Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32337 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Anette Yongki Wijaya; Pembimbing: Syahrizal; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Fathiyah Isbaniah
Abstrak: Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kasus TB MDR di RSUP Persahabatan tahun 2020.
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observatif dengan data kuantitatif. Sumber data berasal dari data sekunder berupa rekam medik RSUP Persahabatan tahun 2020. Dengan desain studi kasus kontrol, 50 sampel dalam kelompok kasus dan 100 sampel dalam kelompok kontrol dianalisis menggunakan SPSS dengan uji chi square, OR untuk mengetahui derajat hubungan antar variabel, dan p<0,05 sebagai batas kemaknaan.
Hasil: Usia ≤30 tahun (OR=0,30; p=0,019) dan kepatuhan minum obat (OR=6,64; p=0,000) memiliki hubungan statistik yang signifikan dengan kasus TB MDR di RSUP Persahabatan tahun 2020.
Read More
S-10758
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bayu Seno Aji; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Fathiyah Isbaniah
Abstrak: Situasi pandemi COVID-19 membuka mata masyarakat akan pentingnya kesehatan, peningkatan demand akan produk-produk kesehatan mendorong industri logistik PT X yang berperan dalam distribusi barang untuk melakukan lembur kerja atas intensitas kerja yang tinggi, hal ini meningkatkan risiko terjadinya fatigue di tempat kerja yang dapat menurunkan fungsional tubuh dan berdampak baik pada kesehatan pekerja maupun risiko terjadinya error di tempat kerja, PT X juga belum memiliki sistem manajemen risiko fatigue khusus sehingga deteksi fatigue tidak dapat dilakukan, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran keluhan dan faktor risiko fatigue pada pekerja logistik gudang PT X tahun 2022 yang bertempat di salah satu kawasan DKI Jakarta. Penelitian ini berdesain deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan metode studi cross-sectional menggunakan instrumen kuesioner termasuk Fatigue Assessment Scale (FAS), NASA Task Load Index (TLX), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang selanjutnya dianalisis secara univariat dan triangulasi data dengan hasil wawancara di lapangan terhadap beberapa pekerja dan koordinator tiap tim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 20 pekerja (37,04%) mengalami keluhan fatigue ringan, mayoritas sebagian lainnya (62,96%) tidak mengalami keluhan fatigue dan tidak ditemukan pekerja dengan keluhan fatigue berat, serta untuk faktor risiko fatigue paling dominan yang ditemukan adalah pada faktor kuantitas tidur pekerja dengan mayoritas pekerja (83,33%) memiliki durasi tidur dibawah standar 7 jam
The COVID-19 pandemic situation has opened people's eyes to the importance of health, the increasing demand for health products has encouraged the logistics industry of PT X, which plays a role in the distribution of goods, to carry out overtime work to meet the high work intensity, this increases the risk of fatigue in the workplace which can reduce body function and have an impact on the health of workers and even the risk of errors in the workplace. Additionally, PT X lacks a fatigue risk management system, making it unable to do fatigue detection, thus this research aims to provide an overview of complaints and fatigue warehouse logistics workers at PT X year 2022, located in one of the DKI Jakarta region. Research design is a quantitative and qualitative with a cross-sectional study using questionnaire instruments, including the Fatigue Assessment Scale (FAS), NASA Task Load Index (TLX), and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) which were then analyzed univariately and triangulated the data with the results of field interviews towards several workers and the coordinator of each team. The results showed that there were 20 workers (37.04%) experiencing light fatigue, the majority of the others (62.96%) did not experience any, and none with severe fatigue, as for the most dominant fatigue risk factor found is the workers' sleep quantity with the majority of workers (83.33%) having sleep duration below the standard of 7 hours minimum
Read More
S-11028
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lia Alfiana Fauziah; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Dwi Gayatri, Fahiyah Isbaniyah
Abstrak: Penyakit tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia baik dalam hal prevalensinya maupun masalah-masalah lainnya yang ditimbulkannya. Upaya dalam penanggulangan penyakit tuberkulosis masih terus dilakukan. Namun dalam perjalanannya banyak hambatan dalam upaya tersebut, salah satunya adalah adanya fenomena tuberkulosis multidrug resistant (TB-MDR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian TB-MDR. Desain penelitian yang digunakan adalah kasus-kontrol dengan populasinya pasien TB di RSUP Persahabatan tahun 2013.
 
Penelitian ini menghasilkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian TB-MDR di RSUP Persahabatan adalah umur (OR 1,7; 95%CI 0,7-4,1), konsumsi alkohol (OR 1,5; 95%CI 0,5-4,5), riwayat kontak TB (OR 2,1; 95%CI 0,8-5,2), kepatuhan minum obat (OR 10,8; 95%CI 4,4-26,8), status gizi (OR 3,3; 95%CI 1,4-7,8) dan diabetes mellitus (OR 2,1; 0,7-5,8). Penelitian tersebut menunjukkan bahwa untuk mendukung pelaksanaan program DOTS, penderita TB harus terus dimonitoring dan dikontrol selama pengobatannya terutama dalam hal kepatuhan dalam minum obat.
 

Tuberculosis remains a major problem of public health in Indonesia, both in terms of prevalence and other problems it causes. An attempt of the tuberculosis prevention is still underway. But along the way there are a lot of obstacles in it, one of which is a phenomenon of multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB). This study intended to find the factors that affecting the MDR-TB. The design study is a case-controland the population is patients with TB at RSUP Persahabatan in 2013.
 
This study found that affected is the factors in MDR-TB at RSUP Persahabatan are the age (OR 1.7; 95%CI 0.7-4.1), alcohol consumption (OR 1.5; 95%CI 0.5-4.5), history of TB contact (OR 2.1; 95%CI 0.8-5.2), medication compliance (OR 10.8; 95%CI 4.4-26.8), nutritional status (OR 3.3; 95%CI 1.4-7.8) and diabetes mellitus (OR 2.1; 95%CI 0.7-5.8). The study showed that to support the implementation of DOTS program, TB patients should be closely monitored and controlled during treatment, especially in terms of medication compliance.
Read More
S-7783
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
XNur Afianti Hasanah; Pembimbing: Nuning Maria Kiptyah; Penguji: Putri Bungsu, Sity Kunarisasi
Abstrak: Indonesia masuk kedalam Negara dengan tiga beban TB tertinggi, salah satunya adalah TB-MDR. Persentase kematian pada pasien TB-MDR selama masa pengobatan di Indonesia melebihi batasan target WHO yaitu 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian pada pasien Tuberkulosis Multi Drug Resistance (TB-MDR) selama masa pengobatan di Indonesia tahun 2010-2014. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional menggunakan data sekunder registrasi kohort e-TB Manager (Surveilans TB Resistan Obat) 2010-2014. Variabel independen pada penelitian ini meliputi faktor kerentanan individu (usia, jenis kelamin, komorbid diabetes mellitus, jumlah resistansi OAT, hasil pemeriksaan sputum di awal pengobatan), faktor kerentanan sistem kesehatan (riwayat pengobatan TB sebelumnya dan interval inisiasi pengobatan), dan faktor kerentanan sosial (wilayah tempat tinggal). Variabel dependen pada penelitian ini adalah hasil akhir kematian pada pasien TB-MDR. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara usia dengan kematian pada pasien TB-MDR selama masa pengobatan. Kata Kunci : Kematian, Pasien TB-MDR Indonesia is one of the countries in three high-burden country list, partially MDR-TB. The presentation of mortality among MDR-TB patients during treatment in Indonesia is above WHO target which is 10%. This study aimed to describe the epidemiological and factors associated with mortality among MDR-TB patients during treatment in Indonesia from 2010 through 2014. The study was conducted with cross sectional using secondary data cohort registration e-TB Manager (Surveillance of TB Drugs Resistance) 2010-2014. Independent variables of this study were individual vulnerability (age, sex, diabetes mellitus comorbidities, number of drugs resistance, initial sputum test), programmatic or institutional vulnerability (previous history of TB treatment and interval of treatment), and social vulnerability (living status). Dependent variable of this study was the end of treatment result for mortality among MDR-TB patients. The results indicated that age associated with mortality among MDR-TB patients during treatment. Keywords : Mortality, MDR-TB Patients.
Read More
S-9333
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Candra Kirana; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Rizka Maulida, Sulistyo
Abstrak: ABSTRAK Upaya pengendalian TB-MDR telah dilakukan, namun hasil akhir pengobatan pasien TBMDR masih merupakan permasalahan terkini yang perlu diselesaikan. Di Indonesia, terjadi penurunan angka keberhasilan pengobatan pasien TB resistan obat sejak lima tahun terakhir, yaitu kisaran 68%-46%, sedangkan hasil pengobatan yang buruk lebih fluktuatif dan masih tinggi yaitu kisaran 28%-47%. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif dan bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan hasil pengobatan pasien TB-MDR di Indonesia. Data yang digunakan adalah data pasien TB-MDR yang berusia ≥15 tahun yang memulai pengobatan antara Januari 2013-Desember 2015 yang teregister dalam e-TB Manager. Didapatkan 1.683 kasus dengan 49,7% pasien TB-MDR yang sembuh, 2,7% pengobatan lengkap, 14,1% meninggal dunia, 4,4% gagal pengobatan, dan 29,1% loss to follow up. Analisis bivariat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan hasil pengobatan buruk yang didefinisikan sebagai kematian, gagal, atau loss to follow up. Dalam penelitian ini didapatkan faktor risiko terhadap hasil pengobatan buruk adalah usia diatas 45 tahun (RR 1.32; 95%CI 1.20-1.46), resistansi OAT R, H disertai E dan/atau S dan/atau Z (RR 34.1; 95%CI 8.24-141.0), resistansi OAT lini 1 disertai OAT injeksi lini 2 dan/atau florokuinolon (RR 32; 95%CI 7.9-134.0), kavitas paru (RR 1.21; 95%CI 1.00- 1.44), interval inisiasi pengobatan > 30 hari (RR 1.11; 95%CI 1.00-1.24), dan tempat tinggal di wilayah pedesaan (RR 1.15; 95%CI 1.02-1.30). Sedangkan faktor protektor terhadap hasil pengobatan buruk adalah paduan standar OAT TB-MDR (RR 0.73; 95% CI 0.59-0.91). Kata kunci: TB MDR, Hasil Pengobatan, Indonesia Efforts to control MDR-TB have been done, but treatment outcome of MDR-TB patients remains a current issue that needs to be resolved. In Indonesia, success rate was declining in the last five years, from 68%-46%, whereas poor treatment results are more fluctuative and still high at 28%-47%. This cohort retrospective study was conducted to analyze the characteristics and factors influencing treatment outcomes of MDR-TB patients in Indonesia. This research was use data from e-TB Manager and included all MDR-TB patients who were ≥15 years and starting treatment between January 2013 and December 2015. Overall, 1.683 MDR-TB patients were included, 49.7% recovered, 2.7% complete treatment, 14.1% died, 4.4% treatment failure, and 29.1% loss to follow up. A bivariate analysis was used to identify risk factors for poor treatment outcomes, which were defined as death, treatment failure, or loss to follow up. The risk factors for poor treatment outcome were age above 45 years (RR 1.32, 95% CI 1.20-1.46), patients who are resistant first lines TB drugs (RR 34.1; 95% CI 8.24 -141.0) and first lines TB drugs + 2nd lines injection and/or fluoroquinolone (RR 32; 95% CI 7.9-134.0), lung cavity (RR 1.21, 95% CI 1.00-1.44), treatment initiation interval > 30 days (RR 1.11; 95% CI 1.00-1.24), and residence in rural areas (RR 1.15; 95% CI 1.02-1.30). While the protector factor for poor treatment outcome is standardized regimen (RR 0.73; 95% CI 0.59-0.91). Keywords: TB MDR, Treatment Outcome, Indonesia
Read More
S-9849
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indah Mediana; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Rina Handayani
S-10413
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfa Ayuningsih; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Nikson Sitorus, Dina Bisara Lolong
Abstrak: Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Hasil akhir pengobatan TB pada pasien berupa kematian saat melakukan pengobatan merupakan permasalahan terkini yang perlu diselesaikan. Penyebab pasti terjadinya kematian pada pasien yang sedang menjalani pengobatan TB masih belum banyak di ketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian pasien tuberkulosis pada penderita TB MDR dan TB Sensitif Obat di Indonesia tahun 2015-2017. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari aplikasi eTB manager dan SITT di Subdit Tuberkulosis, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) - Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan RI
Read More
T-5778
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Hayanti; Pembimbing: Nurhayati Aprihartono, Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Sutanti Siti Namtini, Endang Lukitasari
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Sri Hayanti Program Studi : Magister Epidemiologi Judul : Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Gagal Pengobatan Pasien Extensive Drug Resistant Tuberculosis (TB-XDR) di Indonesia Tahun 2009 – 2017 (Analisis Data e-TB Manager Subdit Tuberkulosis - Kemenkes RI) TB resistensi obat khususnya TB-XDR pada program pengendalian TB menjadi burden. Berbagai upaya pengendalian TB dilakukan untuk mencapai target global yaitu bebas TB, salah satunya melalui penurunan insiden gagal pengobatan. Penelitian untuk melihat gagal pengobatan TB-XDR belum dilakukan di Indonesia. Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gagal pengobatan pasien TB-XDR di Indonesia tahun 2009 – 2017 dengan menggunakan data sekunder dari aplikasi eTB manager di Subdit Tuberkulosis - Kementerian Kesehatan RI. Sebanyak 151 pasien TB- XDR di Indonesiadianalasis dengan cox regression terdapat 28 (19%) pasien TB-XDR yang sembuh, 2 (1%) pengobatan lengkap, 38 (25%) gagal pengobatan, 4 (3%) lost to follow up, 35 (23%) meninggal dunia dan 44 (29%) tidak dievaluasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa pasien yang interupsi pengobatan ≤60 hari berisiko 0,57 kali lebih kecil untuk terjadi gagal pengobatan (HR 0,57; 95%CI -1,29 – 0,15 dan nilai p 0,12) sedangkan pada pasien yang interupsi >60 hari berisiko 0,11 kali lebih kecil untuk terjadi gagal pengobatan dibanding kelompok yang tidak interupsi (HR 0,11; 95% CI -3,67- -0,69 dan nailai p 0,00). Pasien yang memiliki kavitas paru berisiko 3,60 kali lebih besar untuk terjadi gagal pengobatan dibandingkan yang tidak memiliki kavitas paru (HR 3,60; 95% CI 0,50 - 2,06 dan nilai p 0,00). Program pengendalian TB-XDR di Indonesia diharapkan lebih memfokuskan intervensi pada interupsi pengobatan dan kavitas paru. Kata kunci: gagal pengobatan; interupsi pengobatan; kavitas paru; TB-XDR

ABSTRACT Name : Sri Hayanti Study Program: Magister Epidemiologi Title : Influencing Factors for The Failure Treatments of The Extensive Drug Resistant Tuberculosis (XDR-TB) Patients in Indonesia Year 2009-2017 TB drug resistance especially XDR-TB on TB treatment program become a burden. Many programs have been conducted to achieve global target, free of TB, one of strategy is to decrease failed treatment. Study to prove failed treatment on XDR-TB never been conducted in Indonesia. Purpose of this study is to determine the various factors associated with failure treatment on patients with XDR-TB in Indonesia in 2009 – 2017 was conducted using secondary data from the e-TB manager application in Sub Directorate Tuberculosis. Based on analysis by cox regression 151 patients with XDR-TB in which 28 patients (19%) cured, 2 (1%) complete treatment, 38 (25%) failed treatment, 4 (3%) lost to follow up, 35 (23%) died and 44 (29%) do not be evaluated. From this research it is known that patients who are interruption treatment ≤ 60 days have a lower risk 0.57 times more likely to occur as treatment failure (HR 0.57; 95%CI -1.29 – 0.15 and p value 0.12) otherwise patients who are interruption treatment >60 days have a lower risk 0.11 times more likely to occur as treatment failures compared to the group that is no interruption (HR 0.11; 95% CI -3.67- -0.69 and p value 0.00). Patients with lung cavities have 3.60 times greater risk for treatment failure than they who have no lung cavity HR 3.60; 95% CI 0.50 - 2.06 and p value 0.00). Treatment program XDR-TB resistant in Indonesia is expected to be more focused intervention to interruption treatment and lung cavity. Keywords: failure treatment; interruption treatment; cavity pulmonary; XDR-TB


 

Read More
T-5170
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elizabeth Simamora; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Yunis Tri Miko Wahyono, M. Arifin Nawas
S-6798
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Ayu Lanniari Harahap; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Chita Septiawati, Mohammad Fahdhy
Abstrak: Peningkatan jumlah kasus COVID-19 dan penyebarannya di berbagai negara terjadi berlangsung cukup cepat dan dalam waktu singkat. Hingga 4 Mei 2021, total kasus konfirmasi COVID-19 global adalah 152.534.452 dengan 3.198.528 kematian. Pemerintah Indonesia telah melaporkan 1.682.004 orang dengan COVID-19 yang dikonfirmasi, tertinggi di Asia Tenggara. Sebanyak 45.949 kematian terkait COVID-19 yang dilaporkan, dengan CFR sebesar 2,7%. Kematian akibat COVID-19 di Indonesia berada pada peringkat ke-2 di Asia dan ke-17 di dunia. Studi kasus-kontrol dilakukan menggunakan data rekam medis pasien COVID-19 di RSUP Haji Adam Malik Medan periode Maret 2020-Desember 2020. Penelitian ini mendeskripsikan karakteristik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian pada pasien COVID-19. Hasil penelitian melalui analisis multivariat logistik regresi menunjukkan bahwa, adanya peningkatan risiko terhadap kematian pada usia ≥ 60 tahun (OR=5.495, 95% CI: 2.398-12.591), demam (OR=4.441, 95% CI: 1.401-14.077), sesak napas (OR=8.310, 95% CI: 3.415-20.220), riwayat hipertensi (OR=2.454, 95% CI: 1.159-5.196), riwayat penyakit ginjal kronik (OR=10.460 kali, 95% CI: 3.282-33.331), riwayat penyakit kanker (OR=16.137, 95% CI: 2.798-96.147) pada pasien COVID-19 yang dirawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan Tahun 2020
The increase in the number of cases of COVID-19 and its spread in various countries occurred quite quickly and in a short time. As of May 4, 2021, the total global confirmed cases of COVID-19 were 152,534,452 with 3,198,528 deaths. The Indonesian government has reported 1,682,004 people with confirmed COVID-19, the highest in Southeast Asia. A total of 45,949 COVID-19-related deaths were reported, with a CFR of 2.7%. Deaths from COVID-19 in Indonesia are ranked 2nd in Asia and 17th in the world. A case-control study was conducted using medical records of COVID-19 patients at Haji Adam Malik General Hospital in Medan for the period March 2020-December 2020. This study describes the characteristics and identifies factors associated with death in COVID-19 patients. The results of the study through multivariate logistic regression analysis showed that there was an increased risk of death at age 60 years (OR = 5,495, 95% CI: 2,398-12,591), fever (OR = 4,441, 95% CI: 1,401-14,077), shortness of breath. breath (OR=8,310, 95% CI: 3,415-20,220), history of hypertension (OR=2,454, 95% CI: 1.159-5,196), history of chronic kidney disease (OR=10,460 times, 95% CI: 3.282-33,331) history of cancer (OR=16,137, 95% CI: 2,798-96,147) in COVID-19 patients who were hospitalized at Haji Adam Malik General Hospital Medan in 2020
Read More
T-6315
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive