Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35512 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hasnia Jondu; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Penguji: Milla Herdayati, Indra Supradewi
Abstrak: Anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil dapat diatasi melalui program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD). Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, ibu hamil yang mengonsumsi TTD sesuai rekomendasi (90+ tablet) hanya sebesar 38,1%. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi ibu hamil tidak patuh mengonsumsi TTD adalah ibu hamil memulai kunjungan ANC pada trimester kedua dan ketiga, melakukan kunjungan ANC kurang dari empat kali, dan mendapatkan pelayanan ANC tidak sesuai standar (<10T). Ketiga faktor tersebut merupakan ukuran dari kualitas kunjungan ANC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas kunjungan antenatal care terhadap kepatuhan konsumsi TTD ibu hamil di Indonesia tahun 2017. Desain penelitian ini adalah cross sectional menggunakan data SDKI 2017. Sampel penelitian ini adalah Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun yang memenuhi kriteria inklusi sebesar 12.230. Analisis data menggunakan complex sample. Hasil analisis multivariat menunjukan terdapat hubungan antara kualitas kunjungan antenatal care terhadap kepatuhan konsumsi TTD ibu hamil di Indonesia setelah dikontrol status ekonomi, tempat tinggal, dan tenaga pemeriksa hamil. Ibu hamil yang memiliki kualitas kunjungan ANC baik dan cukup memiliki kepatuhan mengonsumsi lebih tinggi dibandingkan ibu hamil yang memiliki kualitas kunjungan ANC kurang dengan nilai OR sebesar 4,3 (95% CI: 3,46-5,37) dan 2,7 (95% CI: 2,27-3,25).
Iron deficiency anemia among pregnant women can be corrected with iron supplementation programs. According to Riskesdas data in 2018, pregnant women who took iron tablets with the recommendation (90+ tablets) were only 38.1%. Several studies state that factors that influence pregnant women not to comply with taking iron tablets are pregnant women starting ANC visits in the second and third trimesters, visiting ANC less than four times, and getting ANC services that are not up to standard. The third factor is a measure of the quality of ANC visits. This study aims to determine the relationship between the quality of antenatal visits and adherence to iron supplements consumption of pregnant women in Indonesia in 2017. The design of this study was cross-sectional using the 2017 IDHS data. The sample of this study was women of childbearing age 15-49 years who met the inclusion criteria of 12,230. Data analysis used complex sample. The results of the multivariate analysis showed the relationship between the quality of antenatal visits and adherence to iron supplements consumption of pregnant women in Indonesia after controlling for economic status, place of residence, and pregnant examiners. Pregnant women who had high and sufficient quality ANC visits had higher adherence to consumption than pregnant women who had less quality ANC visits with OR values of 4.3 (95% CI: 3.46-5.37) and 2.7 (95% CI: 2.27-3.25).
Read More
S-11024
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erie Widiyanti; Pembimbuing: Indang Trihandini; Penguji: Yovsyah, Umu Cholifah
Abstrak:
Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius. Puskesmas Pancoran Mas menjadi salah satu penyumbang kasus anemia ibu hamil ketiga tertinggi di Kota Depok. Keberhasilan program pemerintah yaitu dengan mendistribusikan tablet tambah darah (TTD) untuk menangani kasus anemia yang sangat dipengaruhi oleh kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di Puskesmas Pancoran Mas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain studi cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling didapatkan 100 ibu hamil (50 berpengetahuan baik dan 50 berpengetahuan rendah) yang kemudian dinilai tingkat kepatuhannya menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan karakteristik dan riwayat kehamilan ibu hamil di Puskesmas Pancoran Mas lebih banyak usia tidak berisiko, berpendidikan tinggi, tidak bekerja, memiliki riwayat paritas tidak berisiko, dan memiliki frekuensi kunjungan ANC tidak berisiko. Didapatkan adanya hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah di Puskesmas Pancoran Mas [OR=3,807 95% CI=1,657 – 8,747]. Adapun ditemukan bahwa pendidikan dan riwayat paritas ibu merupakan variabel perancu yang memengaruhi hubungan pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah.

Community Health Center is among the contributors to the third-highest cases of anemia in pregnant women in the city of Depok. The success of the government program lies in distributing iron supplement tablets (IST) to address anemia cases, significantly influenced by the compliance of pregnant women in consuming these tablets. This research aims to determine the relationship between pregnant women's knowledge about anemia and their compliance in consuming iron supplement tablets at Puskesmas Pancoran Mas. The study adopts a quantitative approach with a cross-sectional design. Sample selection employs simple random sampling, resulting in 100 pregnant women (50 with good knowledge and 50 with low knowledge), whose compliance is assessed through a questionnaire. The research findings reveal that based on the characteristics and pregnancy history, pregnant women Puskesmas Pancoran Mas are predominantly at a non-risk age, highly educated, unemployed, have a non-risk parity history, and exhibit non-risk frequency of ANC visits. The study establishes a relationship between pregnant women's knowledge about anemia and compliance in consuming iron supplement tablets at Puskesmas Pancoran Mas [OR=3.807, 95% CI=1.657 – 8.747]. Additionally, education and maternal parity history are identified as confounding variables influencing the relationship between pregnant women's knowledge about anemia and compliance in consuming iron supplement tablets.
Read More
S-11500
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rani Anggi Yani; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Ahmad Syafiq, Rahmadewi, Fajrinayanti
Abstrak: Komplikasi yang menyebabkan kematian pada ibu seharusnya dapat dicegah dan diselamatkan melalui pemeriksaan kehamilan dengan mengakses pelayanan antenatal (ANC) minimal 4 kali kunjungan ke fasitilas kesehatan. Meskipun cakupan ANC di Indonesia baik pada kunjungan pertama (K1), namun tidak menjamin pada kunjungan berikutnya sehingga berdampak pada jumlah cakupan K4 yang lebih rendah dengan selisih 21%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan ibu terhadap keteraturan ibu hamil dalam melakukan kunjungan ANC di Indonesia berdasarkan data SDKI tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017 dengan jumlah sampel 14.448 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ibu berpengaruh terhadap ibu yang melakukan kunjungan ANC secara tidak teratur dengan nilai OR= 1,20 pada ibu dengan pendidikan dibawah SMA. Hal ini berarti ibu dengan pendidikan dibawah SMA mempunyai kecednerungan 1,2 kali untuk melakukan kunjungan ANC yang tidak terartur dibandingkan dengan ibu yang minimal tamat SMA. Selain itu, paritas tinggi (≥4 anak) (OR=1,91), status ekonomi sedang (OR=1,75) dan status ekonomi rendah (OR=2,36), ibu yang tidak memiliki asuransi kesehatan (OR=0,85) dan ibu yang tidak mendapatkan dukungan keluarga (OR=0,56) berisiko lebih tinggi untuk melakukan kunjungan ANC secara tidak teratur. Untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kunjungan ANC secara teratur diharapkan pemerintah dapat mengoptimalkan program wajib belajar 12 tahun dan pembinaan kepada masyarakat akan pentingnya program tersebut melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan serta dapat memasukan modul pendidikan kesehatan reproduksi dalam kurikulum pembelajaran di sekolah
Read More
T-6433
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Robiatun Adawiah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Sabarinah Prasetyo, Agustin Kusumayati, H. Sakkar
Abstrak: Abstrak

Penelitian ini menganalisa peran kepuasan, pengetahuan, dan akses ibu hamil terhadap layanan asuhan kehamilan dengan kunjungan K4 di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang. Perumusan masalah penelitian berawal dari tidak tercapainya target kunjungan K4 mulai dari tingkat nasional sampai desa, walaupun pemerintah telah meluncurkan program jampersal yang mengatasi masalah pembiayaan kesehatan ibu pada saat hamil, bersalin dan nifas.

Didasarkan pada penelitian sebelumnya, dua hipotesa telah dirumuskan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling dilanjutkan dengan proporsional random sampling. Responden dari penelitian ini berjumlah 90 responden, dimana respondena adalah ibu yang telah melahirkan 0-6 bulan dan pernah melakukan asuhan kehamilan di bidan di Kecamatan Anyer.

Hasil dari analisis data menunjukkan ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik mempunyai peluang kunjungan K4 3,6 kali lebih tinggi (SK 95%: 1,15 ? 11,28) bila dibandingkan dengan ibu hamil yang memiliki pengetahuan kurang, setelah dikontrol variabel umur, tempat layanan, akses dan kepuasan.


This study analyzes the role of satisfaction, knowledge and access of pregnant women to antenatal care with a visit K4 in Kecamatan Anyer, Serang Distric. The Formula for this research problems originated from non-fulfillment of K4 visit from national scale to village scale, although the government has launched a program called ?Jampersal? that take care the problems of financing maternal health during pregnancy, childbirth and postpartum.

Based on previous research, two hypotheses were formulated to address the problems in this study. Sampling techniques using simple random sampling followed by a proportional random sampling. Respondents in this study were 90 respondents, who respondent is the mother who has given birth in period of 0-6 months and ever visited to midwives during pregnancy in Kecamatan Anyer.

The results of the analysis of the data showed that the pregnant women who is have a good knowledge will have the opportunity to have K4 visits 3.6 times higher (95% SK: 1.15 to 11.28) compared with women who have less knowledge, after controlling the age, location services, access, and, satisfaction variables.

Read More
T-3948
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirza Apriani; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Tiska Yumeida, Wayan Sri Agustini
Abstrak: Kepatuhan merupakan salah satu kunci utama keberhasilan suplementasi TTD padaremaja putri. Kegiatan pemberian distribusi TTD kepada remaja putri SMP/SMA diIndonesia khususnya di Kabupaten Bogor sudah berjalan, namun baru sebatas kuantitassaja (distribusi TTD), belum sampai pada kualitas termasuk kepatuhan konsumsinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan remaja putri dalam konsumsi TTDpada dua SMA di Kabupaten Bogor berdasarkan kelompok yang mendapatkan SMSreminder, WA group reminder dan kelompok kontrol dengan jumlah sampel 132 orang.Hasil penelitian menunjukkan kepatuhan konsumsi TTD pada kelompok perlakuanterbukti lebih tinggi daripada kelompok kontrol dan perlakuan SMS reminder terbuktilebih berdampak dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD dibandingkan WAgroup reminder. Pemberian reminder kepada kedua kelompok perlakuan terbukti efektifdengan peluang 2,8 kali lebih patuh saat diberi perlakuan dibandingkan saat perlakuandihentikan. Hasil analisis menunjukkan perlakuan berinteraksi dengan motivasisehingga hubungan perlakuan berbeda menurut motivasi remaja, pada kelompokperlakuan WA group reminder yang memiliki motivasi tinggi berpeluang 1,85 kali lebihpatuh dibandingkan kelompok kontrol. Setelah dikontrol dukungan keluarga danmotivasi, kelompok perlakuan SMS reminder berpeluang 5,6 kali lebih patuhdibandingkan kelompok kontrol. Variabel dukungan teman, pengetahuan dan selfefficacy terbukti berhubungan signifikan terhadap kepatuhan konsumsi TTD (p value0,012; 0,004 dan 0,003) dan variabel selain perlakuan yang paling dominan adalahmotivasi (OR 18,26). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagaimasukan dan pertimbangan dalam program penanggulangan dan pencegahan anemiabagi remaja putri untuk memutus mata rantai kasus kematian ibu.Kata kunci:Kepatuhan, Remaja Putri, Tablet Tambah Darah, SMS reminder, WA Group reminder
Compliance is one of the main keys to the success of iron tablet supplementation inadolescent girls. The distribution of iron tablet activities to high school girls inIndonesia, especially in Bogor District has been running, but only limited quantity, notto quality including compliance. This study aims to determine adolescent girlscompliance in the consumption of iron tablet at two Senior High Schools in BogorDistrict based on groups receiving SMS reminder, WA group reminder and controlgroup with total sample of 132 respondent.The results showed that compliance to iron tablet consumption in the intervention groupis higher than the control group and the SMS reminder intervention is proved give moreimpact in improving compliance than WA group reminder. Reminder to bothintervention groups proved to be effective with an opportunity of 2.8 times morecompliance when treated than when intervention was discontinued. The results of theanalysis showed that intervention interacted with motivation so that the interventionrelationships were different according to the motivation of the adolescents, in the highmotivated group group WA reminders were 1.85 times more compliant than the controlgroup. After controlled family support and motivation, SMS reminder group was 5.6times more compliant than the control group. The variables of friend support,knowledge and self efficacy proved to be significantly related to compliance (p value0,012, 0,004 and 0,003) and the most dominant variable beside intervention wasmotivation (OR 18,26). The results of this study are expected to be used as input andconsideration in anemia prevention programs for young women to cut women deathcases.Keywords:Compliance, Adolescent girls, Iron tablet, SMS Reminder, WA group reminder.
Read More
T-5121
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizqi Firdiana Lubis; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Dhora Yufita N
Abstrak:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh perbedaan proporsi kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berdasarkan tingkat konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Kejadian BBLR diketahui lebih tinggi pada ibu hamil yang tidak mengkonsumsi TTD sesuai anjuran, sehingga menimbulkan dugaan adanya hubungan antara konsumsi TTD dengan berat badan lahir bayi. Namun, sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak konsisten terkait hubungan ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara konsumsi TTD selama kehamilan dengan berat badan bayi saat lahir. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan analisis data sekunder yang bersumber dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Sampel penelitian mencakup 51.797 ibu yang dalam lima tahun terakhir melahirkan bayi hidup dan tercatat pernah menerima atau membeli TTD selama kehamilan. Rata-rata berat badan lahir bayi adalah 3.101 gram, sedangkan rata-rata konsumsi TTD oleh ibu hamil sebanyak 70 tablet, masih di bawah rekomendasi pemerintah. Hasil analisis menunjukkan nilai korelasi (r) sebesar 0,007 dan p-value 0,126, yang menandakan tidak adanya hubungan signifikan antara konsumsi TTD dengan berat badan lahir bayi. Variabel lain seperti kepemilikan jaminan kesehatan dan paparan asap rokok juga tidak menunjukkan hubungan signifikan. Namun, faktor seperti pendidikan ibu, paritas, tempat tinggal, risiko kehamilan, kunjungan ANC, dan usia kehamilan saat pertama kali mendapat TTD menunjukkan hubungan yang signifikan.Kata kunci: Informasi, information literacy, information skills


This study was motivated by differences in the proportion of Low Birth Weight (LBW) cases based on the level of iron supplementation consumption. LBW incidence was found to be higher among pregnant women who did not consume iron supplementation according to recommendations, raising the assumption that there may be a relationship between supplementation consumption and infant birth weight. However, several previous studies have shown inconsistent results regarding this association. The aim of this study was to analyze the relationship between iron supplementation consumption during pregnancy and infant birth weight. The study used a cross-sectional design with a secondary data analysis approach, utilizing data from the 2023 Indonesia Health Survey. The sample included 51,797 mothers who had delivered a live baby in the past five years and were recorded as having received or purchased iron supplementation during pregnancy. The average birth weight of the infants was 3,101 grams, while the average TTD consumption among pregnant women was 70 tablets, still below the government's recommended amount. The analysis results showed a correlation coefficient (r) of 0.007 and a p-value of 0.126, indicating no significant relationship between iron supplementation consumption and infant birth weight. Other variables such as health insurance ownership and exposure to cigarette smoke also showed no significant relationship. However, factors such as maternal education, parity, place of residence, pregnancy risk, ANC visits, and gestational age at first TTD intake showed significant associations.
Read More
S-12070
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Satryana Devy Pamungkas; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Mery Ramadani
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi anemia pada ibu hamil dan hubungan junlah pemberian tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan Tahun 2020. Metodologin penelitian ini menggunakan potong lintang dengan jumlah populas 1038 ibu hamil dan sample 774 ibu hamil. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel yang memiliki hubungan secara statistik dengan anemia pada ibu hamil adalah umur, paritas, jarak kehamilan, tablet tambah darah, pendidikan, dan pekerjaan.
Read More
S-10587
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Candra Kurniawati; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Zakiah, Retno Palupi
Abstrak:
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan dampak jangka panjang terhadap kesehatan ibu dan generasi berikutnya. Salah satu upaya penanggulangan anemia adalah dengan meningkatkan kepatuhan minum Tablet Tambah Darah (TTD). Pengetahuan tentang anemia merupakan faktor predisposisi penting yang mempengaruhi perilaku kepatuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan anemia dengan kepatuhan minum TTD pada remaja putri di SMAN Kecamatan Sukmajaya, Depok, tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas XI di SMAN Kecamatan Sukmajaya Depook, dengan jumlah sampel sebanyak 190 responden melalui proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk analisis bivariat dan regresi logistik untuk analisis multivariat. Paling banyak responden memiliki pengetahuan tinggi tentang anemia dan patuh minum TTD sebesar 70,0%. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan anemia (p = 0047), efikasi diri (p = <0,001), dukungan keluarga (p = <0,001), dukungan guru (p = <0,001), dukungan teman sebaya (p = 0,013), serta sumber informasi kesehatan (p = 0,012) dengan kepatuhan minum TTD. Analisis multivariat menunjukkan ada interaksi antara pengetahuan dengan dukungan guru terhadap kepatuhan minum TTD (OR = 0,288), responden yang memperoleh dukungan guru tinggi berpeluang 0,288 kali untuk patuh dibanding dukungan guru rendah, setelah dikontrol oleh variabel lain. Kesimpulannya Pengetahuan anemia berhubungan signifikan terhadap kepatuhan remaja putri minum TTD. Intervensi promotif preventif melalui edukasi terstruktur di sekolah, pelibatan guru, keluarga serta dukungan lintas sektor sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan konsumsi TTD.


Anemia among adolescent girls remains a public health problem with long-term impacts on maternal health and the health of future generations. One of the efforts to overcome anemia is by improving adherence to iron and folic acid supplementation (TTD). Knowledge about anemia is an important predisposing factor that influences adherence behavior. This study aims to determine the relationship between knowledge of anemia and adherence to TTD consumption among adolescent girls at a senior high school (SMAN) in Sukmajaya District, Depok, in 2024. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of all grade XI female students at SMAN in Sukmajaya District, Depok. A total of 190 respondents were selected using proportional random sampling. The research instrument was a questionnaire tested for validity and reliability. Data were analyzed using chi-square tests for bivariate analysis and logistic regression for multivariate analysis. Most respondents had high knowledge about anemia and were adherent to TTD consumption (70.0%). Bivariate analysis showed a significant relationship between anemia knowledge (p = 0.047), self-efficacy (p < 0.001), family support (p < 0.001), teacher support (p < 0.001), peer support (p = 0.013), and health information sources (p = 0.012) with TTD adherence. Multivariate analysis showed an interaction between knowledge and teacher support in relation to TTD adherence (OR = 0.288) respondents who received high teacher support were 0.288 times more likely to be adherent compared to those with low teacher support, after controlling for other variables. Knowledge Knowledge of anemia is significantly associated with adherence to TTD consumption. Preventive and promotive interventions through structured education in schools, involving teachers, families, and cross-sectoral collaboration, are crucial to improving adolescents’ understanding and adherence to TTD consumption.
Read More
T-7418
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agita Arintiany; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Trisari Anggondowati, Siti Maemun
Abstrak:
Salah satu penyebab utama kematian neonatal di Indonesia adalah prematur.  Selain kematian, komplikasi dari kelahiran prematur merupakan penyebab lamanya rawat inap di rumah sakit yang berdampak pada meningkatkan biaya kesehatan. Salah satu upaya untuk mencegah bayi lahir prematur dengan melakukan deteksi dini selama kehamilan melalui kunjungan antenatal care (ANC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  keberlanjutan  kunjungan  ANC dengan  kejadian  kelahiran  prematur  di Indonesia.  Data  berasal  dari  hasil  Survei  Kesehatan  Indonesia (SKI)  tahun 2023 menggunakan desain studi cross sectional. Sampel terdiri dari 63.279 perempuan berusia 10-54 tahun yang pernah melahirkan bayi hidup dalam periode 2018-2023. Analisis statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menemukan prevalensi kelahiran prematur di Indonesia sebesar 12,4%.  Terdapat hubungan signifikan antara keberlanjutan kunjungan ANC dengan kejadian kelahiran prematur (PR: 1,52; 95% CI: 1,46-1,59). Beberapa faktor lain yang berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur di  Indonesia  diantaranya faktor  risiko  kehamilan (PR:  1,71;  95%  CI:  1,64-1,78), kehamilan kembar (PR: 2,49; 95% CI: 2,19-2,84), kelengkapan pemeriksaan ANC (PR: 1,58; 95% CI:1,49-1,66), kepatuhan minum TTD (PR: 1,28; 95% CI:1,22-1,33), dan komplikasi  kehamilan  (PR:  1,27;  95%  CI:  1,2-1,33). Kesimpulan: keberlanjutan kunjungan  ANC memiliki  hubungan  signifikan dengan  kelahiran  prematur,  dimana keberlanjutan ANC yang sesuai program menurunkan risiko lahir prematur. sehingga diharapkan ibu hamil dapat melakukan kunjungan ANC sesuai program yaitu minimal 6 kali selama kehamilan. 

On of the main causes of neonatal death in Indonesia is prematurity.  Apart from death, complications from premature birth are a cause of long hospital stays which have an impact on increasing health costs. One effort to prevent premature births is by carrying out early detection during pregnancy through antenatal care (ANC) visits. The aim of this research is to determine the relationship between the continuity of ANC visits and the incidence of premature birth in Indonesia. Data comes from the results of the 2023 Indonesian  Health  Survey  (IHS)  using  a  cross-sectional  study  design.  The  sample consisted of 63,279 women aged 10-54 years who had given birth to a live baby in the 2018-2023 period. Statistical analysis uses the chi square test. The results of this study found that the prevalence of premature birth in Indonesia was 12.4%.  There is a significant relationship between continuity of ANC visits and the incidence of premature birth (PR: 1.52; 95% CI: 1.46-1.59). Several other factors associated with the incidence of premature birth in Indonesia include pregnancy risk factors (PR: 1.71; 95% CI: 1.64- 1.78), multiple pregnancies (PR: 2.49; 95% CI: 2, 19-2.84), completeness of ANC examination (PR: 1.58; 95% CI: 1.49-1.66), compliance with taking TTD (PR: 1.28; 95% CI: 1.22-1, 33), and pregnancy complications (PR: 1.27; 95% CI: 1.2-1.33). Conclusion: continuity of ANC visits has a significant relationship with premature birth, where continuity of ANC according to the program reduces the risk of premature birth. So it is hoped that pregnant women can make ANC visits according to the program, namely a minimum of 6 times during pregnancy.
Read More
S-11802
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Betty Oktaviana; Pembimbing: Helda, Krisnawati Bantas; Penguji: Wisnu Trianggono, Ning Sulistiyowati
Abstrak: Kehamilan dan persalinan merupakan proses alamiah, namun ibu mungkinmenghadapi penyulit. Kematian ibu bisa menjadi hasil akhirnya bila tidak tertanganidengan baik. Hal ini dapat dicegah apabila pelayanan antenatal dilakukan secara rutin danterpadu yang melibatkan suami, sehingga kesehatan ibu terpantau serta persiapanpersalinan dan pencegahan komplikasi dijalankan. Pemerintah telah mengupayakanpelayanan kesehatan ibu, namun belum dimanfaatkan optimal, berdasarkan hasil cakupanpelayanan kehamilan dan persalinan yang belum memenuhi target Renstra KementerianKesehatan 2010-2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubunganpartisipasi suami dengan pemanfaatan layanan kunjungan antenatal di Indonesia.Penelitian dengan pendekatan cross sectional, menggunakan data SDKI 2012.WUS yang melahirkan anak lahir hidup satu tahun sebelum survei menjadi populasi.Besar sampel 504 responden. Partisipasi suami dalam masa kehamilan diukurberdasarkan pendampingan suami saat kunjungan antenatal, diskusi tentang kehamilan,dan persiapan persalinan serta pencegahan komplikasi. Sedangkan kunjungan antenataldidasarkan atas jadual kunjungan rekomendasi WHO. Data dianalisis menggunakan ujiregresi logistik.Pemanfaatan layanan kunjungan antenatal lengkap sesuai jadwal rekomendasiminimal (1-1-2) di Indonesia Tahun 2012 75,8% dan partisipasi suami tergolong tinggisebesar 94,8%. Hasil uji regresi logistik menunjukkan ibu dengan suami yangberpartisipasi tinggi, berpeluang 2,29 kali untuk melakukan kunjungan antenatal lengkap(95% CI 0,997-5,267) dibanding ibu dengan suami berpartisipasi rendah setelah dikontrolpendidikan ibu. Namun, secara statistik tidak ada hubungan signifikan antara partisipasisuami dengan pemanfaatan layanan kunjungan antenatal di Indonesia.Pendidikan ibu merupakan determinan pemanfaatan layanan kunjungan antenataldan berhubungan dengan partisipasi suami dalam masa kehamilan di Indonesia.Diseminasi pengetahuan yang tepat sesuai karakteristik serta upaya untukmengoptimalkan partisipasi suami diperlukan untuk mencapai target pemanfaatanlayanan kunjungan antenatal di Indonesia.Kata kunci : Partisipasi suami, kunjungan antenatal, pendidikan ibu, Indonesia.
Read More
T-5395
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive