Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37525 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ratri Ciptaningtyas; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Sandra Fikawati, Nani Dharmasetiawani
S-4233
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Terania Alfarisa; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Evi Martha, Triani Posma Rohana
Abstrak:

Latar Belakang. Wilayah Depok menduduki posisi lokasi fokus stunting, salah satunya di Kelurahan Sawangan. Berdasarkan pengolahan data awal, diketahui prevalensi stunting meningkat dari 6,29% menjadi 7,29% dan menduduki peringkat ke-2 se kota Depok.
Tujuan. Mengetahui Gambaran Pola Asuh Ibu balita stunting (0-59 bulan) di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Sawangan Depok Tahun 2024.
Metode. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam secara tatap muka dan observasi. Sampel dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dengan 6 informan utama yang memiliki balita stunting 0-59 bulan, informan keluarga, serta informan kunci terdiri dari, Tenaga Pelaksana Gizi, Bidan, Ketua kader dan kader posyandu.
Hasil. Hasil penelitian terhadap informan utama dengan balita stunting menunjukkan bahwa sebagian besar ibu tidak memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya, memberikan makan dengan frekuensi yang kurang, variasi makanan tidak beragam karena anak banyak diberikan camilan. Selain itu, ibu dengan anak stunting juga mendapatkan dukungan psikososial yang rendah serta rendahnya partisipasi ke Posyandu.
Kesimpulan. Terdapat faktor pola asuh yang mempengaruhi naiknya prevalesi stunting di wilayah Puskesmas Sawangan .


Background. The Depok area occupies a stunting focus location, one of which is Sawangan Village. Based on preliminary data collection, it is known that the prevalence of stunting has increased from 6.29% to 7.29% and is ranked 2nd in Depok City. Objective. Find out the description of parenting patterns for mothers of stunted toddlers (0-59 months) in the UPTD work area of the Sawangan Community Health Center, Depok in 2024. Method. Qualitative research with a case study approach through in-depth face-to-face interviews and observations. The sample was selected using purposive sampling according to the inclusion and exclusion criteria with 6 main informants who had stunted toddlers aged 0-59 months, family informants, and key informants consisting of nutrition workers, midwives, cadre heads and posyandu cadres. Results. The results of research on key informants with stunted toddlers show that the majority of mothers do not give exclusive breast milk to their children, provide food with less frequency, the variety of food is not diverse because the children are given lots of snacks. Apart from that, mothers with stunted children also receive low psychosocial support and low participation in Posyandu. Conclusion. There are parenting style factors that influence the increase in stunting prevalence in the Sawangan Community Health Center area.

Read More
S-11808
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Merryana Adriani, Vita Kartika
Bulitsiskes Vol.16, No.2
Surabaya : Balitbangkes Depkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Murti Wijayanti Suiharto Putri; Pemb, Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Triyanti, Endang Dwiningsih
S-5022
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Harianto; Pembimbing: Purnawan Junadi
T-279
Depok : FKM UI, 1992
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Neldawati R.; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Ivonne M Indrawani, Anies Irawati
S-4668
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ajeng Sekartiwi; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Dian Ayubi, Wachyu Sulistiadi, Yudi Dimyati, Santayana
Abstrak:
Posyandu memegang peranan penting dalam pemantauan pertumbuhan anak dan pencegahan stunting. Sayangnya, angka kunjungan balita ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tebet masih rendah dan merupakan yang paling rendah di Kotamadya Jakarta Selatan (64,88%). Berbagai faktor mungkin memengaruhi keputusan orangtua/ keluarga untuk rutin membawa balitanya ke posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara kepuasan terhadap layanan posyandu dan pemanfaatan posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Tebet. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 281 ibu/ keluarga balita. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan posyandu baik didapatkan pada 73% responden. Kepuasan diukur dengan membandingkan kesesuaian kenyataan dan harapan, sebesar 93%. Analisis multivariat menunjukkan ada hubungan antara kepuasan dan perceived need dengan pemanfaatan posyandu balita setelah faktor pengetahuan dan kemudahan akses dikendalikan (p<0,001, OR 3,682). Pemanfaatan posyandu balita di wilayah kerja Puskesmas Tebet masih belum mencapai target. Kepuasan terhadap layanan posyandu sudah tinggi, tetapi masih terkonsentrasi pada kelompok keluarga yang berkunjung ke posyandu secara rutin setiap bulannya. Masih diperlukan upaya untuk menggali lebih dalam faktor kebutuhan/ perceived need terhadap layanan posyandu. Puskesmas Tebet dapat menyusun strategi peningkatan mutu layanan posyandu berdasarkan analisa importance-performance (IPA) dimensi kepuasan dan identifikasi kebutuhan. 

Posyandu plays an important role in monitoring children's growth and development. Despite its importance, the Posyandu visit rate in the Tebet PHC area was low and counted as the lowest in South Jakarta (64,88%). Many factors may affect mothers/families to bring under-5 children to Posyandu. This research aimed to study the relationship between satisfaction and posyandu balita utilization in Tebet PHC area. This research was a cross-sectional, quantitative study involving 281 mothers/families. Routine utilization was found among 73% of families. Satisfaction measured by comparing performance and expectation was 93%. Results also show that there is a relationship between satisfaction and posyandu balita utilization (p-value <0,001, OR 3,682). Posyandu utilization is still below target. The satisfaction level is high, but it is still concentrated in a group of families who visit posyandu routinely. More attempt is needed to identify mothers/ family needs and expectations of Posyandu Balita. Further quality improvement strategies can be developed based on the importance-performance analysis (IPA) of the satisfaction dimensions and needs identification.
Read More
T-7199
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Soeryoto; Pembimbing: HE. Kusdinar Achmad; Penguji: Kusharisupeni, Soenarko, Kodrat Pramudho
Abstrak:
Akibat rendahnya cakupan penimbangan balita di posyandu tahun 1999 (angka D/S) maka 7.396 (4,72%) balita di Sumatera Barat jatuh pada keadaan kurang energi protein (KEP) sedang, 2.092 (1,3%) jatuh pada keadaan KEP berat (busung lapar), dengan kematian sebanyak 20 balita (0,05%). Untuk menurunkan angka KEP di atas pemerintah melaksanakan program penimbangan di posyandu di setiap desa. Kehadiran posyandu di setiap desa diharapkan mampu meningkatkan jumlah penimbangan balita (D/S) dengan demikian sekaligus mampu memperluas pemantauan status gizi balita dan program posyandu lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran cakupan penimbangan balita di posyandu, faktor-faktor lain yang berhubungan dengan cakupan tersebut serta melihat faktor mana yang paling dominan dalam mempengaruhi cakupan penimbangan di posyandu. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan responden sebanyak 106 ibu balita di Kecamatan. IV Jurai Kabupaten. Pesisir Selatan Propinsi Sumatera Barat. yang dipilih secara systematic random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan penimbangan balita di kecamatan ini sebesar 51,2%. Terdapat 4 (empat) faktor yang berhubungan dengan cakupan penimbangan balita yaitu faktor status bekerja dan pengetahuan ibu mengenai posyandu, faktor pelayanan posyandu serta faktor pembinaan oleh kader. Faktor pelayanan posyandu ternyata merupakan faktor dominan dari keempat faktor di atas. Penelititan ini juga menyarankan agar semua pihak khususnya jajaran kesehatan baik di level Puskesmas maupun tingkat Kabupaten Pesisir Selatan untuk tetap terus berusaha memperbaik manajemen mutu pelayanan kesehatan khususnya di tingkat posyandu. Juga disarankan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan menganggarkan alokasi khusus kegiatan pelayanan posyandu untuk tahun anggaran 2001 dalam rangka mengantisipasi diberlakukannya Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah.

Correlation Between Mothers Characteristics of Under Five Children and Weighing Coverage in IV Jurai Sub District West Sumatera Province in Pesisir Selatan District, 2000A low weighing coverage for under five children in West Sumatera in 1999 caused a high prevalence of protein energy malnutrition, 4.72% and 1.3% respectively, for moderate and severe PEM with 0.05% death rate. To decrease the prevalence mentioned above government implements weighing program (integrated health posts, Posyandus ) in villages. The Posyandus are expected to increase the weighing coverage in order to monitor mutational status of the children. This study aims to obtain a figure of weighing coverage at the Posyandus and factors related to coverage and also to know the predominant factors among them. The study was conducted in IV Jurai sub district. Study design was a cross sectional one with under five old mothers as sample The number of respondents. The number of respondent was 106 selected through a systematic random sampling. The study showed that 51.8% of the children have been coming to the Posyandu. The Study concluded that there are four variables correlating to weighing coverage. The four variables are: job mothers, factors related to Posyandu service, knowledge mother's and guidance of cadre. Based on the study results it is suggested that Pesisir Selatan administration office district has to allocate the operational Posyandu budgeting in 2001.
Read More
T-890
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristanty; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Triyanti, Syaiful Bahri
S-6845
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kristanty; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Triyanti, Syaiful Bahri
S-6845
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive