Ditemukan 40099 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Goklian Paraduan Haposan; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuni, Vetty Yulianty Permanasari, Sri Diana Ginting Suka, Deriani Simatupang
Abstrak:
Instalasi Farmasi Rumah Sakit merupakan salah satu unit Revenue Center di rumah sakit. Banyaknya bagian terkait unit tersebut dalam proses kegiatannya, baik secara internal maupun eksternal rumah sakit, membuat manajemen rumah sakit sebaiknya memikirkan sistem pengelolaan yang tepat dan terintegrasi pada siklus manajemennya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa implementasi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai di IFRS Provita Jayapura pada tahun 2020 berdasarkan Permenkes No. 72 Tahun 2016, adalah terimplementasi sebagian dengan rata-rata capaian skoringnya adalah 73%. Hal yang paling baik terimplementasi adalah proses pada kegiatan penyimpanan dan sarana prasarana yang dimiliki oleh IFRS Provita. Sedangkan yang tidak terimplementasi adalah proses perencanaan baik perencanaan anggaran ataupun perencanaan kebutuhan obat tahunan. Hasil penelitian menyarankan bahwa manajemen sebaiknya segera membuat regulasi tentang perencanaan anggaran dan kebutuhan obat tahunan yang terintegrasi dengan pihak-pihak terkait dan dapat dievaluasi pelaksanaannya pada tahun berjalan saat operasional rumah sakit berjalan
Hospital Pharmacy Installation is one of the units in the hospital which is often categorized as a Revenue Center unit. The large number of related parts, both internal and external to the hospital, in the process of activities at the Hospital Pharmacy Installation, makes management better think about a good and integrated management system in the management cycle. This research is a qualitative research with analytical descriptive design. The results of this study show that the implementation of the management of pharmaceutical preparations, medical devices and medical consumables at IFRS Provita Jayapura based on Permenkes No. 72 of 2016 is partially implemented with an average score of 72%. The best thing to implement is the process of storage activities and infrastructure owned by IFRS Provita, while what is not implemented is the planning process, either budget planning or annual drug demand planning. The results of this study suggest that management should immediately make regulations regarding budget planning and annual drug needs that are integrated with related parties and can be evaluated for their implementation in the current year when hospital operations are running.
Read More
Hospital Pharmacy Installation is one of the units in the hospital which is often categorized as a Revenue Center unit. The large number of related parts, both internal and external to the hospital, in the process of activities at the Hospital Pharmacy Installation, makes management better think about a good and integrated management system in the management cycle. This research is a qualitative research with analytical descriptive design. The results of this study show that the implementation of the management of pharmaceutical preparations, medical devices and medical consumables at IFRS Provita Jayapura based on Permenkes No. 72 of 2016 is partially implemented with an average score of 72%. The best thing to implement is the process of storage activities and infrastructure owned by IFRS Provita, while what is not implemented is the planning process, either budget planning or annual drug demand planning. The results of this study suggest that management should immediately make regulations regarding budget planning and annual drug needs that are integrated with related parties and can be evaluated for their implementation in the current year when hospital operations are running.
B-2236
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lanisa Nauli Sitorus; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Helen Andriani, Vetty Yulianty Permanasari, Jimmy Kurniawan, Dian Marsudiwati Ali
Abstrak:
Read More
Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Membutuhkan Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai, Stok yang cukup memberikan keleluasan dalam melakukan tindakan ataupun pengobatan yang dibutuhkan oleh pasien , terutama untuk Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai yang berhubungan dengan Covid 19 yang masuk kelompok AV diharapkan tidak pernah terjadi kekosongan stok.Dibutuhkan analisis khusus untuk mengelompokkan Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai menjadi kelompok kelompok yang dapat dilihat proses pengendalian persediannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan Bahan dan Alat Kesehatan Habis Pakai dalam kelompok yang tepat, kemudian memilihkan metode pengendalian persediaannya. Desain penelitian ini adalah penelitian Operational Research , analisis yang digunakan adalah deskriptif analitik. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dari Analisis ABC Indeks Kritis dan VEN didapatkan kelompok AV berjumlah 23 item , dimana 13 item diantaranya merupakan BAHP untuk kebutuhan terkait Covid 19. Hasil penghitungan pengendalian persediaannya dengan metode Economic order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP) menunjukkan hasil angka yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menjaga stok tetap terjaga. Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu belum memiliki sistem pengendalian persediaan yang akurat, sehingga dirasa perlu untuk menggunakan metode pengendalian persediaan agar tidak pernah terjadi kekurangan atau kosong stok
Health services in hospitals require consumable medical materials and devices, sufficient stock to provide flexibility in carrying out the actions or treatment needed by patients, especially for consumable medical materials and devices related to Covid 19 which are included in the AV group, it is hoped that this will never happen stock void. Special analysis is needed to classify Ingredients and Medical Consumables into groups that can be seen the process of controlling their supplies. This study aims to classify consumable medical materials and devices into the right groups, then choose the inventory control method. Design of this research is Operational Research, the analysis used is descriptive analytic. The results of this study indicate that from the ABC Critical Index and VEN analysis, it is found that the AV group consists of 23 items, of which 13 items are consumable medical materials and devices for Covid 19 related needs. The results of the calculation of inventory control using the Economic Order Quantity (EOQ) and Reorder Point (ROP) methods show the results of numbers that can be used as a reference in keeping stocks in check. Awal Bros Hospital in Ujung Batu does not yet have an accurate inventory control system, so it is necessary to use an inventory control method so that there is never a shortage or empty stock
B-2162
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hingawati Setio; Pembimbing: Torang P Batubara; Penguji: Alex Papilaya, Sutan Yenis, Hendra Surya Tenggara, Julfrida
B-586
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Alfian Husin; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Purnawan Junadi, Atik Nurwahyuni, Elly Muslikah
Abstrak:
Abstrak
Tesis ini menganalisis efisiensi ketersediaan obat-obatan dan bahan habis pakai di Balai Kesehatan Kerja Pelayaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan pada tahun 2012. Penelitian ini menggunakan perhitungan Analisis Indeks Kritis ABC, yakni dengan menggabungkan nilai pemakaian barang farmasi, nilai investasi barang farmasi dan nilai kritis dari dokter pengguna (user).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai investasi yang digunakan hanya limapuluh persen saja dari anggaran barang farmasi yang dibelanjakan dan terdapat sepuluh persen dari nilai investasi barang farmasi yang tidak terpakai sama sekali (Death Stock). Maka dapat disimpulkan bahwa ada ketidakefisienan didalam hal pengadaan barang farmasi di Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP).
Read More
Tesis ini menganalisis efisiensi ketersediaan obat-obatan dan bahan habis pakai di Balai Kesehatan Kerja Pelayaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan pada tahun 2012. Penelitian ini menggunakan perhitungan Analisis Indeks Kritis ABC, yakni dengan menggabungkan nilai pemakaian barang farmasi, nilai investasi barang farmasi dan nilai kritis dari dokter pengguna (user).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai investasi yang digunakan hanya limapuluh persen saja dari anggaran barang farmasi yang dibelanjakan dan terdapat sepuluh persen dari nilai investasi barang farmasi yang tidak terpakai sama sekali (Death Stock). Maka dapat disimpulkan bahwa ada ketidakefisienan didalam hal pengadaan barang farmasi di Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP).
This thesis analyzes the efficiency of the availability of medicines and consumables in the Occupational Health Clinic Shipping Directorate General of Sea Transportation, Ministry of Transportation in 2012. This study used calculations ABC Critical Index analysis, by combining the value of pharmaceutical consumption goods, investment goods and the critical value of the pharmaceutical physician user (user).
The results showed that the value of investments used only fifty percent of the budget is spent pharmaceutical items and there are ten percent of the value of investment goods unused pharmaceuticals at all (Death Stock). It can be concluded that there are inefficiencies in the procurement of pharmaceuticals in the Occupational Health Clinic Shipping (BKKP).B-1465
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Nadia; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Anhari Achadi, Wachyu Sulistiadi, Suharno ; Akmal Yadi
Abstrak:
Pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Rumah Sakit memerlukan obat-obatanyang aman, berkhasiat, bermutu dan terjangkau dalam jenis dan jumlah yang cukup. RSXYZ telah menjadi provider program pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional sejak bulanMei 2017 dan terjadi lonjakan pasien yang cukup signifikan. Rumah sakit perlu berbenahdiri dalam melakukan perbaikan untuk pengelolaan persediaan obat di instalasi farmasidemi tercapainya efektifitas dan efisiensi persediaan obat di farmasi. Tujuan daripenelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi pengelolaan persediaan obat instalasifarmasi Rumah Sakit XYZ dalam Era Jaminan Kesehatan Nasional dalam rangkapenyusunan Rencana Kebutuhan Obat Rumah Sakit XYZ. Penelitian ini menggunakanmetode deskriptif cross-sectional yang bersifat kualitatif dan kuantitaif denganwawancara mendalam, observasi, telaah dokumen dan penghitungan klasifikasi analisaABC obat di instalasi farmasi. Penelitian in menunjukkan bahwa RS XYZ belummemiliki metode perencanaan dan pengadaan obat khususnya di era JKN. Perencanaanobat melihat trend pemakaian 1 minggu ke belakang untuk penggunaan 10 hari kedepan.Peneliti melakukan analisa ABC untuk melihat pengelolaan persediaan obat di RS XYZ.Analisa ABC yang dilakukan pada penggunaan obat di instalasi farmasi menunjukkanbahwa terdapat 1024 jenis obat yang digunakan dimana analisa ABC pemakaiankelompok C yang termasuk slow moving memiliki jumlah yang paling tinggi yaitu 70 %.Hasil analisa ABC investasi kelompok A memiliki jumlah investasi paling besar yaitu4.445.922.485. Hasil analisa ABC indeks kritis didapatkan hanya 55 % obat indeks kritisyang masuk kedalam formularium. Terdapat 30 % dokter yang belum patuh terhadapperesepan sesuai formularium. RS XYZ belum memiliki Rencana Kebutuhan Obat(RKO) dalam rangka memenuhi syarat untuk ikut dalam proses e-purchasing. RS XYZbelum memiliki sistem pengelolaan persediaan obat yang sesuai standar. RS XYZdiharapkan dapat membuat Rencana Kebutuhan Obat yang menerapkan prinsip efisiensikendali mutu kendali biaya. RS XYZ diharapkan memiliki penghitungan jumlah obatyang harus di pesan, safety stock dan juga titik pemesanan kembali obat.Kata Kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, Persediaan Obat, Analisa ABC, Formularium,Rencana Kebutuhan obat.
Read More
B-1938
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ni luh Komang Anik Susiana Oktavia; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Arief Mulyono
S-6382
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Marsudiwati Ali; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Pujiyanto
Abstrak:
Persentase obat yang ditebus di Rumah Sakit Awal Bros Panam tahun 2015 hanya 83%dengan salah satu penyebabnya adalah kekosongan obat di apotek unit farmasi. Penelitianyang bertujuan menganalisis pengelolaan penyediaan dan pengendalian logistik farmasi inimenggunakan analisis ABC (Pareto Analysis), Analisis ABC Pemakaian, ABC Investasi danABC Indeks Kritis. Studi menghasilkan prioritas pengadaan jenis obat dari 1888 item, denganrekapitulasi sesuai dengan aplikasi formula analisis ABC. Peramalan kebutuhan logistikfarmasi dilakukan dengan menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD) dengan metodeSingle Moving Average. Hasil analisis safety stock obat logistik farmasi golongan fast movingadalah pemesanan dengan menghitung kebutuhan stok selama tujuh hari, golongan slowmoving dihitung untuk kebutuhan obat dalam tiga hari. Golongan obat life saving wajib dipantau ketersediaannya walaupun beberapa item obatnya bukan obat yang mahal. Didapatkanperputaran waktu pemesanan atau Inventory Turn Over (ITOR) 1 tahun adalah sebesar 12,1kali untuk obat Ceftriaxone 1 G injeksi. Pembayaran klaim BPJS yang cenderung terlambatmenyebabkan Rumah Sakit menghadapi kesulitan dalam pembayaran pembelian obat kepadadistributor. Akibatnya pemesanan tidak dapat dipenuhi dan terjadi kekosongan obat.Disarankan kepada pihak Rumah Sakit dapat melakukan pemetaan dan penetapan prioritassediaan obat untuk periode tertentu.
Kata Kunci: Logistik Farmasi, Analisis ABC, Inventory Turn Over (ITOR), Safety Stock.
Percentage of drugs that are redeemed at Awal Bros Hospital Panamin 2015 was only 83%with one cause was unavailable drugs in pharmacy unit. This study aims to analyze themanagement of the supply and control of these pharmaceutical logistics. This study was usingABC analysis (Pareto Analysis) method, ABC Quantity Analysis, ABC Investment Analysisand ABC Critical Index Analysis. The study resulted the recapitulation of drug procurementpriorities from 1888 item using pareto analysis formula application. Forecasting ofpharmaceutical logistics was done by using the Mean Absolute Deviation (MAD) with SingleMoving Average method. Analysis of safety stock drug based on fast moving group resultedthe re- order point for seven days, while slow moving group has resulted re-order point forthree days. Monitoring availability of Life saving drugs is crtitical eventhough some itemsare not considered as expensive drugs. The study also found that the Inventory Turn Over(ITOR for ) 1 year was 12.1 times for drug Ceftriaxone 1 G injection. Delayed payment fromBPJS has resulted the challenge of hospital to purchase drugs and has made anavailabledrugs.It is suggested to conduct mapping and prioritization of drug for a particular period.
Keywords: Pharmaceuticals Logistics, Pareto Analysis, Inventory Turn Over (ITOR), SafetyStock.
Read More
Kata Kunci: Logistik Farmasi, Analisis ABC, Inventory Turn Over (ITOR), Safety Stock.
Percentage of drugs that are redeemed at Awal Bros Hospital Panamin 2015 was only 83%with one cause was unavailable drugs in pharmacy unit. This study aims to analyze themanagement of the supply and control of these pharmaceutical logistics. This study was usingABC analysis (Pareto Analysis) method, ABC Quantity Analysis, ABC Investment Analysisand ABC Critical Index Analysis. The study resulted the recapitulation of drug procurementpriorities from 1888 item using pareto analysis formula application. Forecasting ofpharmaceutical logistics was done by using the Mean Absolute Deviation (MAD) with SingleMoving Average method. Analysis of safety stock drug based on fast moving group resultedthe re- order point for seven days, while slow moving group has resulted re-order point forthree days. Monitoring availability of Life saving drugs is crtitical eventhough some itemsare not considered as expensive drugs. The study also found that the Inventory Turn Over(ITOR for ) 1 year was 12.1 times for drug Ceftriaxone 1 G injection. Delayed payment fromBPJS has resulted the challenge of hospital to purchase drugs and has made anavailabledrugs.It is suggested to conduct mapping and prioritization of drug for a particular period.
Keywords: Pharmaceuticals Logistics, Pareto Analysis, Inventory Turn Over (ITOR), SafetyStock.
B-1790
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yunita Andriani; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wahyu Sulistiadi, Kemal Imran, Endang Adriyani
Abstrak:
Pengelolaan obat adalah salah satu aspek manajemen rumah sakit yang sangat penting dalam usaha pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan obat di instalasi farmasi Rumah Sakit Stroke Nasional Bukitinggi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan proses pengelolaan dan pengendalian yang dilakukan selama ini belum berjalan dengan baik terlihat dari masih tingginya angka kekosongan obat pada tahun 2017 yaitu 7,6% dari 421 jenis obat setiap bulannya dan jumlah obat kadaluwarsa yaitu sebesar 10,45% yang seharusnya 0%. Perencanaan dengan memprioritaskan pembelian kelompok VA, EA dan NA perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kekosongan obat. Untuk mencegah tingginya jumlah obat kadaluwarsa adalah dengan penghitungan jumlah obat yang dipesan berdasarkan penghitungan ROP dan Safety Stock. Kelompok VA merupakan kelompok dengan prioritas utama dalam pengadaan terdiri dari 10 macam obat dengan NS 500cc infus sebagai obat terpenting dalam kelompok. NS 500 cc infus membutuhkan Safety Stock 23.400 sebesar dengan nilai ROP 34.860.
Kata Kunci : Penglolaan, pengendalian, farmasi, obat
Drug management is one important aspect of hospital management. This study is aiming at analysing drug management in pharmacy unit National Stroke Hospital Bukittinggi. This case study was using qualitative approach. The study revealed that drug management and monitoring controlling were not well performed. A high percentage of drug stock out in 2017 was found 7,6% out of 421 drugs item each month, while number of expired drugs was high, reaching 10,45% compared to 0% as target.. Planning to prioritize purchasing of drugs using VA, EA and NA drug need to implement in order to prevent stock out. To avoid expired drug, hospital need to purchased based on ROP and Safety Stock. VA group is the highest priority that include 10 drug item where NS 500 cc infusion fluid is the top one in the group. NS 500 cc infusion fluid would need Safety Stock as much as 23.400 number as Safety Stock and ROP 34.860.
Keywords : Management, control, pharmacy, drug
Read More
Kata Kunci : Penglolaan, pengendalian, farmasi, obat
Drug management is one important aspect of hospital management. This study is aiming at analysing drug management in pharmacy unit National Stroke Hospital Bukittinggi. This case study was using qualitative approach. The study revealed that drug management and monitoring controlling were not well performed. A high percentage of drug stock out in 2017 was found 7,6% out of 421 drugs item each month, while number of expired drugs was high, reaching 10,45% compared to 0% as target.. Planning to prioritize purchasing of drugs using VA, EA and NA drug need to implement in order to prevent stock out. To avoid expired drug, hospital need to purchased based on ROP and Safety Stock. VA group is the highest priority that include 10 drug item where NS 500 cc infusion fluid is the top one in the group. NS 500 cc infusion fluid would need Safety Stock as much as 23.400 number as Safety Stock and ROP 34.860.
Keywords : Management, control, pharmacy, drug
B-2036
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Achmad Chairi; Pembimbing: Heru Kusumanto
B-444
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Netty Supartiasih; Pembimbing: Khafifah Any; Penguji: Peter Pattinama, Heru Kusumanto, Syakowi Marzuki
Abstrak:
Read More
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa unit rawat inap merupakan salah satu unit di rumah sakit yang harus memberikan pelayanan komprehensif kepada pasien. Salah satu pelayanan yang ada di unit ini adalah pelayanan obat, melalui sistem distribusi obat kepada pasien yang dirawat. Dari analisa situasi di Rawat Inap RS Karya Husada ditemukan bahwa penyediaan obat/alkes di ruang rawat inap tidak memenuhi kebutuhan pasien rawat inap, dan sistem distribusi obat yang diterapkan adalah sistern peresepan individu. Hal ini sering menghambat penyampaian obat/alkes kepada pasien di ruangan dan terjadinya obat sisa . Pelayanan obat dilakukan oleh perawat ruangan yang pelaksanaannya berdasarkan kesepakatan tidak tertulis di masing-masing ruangan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa penyediaan obat/alkes habis pakai, sistem distribusi obat/alkes di rawat inap dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaannya yang dikelompokkan sebagai masukan, proses dan keluaran. Jenis penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif Data dan informasi diperoleh mclalui wawancara. observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih kurangnya saran dan ketenagaan yang kompeten di Instalasi farmasi dan Ruang Rawat Inap. Pelaksanaan sistem distribusi obat di rawat inap RS Karya Husada dikerjakan oleh perawat, belum berjalannya penyampaian informasi, pengawasan penggunaan obat, ketepatan waktu penyampaian dan pelaporan/adminstrasi obat/alkes yang ada di rawat inap. Dari instalasi farmasi juga didapat adanya obat sisa yang dikembalikan pasien rawat inap. Belum terlaksananya hal tersebut kemungkinan disebabkan belum adanya aturan baku tentang pelayanan farmasi di rawat inap dan rumah sakit serta belum ada peran dan koordinasi dengan pihak farmasi baik dalam hal administrasi maupun pelayanan farmasi yang seharusnya menjadi tanggung jawab dan wewenangnya. Pihak rumah sakit harus menetapkan kebijakan yang mengatur sistem distribusi obat di rawat inap sebagai pedoman pclaksanaan kegiatan, dan memperbaiki sarana serta kualitas ketenagaan yang berperan di dalamnya. Selain itu Rawat Inap RS Karya Husada perlu mengadakan kordinasi dcngan Instalasi Farmasi dan Bagian Gizi agar dapat memberikan pelayanan yang optimal dalam pelayanan obat.
Analysis of Drug Distribution System of Inpatient Care Unit at Karya Husada Hospital in Cikampek, April 2002The background of the research was that Inpatient The Care Unit is an important service unit in hospital which has to be able to deliver a comprehensive service. One of the service is drug distribution for the patient. From the situational analysis, it was foumd that the Inpatient Care Unit's drugs availability haven't enough for inpatient need and applies The Individual Prescription Order System. Its sometimes cause delayed drug using for patient and amount of unused drugs remain. This activity was done by nurse and based on approval from Chief Nurse in every Inpatient Care Unit. Therefore the purpose of this research is to analyze Drug Availability, Drug Distribution System to Inpatient Care Unit at Karya Husada Hospital and the factors which related. The analysis is through a system approach which has three component : Input, Process and Out put. The design of this research was a case study with a qualitative approach. Data was obtained by using interview, observation and documentation study. The result, of this research shows that there are limited facilities and competence employees in Pharmacy Installation and Inpatient Care Unit of Karya Husada Hospital. Drug Distribution System to inpatient is worked by nurse. Drug information, controlling of drug usage, appropriate drug using as doctor's instruction, and reporting/administration of drug usage in this unit arc not being done well. There was found drugs remain which was returned to Pharmacy Installation. That facts may be due to inavailability of regulation and standar Operation Procedure. There are no function and coordination of Pharmacy Installation for Pharmaceuthical Services of inpatient treatment. The researcher suggest that Karya Husada Hospital should make Regulation and Standar Operation Procedure of Pharmaceuthical Services, especially Drug Distribution System to Inpatient; improve facility and human resources of Pharmacy Installation/Inpatient Care Unit; improve Pharmacy Installation's function for Inpatient phamaceuthical services; improve coordination between Pharmacy Installation, Inpatient Care Unit and Dietary Installation in order to give optimal treatment effect.
B-566
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
