Ditemukan 31298 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Muthia Shofi Arrassyi; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Dewi Susanna, Margareta Maria Sintorini
Abstrak:
Pentingnya pemahaman potensi rute transmisi selain melalui droplet dan/atau kontak langsung, yang berfungsi untuk menghindari kluster baru dan mengurangi kejadian COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk memperoleh gambaran mengenai eksistensi dari SARS-CoV-2 pada air limbah dan saluran pembuangan air limbah. Terdapat 20 studi yang dibahas dalam penelitian ini yang membahas mengenai rute transmisi, metode deteksi, karakteristik, dampak, dan metode disinfeksi SARS-CoV2 pada air limbah. Hasil menunjukkan telah terbukti adanya RNA SARS-CoV-2 pada tinja dan air limbah, namun hingga kini belum ada kasus COVID-19 yang terbukti menular melalui fecal-oral atau kontak dengan air limbah. Pada umumnya, metode deteksi yang digunakan untuk menguji keberadaan virus di air limbah adalah uji deteksi asam nukleat. Virus RNA dipengaruhi oleh temperatur, konsentrasi padatan tersuspensi, pH, dan disinfektan yang digunakan. Adapun disinfektan yang dapat digunakan, yaitu penyinaran UV, ozonisasi, dan klorinasi. Data SARS-CoV-2 pada air limbah yang diperoleh dapat digunakan untuk melakukan Wastewater-Based Surveillance sebagai peringatan dini akan terjadinya pandemi.
Read More
S-10780
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ibrahim; Pembimbing: Abdur Rahman, Endang L. Achadi
T-1741
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nursuci Fatmawati Perwendha; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Budi Hartono, Nurjamil
Abstrak:
Air merupakan kebutuhan esensial yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidupmanusia. Namun, pelayanan air bersih di wilayah Bekasi khususnya KelurahanSumur Batu, Kecamatan Bantargebang sebagian besar menggunakan sumursebagai sumber air minum dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Mangan dan besimerupakan zat gizi esensial yang dibutuhkan oleh tubuh tetapi apabila dikonsumsidengan jumlah berlebih dapat bersifat toksik. Penelitian ini menggunakan metodeanalisis risiko kesehatan lingkungan untuk mengestimasi pajanan mangan danbesi dan tingkat risiko kesehatan yang diterima dari air minum pada pendudukdewasa di pemukiman sekitar tempat pembuangan akhir Bantargebang, KotaBekasi. Selain itu, penelitian ini juga menguji korelasi antara mangan, besi, TDS,DHL, dan pH sehingga ditemukan persamaan linear untuk memperkirakankeberadaan mangan atau besi. Populasi penelitian adalah seluruh penduduk usiadewasa yang tinggal di sekitar TPA Bantargebang. Penentuan sampel denganmenentukan kriteria inklusi yaitu penduduk usia lebih dari 18 tahun danmengonsumsi air sumur minimal 2 bulan. Pengambilan sampel dengan cara nonrandom sampling dan quota sampel. Sampel lingkungan adalah air sumur yangberada di rumah tangga terpilih sebagai responden. Selain itu, dilakukanpengambilan data antropometri berupa laju asupan, durasi pajanan, dan beratbadan. Jumlah asupan mangan dan besi pada populasi penelitian belummemenuhi angka kecukupan gizi masing-masing yaitu 0,26 dan 0,02 mg/l. Darihasil perhitungan estimasi risiko didapatkan hasil bahwa tingkat risiko mangandan besi di sekitar TPA Bantargebang tidak berisiko atau aman. Selain itu,diperoleh dari uji korelasi hubungan yang signifikan antara mangan dengan pH,DHL, dan TDS (p<0,05) sehingga ditemukan persamaan linear sederhana untukmasing-masing variabel.
Kata kunci : mangan, besi, tingkat risiko, TDS, DHL, pH, air sumur.
Water is an essential requirement that must be met for human survival. However,water services, especially in the area of Bekasi Well Batu Village, DistrictBantargebang mostly using wells for drinking water and other daily needs.Manganese and iron are essential nutrients needed by the body. However, whenconsumed in excessive amounts can be toxic. This research uses environmentalhealth risk analysis methods to estimate exposure levels of manganese and ironand acceptable health risks of drinking water in the adult population in thesettlements around landfills Bantargebang, Bekasi. In addition, this study alsotested the correlation between the manganese, iron, TDS, DHL, and so the pHfound a linear equation to predict the existence of manganese or iron. The studypopulation was the entire adult population living around the landfillBantargebang. The samples to determine inclusion criteria ie the population agedover 18 years and consume well water at least 2 months. Sampling by way of nonrandom sampling and quota sampling. Environmental samples is well water that isin the selected households as respondents. In addition, anthropometric datacollection is done in the form of intake rate, duration of exposure, and weight.Total intake of manganese and iron in the study population not meet nutritionaladequacy rate each ie 0.26 and 0.02 mg / l. From the calculation of risk estimatesshowed that the level of risk of manganese and iron around the landfillBantargebang not risky or safe. In addition, the correlation obtained from asignificant relationship between manganese with pH, DHL, and TDS (p <0.05)thus found a simple linear equation for each variable.
Keywords : manganese, iron, risk quotient (RQ), TDS, conductivity, pH, waterwells.
Read More
Kata kunci : mangan, besi, tingkat risiko, TDS, DHL, pH, air sumur.
Water is an essential requirement that must be met for human survival. However,water services, especially in the area of Bekasi Well Batu Village, DistrictBantargebang mostly using wells for drinking water and other daily needs.Manganese and iron are essential nutrients needed by the body. However, whenconsumed in excessive amounts can be toxic. This research uses environmentalhealth risk analysis methods to estimate exposure levels of manganese and ironand acceptable health risks of drinking water in the adult population in thesettlements around landfills Bantargebang, Bekasi. In addition, this study alsotested the correlation between the manganese, iron, TDS, DHL, and so the pHfound a linear equation to predict the existence of manganese or iron. The studypopulation was the entire adult population living around the landfillBantargebang. The samples to determine inclusion criteria ie the population agedover 18 years and consume well water at least 2 months. Sampling by way of nonrandom sampling and quota sampling. Environmental samples is well water that isin the selected households as respondents. In addition, anthropometric datacollection is done in the form of intake rate, duration of exposure, and weight.Total intake of manganese and iron in the study population not meet nutritionaladequacy rate each ie 0.26 and 0.02 mg / l. From the calculation of risk estimatesshowed that the level of risk of manganese and iron around the landfillBantargebang not risky or safe. In addition, the correlation obtained from asignificant relationship between manganese with pH, DHL, and TDS (p <0.05)thus found a simple linear equation for each variable.
Keywords : manganese, iron, risk quotient (RQ), TDS, conductivity, pH, waterwells.
S-8498
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Delyana Agustia Ning Tias; Pembimbing: Agustin Kesumayati; Penguji: Hartono, Budi ; Akib, Carolina Rusydi
Abstrak:
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang menggunakan teknik open dumping dalam pengelolaan sampahnya dinilai sangat berisiko terhadap lingkungan di sekitarnya karena adanya proses perlindian yang dapat mencemari tanah. Masyarakat yang menggunakan air tanah sebagai sumber air minumnya berisiko untuk terkena dampak kesehatan dari kandungan logam berat yang berasal dari cemaran air lindi. Kadmium dan timbal merupakan logam yang dapat bersifat toksik apabila dikonsumsi secara berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode analisis risiko kesehatan lingkungan untuk mengestimasi risiko kesehatan akibat pajanan logam kadmium dan timbal yang terdapat pada air minum masyarakat di sekitar TPA sampah Namo Bintang. Terdapat 96 sampel individu dewasa yang diperoleh melalui data sekunder dalam penelitian ini yang berasal dari dusun IV dan V Desa Namo Bintang. Sampel lingkungan adalah sampel air sumur masyarakat yang telah diambil pada penelitian sebelumnya oleh Ashar (2013) untuk kandungan timbal dan Ashar (2013) untuk kandungan kadmium. Dari hasil perhitungan analisis risiko menunjukkan bahwa tingkat risiko pajanan kadmium dan timbal melalui air minum pada masyarakat dengan skenario intake minimal dan rata-rata tidak berisiko atau aman untuk pajanan realtime maupun lifespan (RQ < 1) sedangkan untuk skenario maksimal, pajanan kadmium dan timbal untuk pajanan realtime dan pajanan lifespan dinyatakan berisiko (RQ > 1) sehingga diperlukan manajemen risiko yaitu dengan mengurangi konsentrasi asupan dan laju asupan. Selain itu, masyarakat juga harus menjaga TPA dengan tidak membuang sampah kembali disana dikarenakan TPA tersebut sudah ditutup, dan pemerintah juga dapat membantu dengan menyuplai air, baik itu air minum maupun air bersih dari sumber lain yang aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kata kunci: kadmium, timbal, analisis risiko, TPA, air minum, air sumur Landfill using open dumping method has potential risk to contaminate groundwater of the surrounding environment because of leaching process. Population that use groundwater as their drinking water source has health risk from heavy metal exposure. Cadmium and lead are toxic if they consumed in exessive ammount. This study use health environment risk analysis to estimate health risk from cadmium and lead exposure through drinking water at population around landfill Namo Bintang. There are 96 samples of secondary data from Dusun IV and V Namo Bintang village. Environment samples is well water from population households from Ashar (2013) for lead and Ashar (2016) for cadmium contains. From the calculation of risk analysis showed that risk level of cadmium and lead exposure through drinking water with minimum and mean scenario are not risky or safe for realtime and lifespan exposure (RQ < 1). For maximum intake scenario, cadmium and lead exposure are risky (RQ > 1) and need risk management with reduce consuming rate and agent concentration. Since the landfill was closed, the population also have to keep the landfill clean and do not throwing the waste into the landfill. The governance also can helping the population to fulfill their need of water with supplying water from safe and clean source. Keywords: cadmium, lead, risk analysis, landfill, well water, drinking water
Read More
S-9459
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Aminatun Khasanah; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Laila Fitria, Siti Durotul Yatimah
Abstrak:
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal dengan kombinasi biofilter aerob-aerob menggunakan media plastik sarang tawon (MPST) dan media batu kerikil (MK) telah digunakan untuk mengurangi konsentrasi bahan-bahan tersebut supaya tidak membahayakan lingkungan. Pengukuran terhadap efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah lanting didapatkan hasil efektivitas sebesar 98,18% pada penurunan konsentrasi TSS, 17,02% pada penurunan konsentrasi COD, 6,85% pada penurunan konsentrasi BOD5, dan 80% pada penurunan konsentrasi Sianida. Pengukuran terhadap aspek kesehatan masyarakat terhadap 51 respoden diperoleh hasil mengenai gangguan kesehatan responden yang dimungkinkan akibat pajanan oleh limbah cair berupa gatal-gatal (13,7%), iritasi kulit (3,9%), gangguan perut (2,0%), diare (3,9%), dan sesak napas (2,0%).
Read More
S-10628
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ibna Rahmatika; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Suyud Warno Utumo, Windarmaya Sintawati
S-7132
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yulia Khairina Ashar; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih, Laila Fitria, Miko Hananto, Didi Purnama
Abstrak:
Kadmium adalah unsur toksik yang terdapat di lingkungan dan tidakdibutuhkan oleh tubuh manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan konsumsi air sumur yang terpajan kadmium dengan kandungankadmium di dalam urin. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan desain cross sectional yangdilakukan di sekitar TPA Desa Namo Bintang Kecamatan Pancur Batu KabupatenDeli Serdang. Populasi adalah seluruh laki-laki dan perempuan dewasa, dengansampel berjumlah 96 orang yang diambil dengan metode stratified randomsampling. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 63 orang (65,6%) terpajan pada airsumur dengan kandungan kadmium yang telah melebihi baku mutu dan seluruhsampel masyarakat (100%) terdapat kadmium di dalam urin yang telah melewatinilai ambang batas. Tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi airsumur yang terpajan kadmium dengan kadmium di dalam urin. Pada analsiismultivariat menunjukkan bahwa masyarakat yang mengkonsumsi air sumur yangterpajan Cd lebih dari 0,005 mg/l memiliki risiko 2,657 kali terdapat kadmiumdalam urinnya setelah dikontrol dengan variabel umur, jenis kelamin, pekerjaan,kebiasaan merokok, durasi pajanan, dan jarak dari TPA. Oleh karena itu,masyarakat dianjurkan untuk tidak menggunakan air sumur sebagai sumber airminum dan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Kabupaten DeliSerdang sebagai dasar untuk membuat perencanaan daerah bidang air minum dansanitasi di wilayah studi.Kata kunci : Kadmium, Kadmium Urin, Tempat Pembuangan AkhirSampah
Cadmium (Cd) is a toxic element ubiquitous in the environment and notneeded by the human body. The aim of this study was to determine relationship ofconsumption of well water exposed to cadmium with cadmium in urine.The study was performed with cross sectional design in the communityresidence around Namo Bintang Dumpsite. The population were adult males andfemales with a sample of 96 people taken by stratified random sampling. Dataanalyzed by logistic regression.Study result showed that Cd levels from the dug wells revealed that 63respondents (65,6%) had exposed to Cd higher than normal levels, 96 urinesamples (100%) had high Cd levels above the normal limits. There were notsignificant correlations between the Cd levels from the wells and Cd in urine.Multivariate analysis showed that community who consume well water exposedCd more than 0,005 mg/l have 2,657 times higher risk cadmium in urine afteradjusted by age, sex, occupation, smoking, duration of exposure, and the distancefrom dumpsite area. Therefore, Residents was suggested to not use wells water asa primary resource to drinking water and expected to be utilized by thegovernment of Deli Serdang regency as a basis for regional planning areas waterand sanitation in the study area.Key words : Cadmium, Cadmium in Urine, Dumpsite Area
Read More
Cadmium (Cd) is a toxic element ubiquitous in the environment and notneeded by the human body. The aim of this study was to determine relationship ofconsumption of well water exposed to cadmium with cadmium in urine.The study was performed with cross sectional design in the communityresidence around Namo Bintang Dumpsite. The population were adult males andfemales with a sample of 96 people taken by stratified random sampling. Dataanalyzed by logistic regression.Study result showed that Cd levels from the dug wells revealed that 63respondents (65,6%) had exposed to Cd higher than normal levels, 96 urinesamples (100%) had high Cd levels above the normal limits. There were notsignificant correlations between the Cd levels from the wells and Cd in urine.Multivariate analysis showed that community who consume well water exposedCd more than 0,005 mg/l have 2,657 times higher risk cadmium in urine afteradjusted by age, sex, occupation, smoking, duration of exposure, and the distancefrom dumpsite area. Therefore, Residents was suggested to not use wells water asa primary resource to drinking water and expected to be utilized by thegovernment of Deli Serdang regency as a basis for regional planning areas waterand sanitation in the study area.Key words : Cadmium, Cadmium in Urine, Dumpsite Area
T-4691
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Debbie Valonda; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Dewi Susanna, Al Asyary; I.G.A Rusmala Dewi, Adhi Sambodo
Abstrak:
Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu yang efektif dalam menurunkan kadar total coliform dengan menggunakan sinar ultraviolet pada air limbah terolah di outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah Puskesmas X Jakarta Tahun 2022.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi eksperimen. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 64 sampel air limbah terolah pada outlet di Instalasi Pengolahan Air Limbah Puksesmas X Jakarta. Data kadar total coliform didapatkan dari hasil pemeriksaaan sampel di laboratorium terakreditasi. Sinar ultraviolet menggunakan lampu TL UVC merk Philips dengan daya 15 watt.
Hasil: Berdasarkan rata-rata persentase penurunan kadar Total Coliform pada sampel setelah mendapatkan perlakuan dengan sinar ultarviolet setelah 2 menit sebesar 10%, setelah 4 menit sebesar 21,25%, setelah 6 menit sebesar 26,75%, setelah 8 menit sebesar 42,5%, setelah 10 menit sebesar 58,75%. Persentase penurunan total coliform setelah 10 menit penyinaran memiliki efektifitas yang paling tinggi. Dari uji korelasi diketahui bahwa ada hubungan yang kuat antara lama penyinaran ultraviolet dengan penurunan total Coliform.
Background: This study aims to determine the effective time to reduce total coliform levels by using ultraviolet light in treated wastewater at the outlet of the Wastewater Treatment Plant of Health Center X in Jakarta in 2022.
Methods: This research uses quantitative research methods with an experimental study design. The number of samples in this study were 64 samples of treated wastewater at the outlets of the Wastewater Treatment Plant of Public Health Center X Jakarta. Data on total coliform levels were obtained from the results of examination of samples in an accredited laboratory. Ultraviolet light using Philips brand TL UVC lamp with 15 watts of power.
Results: Based on the average percentage decrease in Total Coliform levels in the sample after receiving treatment with ultraviolet light after 2 minutes by 10%, after 4 minutes by 21.25%, after 6 minutes by 26.75%, after 8 minutes by 42.5 %, after 10 minutes of 58.75%. The percentage of total coliform decrease after 10 minutes of irradiation had the highest effectiveness. From the correlation test, it is known that there is a strong relationship between the duration of ultraviolet irradiation and the decrease in total Coliform.
Read More
Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain studi eksperimen. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 64 sampel air limbah terolah pada outlet di Instalasi Pengolahan Air Limbah Puksesmas X Jakarta. Data kadar total coliform didapatkan dari hasil pemeriksaaan sampel di laboratorium terakreditasi. Sinar ultraviolet menggunakan lampu TL UVC merk Philips dengan daya 15 watt.
Hasil: Berdasarkan rata-rata persentase penurunan kadar Total Coliform pada sampel setelah mendapatkan perlakuan dengan sinar ultarviolet setelah 2 menit sebesar 10%, setelah 4 menit sebesar 21,25%, setelah 6 menit sebesar 26,75%, setelah 8 menit sebesar 42,5%, setelah 10 menit sebesar 58,75%. Persentase penurunan total coliform setelah 10 menit penyinaran memiliki efektifitas yang paling tinggi. Dari uji korelasi diketahui bahwa ada hubungan yang kuat antara lama penyinaran ultraviolet dengan penurunan total Coliform.
Background: This study aims to determine the effective time to reduce total coliform levels by using ultraviolet light in treated wastewater at the outlet of the Wastewater Treatment Plant of Health Center X in Jakarta in 2022.
Methods: This research uses quantitative research methods with an experimental study design. The number of samples in this study were 64 samples of treated wastewater at the outlets of the Wastewater Treatment Plant of Public Health Center X Jakarta. Data on total coliform levels were obtained from the results of examination of samples in an accredited laboratory. Ultraviolet light using Philips brand TL UVC lamp with 15 watts of power.
Results: Based on the average percentage decrease in Total Coliform levels in the sample after receiving treatment with ultraviolet light after 2 minutes by 10%, after 4 minutes by 21.25%, after 6 minutes by 26.75%, after 8 minutes by 42.5 %, after 10 minutes of 58.75%. The percentage of total coliform decrease after 10 minutes of irradiation had the highest effectiveness. From the correlation test, it is known that there is a strong relationship between the duration of ultraviolet irradiation and the decrease in total Coliform.
T-6463
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Agus Sutanto; Pembimbing: Abdur Rahman
S-2847
Depok : FKM-UI, 2002
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yenny Anggraeni; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Abdur Rahman, Didik Supriyono
S-6681
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
