Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 38684 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nur Rahmi Febriyanti Putri; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Umar Fahmi Achamadi, Aria Kusuma
Abstrak: Tujuan dari Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku selama pandemi, faktor demografi, dan faktor sosioekonomi dengan kasus COVID-19 di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan data agregrat provinsi yang dilakukan pada 34 provinsi dan 14 provinsi untuk variabel perilaku selama pandemi. Hasil: hasil uji korelasi pearson menunjukan ditemukan adanya hubungan antara jumlah penduduk, kepadatan penduduk dan variabel faktor sosioekonomi dengan kasus COVID-19 sedangkan variabel perilaku selama pandemi, umur produktif dan jenis kelamin tidak ditemukan hubungan dengan kasus COVID-19
Read More
S-10795
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Virli Andani Harnelis; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Dewi Susanna, La Ode Ahmad Saktiansyah
Abstrak: Demam berdarah dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty dan Aedes albopictus betina yang terinfeksi virus dengue (DENV). Selama masa pandemi COVID-19, jumlah kasus DBD di dunia internasional maupun nasional mengalami penurunan, begitupun Kota Jakarta Timur. Kendati demikian, Kota Jakarta Timur merupakan kota dengan kasus DBD tertinggi di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor iklim dengan jeda waktu 0 (non-time lag), 1 (time lag 1), dan 2 (time lag 2) bulan, kepadatan penduduk, dan angka bebas jentik (ABJ) dengan kejadian DBD di Kota Jakarta Timur pada saat sebelum dan selama masa pandemi COVID-19 tahun 2018-2021. Data dianalisis menggunakan uji beda ≥ 2 rata-rata, uji korelasi, dan analisis spasial. Secara statistik, terdapat perbedaan rata-rata incidence rate (IR) DBD dan ABJ yang signifikan antara tahun 2018-2021 (p = 0,000; p = 0,011). Selain itu uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara curah hujan time lag 1 (p = 0,002; r = 0,041) dan time lag 2 (p =0,000; r = 0,651), suhu udara time lag 1 (p = 0,004; r = -0,441), dan time lag 2 (p = 0,001; r = -0,48), serta kelembaban udara non time lag (p = 0,002; r = 0,429), time lag 1 (p = 0,000; r = 0,668), dan time lag 2 (p = 0,000; r = 0,699) dengan kejadian DBD. Secara spasial maupun statistik tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara kepadatan penduduk dan ABJ dengan kejadian DBD. Pemetaan tingkat kerawanan kejadian DBD pada saat sebelum dan selama pandemi COVID-19, menunjukkan bahwa dari 10 kecamatan yang ada di Kota Jakarta Timur, 1 kecamatan mengalami peningkatan tingkat kerawanan menjadi sedang dan 2 kecamatan mengalami penurunan tingkat kerawanan menjadi rendah. Kecamatan Matraman tergolong pada tingkat kerawanan tinggi. Kecamatan Jatinegara, Duren Sawit, Kramatjati, dan Ciracas tergolong pada tingkat kerawanan sedang. 5 Kecamatan lainnya tergolong pada tingkat kerawanan rendah. Adanya perbedaan rata-rata yang signifikan pada ABJ dan IR DBD, hubungan antara faktor iklim dengan kejadian DBD, serta tingkat kerawanan yang tinggi pada beberapa wilayah, sebaiknya dijadikan pertimbangan oleh pemerintah setempat untuk meningkatkan upaya pencegahan DBD dan menyusun rencana strategis dalam pengendalian DBD.
Dengue hemorrhagic fever (DHF) is transmitted by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes infected with the dengue virus (DENV). During the COVID-19 pandemic, the number of dengue cases internationally and nationally decreased, as did the City of East Jakarta. Thus, East Jakarta City is the city with the highest dengue cases in DKI Jakarta Province. This study aims to analyze climate factors at time lag of 0 (non-time lag), 1 (time lag 1), and 2 (time lag 2) months, population density, and larva free index (LFI) with the incidence of DHF in the city of Jakarta. East before and during the 2018-2021 COVID-19 pandemic. The data were analyzed using the average difference test, correlation test, and spatial analysis. Statistically, there is a significant difference in the average incidence rate (IR) of DHF and LFI between 2018-2021 (p = 0.000; p = 0.011). In addition, the correlation test showed a significant relationship between rainfall at time lag 1 (p = 0.002; r = 0.041) and time lag 2 (p = 0.000; r = 0.651), air temperature at time lag 1 (p = 0.004; r = -0.441), and time lag 2 (p = 0.001; r = -0.48), as well as non-time lag air humidity (p = 0.002; r = 0.429), time lag 1 (p = 0.000; r = 0.668), and time lag 2 (p = 0.000; r = 0.699) with the incidence of DHF. Spatial and statistically, there was no significant relationship between population density and LFI with the incidence of DHF. Mapping the level of vulnerability to DHF events before and during the COVID-19 pandemic, shows that of the 10 sub-districts in East Jakarta City, 1 sub-district experienced an increase in the level of vulnerability to moderate and 2 sub-districts experienced a decrease in the level of vulnerability to low. Matraman sub-districts are classified as high vulnerability. Jatinegara, Duren Sawit, Kramatjati, and Ciracas sub-districts are classified as moderate vulnerability. The other 5 sub-districts are classified as low vulnerability. The existence of significant differences in the average ABJ and IR of DHF, the relationship between climatic factors and the incidence of DHF, as well as the high level of vulnerability in some areas, should be considered by the local government to increase efforts to prevent DHF and develop a strategic plan in controlling DHF.
Read More
S-11026
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Della Amanda Andika Putri; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Al Asyary, Sofwan
Abstrak: Dalam rangka melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat dari dampak timbulan limbah padat B3, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tingkat kepatuhan pengelolaan limbah padat B3 pada rumah sakit di Indonesia pada saat sebelum dan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan terhadap 343 rumah sakit di Indonesia dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Sikelim (Sistem Informasi Kelola Limbah Medis) milik Kemenkes RI. Data akan dianalisis menggunakan uji chi-square, mann whitney, dan regresi logistik model determinan.
Read More
S-10611
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fajriah Hanika Adzania; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Rosa Ambarsari
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan faktor-faktor sosioekonomi dan demografi dengan timbulan sampah elektronik di DKI Jakarta. Metode: Desain studi korelasidengan unit analisis kecamatan di Provinsi DKI Jakarta yang berjumlah 44. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Badan Pusat Statistik, dan Data Terbuka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Data akan diolah menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis spasial, kemudian data ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar.
Read More
S-10816
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rani Setiowati; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Bambang Wispriyono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Pneumonia adalah infeksi saluran pernapasan bawah akut yang secara khususmempengaruhi fungsi paru. Penyakit ini merupakan penyebab kematian balitaterbesar setelah diare. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, prevalensipneumonia pada kelompok balita sebesar 4,8%, angka ini berada diatas prevalensipneumonia nasional yaitu 4,0%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita (12-59 bulan) diIndonesia pada tahun 2017. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectionaldengan jumlah sampel 13.855. Penelitian ini merupakan analisis lanjutan SurveiDemografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Analisis data yangdigunakan pada penelitian ini adalah uji chi-square dan regresi logistik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistikantara kejadian pneumonia pada balita dengan tempat tinggal, jenis dinding, jenisatap, usia 12-23 bulan, usia 24-35 bulan, status imunisasi DPT-Hib, berat badanlahir, dan balita dengan ibu berstatus pendidikan lulus SD. Faktor dominan yangmempengaruhi kejadian pneumonia pada balita di Indonesia berdasarkan dataSDKI tahun 2017 adalah jenis dinding.
Kata kunci: Balita, Faktor-faktor, Indonesia, Pneumonia
Pneumonia is acute lower respiratory tract infection that affect lung function inparticular. This disease is a leading mortality on under-five children after diarrhea.According to Basic Health Research (Riskesdas) 2018, prevalence of pneumoniaon group of under-five children is 4,8%, high than the national pneumoniaprevalence which is 4,0%. This study aims to analyse factors related to pneumoniaon under-five children in Indonesia on 2017. Cross-sectional design study waschosen with 13.855 samples included. This study is an extension analysis ofIndonesia Demographic and Health Survey (IDHS) 2017 data. The data analysis inthis study used chi square test and logistic regression. Result found that there is astatistically significant relationship between pneumonia under-five children withtype of residence, type of wall, 12-23 months old, 24-35 months old, DPT-Hibimmunisation, birth weight, and elementary school graduated mother. Dominantinfluencing factors of pneumonia on under-five children in Indonesia based onIDHS 2017 data is type of wall.
Keywords: Determinants; Indonesia; Toddler; Pneumonia.
Read More
S-10494
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Baby Putri Adria; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Umar Fahmi Achmadi, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Diare merupakan masalah kesehatan global yang banyak menyebabkan kesakitan dan kematian pada seluruh kelompok usia. Diare ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui transmisi fekal-oral. Kota Depok menjadi salah satu kota dengan kasus diare fluktuatif selama tahun 2013-2021. Kota Depok juga menduduki peringkat kedua sebagai kota/kabupaten dengan angka Kejadian Luar Biasa (KLB) diare tertinggi di Indonesia pada tahun 2018. Terdapat berbagai faktor yang dapat memengaruhi diare, di antaranya faktor perilaku pemajanan seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kepadatan penduduk serta faktor lingkungan seperti cakupan air minum layak dan cakupan jamban sehat. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan antara faktor perilaku pemajanan (cakupan rumah tangga ber-PHBS dan kepadatan penduduk) da faktor lingkungan (cakupan air minum layak dan cakupan jamban sehat) terhadap kejadian diare di Kota Depok tahun 2013-2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi ekologi dan analisis spasial dengan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kota Depok. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara faktor cakupan air minum layak (p=0,004; r=-0,289) dan cakupan jamban sehat (p=0,020; r=-0,233) dengan kejadian diare. Sementara itu, faktor cakupan rumah tangga ber-PHBS dan kepadatan penduduk tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian diare. Peta analisis spasial juga memperlihatkan pola persebaran kejadian diare di Kota Depok selama tahun 2013-2021 cenderung lebih banyak ditemukan pada wilayah kecamatan dengan cakupan air minum layak yang rendah.

Diarrhea is a global health problem that causes morbidity and death in all age groups. Diarrhea is transmitted from one person to another through fecal-oral transmission. Depok City became one of the cities with fluctuating diarrhea cases during 2013-2021. Depok City also ranked second as a city/regency with the highest number of diarrhea outbreaks in Indonesia in 2018. There are various factors that can affect diarrhea, including behavioral exposure factors such as clean and healthy living behavior (PHBS) and population density as well as environmental factors such as adequate drinking water coverage and healthy latrine coverage. This study aims to analyze the relationship between behavioral exposure factors (household with clean and healthy living behavior (PHBS) coverage and population density) and environmental factors (drinking water coverage and healthy latrine coverage) to the occurrence of diarrhea in Depok City in 2013-2021. The research type is quantitative study using several methods such as ecological study and spatial analysis with secondary data from the Depok City Health Office. The results showed a significant relationship between adequate drinking water cover (p=0,004; r=-0,289) and healthy latrine coverage (p=0,020; r=-0,233) with the occurrence of diarrhea. Meanwhile, households with clean and healthy living behavior (PHBS) coverage and population density showed no significant association with the occurrence of diarrhea. Spatial analysis maps also showed the distribution pattern of diarrhea in Depok City during 2013-2021 tends to be more common in areas with low coverage of adequate drinking water.
Read More
S-11259
[s.l.] : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Airadiba Hadad; Pembimbing: Ririn Arminsih; Penguji: Budi Hartono, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi diare pada balita di DKI Jakarta dan mengetahui hubungan sumber air minum, pengolahan air minum, fasilitas sanitasi, fasilitas cuci tangan, suplementasi vitamin A, dan pendidikan ibu sebagai faktor risiko terhadap kejadian diare pada balita. Desain penelitian menggunakan desain studi potong lintang dengan menggunakan data sekunder dari SDKI 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita usia 0-59 bulan yang tercatat dalam data Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari sampel SDKI 2017. Dari 695 sampel balita hidup, didapatkan 370 sampel yang memenuhi kriteria. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat.
Read More
S-10584
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faizatunnisa; Pembimbing: Al Asyary; Penguji: Dewi Susanna, R. Budi Haryanto, Nugi Nurdin, Jimmy Tiarlina
Abstrak: Angka kejadian kasus DBD masih tinggi setiap tahunnya meskipun jumlah kasus kematiannya cenderung menurun, namun DBD menyebabkan gejala penyakit yang lebih berat dan sulit penanganannya bila telah menjadi koinfeksi bagi virus COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui sebaran kejadian kasus DBD Kota Palembang dan menganalisa kewaspadaan sebelum dan selama masa pandemi COVID-19. Metode penelitian kualitatif desktiptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap 3 informan, serta melakukan telaah dokumen dari instansi Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang, dan Puskesmas terkait. Hasil menunjukkan Kejadian DBD di Kota Palembang sebelum masa pandemi COVID-19 pada Tahun 2018 memiliki nilai IR 39,06 per 100.000 penduduk hal ini meningkat di tahun 2019 mencapai 41,91 per 100.000 penduduk, namun angka ini tidak melebihi target kejadian DBD yaitu 49 per 100.000 penduduk. Sedangkan kejadian DBD di Kota Palembang selama masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020 mencapai 26,07 per 100.000 penduduk, angka ini tidak melebihi target kejadian DBD yaitu 49 per 100.000 penduduk. Pada tahun 2020 semua kecamatan di kota Palembang tidak ada yang melebihi target kejadian DBD, hal ini menunjukkan bahwa selama masa pandemi COVID-19 terjadinya penurunan kasus pada setiap kecamatan di Kota Palembang. Tingkat kewaspadaan pada tahun 2018-2019 dalam kategori baik sekali, sedangkan tahun 2020 dalam kategori cukup. Berdasarkan Analisa terhadap kejadian DBD kota Palembang dapat disimpulkan bahwa terjadinya penurunan kasus DBD selama masa pandemi COVID-19 dibandingkan sebelum masa pandemi COVID-19, karena pada masa pandemi COVID-19 adanya peraturan yang ketat yaitu PSBB, dan kewaspadaan petugas terhadap penyakit DBD menjadi teralihkan karena lebih mementingkan penurunan kasus COVID-19
The incidence of DHF is still high every year, although the number of cases of death tends to decrease. DHF causes more severe symptoms of the disease and is treated if it has become co-infected with the COVID-19 virus. This study aims to determine the distribution of cases of dengue fever in Palembang City and analyze vigilance before and during the COVID-19 pandemic. A descriptive qualitative research method with in-depth interview techniques with 3 informants was used, as well as reviewing documents from the Directorate for Prevention and Control of Vector Infectious Diseases and Zoonoses, South Sumatra Provincial Health Office, Palembang City Health Office, and related public health centers. The results show that the incidence of DHF in Palembang City before the COVID-19 pandemic in 2018 had an IR value of 39.06 per 100,000 population, this fact increased in 2019 reaching 41.91 per 100,000 population, but this figure did not exceed the target of DHF incidence of 49 per 100,000 population. 100,000 inhabitants. While the incidence of DHF in Palembang City during the COVID-19 pandemic in 2020 reached 26.07 per 100,000 population, this figure did not exceed the target of DHF incidence of 49 per 100,000 population. In 2020, none of the sub-districts in the city of Palembang exceeded the target for the incidence of dengue, this issue shows that during the COVID-19 pandemic there was a decrease in cases in every sub-district in the city of Palembang. The level of awareness in 2018-2019 was in the very good category, in 2020 it was in the moderate category. Based on the analysis of the incidence of dengue fever in Palembang, it can be ensured that there is a decrease in dengue cases during the COVID-19 pandemic compared to before the COVID-19 pandemic, because during the COVID-19 pandemic There were strict regulations, namely PSBB, and Officers' awareness of dengue has been diverted because they are more concerned with reducing COVID-19 cases
Read More
T-6336
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meutia Nur Fitriani; Pembimbing: Ririn Arminsih WUlandari; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
S-10489
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiolyn Wina Putri; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ema Hermawati, Edwin Nasli
Abstrak: Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upayakesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Kegiatan pelayanan kesehatan diPuskesmas menghasilkan limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) yang akanberdampak pada permasalahan lingkungan dan kesehatan. Kota Administrasi JakartaSelatan adalah salah satu kota yang mengalami laju pertumbuhan penduduk cukup besardan memiliki jumlah Puskesmas terbesar kedua di Provinsi DKI Jakarta, sehingga jumlahlimbah yang dihasilkan akan semakin bertambah. Dengan demikian, diperlukanpengelolaan limbah berkelanjutan yang terpadu. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui gambaran pengelolaan limbah padat B3 Puskesmas di Kota AdministrasiJakarta Selatan dengan menilai aspek pengelolaan limbah berkelanjutan yang terpadu danmenentukan prioritas masalah pada aspek pengelolaan limbah padat B3. Penelitian inimerupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dengan jumlahsampel 35 Puskesmas Kelurahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa skor aspekpengelolaan limbah di Puskesmas Kota Administrasi Jakarta Selatan tergolong baik,dengan nilai 79,18 dari 100. Prioritas masalah disusun berdasarkan nilai terendah yaitudimulai dari aspek kelembagaan dengan skor 60, aspek sosial budaya dengan skor 66,29,aspek teknis dengan skor 75,36, aspek lingkungan dengan skor 94,29, dan aspek hukumdengan skor 100.Kata kunci: Limbah Padat B3, Puskesmas, Pengelolaan Limbah, Jakarta Selatan
Public Health Center (PHC) is a health service facility that organizes public healthand individual health efforts. Health service activities in PHC produce hazardous andtoxic solid waste that will have an impact on environmental and health problems. SouthJakarta City has a fairly large population growth rate and second largest number of PHCin DKI Jakarta Province so that the amount of waste generated will increase, thereforeintegrated sustainable waste management is needed. This study aims to determine thedescription of the management of toxic and solid waste in South Jakarta City PHC byassessing the waste management aspects and determining the priority problems in theix Universitas Indonesiaaspects of hazardous and toxic solid waste management. This research is a quantitativestudy with a descriptive research design with a sample size of 35 Village Public HealthCenters. The results of this study indicate that the score of waste management aspects inSouth Jakarta City PHC is classified as good, with a score of 79,18 out of 100. Priorityproblems are arranged based on the lowest value, starting from the institutional aspects(score 60), socio-cultural aspects (score 66,29), technical aspects (score 75,36),environmental aspects (score 94,29), and legal aspects (score 100).Key words: Hazardous and toxic solid waste, Public Health Center, Waste Managament, SouthJakarta.
Read More
S-10272
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive