Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33313 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Risiya Sunarni; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Arustiyono
Abstrak: Penelitian ini menjelaskan tentang gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku penggunaan produk pencerah kulit pada mahasiswa Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling yang diikuti sebanyak 200 responden dengan mengisi kuesioner daring berbasis google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (10%) mahasiswa UI pernah menggunakan produk pencerah kulit dan (70,5%) menggunakan produk pencerah kulit setahun terakhir. Selain itu, (42,5%) mahasiswa UI memiliki pengetahuan yang rendah tentang kandungan bahan aktif produk pencerah kulit, (61,5%) mahasiswa UI memiliki sikap yang positif yang tinggi terhadap kulit yang cerah cerah dan produk pencerah kulit.
Read More
S-10718
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Al-Azhar; Pembimbing: Dian Anshari; Penguji: Dian Ayubi, Ika Malika
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran serta hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan COVID-19 pada mahasiswa S1 reguler Universitas Indonesia dengan menggunakan desain studi cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 415 orang dengan teknik pengambilan sampel, yaitu purposive sampling dan convenience sampling. Pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan COVID-19 diukur menggunakan kuesioner adaptasi dari survei Knowledge, Attitude, and Practices (KAP) terkait COVID-19 secara online menggunakan Google Form.
Read More
S-10856
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisa Puspa Karmila ; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Dien Anshari, Eka Rosiyati, Ratna Tri Safariningsih
Abstrak:
Tesis ini membahas mengenai Hubungan Pengetahuan, Persepsi dan Sikap Tentang Kebijakan Larangan Iklan Minuman Kadar Gula Tinggi dengan Perilaku Konsumsi Minuman Manis Mahasiswa: Studi pada enam Fakultas Universitas Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 306 responden dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling dari 6 fakultas, yaitu FKM, FK, FKG, FF, FEB, dan FISIP UI. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2025. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, terdiri dari bagian karakteristik, pengetahuan, persepsi, sikap, dan perilaku konsumsi manis menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Terkait perilaku konsumsi minuman manis pada mahasiswa dalam penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa sering mengonsumsi minuman manis (74,5%). Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara semester (p=0,028), fakultas (p=0,001), uang saku (p=0,003), status tempat tinggal (p=0,007), dan pengetahuan (p=0,001) dengan perilaku konsumsi minuman manis pada mahasiswa. Mahasiswa semester awal memiliki kemungkinan 5,577 kali lebih besar untuk sering mengonsumsi minuman manis dibandingkan semester awal (OR=5,577; 95% CI: 1,200–25,909). Mahasiswa dari fakultas non-kesehatan lebih berisiko dibandingkan fakultas kesehatan (OR=0,191; 95% CI: 0,099–0,368). Mahasiswa dengan uang saku besar (OR=0,358; 95% CI: 0,181–0,710), tinggal tidak bersama orang tua (OR=0,389; 95% CI: 0,196–0,771), dan memiliki pengetahuan yang kurang (OR=0,262; 95% CI: 0,137–0,498) cenderung memiliki perilaku konsumsi manis sering. Penelitian ini menyarankan perlunya perlunya edukasi rutin di kampus terkait konsumsi gula, kerja sama dengan Klinik Satelit Makara UI untuk konsultasi gizi, serta kebijakan internal terkait penyediaan minuman sehat dan juga perlunya penguatan regulasi iklan dan label produk oleh pemerintah dan BPOM agar informasi yang disampaikan tidak menyesatkan

This thesis discusses the Relationship between Knowledge, Perception, and Attitudes about the Policy on the Prohibition of High Sugar Beverage Advertisements with the Consumption Behavior of Sweet Beverages of Students: A Study at Six Faculties of the University of Indonesia. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. A total of 306 respondents were selected using the proportional stratified random sampling technique from 6 faculties, namely FKM, FK, FKG, FF, FEB, and FISIP UI. This research was conducted in April-May 2025. The research instrument was a questionnaire that had been tested for validity and reliability, consisting of the characteristics, knowledge, perception, attitude, and behavior of sweet consumption using the Food Frequency Questionnaire (FFQ). Regarding the behavior of sweet drink consumption in students, this study showed that the majority of students often consumed sweet drinks (74.5%). The results of the logistic regression analysis showed that there was a significant relationship between semester (p = 0.028), faculty (p = 0.001), pocket money (p = 0.003), residential status (p = 0.007), and knowledge (p = 0.001) with the behavior of sweet drink consumption in students. Advanced semester students are 5.577 times more likely to frequently consume sweet drinks compared to early semester students (OR=5.577; 95% CI: 1.200–25.909). Students from non-health faculties are at higher risk than health faculties (OR=0.191; 95% CI: 0.099–0.368). Students with large pocket money (OR=0.358; 95% CI: 0.181–0.710), living with parents (OR=0.389; 95% CI: 0.196–0.771), and having good knowledge (OR=0.262; 95% CI: 0.137–0.498) tend to have healthier sweet consumption behavior. This study suggests the need for routine education on campus regarding sugar consumption, cooperation with the Makara UI Satellite Clinic for nutritional consultations, and internal policies regarding the provision of healthy drinks and also the need to strengthen advertising regulations and product labels by the government and BPOM so that the information conveyed is not misleading.
Read More
T-7259
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Karina Arvianti; Pembimbing: C. Endah Wuryaningsih; Ppenguji: Zarfiel Tafal, Roji Suherman
S-5822
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizky Annisa; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Evi Martha, Wachyu Nursani Eka
S-8117
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisa Maisyurah; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dien Anshari, Evita Rosdiana Hutapea
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sikap, norma subjektif, dan intensi mahasiswa S1 reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tentang pemeriksaan kesehatan pranikah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif. Desan studi penelitian ini adalah cross sectional. Besar proporsi sampel dihitung menggunakan rumus proportionate stratified random sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Responden pada penelitian ini berjumlah 294 orang yang mengisi kuesioner menggunakan google form dengan kriteria: mahasiswa S1 reguler FKM UI angkatan 2017-2020 dan belum menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,8% mahasiswa S1 reguler FKM UI memiliki sikap positif tentang pemeriksaan kesehatan pranikah, 52% mahasiswa S1 reguler FKM UI memiliki norma subjektif yang negatif terhadap pemeriksaan kesehatan pranikah, dan 70,1% mahasiswa S1 reguler FKM UI memiliki intensi yang tinggi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah.
Read More
S-10726
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aulia Anisya; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dian Ayubi, Annisa Marlin Masbar Rus
Abstrak: Latar Belakang: Rokok elektronik saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Selama 10 tahun terakhir terdapat peningkatan signifikan pengguna rokok elektronik di Indonesia antara tahun 2011 hingga 2021 yaitu dari 0,3% menjadi 3,0%. Penelitian terdahulu di Universitas Indonesia menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan rokok elektronik secara rutin mencapai 50%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan rokok elektronik pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan studi cross-sectional. Hasil: Hasil uji chi square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara faktor-faktor jenis kelamin (p=0,021), pengetahuan (p=0,027), perceived susceptibility (p=<0,001), perceived severity (p=<0,001), perceived benefits (p=<0,001), perceived barriers (p=<0,001), self-efficacy (p=<0,001), dan cue to action (p=<0,001) dengan perilaku penggunaan rokok elektronik. Namun pada faktor umur ditemukan tidak ada hubungan yang signifikan (p=0,062). Diskusi: Faktor-faktor dalam Health Belief Model seperti faktor demografi (jenis kelamin dan pengetahuan), perceived susceptibility, perceived severity, benefits, barriers, self-efficacy, dan cue to action terbukti berpengaruh terhadap perilaku penggunaan rokok elektronik pada mahasiswa.
Background: Electronic cigarettes have now become part of the lifestyle. Over the past 10 years, there has been a significant increase in electronic cigarette users in Indonesia between 2011 and 2021, from 0.3% to 3.0%. Previous research at the University of Indonesia showed that the frequency of regular use of electronic cigarettes reached 50%. Objectives: This study aims to analyze the factors associated with electronic cigarette use behavior among students of the Faculty of Engineering, University of Indonesia. Methods: This research uses a quantitative design with a cross-sectional study. Results: The results of the chi-square test showed a significant relationship between the factors of gender (p = 0.021), knowledge (p = 0.027), perceived susceptibility (p = <0.001), perceived severity (p = <0.001), perceived benefits (p = <0.001), perceived barriers (p = <0.001), self-efficacy (p = <0.001), cue to action (p = <0.001) with the behavior of using electronic cigarettes. However, the age factor found no significant relationship (p=0.062). Conclusion: Factors in the HBM such as demographic factors, perceived susceptibility, perceived severity, benefits, barriers, self-efficacy, and cue to action are proven to influence the behavior of using electronic cigarettes in college students. 
Read More
S-11863
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hilda Amalia; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Dian Ayubi, Yuliani
Abstrak: Tujuan dari penelitian adalah mendeskripsikan gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan COVID-19 pada penderita hipertensi di Kota Depok Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional pada penderita hipertensi di Kota Depok, Jawa Barat bulan Agustus-September 2021. Pengumpulan data secara online menggunakan google form. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dalam skala 100, rata-rata skor untuk tiap variabel adalah pengetahuan sebesar 85,2, sikap sebesar 77,7, dan perilaku pencegahan COVID-19 sebesar 82,4.
Read More
S-10854
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuniko Ibnu Latif; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Martya Rahmaniati Makful, Maria Gayatri, Agustin Kusumayati
Abstrak:

Penggunaan kondom di Indonesia masih sangat rendah meskipun tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kontrasepsi ini cukup tinggi. Kondisi tersebut juga ditemukan pada kelompok berpendidikan tinggi, termasuk mahasiswa pascasarjana. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kesetaraan gender, afeksi, dan kognisi terhadap intensi penggunaan kondom pada mahasiswa pria pascasarjana Universitas Indonesia. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan 251 responden yang dipilih melalui teknik sampel sukarela. Data dikumpulkan secara daring menggunakan instrumen Condom Use Attitude Scale (CUAS) dan Gender Equitable Men Scale (GEMS), lalu dianalisis dengan regresi multivariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afeksi, kognisi, rumpun ilmu, dan status pekerjaan berhubungan signifikan dengan intensi penggunaan kondom. Kesetaraan gender tidak terbukti berhubungan langsung, namun tetap relevan dalam memengaruhi dinamika sikap. Faktor afeksi merupakan prediktor dominan, menegaskan bahwa aspek emosional lebih kuat memengaruhi intensi dibandingkan aspek kognitif. Temuan ini menekankan pentingnya strategi promosi kesehatan reproduksi yang menyeimbangkan pendekatan rasional dan emosional serta mempertimbangkan latar belakang sosial-akademik mahasiswa untuk meningkatkan keterlibatan pria dalam penggunaan kontrasepsi.


Condom use in Indonesia remains very low despite the population’s high level of  knowledge about this contraceptive method. A similar condition is found among highly  educated groups, including postgraduate students. This study aimed to analyze the role  of gender equality, affect, and cognition on condom use intention among male  postgraduate students at Universitas Indonesia. A cross-sectional design was applied,  involving 251 respondents selected through voluntary sampling. Data were collected  online using the Condom Use Attitude Scale (CUAS) and the Gender Equitable Men Scale  (GEMS), and analyzed with multivariable regression. The findings revealed that affect,  cognition, academic discipline, and employment status were significantly associated with  condom use intention. Gender equality was not directly significant but remained relevant  in shaping attitudes. Affect emerged as the dominant predictor, indicating that emotional  factors influence intention more strongly than cognitive aspects. These results highlight  the need for reproductive health promotion strategies that balance rational and  emotional approaches while considering students socio-academic backgrounds to  strengthen male participation in contraceptive use. 

Read More
T-7444
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Nurul Hidayati; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dien Anshari, Umi Zakiati
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang perilaku pencegahan COVID-19 pada mahasiswa kesehatandan non-kesehatan di Universitas Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilakupencegahan COVID-19 pada mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan ditinjau dari teorihealth belief model. Variabel yang diteliti adalah perilaku pencegahan COVID-19, faktorpemodifikasi (usia, jenis kelamin, pengetahuan) dan persepsi individu (persepsi kerentanan,keparahan, manfaat, hambatan dan self efficacy). Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif dan metode penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 110 orangmahasiswa kesehatan dan non-kesehatan dengan menggunakan metode pengambilan sampelpurposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 68% mahasiswakesehatan memiliki perilaku pencegahan COVID-19 yang baik dan 31.6% memiliki perilakupencegahan yang kurang baik. Sedangkan mahasiswa non-kesehatan yang memiliki perilakupencegahan yang baik adalah 59.7% dan 40.3% memiliki perilaku pencegahan yang kurangbaik. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan perilaku pencegahanCOVID-19 (p=0.020).
Kata Kunci: COVID-19, Health Belief Model, mahasiswa kesehatan dan non-kesehatan
This study discusses about the preventive health behaviours of COVID-19 among studentsmajoring in health and non-health sciences Universitas Indonesia. The objective of this studywas to look preventive health behaviour COVID-19 among students majoring in health andnon-health sciences based of health belief model. Variabels in this study including preventivebehaviour, modifying factors (Age, sex, and knowledge), individual perceived (perceivedsusceptibility, perceived severity, perceived benefits, dan perceived barriers and selfefficacy). This study using quantitative approaches and cross sectional study methods.Thetotal samples of this study is 110 people of students majoring in health and non-healthsciences with purposive sampling method. The result showed that 68% students majoringhealth sciences are having good preventive behaviour and 31.6% have enough preventivebehaviour, while 59.7% the student majoring non-health science have good preventivebehaviour and 40.3% have enough preventive behaviour. There was significant associationsbetween sex with preventive health behaviour of COVID-19 (p=0.020)
Keywords: COVID-19, Health Belief Model, Students majoring health and non-healthscience.
Read More
S-10358
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive