadap turunnya TRIR. Meskipun telah memiliki budaya HSSE dan implementasi yang sudah baik, masih diperlukan perbaikan pada empat elemen SMHSSE Perusahaan X.

Accidents on the job site are still happening and many efforts have been made to prevent them. In several studies, many efforts have been made to control it, including making improvements ranging from work equipment, PPE, reporting systems, implementing communication programs, training, carrying out inspections to improving the HSSE management system as well as improving the HSSE culture. This study aims to analyze the influence of the implementation of HSSE Culture on the HSSE Management System and its effect on work accident rates. This research was conducted because researchers wanted to see an overview of the implementation of SMHSSE and HSSE Culture from two different companies, how it relates to the number of work accidents. This research was conducted using a retrospective cohort design using secondary data on Company X's work accident rate from 2016 – 2022 in the EK field which is an oil and gas exploitation and production field covering all areas of activity both offshore, onshore, supporting facilities to office areas. The duration of the data studied is the period from 2016 to 2022 using the data belonging to Company X. An overview of Company X's SMHSSE implementation is seen from the results of SMHSSE audits in 2019, 2020 and 2022 with all results being Excellence while Company X's HSSE culture is based on the results of the year's culture survey 2021 and 2022 are at the Proactive level. Even though the two companies already have an HSSE culture and the implementation of SMHSSE, fluctuations in work accidents still occur. This happened especially during the operational transition process and SMHSSE, where HSSE performance decreased marked by an increase in TRIR (Total Recordable Incident Rate). However, after the stable implementation of a good SMHSSE, it has had a positive impact on the decrease in TRIR. Even though it already has a good HSSE culture and implementation, it still needs improvement on the four elements of Company X's SMHSSE.
Read More
T-6804
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Rudy Ihsani; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Doni Hikmat Ramdhan, Irma Primadiati Afika, Ridha Renaldi
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara laporan observasi keselamatan kerja dan angka kecelakaan kerja di PT X selama tahun 2022–2024. Selain itu, penelitian menilai tingkat penerapan program observasi, kualitas tindak lanjut temuan, serta karakteristik kecelakaan yang terjadi. Desain penelitian yang digunakan adalah studi ekologi dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan data observasi UA/UC dan data insiden yang tercatat dalam sistem perusahaan. Total laporan UA/UC selama tiga tahun adalah 17.008 laporan, sedangkan total insiden berjumlah 270 kasus. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai r = –0,99, yang menggambarkan hubungan linear sangat kuat dan bersifat negatif antara jumlah laporan UA/UC dan jumlah insiden. Uji signifikansi menghasilkan nilai p-value < 0,05, sehingga hubungan tersebut dinyatakan signifikan secara statistik. Berdasarkan penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara aktivitas observasi keselamatan, kualitas tindak lanjut temuan dan angka kecelakaan kerja di PT X. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan program observasi yang efektif dan tindak lanjut temuan dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja.

This study aims to analyze the relationship between workplace safety obsearvation reports and occupational accident rates at PT X during the period 2022–2024. In addition, the study evaluates the level of implementation of the safety observation program, the quality of follow-up actions on observation findings, and the characteristics of occupational accidents that occurred. The research employed ecological design with a quantitative approach, using data from Unsafe Action/Unsafe Condition (UA/UC) observation reports and incident records documented in the company’s internal system. Over the three-year period, a total of 17,008 UA/UC observation reports and 270 incident cases were recorded. The Pearson correlation analysis yielded a correlation coefficient of r = –0.99, indicating a very strong and negative linear relationship between the number of UA/UC reports and the number of occupational accidents. The significance test produced a p-value < 0.05, confirming that the relationship is statistically significant. Based on these findings, the study concludes that there is a significant relationship between safety observation activities, the quality of follow-up actions, and occupational accident rates at PT X. These results Highlight the importance of effective implementation of safety observation programs and adequate follow-up actions in preventing workplace accidents.
Read More
T-7466
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Farid Baidjuri; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Tata Soemitra, Johanes Sudarsono
T-2146
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendri; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, I Made Sudarta
Abstrak: Tesis ini membahas efektifitas penerapan SMK3 perusahaan KKKS GOKPL dalam menekan kecelakaan kerja kegiatan eksplorasi MIGAS di indonesia. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan implementasi SMK3 agar ditingkatkan karena terlihat efektif dalam menurunkan kecelakaan kerja, perusahaan agar melakukan audit secara rutin untuk memastikan bahwa SMK3 dijalankan oleh semua jenjang didalam organisasi dan dapat menjalankan perbaikan yang berkelanjutan, evaluasi SMK3 Kontraktor (CSMS) agar terus ditingkatkan,bisnis perusahaan banyak melibatkan kontraktor yang merupakan salah satu penentu terciptanya keselamatan dan kesehatan ditempat kerja, dan sangat mempengaruhi dalam menekan angka kecelakaan seperti yang telah dibahas dalam penelitian ini.

The focus of this study is to determine the GOKPL Company OHS-MS Implementation Level in reducing accident rate in Oil & Gas exploration activity. This is a qualitative study with descriptive design. The results suggest that OHSMS implementation be improved because it does effective in reducing accident rates, Company to conduct regular audits to ensure that OHSMS runs by all level towards continuous improvement, and evaluation of the Contractors Safety Management System (CSMS) to be improved, given the company's business involves some contractors, which is one of contributing factor in creating safe workplace, and affects the number of accidents.
Read More
T-3683
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Fajrianti; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Abdul Kadir, Ferry Hermawan, Kusumo Drajad Sutjahjo
Abstrak:
Biaya Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) merupakan elemen penting dalam memastikan keselamatan kerja pada proyek konstruksi sipil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya SMKK berdasarkan Work Breakdown Structure (WBS), mengevaluasi alokasi biaya SMKK pada proyek konstruksi sipil, dan mengidentifikasi hubungan antara biaya SMKK dengan kejadian kecelakaan kerja. Penelitian dilakukan pada satu proyek bendungan dengan perhitungan ulang biaya berdasarkan WBS dan 20 proyek konstruksi sipil (gedung bertingkat, bendungan & irigasi, jalan & jembatan) tahun 2020–2023. Data dianalisis melalui dokumen proyek dan validasi oleh lima pakar keselamatan konstruksi menggunakan metode diskusi terfokus untuk memastikan relevansi identifikasi, pengendalian risiko, dan alokasi biaya sesuai Permen PUPR No. 8 Tahun 2023. Uji statistik Spearman digunakan untuk mengkaji hubungan biaya SMKK dan kecelakaan kerja. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan berbasis WBS memungkinkan identifikasi kebutuhan spesifik dan alokasi biaya yang lebih akurat. Personel keselamatan mencatat alokasi terbesar (24,61%), sedangkan asuransi memiliki alokasi terkecil (0%). Rasio biaya SMKK per Rp1 miliar lebih proporsional dibandingkan persentase terhadap nilai kontrak, terutama untuk proyek besar. Korelasi antara biaya SMKK dan kecelakaan kerja tidak signifikan (p>0,05), tetapi proyek dengan alokasi SMKK lebih tinggi menunjukkan penurunan kecelakaan serius. Penelitian ini merekomendasikan pengaturan berbasis rasio biaya SMKK, prioritas pada pelatihan keselamatan, dan evaluasi cost-benefit penerapan SMKK dalam proyek konstruksi.

The cost of Construction Safety Management Systems (SMKK) is a critical element in ensuring workplace safety in civil construction projects. This study aims to analyze SMKK costs based on the Work Breakdown Structure (WBS), evaluate the allocation of SMKK costs in civil construction projects, and identify the relationship between SMKK costs and workplace accidents. The research was conducted on one dam project with a recalculation of costs based on WBS and 20 civil construction projects (high-rise buildings, dams & irrigation, roads & bridges) from 2020–2023. Data were analyzed through project documents and validated by five construction safety experts using a focused group discussion method to ensure the relevance of risk identification, risk control, and cost allocation in accordance with Permen PUPR No. 8 of 2023. Spearman’s statistical test was used to examine the relationship between SMKK costs and workplace accidents. The results show that the WBS-based approach enables the identification of specific needs and more accurate cost allocation. Safety personnel recorded the largest allocation (24.61%), while insurance had the smallest allocation (0%). The SMKK cost ratio per IDR 1 billion was found to be more proportional compared to a percentage of the contract value, especially for large-scale projects. The correlation between SMKK costs and workplace accidents was not statistically significant (p>0.05), but projects with higher SMKK allocations showed a reduction in serious accidents. This study recommends regulation based on SMKK cost ratios, prioritization of safety training, and a cost-benefit evaluation of SMKK implementation in construction projects.
Read More
T-7226
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bogo Suntoro Murti; Pembimbing: Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Deni Santo
T-2669
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Rohimah; Pembimbing: Hendra
M-750
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aidea Arsyi Pempasa; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Bimo Prasetyo
Abstrak:
PT X mengalami peningkatan produksi, hal ini seiring dengan peningkatan kejadian kecelakaan kerja di PT X. Dalam upaya penanganan kecelaakaan kerja, dilakukan pelaporan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi langkah yang perlu dilakukan kedepannya. Penelitian deskriptif dengan metode kualitatif ini memiliki pendekatan study case dengan melihat pelaporan kecelakaan yang lebih dari ketentuan 2x24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran pengetahuan, sikap, dan faktor eksternal terhadap pelaporan kecelakaan kerja. Hasil: Responden belum memiliki pengetahuan yang cukup menyelutuh mengenai kecelakan kerja, regulasi pelaporan kecelakaan kerja, alur pelaporan kecelakaan kerja, namun telah memiliki pengetahuan yang baik untuk defnisi pelaporan kecelakaan kerja dan suransi kecelakan kerja. Responden memiliki sikap cenderung untuk tidak melaporkan kecelakaan ringan meski telah menganggap pelaporan kecelakaan kerja penting. Sikap dalam pemilihan asuransi juga memiliki kecenderungan tidak memilih BPJS Ketenagakerjaan meski telah mengetahui asuransi untuk kecelakaan kerja. Faktor eksternal responden mencakup dukungan atasan dan rekan kerja cenderung positif. Responden juga mengetahui tidak adanya punishment serta PT X telah memfasilitasi keselamatan.

PT X has experienced an increase in production, which has coincided with a rise in workplace accidents. In an effort to address workplace accidents, reporting is conducted to identify and evaluate the necessary steps moving forward. This descriptive research, using a qualitative method, employs a case study approach by examining accident reports exceeding the 2x24 hour limit. The aim of this study is to provide an overview of knowledge, attitudes, and external factors influencing accident reporting. Results: Respondents lack comprehensive knowledge about workplace accidents, accident reporting regulations, and the accident reporting process, but they do possess good knowledge of the definition of accident reporting and accident insurance. Respondents tend to avoid reporting minor accidents, despite recognizing the importance of accident reporting. Their attitude towards choosing insurance also shows a tendency not to select BPJS Ketenagakerjaan, even though they are aware of workplace accident insurance. External factors for respondents include positive support from supervisors and colleagues. Respondents also recognize the absence of punishments and that PT X has facilitated safety measures.
Read More
S-11795
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardianty Nababan; Pembimbing: Sjahrul M. Nasri; Penguji: Tata Soemitra, Achmad Farid Baidjuri
Abstrak: Industri MIGAS memiliki resiko yang sangat tinggi dalam kegiatan operasionalnya, termasuk diantaranya kegiatan pemboran yang merupakan kegiatan yang dilakukan baik pada tahap eksplorasi maupun pada tahap eksploitasi. Sebelum melaksanakan kegiatan pemboran kontraktor minyak harus terlebih dahulu melakukan identifikasi bahaya dan analisis resiko untuk mengetahui bahaya-bahaya apa saja yang dapat dan analisis resiko yang dilakukan sesual dengan kajian dan tahapan yang ada pacta standard OSHA.
Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui potensi-potensi bahaya apa saja yang dapat timbul dari kegiatan pemboran khususnya sumur S-10 yang terletak di lapangan A milik PT X serta tingkat resiko dan setiap potensi bahaya yang mungkin timbul dan kegiatan tersebut Dari studi ini selanjutnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi langkah-langkah kontrol yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya.
Oil and gas industry is the high risk operation. Because of safety reason, oil and gas company should have a good system to Identify and analyze all potential hazards and risks before execute their activities especially in drilling activities.
The objective of this research are to examine the validity of all supporting data such as well interpretation data, drilling equipment performance and well location condition. The approach of this study is to evaluate all potential hazards and calculate the level of its risk which is exist on drilling activities especially at S-10 Well, Filed-A that can practically use to determine the control action to avoid incidents and/or accidents in a workplace.
Read More
T-2632
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive