Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32723 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Intan Hidayah; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Ning Pribadi
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan ketahanan pangan rumah tangga selama pandemi COVID-19 di Kota Depok Tahun 2020. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian yang berjudul Situasi Ketahanan Pangan Keluarga dan Coping Mechanism dalam Kondisi Pandemi COVID-19 di Wilayah Urban dan Semi Urban Tahun 2020. Total sampel pada penelitian ini adalah 259 rumah tangga yang di dalamnya terdapat ibu hamil, ibu menyusui, bayi, atau balita. Data dianalisis menggunakan uji kai kuadrat dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan 61,8% rumah tangga di Kota Depok mengalami rawan pangan.
Read More
S-10826
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alma Rizkia Shania Muhamad; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, Kaswanto
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan ketahanan pangan rumah tangga selama pandemi COVID-19 di DKI Jakarta Tahun 2020. Penelitian cross-sectional ini menggunakan data sekunder dari penelitian yang berjudul "Situasi Ketahanan Pangan Keluarga dan Coping Mechanism Dalam Kondisi Pandemi COVID-19 Di Wilayah Urban dan Semi Urban Tahun 2020". Sampel Penelitian ini adalah 258 rumah tangga di DKI Jakarta. Analisis data univariat dan bivariat berupa uji Chi Square dan uji Regresi Logistik Ganda dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS.
Read More
S-10629
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sherry Anastasya; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Avita A.
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan penerapan strategi koping terkait konsumsi rumah tangga selama pandemic COVID-19 di DKI Jakarta tahun 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian yang berjudul "SituasiKetahanan Pangan Keluarga dan Coping Mechanism dalam Kondisi Pandemi COVID-19 di Wilayah Urban dan Semi Urban Tahun 2020", dengan total sampel sebanyak 247 rumah tangga.Analisis data menggunakan uji McNemar, uji chi-square, dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 30,8% rumah tangga tergolong tahan pangan, sedangkan 69,2% rumah tangga tergolong rawan pangan.
Read More
S-10694
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Choirun Nisa; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Trini Sudiarti, Tria Astika Endah Permatasari
Abstrak: Ketahanan pangan adalah kondisi ketika semua orang dapat mengakses makanan yang aman dan bergizi guna hidup aktif dan sehat. Pandemi COVID-19 mengganggu ketahanan pangan oleh karena dampak buruknya terhadap sosial ekonomi, yang menyebabkan kerawanan pangan. Kondisi rawan pangan berkaitan dengan buruknya kualitas konsumsi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan rumah tangga selama pandemi COVID-19 dan kaitannya terhadap kebiasaan konsumsi siswa SMAN 1 dan SMAN 2 Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini menggunakan data sekunder. Sampel penelitian ini adalah 207 siswa SMA (berusia 14 ? 17 tahun) beserta ibunya. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 51,2% rumah tangga mengalami rawan pangan. Hasil analisis statistik menunjukkan pekerjaan ayah sebagai non-PNS (OR = 4,115), pendapatan orang tua per bulan saat pandemi COVID-19 kurang dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) (OR = 4,115), pendidikan ayah dan pendidikan ibu kurang dari atau sama dengan tamat SMP (OR = 1,739 dan 1,843) berhubungan signifikan dengan kerawanan pangan rumah tangga. Penelitian ini juga menemukan hubungan yang bermakna antara kerawanan pangan rumah tangga dengan kebiasaan tidak sering mengonsumsi sumber protein hewani (OR = 2,569), susu dan produk olahannya (OR = 7,098), serta fast food (OR = 0,562) pada siswa. Program ketahanan pangan sebaiknya difokuskan kepada sasaran rentan, yakni rumah tangga dengan ayah dan ibu berpendidikan rendah serta memiliki pendapatan di bawah UMK. Rumah tangga rawan pangan direkomendasikan untuk melakukan upaya ternak ayam dan ikan sebagai sumber konsumsi protein hewani. Dinas Ketahanan Pangan dapat bekerja sama dengan Dinas Peternakan untuk mengembangkan industri peternakan sapi perah guna meningkatkan produksi susu.
Food security is a condition when everyone can access safe and nutritious food for an active and healthy life. The COVID-19 pandemic disrupts food security due to its adverse socio-economic impact, which causes food insecurity. Food insecurity is related to poor diet quality. This study aims to determine the factors related to household food security during the COVID-19 pandemic and its relation to the consumption habits among students at SMAN 1 and SMAN 2 Liwa, West Lampung Regency, Lampung Province. This quantitative research with a cross-sectional design uses secondary data. The sample of this study was 207 high school students (aged 14-17 years) and their mothers. Data analysis was univariate and bivariate using the chi-square test. The results showed 51,2% of households experienced food insecurity. The results of statistical analysis showed that the father's occupation as a non-civil servant (OR = 4,115), the parent's monthly income during the COVID-19 pandemic was less than the District Minimum Wage (UMK) (OR = 4,115), father's education and mother's education was less than or equal to junior high school (OR = 1.739 and 1.843) had a significant relationship to household food insecurity. This study also found that household food insecurity was significantly related to the habit of not frequently consuming animal protein sources (OR = 2.569), milk and its processed products (OR = 7.098), and fast food (OR = 0.562) in students. Food security programs should be focused on vulnerable targets, namely households with fathers and mothers with low education and income below the UMK. It is recommended to raise chicken and fish as a source of animal protein consumption for food insecurity households. The Food Security Agency can collaborate with the Animal Husbandry Agency to develop the dairy cows industry to increase milk production.
Read More
S-11073
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Stephen Gunawan; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Endang L. Achadi, Evi Fatimah
Abstrak:

Asupan mikronutrien inadekuat dapat berdampak buruk bagi imunitas tubuh, terutama saat pandemi Covid-19. Asupan mikronutrien mahasiswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan gizi, tingkat stress, uang saku, media sosial, dan konsumsi. Untuk melihat hubungan antara asupan mikronutrien dengan faktor-faktor tersebut, dilakukan penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder tahun 2020 yang melibatkan 138 mahasiswa S1 Gizi Universitas Indonesia. Ditemukan persentase asupan vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin B6, vitamin B12, asam folat, zat besi dan seng tergolong cukup (≥70% AKG) adalah 53,6%, 16,7%, 1,4%, 0%, 22,5%, 17,4%, 1,4%, 1,4%, dan 27,5%. Hasil analisis dengan chi-square menunjukkan bahwa ditemukan adanya hubungan signifikan antara asupan seng dengan penggunaan instagram (p-value= 0,002), asupan vitamin C (p-value=0,010), asupan asam folat (p- value=0,000), dan asupan seng (p-value=0,018) dengan konsumsi sayuran, asupan vitamin C (p-value=0,000), vitamin D (p-value=0,007), vitamin E (p-value=0,000), vitamin B6 (p-value=0,000), asam folat (p-value=0,007), dan zat besi (p-value=0,007) dengan konsumsi buah, asupan vitamin B12 (p-value=0,012) dan seng (p-value=0,027) dengan konsumsi lauk hewani, asupan vitamin C (p-value=0,033), vitamin E (p- value=0,011), dan seng (p-value=0,017) dengan kebiasaan sarapan. Meskipun tidak ditemukan hubungan signifikan dengan pengetahuan gizi dan tingkat stress, kecenderungan hubungan masih ditemukan. Dengan demikian, pengetahuan gizi, tingkat stress, media sosial, serta konsumsi merupakan faktor yang penting untuk dipertimbangkan dalam rangka memenuhi kebutuhan asupan mikronutrien pada mahasiswa. Kata kunci: Asupan mikronutrien, konsumsi sayur, konsumsi buah, konsumsi lauk hewani, sarapan, mahasiswa


 

Micronutrient inadequacy can cause effects on the immune system, especially during the Covid-19 pandemic. Students’ micronutrient intake may be influenced by knowledge, stress levels, pocket money, social media, and consumption. To assess the relationship between micronutrient intake and these factors, a cross-sectional study was conducted using secondary data in 2020 involving 138 students of the Nutrition students in University of Indonesia. This study found that the percentage of vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin B6, vitamin B12, folic acid, iron and zinc adequacy, respectively, was 53.6%, 16.7%, 1.4%, 0 %, 22.5%, 17.4%, 1.4%, 1.4%, and 27.5%. The result of chi-square analysis showed that there was a significant relationship between zinc intake and instagram usage (p-value = 0.002), vitamin C (p-value=0,010), folic acid (p-value=0,000), and zinc (p-value=0,018) intake with vegetable consumption, vitamin C (p-value=0.000), vitamin D (p-value=0.007), vitamin E (p- value=0.000), vitamin B6 (p-value=0.000), folic acid (p-value=0.007), and iron (p- value=0.007) intake with fruit consumption, vitamin B12 (p-value=0.012) and zinc (p- value=0.027) with animal source food consumption, vitamin C (p-value = 0.033), vitamin E (p-value = 0.011), and zinc (p-value = 0.017) intake with breakfast habits. Even though no significant relationship was found with nutritional knowledge and stress levels, the tendencies of the relationship was still found. Therefore, nutritional knowledge, stress levels, social media, and consumption are important factors in order to optimize students’ micronutrient intake. Key Words: Miconutrient intake, vegetable consumption, fruit consumption, animal source food consumption, breakfast, college student

Read More
S-10895
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Ani; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Ahmad Syafiq, Dien Sanyoto Besar
S-5883
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kholifah Uswatun Khasanah; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Eti Rohati, Ahmad Syafiq
Abstrak: Diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas anak serta sering menimbulkan terjadinya KLB di beberapa provinsi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada baduta di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok tahun 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Variabel kejadian diare pada baduta digunakan sebagai variabel dependen, sementara variabel independen menggunakan data karakteristik lingkungan, perilaku, gizi, dan sosiodemografi. Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 11,3% baduta mengalami diare dalam 1 bulan terakhir. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara jarak SGL/SPT dengan TPA/TPS, kebiasaaan memotong kuku baduta, riwayat ASI Eksklusif dan penghasilan kepala rumah tangga dengan kejadian diare pada baduta usia 6-24 bulan.
Diarrhea is an infectious disease that causes child morbidity and mortality and often causes outbreaks in several provinces in Indonesia. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of diarrhea in children under two in the Pasir Putih Village, Sawangan District, Depok City in 2020. This study used secondary data with a cross-sectional study design. Incidence of diarrhea in children under two was used as the dependent variable, while the independent variable used was environmental, behavioral, nutritional, and sociodemographic characteristics. The data were then analyzed by univariate and bivariate analysis. The results showed that as many as 11.3% of children under two experienced diarrhea in the last 1 month. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the distance of well from nearest landfill/laystall, the habit of cutting children's nails, the history of exclusive breastfeeding and the income of the head of the household with the incidence of diarrhea in children aged 6-24 months.
Read More
S-11102
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nida Nur Maulida Salsabila; Pembimbimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Kencana Sari
Abstrak:
Wasting merupakan kondisi malnutrisi akut yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik anak dan keluarga dengan kejadian wasting pada anak usia 6-24 bulan di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok tahun 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kejadian wasting. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi karakteristik anak, karakteristik keluarga, pola asuh, konsumsi protein, dan riwayat diare. Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 6,8% anak usia 6-24 bulan mengalami wasting. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi telur dengan kejadian wasting pada anak usia 6-24 bulan [p-value = 0,022; OR = 5,903, 95%CI = (1,315 – 26,490)].

Wasting is an acute malnutrition condition that can lead to morbidity and mortality in children. The aim of this study was to determine the relationship between children and family characteristics with the incidence of wasting in children aged 6-24 months in Pasir Putih Village, Sawangan District, Depok City in 2020. This study used secondary data with a cross-sectional study design. The dependent variable in this study was the incidence of wasting. The independent variables in this study included children characteristics, family characteristics, feeding practices, protein consumption, and history of diarrhea. The data were then analyzed using univariate and bivariate analysis. The results of the study showed that 6,8% of children aged 6-24 months experienced wasting. The bivariate analysis results indicated a significant relationship between egg consumption and the occurrence of wasting in children aged 6-24 months [p-value = 0,022; OR = 5,903, 95%CI = (1,315 – 26,490)].
Read More
S-11426
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauziah Mauly Rahman; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Widiana Kusumasari
Abstrak: Kurang gizi adalah masalah kesehatan masyarakat pada baduta di Sulawesi Tengah. Kejadian kurang gizi dapat memberikan dampak morbiditas, mortalitas, dan disabilitas. Kurang gizi dapat terjadi karena berbagai faktor seperti kurangnya asupan makanan, buruknya sanitasi lingkungan, dan rumah tangga tidak tahan pangan. Asupan makanan dapat menurun drastis pada kejadian seperti bencana alam dan konflik sosial dan mampu mempengaruhi status gizi anak. Untuk melihat perbedaan proporsi kejadian underweight berdasarkan ketahanan pangan rumah tangga, dilakukan penelitian cross-sectional pada anak 6-23 bulan di wilayah terdampak bencana alam berupa gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Kota Palu. Hasil analisis dengan uji chi-square menunjukkan terdapat perbedaan bermakna status gizi baduta berdasarkan jenis kelamin anak (p value = 0.019, OR=3.750) dan berdasarkan tingkat pendidikan ibu (p value = 0.033, OR=2.804). Usia anak, besar rumah tangga, pekerjaan ibu, pendapatan per kapita rumah tangga, persentase pengeluaran pangan, jenis tempat tinggal, dan praktik pemberian makan pada anak merupakan faktor risiko yang penting pada kejadian underweight dalam penelitian ini, serta dapat digunakan untuk mengevaluasi program gizi dan kesehatan di Kota Palu. Kata kunci: Kurang gizi, underweight, baduta, bencana alam, ketahanan pangan rumah tangga vii Universitas
Read More
S-10016
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Afina Khoirunnisa Hidayat; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Rahmawati; Triyanti
Abstrak: Pandemi Covid-19 juga memberikan banyak pengaruh terhadap adopsi perilaku comfort eating pada remaja yang melibatkan konsumsi makanan tinggi gula, garam dan lemak (GGL) meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan frekuensi tinggi GGL sebelum dan saat pandemi Covid-19 pada siswa SMA. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Variabel dependen meliputi frekuensi konsumsi tinggi gula (cake/roti/donat/kue basah, minuman kopi, soft drink dan minuman kemasan), frekuensi konsumsi tinggi garam (chiki/snack, mie instan, makanan kalengan dan frozen food) dan frekuensi konsumsi tinggi lemak (French fries, fried chicken, burger/kebab/hotdog, pasta, makanan bersantan, makanan berlemak, tahu goreng, tempe goreng, ubi/sukun/pisang/cempedak/singkong goreng, perkedel/bakwan, risoles/panada/pastel, roti goreng dan kerupuk/keripik) serta variabel pendukung yaitu karakteristik individu dan karakteristik keluarga. Hasil analisis univariat menujukkan rata-rata terjadi penurunan frekuensi konsumsi pada siswa SMAN 1 Liwa dan SMAN 2 Liwa, hanya dua vaiabel yang mengalami kenaikan konsumsi yaitu minuman bersoda dan makanan kaleng. Perbedaan frekuensi konsumsi tinggi gula, garam dan lemak sebelum dan saat pandemi Covid-19 yang signifikan ditemukan pada frekuensi cake/roti/donat/kue basah (p-value=0.001) konsumsi minuman kopi (p-value=0.045), minuman kemasan (p-value=0.000), minuman bersoda (p-value=0.000), Snack/chiki (p-value=0.000), makanan kaleng (p-value=0.000), kentang goreng (p-value=0.000), fried chicken (p-value=0.004), burger/kebab/hotdog/pizza (p-value=0.000), pasta (p-value=0.000), makanan bersantan (p-value=0.005), rendang/jeroan (p-value=0.006), tahu goreng (p-value=0.000), tempe goreng (p-value=0.000), risoles/panada/pastel (p-value=0.001) dan kerupuk (p-value=0.012).
The Covid-19 pandemic has also had a lot of influence on the adoption of comfort eating behavior in adolescents which involves increasing consumption of foods high in sugar, salt and fat (GGL). This study aims to see the difference in the high frequency of GGL before and during the Covid-19 pandemic in high school students. The research design used in this study was cross sectional. The dependent variables include the frequency of high consumption of sugar (cake/roti/donat/kue basah, minuman kopi, soft drink dan minuman kemasan), the frequency of high consumption of salt (chiki/snacks, mie instan, makanan kaleng and frozen food) and the frequency of high-fat consumption (French fries, fried chicken, burger/kebab/hotdog, pasta, makanan bersantan, makanan berlemak, tahu goreng, tempe goreng, ubi/sukun/pisang/cempedak/singkong goreng, perkedel/bakwan, risoles/panada/pastel, roti goreng dan kerupuk/keripik) as well as supporting variables, namely individual characteristics and family characteristics. The results of the univariate analysis showed that on average there was a decrease in the frequency of consumption in SMAN 1 Liwa and SMAN 2 Liwa students, only two variables experienced an increase in consumption, namely soft drinks and canned food. Significant differences in the frequency of high sugar, salt and fat consumption before and during the Covid-19 pandemic were found in the frequency of cake/roti/donat/kue basah (p-value=0.001) konsumsi minuman kopi (p-value=0.045), minuman kemasan (p-value=0.000), minuman bersoda (p-value=0.000), Snack/chiki (p-value=0.000), makanan kaleng (p-value=0.000), kentang goreng (p-value=0.000), fried chicken (p-value=0.004), burger/kebab/hotdog/pizza (p-value=0.000), pasta (p-value=0.000), makanan bersantan (p-value=0.005), rendang/jeroan (p-value=0.006), tahu goreng (p-value=0.000), tempe goreng (p-value=0.000), risoles/panada/pastel (p-value=0.001) dan kerupuk (p-value=0.012).
Read More
S-11110
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive