Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34724 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ramadhan Nugraha; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Pujiyanto, Wahyu Sulistiadi, Darus Sahmedi, Indah Raksi Padmasari
Abstrak: Untuk menekan laju pertumbuhan COVID-19, pemerintah melakukan upaya-upaya untuk dapat mengatasinya, antara lain dengan Protokol Kesehatan (ProKes). Meskipun sangat besar manfaatnya, masih kita jumpai masyarakat yang tidak mengindahkan anjuran pemerintah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan karyawan Non-Nakes dalam melaksanakan protokol kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian potong lintang dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 387 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui link Google Form. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Lebih memberikan penyuluhan kepada kelompok karyawan usia di bawah 36 tahun. Lebih menekankan kedisiplinan kepada karyawan lulusan kuliah
Read More
B-2292
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Angga Prasetya; pembimmbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Hamonangan Sirait
Abstrak:

Pembiayaan kesehatan merupakan suatu permasalahan yang terjadi di seluruh dunia. Banyak metode dan sistem yang telah dikembangkan mengenai hal ini. Indonesia seperti halnya Negara lain, menghadapi masalah yang sama dalam pengembangan sistem pembiayaan kesehatan. Dihadapkan dengan keadaan saat ini dalam krisis pembiayaan kesehatan, DKI Jaya dipaksa untuk dapat mengendalikan biaya. Mendapatkan biaya satuan yang handal dalam semua RSUDnya merupakan kebutuhan dasar dalam pertahanan ekonomi, di masa system pembiayaan kesehatan yang masih kurang baik di Indonesia. Definisi dari biaya satuan yang handal merupakan kunci kesuksesan semua rumah sakit. Clinical pathways disadari oleh DKI Jaya sebagai alat esensial dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk rakyat. Pengembangan pathways ini kemudian dilanjutkan dengan kesadaran untuk perhitungan biaya tiap pathway yang ada. Dengan diketahuinya biaya ini selanjutnya untuk menganalisa efektifitas biaya per pathway pun mudah dilakukan. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui metoda untuk menghitung cost of treatment berbasis clinical pathway dari diagnosa yang telah dibuat oleh RSUD DKI Jaya. Angka yang didapatkan di dalam penelitian ini adalah untuk selanjutnya dapat diklarifikasikan keakuratannya dan terbuka untuk penelitian lebih jauh, karena data yang didapatkan untuk pendukung masih belum dapat dijustifikasi. Diagnosa terpilih adalah Operasi Lensa dengan Diagnosis Katarak yang merupakan One Day Care. Diagnosa terpilih karena merupakan tindakan dengan frekuensi paling tinggi di DKI Jaya dan pelayanannya melibatkan banyak sumber daya. Budi Asih dan Tarakan adalah rumah sakit yang dipilih secara purposive sebagai perwakilan RSUD DKI Jaya.


 

Health financing has always been an ongoing issue in the world. There are many methods and systems that had been developed all over regarding this subject. Indonesia, like many countries, faces the same problem in developing its health financing system. Confronted with the current health care financial crisis, DKI Jaya is forced to control its cost. Setting up a reliable cost unit in its hospitals is a fundamental necessity for economic survival, given the current general conditions in Indonesia's healthcare system. Definition of a suitable cost unit is the crucial factor for success. Clinical pathways are recognized by DKI Jaya as essential tools for delivering health services to people. Developing these pathways should then be followed by evaluating the cost of each pathway. Once the cost of the pathway is known, analyzing the cost effectiveness of the pathway can easily be done. The purpose of this research is to more understand the method to calculate cost of treatments based on the clinical pathways of the diagnoses that have been developed by DKI Jaya,. As for the values are for further clarification and research as the supporting data are not yet justified as the best data provided. The diagnose that is chosen Cataract Procedure, that is representing One Day Care surgical treatments. The diagnose is selected as it is the highest frequency within DKI Jaya's hospital and the treatment involved many resources. Budi Asih and Tarakan are the hospitals that are purposively chosen for the research, as representatives of all DKI Jaya?s hospitals.

Read More
B-1140
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rita Fitria; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Budi Hidayat, Nurlaela Lestari
S-6594
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suvonalya; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Rahma Indira Wardani, Gafar Hartatiyanto
Abstrak: Mutu pelayanan kesehatan menjadi hal penting dalam organisasi pelayanan kesehatan sehingga mendorong setiap organisasi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil dari survey kepuasan masyarakat terhadap instalasi pelayanan RSUD Budhi Asih pada tahun 2014-2017 didapatkan ada kesenjangan (gap) antara harapan konsumen dengan mutu pelayanan di instalasi rawat jalan RSBA sehingga perlu dilakukan peningkatan kinerja di semua unsur unsur pelayanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mutu pelayanan kesehatan instalasi rawat jalan di RSBA dengan menggunakan pendekatan kriteria malcolm baldridge. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan studi crosssectional gabungan kualitatif dan kuantitatif (mix method). Penelitian dilakukan di instalasi rawat jalan RSBA pada bulan November-Desember Tahun 2018 dengan jumlah sampel 130 dan jumlah informan 12 orang. Hasil didapatkan : Mutu pelayanan kesehatan instalasi rawat jalan RSUD Budhi Asih secara umum adalah baik. Ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan, perencanaan strategis, fokus pada pelanggan, pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan, fokus pada tenaga kerja, fokus pada operasi terhadap hasil yaitu mutu pelayanan kesehatan instalasi rawat jalan RSBA dimana nilai p < 0.05 dan pada uji multivariat yang memiliki keeratan kuat adalah perencanaan strategis dan fokus pada proses. Kualitas pelayanan kesehatan instalasi rawat jalan RSBA perlu ditingkatkan, terutama fokus pada pelanggan, perencanaan strategis, pengukuran, analisis dan manajemen pengetahuan dan hasil-hasil kinerja organisasi. Komitmen dari seluruh elemen di rumah sakit sangat dibutuhkan. Pelayanan konsumen dengan baik dan benar, tindakan medis yang tepat sesuai dengan standar operasional prosedur, pelayanan prima dan upaya untuk memenuhi kelengkapan sarana prasarana rumah sakit adalah hal penting yang harus dilakukan oleh RSBA untuk peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.
Read More
B-2049
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Mayanti; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Suprijanto Rijadi, Wachyu Sulistiasdi, Budi Hartono
Abstrak:

RSUD Budhi Asih sebagai rumah sakit milik Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Provinsi D.KI Jakarta memiliki kewajiban untuk menyusun Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai dokumen administratif yang wajib dimiliki terkait penetapan RSUD Budhi Aslh menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah {PPK BLUD) secara Penuh, Perencanaan strategis bagi organisasi nonprofit seperti RSUD Budhi Asih akan membawa manfaat yang sangat besar dalam mengantisipasi terjadinya tuntutan perubahan lingkungan eksternal dan internal sehingga dimasa mendatang dapat beradaptasi dan mampu mengoptimalkan mengabungkan metode deskriptik analitik dan penilaian intuisi rerbalk melalui rancangan kuaiitatif. Data primer peneHtian diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap informan. proses Consensus Decision Making Group (CDMG) dan observasi untuk rnenganalisis hasil penelitian sedangkan data sekunder diperoleh melalui tefaah dokumen. Hasil penelitian mengungkapkan kemampuan pihak manajemen RSUD Budhi Asih dalam mengidentifikasi insiasi persetujuan penyusunan renstra, mengidentifikasi mandat, mengklarifikasi visi misi dan mengidentifikasikan faktor faktor sukses kritis lingkungan eksternal dan internal menjadi sangat penting dalam menentukan straregi rumah sakit pada lingkungan yang selalu berubah. Kesimpulan pada penelitian ini adalah posisi RSUD Budh Asih yang dianalisis sesuai matriks TOWS berada pada kuadran Internal Fix It. Pada matriks IE berada di sel V yaitu Hold and Maintain Sedangkan analisis pada matriks SPACE berada pada kuPadran konservatif. Pada tahap pencocokan dihasilkan strategi Product Development .Dengan Benentuan priortas kegiatan ? berdasarkan analisis QSPM adaiah pengembangan poll geriarti, pengembangan praktek sore dan pengembangan medical check up. Saran yang diajukan peneliti kepada RSUD Budhi Asih sesuai dengan altematif strategi yang ditawarkan untuk pemasaran layanan rawat jalan RSUD Budhi Asih hendaknya diimplementasikan dalam beberapa program kerja dan disosialisasikan kepada pihak terkait serta hendaknya dibentuk suatu tim yang memonitnr dan mengevaluasi program.


RSUD Budhi Asih is one of public hospital in OK!Jakarta district. As a medical technique unit RSUD Budhi Asih have obligation to arrange strategic unit planning in administration document as consequences using the financial service pattern in nonprofit organization of the district (PPK BLUD). Strategic Planning for non profit organization like RSUD Budhi Asih will have a good caused to anticipate the changing of external and internal environment, so in the future RSUD Budhi Asih can optimize their human resources and compete in emulation between hospital by giving their best medical services. Tbls strategic planning research is done in RSUD Budhi Asih February-April 2008. The result of this research shows that RSUD Budhi Asih had the ability to arrange initial agreement. identification mandate, clarification the vision and mission and also describes the critical success factor from external and internal environment Those mention above are important things in order to decide hospital strategy responding the environment turbulence's. The conclusion of this research shows the position of RSUD Budhl Asih matched with TOWS matrix in the internal fix it quadrant From IE matrix got that RSUD Budhi Asih enter in V cell where the cell enter in organizational category Hold and Maintain. In other analyze with SPACE matrix shows the position of RSUD Budhi Asih in conservative quadrant From the matching stage got that product development strategy as becoming priority strategy be achieved. In comparing some alternative of strategic development, QSPM matrix defines the higher strategic priority: Poli Geriarti development, Afternoon practical development and medical check up development. The suggestion that raised by researcher to hospital management are strategy alternative for the marketing of out patient sentence RSUD Budhi Asih shall implementation in a few work plan, work pian which have been formulated shall socializing to relevant side, shall be founded by a team which monitoring and evaluating program.

Read More
B-1066
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvia Sulistiani; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Mieke Savitri, Budi Hartono
B-1222
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hotma Dumaris Lumbanraja; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Amila Megraini, Eko Budi Santoso
B-1708
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Anita; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Iva Diansari
S-6600
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lidya Pusparia Manurung; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Purnawan Junadi, Dumilah Ayuningtyas, Ait Nirwanawati
Abstrak: Instalasi Farmasi merupakan salah satu terminal pelayanan kesehatan, jalur perbekalan farmasi yang berhadapan langsung dengan masyarakat, dan merupakan bagian dari revenue centre. Latar belakang penelitian ini adalah proporsi kunjungan instalasi farmasi dengan resep obat yang rendah, yaitu kurang dari 50%, serta keluhan pasien akan pelayanan instalasi farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih rinci tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan instalasi farmasi dikaitkan dengan minat pasien menebus kembali resep obat di instalasi farmasi RSUD Budhi Asih.
 
Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif, desain penelitian ini adalah survey cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kepada 100 orang responden. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat yaitu membandingkan skor harapan dan kenyataan, kemudian diaplikasikan kedalam diagram kartesius, analisis bivariat dengan chi kuadrat, dan analisis multivariat dengan regresi logistic.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat kepuasan dengan minat kembali menebus resep obat di instalasi farmasi RSUD Budhi Asih. Responden yang menyatakan puas sebanyak 15% responden, sedangkan responden yang menyatakan tidak puas akan pelayanan instalasi farmasi ada sebanyak 85% responden. Frekuensi responden yang berminat menebus kembali resep obat sebanyak 37% responden, sedangkan responden yang tidak berminat sebanyak 63% responden. Variabel yang dominan mempengaruhi minat menebus kembali resep obat yaitu usia, dan dimensi reliability.
 

Pharmacy is one of terminal health care, pharmaceutical supply lines dealing directly with the community, and is part of a revenue center. The background of this study is the proportion of visits with prescription drug pharmacy low, at less than 50%, and complaints of patients will service pharmacy. This study aimed to find out more detailed level of patient satisfaction of outpatient pharmacy services related to the interests of patients redemption pharmacy prescription drugs at Budhi Asih Hospital.
 
This study is descriptive and analytical with a quantitative approach, this study design was cross sectional survey. Data collected through questionnaires to 100 respondents. Data analysis was performed by univariate analysis that compared the scores of hope and reality, then applied into Cartesian diagrams, bivariate analysis using chi square, and multivariate analysis with logistic regression.
 
Results showed that there was a correlation between satisfaction with the interest to re-purchase a prescription drug in the pharmacy department Budhi Asih Hospital. Respondents who said they were satisfied as much as 15% of respondents, while respondents who expressed dissatisfaction pharmacy service will be there as much as 85% respondents. Frequency of respondents who are interested to re-purchase prescription drugs as many as 37% of respondents, while respondents who are not interested as much as 63% respondents. Dominant variables that influence the intention to re-purchase prescription drugs are the age, and the dimension of reliability.
Read More
B-1220
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sariaman Sitanggang; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wahyu Sulistiadi, Hamonangan Sirait
B-1136
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive