Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38325 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Izzah Fajrina Afani; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Edwin Nasli
Abstrak: Faktor risiko utama keamanan pangan di restoran adalah personal hygiene penjamah makanan dimana hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas sanitasi di restoram berupa air bersih, jumlah ketersediaan fasilitas cuci tangan, fasilitas pelengkap pada fasilitas cuci tangan, dan pengetahuan penjamah makanan. Menganalisis hubungan ketersediaan fasilitas dan pengetahuan dengan perilaku personal hygiene penjamah makanan restoran di Jakarta Selatan. Desain studi cross-sectional dengan unit analisis restoran di Jakarta Selatan. Jumlah sample sebanyak 115 restoran yang berasal dari 10 kecamatan di wilayah Jakarta Selatan. Digunakan data sekunder berupa form hygiene sanitasi restoran milik puskesmas tingkat kecamatan yang tertera pada Kepmenkes no 1098 tahun 2003. Data diolah dengan analisis univariat dan bivariat kemudian disajikan dalam bentuk table.
Read More
S-10600
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Selvira Avifah; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Zakianis, Choirul Rozi
Abstrak: Pada tahun 2020 angka kasus keracunan makanan di DKI Jakarta menempati urutan pertama di Indonesia, hal ini disebabkan karena adanya kontaminasi bakteri pada makanan terutama pada makanan di Restoran Cepat Saji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketersediaan fasilitas hygiene dan sanitasi, pengetahuan, pemeriksaan kesehatan, dan ketentuan berpakaian kerja dengan perilaku personal hygiene pada penjamah makanan di restoran cepat saji di Jakarta Selatan pada tahun 2021.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional dengan desain studi cross sectional. Data dianalisis secara bivariat dengan uji chi square dilanjut dengan uji analisis multivariat. Hasil penelitian uji chi square diketahui terdapat 93.1% penjamah makanan dengan perilaku personal hygiene yang baik
Read More
S-10912
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Daniaty Rosaria; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Dewi Susana, Rina Fitriani Bahar
S-6407
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Nuraini Mahesa; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Zakianis; Didik Supriyono
S-8384
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yaneva Azahra Rahmatunisa; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Fitri Kurniasari, Fahmi Hermawan
Abstrak:
Petugas tempat pengolahan sampah berbasis reuse, reduce, dan recycle (TPS 3R) merupakan kelompok pekerja yang berisiko tinggi mengalami penyakit akibat kerja seperti diare karena sering berkontak langsung dengan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu, personal hygiene, dan kondisi lingkungan terhadap kejadian diare pada petugas TPS 3R di Provinsi DKI Jakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 62 responden dari 12 lokasi TPS 3R. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, lalu dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kerja (p=0,033; OR=5,077; 95% CI: 1,138–22,650), penggunaan alat pelindung diri (APD) (p=0,004; OR=0,150; 95% CI: 0,042–0,541), dan keberadaan vektor penular penyakit (p=0,038; OR=3,600; 95% CI: 1,075–12,059) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare. Sementara itu, variabel usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, serta beberapa indikator personal hygiene dan kondisi lingkungan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan perilaku penggunaan APD dan pengendalian vektor menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan diare pada petugas TPS 3R.


Waste management facility based on reuse, reduce, and recycle principles or tempat pengolahan sampah reuse, reduce, and recylce (TPS 3R) workers are a high-risk occupational group for work-related diseases such as diarrhea due to frequent direct contact with waste. This study aims to examine the relationship between individual characteristics, personal hygiene, and environmental conditions with the incidence of diarrhea among TPS 3R workers in DKI Jakarta Province. A cross-sectional quantitative design was employed involving 62 respondents from 12 TPS 3R sites. Data were collected through questionnaires and observations and analyzed using chi-square tests. The results showed significant associations between diarrhea incidence and work duration (p=0.033; OR=5.077; 95% CI: 1.138–22.650), use of personal protective equipment (PPE) (p=0.004; OR=0.150; 95% CI: 0.042–0.541), and the presence of disease vectors (p=0.038; OR=3.600; 95% CI: 1.075–12.059). Meanwhile, variables such as age, gender, education level, and several indicators of personal hygiene and environmental conditions showed no significant associations. These findings highlight the importance of promoting protective equipment usage and vector control as key measures to prevent diarrhea among TPS 3R workers.
Read More
S-12120
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zihan Kamila Maharani; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Budi Hartono, Indry Octavia
Abstrak:
Penyakit berbasis lingkungan seperti ISPA, diare, dan infeksi kulit masih banyak ditemukan di lingkungan dengan sanitasi buruk dan kebersihan diri yang rendah, termasuk di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene, kondisi sanitasi lingkungan, dan kepadatan hunian dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan pada warga binaan LPKA Kelas II Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 31 orang dan diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, serta dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara lama masa tinggal dengan kejadian penyakit berbasis lingkungan, diare, dan ISPA (p≤0,05). Disarankan adanya peningkatan edukasi terkait kebersihan diri dan perbaikan sanitasi lingkungan di LPKA guna menurunkan risiko penyakit.

Environmental-based diseases are often found in environments with poor sanitation and low personal hygiene, including in Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). This study aims to examine the relationship between personal hygiene, environmental sanitation conditions, and housing density with the incidence of environmentally based diseases among the residents of LPKA Kelas II Jakarta. This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 31 participants selected using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires and observation, and analyzed using the chi-square test. The results showed a significant relationship between length of stay and the incidence of environmentally based diseases, including diarrhea and acute respiratory infections (p≤0.05). It is recommended to enhance education on personal hygiene and improve environmental sanitation in LPKA to reduce disease risk.
Read More
S-11916
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rafie Lucky Baskoro; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Indry Octavia Trisnawati
Abstrak:
Skabies adalah penyakit kulit menular akibat infestasi Sarcoptes scabiei yang umum ditemukan di lingkungan padat dengan sanitasi rendah, termasuk fasilitas tertutup seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara personal hygiene dan faktor lingkungan dengan kejadian skabies pada warga binaan di LPKA Kelas II Jakarta. Penelitian menggunakan desain kuantitatif potong lintang (cross-sectional) dengan pendekatan observasional analitik. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner, observasi langsung, dan pemeriksaan oleh dokter. Sampel berjumlah 31 responden dari total populasi warga binaan, dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-square. Hasil menunjukkan bahwa 61,3% responden mengalami skabies dalam 6 bulan terakhir. Meskipun sebagian besar responden memiliki kebersihan personal yang kurang baik dan tinggal di kamar dengan suhu dan kelembapan tidak ideal, tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara seluruh variabel personal hygiene dan faktor lingkungan dengan kejadian skabies (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene maupun faktor lingkungan dengan kejadian skabies, kemungkinan disebabkan oleh homogenitas perilaku, ukuran sampel terbatas, serta pengaruh faktor lain di luar variabel yang diteliti. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak variabel lingkungan dan ukuran sampel yang lebih besar.
Scabies is a contagious skin disease caused by Sarcoptes scabiei infestation, commonly found in densely populated environments with poor sanitation, including closed institutions such as correctional facilities for juveniles. This study aimed to analyze the relationship between personal hygiene and environmental health factors with the incidence of scabies among inmates at the Special Child Development Institution (LPKA) Class II Jakarta. A cross-sectional analytic observational design was used with a quantitative approach. Data were collected through structured questionnaires, direct observation, and medical examinations. The study involved 31 respondents selected through total sampling from the inmate population. Data were analyzed using univariate, bivariate using chi-square analyses. Results showed that 61.3% of respondents experienced scabies in the past six months. Although most respondents exhibited poor personal hygiene and lived in rooms with suboptimal temperature and humidity, no statistically significant relationship was found between any personal hygiene or environmental variables and scabies incidence (p > 0.05). The study concludes that there is no significant association between personal hygiene or environmental factors and scabies occurrence. This may be attributed to sample homogeneity, limited sample size, and unmeasured external factors. Further research is recommended to include broader environmental variables and larger sample sizes to explore this relationship more comprehensively.
Read More
S-12025
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Metha Hartanti; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Dewi Susanna, Atang Saputra
S-8600
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ghina Labibah; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Dewi Susanna, Hidayani Fazriah
Abstrak: Latar Belakang : Skabies merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varietas homonis. Penularan skabies dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Penyakit skabies sering terjadi pada lingkungan yang berpenghuni padat salah satunya adalah pondok pesantren yang memiliki asrama untuk tempat tinggal santrinya. Kejadian skabies selain mengganggu kesehatan santri namun akan berdampak kepada performa santri untuk menjalankan kegiatan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis hubungan antara faktor lingkungan dan personal hygiene dengan kejadian skabies pada santri di pesantren. Tujuan : Mengetahui hubungan faktor lingkungan dan personal hygiene dengan kejadian skabies pada santri di pesantren X di Kota Bogor pada Tahun 2022. Metode : Studi cross sectional yang dilakukan pada 1 pesantren di Kota Bogor. 84 orang santri dipilih dengan random sampling untuk menjadi responden penelitian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pengambilan data lingkungan secara langsung. Dara yang telah diperoleh akan dilakukan uji statistik univariat dan bivariat. Hasil : Sebanyak 65 orang (77,4%) mengalami skabies, dan 19 orang (22,6%) tidak mengalami skabies. Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan yaitu suhu dan kelembaban dengan kejadian. Sedangkan faktor personal hygiene seperti kebersihan tangan, kebersihan kuku, kebersihan kulit, kebersihan handuk dan kebersihan pakaian memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian skabies. Kata Kunci : Skabies, Sarcoptes scabiei varietas homonis, Pesantren, Lingkungan, Personal Hygiene
Background : Scabies is an infectious disease caused by the mite Sarcoptes scabiei homonis variety. Transmission of scabies can occur directly or indirectly. Scabies disease often occurs in densely inhabited environments, one of which is Islamic boarding schools which have dormitories for students to live in. The incidence of scabies in addition to disturbing the health of students but will have an impact on the performance of students to carry out daily activities. Based on this, it is necessary to conduct research to analyze the relationship between environmental factors and personal hygiene with the incidence of scabies in students in Islamic boarding schools. Objective: To determine the relationship between environmental factors and personal hygiene with the incidence of scabies in students at Islamic boarding school X in Bogor City in 2022. Methods: Cross sectional study conducted at 1 Islamic boarding school in Bogor City. 84 students were selected by random sampling to become research respondents. The research was conducted using a questionnaire and direct environmental data collection. The data that has been obtained will be subjected to univariate and bivariate statistical tests. Results: As many as 65 people (77.4%) had scabies, and 19 people (22.6%) did not have scabies. There is no significant relationship between environmental factors, namely temperature and humidity with the incidence. Meanwhile, personal hygiene factors such as hand hygiene, nail hygiene, skin hygiene, towel cleanliness and clothing hygiene have a significant relationship with the incidence of scabies. Keywords : Scabies, Sarcoptes scabiei homonis variety, Islamic boarding school, Environment, Personal Hygiene
Read More
S-10967
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sinta Rizki Agustin; Pembimbing: R. Budi Hartono; Penguji: Bambang Wispriyono, Tutut Indra Wahyuni
Abstrak: COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Severe Accute Respiratory Syndrome 2 (SARS-CoV-2) dan merupakan pandemi yang menjadi masalah di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku dengan kejadian COVID-19 di Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional menggunakan kuesioner online. Populasi pada penelitian ini yaitu warga Jakarta Timur dengan usia 15 ? 64 tahun dengan jumlah sampel 412 orang. Variabel dependen yaitu kejadian COVID-19 sementara variabel independen yaitu pengetahuan COVID-19, sikap, perilaku cuci tangan, perilaku menggunakan masker, perilaku menjaga jarak, dan perilaku menggunakan disinfektan. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara perilaku menjaga jarak dengan kejadian COVID-19 (p-value = 0.010 ; OR = 1.794). Namun, tidak ada hubungan antara pengetahuan, sikap, perilaku cuci tangan, perilaku menggunakan masker, dan perilaku menggunakan disinfektan dengan kejadian COVID-19. Terdapat satu variabel yang berhubungan dengan kejadian COVID-19 dan merupakan faktor dominan dari kejadian COVID-19, yaitu perilaku menjaga jarak.
COVID-19 is an infectious disease caused by the Severe Acute Respiratory Syndrome 2 (SARS-CoV-2) virus and is a pandemic that is a problem throughout the world, including Indonesia. This study aimed to analyze the relationship between knowledge, attitudes, and behavior with the incidence of COVID-19 in East Jakarta. This study uses a quantitative method with a cross-sectional study design using an online questionnaire. The population in this study were residents of East Jakarta aged 15-64 years, with a total sample of 412 people. The dependent variable is the incidence of COVID-19, while the independent variable is knowledge of COVID-19, attitudes, hand washing behavior, using masks behavior, social distancing behavior, and using disinfectant behavior. This study shows a relationship between physical distancing behavior and the incidence of COVID-19 (p-value = 0.010; OR = 1.794). However, there is no relationship between knowledge, attitude, hand washing behavior, behavior using masks, and behavior using disinfectants with the incidence of COVID-19. One variable is associated with the incidence of COVID-19 and is the dominant factor in the incidence of COVID-19, namely physical distancing.
Read More
S-11030
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive