Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31835 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fashya Amanda Balqis Rachardy; Pembimbing: Puput Oktamiani; Penguji: Helen Andriani, Zakiah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran manajemen tata kelola obat terapi COVID-19 di Kota Depok dalam menghadapi tren pandemi yang fluktuatif. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Validasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dengan wawancara bersama berbagai macam informan dan triangulasi metode dengan telaah dokumen serta observasi.
Read More
S-10855
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Egidius Ulukyanan; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Helen Adriani, Astrid Saraswaty
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Egidius Ulukyanan Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Manajemen Pengelolaan Obat Dalam Keadaan Bencana di Rumah Sakit Darurat RSUD dr.H.Ishak Umarella Provinsi Maluku Tahun 2019 Pembimbing : Dr. Dra.Dumilah Ayunigtyas, MARS Pelayanan Kefarmasian merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan menyelesaikan masalah terkait obat. Pada dasarnya pengelolaan obat di instalasi farmasi rumah sakit meliputi perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, penghapusan dan pengendalian dimana keempat tahap ini saling terkait dan saling mempengaruhi sehingga harus terkoordinasi dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengelolaan obat yang dilakukan rumah sakit umum daerah dr.H.Ishk Umarella Maluku dalam keadaan bencana alam terjadi.  Dengan desain penelitian kualitatif yang dilakukan dengan cara wawancara mendalam terhadap informan  yang bertanggungjawab terhadap farmasi RSUD dr.H.Ishak Umarella Maluku. Hasil penelitian ini yaitu perencanaan yang dilakukan rumah sakit dalam penyediaan obat yaitu dengan menyusun sesuai formula nasional dan formula rumah sakit dengan metode konsumsi yang dilakukan oleh tim perencana yang ditetapkan oleh  rumah sakit, proses pengadaan dilakukan menggunakan e-catalog, proses penerimaan obat dilakukan oleh tim penerima obat yang berkompeten dibidang farmasi, seluruh obat disimpan dalam ruangan/tenda yang menyesuaikan dengan kondisi untuk menjaga mutu dan kualitas obat dengan sistem penyusunan sesuai dengan jenis sediaan obat. Proses pendistribusian obat dilakukan dengan resep perorangan, baik pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap. Obat yang telah melewati batas kadaluarsa akan dilakukan pemusnahan dan obat yang disimpan dikendalikan dengan stok opname untuk menghindari kekosongan obat. Kendala yang dihadapi pada saat bencana yaitu ketersediaan sarana untuk penyimpanan obat. Disarankan kepada RSUD dr.H.Ishak Umarella agar dapat melakukan manajemen pengelolaan obat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan nasional meskipun tidak maksimal dikarenakan dalam keadaan bencana. Kata kunci: Manajemen obat, IFRS, Farmasi


ABSTRACT Name : Egidius Ulukyanan Study Program : Public Health Title : Management of Drug Management in a Disaster in the Emergency Hospital of Dr.H.Ishak Umarella Regional Hospital, Maluku Province in 2019 Counsellor : Dr. Dra.Dumilah Ayuningtyas, MARS Pharmaceutical Services is an activity that aims to identify, prevent and solve drug related problems. Basically the management of drugs in a hospital pharmacy installation includes planning, procurement, acceptance, storage, distribution, deletion and control where these four stages are interrelated and influence each other so that it must be coordinated optimally. This study aims to determine the management of drug management conducted by the regional general hospital Dr.H.Ishak Umarella Maluku in the event of a natural disaster. With a qualitative research design carried out by means of in-depth interviews with respondents who are responsible for the pharmacy Dr.H.Ishak Umarella Maluku General Hospital. The results of this study are the planning carried out by the hospital in the supply of drugs, namely by compiling in accordance with national formula and hospital formula with the consumption method carried out by the planning team prepared by the hospital, the procurement process is carried out using e-catalogs, the process of receiving drugs is carried out by the receiving team competent medicine in the pharmaceutical field, all drugs are stored in a room / tent that adjusts to the conditions to maintain the quality and quality of the drug with a drafting system according to the type of drug. The process of drug distribution is done by individual prescriptions, both outpatients and inpatients. Drugs that have passed the expiration date will be destroyed and the stored drug is controlled with the stock ofname of the drug to avoid the vacancy of the drug. The obstacle faced at the time of the disaster is the availability of facilities for drug storage. It is recommended to the RSUD Dr.H.Ishak Umarella to be able to manage the management of drugs in accordance with national standards, although not optimal because in a state of disaster. Keywords: Drug management, IFRS, Pharmacy

Read More
S-11550
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nahda Salimah; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Ascobat Gani, Devy Pelansiani, Encep Hermawan
Abstrak: Kebijakan komunikasi risiko yang tertuang dalam Pedoman Komunikasi Risiko untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan menjadi topik yang perlu diperhatikan sebab Indonesia merupakan negara yang sering mengalami bencana alam dan sedang mengalami bencana non-alam yaitu Pandemi COVID-19. Ada perbedaan komunikasi risiko pada penanganan COVID-19 di daerah rawan bencana. Hal ini di sebabkan ada dua ancaman sekaligus di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan komunikasi risiko dalam penanganan dan pengendalian COVID-19 di daerah rawan bencana. Penelitian ini berupa penelitian kuantitatif dan kualitaif. Desain penelitian adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel 451 responden di Wilayah Kabupaten Pandeglang dan menggunakan teknik random sampling. Metode pengumpulan data dengan kuesioner. Metode pengumpulan data yang kedua dengan cara wawancara mendalam. Wawancara mendalam dilakukan ke 4 informan yang berasal dari BPBD Wilayah Kabupaten Pandeglang dan Dinas Kesehatan Wilayah Kabupaten Pandeglang. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat mengenai COVID-19 dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, karena p sebesar 0,002 (p value < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan dalam pelaksanaan kebijakan, namun perlu adanya pertimbangan perubahan dalam isi Pedoman Komunikasi Risiko untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan dan memperhatikan ketersediaan anggaran khususnya anggaran program bencana alam
Read More
T-6428
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faris Muhammad; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Rahmat Aji Pramono
Abstrak:
Akses terhadap air bersih merupakan salah satu prasyarat penting dalam mewujudkan lingkungan sehat dan mendukung pemenuhan hak anak. Meskipun Provinsi Daerah Khusus Jakarta telah memperoleh predikat Provinsi Layak Anak dan terus meningkatkan cakupan layanan air bersih, masih terdapat kesenjangan akses serta tantangan dalam pemanfaatan layanan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola penyediaan air bersih di Provinsi Daerah Khusus Jakarta melalui perspektif collaborative governance dalam upaya mewujudkan lingkungan sehat sesuai kerangka kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif analitik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 12 informan yang terdiri atas aktor pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, serta telaah dokumen. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Collaborative Governance Ansell dan Gash. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi penyediaan air bersih didukung oleh adanya riwayat kerja sama antaraktor, kebutuhan bersama dalam mengatasi permasalahan air bersih, serta pembagian peran yang relatif jelas antar pemangku kepentingan. Keberlangsungan kolaborasi dipertahankan melalui forum koordinasi, komunikasi rutin, dan mekanisme akuntabilitas yang membantu menyelaraskan berbagai prioritas organisasi. Kolaborasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan penyediaan air bersih dan mendukung pencapaian indikator lingkungan sehat dalam kebijakan KLA. Namun demikian, masih ditemukan kesenjangan akses layanan, penggunaan sumber air alternatif oleh sebagian masyarakat, serta keterbatasan pemahaman mengenai keterkaitan air bersih, sanitasi, kesehatan anak, dan kebijakan KLA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa collaborative governance berperan penting dalam mendukung penyediaan air bersih dan lingkungan sehat bagi anak, namun efektivitasnya juga dipengaruhi oleh penerimaan layanan dan pemahaman masyarakat sebagai penerima manfaat.

Access to clean water is a fundamental prerequisite for creating a healthy environment and supporting the fulfillment of children's rights. Although the Special Region of Jakarta has been recognized as a Child-Friendly Province and continues to expand its clean water service coverage, disparities in access and challenges in service utilization remain. This study aims to analyze the governance of clean water provision in the Special Region of Jakarta through a collaborative governance perspective as an effort to support a healthy environment within the framework of the Child-Friendly City (CFC) policy. This study employed a qualitative approach with a descriptive analytical design. Data were collected through semi-structured in-depth interviews with 12 informants representing government institutions, the private sector, and community members, complemented by document review. The analysis was guided by Ansell and Gash's Collaborative Governance framework. The findings indicate that collaboration in clean water provision is supported by a history of inter-organizational cooperation, a shared need to address complex water-related challenges, and a relatively clear distribution of roles among stakeholders. The sustainability of collaboration is maintained through coordination forums, routine communication, and accountability mechanisms that help align differing organizational priorities. The collaboration has contributed to improving clean water provision and supporting the achievement of healthy environment indicators within the Child-Friendly City policy. However, challenges remain, including disparities in service access, continued reliance on bottled and refill drinking water by some communities despite the availability of piped water services, and limited public understanding of the relationship between clean water, sanitation, children's health, and the Child-Friendly City policy. This study concludes that collaborative governance plays an important role in supporting clean water provision and fostering a healthy environment for children in Jakarta. Nevertheless, its effectiveness depends not only on inter-organizational collaboration but also on public acceptance of services and community awareness regarding clean water, sanitation, and children's health.
Read More
S-12427
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Luh Komang Enggi Lindayani; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Masyitoh, Fajar Manuaba, I Desak Nyoman Yunita Pratiwi
Abstrak:
Latar Belakang: Unit Gawat Darurat (UGD) merupakan unit pelayanan yang membutuhkan tata kelola mutu yang efektif untuk menjamin keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Meskipun sebagian besar indikator mutu UGD RSU Kertha Usada Singaraja telah mencapai target, masih ditemukan beberapa keluhan pasien yang menunjukkan perlunya evaluasi implementasi tata kelola mutu. Tujuan: Menganalisis implementasi tata kelola mutu dalam pencapaian indikator mutu di UGD RSU Kertha Usada Singaraja Tahun 2025–2026 berdasarkan dimensi struktur, proses, dan outcome Model Donabedian. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap informan yang terdiri atas direktur, komite mutu, pimpinan UGD, penanggung jawab mutu, dokter, perawat, dan apoteker. Analisis dilakukan secara tematik berdasarkan dimensi struktur, proses, dan outcome. Hasil: Dimensi struktur menunjukkan bahwa UGD didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, sarana prasarana yang memadai, serta komitmen manajemen yang kuat. Namun, masih terdapat kendala berupa beban kerja ganda PIC mutu, keterbatasan dukungan radiologi, dan sistem pelaporan mutu yang belum terintegrasi dengan SIMRS. Pada dimensi proses, pelayanan telah berjalan sesuai standar melalui penerapan triase ATS dan START, pelayanan klinis yang berorientasi pada keselamatan pasien, serta monitoring indikator mutu secara berkala. Pada dimensi outcome, sebagian besar indikator mutu berhasil mencapai target yang ditetapkan, termasuk waktu tanggap pelayanan, kemampuan tindakan lifesaving, pengendalian mortalitas, dan pengelolaan komplain pasien. Kesimpulan: Implementasi tata kelola mutu di UGD RSU Kertha Usada telah berjalan dengan baik dan mendukung pencapaian indikator mutu pelayanan. Penguatan integrasi sistem informasi mutu, optimalisasi beban kerja petugas mutu, dan peningkatan dukungan layanan radiologi diperlukan untuk mendukung perbaikan mutu secara berkelanjutan. Kata kunci: tata kelola mutu, indikator mutu, Unit Gawat Darurat, Donabedian, rumah sakit

Background: The Emergency Department (ED) is a healthcare service unit that requires effective quality governance to ensure patient safety and service quality. Although most quality indicators at the Emergency Department of Kertha Usada General Hospital Singaraja have achieved their targets, several patient complaints were still identified, indicating the need to evaluate the implementation of quality governance. Objective: To analyze the implementation of quality governance in achieving quality indicators at the Emergency Department of Kertha Usada General Hospital Singaraja during 2025–2026 based on the structure, process, and outcome dimensions of the Donabedian Model. Methods: This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews involving informants consisting of the hospital director, quality committee representatives, emergency department managers, quality coordinators, physicians, nurses, and pharmacists. Data were analyzed thematically according to the structure, process, and outcome dimensions. Results: The structure dimension demonstrated that the Emergency Department was supported by competent human resources, adequate facilities and infrastructure, and strong management commitment. However, several challenges were identified, including the dual workload of the quality coordinator, limited radiology support, and a quality reporting system that was not yet integrated with the Hospital Management Information System (HMIS). In the process dimension, services were implemented in accordance with established standards through the application of the Australasian Triage Scale (ATS) and START triage system, patient safety-oriented clinical services, and regular monitoring of quality indicators. In the outcome dimension, most quality indicators successfully achieved the established targets, including response time, lifesaving performance, mortality control, and patient complaint management. Conclusion: The implementation of quality governance in the Emergency Department of Kertha Usada General Hospital has been effectively carried out and has supported the achievement of service quality indicators. Strengthening the integration of quality information systems, optimizing the workload of quality personnel, and enhancing radiology service support are necessary to sustain continuous quality improvement.
Read More
T-7596
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Randi Irmayanto; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Wahyu Sulistiadi, Roberia, Zakiah Muhammad
Abstrak:
Pengambilan keputusan tentang penanganan COVID-19 dalam situasi pandemi sangat penting untuk dilakukan di tengah banyaknya keputusan yang harus dibuat dalam rangka pembuatan kebijakan publik di sektor kesehatan. Penelitian ini berusaha melakukan evaluasi terhadap efektivitas kebijakan penanganan COVID-19 yang dilakukan di Kota Depok. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan fenomologi. Fenomena yang dilihat dalam penelitian ini adalah perkembangan kebijakan COVID-19 yang dikaitkan dengan aspek dukungan sumber daya dan strategi penanganan yang terdiri dari pencegahan, deteksi, dan respons. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sumber daya yang digunakan untuk penanganan COVID-19 dinilai belum sesuai seperti yang diharapkan karena lebih banyak berfokus pada kegiatan respons. Sementara itu, Secara umum kebijakan penanganan COVID-19 yang ditetapkan oleh Kota Depok dinilai sudah efektif jika dilihat dari perkembangan kasus yang tertangani sampai dengan tahun 2022. Namun begitu, berdasarkan hasil dari evaluasi efektivitas penanganan COVID-19 masih diperlukan peningkatan efektivitas pada kebijakan terkait pencegahan dan deteksi.

Decision-making on the handling of COVID-19 in a pandemic situation is very important to do in the midst of many decisions that must be made in the context of making public policies in the health sector. This study seeks to evaluate the effectiveness of covid-19 handling policies carried out in Depok City. In this study, qualitative proximity to phenomological design was used. The phenomenon seen in this study is the development of COVID-19 policies which are associated with aspects of resource support and handling strategies consisting of prevention, detection, and response. The results showed that the support resources used for handling COVID-19 were considered not as expected because they focused more on response activities. Meanwhile, in general, the COVID-19 handling policy set by Depok City is considered effective when viewed from the development of cases handled until 2022. However, based on the results of the evaluation of the effectiveness of handling COVID-19, it is still necessary to increase the effectiveness of policies related to prevention and detection.
Read More
T-6526
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Solehah; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Puput Oktamianti, Anang Risgiyanto
Abstrak: Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen penanganan COVID-19 oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Desa Pugul Kabupaten Bangka pada tahun 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil: Hasil penelitian ini merupakan gambaran manajemen penanganan COVID-19 oleh Satgas Penanganan COVID-19 di Desa Pugul tahun 2021 yang ditinjau dari gambaran input (SDM, Dana, Metode, Sarana dan Prasarana), gambaran manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan) serta gambaran output (penanganan kasus COVID-19).
Read More
S-10682
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lichita Indra; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Adik Wibowo, Agus Rahmanto
Abstrak: Pendahuluan: Covid-19 yang unprecedented menjadi wakeup call bagi banyak negara di dunia mengenai betapa tidak siapnya sistem kesehatan yang ada dalam menghadapi wabah penyakit berskala besar. Beberapa studi mendukung bahwasanya pandemi merupakan peristiwa struktural yang serupa, sehingga dunia selalu mencari hal-hal yang dapat dipelajari dari respons terhadap wabah penyakit. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan diri dan menanggapi wabah yang akan datang dengan lebih baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran respons berbagai negara terhadap pandemi Covid-19 dan mendapatkan lessons learned-nya untuk menjadi masukan dalam memperkuat sistem kesehatan untuk menghadapi wabah di masa yang akan datang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan memanfaatkan berbagai database elektronik internasional seperti SCOPUS, PubMed, Embase, dan EBSCO Host. WHO Covid-19 Strategic Preparedness and Response Plan 2021 (SPRP) serta WHO Six Building Blocks of Health System (building blocks) digunakan sebagai kerangka dalam menyusun analisis terhadap respons sistem kesehatan dan lessons learned yang didapatkan. Hasil: Pencarian literatur menghasilkan 16 artikel terinklusi yang dipublikasikan pada tahun 2020-2021. Hasil analisis melalui kerangka SPRP menemukan bahwa respons berbagai negara sangat beragam dan dipengaruhi oleh kekuatan sistem kesehatan, kesiapsiagaan, serta karakteristik negara. Lessons learned yang didapatkan berdasarkan building blocks adalah masih diperlukannya investasi, komitmen jangka panjang, perencanaan mitigasi pandemi, serta perlindungan yang adekuat bagi tenaga kesehatan untuk penguatan sistem kesehatan. Selain itu, regulasi pendukung yang jelas juga penting, terutama terkait dengan penggunaan data pribadi masyarakat untuk penanganan pandemi yang lebih baik di masa yang akan datang
Read More
S-10917
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirza Aulia; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Prastuti Soewondo, Erwin Yunaz, Loli Fitri
Abstrak: Latar belakang: Covid-19 adalah wabah pneumonia baru yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat termasuk di Indoesia. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah bersama Forkopimda adalah membentuk kampung Tangguh bencana Covid-19 di tingkat kelurahan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kampung Tangguh dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Payakumbuh. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualilatif dengan metode case study. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Dan upaya validitasi data dilakukan melalui triangulasi metode dan sumber. Hasil: Pelaksanaan Kampung Tangguh Payobasung dan Kampung Tangguh Kubang Gajah dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kota Payakumbuh telah berhasil sampai bulan Oktober, dibuktikan dengan tidak adanya kasus positif di kedua kampung Tangguh tersebut. Namun sejak terjadi kelonggaran pelaksanaan Kampung Tangguh terutama kegiatan piket di posko, pada bulan November sampai sekarang ditemukan peningkatan kasus positif di kedua Kampung Tangguh tersebut. Disamping itu di tahun 2021, ada beberapa pengalihan peran kader yang disesuaikan dengan kebijakan terbaru terutama dalam mensukseskan vaksinisasi. Kegiatan kader dalam mensosialisasikan dan memfasilitasi warga untuk vaksin telah berhasil mencapai cakupan vaksin di atas 30% pada kedua kampung tangguh tersebut. Kesimpulan: Kelonggaran pelaksanaan Kampung Tangguh Kubang Gajah disebabakan oleh kekurangan dana dan menurunnya kesadaran warga sejak diberlakukannya Adaptasi Kebiasaan Baru. Diharapkan semua pihak yang terlibat dapat berkolaborasi meningkatkan peran masing-masing dalam pengoptimalan pelaksanaan kampung tangguh sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Selanjutnya untuk Kelurahan lain dapat menerapkan/mengadopsi kekompakan kader dalam berkerja sama, pemanfaatan IT oleh Kampung Tangguh Kubang Gajah dan program Hatinya PKK sebagai Ketahanan Pangan Kampung Tangguh Payobasung untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 di kelurahan masing-masing.
Background: Covid-19 is a new pneumonia outbreak that has caused a public health emergency, including in Indonesia. Various efforts have been made by the Indonesian government and in collaboration with local governments for the prevention and control of Covid-19. One of the efforts made by the regional government together with Forkopimda is to form a Covid-19 disaster-resilient village at the village level. Therefore, this study aims to analyze the implementation of Kampung Tangguh in efforts to prevent and control Covid-19 at Payakumbuh city. Method: This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques are conducted through in-depth interviews, observations and document studies.And data validity efforts are carried out through triangulation of methods and sources. Result: The implementation of Kampung Tangguh Payobasung and Kubang Gajah in an effort to prevent and control Covid-19 in Payakumbuh City has been successful until October, as evidenced by the absence of positive cases in both Kampung Tangguh. However, since the implementation of Kampung Tangguh has been relaxed, especially picket activities at the post, in November until Now, an increase in positive cases has been found in both Kampung Tangguh. Besides that, in 2021, in 2021, there are several transfer of cadre roles adapted to the latest policies, especially in the success of vaccination.Cadre activities in socializing and facilitating citizens for vaccines have managed to achieve vaccine coverage above 30% in both Kampung Tangguh. Conclusion: The loose implementation of Kampung Tangguh Kubang Gajah is caused by underfunding and decreased awareness of citizens since the enactment of New Habit Adaptation. It is expected that all parties involved can collaborate to increase their respective roles in optimizing the implementation of resilient villages as an effort to prevent and control Covid-19. Furthermore, for other villages can apply / adopt the cohesiveness of cadres in cooperation, IT benefits by Kampung Tangguh Kubang Gajah and Hatinya PKK program as Food Security of Kampung Tangguh Payobasung for the prevention and control of Covid-19 in their respective villages
Read More
T-6162
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfi Wijaya Septian; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Hendra Utama
S-10327
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive