Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34695 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mega Sophiana Rahma Hanida; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Teti Tejayanti
Abstrak: COVID-19 dapat menyebabkan kasus kematian secara cepat dan luas, hal ini dapat menimbulkan dampak psikologis, yaitu ketakutan dan kecemasan.Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pengumpulan data primer secara crossectional. Penelitian dilakukan di RS Graha Juanda Bekasi Tahun 2021. Instrument menggunakan PASS (Perinatal Anciety Screening Scale). Jumlah responden sebanyak 60 orang.
Read More
S-10858
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizki Yulia; Pembimbing: Ahmad Syafiq, Rita Damayanti; Penguji: Dien Anshari, Eti Rohati, Muhammad Yusuf
Abstrak: Pandemi COVID-19 yang terjadi meningkatkan potensi terjadinya kecemasan pada ibu hamil. Kecemasan dapat memberi dampak negatif pada ibu dan bayi pada aspek fisiologis dan psikologis bahkan memberikan dampak hingga setelah persalinan meliputi baby blues syndrome, depresi postpartum hingga psikosis pasca melahirkan. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil pada masa pandemi COVID-19 di Kota Depok. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Desember 2021. Variabel penelitian meliputi variabel independen yaitu faktor paparan media, dukungan sosial, status ekonomi dan variabel dependen yaitu kecemasan kehamilan. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan Google Formulir yang disebarkan melalui media sosial berupa WhatsApp, Instagram dan YouTube. Pengumpulan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 211 responsden. Analisis bivariat menggunakan uji Kai kuadrat dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan 54,0% responsden mengalami kecemasan dan faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil pada masa pandemi COVID-19 adalah paparan media (p value = 0,0005). Ibu hamil yang selalu terpapar media berpeluang mengalami kecemasan sebesar 0,2 kali dibandingkan ibu hamil yang terkadang terpapar media. Kesimpulan penelitian adalah faktor dukungan sosial dan status ekonomi tidak berhubungan dengan kecemasan ibu hamil sedangkan faktor paparan media berhubungan dengan kecemasan ibu hamil
Read More
T-6353
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Pebrianti; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Dadan Erwandi, Hadi Pratomo, Hervita Diatri, Indra Supradewi
Abstrak: Tesis ini membahas kecemasan ibu hamil dengan riwayat keguguran di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk. Ibu hamil dengan riwayat keguguran sebelumnya memiliki tingkat kecemasan dalam kehamilan lebih tinggi daripada ibu hamil tanpa riwayat keguguran. Tujuan penelitian yaitu mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan ibu hamil dengan riwayat keguguran. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2020. Tempat penelitian di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Kota Jakarta Barat. Analisis bivariat menggunakan uji Kai Kuadrat sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan ibu hamil dengan riwayat keguguran yang mengalami kecemasan sebesar 65,4%. Analisis multivariat menunjukkan variabel yang berhubungan bermakna terhadap kecemasan ibu hamil dengan riwayat keguguran adalah variabel interval kehamilan, dukungan sosial, dan usia kehamilan (p-value <0,05). Hasil analisis didapatkan OR tertinggi pada variabel interval kehamilan yaitu 5,9 (95% CI 2,119-16,447), artinya ibu yang memiliki interval kehamilan pendek (<6 bulan) berisiko mengalami kecemasan hampir 6 kali lebih tinggi dibandingkan ibu yang memiliki interval kehamilan panjang (≥6 bulan). Variabel paling dominan yang berhubungan pada kecemasan ibu hamil dengan riwayat keguguran adalah interval kehamilan
This thesis discusses the anxiety of pregnant women with a history of miscarriage at the Puskesmas Kebon Jeruk District. Pregnant women with a history of previous miscarriage have higher levels of anxiety during pregnancy than women without a history of miscarriage. The research objective was to determine the factors associated with anxiety of pregnant women with a history of miscarriage. The research design used a quantitative approach with a cross-sectional method. Data collection was carried out in June-August 2020. The research site was in the work area of Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, West Jakarta City. The bivariate analysis used a Chi-Squared test while multivariate analysis used logistic regression.The results showed that 65.4% of pregnant women with a history of miscarriage experienced anxiety. Multivariate analysis showed that the variables significantly related to the anxiety of pregnant women with a history of miscarriage were pregnancy interval, social support, and gestational age (p-value <0.05). The results of the analysis obtained the highest OR on the pregnancy interval variable, namely 5.9 (95% CI 2.119-16.447), meaning that mothers who have a short pregnancy interval (<6 months) were at risk of experiencing anxiety almost 6 times higher than mothers who have long pregnancy intervals ( ≥6 months). The most dominant variable related to the anxiety of pregnant women with a history of miscarriage was the pregnancy interval
Read More
T-6041
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Juliandari; Pembimbing: Helda; Penguji: Syahrizal, Tri Wahyuningsih
Abstrak: Coronavirus Disease (COVID-19) merupakan penyakit pernafasan dengan tingkatpenyebaran tinggi yang dapat menular dari orang ke orang. COVID-19 menginfeksilebih dari 121.000 orang di dunia dan telah dinyatakan sebagai pandemi. Mesipun telahcukup lama dinyatakan sebagai pandemi namun pemahaman terkait COVID-19 dimasyarakat masih belum menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan, persepsi, dan perilaku masyarakat padapandemi COVID-19 di Kota Depok tahun 2020. Desain penelitian ini menggunakandesain penelitian cross-sectional. Penelitian ini diikuti oleh 226 responden, denganproporsi responden perempuan 69,9% dan laki-laki 30,1%. Hasil penelitian menunjukanproporsi pengetahuan responden yang baik 89,4%, proporsi persepsi positif 89,4%, danproporsi perilaku kebersihan diri yang baik 69%. Analisis bivariat menunjukan bahwaterdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan (p=0,05, OR=4,797) dandengan perilaku kebersihan diri (p=0,000, OR= 5,174). Terdapat hubungan usia dewasadengan perilaku kebersihan diri (p=0,001, OR=3,750) dan jenis kelamin denganperilaku kebersihan diri (p=0,015, OR=2,194).Kata kunci: Coronavirus, masyarakat, pandemi, personal hygiene.
Read More
S-10378
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Putri; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Putri Bungsu, Erah
Abstrak:

Pemeriksaan Triple Eliminasi bertujuan untuk mencegah penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil kepada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan tersebut di Puskesmas Kebayoran Baru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 236 responden ibu hamil. Hasil menunjukkan bahwa 66,5% ibu hamil melakukan pemeriksaan, dengan pengetahuan dan dukungan tenaga kesehatan sebagai faktor signifikan.


Triple Elimination examination aims to prevent transmission of HIV, syphilis, and hepatitis B from pregnant women to their babies. This study aims to identify factors related to the examination at the Kebayoran Baru Health Center. The method used is quantitative descriptive with a cross-sectional design, involving 236 pregnant women respondents. The results showed that 66.5% of pregnant women underwent the examination, with knowledge and support from health workers as significant factors.

Read More
S-11959
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Chalada; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Ratna Djuwita Hatma, Yati Afiyanti, Nurlaelasari
Abstrak:
Latar belakang: Fakta global bahwa gangguan kecemasan dan depresi semakin meningkat dari tahun ketahun. Ibu hamil termasuk kelompok rentan dengan gangguan kecemasan dan depresi karena mengalami perubahan fisik dan psikologis, serta perubahan peran dari masa kehamilan, persalinan, nifas dan kekhawatiran akan mengurus bayi, selain itu wanita 3,01 kali berisiko mengalami cemas dibandingkan pria. Studi baru-baru ini bahwa ibu hamil mengalami kecemasan 37%. Tujuan: Mengetahui efektivitas intervensi CBT untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil Sumber Data: Penelusuran studi hingga oktober 2022 pada database online: Proquest, Scince Direct dan PubMed, selanjutnya melakukan penelusuran melalui sumber yang tidak di publikasikan seperti tesis dan disertasi dari Universitas Indonesia (UI) Repository. Seleksi Studi: Kiteria inklusi dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebagai subyek, desain studi randomized controll trial (RCT). Originalresearch, periode studi tahun 2012 sampai dengan 2022 dan berbahasa inggris. kriteria ekslusi: ibu hamil pengguna obat psikiatri. Ekstraksi Data: Peninjau ektraksi data dan penilai risiko bias dilakukan oleh dua orang secara independent, bila menemukan ketidkasesuaian dilakukan diskusi sampai hasil yang di sepakati dan pengecekan ulang oleh pembimbing penelitian. Hasil: Tiga studi masuk kedalam meta-analisis dengan sampel CBT (117) dan control (118). terdapat perbedaan rerata efektivitas intervensi kelompok CBT dan Kontrol pada masing-masing studi, penelitian menunjukan perbedaan yang signifikan secara statistic dan klinis dengan nilai Tau2=36.85, efek gabungan yang diperoleh (perbedaan rata-rata = -20.84; IK 95% dari -30.06 sampai -11.62), sesuai dengan ukuran efek yang besar (4.43), setelah mengecualikan satu studi karena hasil post intervensi yang tidak signifikan (g(95%CI) = 0.40 (−0.13, 0.93) dimana kondisi kontrol treat as usual (TAU) yang tidak memungkinkan untuk mengontrol layanan kesehatan (bidan, dokter, perawat maternitas) yang diakses selama masa percobaan. Pada karakteristik usia ibu dan usia kehamilan tidak signifikan setelah dilakukan analisis Kesimpulan: Studi saat ini menunjukan bahwa kecemasan ibu hamil dapat diatasi atau di turunkan melalui terapi prilaku kognitive, dibuktikan dengan hasil temuan tinjauan sistematis dan meta-analisis terdapat efektifitas intervensi CBT dari masing-masing studi penelitian, dan memiliki keefaktifan yang berbeda setelah dibandingkan dengan kelompok control. Keseluruhan ada dua temuan utama: Durasi intervensi CBT (durasi jangka pendek dan jangka Panjang) efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil. Kedua populasi, CBT efektif untuk ibu hamil dengan hasil skrining positif kelainan kromosom dan riwayat infertilitas primer.

Background: It is a global fact that anxiety disorders and depression are increasing from year to year. Pregnant women are a vulnerable group with anxiety disorders and depression due to physical and psychological changes, as well as changing roles during pregnancy, childbirth, postpartum and worrying about taking care of the baby, besides women are 3.01 times more likely to experience anxiety than men. Recent studies that pregnant women experience anxiety 37%. Objective: to determine the effectiveness of CBT interventions to reduce anxiety levels in pregnant women Data Source: Search studies until October 2022 on online databases: Proquest, Science Direct and PubMed, then carry out searches through unpublished sources such as theses and dissertations from the University of Indonesia (UI) Repository. Study Selection: Inclusion criteria in this study were pregnant women as subjects, randomized control trial (RCT) study design. Original research, study period from 2012 to 2022 and speak English. Exclusion criteria: Pregnant women who use psychiatric drugs. Data Extraction: Reviewers of data extraction and risk assessments can be carried out by two people independently, if discrepancies are found, discussions are carried out, until the results are agreed upon and re-checked by the research supervisor. Result: Three studies entered into the meta-analysis with CBT (117) and control (118) samples. there were differences in the average effectiveness of the CBT and control group interventions in each study, the study showed statistically and clinically significant differences with a Tau2 value = 36.85, the combined effect was obtained (mean difference = -20.84; 95% CI from -30.06 to -11.62), corresponding to a large effect size (4.43), after excluding one study because the postintervention outcome was not significant (g(95%CI) = 0.40 (−0.13, 0.93) whereas the treat as usual (TAU) control condition was it is not possible to control the health services (midwives, doctors, maternity nurses) accessed during the trial period The characteristics of maternal age and gestational age are not significant after analysis. Conslusion: The current study shows that the anxiety of pregnant women can be overcome or reduced through cognitive behavioral therapy, as evidenced by the findings of a systematic review and meta-analysis showing the effectiveness of CBT interventions from each research study, and having different effectiveness when compared to the control group. Overall there were two main findings: The duration of the CBT intervention (short term and long term duration) was effective in reducing pregnant women's anxiety levels. In both populations, CBT is effective for pregnant women with positive screening results for chromosomal abnormalities and a history of primary infertility. Key words: effective intervention, cognitive behavioral therapy, anxiety disorders, pregnant women.  
Read More
T-6508
Depok : FKM UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fanny Mega Sari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Agustin Kusumayati, Evi Martha, Weni Muniarti, Marion Siagian
Abstrak: Fenomena pernikahan dini di Indonesia mengalami peningkatan pada masa pandemi COVID-19, faktor keuangan yang menurun selama pandemi COVID-19 dan faktor bosan belajar daring telah mempengaruhi sebagian besar anak-anak di Indonesia. Indonesia termasuk rangking 37 di dunia dengan persentase tertinggi Pernikahan Dini, Di Indonesia Provinsi paling tinggi angka pernikahan dini adalah Provinsi Kalimantan Selatan 12,52 persen, sedangkan pada posisi kedua berasal dari Provinsi Jawa Barat 11,48 persen.Penelitian yang dilakukan dengan metode Kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. dengan pendekatan Theory Of Reosened Action. Pernikahan dini yang terjadi pada perempuan di desa Cibaregbeg keseluruhan informan memiliki niat yang kuat untuk melakukan pernikahan dini,itu didasari dengan pemahaman seperti alasan tidak ingin membebankan orang tua,faktor pendidikan, faktor budaya, faktor pergaulan bebas dan bahkan memang ada faktor dari anak itu sendiri untuk menikah. Berpijak pada temuan tersebut, maka dirumuskan salah satu yang dapat memberikan tambahan kepada berbagai pihak, Penundaan usia pernikahan dikalangan remaja harus lah ditangani secara bersama. Pernikahan hendaklah memperhatikan faktor usia karena usia sangat berpengaruh terhadap kematangan fisik, non fisik seperti pola pikir. Umur sangat penting dalam menjalankan sebuah hubungan keluarga, karena seiring dengan bertambahnya umur seseorang maka pola pikirnya juga akan bertambah dan berubah
The phenomenon of early marriage in Indonesia has increased during the COVID-19 pandemic, the declining financial factor during the COVID-19 pandemic, and the boredom factor of online learning have affected most children in Indonesia. Indonesia is ranked 37th in the world with the highest percentage of Early Marriage, In Indonesia, the province with the highest early marriage rate in South Kalimantan Province 12.52 percent, while a second place comes from West Java Province 11.48 percent. The research was conducted using Qualitative methods with a case study research design. with the Theory Of Reasoned Action approach. The early marriage that occurs in women in Cibaregbeg village, all informants have a strong intention to marry early, it is based on understanding such as reasons for not wanting to burden parents, educational factors, cultural factors, promiscuity factors, and even there are factors from the child himself to get married. Based on these findings, one that can provide additions to various parties is formulated, the delay in the age of marriage among adolescents must be handled together. Marriage should pay attention to the age factor because age greatly affects physical, and non-physical maturity such as mindset. Age is very important in running a family relationship because as a person gets older, his mindset will also increase and change
Read More
T-7267
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadra Anniswah; Pembimbing: Besral; Milla Herdayati; Penguji: Ahmad Syafiq, Muhammad Rizal Naukoko, Nida Rohmawati
Abstrak: Latar Belakang: KEK pada ibu hamil menyebabkan mortalitas dan morbiditas bagi ibu maupun anak yang dilahirkan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan status KEK perlu diketahui agar dapat ditentukan intervensi dalam penurunan prevalensi KEK.
Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan KEK pada ibu hamil di Kabupaten Buol Tahun 2021.
Metode Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional yang dilakukan di Kabupaten Buol. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 239 ibu hamil. Variabel terikat berupa status KEK sedangkan variabel bebas berupa karakteristik ibu, pendapatan keluarga, umur pertama menikah, jarak kehamilan, pengetahuan gizi ibu hamil, frekuensi dan asupan makanan (karbohidrat, energi, protein), akses layanan kesehatan (ANC, K1, dan PMT). Analisis yang dilakukan berupa uji univariat, bivariat dengan menggunakan uji Chi square, dan multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil: Prevalensi KEK dalam penelitian ini adalah sebesar 23.4%. Variabel yang berhubungan dengan status KEK (p<0.05) dalam penelitian ini adalah jarak kehamilan, umur pertama menikah, dan PMT.
Simpulan dan saran: faktor yang paling mempengaruhi KEK adalah usia pertama menikah. Diperlukan pendidikan gizi untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil megenai pentingnya nutrisi saat kehamilan serta terkait sumber dan cara yang tepat mengolah pangan lokal alami untuk mencukupi asupan nutrisi. Selain itu dibutuhkan edukasi untuk menunda usia pernikahan dan kehamilan agar mencapai usia ideal, serta mengatur jarak kelahiran ideal untuk meminimalisasi risiko KEK serta komplikasi kehamilan dan persalinan. Peningkatan pengetauan juga perlu didampingi dengan perubahan sikap, intensi dan ketersediaan akses untuk dapat mencapai perubahan perilaku masyarakat. Kata Kunci: Kekurangan Energi Kronis (KEK), ibu hamil
Background: Chronic energy deficiency in pregnancy can cause mortality and morbidity in both maternal and her children. Factors associated with chronic energy deficiency to be known to determine an intervention for decreasing prevalence chronic energy deficiency.
Objectives: To analyze the factors associated with chronic energy deficiency in Buol Regency.
Methods: Design study was cross-sectional conducted in Buol Regency. Total sample was 239 pregnant women. The dependent variables was chronic energy deficiency status while the independent variable were subject characteristic, family income, age of first marriage, pregnancy distance, antenatal care, supplementary feeding, maternal nutrition knowledge, eating behavior, carbohydrate, energy, and protein intake . Statistical analysis were univariate, bivariate analysis using Chi Square, and multivariate analysis using logistic regression.
Results: The prevalence of chronic energy deficiency in this study was 23.4%. Variables associated with chronic energy deficiency (p<0.05) was pregnancy distance, age of first marriage, and supplementary feeding.
Conclusions and suggestions: age of first marriage is the strongest associated factor to CED. Nutritional education is needed to increase the knowledge of pregnant women to meet the importance of nutrition during pregnancy, related sources and ways to properly process natural local food to meet nutritional intake. In addition, education is needed to delay the age of marriage and pregnancy in order to reach the ideal age, and set the ideal birth distance to minimize the risk of CED and complications of pregnancy and childbirth. Increasing knowledge also needs to be accompanied by changes in attitudes, intentions and availability of access to be able to achieve changes in people's behavior.
Read More
T-6291
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helda; Pembimbing: Mieke Savitri
T-1106
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulis Hana Pratiwi; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Lilysiana
Abstrak: Permasalahan gizi seperti anemia pada ibu hamil masih merupakan fokus perhatian dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. 40 % kematian ibu di dunia berkaitan dengan anemia pada kehamilan. Laporan Riskesdas tahun 2013 menyebutkan bahwa prevalensi anemia dalam kehamilan di Indonesia sebesar 37,1 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi anemia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Sumber data pada penelitian ini adalah kohort ibu dan register ibu hamil. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah 195 ibu hamil.

Hasil penelitian menunjukkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Kota Bogor tahun 2017 sebesar 24,1 %. Berdasarkan hasil analisis didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan adalah umur kehamilan (nilai P: 0,048) dan kekurangan energi kronik (nilai P: 0,013). Sedangkan faktor umur ibu, paritas dan jarak kelahiran tidak berhubungan dengan kejadian anemia pada kehamilan. Berdasarkan penelitian ini, perlu peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenaik kebutuhan zat gizi terutama zat besi selama kehamilan dan pembentukan program pengawasan minum tablet tambah darah untuk memantau semua ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah sesuai dengan kebutuhan selama kehamilan.

Kata kunci: Anemia, Ibu hamil, Faktor-faktor

Nutrition problems such as anemia in pregnant women are still the focus of attention in health development in Indonesia. 40% of maternal deaths in the world are associated with anemia in pregnancy. The Riskesdas report of 2013 states that the prevalence of anemia in pregnancy in Indonesia is 37.1%. This study aims to determine the prevalence of anemia and factors affecting the incidence of anemia in pregnant women in the Working Area of Merdeka Healt Centers 2017. This research is a quantitative research using cross sectional design. Sources of data in this study were maternal cohorts and maternal registers. The sampling technique used was total sampling with the number of 195 pregnant women.

The results showed that the prevalence of anemia in pregnant women in the Work Area of Merdeka Health Center Bogor City in 2017 was 24.1%. Based on the analysis results obtained factors associated with the incidence of anemia in pregnancy is the age of pregnancy (P value: 0.048) and chronic energy deficiency (P value: 0.013). While the maternal age, parity and birth spacing factors were not associated with the incidence of anemia in pregnancy. Based on this research, it is necessary to increase the knowledge of pregnant mother about requirement of nutrient especially iron during pregnancy and establishment of supervision program of tablet consumption to all pregnant woman consume tablets added blood as needed during pregnancy.

Keywords: Anemia, pregnant women, factors
Read More
S-9721
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive