Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37810 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mutia Sani Fadillah; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Besral, Nurjannah
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor sosiodemografi, sumber informasi pengetahuan HIV/AIDS, dan perilaku berisiko terhadap kejadian seksual pranikah pada remaja di Indonesia berdasarkan STBP pada tahun 2015. Desain penelitian ini adalah studi cross sectional dengan menggunakan data sekunder STBP tahun 2015. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode multistage cluster random sampling dengan kriteria inklusi murid Sekolah Menengah Atas (SMA) baik yang dikelola pemerintah (SMA Negeri) maupun SMA yang dikelola oleh swasta yang saat ini duduk di kelas 11 (kelas 2), dan berada dalam tujuh kota penelitian.
Read More
S-10539
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asti Dewi Rahayu Fitrianingsih; Pembimbing: Iwan Ariawan, Rita Damayanti; Penguji: Mieke Savitri, Sukarno, Vita Yulia Dewi
Abstrak: ABSTRAK Tesis ini membahas hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi, penggunaan NAPZA dan keikutsertaan remaja dalam pusat informasi konseling remaja (PIK-R/M) dengan perilaku seks pranikah remaja di indonesia dengan menggunakan data survei indikator RPJMN remaja 2015 dengan desain cross sectional dimana sampel dalam penelitian ini berjumlah 42.243 remaja usia 15-24 tahun dan belum menikah. Hasil penelitian menyarankan dibutuhkkan informasi tentang masalah perilaku seksual pranikah remaja dengan memberikan informasi terutama tentang pengetahuan tentang masa subur dan perempuan dapat hamil meskipun sekali melakukan hubungan seks, serta instansi terkait diharapkan melakukan aktivitas pencegahan, pemberatasan dan rehabilitasi penyalahgunaan NAPZA sehingga perilaku seks pranikah tidak meningkat. Kata kunci: Seks Pranikah, Pengetahuan KRR, PIK-R/M, NAPZA The focus of this study is Relationship Knowledge about Adolescent Reproduktive Helath, The Participation of Adolescent in the Information Center Counseling and The Use of Drugs with Premarital Sex in Indonesia using the data survey of Indicator of Long Term Develpoment 2015. This study used cross sectional design and got 42.243 respondents 15-24 years old and unmarried.. The study results suggest it takes information about premarital sexual behavior problems by providing information the fertile period knowledge and a woman can get pregnant even though once having sex. In Addition, relevant agencies are expected to perform the activities of prevention, eradication and rehabilitation in the case of misuse of Drugs, so that the behaviou of premarital sex is not increased. Key words: Premarital se Knowledge, Center for Adolescent, Drugs
Read More
T-5362
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ikhlas Tunggal Mulyandari; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono, Besral; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Rahmadewi; Sukarno
Abstrak:
Mempersiapkan kehidupan remaja sebagai fase unik perkembangan manusia merupakan suatu investasi berdampak besar bagi berbagai aspek kehidupan. Salah satu fase masa transisi kehidupan pada periode perkembangan remaja yaitu membentuk sebuah keluarga. Remaja perlu dipersiapkan mengenai hal-hal dalam merencanakan pernikahan sesuai siklus kesehatan reproduksi. Perencanaan kehidupan berkeluarga diantaranya merencanakan usia menikah, jumlah anak yang diinginkan, jarak kelahiran antara 2 anak, serta keinginan memakai alat/ cara KB di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan keterpaparan informasi dengan perencanaan kehidupan berkeluarga pada remaja di Indonesia. Desain penelitian cross-sectional menggunakan data survei RPJMN tahun 2015 Modul Remaja. Sampel penelitian ini yaitu remaja laki-laki dan perempuan belum kawin usia 15-24 tahun di Indonesia. Keterpaparan informasi yang berperan dalam perencanaan kehidupan berkeluarga yaitu keterpaparan informasi KB, keterpaparan informasi KRR, serta keterpaparan informasi GenRe. Media yang efektif diakses remaja untuk memperoleh informasi diantaranya media elektronik televisi, website/internet , media cetak koran/majalah, poster , dan media luar ruang spanduk, billboard/baliho . Sosialiasi GenRe perlu lebih digencarkan kepada masyararakat luas khususnya remaja. Pemanfaatan berbagai jenis media serta keterlibatan pihak lain dibutuhkan dalam upaya optimalisasi penyebarluasan informasi terkait KB, KRR, dan GenRe.

Preparing adolescent life as a unique phase of human development is an investment has a major impact on many aspects of life. One phase of the transition of life in the period of adolescent development is to form a family. Adolescents need to be prepared on matters in marriage planning with reproductive health cycle. Planning in family life including planning the age of marriage, the number of children, the birth spacing, and the desire to use kind of family planning in the future. This study aims to see the relationship of information exposure and adolescent planning in family life in Indonesia. Cross sectional research design using RPJMN survey data 2015 Adolescent Module. The sample of this research is never married men and women 15 24 years old in Indonesia. Exposure of information that plays a role in adolescent planning in family life is exposed to family planning KB information, exposed to adolescent health reproductive KRR information, and exposed to GenRe information. The effective media used by adolescents to get information is electronic media television, website internet, print media newspapers magazines, posters, and outdoor media banners, billboards. Socialization of GenRe needs to be more intensify to the community, especially adolescent. Utilization of various types of media and involvement of any partners needs to optimize dissemination of information related to KB, KRR, and GenRe
Read More
T-5368
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Made Kurniati; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Indang Trihandini, Viny Sutriani, Sarikasih Harefa
T-5370
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sylvia Kyla; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Resyana Yunita
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tingkat kerawanan dari kejadian tuberkulosis paru di Kota Depok tahun 20172019. Metode yang digunakan adalah studi observasional dengan pendekatan analisis spasial dengan memakai data agregat dari laporan rutin yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Depok. Hasil dari penelitian adalah dua dari sebelas kecamatan di Kota Depok termasuk ke dalam kategori daerah rawan tuberkulosis selama tahun 2017-2019 yaitu Kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Cinere, serta terdapat korelasi statistik yang bermakna antara rasio fasilitas kesehatan tahun 2017-2019 dengan insiden tuberkulosis paru BTA positif dengan nilai korelasi sebesar 0.417.
Read More
S-10791
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Pramudita Faddila; Pembimbing: Iwan Ariawan, Ahmad Syafiq; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Giri Wurjandaru, Laurentia
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Syifa Pramudita Faddila Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Hubungan Aktivitas Fisik dan Konsumsi dengan Kejadian Overweight pada Anak Usia 10-12 Tahun Di Indonesia Tahun 2013 (Analisis Multilevel Data Riskesdas Tahun 2013) Pembimbing : dr.Iwan Ariawan, MSPH Kegiatan aktivitas fisik dan konsumsi makanan yang seimbang adalah upaya untuk menekan angka overweight pada masa anak-anak agar tidak berlanjut menjadi obesitas maupun penyakit degenaratif lainnya. Secara global, sebanyak 42 juta anak mengalami overweight pada tahun 2015 dan angka kegemukan di Indonesia sekitar 10,8% pada tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan konsumsi dengan kejadian overweight pada anak usia 10-12 tahun di Indonesia tahun 2013. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2013 dengan desain studi cross sectional dimana sampel penelitian sebanyak 49.620 anak. Hasil penelitian menunjukkan 14,5% anak mengalami overweight. Hanya aktivitas fisik yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian overweight (p=0,014), sedangkan konsumsi makanan berisiko (p=0,518) serta buah dan sayur (p=0,693) tidak signifikan terhadap kejadian overweight. Anak yang kurang aktif berisiko 1,11 kali (95% CI= 1,02–1,21) untuk menjadi overweight dibandingkan dengan anak yang aktif. Hasil analisis multilevel menunjukkan variasi kejadian overweight antar provinsi lebih besar jika dibandingkan dengan faktor risiko pada level individu (MOR=1,37). Kejadian overweight berhubungan dengan aktivitas fisik yang dilakukan anak-anak, sedangkan konsumsi tidak memiliki hubungan yang bermakna. Dibutuhkan strategi dan sosialisasi aktivitas fisik pada anak dengan melibatkan berbagai sektor dan built environment agar anak lebih aktif untuk mengurangi kejadian overweight. Kata kunci:  Overweight, Aktivitas Fisik, Konsumsi


ABSTRACT Name : Syifa Pramudita Faddila Study Program : Public Health Title : Association between Physical Activity and Consumption with Overweight among Children Aged 10-12 Years in Indonesia 2013 (Multilevel Analysis of Riskesdas 2013) Counsellor : dr.Iwan Ariawan, MSPH Physical activity and balanced food consumption is an attempt to reduce overweight in childhood so as not to continue to be obese or other degenerative diseases. Globally, 42 million children are overweight by 2015 and overweight in Indonesia is around 10.8% in 2013. The purpose of this study was to examine the association between physical activity and consumption with overweight among children aged 10-12 years in Indonesia 2013. This study uses secondary data Riskesdas 2013 with a cross sectional study design where the sample of research is 49,620 children. The results showed 14.5% of respondents had overweight. Only physical activity had significant association with overweight (p=0,014), whereas risky food consumption (p=0,518) with fruit and vegetable consumption (p=0,693) was not significant. Less active respondents were at risk 1.11 times (95% CI= 1.02-1.21) to become overweight compared with active respondents. Multilevel analysis results show that variation in overweight between provinces is greater when compared to risk factors at the individual level (MOR=1.37). Overweight are related to the physical activity of children, while consumption is unrelated. It needed strategy and promotion of physical activity in children by involving parents and built environment to make children more active to reduce overweight. Keywords: Overweight, Physical Activity, Consumption

Read More
T-5367
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahmawati; Pembimbing: R. Sutiawan, Evi Martha; Penguji: Toha Mohaimin, Rahmadewi; Mursita, Andri
Abstrak: Menyusui merupakan salah satu intervensi dari gerakan 1000 hari pertama kehidupandengan target selama 2 tahun, tetapi target ini masih jauh dari kenyataan yang ada. Secaraglobal 74% anak disusui sampai usia 1 tahun, di Afrika 70% anak disusui sampai usia 1tahun, di Amerika 45% anak disusui sampai uisa 2 tahun dan di Indoneisa 56,7% anakdisusui sampai usia 23 bulan, sedangkan targetnya 80% anak disusui sampai uisa 1 tahundan 60% sampai usia 2 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganpekerjaan ibu dengan lama menyusui di Indonesia tahun 2013. Desain penelitian adalahcross-sectional. Sampel penelitian yaitu ibu yang memiliki anak usia 0-23 bulan denganmenggunakan data Riskesdas tahun 2013. Data dianalisis dengan survival analisis secaraunivariabel, bivariabel dan multivariabel. Ibu tidak bekerja (65,05%), umur ideal(76,95%), berstatus kawin (99,81%), berpendidikan tamat SLTA (30,67%), melahirkannormal (90,38%) dan ekonomi kaya (22,38%). Secara bivariat terdapat hubungan yangbermakna antara pekerjaan ibu (p=0,023) dan proses lahir (p=0,004) dengan lamamenyusui di Indonesia tahun 2013. Secara multivariable diketahui tidak hubunganpekerjaan ibu dengan lama menyusui setelah dikontrol variabel covariat di Indonesiatahun 2013. Direkomendasikan kepada Kemenkes agar memperkuat kegiatan konselorASI serta melakukan pelatihan kepada tenaga yang ada didaerah dan melakukan advokasidengan dinas tenaga kerja. BKKBN agar melakukan advokasi dengan pemerintah daerahuntuk memberikan informasi tentang pentingnya menyusui sebagai salah satu jeniskontrasepsi dan peneliti selanjutnya agar mengeksplorasi variabel yang lebih kompleks.Kata Kunci : menyusui, pekerjaan, proses lahir, pendidikan, ekonomi
Breastfeeding is one of the interventions of the first 1000 day movement of life with atarget of 2 years, but this target is still far from reality. Globally 74% of children arebreastfed to 1 year of age, in Africa 70% of children are breastfed to 1 year of age, inAmerica 45% of children are breastfed to 2 years of age and in Indonesia 56.7% ofchildren are breastfed until the age of 23 months, while the target is 80% childrenbreastfed to 1 year of age and 60% to 2 years of age. This study aims to determine therelationship of mother's work with the duration of breastfeeding in Indonesia in 2013. Theresearch design is cross-sectional. The sample of the research is the mother who haschildren aged 0-23 months using Riskesdas data in 2013. The data were analyzed withunivariable, bivariable and multivariable survival analysis. Mother not working(65.05%), ideal age (76.95%), married status (99.81%), high school graduated (30.67%),normal (90.38%) and rich ( 22.38%). Bivariat, there were significant relationship betweenmother work (p = 0,023) and birth process (p = 0,004) with duration of breastfeeding inIndonesia year 2013. Multivariable is known not relationship of mother's job with longbreastfeeding after controlled by covariat variable in Indonesia 2013. Recommended tothe Ministry of Health to strengthen the activities of ASI counselors and to train theexisting personnel in the area and to advocate with the labor service. BKKBN to advocatewith local governments to provide information on the importance of breastfeeding as onetype of contraception and subsequent researchers to explore more complex variables.Key words: breastfeeding, occupation, birth process, education, economics.
Read More
T-5364
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Boy Efendi; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Artha Prabaw, Endang Lukitosari, Edwan NS
T-5372
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novi Hendrayanti; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Kemal Nazaruddin Siregar, Toha Muhaimin, Tuty Sahara, Rahmadewi
Abstrak: ABSTRAK Tesis ini membahas bagaimana hubungan paparan Komunikasi Informasi dan Edukasi Keluarga Berencana (KIE KB) terhadap penggunaan kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) dibandingkan dengan kontrasepsi hormonal jangka pendek (pil dan suntikan) pada wanita usia 35-49 tahun yang berstatus kawin di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian potong lintang (cross sectional). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) tahun 2012. Sampel penelitian sebanyak 11.204 wanita usia 35-49 tahun berstatus kawin di Indonesia yang menggunakan kontrasepsi IUD, pil dan suntikan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir sebelum survey. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square, regresi logistik sederhana dan analisis multivariat dengan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menekankan pentingnya pemberian KIE KB melalui berbagai media, baik melalui media massa, personal contact maupun melalui konseling pra pelayanan kontrasepsi. Paparan KIE KB yang tinggi pada wanita usia 35-49 tahun terbukti secara statistik berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD pada wanita usia 35-49 tahun berstatus kawin di Indonesia. Kata kunci: Komunikasi, informasi, edukasi, keluarga berencana, kontrasepsi IUD The focus of the this study is the analysis of the relationship of Family Planning Information Education and Counseling (FP IEC) to the use of Intra Uterine Device (IUD) which is compared with short-term hormonal contraceptives (pills and injections) among married women aged 35-49 years in Indonesia. This research is a quantitative research with cross sectional study design. This study was conducted using Demographic and Health Survey (DHS) 2012 dataset, with total sample of 11,204 married women aged 35-49 years in Indonesia using IUD contraception, pill and injection in the last 5 years before the survey. The data were analyzed by Chi-square test, binary logistic regression and multivariate analysis by multiple logistic regression. The results emphasize the importance of providing Family Planning Information Education and Counseling through various media, either through mass media, mass information or through counseling in health facilities. The high exposure of IEC in women aged 35-49 years has been shown to be statistically related to the use of IUD contraception in women aged 35-49 years married in Indonesia Key words: Communication, information, education, family planning, IUD contraceptive use
Read More
T-5359
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusnabeti; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Tris Eryando, Martya Rahmaniati Makful, Sudikno, Yoan Hotnida Naomi
Abstrak: Saat ini stroke adalah pembunuh nomor dua setelah penyakit jantung iskemik, dantetap menjadi penyebab utama kematian di dunia dalam 15 tahun terakhir. Di Indonesiakejadian stroke meningkat dari tahun 2007 ke tahun 2013 yaitu dari 8 per 1000 pendudukmenjadi 12 per 1000 penduduk dan provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi 12 per 1000penduduk dengan estimasi jumlah penderita stroke sebesar 17 per 1000 penduduk.Aktivitas fisik yang tidak mencukupi adalah faktor risiko utama penyakitkardiovaskular termasuk stroke. Peningkatan perilaku tidak aktif, dikhawatirkan akanmeningkatkan jumlah penderita stroke. Di Indonesia proporsi penduduk dengan aktivitasfisik kurang aktif adalah 26,1%. Provinsi Jawa Barat memiliki proporsi penduduk kurangaktif sebesar 25,4%. Angka ini dapat meningkat diwaktu yang akan datang denganmempertimbangkan bahwa Provinsi Jawa Barat pada tahun 2013 mempunyai angkasedentari di atas angka nasional.Rancangan studi adalah cross sectional melalui penggunaan data dari studi Kohorpenyakit tidak menular Badan Litbangkes Kemenkes RI. Sampel dalam penelitian iniadalah penduduk berusia 25 sampai 65 tahun yang terdapat pada data studi kohor PTMdi Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor.Hasil penelitian ini mendapatkan prevalensi stroke di Kecamatan Bogor Tengahsebesar 15 per 1000 penduduk. Terdapat hubungan aktivitas fisik dengan stroke denganrisiko yang berbeda pada kelompok umur. Pada kelompok umur kurang dari 45 tahun,penduduk dengan aktivitas fisik yang kurang akan berisiko terkena stroke sebesar 5.43kali lebih tinggi dibandingkan yang mempunyai aktivitas fisik cukup. Pada kelompokumur 45 tahun atau lebih, penduduk dengan aktivitas fisik yang kurang akan berisikoterkena stroke sebesar 1.18 kali lebih tinggi dibandingkan yang mempunyai aktivitas fisikcukup.Peningkatan upaya pencegahan dan pengendalian stroke serta peningkatanaktivitas fisik perlu dilakukan pemerintah melalui promosi kesehatan dalam skala yanglebih luas dan melalui berbagai media informasi. Pemerintah perlu memfasilitasipenyediaan ruang terbuka publik dan sarana penunjang untuk peningkatan aktivitas fisik.Masyarakat hendaknya menerapkan pola hidup sehat, diantaranya dengan cukup aktivitasfisik dan berperan aktif dalam promosi peningkatan aktivitas fisik melalui lembaga danorganisasi kemasyarakatan seperti PKK, Karang Taruna, perkumpulan kerohanian dansebagainya.Kata kunci:Stroke, aktivitas fisik, prevalensi, risiko
Currently stroke is the number two killer after ischemic heart disease, and remains theleading cause of death in the world in the last 15 years. In Indonesia the incidence ofstroke increased from 2007 to 2013 ie from 8 per 1000 population to 12 per 1000population and West Java province has 12 prevalence per 1000 population with estimatednumber of stroke patient equal to 17 per 1000 population.Inadequate physical activity is a major risk factor for cardiovascular disease includingstroke. Increased inactive behavior, feared will increase the number of stroke patients. InIndonesia the proportion of population with less active physical activity was 26.1%. WestJava Province has a proportion of less active population of 25.4%. This figure mayincrease in the future by considering that West Java Province in 2013 has a sedentaryfigure above the national rate.The design of the study was cross sectional through the use of data from the Cohortof non-communicable diseases of the Indonesian Ministry of Health Research andDevelopment. The sample in this study is population aged 25 to 65 years found in datacohort study of PTM in subdistrict Bogor Central, Bogor City.The results of this study obtained the prevalence of stroke in subdistrict Bogor Centralby 15 per 1000 population. There is a relationship of physical activity with stroke withdifferent risk in the age group. In the age group less than 45 years, the population withless physical activity will be at risk of stroke by 5.43 times higher than those who haveenough physical activity. In the age group of 45 years or older, people with less physicalactivity would be at risk of stroke 1.18 times higher than those with sufficient physicalactivity.Increased efforts to prevent and control stroke and increase physical activity needs tobe done by the government through health promotion on a wider scale and through variousmedia information. The government needs to facilitate the provision of public open spacesand supporting facilities for the improvement of physical activity. The community shouldadopt a healthy lifestyle, among others, with sufficient physical activity and an active rolein promoting the increase of physical activity through institutions and communityorganizations such as PKK, Karang Taruna, spiritual associations and so forthKeywords:Stroke, physical activity, prevalence, risk.
Read More
T-5389
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive