Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37622 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Revonita Priandini; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Syahrizal Syarif, Rebekka
Abstrak: Tujuan: Mengetahui hubungan faktor risiko yang dapat dimodifikasi dengan kejadian penyakit jantung koroner pada penduduk usia 15-59 tahun di Jakarta Timur tahun 2020. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain cross- sectional dengan menggunakan data skrining faktor risiko PTM di Jakarta Timur tahun 2020. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Kesimpulan: Hipertensi, diabetes melitus, obesitas, perilaku merokok, dan konsumsi alkohol menjadi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PJK. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan upaya preventif dan promotif untuk menurunkan prevalensi dan kematian akibat PJK.
Read More
S-10705
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kartika Pratiwi; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Nasrin Kodim, Uswatun Hasanah
Abstrak: Penyakit kardiovaskular adalah penyebab nomor satu kematian akibat PTM, menurut WHO pada tahun 2015 kematian akibat penyakit kardiovaskular mewakili 31 17 juta dari total semua kematian secara global dan 7,4 juta diantaranya disebabkan oleh PJK. Di Indonesia, peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat PTM mendapat sumbangsih terbesar dari penyakit kardiovaskular, dimana PJK adalah penyakit kardiovaskular yang memiliki angka kejadian tertinggi. PJK disebabkan oleh faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi. Angka kejadian PJK dapat dikendalikan apabila faktor risiko dapat terkendali, mengingat terdapat faktor risiko dari PJK yang dapat dimodifikasi atau dikendalikan kondisinya. DKI Jakarta menjadi daerah kedua tertinggi dengan kejadian PJK di Indonesia. Namun, hubungan antara faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi dengan kejadian PJK serta faktor risiko yang paling dominan diantaranya masih belum diketahui di DKI Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan antara beberapa faktor risiko yang dapat dimodifikasi dengan kejadian PJK di DKI Jakarta serta menelusuri faktor risiko yang paling berhubungan dominan dari kejadian PJK tersebut dengan melakukan analisa lanjutan data Posbindu PTM tahun 2015-2018. Desain penelitian menggunakan desain cross sectional dan analisa dilakukan sampai tahap analisa multivariat menggunakan uji regresi logistik. Dari 30.459 responden usia ge;15 tahun diperoleh prevalensi PJK sebesar 3,4 . Perilaku merokok p value= 0,000; OR= 6,53 95 CI 4,826 ndash; 8,838, kurang aktivitas fisik p value= 0,045; OR= 0,745 95 CI 0,558 ndash; 0,993, konsumsi alkohol p value= 0,000; OR= 3057,076 95 CI 1786,92 ndash; 5230,06, diabetes melitus p value= 0,000; OR= 0,161 95 CI 0,161-0,508, dan hipertensi p value= 0,000; OR= 0,284 95 CI 0,284-0,526 menjadi faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian PJK. Faktor risiko dominan dari kejadian PJK di DKI Jakarta adalah konsumsi alkohol. Upaya promotif dan preventif diharapkan lebih digencarkan guna menekan angka kejadian PJK serta perlu adanya survey lebih lanjut terkait konsumsi alkohol masyarakat mengingat konsumsi alkohol menjadi faktor dominan pada penelitian ini dan menurut literatur pengaruhnya memang besar terhadap kerusakan fungsi jantung.
 

Cardiovascular disease is the number one cause of death from NCD, according to WHO in 2015 deaths from cardiovascular disease represent 31 17 million of total all deaths globally and 7.4 million are caused by CHD. In Indonesia, the increase in morbidity and mortality due to NCD has the greatest contribution from cardiovascular disease, where CHD is the highest prevalence of cardiovascular disease. CHD is caused by modifiable risk factors and unmodifiable risk factors. The prevalence of CHD can be controlled if risk factors can be controlled, considering there are risk factors from CHD that can be modified. DKI Jakarta becomes the second highest area with the prevalence of CHD in Indonesia. However, the relation between modifiable risk factors and CHD and the most dominant risk factors among them remains unknown in DKI Jakarta. The aim of this study is to know how the relation between some risk factors that can be modified with CHD in DKI Jakarta and find the most dominant risk factor associated with PJK by doing further analysis of data Posbindu PTM 2015 2018. This study used cross sectional design and the analysis was done until multivariate analysis stage using logistic regression test. From 30.459 respondents aged ge 15 years, the prevalence of CHD was 3.4. Smoking behavior p value 0,000 OR 6,53 95 CI 4,826 ndash 8,838 , physical inactivity p value 0,045 OR 0,745 95 CI 0,558 ndash 0,993, alcohol consumption p value 0,000 OR 3057,076 95 CI 1786,92-5230,06, diabetes mellitus, value 0,000 OR 0,161 95 CI 0,161 ndash 0,508, and hypertension p value 0,000 OR 0,284 95 CI 0,284 ndash 0,526 are factors that have significant relations with CHD. The dominant risk factor of CHD in DKI Jakarta is alcohol consumption. Promotive and preventive efforts are expected to be intensified in order to reduce the incidence of CHD and the need for further surveys related to alcohol consumption because alcohol consumption is the dominant factor in this study and according to the literature it has great effect on heart function damage.
Read More
S-9644
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fina Nurillah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Cut Putri Arianie
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan PJK pada penduduk usia 3 15 tahun di Jawa Barat tahun 2019. Penelitian ini merupakan studi cross sectional dengan menggunakan data Posbindu PTM Jawa Barat 2019.
Read More
S-10411
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resti Dwi Hasriani; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Nurhayati Adnan, Misti, Rindu Rachmiaty
Abstrak:
Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian pada kelompok kardiovaskular. Obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang terhadap progresivitas dari prediabetes menjadi DM tipe 2 dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Kondisi prediabetes dengan obesitas meningkatkan risiko kejadian PJK berdasarkan Cardiometabolic Disease Staging (CMDS). Penelitian ini menggunakan desain studi kohor retrospektif dengan data sekunder studi kohor faktor risiko PTM tahun 2011-2018. Sampel adalah 493 penduduk penduduk dewasa yang obesitas yang menjadi responden Studi Kohor Faktor Risiko PTM, serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Hasil analisis multivariat menggunakan cox regression setelah dikontrol dengan usia dan durasi obesitas menemukan bahwa prediabetes memiliki nilai HR=0,80 (95%CI:0,462-1,387), p=0,429, yang berarti hubungan prediabetes dengan kejadian PJK pada penduduk dewasa yang obesitas tidak bermakna secara statistik.

Coronary Heart Disease (CHD) is a leading cause of death in the cardiovascular group. Obesity could increase a person's risk of progression from prediabetes to type 2 DM and increase the risk of cardiovascular disease. Prediabetes with obesity increases the risk of CHD events based on Cardiometabolic Disease Staging (CMDS). This study was used a retrospective cohort study design using secondary data on NCD Risk Factor Cohort Study in 2011-2018. The sample was 493 obese adult respondents in population of NCD Risk Factor Cohort Study whom met this study inclusion and exclusion criteria. The results of multivariate analysis using cox regression after being controlled by age and duration of obesity found that prediabetes had HR = 0.80 (95% CI: 0.462- 1.387), p = 0.429 which means the relationship between prediabetes with CHD events in obese adult respondents was not statistically significant.

Read More
T-5829
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laura Handryani; Pembimbing: Tri Yunis Wahyono; Penguji: Helda, Uswatun Hasanah
Abstrak: Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang harus diperhatikan karena merupakan faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskuler dan prevalensinya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hipertensi dan hubungan antara faktor risiko hipertensi dengan hipertensi pada penduduk usia produktif di Jakarta Timur pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel sebesar 314 orang berumur 15-64 tahun. Hasil penelitian ini ini menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Jakarta Timur berdasarkan data Posbindu Jakarta Timur adalah sebesar 47,1%. Faktor risiko yang memiliki hubungan bermakna dengan hipertensi adalah usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi keluarga, dan obesitas. Kata kunci: hipertensi, usia produktif, jakarta timur Hypertension is a public health problem that must be considered because it is the major risk factor for cardiovascular disease and its prevalence is increasing year by year. This study aims to determine the prevalence of hypertension and the relationship between risk factors for hypertension and hypertension in the productive age population in East Jakarta in 2017. The study used a cross sectional study design with a total sample of 314 people aged 15-64 years. The results of this study indicate that the prevalence of hypertension in East Jakarta based on East Jakarta Posbindu data is 47.1%. Risk factors that have a significant relationship with hypertension are age, sex, family history of hypertension, and obesity. Keywords: hypertension, productive age, east jakarta
Read More
S-9914
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Nugraheni Aletha Yuventia Novanti; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Syahrizal Syarif, Ananda
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia produktif di Kota Jakarta Pusat tahun 2020. Sebuah studi cross sectional dilakukan dengan menggunakan laporan SI PTM Kota Jakarta Pusat, yang dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, riwayat hipertensi pada keluarga, kurang konsumsi buah dan sayur, kurang aktivitas fisik, perilaku merokok, serta kegemukan dan obesitas, dengan kejadian hipertensi.
Read More
S-10789
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahpien Yuswani; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Ratna Djuwita, Tri Yunis Miko Wahyono, Woro Riyadina
T-4240
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rahpien Yuswani; Pembimbing: Bambang Sutrisna; Penguji: Ratna Djuwita, Tri Yunis Miko Wahyono, Woro Riyadina
T-4240
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Damaratri; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Wenny Ichwaniah
Abstrak:
Hipertensi di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang perlu diperhatikan karena prevalensinya terus mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui prevalensi hipertensi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada penduduk usia produktif di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan sampel sebanyak 16.421 peserta skrining faktor risiko PTM yang berusia 15-64 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu berdasarkan data skrining faktor risiko PTM tahun 2022 adalah sebesar 14,6% serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi adalah usia (PR = 3,15; 95% CI: 2,92-3,39), riwayat hipertensi keluarga (PR = 1,68; 95% CI: 1,54-1,83), dan obesitas (PR = 2,37; 95% CI: 2,19-2,56). Untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi, dinas kesehatan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak salah satunya melalui program deteksi dini hipertensi.

Hypertension in Indonesia is a public health problem that needs attention because its prevalence still increased. This study aims to determine the prevalence of hypertension and the factors associated with the incidence of hypertension in productive aged population in Kepulauan Seribu Regency, DKI Jakarta in 2022. This study used a cross-sectional study design with a total sample of 16,421 risk factors screening of non-communicable disease participants aged 15- 64 years. The results of this study indicate that the prevalence of hypertension in the Kepulauan Seribu Regency based on risk factors screening of non-communicable disease data in 2022 is 14.6% and factors such as age (PR = 3.15; 95% CI: 2.92-3.39), family history of hypertension (PR = 1.68; 95% CI: 1.54-1.83 ), and obesity (PR = 2.37; 95% CI: 2.19-2.56) were associated factors of causing hypertension. To prevent and control hypertension, the health agency can work along with various parties by the early detection program for hypertension.
Read More
S-11460
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natalia Kurniawati; Pembimbing: NurhayatA Prihartono; Penguji: Yovsyah, Yoan Hotnida Naomi,
S-8763
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive