Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34478 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Elviza Rahmadona; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Musfardi Rustam, Puhilan
Abstrak: Salah satu komorbid yang paling banyak menyertai pasien Covid 19 di Indonesia adalah Hipertensi dengan proporsi kasus 52,1% dan proporsi kematian sebanyak 19,2% dan menjadi komorbid paling tinggi pada pasien Covid 19 di Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan hipertensi dengan kematian pasien Covid 19 pada April 2020 hingga Juli 2021 berdasarkan data rekam medik pasien rawat inap di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Desain studi pada penelitian ini adalah studi kasus kontrol dimana kasus adalah pasien Covid-19 yang meninggal dan kontrol adalah pasien Covid 19 yang tidak meninggal berdasarkan data rekam medik melalui aplikasi SIMRS. Sampel pada penelitian ini adalah yang memenuhi kriteria inklusi yaitu 93 pasien pada kelompok kasus dan 200 pada kelompok kontrol yang telah dilakukan uji pemeriksaan PCR terlebih dahulu. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan regresi logistik. Dari hasil analisis diperoleh hubungan antara hipertensi dengan kematian Covid 19 namun memiliki risiko protektif setelah dikontrol variabel umur, jenis kelamin, diabetes, PPOK, CVD. Hasil penelitian ini masih memiliki kelemahan berupa misklasifikasi non diferensial dan keterbatasan data yang tersedia pada data rekam medik melalui aplikasi SIMRS
Read More
T-6188
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Fahmia; Pembimbing: Helda; Penguji: Syahrizal Syarif, Astuti Giantini, Tristiyenny Pubianturi
Abstrak: COVID-19 menjadi pandemi di seluruh dunia sejak Maret 2020. Hipertensi merupakan penyakit penyerta yang banyak diderita oleh pasien COVID-19. Banyaknya kasus COVID-19 membuat daya tampung fasilitas kesehatan hampir tidak mencukupi untuk memberikan pelayanan medis rawat inap yang memadai pada pasien COVID-19.Perpanjangan lama rawat inap pasien COVID-19 berefek terhadap besaran biaya yang ditanggung pemerintah atau pasien sendiri. Penentuan prioritas pasien rawat inap menjadi penting untuk rekomendasi panduan pelayanan pasien COVID-19. Saat ini penelitian tentang hubungan hipertensi dengan durasi lama rawat inap pasien COVID-19 di Indonesia masih belum ada. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara hipertensi dengan lama rawat inap pasien terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). Desain studi kohort retrospectif dilakukan pada 369 pasien terkonfirmasi COVID-19 yang dirawat inap di RSUI selama Maret sampai dengan Oktober 2020, menilai hubungan hipertensi dengan lama rawat inap pasien terkonfirmasi COVID-19 setelah di kontrol usia, jenis kelamin, komorbid, tingkat keparahan, status PCR saat pulang dan status pasien pada akhir rawat
Read More
T-6216
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zhara Juliane; Pembimbing: Asri C. Penguji: Syahrizal; Dony Yugo Hermanto, Sukwan Handali
Abstrak:
Terhitung sejak 30 Januari 2020, World Health Organization (WHO) telah resmi menetapkan Covid-19 sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD)/ Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) karena adanya peningkatan kasus yang signifikan dan kasus konfirmasi di beberapa negara lain (World Health Organization, 2020a). Pada April 2021, angka kematian Covid-19 di Indonesia telah menyentuh 4,68% dimana angka tersebut lebih tinggi dari angka kematian rata-rata global yaitu 3,79%. Studi-studi yang telah dilakukan sebelumnya menunjukan adanya hubungan hipertensi dan diabetes melitus terhadap kesintasan pasien Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hipertensi dan diabetes melitus terhadap kesintasan pasien Covid-19 di RSJPD Harapan Kita Jakarta Maret 2020 - April 2021. Penelitian kohort retrospektif ini menggunakan analisis survival cox regression untuk mengetahui kesintasan. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dari Divisi PPI dan penelusuran rekam medik. Penelitian ini melibatkan jumlah sampel sebesar 433 pasien konfirmasi Covid-19 yang diambil menggunakan teknik random sampling. Hasil analisis menunjukan hipertensi dan diabetes melitus berhubungan bermakna dengan kejadian kematian pada pasien Covid-19 di RSJPD Harapan Kita Maret 2020 - April 2021 setelah dikontrol oleh faktor perancu penyakit paru kronik dengan adjusted hazard ratio sebesar 1,727 (95% CI: 1,012 – 2,949) p-value 0,045. Perlu adanya triase pasien yang tepat dan pemantauan khusus serta penanganan yang adekuat untuk pasien Covid-19 yang memiliki faktor risiko hipertensi dan diabetes melitus untuk mencegah terjadinya kematian.

As of January 30 2020, the World Health Organization (WHO) deemed Covid-19 as a Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) due to a significant increase of cases and confirmed cases in several countries (World Health Organization, 2020a). In April 2021, the mortality rate of COVID-19 in Indonesia reached 4.68%, which is higher than the global average mortality rate of 3.79%. Previous studies have shown that there is a relationship between hypertension and diabetes mellitus on the survival of Covid-19 patients. This study aims to determine the relationship between hypertension and diabetes mellitus on the survival of Covid-19 patients at RSJPD Harapan Kita Jakarta March 2020 - April 2021. This retrospective cohort study was conducted using cox regression analysis to determine survival. This study uses secondary data provided by the infection prevention and control division of Harapan Kita and medical record tracing. The study involved a total of 433 confirmed Covid-19 patients who were selected using random sampling technique. The results of the analysis show that hypertension and diabetes mellitus were significantly related to the incidence of death in Covid-19 patients at RSJPD Harapan Kita March 2020 - April 2021 after being controlled for confounding factor namely chronic lung disease with an adjusted hazard ratio of 1.727 (95% CI: 1.012 – 2.499), p-value 0.045. Proper triage of patients is needed, as well as rigorous monitoring and adequate treatment for Covid-19 patients who suffer from hypertension and diabetes mellitus to prevent further mortality and morbidity.
Read More
T-6561
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Triana Sinulingga; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Yovsyah; Siti Nadia Tarmizi
Abstrak:

ABSTRAK Latar Belakang: Terapi ARV pada ODHA diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan serta menekan penularan HIV. Untuk mencapai tujuan MDG’s tahun 2015, diharapkan 90% ODHA sudah mendapatkan terapi ARV secara teratur. RSUD Arifin Achmad Pekanbaru telah memberikan terapi ARV sejak tahun 2004 tetapi belum pernah diteliti pengaruh ARV terhadap survival pasiennya. Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi kohort retrospektif dengan 319 sampel dan dilakukan selama Mei-Juni 2013. Data penelitian diperoleh melalui data rekam medis RS. Data dianalisis dengan menggunakan analisis survival metode Kaplan-Meier dan dilanjutkan dengan analisis multivariate Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memakan ARV secara teratur memiliki survival yang lebih baik. Pasien yang tidak memakan ARV atau memakan ARV tetapi tidak teratur, memiliki risiko kematian sebesar 42,5 kali lebih besar jika dibandingkan dengan pasien yang memakam ARV secara teratur. (p=0,01, 95%CI: 13-138). Jumlah kematian selama pengamatan hanya 5,8% pada kelompok yang teratur memakan ARV, sedangkan pada kelompok yang tidak mencapai 28%. Faktor lain yang turut meningkatkan survival adalah jumlah CD4 pada awal pengobatan >100 sel/mm³(p=0,01, HR=4,39, 95% CI(1,8-10,5). Walaupun kurang bermakna secara statistik, perlu mempertimbangkan pemberian ARV pada stadium klinis awal sebagai faktor yang turut meningkatkan survival ODHA mengingat stadium klinis dapat diperiksa di semua layanan kesehatan. (p=0,07, HR=2.3, 95%CI 0,9-5.6). Faktor pendidikan secara statistik juga bermakna membedakan survival pasien. Dalam penelitian ini stadium klinis dibuktikan sebagai confounding. Hal yang disarankan adalah meningkatkan cakupan penemuan dan tatalaksana dini kasus HIV/AIDS dengan melakukan pelacakan pada semua kasus mangkir, meningkatkan kepatuhan memakan ARV dan mengupayakan pendampingan kasus secara maksimal.


 ABSTRACT Background: ARV for HIV or AIDS patients is a hope to reduce the mortality, morbidity and to prevent the transmissions. To achieve the MDG the minister of health need to cover 90% AIDS people with ARV adherently. RSUD Arifin Achmad Pekanbaru have giving the therapy for AIDS patients since 2004, but have never studied the survival analysis and another factors that contribute to yet. Method: This study is a cohort retrospective design, with 319 samples. Take place in Arifin Achmad Hospital Of Pekanbaru, Riau Province in May-June 2013. The resource are medical record of HIV/AIDS patiens in VCT clinic. Was analyse by Kaplan-Meier survival analysis and then for further use multivariate analyses. Result: The study show that the survival of patiens who take ARV adherently is higher than the other one. The patients who no used ARV adherently will have mortality rate 42,5 times than the patients that used ARV addherently. (p=0,01, 95%CI: 13-138). The deaths amount only 5,8% on the adherently ARV patients, but at another side, the deaths amount increase by 28%. Another factor that contribute to increase the survival are CD4 amounts at the beginning of therapy that >100 sel/mm³(p=0,01, HR=4,39, 95% CI(1,8-10,5). We need to consider the clinical of AIDS stadium as one of factor that contribute to increase the survival too if use ARV at the beginner of clinical stadium. (p=0,07, HR=2.3, 95%CI 0,9-5.6). The educations level has the value statistically to distinguish the survival. In this study, the clinical stadium is a confounder. We sugest to improve the early detection and prompt treatment by tracking the lost of follow up patients, increase the adherent of ARV and by mentoring or”buddy” programe for all HIV cases.

Read More
T-3796
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadhiratul Syaputri; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Muammar Muslih, Zakiah
Abstrak: Laporan WHO pada akhir bulan April 2021th menyebutkan bahwa terjadi peningkatan angka kematian COVID-19 dalam 6 minggu secara global dan dalam 3 minggu di regional Asia Tenggara. Sejalan dengan itu, angka kematian COVID-19 di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Laporan kematian akibat COVID-19 juga terus terjadi setiap harinya di Kota Depok berkisar 1-10 kematian per hari. Berbagai studi dari dalam maupun luar negeri menyebutkan bahwa usia, diabetes mellitus, dan hipertensi memiliki asosiasi yang paling kuat terhadap kejadian kematian akibat COVID. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa jumlah gejala klinis memodifikasi hubungan antara hipertensi dengan kematian penderita COVID-19. Diketahui bahwa kombinasi antara penderita COVID19 yang hipertensi dan gejala klinis >3 meningkatkan risiko kematian 18 kali (pvalue 0,01) dibandingkan penderita COVID-19 tanpa hipertensi dan gejala klinis ≤3
Read More
T-6156
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anis Kurniawati; Pembimbing: Helda; Penguji: Renti Mahkota, Iin Pusparini
Abstrak:
Stroke menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia sebesar 17,9 juta kematian dan prevalensi stroke secara global mencapai 101 juta kasus. Stroke hemoragik sendiri menyumbang angka 13% dari stroke keseluruhan dan di Indonesia tahun 2001 mencapai 18,5% dan perdarahan subarachnoid sebesar 1,4%. Namun, pasien stroke hemoragik memiliki kondisi lebih parah dengan risiko kematian yang lebih tinggi hingga 4 kali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dengan stroke hemoragik pada pasien rawat inap di RS Pusat Otak Nasional tahun 2022 setelah dikontrol variabel confounding. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan sampel yang diperoleh sebesar 1010 sampel. Variabel confounding yang dipakai dalam penelitian ini adalah obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, status pernikahan, jenjang pendidikan, pekerjaan, usia, dan jenis kelamin. Hasil penelitian ini menunjukkan jika terdapat hubungan signifikan antara hipertensi dengan stroke hemoragik (p=0,044) hingga 2,37 kali lebih tinggi dibandingkan pasien stroke yang tidak hipertensi setelah dikontrol variabel confounding. Pentingnya peningkatan kesadaran dengan melibatkan anak muda mengenai hipertensi dan stroke hemoragik perlu dilakukan. Selain itu, masyarakat diharapkan tetap menerapkan pola hidup sehat dan cek kesehatan berkala di Posbindu setempat terutama masyarakat yang memiliki hipertensi

Stroke is one of the main causes of death in the world with 17.9 million deaths and the prevalence of stroke globally reaches 101 million cases. Hemorrhagic stroke itself accounts for 13% of all strokes and in Indonesia in 2001 it reached 18.5% and subarachnoid hemorrhage was 1.4%. However, hemorrhagic stroke patients have a more severe condition with a higher risk of death up to 4 times. This study aims to determine the relationship between hypertension and hemorrhagic stroke in inpatients at the National Brain Center Hospital in 2022 after controlling for confounding variables. The research method used was cross sectional with a sample of 1010 samples. The confounding variables used in this study were obesity, smoking habits, alcohol consumption, marital status, level of education, occupation, age and gender. The results of this study indicate that there is a significant relationship between hypertension and hemorrhagic stroke (p=0.044) up to 2.37 times higher than stroke patients who are not hypertensive after controlling for confounding variables. The importance of raising awareness by involving young people regarding hypertension and hemorrhagic stroke needs to be done. In addition, the community is expected to continue to adopt a healthy lifestyle and periodic health checks at the Posbindu, especially people who have hypertension
Read More
S-11231
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinda Monica Istiqomah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Widodo Hadi Suwahyu
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kematian Covid- 19 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Kota Surakarta tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain studi kuanitatif yaitu studi cross-sectional dengan analisis univariat dan bivariat. Penelitian ini menggunakan data rekam medis pasien dengan populasi seluruh pasien terkonfirmasi COVID-19 di RSUD Dr. Moewardi Kota Surakarta pada tahun 2020.
Read More
S-10641
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Rachmawati; Pembimbing: Asri C Adisasmita; Penguji: Helda; Telly Purnamasari
Abstrak:
Kasus Konfirmasi COVID-19 di Provinsi Riau merupakan yang tertinggi di Pulau Sumatera. Salah satu upaya mengatasi pandemi COVID-19 adalah dengan cara pemberian vaksinasi yang bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19 dan mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Status Vaksinasi Dengan Ketahanan Hidup Pasien Konfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Provinsi Riau Tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian observasional analistik menggunakan metode kohort retrospektif dari 1212 sampel pasien yang dirawat di seluruh rumah sakit Provinsi Riau pada tahun 2022 dan dilaporkan pada aplikasi RS Online. Probabilitas Survival Kumulatif keseluruhan pasien COVID-19 yang dirawat di RS Provinsi Riau adalah 0,062 atau 6,2% dengan Median survival time keseluruhan 20 hari (IQR: 17-22). Pasien yang sudah mendapatkan vaksinasi memiliki efek protektif terhadap risiko kematian COVID-19, HR 0,751 (95% CI: 0,580-0,971), yang sudah vaksinasi lengkap HR 0,625 (95% CI: 0,463-0,845) dan terdapat penurunan risiko kematian yang selaras dengan jumlah dosis vaksin yang sudah didapatkan oleh pasien (dosis response) dimana pasien yang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 memiliki nilai HR 1,138 (95% CI: 0,764-1,694), pasien yang sudah mendapatkan vaksin dosis 2 memiliki risiko atau efek protektif yang dapat menurunkan risiko kematian COVID-19 dengan HR 0,692 (95% CI: 0,504-0,949), dan pasien yang sudah mendapatkan vaksin dosis booster juga memiliki efek protektif dengan HR 0,336 (95% CI: 0,138-0,818) setelah dikontrol variabel usia, saturasi awal, riwayat komorbid, tempat perawatan dan penggunaan alat bantu pernafasan. Peningkatan cakupan vaksinasi lengkap sesuai dosis primer diperlukan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian COVID-19 meskipun pandemi telah dinyatakan berakhir. Meningkatkan koordinasi, kolaborasi dan kerja sama lintas sektor termasuk melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam program kesehatan masyarakat yang memiliki dampak luas termasuk kemungkinan menghadapi emerging disease berikutnya.

Confirmation cases of COVID-19 in Riau Province are the highest on the island of Sumatra. One of the efforts to overcome the COVID-19 pandemic is by administering vaccinations which aim to reduce transmission/contagion, reduce morbidity and mortality from COVID-19 and achieve herd immunity in the community (herd immunity). The aim of the study was to determine the relationship between vaccination status and survival of confirmed COVID-19 patients at the Riau Province Hospital in 2022. This study was an analytical observational study using a retrospective cohort method of 1212 samples of patients treated at all hospitals in Riau Province in 2022 and reported on the RS Online application. The overall cumulative survival probability of COVID-19 patients treated at Riau Province Hospital is 0.062 or 6.2% with an overall median survival time of 20 days (IQR: 17-22). Patients who have received vaccination have a protective effect on the risk of death from COVID-19, HR 0.751 (95% CI: 0.580-0.971), who have received complete vaccination HR 0.625 (95% CI: 0.463-0.845) and there is a reduced risk of death in line with the number of vaccine doses that have been obtained by patients (dose response) where patients who have received vaccine dose 1 have an HR value of 1.138 (95% CI: 0.764-1.694), patients who have received vaccine dose 2 have risks or protective effects that can reduce risk COVID-19 mortality with HR 0.692 (95% CI: 0.504-0.949), and patients who had received a booster dose of vaccine also had a protective effect with HR 0.336 (95% CI: 0.138-0.818) after controlling for age, initial saturation, history comorbidities, place of care and use of breathing apparatus.An increase in complete vaccination coverage according to the primary dose is needed to reduce the morbidity and mortality of COVID-19 even though the pandemic has been declared over. Improving coordination, collaboration and cooperation across sectors including involving religious leaders and community leaders in public health programs that have a broad impact including the possibility of dealing with the next emerging disease.
Read More
T-6795
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Koko Suryoko; Pembimbing: Nuning M. Kiptiyah
S-2759
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhamad Amin; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Yovsyah, Hartati
T-3111
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive