Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35242 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ida Ayu Indira Dwika Lestari; Promotor: Fatma Lestari; Kopromotor: Amal Chalik Sjaaf, Mila Tejamaya; Penguji: Robiana Modjo, Ede Surya Darmawan, Dewi Rahayu, Waluyo, Audist Indirasari Subekti
Abstrak:
Industri migas erat kaitannya dengan bahan berbahaya, menggunakan proses yang berisiko tinggi, masih menggunakan banyak tenaga kerja, serta menggunakan konstruksi fasilitas peralatan yang besar dan kompleks menyebabkan aspek K3 sangat penting untuk diterapkan. Terlebih 87,7% kecelakaan pada Industri Migas disebabkan oleh kontraktor. Dalam studi ini, akan dikembangkan terkait indikator apa saja yang terkait dengan biaya dan manfaat implementasi K3 pada perusahaan mitra kerja KKKS hulu migas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan studi kasus pada 10 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan Penelitian yang dilakukan pada perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha manufactur, consultant, EPC, petrochemical, construction, general contractor, sub contarctor, inspection, F&B, clinic telah melakukan kegiatan implementasi K3. Implementasi yang dilakukan di 10 perusahaan kontraktor KKKS memberikan gambaran positif terkait uapaya implementasi K3 di tempat kerja. Dari hasil studi kasus yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan Implementasi K3 adalah terkait indikator biaya pengukuran lingkungan kerja sebesar 60% dari perusahaan yang terlibat dalam penelitian ini. Prioritas berikutnya adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk melakukan kegiatan emergency respond plan, pemenuhan APD, promosi K3, pelatihan K3, rekrutmen tenaga ahli, sertikasi, P3K, MCU. Terkait dengan pengeluaran yang akan dikeluarkan oleh perusahaan jika terjadi kecelakaan sebanyak 47 % perushaan yang menyatakan bahwa biaya terkait losstime akibat dari terhentinya pekerjaan ini menjadi biaya tertinggi yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Ketika kecelakaan/PAK ini dapat diatasi dan tidak terjadi, ini akan meberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak tidak langsung. Dalam hal ini 38% perusahaan, menerima manfaat lansung yaitu pada penghematan biaya medis, penghematan biaya losstime serta penghematan biaya penggantian akibat kerusakan alat. Manfaat tidak langsung yang dirasakan oleh perusahaan terkait dengan implementasi K3 di tempat kerja ini adalah pada peningkatan produktivitas serta peningkatan citra perusahaan Kata kunci: Indikator Biaya manfaat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Manajemen Risiko, kontraktor minyak dan gas

Oil and gas industry is closely related to hazardous materials, uses high-risk processes, still uses a lot of manpower, and uses large and complex construction of equipment facilities, causing the OHS aspect to be very important to implement. Moreover, 87.7% of accidents in the Oil and Gas Industry are caused by contractors. In this study, indicators will be developed related to the costs and benefits of implementing OHS in upstream oil and gas KKKS partner companies. This study uses a qualitative and quantitative approach by conducting case studies on 10 companies. The results show that research conducted on companies engaged in manufacturing, consultant, EPC, petrochemical, construction, general contractor, sub contractor, inspection, food and baverage, clinic. Overall business activities have carried out K3 implementation activities. The implementation carried out in 10 KKKS contractor companies gave a positive picture regarding efforts to implement K3 in the workplace. From the results of the case studies, the priority in the implementation of K3 implementation is related to the indicator of the cost of measuring the work environment by 60% of the companies involved in this research. The next priority is the costs incurred by the company to carry out emergency response plans, fulfillment of PPE, promotion of K3, K3 training, recruitment of experts, certification, first aid kit, MCU. Associated with expenses that will be incurred by the company in the event of an accident as many as 47% of companies stated that the costs related to losstime because of the cessation of this work were the highest costs to be incurred by the company. When this accident/PAK can be overcome and does not occur, this will provide benefits both directly and indirectly. In this case, 38% of companies receive direct benefits, namely savings in medical costs, savings in losstime costs and savings in replacement costs due to equipment damage. The indirect benefits felt by the company related to the implementation of K3 in the workplace are in increasing productivity and improving the company's image. Key words: Cost Benefit Analysis, Occupational Health and Safety, Risk management, Oil and gas contractor company.
Read More
D-455
Depok : FKM-UI, 2022
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendra Widiyanto; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Laksita Ri Hastiti, Muhamad Dawaman, Yuni Kusminanti
Abstrak:
Penelitian ini membahas gambaran persepsi risiko keselamatan kerja pada pekerja di PT.X dengan pendekatan paradigma psikometri yaitu kesukarelaan terhadap risiko, kesegeraan dampak, pemahaman risiko berdasarkan pengalaman, potensi dampak risiko, reaksi yang ditimbulkan risiko, keparahan risiko, pengetahuan terhadap risiko, pengendalian terhadap risiko dan tingkat kebaruan risiko. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif, pengambilan data dengan cara penyebaran kuisioner, dilakukan pada bulan Juni 2024, di PT.X, Sumatera Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas persepsi risiko keselamatan kerja pada pekerja PT.X adalah baik yaitu sebanyak 55.1% pekerja memiliki persepsi baik (tinggi) dan 44.9% pekerja dari total responden memiliki persepsi buruk (rendah) terhadap keselamatan kerja. Disarankan terhadap PT.X terus meningkatkan pelatihan-pelatihan dan pengawasan terhadap pekerja yang bertujuan untuk meminimalisir tindakan tidak aman dan mencegah kecelakaan kerja di lingkungan operasional PT.X.

This study discusses the description of occupational safety risk perception in workers at PT.X with a psychometric paradigm approach, namely voluntariness of risk, immediacy of impact, understanding of risk based on experience, potential risk impact, risk reaction, risk severity, knowledge of risk, risk control and level of risk novelty. This research is a quantitative research with descriptive design, data collection by distributing questionnaires, conducted in June 2024, at PT.X, South Sumatra. The results showed that the majority of perceptions of occupational safety risks in PT.X workers were good, namely as many as 55.1% of workers had good perceptions (high) and 44.9% of workers from total respondents had poor perceptions (low) of occupational safety. It is recommended that PT.X continue to improve training and supervision of workers which aims to minimise unsafe acts and prevent work accidents in the PT.X operational environment.
Read More
T-7146
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syarifah Nur Beti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-5995
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Mustikarini; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Fatma Lestari, Achmad Ruchyana Muliadiredja, Samil Mukhlisin Yauma Hasan
T-3483
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adam Maryanto; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Robiana Modjo
Abstrak:
Risiko psikososial merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan, kesejahteraan, dan keselamatan pekerja, khususnya pada industri hulu minyak dan gas bumi yang memiliki karakteristik pekerjaan berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hazard psikososial, menilai tingkat risiko psikososial, menganalisis efek yang dialami pekerja, mengidentifikasi kebutuhan konseling dan pemantauan psikososial, serta menganalisis tren keterkaitan hazard psikososial dengan faktor-faktor yang muncul dalam investigasi incident pada pekerja PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain kuantitatif deskriptif cross-sectional sebagai pendekatan utama, yang dilengkapi analisis kualitatif terhadap data sekunder investigasi incident melalui pattern matching. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan terhadap 204 respons lengkap yang berasal dari pekerja organik dan mitra kerja. Instrumen dikembangkan peneliti melalui adaptasi selektif dari konsep HSE Management Standards Indicator Tool, NIOSH, ICAWS, NASA-TLX, MBI, JCQ, dan JD-R. Data kualitatif menggunakan data sekunder investigasi incident PT X Zona 7 Tahun 2025 untuk menjelaskan pola hasil kuantitatif, bukan untuk membuktikan hubungan sebab-akibat langsung antara hazard psikososial dan incident. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hazard psikososial dominan pada lingkungan kerja meliputi tuntutan pekerjaan yang tinggi, beban kerja, keterbatasan fasilitas dan peralatan kerja, serta kurangnya pelatihan. Pada lingkungan rumah dan sosial, hazard dominan meliputi kurangnya waktu bersama keluarga, masalah dengan pasangan, masalah keuangan keluarga, dan kondisi kesehatan keluarga. Pada faktor individu, hazard dominan meliputi mudah lupa, kurang teliti, kehilangan konsentrasi, rendahnya daya tahan terhadap stres, dan tidak sabar. Sebagian besar risiko psikososial berada pada kategori rendah hingga sedang. Efek yang paling banyak dirasakan pekerja meliputi pusing kepala, kelelahan, kecemasan, mudah lupa, penurunan daya ingat, kesalahan kerja, dan penurunan produktivitas. Analisis tren menunjukkan adanya kesesuaian pola antara hazard psikososial dominan dengan faktor-faktor yang muncul dalam investigasi incident, terutama yang berkaitan dengan kegagalan identifikasi bahaya, pelanggaran prosedur kerja, penggunaan peralatan yang tidak memadai, dan kesalahan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hazard psikososial berpotensi memengaruhi kesehatan, perilaku kerja, dan keselamatan kerja. Oleh karena itu, pengelolaan risiko psikososial perlu dilakukan secara terintegrasi melalui pemantauan psikososial, konseling pekerja, penguatan dukungan organisasi, serta peningkatan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

Psychosocial risk is one of the factors that may affect workers’ health, well-being, and safety, particularly in the upstream oil and gas industry, which is characterized by high-risk work activities. This study aimed to identify psychosocial hazards, assess psychosocial risk levels, analyze psychosocial effects experienced by workers, identify counseling and psychosocial monitoring needs, and examine trends in the relationship between psychosocial hazards and factors identified in incident investigations at PT X. This study used a mixed methods approach with a descriptive quantitative cross-sectional design as the main approach, complemented by qualitative analysis of secondary incident investigation data using pattern matching. Quantitative data were collected from 204 complete responses from permanent and contractor workers. The researcher-developed instrument selectively adapted concepts from the HSE Management Standards Indicator Tool, NIOSH, ICAWS, NASA-TLX, MBI, JCQ, and JD-R. Qualitative data were obtained from secondary incident investigation data from PT X Zone 7 in 2025 to explain the quantitative pattern, not to prove a direct causal relationship between psychosocial hazards and incidents. The results showed that the dominant psychosocial hazards in the work environment included high job demands, workload, inadequate facilities and work equipment, and insufficient training. In the home and social environment, the dominant hazards included lack of family time, marital problems, family financial problems, and family health issues. Individual-related hazards were dominated by forgetfulness, lack of attention to detail, loss of concentration, low stress tolerance, and impatience. Most psychosocial risks were categorized as low to moderate. The most frequently reported effects included headaches, fatigue, anxiety, forgetfulness, memory decline, work errors, and reduced productivity. Trend analysis revealed a pattern consistency between dominant psychosocial hazards and factors identified in incident investigations, particularly hazard identification failures, procedural violations, inadequate equipment, and work-related errors. This study concludes that psychosocial hazards have the potential to influence workers’ health, work behavior, and occupational safety. Therefore, psychosocial risk management should be implemented through integrated psychosocial monitoring, employee counseling programs, strengthened organizational support, and continuous improvement of occupational health and safety management systems.
Read More
T-7721
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gustiantira Alandi; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Siti Fitriyani
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang peran keselamatan dan kesehatan kerja pada penanganan pandemi COVID-19 di hulu migas. Desain penelitian yang digunakan ialah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data didapatkan berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan beberapa narasumber di sektor hulu migas. Analisis data dilakukan dengan melihat gambaran peran keselamatan dan kesehatan kerja pada penanganan pandemi COVID-19 di hulu migas meliputi peran dan tantangan K3, guidance atau pedoman COVID-19, alur koordinasi dan komunikasi, kesiapsiagaan awal masuknya pandemi COVID-19, serta ekfektivitas penanganan pandemi COVID-19 di sektor hulu migas. Penanganan pandemi COVID-19 di hulu migas berdasarkan teori hierarki pengendalian yaitu pengendalian engineering, administrasi, dan alat pelindung diri (APD).
Read More
S-10749
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendri; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, I Made Sudarta
Abstrak: Tesis ini membahas efektifitas penerapan SMK3 perusahaan KKKS GOKPL dalam menekan kecelakaan kerja kegiatan eksplorasi MIGAS di indonesia. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan implementasi SMK3 agar ditingkatkan karena terlihat efektif dalam menurunkan kecelakaan kerja, perusahaan agar melakukan audit secara rutin untuk memastikan bahwa SMK3 dijalankan oleh semua jenjang didalam organisasi dan dapat menjalankan perbaikan yang berkelanjutan, evaluasi SMK3 Kontraktor (CSMS) agar terus ditingkatkan,bisnis perusahaan banyak melibatkan kontraktor yang merupakan salah satu penentu terciptanya keselamatan dan kesehatan ditempat kerja, dan sangat mempengaruhi dalam menekan angka kecelakaan seperti yang telah dibahas dalam penelitian ini.

The focus of this study is to determine the GOKPL Company OHS-MS Implementation Level in reducing accident rate in Oil & Gas exploration activity. This is a qualitative study with descriptive design. The results suggest that OHSMS implementation be improved because it does effective in reducing accident rates, Company to conduct regular audits to ensure that OHSMS runs by all level towards continuous improvement, and evaluation of the Contractors Safety Management System (CSMS) to be improved, given the company's business involves some contractors, which is one of contributing factor in creating safe workplace, and affects the number of accidents.
Read More
T-3683
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Safira; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Laksita Ri Hastiti, Lorencius Kukuh Prabowo, Mohammad Rifky Rosadi
Abstrak: Proyek konstruksi gedung wajib memiliki SMK3 dikarenakan memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 66/SE/M/2015 tentang Biaya Penyelenggaraan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. Tujuan studi ini yaitu untuk melihat gambaran rincian kegiatan penyelenggaraan SMK3 sesuai dengan surat edaran tersebut pada proyek konstruksi gedung. Desain penelitian ini adalah analisis deskriptif dan unit analisisnya adalah proyek konstruksi gedung di Jabodetabek yang dimulai pada tahun 2016-2019 sebanyak 15 proyek. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan SE Menteri PUPR Nomor 66/SE/M/2015, kemudian disebarkan kepada responden menggunakan teknik purposive sampling. Semua proyek yang menjadi unit analisis penelitian ini telah mengalokasikan biaya K3 sesuai Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 66/SE/M/2015. Komponen dengan rata-rata alokasi biaya tertinggi adalah komponen personil K3 (komponen 6) dan yang terendah adalah komponen penyiapan RK3K (komponen 1). Masing-masing tren antara biaya K3 dengan FAR, MTR Fat-R dan FR menunjukkan bahwa semakin tinggi biaya K3 maka FAR, MTR, Fat-R dan FR semakin rendah, namun hal tersebut tidak berlaku bagi proyek 5, 11 dan 1. Uji t menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara biaya K3 dengan FAR
Read More
T-6066
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulkifli Djunaidi; Promotor: Haryoto Kusnoputranto; Ko-promotor: Johny Wahyudi M. Soedarsono; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Sulistijono, Dedi Priadi, Fatma Lestari, Tri Edi Budhi Soesilo
D-242
Depok : FKM-UI, 2010
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cecep Dani Sucipto
616.98 SUC k
Yogyakarta : Gosyen Publishing, 2014
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive