Ditemukan 31175 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Reihana Ramadlani Ibna; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Yovsyah, Guruh Aryo Cahyo
Abstrak:
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berkaitan dengan partus lama guna meminimasilir terjadinya kesakitan dan kematian pada ibu dan janin, maka peneliti tertarik untuk meneliti faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian partus lama di Indonesia dengan analisis data SDKI 2017. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan data sekunder yang bersumber dari SDKI 2017. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis univariat dan bivariate.
Read More
S-10608
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rahmah Aulia Zahra; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Zakiah
Abstrak:
Perdarahan pasca persalinan merupakan salah satu penyebab terbesar terjadinya kematian pada ibu. Pada tahun 2017 terdapat sekitar 295.000 wanita meninggal selama kehamilan dan persalinan, dimana 75% penyebab kematian ibu diantaranya adalah perdarahan pasca persalinan, infeksi, preeklamsia/eklamsia, dan komplikasi lainnya dari persalinan. Di Indonesia dari 20 penyebab kematian ibu, perdarahan pasca persalinan merupakan penyebab nomor satu kemarian ibu. Angka Kematian Ibu di Indonesia masih jauh dari target MDGs yang telah ditetapkan bahkan tiga kali lipat lebih tinggi dari target yang seharusnya. Hal ini merupakan suatu permasalahan yang serius dan perlu diprioritaskan. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian perdarahan pasca persalinan di Indonesia pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Tahun 2017 (SDKI 2017). Populasi dari penelitian ini merupakan seluruh wanita usia subur yang berusia 15-49 tahun yang pernah melahirkan selama 5 tahun terakhir sebelum survei dilakukan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa umur (PR= 1,1), tingkat pendidikan (PR= 1,39), tempat tinggal (PR= 1,11), paritas (PR= 1,13), riwayat komplikasi kehamilan (PR= 0,91), kelengkapan pemeriksaan ANC (PR= 1,35), penolong persalinan (PR= 1,59), tempat persalinan (PR= 1,38), dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (PR= 1,14) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian perdarahan pasca persalinan (p= <0,05). Perlunya komitmen pemerintah dalam mengoptimalisasi upaya perencanaan program yang strategis dan sistematis meliputi pencegahan dan manajemen yang tepat sejak ibu berada dalam periode kehamilan hingga masa nifas serta pemberdayaan dan pemberian edukasi pada perempuan, keluarga, dan masyarakat, khususnya pada kelompok-kelompok rentan
Read More
S-10898
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Salsabila; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Zakiah
S-10907
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Invinita Arga Putri; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Eni Gustina, Suparmi
Abstrak:
Read More
Kematian perinatal masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Pada tahun 2017, angka kematian perinatal di estimasikan sebesar 21 per 1000 kelahiran. Di sisi lain, ibu yang melaksanakan persalinan masih dibayangi oleh komplikasi, dimana partus lama merupakan salah satu bentuk komplikasi yang paling sering terjadi. Apabila tidak ditangani secara tepat, partus lama dapat mengakibatkan luaran buruk bagi bayi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan partus lama dan kematian perinatal di Indonesia. Desain penelitian ini ialah cross sectional dengan menggunakan data sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Sampel merupakan wanita usia subur (WUS) yang melahirkan bayi lahir hidup dan lahir mati dengan usia kehamilan ≥7 bulan dan merupakan anak terakhir dalam periode 5 tahun sebelum survei. Hasil penelitian menunjukkan Angka Kematian Perinatal sebesar 13 per 1000 kelahiran. Partus lama dialami oleh sebagian besar ibu bersalin (40,4%). Namun, hal tersebut belum berdampak terhadap kematian perinatal. Besar asosiasi partus lama terhadap kematian perinatal sebesar aPOR 1,151 kali (95% CI 0,818-1,842 dan p-value 0,559) setelah dikontrol confounding dan variabel kovariat. Dapat disimpulkan bahwa partus lama tidak memberikan efek yang cukup signifikan terhadap kematian perinatal. Upaya dalam menurunkan kematian perinatal masih sangat dibutuhkan, salah satunya dengan memperkuat program audit kematian perinatal; meningkatkan cakupan pemeriksaan antenatal; serta mengevaluasi secara berkala kualitas ketersediaan pelayanan kesehatan.
Perinatal mortality remains a public health issue In Indonesia. The perinatal death rate was predicted to be 21 per 1000 births in 2017. On the other hand, complication during childbirth still overshadowed mothers, with prolonged labor being one of the most types of. Prolonged labor might harm the infant if it is not handled carefully. The purpose of this study is to ascertain the association between prolonged labor and perinatal mortality in Indonesia. Utilizing secondary data from the 2017 Indonesian Demographic and Health Survey, this study's design was cross-sectional (IDHS). Women of childbearing age who delivered liveborn or stillborn with a gestational age of 7 months and more who were the last birth in the 5 year period of survey were included in the sample. The results was the Perinatal Mortality Rate was 13 per 1000 livebirth. Proportion of prolonged labor was 40,4%. The association between prolonged labor and perinatal mortality was aPOR 1,151 (95% CI 0,818-1,842 and p-value 0,559) after controlled by confounding and covariates. It can be conclude that there is no significant effect between prolonged labour and perinatal mortality. It is still urgently necessary to make efforts to lower perinatal mortality, including by strengthening the perinatal death audit program, expanding the coverage of antenatal care and made routine assessments quality of health service that are available.
T-6547
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Ulfa Alriani; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Eti Rohati
Abstrak:
Nama : Sri Ulfa Alriani Program Studi : Kesehatan Masyarakat Judul : Faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan sectio caesarea darurat di Indonesia tahun 2012-2017 (analisis data SDKI 2017) Pembimbing : Prof. Dr. dr. Ratna Djuwita, M.Ph. Skripsi ini membahas mengenai Faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan sectio caesarea berdasarkan analisis data SDKI 2017. Sampel 18.164 wanita usia subur 15-49 tahun yang melahirkan anak dalam periode 5 tahun terakhir sebelum survei dilaksanakan. Hasil akhir analisis multivariat dengan menggunakan cox regression didapatkan variabel-variabel yang berhubungan dengan persalinan sectio caesarea darurat yaitu umur ibu, pendidikan ibu, wilayah tempat tinggal, status ekonomi, kehamilan kembar, jarak kelahiran, ukuran bayi, paritas, kepemilikan JKN, komplikasi kehamilan (perdarahan, muntah dan baal di bagian wajah, ketuban pecah sebelum waktunya, hipertensi dan hipotensi pada masa kehamilan), dan komplikasi persalinan (ketuban pecah 6 jam sebelum bayi lahir, dan tidak kuat mengejan). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan persalinan SC darurat di Indonesia pada tahun 2012-2017 adalah hipertensi atau hipotensi pada masa kehamilan dengan p value 0,000 dan PR=2,76. Kata kunci: Hipertensi, persalinan sectio caesarea darurat Determinants Related to Emergency Caesarean Delivery in Indonesia 2012-2017 (Analysis of 2017 IDHS Data) Abstract This study aims to determine the factors associated with caesarean sectio delivery based on analysis of the 2017 IDHS data. Sample 18,164 women of childbearing age 15-49 years who gave birth to children in the last 5 years before the survey was conducted. The final results of multivariate analysis using cox regression found variables related to emergency caesarean delivery are maternal age, maternal education, area of residence, economic status, multiple pregnancies, birth interval, baby size, parity, JKN ownership, pregnancy complications ( bleeding, vomiting and numbness in the face, premature rupture of membranes, hypertension and hypotension during pregnancy), and complications of labor (water broke early 6 hours before the baby is born, and not pushing strongly). The most dominant factor related to emergency caesarean delivery in Indonesia in 2012-2017 was hypertension or hypotension during pregnancy with a p value of 0,000 and PR = 2.76. Keyword : emergency caesarean; hypertenstion during pregnancy Determinants Related to Emergency Caesarean Delivery in Indonesia 2012-2017 (Analysis of 2017 IDHS Data) Abstract This study aims to determine the factors associated with caesarean sectio delivery based on analysis of the 2017 IDHS data. Sample 18,164 women of childbearing age 15-49 years who gave birth to children in the last 5 years before the survey was conducted. The final results of multivariate analysis using cox regression found variables related to emergency caesarean delivery are maternal age, maternal education, area of residence, economic status, multiple pregnancies, birth interval, baby size, parity, JKN ownership, pregnancy complications ( bleeding, vomiting and numbness in the face, premature rupture of membranes, hypertension and hypotension during pregnancy), and complications of labor (water broke early 6 hours before the baby is born, and not pushing strongly). The most dominant factor related to emergency caesarean delivery in Indonesia in 2012-2017 was hypertension or hypotension during pregnancy with a p value of 0,000 and PR = 2.76. Keyword : emergency caesarean; hypertenstion during pregnancy Determinants Related to Emergency Caesarean Delivery in Indonesia 2012-2017 (Analysis of 2017 IDHS Data) Abstract This study aims to determine the factors associated with caesarean sectio delivery based on analysis of the 2017 IDHS data. Sample 18,164 women of childbearing age 15-49 years who gave birth to children in the last 5 years before the survey was conducted. The final results of multivariate analysis using cox regression found variables related to emergency caesarean delivery are maternal age, maternal education, area of residence, economic status, multiple pregnancies, birth interval, baby size, parity, JKN ownership, pregnancy complications ( bleeding, vomiting and numbness in the face, premature rupture of membranes, hypertension and hypotension during pregnancy), and complications of labor (water broke early 6 hours before the baby is born, and not pushing strongly). The most dominant factor related to emergency caesarean delivery in Indonesia in 2012-2017 was hypertension or hypotension during pregnancy with a p value of 0,000 and PR = 2.76. Keyword : emergency caesarean; hypertenstion during pregnancy
Read More
S-10243
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ika Fitri Alfiani; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Rahmadewi
Abstrak:
Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan terhadap pemberian makanan prelakteal pada bayi usia 0-23 bula di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data SDKI 2017 dengan rancangan studi potong lintang. sampel penelitian yaitu ibu yang memiliki bayi usia 0-23 bulan yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi berjumlah 6.425. Data dianalisis secara univariat dan bivariat.
Read More
S-10543
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sasa Syarifatul Qulbi; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Ahmad Hasanuddin
Abstrak:
Angka kematian bayi di Indonesia masih cukup tinggi dengan posisi tertinggi kelima diantara negara Asia Tenggara lainnya. 75% kematian bayi di bawah lima tahun terjadipada fase bayi berusia 0 sampai sebelum 12 bulan (BKKBN et al., 2018). Penelitian inimenggunakan desain studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Tujuan daripenelitian adalah adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengankematian bayi di Indonesia menggunakan data sekunder SDKI tahun 2017 yangdikumpulkan oleh DHS (Demographic Health System). Sampel berjumlah 11.861 yangterdiri dari wanita berusia 15 sampai 49 tahun yang sudah melahirkan bayi lahir hidupminimal berusia 1 tahun dalam periode 5 tahun terakhir sebelum Wawancara untuk surveidilakukan. Analisis data dilakukan dengan model chi-square bivariat. Hasil akhir analisisbivariat menunjukkan variabel-variabel yang berhubungan dengan kejadian kematianbayi antara lain status ekonomi, usia ibu saat melahirkan, paritas, jarak kelahiran, beratbayi lahir, jenis kelamin bayi, tempat persalinan, penolong persalinan, dan kunjunganANC. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian kematian bayi diIndonesia tahun 2012-2017 adalah berat bayi lahir dengan nilai PR sebesar 5,49. Olehkarena itu, perlu dilakukan peningkatan pelayanan kesehatan serta kerjasama denganpihak-pihak terkait, seperti bidan desa sebagai tenaga kesehatan terdekat dan parajiataupun kader desa untuk melakukan tindakan-tindakan non-medis--khususnya upayapencegahan--terkait dengan faktor-faktor risiko kematian bayi.Kata kunci:Faktor risiko, kematian bayi, SDKI 2017.
Read More
S-10302
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ade Pahlevi Marbun; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Trisari Anggondowati, Woro Riyadina
Abstrak:
Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian pada bayi dan balita. Penyebab diare sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko baik dari faktor balita, faktor ibu, faktor lingkungan tempat tinggal dan faktor ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan analisis univariat, bivariat, dan stratifikasi. Data yang digunakan adalah data sekunder SDKI 2017. Sampel yang digunakan sejumlah 906 balita. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia balita (nilai p: 0,000; OR=2,54; 95%CI 1,67-3,85) dan sarana sanitasi keluarga (niai p= 0,004; OR= 1,71; 95%CI 1,19-2,47) dengan kejadian diare pada balita. Secara analisis usia balita memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian diare pada balita setelah distratifikas oleh pendidikan ibu, riwayat ASI Eksklusif, berat lahir balita, daerah tempat tinggal dan ekonomi keluarga.
Diarrhea is an infectious disease that causes death in infants and children under five. The cause of diarrhea is strongly influenced by various risk factors, including child factors and maternal, environment, and family economic factors. This study used a cross sectional study design with univariate, bivariate, and stratified analysis. The data used is secondary data from the 2017 IDHS. The sample used is 906 children under five. The result of this study indicate that there is a significant relationship between the age factor of child under five (nilai p: 0,000; OR=2,54; 95%CI 1,67-3,85) and family sanitation facilities (niai p= 0,004; OR= 1,71; 95%CI 1,19-2,47) with the incidence of diarrhea in children under five. The stratification analysis showed that there was a relation between the age of the child under five and the incidence of diarrhea in children under five according to the mother?s education, history of exclusive breastfeeding, birth weight, are of the residence and family economic.
Read More
Diarrhea is an infectious disease that causes death in infants and children under five. The cause of diarrhea is strongly influenced by various risk factors, including child factors and maternal, environment, and family economic factors. This study used a cross sectional study design with univariate, bivariate, and stratified analysis. The data used is secondary data from the 2017 IDHS. The sample used is 906 children under five. The result of this study indicate that there is a significant relationship between the age factor of child under five (nilai p: 0,000; OR=2,54; 95%CI 1,67-3,85) and family sanitation facilities (niai p= 0,004; OR= 1,71; 95%CI 1,19-2,47) with the incidence of diarrhea in children under five. The stratification analysis showed that there was a relation between the age of the child under five and the incidence of diarrhea in children under five according to the mother?s education, history of exclusive breastfeeding, birth weight, are of the residence and family economic.
S-11015
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Patricia Josephine Elzabetty; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Putri Bungsu, Sulistya Widada
Abstrak:
Read More
Hepatitis B merupakan masalah kesehatan di dunia, termasuk Indonesia. Untuk mencegah dan mengeliminasi HBV, telah dilakukan pemberian imunisasi HB0. Namun, cakupan pemberian imunisasi HB0 masih belum mencapai target yang ditetapkan dan menunjukkan disparitas antar provinsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan cakupan pemberian Imunisasi HB0 di Indonesia berdasarkan data SDKI 2017. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan analisis bivariat, menggunakan sampel anak yang lahir dalam 2 tahun terakhir dari ibu berusia 15-49 tahun. Hasil penelitian menemukan cakupan tidak imunisasi HB0 sebesar 15,8%. Faktor-faktor yang berhubungan dengan cakupan pemberian imunisasi HB0 adalah pendidikan ibu rendah (PR:1,599; 95% CI: 1,364-1,874), indeks kekayaan terbawah (PR: 2,890; 95% CI: 2,283-3,657) dan menengah bawah (PR:1,826; 95% CI: 1,408-2,366), urutan kelahiran ≥3 (PR: 1,453; 95% CI: 1,234-1,710), tinggal di daerah rural (PR: 1,734; 95% CI: 1,475-2,038), kunjungan ANC
Hepatitis B remains a global health problem, including in Indonesia. Hepatitis B birth dose vaccination (HepB-BD) has been implemented to prevent and eliminate HBV. Unfortunately, HepB-BD coverage has not yet reached target and shows disparities between provinces. This study aims to identify the factors associated with HepB-BD coverage in Indonesia using 2017 IDHS data. This study uses a cross sectional study design with bivariate analysis, using a sample of children born in the las two years from mother aged 15-49 years. The study found that the coverage of HepB-BD non vaccination coverage of 15,8%. Factors that is statistically associated with HepB-BD vaccination coverage include predisposing factor such as low maternal education (PR:1,599; 95% CI: 1,364-1,874), lowest wealth index (PR: 2,890; 95% CI: 2,283-3,657) and lower-middle wealth indeks (PR:1,826; 95% CI: 1,408-2,366), birth order ≥3 (PR: 1,453; 95% CI: 1,234-1,710), rural residence (PR: 1,734; 95% CI: 1,475-2,038),
S-11740
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dina Fikriyah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Rahmadewi
Abstrak:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di Provinsi Jawa Barat tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain studi Cross Sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Sampel yang digunakan adalah balita berusia 0-59 bulan di Provinsi Jawa Barat yang terdata di SDKI 2017, dan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adalah sebanyak 1.554 balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian diare pada balita di Provinsi Jawa Barat tahun 2017 adalah sebesar 15,6% (242 balita). Hasil uji bivariat menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kejadian diare adalah balita usia ≤ 1 tahun (OR 1,62; 95% CI 1,23-2,13; p=0,001), sarana sanitasi (OR 1,52; 95% CI 1,14-2,03; p=0,005), dan sumber air minum (OR 1,34; 95% CI 1,01-1,79; p=0,047). Salah satu cara untuk mencegah terjadinya diare pada balita adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Read More
S-10771
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
