Ditemukan 17259 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Dodhi Widyatnoko; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Besral, Rico Kurniawan, Soetrisno
Abstrak:
Lembaga/organisasi bisnis dan non-bisnis perlu mulai menerapkan manajemen risiko terkait upaya menjaga kesehatan anggota/karyawan/pekerja pada masa kesiagaan pandemi Covid-19 saat ini, dimana manajemen risiko merupakan bagian dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Salah satu bentuk upaya tersebut adalah melakukan identifikasi faktor dan pengukuran risiko penyakit kardiovaskular. Laporan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nasional menyebutkan sebesar 14% dari 5,987 pasien positif Covid-19 yang meninggal, memiliki komorbid penyakit kardiovaskular. Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM- PTKes). mempekerjakan ±900 asesor, dimana tim asesor cukup berisiko terpapar Covid- 19 karena model kerja penilaian akreditasi program studi perlu melakukan verifikasi lapangan (visited). Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun sebuah Decision Support System (DSS) berbasis web dalam rangka upaya pencegahan/pengendalian faktor dan pengukuran risiko penyakit kardiovaskular serta menyediakan dukungan informasi bagi pengelola LAM-PTKes untuk pembuatan kebijakan terkait kesehatan asesor. Metode pengembangan aplikasi menggunakan System Development Life Cycle (SDLC) dengan penerapan Rapid Application Development (RAD) model prototyping dan evaluasi sistem dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Aplikasi DSS dapat diakses secara online dengan tampilan berbentuk dashboard dinamis yang berisi informasi klasifikasi risiko, rekaman faktor risiko, saran edukasi pengendalian faktor risiko penyakit kardiovaskular. Hasil penilaian tingkat penerimaan teknologi, mayoritas (91,0%) pengguna (asesor) setuju sistem informasi DSS berguna/bermanfaat, sangat mudah dipahami/digunakan, dan bersedia untuk kembali menggunakan. Selain itu, dari data faktor risiko diperoleh informasi proporsi sebagian besar (52,4%) asesor LAM- PTKes berada pada kategori risiko tinggi untuk mengalami penyakit kardiovaskular. Penilaian risiko kardiovaskular tersebu berdasarkan perhitungan Skor Kardiovaskular Jakarta.
Read More
T-6329
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kanti Laras; Pembimbing: Sabarinah B. Prasetyo
T-823
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dyana Santika Sari; Pembimbing: Besral; Penguji: Iwan Ariawan, Artha Prabawa, Nita Mardiah, Eva Sulistiowati
Abstrak:
Penderita obesitas di dunia terus meningkat tidak hanya di negara maju namun negara berkembang seperti Indonesia. Peningkatan kejadian obesitas ternyata juga sejalan dengan peningkatan kejadian Sindrom Metabolik (SM) salah satunya adalah Diabetes Mellitus Tipe 2. Pengukuran obesitas yang selama ini dilakukan belum akurat. ABSI menggabungkan hasil ukur lingkar pinggang dengan IMT dan tinggi badan sebagai upaya mencari indikator antropometri baru yang lebih valid dalam menggambarkan bahaya dari kegemukan dan obesitas. Sedangkan untuk memperkiraan kejadian Diabetes agar menjadi lebih akurat diperlukan durasi obesitas. Aktivitas fisik diduga menjadi faktor utama yang mempengaruhi kejadian obesitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain studi kohor retrospektif. Analisis penelitian menggunakan survival dengan regresi cox. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2.591 orang dewasa dengan obesitas di 5 Kelurahan di Kota Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan ketahanan terhadap DM Tipe 2 paling rendah terjadi pada orang obesitas yang melakukan aktivitas fisik rendah dibandingkan dengan yang beraktifitas sedang dan tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi survival time antara lain umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, asupan karbohidrat, dan asupan lemak.
Read More
T-5712
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Loli Adriani; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Martya Rahmaniati, Telly Purnamasari Agus
S-7325
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rifi Adi Sucipto; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Besral, Artha Prabawa, Wartoni
Abstrak:
Salah satu komponen pendukung keberhasilan kegiatan pemantauan status kesehatan jamaah haji di Debarkasi Jakarta-Bekasi yaitu adanya sistem informasi yang memberikan dukungan ketersediaan data dan informasi yang tepat waktu dan lengkap. Sistem pencatatan dan pelaporan saat ini masih dilakukan secara manual. Hal ini mengakibatkan terhambatnya penyusunan laporan karena data yang dilaporkan tidak tepat waktu. Penelitian ini bertujuan membangun sistem online untuk memperbaiki kualitas data agar bisa dipakai untuk mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit menular serta monitoring dan evaluasi kegiatan pemantauan status kesehatan jamaah haji di Debarkasi Jakarta-Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh gambaran sistem informasi yang sedang berjalan saat ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Informasi yang diperoleh menjadi dasar membuat rancangan sistem berdasarkan pada tahapan pengembangan sistem yaitu System Development Life Cycle (SDLC) dengan metode prototipe. Penelitian ini menghasilkan prototype sistem pemantauan status kesehatan jamaah haji berupa aplikasi berbasis web online. Sistem ini mempermudah proses pengumpulan dan pengolahan data secara tepat waktu dan lengkap karena prosesnya dilakukan secara otomatis oleh teknologi komputer. Penyimpanan data menggunakan teknologi basis data, sehingga memudahkan penelusuran data. Keluaran sistem berupa penyajian informasi yang lebih berkualitas untuk mendukung upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit menular yang berpotensi dibawa oleh jamaah haji serta monitoring dan evaluasi kegiatan pemantauan status kesehatan jamaah haji di Debarkasi Jakarta-Bekasi. Sistem informasi online ini dapat diimplementasikan di Debarkasi Jakarta-Bekasi karena sarana dan sumber daya manusia sudah tersedia. Kata kunci : Jamaah haji, Sistem Informasi, Status Kesehatan One of the components supporting the success of monitoring health status pilgrims in Debarkasi Jakarta-Bekasi is the existence of information systems that provide support data availability and information on time and complete. The current recording and reporting system is still being done manually. This resulted in delays in the preparation of reports because the reported data were not timely. This study aims to build an online system to improve the quality of data to be used to support early detection and prevention of infectious diseases as well as monitoring and evaluation of monitoring activities of pilgrim health status in Debarkasi Jakarta-Bekasi. This study uses a qualitative approach to obtain an overview of information systems that are running at this time. Data collection is done through indepth interviews and document review. Information obtained becomes the basis of making the system design based on the stages of system development that is System Development Life Cycle (SDLC) with prototype method. This study resulted in prototype of monitoring system of health status of pilgrims in the form of web based online application. This system facilitates the process of collecting and processing data on time and complete because the process is done automatically by computer technology. Data storage uses database technology, making data browsing easier. The output of the system in the form of presentation of more qualified information to support early detection and prevention of communicable diseases that potentially brought by pilgrims as well as monitoring and evaluation of monitoring activities of pilgrim health status in Debarkasi Jakarta-Bekasi. This online information system can be implemented in Debarkasi Jakarta-Bekasi because the facilities and human resources are available. Keywords : Pilgrims, Information Systems, Health Status
Read More
T-4850
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anita Dwi Astuti; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Verry Adrian
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis spasial proporsi kejadian penyakit diare dengan kepadatan penduduk, pendidikan rendah, depot air minum, tempat pengelolaan pangan, fasilitas kesehatan (puskesmas), dan tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan) di DKI Jakarta tahun 2019. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional karena penelitian dilakukan menggunakan data sekunder yang tersedia di website akses bebas yang meliputi variabel jumlah kejadian diare tahun 2019 untuk setiap kecamatan yang terdiri dari 36 kecamatan, kepadatan penduduk, pendidikan rendah, sumber air minum, tempat pengelolaan pangan, tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan), dan fasilitas kesehatan (puskesmas).
Read More
S-10712
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Vebby Amellia Edwin; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Fitra Yelda, Robert Meison Saragih
Abstrak:
Penyebab kematian akibat penyakit tidak menular semakin meningkat setiap tahunnya. Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian utama di Indonesia. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah pada pembuluh darah arteri yang ditunjukkan dengan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo merupakan salah satu Kecamatan di Jakarta Timur yang aktif melaksanakan deteksi dini terhadap faktor risiko penyakit kardiovaskuler. Tujuan dengan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risikoyang berhubungan dengan hipertensi di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur tahun 2012. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan variabel dependen (hipertensi) dan variabel independen (jenis kelamin, umur, obesitas, diabetes mellitus, kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik). Populasi padapenelitian ini adalah seluruh pasien yang dilakukan deteksi di Puskesmas. Prevalensi hipertensi di PuskesmasKecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur yaitu 67,8%. Faktor risiko yang berhubungan hipertensi di PuskesmasKecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur yaitu jenis kelamin, umur, kebiasaan merokok, dan kurangnya aktivitas fisik.Risiko hipertensi pada responden laki-laki lebih tinggi 1,6 kali dibandingkan perempuan, risiko hipertensi padaresponden yang berumur lebih dari 40 tahun lebih tinggi 3,3 kali dibandingkan responden yang berumur kurang dari40 tahun, risiko hipertensi pada responden merokok 3 kali lebih tinggi dibandingkan responden yang tidak merokok,dan risiko hipertensi pada responden dengan aktivitas fisik ringan 9 kali lebih tinggi dibandingkan pada respondendengan aktivitas fisik berat. Oleh karena itu, diperlukan deteksi dini dan pola hidup sehat untuk mencegah danmengendalikan hipertensi.
Kata Kunci: hipertensi; faktor risiko; puskesmas kecamatan pasar rebo
The cause of death because of non-communicable diseases are increasing every year. Moreover, heart and bloodvessel diseases, as an example of non-communicable diseases is the major cause of death in Indonesia. Hypertensionis one of the major risk factors of cardiovascular disease. It is marked by an increase of blood pressure within thearteries, indicated by the amount of systolic pressure which is ≥ 140 mmHg and the diastolic blood pressure ≥ 90mmHg. Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo is one of health clinics in East Jakarta wich is actively implementing anearly detection of risk factors for the cardiovascular disease. This research applies cross-sectional study design withtwo variable wich are a dependent variable (hypertension) and independent variables (gender, age, obesity, diabetesmellitus, smoking habit, physical inactivity). The population in this research is the overall of people in Pasar Rebodistrict and people with 15 years and over. The prevalence of hypertension in Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo ,East Jakarta, which is 67.8 %. The risk factors related to hypertension in the Pukesmas Kecamatan Pasar Rebo, EastJakarta are sex, age , smoking habit, and physical inactivity . Hypertension is more likely to occur to malerespondents,which amount is 1.6 times higher than for female respondents. The hypertension risk of 40 years old2Faktor Risikorespondents and over is 3.3 times higher than the respondents who have not reahed 40 years old. The hypertensionrisk of respondents with smoking habit 3 times higher that non-smoker. Meanwhile, the hypertension risk of peoplewho do less activities is 9 times higher than the ones who have tight activities. Therefore, early detection is requiredand healthy lifestyle to prevent and control hypertension.
Key Word: hypertension; risk factor, Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo
Read More
Kata Kunci: hipertensi; faktor risiko; puskesmas kecamatan pasar rebo
The cause of death because of non-communicable diseases are increasing every year. Moreover, heart and bloodvessel diseases, as an example of non-communicable diseases is the major cause of death in Indonesia. Hypertensionis one of the major risk factors of cardiovascular disease. It is marked by an increase of blood pressure within thearteries, indicated by the amount of systolic pressure which is ≥ 140 mmHg and the diastolic blood pressure ≥ 90mmHg. Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo is one of health clinics in East Jakarta wich is actively implementing anearly detection of risk factors for the cardiovascular disease. This research applies cross-sectional study design withtwo variable wich are a dependent variable (hypertension) and independent variables (gender, age, obesity, diabetesmellitus, smoking habit, physical inactivity). The population in this research is the overall of people in Pasar Rebodistrict and people with 15 years and over. The prevalence of hypertension in Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo ,East Jakarta, which is 67.8 %. The risk factors related to hypertension in the Pukesmas Kecamatan Pasar Rebo, EastJakarta are sex, age , smoking habit, and physical inactivity . Hypertension is more likely to occur to malerespondents,which amount is 1.6 times higher than for female respondents. The hypertension risk of 40 years old2Faktor Risikorespondents and over is 3.3 times higher than the respondents who have not reahed 40 years old. The hypertensionrisk of respondents with smoking habit 3 times higher that non-smoker. Meanwhile, the hypertension risk of peoplewho do less activities is 9 times higher than the ones who have tight activities. Therefore, early detection is requiredand healthy lifestyle to prevent and control hypertension.
Key Word: hypertension; risk factor, Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo
S-8152
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Supriyanto; Pembimnbing: Tris Eryando; Penguji: Ronnie Rivany, Debby Daniel, Dewi Lestarini
Abstrak:
Instalasi Sterilisasi dan Binatu Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawatimemegang peranan penting dalam pengendalian dan pencegahan Health care-Associated Infections. Saat ini, semua pekerjaan pencatatan dan pelaporankegiatan sterilisasi masih dilakukan secara manual oleh petugas sehinggamenimbulkan beberapa masalah, yaitu: Belum tersedia format pencatatan danpelaporan tentang recall sehingga data yang dibutuhkan untuk proses recall alattidak segera didapat, dan Pencatatan kegiatan sterilisasi alat medis memakanwaktu yang lama sehingga laporan kegiatan sterilisasi alat medis tidak bisadiberikan tepat waktu.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model SistemPencatatan dan Pelaporan Sterilisasi Alat Medis, yang menghasilkan sebuahpurwarupa yang dapat menghasilkan dokumentasi sterilisasi alat medis denganbaik dan menghasilkan laporan kegiatan sterilisasi alat medis dalam waktu singkatyang dapat segera memberikan data untuk proses recall. Tahap penelitian yangdilakukan adalah analisa sistem, desain system dengan menggunakan metodeSystem Development Life Cycle, pengkodean dan ujicoba. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara, observasi alur dan telaahdokumen. Pengembanganmodel dengan hasil berupa purwarupa ini dapat mendukung penyelesaian masalahpencatatan dan pelaporan sterilisasi alat medis, terutama masalah recall.Penelitian ini dapat dikembangkan dengan mengintegrasikan system ini dengansystem informasi yang telah ada di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati.Kata kunci: Pelaporan,Pencatatan,Sistem, Sterilisasi.
Sterilization and Laundry Installation in Fatmawati General HospitalJakarta has a very important role in controlling and preventing Health care-AssociatedInfections. At present, all work which consists of recording andreporting is done manually by one of the staff and thus creates some problems, asfollows: (1) No recall recording and reporting format, therefore data needed forrecall process is not available on time, and (2) Medical instrument sterilizationactivity recording takes a lot of time, therefore the report cannot be submitted ontime. The research goal is to develop a model of Medical Instrument Recordingand Reporting System, resulting in a prototype which can create medicalinstrument sterilization document properly so that medical instrument sterilestatus can be monitored and create medical instrument sterilization report in shorttime and provide data for recall process. The research phases are system analysis,system design by using System Development Life Cycle, coding and testing. Thedata were collected by using interview, flow observation and document study. Thedevelopment of Medical Instrument Sterilization Recording and Reporting Systemmodel resulting in prototype is able to support problem solving in medicalinstrument recording and reporting, especially regarding recall. The research canbe developed by integrating the system with existing information system inFatmawati General Hospital.Keywords: Recording, Reporting, Sterilization, System.
Read More
Sterilization and Laundry Installation in Fatmawati General HospitalJakarta has a very important role in controlling and preventing Health care-AssociatedInfections. At present, all work which consists of recording andreporting is done manually by one of the staff and thus creates some problems, asfollows: (1) No recall recording and reporting format, therefore data needed forrecall process is not available on time, and (2) Medical instrument sterilizationactivity recording takes a lot of time, therefore the report cannot be submitted ontime. The research goal is to develop a model of Medical Instrument Recordingand Reporting System, resulting in a prototype which can create medicalinstrument sterilization document properly so that medical instrument sterilestatus can be monitored and create medical instrument sterilization report in shorttime and provide data for recall process. The research phases are system analysis,system design by using System Development Life Cycle, coding and testing. Thedata were collected by using interview, flow observation and document study. Thedevelopment of Medical Instrument Sterilization Recording and Reporting Systemmodel resulting in prototype is able to support problem solving in medicalinstrument recording and reporting, especially regarding recall. The research canbe developed by integrating the system with existing information system inFatmawati General Hospital.Keywords: Recording, Reporting, Sterilization, System.
T-4570
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Marisa Rayhani; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Renti Mahkota, Sulistyo, Refni Dumesty
Abstrak:
Kematian akibat tuberkulosis (TB) secara global sebanyak lebih dari 95% terjadi pada negara berpenghasilan rendah dan menengah. Indonesia ikut menyumbang 60% dari keseluruhan kasus TB global (WHO, 2015). Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten termasuk ke dalam lima provinsi dengan estimasi prevalensi TB tertinggi di Indonesia (Riskesdas, 2007 dan 2013). Perlu dibuat model yang mempertimbangkan kondisi lokal spesifik dengan memperhatikan perbedaan lokasi dari aspek geografis, kependudukan, dan kondisi sosial (Eryando, 2007 dan Rahmaniati, 2015). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan desain potong lintang. Kajian faktor risiko kejadian TB sesuai konsep Model Perilaku Kesehatan oleh Green (1980) dan Kerangka Kerja Faktor Risiko TB oleh WHO (2010) dengan metode Geographically Weighted Regression (GWR) pada 13 kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten. Hasil penelitian memperlihatkan tiga kelompok faktor risiko dapat menjelaskan kontribusi parameter dalam pemodelan kejadian TB di kedua provinsi sebesar 6%. Model GWR mampu menggambarkan variasi tiga kelompok faktor risiko kejadian TB di kedua provinsi sebesar 96%. Estimasi rata-rata proporsi kejadian TB akan meningkat pada risiko pendidikan rendah, bekerja, dan tersedianya fasilitas kesehatan TB. Status pendidikan menjadi parameter yang bernilai signifikan pada setiap kabupaten/kota. Setiap kabupaten/kota menghasilkan nilai estimasi berbeda yang menunjukkan besaran koefisien kejadian TB yang dipengaruhi oleh setiap perubahan parameternya. Setiap kabupaten/kota di kedua provinsi melalui Dinas Kesehatan perlu menerapkan kebijakan dan intervensi dengan pertimbangan nilai estimasi parameter pada faktor risiko sesuai pemodelan GWR, terutama peningkatan pendidikan dan promosi kesehatan TB. Kata kunci: Geographically Weighted Regression (GWR), Tuberkulosis (TB), Faktor Risiko Deaths from tuberculosis (TB) globally by more than 95% occur in low- and middle-income countries. Indonesia contributes 60% of all global TB cases (WHO, 2015). DKI Jakarta Provinces and Banten Provinces are included in the five provinces with the highest estimated prevalence of TB in Indonesia (Riskesdas, 2007 and 2013). Its need some model to consider the specific local conditions, which is geographical, demographic, and social aspects for appropriate health system improvement by region (Eryando, 2007 and Rahmaniati, 2015). This research is an analytic quantitative research with cross sectional design. Assessment of risk factors for TB incidence according to the Health Behavior Model by Green (1980) and TB Risk Factors Framework by WHO (2010) using Geographically Weighted Regression (GWR) method in 13 districts/cities in DKI Jakarta Province and Banten Province. The results showed three groups of risk factors could explain the contribution of parameters in modeling TB incidence in both provinces by 6%. The GWR model was able to describe the variation of three groups of TB risk factors in both provinces by 96%. The average estimate of the proportion of TB incidence will increase in the risk of low education, work, and the availability of TB health facilities. Educational status becomes a significant parameter in every district/city. Each district/city produces a different estimation value indicating the magnitude of TB incidence coefficients that is affected by each parameter change. Each district/city in both provinces through the Department of Health needs to implement policies and interventions with consideration of parameter estimation values on risk factors according to GWR modeling, especially improving TB education and promotion. Keywords: Geographically Weighted Regression (GWR), Tuberculosis (TB), Risk Factor
Read More
T-4952
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Iin Ira Kartika; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Bambang Dwipoyono, Soemanadi, Besral
T-3217
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
