Ditemukan 38792 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Rahman Gumilar; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Ali Syahrul Chairuman, Alfajri Ismail
Abstrak:
Tesis ini membahas tentang analisa implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 di rumah sakit yang ada di empat provinsi, yaitu Aceh, Bengkulu, Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur pada tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode campuran (mix method) antara kuantitatif yaitu menggunakan data sekunder hasil evaluasi self assessment oleh narasumber kunci di tiap rumah sakit serta kualitatif melalui wawancara mendalam untuk melengkapi informasi yang ada. Alat ukur penilaian implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 menggunakan kuesioner yang terdiri dari 12 komponen dalam KMK 413 tahun 2020. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik RS sebagian besar merupakan tipe RS C, proporsi RS Pemerintah dan RS Swasta memiliki proporsi yang sama (50%), median Tempat Tidur (TT) yang dimiliki sesudah dinyatakan pandemi sebanyak 32,50 TT dan median TT untuk perawatan yang digunakan sebanyak 28 TT. Jumlah pekerja mencapai 7.248 orang dimana median pekerja yang positif dan sembuh adalah 37 orang dimana ada 1 kasus pekerja yang positif COVID meninggal dunia. 3 (tiga) komponen terendah dalam penilaian kesiapan meliputi komponen Administrasi, Keuangan dan Keberlanjutan Bisnis (AKKB), Kesehatan Kerja, Kesehatan Mental dan Dukungan Psikososial (KKKMDP) dan Surge Capacity (SC) dimana nilainya di bawah 50. Nilai skoring kesiapan rumah sakit secara keseluruhan dalam mengimplementasikan pencegahan dan pengendalian COVID-19, diketahui sebagian besar RS sudah masuk ke dalam kategori baik dan cukup. Hanya 1 RS yang termasuk kategori kurang dan 1 RS yang termasuk kategori sangat baik
This thesis discusses the analysis of the implementation of COVID-19 prevention and control in hospitals in four provinces, namely Aceh, Bengkulu, Gorontalo and East Nusa Tenggara in 2021. This research is a research with a mixed method between quantitative, namely using secondary data from self-assessment evaluation results by key speakers in each hospital and qualitative through in-depth interviews to complement existing information. The measuring instrument for assessing the implementation of COVID-19 prevention and control uses a questionnaire consisting of 12 components in KMK 413 of 2020. The results showed that the characteristics of hospitals are mostly type C hospitals, the proportion of government hospitals and private hospitals has the same proportion (50%), the median beds owned after the pandemic were declared as much as 32.50 beds and the median beds for the treatment used was 28 beds. The number of workers reached 7,248 people where the median of positive and recovered workers was 37 people where there was 1 case of workers who were positive for COVID died. The 3 (three) lowest components in the readiness assessment include the components of Administration, Finance and Business Sustainability (AFBS), Occupational Health, Mental Health and Psychosocial Support (OHMHPS) and Surge Capacity (SC) where the value is below 50. The overall hospital readiness scoring score in implementing the prevention and control of COVID-19, it is known that most hospitals have entered the good and sufficient category. Only 1 hospital belongs to the less category and 1 hospital belongs to the excellent category
Read More
This thesis discusses the analysis of the implementation of COVID-19 prevention and control in hospitals in four provinces, namely Aceh, Bengkulu, Gorontalo and East Nusa Tenggara in 2021. This research is a research with a mixed method between quantitative, namely using secondary data from self-assessment evaluation results by key speakers in each hospital and qualitative through in-depth interviews to complement existing information. The measuring instrument for assessing the implementation of COVID-19 prevention and control uses a questionnaire consisting of 12 components in KMK 413 of 2020. The results showed that the characteristics of hospitals are mostly type C hospitals, the proportion of government hospitals and private hospitals has the same proportion (50%), the median beds owned after the pandemic were declared as much as 32.50 beds and the median beds for the treatment used was 28 beds. The number of workers reached 7,248 people where the median of positive and recovered workers was 37 people where there was 1 case of workers who were positive for COVID died. The 3 (three) lowest components in the readiness assessment include the components of Administration, Finance and Business Sustainability (AFBS), Occupational Health, Mental Health and Psychosocial Support (OHMHPS) and Surge Capacity (SC) where the value is below 50. The overall hospital readiness scoring score in implementing the prevention and control of COVID-19, it is known that most hospitals have entered the good and sufficient category. Only 1 hospital belongs to the less category and 1 hospital belongs to the excellent category
T-6467
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Marifatul Mubin; Pembimbing: Robiana Modjo' Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Alfajri Ismail, Ali Syahrul
Abstrak:
Read More
Pandemi COVID-19 memberikan tantangan serta dampak pada seluruh lapisan masyarakat terutama tenaga kesehatan yang bekerja di di rumah sakit karena mereka memiliki risiko tinggi tertular COVID-19. Perlu adanya upaya untuk melindungi tenaga kesehatan karena mereka berperan sebagai garda terdepan dalam menangani Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 pada tenaga Kesehatan di 17 Rumah Sakit 5 Provinsi Indonesia Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian metode kuantitatif dan kualitatif yang bersifat deskriptif dan analisis melalui studi literatur. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2022 dengan populasi tenaga kesehatan yang bekerja pada 17 Rumah Sakit di Provinsi Riau, Lampung, Kalimantan Timur, Jambi, dan Bangka Belitung. Hasil analisis menunjukan bahwa implementasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di 5 Provinsi terdapat 4 Rumah Sakit yang implementasinya masuk dalam kategori sangat baik (24%), 7 RS kategori baik (41%), 3 RS kategori cukup (18%), dan 3 RS kategori kurang (18%). Semua RS di Provinsi Kalimantan Timur telah mencapai implemntasi dalam kategori sangat baik, sedangkan semua RS di Bangka Belitung masih dalam kategori kurang. Sementara RS di Riau dan Lampung hamper semua masuk dalam kategori baik. Namun RS di Provinsi Jambi masih ada 3 RS dalam kategori cukup. Rumah Sakit yang implementasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dengan kategori kurang dapat melakukan peningkatan melalui kunjungan ke Rumah Sakit yang memiliki implemntasi lebih baik. Setiap rumah sakit perlu meningkatkan elemen Kesehatan Kerja, Kesehatan Mental, dan Dukungan Psikososial.
COVID-19 pandemic presents challenges and impacts on all levels of society, especially health workers who work in hospitals because they have a high risk of infected COVID-19. Efforts are needed to protect health workers because they act as the front line in dealing with Covid-19. This study aims to analyze the COVID-19 prevention and control implementation among health workers in 5 Provinces of Indonesia, 2021. This study is a descriptive quantitative and qualitative method study and analyzed through literature study. The study was conducted in May 2022 with a population of health workers working in 17 hospitals in the provinces of Riau, Lampung, East Kalimantan, Jambi, and Bangka Belitung. The results of the analysis show that in the implementation of Covid-19 Prevention and Control there are 4 hospitals whose implementation is in the very good category (24%), 7 hospitals in the good category (41%), 3 hospitals in the adequate category (18%), 3 hospitals in the moderate category, and 3 hospitals in the poor category (18%). All hospitals in East Kalimantan Province have achieved implementation in the very good category, while all hospitals in Bangka Belitung are still in the poor category. Meanwhile, almost all hospitals in Riau and Lampung are in the good category. However, there are still 3 hospitals in Jambi Province in the moderate category. Hospitals that implement Covid-19 Prevention and Control in the poor category can make improvements through visits to hospitals that have better implementation. Every hospital needs to improve elements of Occupational Health, Mental Health, and Psychosocial Support.
T-6464
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Muhammad Turmuzi Nur; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Qanita Fauzia
Abstrak:
Read More
Pelayanan kesehatan adalah sektor yang paling terdampak oleh situasi pandemi COVID-19 dan tenaga kesehatan merupakan salah satu populasi yang berisiko tinggi tertular COVID-19. Pengendalian bahaya COVID-19 di Rumah Sakit merupakan upaya penting dalam melindungi tenaga kesehatan dari risiko infeksi COVID-19. RSUP Dr Kariadi merupakan Rumah Sakit Rujukan lini 1 (satu) penanganan COVID-19 yang ada di Jawa Tengah. Kejadian pandemi COVID-19 telah memberikan banyak pembelajaran berharga bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pengendalian bahaya COVID-19 untuk tenaga kesehatan di RSUP Dr Kariadi Semarang tahun 2021. Sasaran penelitian ini adalah pihak-pihak yang terlibat dalam program pencegahan dan pengendalian COVID-19 di RSUP Dr Kariadi. Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif ini menggunakan data primer yang berasal dari wawancara mendalam dan data sekunder yang berasal dari telaah dokumen, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan upaya pengendalian yang dilakukan di RSUP Dr Kariadi berupa upaya pengendalian teknik, pengendalian administrasi, pengendalian alat pelindung diri dan vaksinasi COVID-19 pada tenaga kesehatan. Dari upaya pengendalian teknik dan pengendalian administrasi didapat bahwa belum tercapainya efektivitas penerapan beberapa program. Serta telah tercapainya efektivitas pengendalian APD dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada tenaga kesehatan. Dukungan manajemen dan respon dalam menangangi kejadian pandemi COVID-19 menjadi hal yang utama. Lalu ketaatan dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi upaya penting dalam mencegah dan mengendalikan COVID-19 diantar tenaga kesehatan dan pasien.
Health care is the sector most affected by the COVID-19 pandemic situation and health workers are one of the populations at high risk of contracting COVID-19. Controlling the dangers of COVID-19 in hospitals is an important effort in protecting health workers from the risk of COVID-19 infection. Dr. Kariadi General Hospital is a line 1 (one) referral hospital for handling COVID-19 in Central Java. The COVID-19 pandemic has provided many valuable lessons for hospitals. This study aims to analyze the control of COVID-19 hazards for health workers at Dr Kariadi Hospital Semarang in 2021. The targets of this study are the parties involved in the COVID-19 prevention and control program at Dr Kariadi General Hospital. This qualitative research with a descriptive case study design uses primary data derived from in-depth interviews and secondary data derived from document review, observation and literature study. The results showed that the control efforts carried out at Dr. Kariadi Hospital were in the form of technical control, administrative control, control of personal protective equipment and COVID-19 vaccination for health workers. From the efforts of technical control and administrative control, it is found that the effectiveness of implementing several programs has not been achieved. As well as achieving the effectiveness of PPE control and the implementation of COVID-19 vaccination for health workers. Management support and response in handling the COVID-19 pandemic event are the main things. Then obedience in carrying out health protocols is an important effort in preventing and controlling COVID-19 among health workers and patients.
T-6788
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Juniatia Widiasari; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Tejamaya, Fajar Seno Jati, Errik Yusnadi Saleh
Abstrak:
Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia di Indonesia dan dunia yaitu pada aspek kesehatan, perekonomian, pendidikan, sosial, dan psikologis. Pandemi COVID-19 juga mempengaruhi industri minyak dan gas (migas) dengan dampak kesehatan pada pekerja dan dampak pada kegiatan operasionalnya. Keberlangsungan industri migas memiliki peran penting sebagai penyedia energi untuk penggerak perekonomian. Luasnya dampak dari pandemi COVID-19 serta dengan diterapkannya adaptasi kebiasaan baru membutuhkan pencegahan dan pengendalian yang baik pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri migas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 di perusahaan migas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mengukur implementasi dari pencegahan dan pengendalian COVID19 di perusahaan migas PT.X secara kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan daftar periksa yang dikembangkan dari ISO 45005:2020 mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan tindakan yang dijabarkan dalam 11 klausul persyaratan. Implementasi pencegahan dan pengendalian COVID-19 di PT. X sudah berjalan dengan baik dengan tingkat pemenuhan sebesar 82%. Nilai tertinggi didapatkan oleh klausul komunikasi dimana PT. X sudah memenuhi aspek komunikasi yang dipersyaratkan dalam daftar periksa. Terdapat hal-hal yang dapat dilakukan oleh PT. X guna meningkatkan kinerja pengendalian COVID-19 di tempat kerja antara lain melakukan identifikasi dan penilaian apakah tempat dan situasi di rumah pekerja memungkinkan untuk bekerja dengan efektif
COVID-19 pandemic has affected all aspects of human life in Indonesia and the world, including health, economy, education, social and psychological aspects. COVID-19 pandemic has also affected the oil and gas industry with health impacts on workers and impacts on their operational activities. The sustainability of the oil and gas industry has an important role as a provider of energy to drive the economy. The extent of the impact of the COVID-19 pandemic and the implementation of adaptation to new habits require good prevention and control for companies operating in the oil and gas industry. This study aims to analyze the implementation of prevention and control of COVID-19 in an oil and gas company. This study uses a descriptive method to measure the implementation of the prevention and control of COVID-19 in the oil and gas company PT.X quantitatively. Data collection was carried out using a check list developed from ISO 45005:2020 covering aspects of planning, implementation, monitoring and action in 11 clauses of requirements. Implementation of prevention and control of COVID19 at PT. X has been running well with a compliance rate of 82%. The highest value is obtained by the communication clause where PT. X has met the communication aspects required in the checklist. There are things that can be done by PT. X in order to improve the control of COVID19 in the workplace, among others, knowing and assessing whether the place and situation in the workers' homes support them to work effectively
Read More
COVID-19 pandemic has affected all aspects of human life in Indonesia and the world, including health, economy, education, social and psychological aspects. COVID-19 pandemic has also affected the oil and gas industry with health impacts on workers and impacts on their operational activities. The sustainability of the oil and gas industry has an important role as a provider of energy to drive the economy. The extent of the impact of the COVID-19 pandemic and the implementation of adaptation to new habits require good prevention and control for companies operating in the oil and gas industry. This study aims to analyze the implementation of prevention and control of COVID-19 in an oil and gas company. This study uses a descriptive method to measure the implementation of the prevention and control of COVID-19 in the oil and gas company PT.X quantitatively. Data collection was carried out using a check list developed from ISO 45005:2020 covering aspects of planning, implementation, monitoring and action in 11 clauses of requirements. Implementation of prevention and control of COVID19 at PT. X has been running well with a compliance rate of 82%. The highest value is obtained by the communication clause where PT. X has met the communication aspects required in the checklist. There are things that can be done by PT. X in order to improve the control of COVID19 in the workplace, among others, knowing and assessing whether the place and situation in the workers' homes support them to work effectively
T-6176
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sony Dwi Risvandi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Mila Tejamaya, Fajar Seno Jati, Errik Yusnadi Saleh
Abstrak:
Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit pernapasan yang menyebar di seluruh dunia dan telah dinyatakan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) oleh World Health Organization (WHO). Covid-19 yang telah dinyatakan sebagai pandemi internasional, tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat tetapi juga operasional bisnis dan keselamatan pekerja di tempat kerja. Meskipun keadaan seperti itu, beberapa bisnis vital masih beroperasi karena status kebutuhannya. Salah satu industri yang tetap beroperasi di masa pandemi Covid-19 adalah industri migas. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja PT. X, perusahaan yang bergerak di bidang tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara personil kunci. Hal ini kemudian didukung dengan pengamatan terhadap kebijakan perusahaan; prosedur; pengawasan kesehatan; dan protokol pengujian, deteksi, dan pelacakan. Prosedur Kesiapsiagaan Pandemi Covid-19 yang dikembangkan oleh PT. X dimaksudkan untuk mitigasi pada situasi saat ini. Prosedur ini mencakup berbagai aspek seperti pengaturan kerja karyawan; penilaian diri untuk deteksi dini; protokol kesehatan; pengawasan kesehatan; informasi, edukasi, dan komunikasi kepada seluruh karyawan. Data menunjukkan bahwa selama pandemi ini, Indikator kinerja keselamatan PT.X, yaitu Lost Time Injury Frequency and Total Recordable Injury Rate, masih di bawah kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan. Penelitian ini menemukan bahwa kebijakan pencegahan dan pengendalian Covid-19 oleh PT. X telah mengikuti peraturan kesehatan, industri, dan ketenagakerjaan yang relevan di Indonesia dengan baik. PT. X telah menerapkan risk assessment dalam operasionalnya di masa pandemi untuk menjaga kelangsungan usaha sekaligus mengendalikan risiko penularan Covid-19. Temuan penelitian menyoroti penerapan protokol kesehatan, faktor pendorong, hambatan, dan tantangan yang umum di industri migas
Read More
T-6231
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tri Adi Sugiarto; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Fariz Zuvil Argnanata, Emyliana Manurung
Abstrak:
Read More
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyerang sistem pernafasan dan dapat ditularkan baik secara langsung maupun tidak langsung. Covid-19 telah dinyatakan sebagai bencana non-alam berupa wabah atau pandemik sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan termasuk penguatan fungsi laboratorium yang berfungsi melakukan pemeriksaan spesimen, untuk menjamin kesinambungan pemeriksaan screening spesimen Coronavirus Disease 2019, sehingga diperlukan jejaring laboratorium pemeriksaan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hierarki pengendalian risiko dalam pencegahan penularan Covid-19 pada pekerja di Laboratorium Biomolekular PT X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif . Pengumpulan data dilakukan melalui data sekunder, wawancara dan observasi. Penelitian dilakukan dari November 2021-Juli 2022. Hasil penelitian menunjukkan proses kerja di PT. X terdiri dari: (1) Pengambilan dan pengumpulan sampel dari pasien, (2) Penerimaan dan penilaian sampel, (3) Pengujian Sampel, (4) QA dan QC hasil analisa, (5) Pencatatan hasil dan data manajemen, (6) Pelaporan ke instansi terkait, (7) Pelaporan ke pasien. Masing-masing proses memiliki risiko masing-masing dalam pekerjaannya, dimana risiko tertinggi pada petugas pengambilan sampel. Pengetahuan dan perilaku pekerja terhadap hirarki pengendalian risiko dapat dikatakan sangat baik. Perilaku pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh pekerja di PT. X sudah ada upayanya, seperti mereka paham pentingnya bekerja dengan SOP dan menggunakan alat pelindung diri. Namun terkadang ada kecenderungan mereka lelah menggunakan Alat Pelindung Diri yang dirasa tidak nyaman oleh pekerja. PT.X telah mengimplementasikan hirarki pengendalian risiko meliputi pengendalian teknis seperti memberi pembatas dan pengaturan ventilasi, pengendalian administrasi seperti pembuatan SOP dan pengaturan shift kerja, dan penggunaan alat pelindung diri seperti masker, baju gown, sarung tangan, dsb. Terkait implementasi pengendalian risiko pada Laboratorium ada dua hal yang belum terpenuhi yaitu tidak adanya pengelolaan limbah padat B3 dan tidak ada manajemen biosecurity secara mandiri. Adapun saran yang dapat direkomendasikan adalah perlu memberikan edukasi, sosialisasi, maupun pelatihan secara berkala terkait manajemen pengendalian risiko pada khususnya dan manajemen K3 secara umum agar pekerja selalu ingat untuk menerapkan budaya K3 di tempat kerja. Dan melakukan upaya pengelolaan limbah B3 sendiri mengacu pada peraturan kementerian kesehatan untuk keamanaan baik para pekerja dan pelanggan yang berkunjung ke PT.X.
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) which attacks the respiratory system and can be transmitted either directly or indirectly. Covid-19 has been declared a non-natural disaster in the form of an epidemic or pandemic, so it is necessary to carry out mitigation efforts including strengthening the laboratory function that functions to examine specimens, to ensure the continuity of the 2019 Coronavirus Disease specimen screening examination, so that a network of COVID-19 examination laboratories is needed. This study aims to analyze the implementation of the risk control hierarchy in preventing the transmission of Covid-19 to workers at the Biomolecular Laboratory of PT X. This study uses qualitative research methods. Data was collected through secondary data, interviews and observations. The study was conducted from January to July 2022. The results showed that the work process at PT. X consists of (1) Taking and collecting samples from patients;(2) Sample acceptance and assessment; (3) Sample Testing; (4). QA and QC analysis results;(5) Recording of results and management data;(6) Reporting to related agencies; (7) Reporting to patients. Each process has its own risks in its work, where the risk is highest for the sampling officer. Knowledge and behavior of workers on the hierarchy of risk control can be said to be very good. Covid-19 prevention behavior carried out by workers at PT. X has made an effort, as they understand the importance of working with SOPs and using personal protective equipment. However, sometimes there is a tendency for them to get tired of using Personal Protective Equipment which is felt uncomfortable by workers. PT.X has implemented a risk control hierarchy including technical controls such as providing barriers and ventilation settings, administrative controls such as making SOPs and setting work shifts, and the use of personal protective equipment such as masks, gown clothes, gloves, etc. Regarding the implementation of risk control in the laboratory, there are two things that have not been fulfilled, namely the absence of B3 solid waste management and no biosecurity management. The suggestions that can be recommended are that it is necessary to provide education, socialization, and periodic training related to risk control management in particular and K3 management in general so that workers always remember to apply OHS culture in the workplace. And make efforts to manage B3 waste referring to the regulations of the ministry of health for the safety of both workers and customers who visit PT.X. Keyword: Risk Control Hierarchy, Biomolecular Laboratory, Covid-19.
T-6483
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hanifah Nurul Utami; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Dadan Erwandi, Astuti, Shanti Wirdiawati
Abstrak:
Tenaga pelayanan kesehatan gigi berisiko tinggi COVID-19 karena kegiatan intervensi gigi yang menyebabkan transmisi aerosol virus dan risiko tersebut meningkat apabila pekerja tidak menerapkan perilaku hidup sehat dan pola kerja sehat dan selamat. Tujuan penelitian ini adaIah menganalisis implementasi pengendalian COVID-19 dan perilaku pekerja pada dua Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) di Jakarta sebagai upaya dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, selamat, aman dan nyaman. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan teknik random sampling dengan responden sebanyak 66 orang. Instrumen pengumpulan data primer berupa kuesioner yang disebarkan dengan aplikasi google form dan data sekunder berupa hasil RT-PCR atau antigen pekerja dan standar prosedur penanganan COVID-19 di RS. Hasil yang didapatkan kasus COVID-19 masih terjadi (40,9%) di RSKGM X dan (15,3%) di RSKGM Y. Terdapat hubungan yang signifikan antara beberapa variabel dalam PHBS, pola kerja sehat dan selamat, proteksi spesifik (disinfeksi lingkungan kerja), karantina dan COVID-19 (p<0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pekerja; pendidikan dan pelatihan; proteksi spesifik (fasilitas vaksin, fasilitas cuci tangan, kebijakan RS); pengobatan segera; isolasi; rehabilitasi dan kasus COVID-19. Pengendalian infeksi di RS dapat dilakukan sesuai dengan menerapkan disinfeksi lingkungan sesuai jadwal, menggunakan dan melepas APD secara tepat, melakukan 6 langkah dan 5 momen cuci tangan, dan melakukan pemantauan dan evaluasi program pengendalian infeksi
Read More
T-6386
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dwy Izati Ramadani; Pembimbing: Hendra; Penguji: Mila Tejamaya, R.R. Winda Kusuma Ningrum
Abstrak:
Skripsi ini menilai risiko keselamatan dan kesehatan kerja di Unit Vaksinasi Covid-19 Rumah Sakit X Tahun 2021. Penelitian ini bersifat semi-kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif, menggunakan pendekatan observasional. Identifikasi bahaya menggunakan Job Safety Analysis (JSA) dan analisis risiko menggunakan standar semikuantitatif William.T Fine, pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan observasi langsung dan wawancara kepada tenaga kesehatan terkait. Penilaian risiko dilakukan dengan menghitung risiko residual dan risiko prediktif sehingga diketahui tingkat risiko pada setiap penilaian tersebut dengan mempertimbangkan pengendalian yang sudah ada selanjutnya diberikan rekomendasi pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 59 tugas yang memiliki 146 risiko dari bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi, psikososial, dan keselamatan.
Read More
S-10747
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aderia Rintani; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Anhari Achadi, Amal Chalik Sjaaf, Yuli Nazlia Sidy, Dewi Erniati
Abstrak:
Implementasi kebijakan kerja sama pelayanan darah (Quickwins) merupakan strategi pemerintah menyelesaikan masalah tingginya kematian ibu dan terbatasnya ketersediaan darah di Indonesia. Sejak diimplementasikan tahun 2015, masih terdapat kesenjangan implementasi antar kabupaten/kota di Banten. Tesis ini membahas bagaimana dan apa yang terjadi dalam implementasi kebijakan kerja sama pelayanan darah di Provinsi Banten Tahun 2018 ditinjau dari kemampuan petunjuk teknis dalam Permenkes no 92 tahun 2015 menstrukturisasi proses implementasi, mudah-sulitnya masalah teknis untuk dikendalikan, lingkungan eksternal kebijakan, faktor pendukung dan penghambat implementasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan telaah dokumen. Kriteria informan penelitian adalah unsur pimpinan dan petugas pengelola kebijakan yang ada di Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Puskesmas, UTD, dan RS. Hasil penelitian menemukan bahwa hanya 1 dari 8 kabupaten/ kota di Banten yaitu Cilegon yang memiliki nota kesepahaman (MoU) sesuai Permenkes No 92 Tahun 2015. Hal ini karena belum dipahaminya urgensi nota kesepahaman oleh implementor, dan ada benturan kepentingan dengan kebijakan lain. Hambatan teknis implementasi adalah kompleksitas struktur implementor, anggaran untuk rekrutmen donor, mispersepsi di masyarakat, dan kesulitan koordinasi akibat fragmentasi organisasi. Dari hasil disimpulkan bahwa ada modifikasi dalam implementasi kebijakan kerja sama pelayanan darah di Provinsi Banten menyesuaikan dengan kondisi dan kapasitas masing-masing kabupaten/kota. Perlu dilakukan monitoring terhadap seberapa jauh modifikasi yang dilakukan, seberapa besar efektivitasnya dan ada tidaknya penyimpangan dari tujuan. Implementasi kebijakan kerja sama pelayanan darah perlu didukung dengan penguatan sistem rujukan dan pelayanan kesehatan ibu yang adekuat agar dapat berdampak langsung terhadap penurunan AKI
Read More
T-5590
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hikmat Janika; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: L. Meily, Robiana Modjo, Wida Guslianti; Jubaedah
Abstrak:
Read More
Penyakit menular merupakan masalah kesehatan serius yang jika tidak ditangani maka dapat berdampak luas pada kehidupan masyarakat dan negara. Pencegahan dan pengendalian infeksi penyakit menular memiliki metode yang beragam bergantung pada jenis penyakit, lokasi atau negara tempat terjangkit serta epidemiologi dari penyakit tersebut. Lamanya pajanan virus dan viral load menyebabkan tingginya resiko tenaga kesehatan terpapar maupun terinfeksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di sebuah RS X terhadap perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di sebuah RS X terhadap perawat di ruang rawat inap secara kuantitatif dengan dilihat dari faktor individu, faktor pekerjaan dan faktor pencegahan pengendalian infeksi (PPI). Pengambilan data dilakukan melalui formulr evaluasi mandiri upaya perlindungan tenaga kesehatan dan pekerja di rumah sakit dari KMK 413 dan 327 tahun 2020 dan data jumlah perawat rawat inap yang terkonfirmasi positif COVID-19 periode Oktober 2020 hingga September 2021. Kesiapsiagaan penerapan pencegahan penyakit menular di RS X sudah berjalan dengan baik dimana tidak terdapatnya hubungan signifikan antara faktor individu, hampir seluruh faktor pekerjaan dan faktor PPI terhadap keterpajanan COVID-19 pada perawat rawat inap RS X. Namun ketidaktersediaan dukungan psikososial dari rumah sakit memiliki hubungan signifikan terhadap keterpajanan pada perawat rawat inap RS X. Rumah Sakit X perlu melakukan mitigasi risiko yang tepat kepada perawat, melakukan promosi kesehatan berupa pendidikan dan pelatihan kerja serta menyusun program pencegahan distress kerja yang mengkombinasikan faktor aktifitas fisik dan dukungan pendampingan psikososial serta dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami secara lebih mendalam faktor-faktor lainnya seperti komorbid responden, vaksinasi, dan faktor.
Infectious diseases are serious health problems that, if not properly handled, can have a significant impact on society and the country. Prevention and control of infectious diseases involve diverse methods depending on the type of disease, the location or country where the outbreak occurs, and the epidemiology of the disease. The prolonged exposure to viruses and viral load increases the risk of healthcare workers being exposed to and infected with COVID-19. This research aims to analyze the implementation of prevention and control measures for infectious diseases among nurses in the inpatient ward of Hospital X. The study uses a descriptive method to quantitatively analyze the implementation of infectious disease prevention and control measures among nurses in the inpatient ward of Hospital X, considering individual factors, work-related factors, and infection prevention and control measures (IPC). Data collection was done through self-evaluation forms on efforts to protect healthcare workers and staff in the hospital according to the regulations KMK 413 and 327 in 2020, as well as data on the number of inpatient nurses who tested positive for COVID-19 from October 2020 to September 2021. The preparedness for the implementation of infectious disease prevention in Hospital X is well-established, as there is no significant relationship between individual factors, almost all work-related factors, and IPC factors with the exposure to COVID-19 among inpatient nurses at Hospital X. However, the lack of psychosocial support from the hospital has a significant relationship with the exposure to COVID-19 among inpatient nurses at Hospital X. Therefore, it is hoped that Hospital X will implement appropriate risk mitigation measures for nurses, conduct health promotion through education and job training, and develop a program to prevent work-related distress that combines physical activity factors with psychosocial support and companionship.
T-6817
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
