Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32805 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aljira Fitya Hapsari; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Syahrizal Syarif, Aditya Pratama
Abstrak: Tujuan penelitian adalah mengetahui gambaran epidemiologi, morbiditas dan mortalitas kasus konfirmasi COVID- 19 di Puskesmas Kecamatan Pulogadung tahun 2020 dengan metode cross-sectional deskriptif. Hasil analisis univariat menunjukkan 2915 kasus konfirmasi COVID-19 dengan kasus bulanan terbanyak pada bulan Desember (34,3%), lebih banyak terjadi pada perempuan (53,7%), paling banyak terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun (21,9%), paling banyak terjadi pada kelurahan Cipinang (21,2%), memiliki riwayat kontak erat (98,5%). Distribusi kasus konfirmasi COVID-19 berdasarkan klasifikasi gejala menunjukkan bahwa terdapat 13,9% kasus konfirmasi tanpa gejala (asimtomatik), 71,6% dengan gejala ringan dan 14,5% dengan gejala sedang. Gejala yang paling banyak adalah batuk (28,3%) pada seluruh kelompok usia dengan perbedaan distribusi gejala lain berdasarkan kelompok usia dan jenis kelamin.
Read More
S-10708
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuwilma; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Helda, Fransiska Juniaty L. A.
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran epidemiologi kasus konfirmasi COVID-19 berdasarkan orang- tempat dan waktu di kota Palangka Raya tahun 2021 (Januari-April). Penelitian serial ini menggunakan data penyelidikan epidemiologi dan data surveilans kasus konfirmasi yang ada di Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya selama bulan januari-april 2021
Read More
S-10732
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nessa Novarisa; Pembimbing: Helda; Penguji: Nurhayati Adnan, Gertrudis Tandy, Retno Henderiawati
Abstrak:
Setelah dicabutnya PPKM, terjadi peningkatan aktivitas sosial ekonomi masyarakat, yang dapat menyebabkan peningkatan kasus konfirmasi dan mortalitas COVID-19. Pemerintah telah melakukan vaksinasi COVID-19 untuk menurunkan mortalitas COVID-19 di Indonesia. DKI Jakarta sebagai ibu kota negara, menyumbangkan 16-17% perekonomian nasional, memiliki cakupan dosis boosternya masih rendah (53,9%). Penelitian ini menilai pengaruh status, homogenitas dan jenis vaksin booster secara kohort retrospektif menggunakan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta 2023. Jumlah sampel 1069 partisipan dengan proporsi 17-45 tahun (44,62%), perempuan (56,03%), domisili DKI Jakarta (97,01%), tanpa komorbid (73,26%), mendapatkan booster (60,80%) booster heterolog (49,67%), luaran penelitian hidup (68,94%). Resiko kematian dipengaruhi oleh interaksi komorbiditas dengan status maupun jenis vaksin booster secara sinergisme. Proporsi kematian karena interaksi adalah 4,76%. Risiko kematian vaksin booster homolog 1,33 dibandingkan heterolog (0,83-2,13 p value 0,232). Pasien dengan komorbiditas dan tidak vaksin booster memiliki risiko kematian tertinggi ditinjau dari status vaksin booster (reference mendapat vaksin booster, RR 6,93 95% CI 5,07-9,48 dan p value = 0,000) maupun jenis vaksin booster (reference mendapat vaksin booster heterolog, RR 6,97 95% CI 4,98-9,76 dan p value = 0,000). Peneliti merekomendasikan pemberian vaksin booster, terutama heterolog booster, pada kelompok komorbid untuk mencegah kematian COVID-19.

After revocation of PPKM, socioeconomic activity increased, lead to escalation of confirmed cases and mortality COVID-19. The government conducted vaccination to reduce COVID-19 mortality in Indonesia. DKI Jakarta the nation's capital, contributing 16-17% of national economy, has only 53,9% booster dose coverage. This study assessed the influence of status, homogeneity and type of booster vaccine in retrospective cohort using DKI Jakarta Health Service 2023 data. The sample was 1069 with 17-45 years (44.62%), female (56.03%), domiciled in DKI Jakarta (97.01%), without comorbidities (73.26%), received booster (60.80%), heterologous booster (49.67%) and alive (68.94%). The mortality risk is influenced by interaction of comorbidities with status and type of booster vaccine synergistically. The proportion of deaths due to interactions was 4.76%. The mortality risk of homologous booster was 1.33 compared to heterologous (0.83-2.13 p value 0.232). Patients with comorbidities and no booster have the highest risk in terms of booster status (reference received booster, RR 6.93 95% CI 5.07-9.48 and p value = 0.000) and type (reference received vaccine heterologous booster, RR 6.97 95% CI 4.98-9.76 and p value = 0.000). Researchers recommend giving booster, especially heterologous, to comorbid groups to prevent COVID-19 deaths.
Read More
T-7031
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endang Widuri Wulandari; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Helda, Ngabila Salama, Muhammad Ikhsan Mokoagow
Abstrak: Pendahuluan: Komorbid Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu faktor risiko kematian pada kasus konfirmasi Coronavirus Diseases (COVID-19). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komorbid DM dengan kematian pada kasus konfirmasi COVID-19 di DKI Jakarta, periode Maret-Agustus 2020 setelah dikontrol dengan variabel perancu. Metode: Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif. Kriteria inklusi adalah kasus yang terkonfirmasi COVID-19 dengan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dilaporkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi DKI Jakarta, dengan variabel yang lengkap. Kriteria eksklusi adalah wanita hamil. Dari total 41.008 kasus dalam laporan COVID-19 dinkes provinsi DKI Jakarta, terdapat 30.641 kasus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. 1.480 sampel dalam penelitian ini diambil dari semua (740) kasus COVID-19 dengan komorbid DM dan 740 kasus COVID-19 tanpa komorbid DM yang diambil melalui simple random sampling dari 29.901 kasus COVID-19 tanpa komorbid DM. Data analisis menggunakan regresi cox proporsional hazard. Hasil penelitian menunjukkan besar hubungan kasar komorbid DM dengan kejadian kematian pada kasus COVID-19 Crude Hazard Ratio (CHR) 7,4 (95% CI 4,5-12,3, nilai p < 0,001). Besar hubungan komorbid DM dengan kejadian kematian pada kasus COVID-19 setelah dikontrol oleh kovariat (komorbid hipertensi dan kelompok usia (> 50 tahun dan < 50 tahun) adalah Adjusted Hazard Rasio 3,9 (95% CI 2,2-6,8 nilai p <0,001), yang berarti kasus COVID-19 dengan komorbid DM berisiko 3,9 kali untuk mengalami kejadian kematian. Diskusi: Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian lainnya yang menunjukkan komorbid DM meningkatkan risiko kematian COVID-19. Untuk menurunkan kejadian kematian pada kasus COVID-19 dengan komorbid DM, diperlukan strategi pencegahan dan tatalaksana COVID-19 dengan triase dan perhatian khusus untuk tatalaksana cepat dan tepat serta monitoring untuk kasus COVID-19 dengan komorbid DM.
Introduction: Comorbid Diabetes Mellitus (DM) is one of the risk factors for Coronavirus Diseases (COVID-19) mortality. Aim of this study is to determine the association of comorbid diabetes mellitus and COVID-19 mortality among COVID-19 confirmed cases in DKI Jakarta for period March-August 2020, after being controlled with confounding variables. Methode: The study design is a retrospective cohort. The inclusion criteria are confirmed cases of COVID-19 with Polymerase Chain Reaction (PCR) reported to the DKI Jakarta provincial health office, with complete variables. Exclusion criteria is pregnant women. Of the total 41,008 cases in the Jakarta provincial health office's COVID-19 report, there are 30,641 cases that met the inclusion and exclusion criteria. 1,480 samples in this study are taken from all (740) COVID-19 cases with comorbid DM and 740 COVID-19 cases without comorbid DM which are taken through simple random sampling of 29,901 COVID-19 cases without comorbid DM. The data were analyzed using cox proportional hazard regression. The study result indicates that the crude association between DM and mortality among COVID-19 confirmed cases is Crude Hazard Ratio (CHR) 7,4 (95% CI 4,5-12,3, pValue < 0,001). While association between DM and mortality among COVID-19 confirmed cases after being controlled by covariates (hypertensive comorbidities and age groups (> 50 years and < 50 years) is 3.9 (95% CI 2.2- 6.8, p Value <0.001), which means that COVID-19 cases with comorbid DM have a 3.9 times risk of death. Discussion: The results of this study are in line with other studies that indicate DM co- morbidities increase the risk of death from COVID-19. To reduce the incidence of death in COVID-19 cases with comorbid DM, a strategy for preventing and treating COVID- 19 with triage and special attention is needed for rapid and prompt management and monitoring for COVID-19 cases with comorbid DM.
Read More
T-6249
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kuuni Ulfah Naila El Muna; Pembimbing: Helda; Penguji: Krisnawati Bantas, Bai Kusnadi, Zakiah
Abstrak: NewEmerging Disease COVID-19 di akhir tahun 2019 menyebabkan KLB hingga pandemi di seluruh belahan dunia secara cepat.Secara global berdasarkan data 8 April 2020, total sebanyak 22.073 petugas kesehatanterinfeksi COVID-19 di 52 Negara. Kota Depok merupakan Kota pelapor kasus COVID-19 pertama di Indonesia pada 2 Maret 2020. Masih terbatasnya publikasi terkait petugas kesehatan berisiko terkena COVID-19 dan hanya meneliti pada kelompok nakes saja menjadi dasar peneliti untuk mengetahui hubungan status sebagai petugas kesehatan terhadap kejadian kasus konfirmasi COVID-19 di Kota Depok. Studi crossectional dilakukan menggunakan data sekunder hasil wawancara Form Penyelidikan Epidemiologi berdasarkan Pedoman Kementerian Kesehatan RI. Studi ini menggunakan data Maret- Juni 2020, yang melibatkan 925 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status sebagai petugas kesehatan tidak bisa berdiri sendiri dalam hubungannya dengan kejadian kasus konfirmasi COVID-19. Diketahui bahwa kombinasi antara riwayat kontak suspek COVID-19 dan mengunjungi fasilitas kesehatan diantara responden yang berstatus petugas kesehatan, meningkatkan risiko sebesar 2,13 kali (95% CI 1,33-3,41) untuk menjadi kasus konfirmasi COVID-19. Selain itu juga secara signifikan berhubungan dengan kasus konfirmasi COVID-19 di Kota Depok (p=0,002)
In the last 2019, COVID-19 as New Emerging Disease causing a pandemic rapidly.The numbers of health care workers infected COVID-19 worldwide until 8 th April 2020 in 52 countries were 22.073. 2 nd March 2020, Depok city report the first case confirmed COVID-19 also the first case in Indonesia. Limited research about risk of healthcare worker infected COVID-19 and some of the research only examine in healthcare worker group became this research base to assess the association of healthcare worker and confirmed case in Depok City. A crossectional study has been done using secondary data obtained from Epidemiological Investigation Form from MOH Guidelines in Health District Office in Depok. This study using data obtained inMarch- June 2020 involving 925 respondents.The results show that status of healthcare worker cannot stand alone in the association with confirmed case COVID-19. Noted combinationbetween history of contact with suspect COVID-19 and visiting health care facility among respondentas health care worker elevated risk 2,13 times become confirmation cases of COVID-19 (95% CI 1,33-3,41) also significantly related to confirmation case of COVID-19 in Depok City (p= 0,002)
Read More
T-6118
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Mutiara Putri; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Rakhmad Hidayat, Ummyatul Hajrah
Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit penyerta dengan presentase tertinggi pada kasus terkonformasi COVID 19 yaitu sebesar 50,1% dan merupakan penyakit penyerta kedua tertinggi, setelah diabetes melitus, pada kematian COVID 19 yaitu sebesar 9,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel hipertensi dengan kematian pada kasus konfirmasi COVID-19 usia ≥ 55 tahun di Depok periode Agustus 2020 - Juni 2021, berdasarkan data Dinas Kesehatan Depok. Desain pada penelitian adalah kasus kontrol, dengan menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Depok. Sampel pada penelitian ini adalah sampel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian, yaitu kasus konfirmasi COVID 19 dari hasil pemeriksaan PCR yang dilaporkan menggunakan laporan khusus COVID 19 kepada Dinas Kesehatan Kota Depok dengan data variabel yang lengkap pada pasien usia ≥ 55 tahun. Sedangkan kriteria eksklusi adalah wanita hamil. Didapatkan 425 sampel yang memenuhi kriteria inklusi pada kelompok kasus dan dilakukan simple random sampling pada kelompok kontrol untuk mendapatkan 425 sampel. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Dari hasil analisis ditemukan hubungan antara hipertensi dengan kematian kasus konfirmasi COVID 19 memiliki nilai asosiasi OR crude yaitu 2,43 (95% CI = 1,67-3,54, P value = <0,0001) dan OR adjusted yaitu 2,08 (95% CI = 1,44-3,02, P value = <0,0001) setelah dikontrol variabel penyakit jantung. Hasil penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan penelitian dan bias. Penggunaan data pada penelitian ini terbatas pada data yang tersedia dalam laporan COVID 19 Dinas Kesehatan Kota Depok. Data pada penelitian ini bersumber dari hasil penyelidikan epidemiologi (PE) Dinas Kesehatan Kota Depok yang mana pengisian formulir PE berdasarkan hasil wawancara petugas kesehatan dengan pasien
Read More
T-6183
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Setia Hidiyah Wati; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Trisari Anggondowati, Menikha Maulida
Abstrak:

Latar Belakang: Campak merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Pada tahun 2018 dilaporkan lebih dari 140.000 orang meninggal karena campak terutama anak-anak dibawah usia 5 tahun, meskipun vaksin sudah tersedia Pencapaian target imunisasi di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2022 ke tahun 2023. Imunisasi campak sangat berperan dalam menurunkan angka kematian anak, maka imunisasi campak merupakan salah satu indikator pencapaian tujuan SDGs ketiga yaitu kehidupan sehat dan sejahtera. Adanya penemuan kasus campak yang tinggi di tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian epidemiologi kasus campak di wilayah Kota Bogor Tahun 2022 sampai tahun 2024.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi epidemiologi deskriptif. Data yang diambildalam penelitian ini yaitu berupa data sekunder. Data tersebut diperoleh Tim Surveilans dan imunisasi P3MS, Bidang P2P, Dinas Kesehatan Kota Bogor adalah data pelaporan kasus campak dan cakupan imunisasi dari tahun 2022 - 2024. Data berupa spreadsheets laporan kasus campak.
Hasil : Gambaran epidemiologi kasus campak di Kota Bogor tahun 2022 - 2024 terdapat pada tahun 2023 jenis kelamin laki-laki sebanyak 176 anak. Pada kelompok umur 2-5 tahun (42,9%) selanjutnya 5-10 tahun (31,4%) dan kelompok umur kurang dari 1 tahun (19,1). Kasus paling banyak terdapat di Kecamatan Bogor Barat (97 kasus) dan Bogor Selatan (93 kasus), serta kasus tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebanyak 340 kasus. Cakupan imunisasi yang rendah diantara kasus konfirmasi positif
Kesimpulan dan Saran: Gambaran epidemiologi kasus campak di Kota Bogor tahun 2022 - 2024 populasi terbanyak dengan kelompok umur 2-5 tahun, dan jenis kelamin laki-laki. Kasus paling banyak terdapat di Kecamatan Bogor Barat dan Bogor Selatan, serta kasus tertinggi terjadi pada tahun 2023. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan metode kualitatif tren kasus campak di wilayah Bogor Selatan. Penguatan sistem pemantauan di kecamatan resiko tinggi, kolaborasi dengan organisasi masyarakat dalam peningkatan kesadaran imunisasi, dan mengadakan pelatihan serta workshop rutin untuk kemampuan komunikasi kepada masyarakat.


Background Measles is a disease that can be prevented by immunization (PD3l). In 2018, it was reported that more than 14,000 people died caused by measles, especially children under 5 years old, Even though vaccines are available, the achievement of immunization targets in Indonesia has decreased from 2022 to 2023. Measles immunization plays an important role in reducing child mortality. Measles immunization is one of the indicators of achieving the third SDGs goal, namely a healthy and prosperous life. There was a high discovery of measles cases in 2023 compared to the previous year, so the author was interested in conducting epidemiological research on measles cases in Bogor 2022 to 2024. Methods This research used a descriptive epidemiological study design. The data used in this research is secondary data. This data was obtained by the P3MS Surveillance and Immunization Team, P2P Division, Bogor City Health Service. data form reporting of measles cases and immunization coverage 2022 - 2024. data form spreadsheets of measles case reports. Result Epidemiological case description of measles in Bogor 2022 - 2024, in 2023 the male gender was 176 children. In the age group 2-5 years (42.9%) then 5-10 years (31.4%) and the age group less than 1 year (19.1). The most cases were in West Bogor District (97 cases) and South Bogor (93 cases), and the highest cases occurred in 2023 as many as 340 cases.Low immunization coverage among confirmed positive cases. Conclution and Suggestions: Epidemiological descriptive of measles cases in Bogor City in 2022-2024, the largest population is in the 2-5 year age group, and male gender. The most cases are in West Bogor and South Bogor, and the highest cases occurred in 2023. Futher research is needed using qualitative methods on measles case trends in the South Bogor area. Stengthening the monitoring system in high risk districts, collaborating with community organizations in increasing immunization awareness, and holding routine and workshop for communication skills to the community. 

Read More
S-11852
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faridah Sani; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Yayuk Sri Rahayu
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor sosiodemografi, faktor pengetahuan dan persepsi individu, serta faktor isyarat untuk bertindak pada lansia dan hubungannya dengan perilaku lansia terhadap vaksinasi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 48,7% lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang masih memiliki perilaku kurang baik terhadap vaksinasi COVID-19 dan sebanyak 51,2% lansia sudah memiliki perilaku baik terhadap vaksinasi COVID-19.
Read More
S-10847
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabela Atika Sofia; Pembimbing: Helda; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Umi Zakiyati
Abstrak: Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya di Kota Depok yang pertama kali melaporkan kasus di Indonesia. Penambahan kasus yang masih terus meningkat serta adanya kebijakan kesehatan masyarakat untuk membatasi berbagai aktivitas sosial masyarakat selama empat bulan terakhir berpotensi menyebabkan kecemasan bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor yang berhubungan dengan kecemasan masyarakat pada pandemic COVID-19 di Kota Depok. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dengan menyebarkan kuesioner online ke berbagai media sosial secara acak. Kecemasan diukur menggunakan kuesioner Generalized Anxiety disorder-7 (GAD-7). Hasil penelitian menunjukkan proporsi kecemasan di Kota Depok sebesar 36,6% serta faktor yang berhubungan dengan kecemasan pada Pandemi COVID19 adalah tingkat pendidikan (p-value = 0,004, OR 2,305 95% CI 1,295-4,105). Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka disarankan bagi pemerintah untuk melakukan penilaian kecemasan di masyarakat umum serta terus memberikan edukasi mengenai COVID-19 kepada masyarakat baik melalui media sosial maupun media lainnya.
Kata kunci: COVID-19, kecemasan, Depok

The Pandemic of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) has affected various aspects of life, especially in Depok, where the first case was reported in Indonesia. The increasing cases and existence of public health policies to limit various social activities over the past four months potentially cause anxiety for the community. This study aims to determine the description and factors associated with anxiety during COVID-19 pandemic in Depok. The study design was cross sectional. The data used are primary data obtained by distributing online questionnaires to various social media randomly. The anxiety was measured with Generalized Anxiety disorder-7 (GAD-7) questionnaires. The results showed the proportion of anxiety in Depok was 36.6% and the factor associated with COVID-19 pandemic was level of education (p-value = 0.004, OR 2.305 95% CI 1,295-4,105). Based on the results, it is recommended for the government to conduct an anxiety assessment in the general public and continue to provide education about COVID-19 to the public both through social media and other media.
Key words: COVID-19, anxiety, Depok
Read More
S-10418
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Rizki Paranto; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Syahrizal Syarif, Soewarta Kosen
Abstrak: Penelitian ini menjelaskan tentang gambaran pengetahuan, sikap, persepsi risiko, dan perilaku pencegahan COVID-19 pada mahasiswa S1 Universitas Indonesia Angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yang diikuti sebanyak 118 responden dengan mengisi kuesioner daring menggunakan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang pencegahan COVID-19 sudah tinggi, tetapi masih rendah mengenai jaga jarak dan kontak erat.
Read More
S-10553
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive