Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26331 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mutia Narullita Anwar; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Kurnia Sari, Budi Cahyono Putro, Johanis Sebastian Edwin
Abstrak:
Masalah batu saluran kemih (BSK) masih menduduki kasus tersering di antara seluruh kasus urologi. Beban biaya perawatan batu saluran kemih di Indonesia termasuk biaya klaim terbanyak dengan jumlah klaim sebesar Rp 4.205.962.496.000 sementara salah satu etiologi dari gagal ginjal adalah batu saluran kemih. Penelitian ini akan memaparkan bagaimanakah tingkat keberhasilan terapi konservatif atau medikamentosa berdasarkan variabel umur, jenis kelamin, lokasi batu, ukuran batu dan jenis obat. Hasil penelitian menunjukkan responden yang berhasil menjalankan terapi batu saluran kemih sebanyak 78.4% dengan rentang usia 30-39 tahun dan jenis kelamin responden terbanyak adalah laki-laki. Sebagian besar adalah lokasi batu berada di daerah distal, ukuran batu kurang dari 9 mm dan menggunakan jenis obat tamsulosin. Tidak ada hubungan antara faktor demografi (usia dan jenis kelamin) dengan keberhasilan terapi batu saluran kemih. Lokasi batu, ukuran batu dan jenis obat berhubungan dengan keberhasilan terapi batu saluran kemih. Rumah Sakit dan Asuransi dapat melakukan pendeteksian dini pasien yang akan dilakukan terapi batu saluran kemih seperti lokasi batu ginjal yang terbukti menentukan keberhasilan terapi batu saluran kemih. Selain itu, tindakan terapi batu saluran kemih dan jenis obat yang sudah terbukti efektif dan efisien dapat dipilih dalam menentukan keberhasilan terapi batu saluran kemih.

Ureterolithiasis still occupy the most common cases among all urological cases. The cost of treating urinary tract stones in Indonesia includes the highest claim costs with a total claim of IDR 4,205,962,496,000 while one of the etiology of kidney failure is reterolithiasis. This study will describe how the success rate of conservative or medical therapy based on the variables of age, gender, stone location, stone size and type of drug. The results showed that 78.4% of respondents who successfully performed urinary tract stone therapy with an age range of 30-39 years and the gender of the majority of respondents were male. Most of the stones are located in the distal area, the size of the stone is less than 9 mm and using tamsulosin. There is no relationship between demographic factors ( age and gender) with the success of urinary tract stone therapy. Stone location, stone size and type of drug are related to the success of urinary tract stone therapy. Hospitals and insurances can perform early detection of patients who will be treated for ureterolithiasis, such as the location of kidney stones which is proven to determine the success of urinary tract stone therapy. In addition, the treatment of urinary tract stones and the types of drugs that have been proven to be effective and efficient can be chosen in determining the success of urinary tract stone therapy.
Read More
T-6490
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Qeis Yahya Arifin; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Harjadi
Abstrak:
Asuransi kesehatan mengatur risiko bisnisnya dengan memindahkan sebagian risiko tersebut ke pihak lain, yaitu reasuransi. Reasuransi berperan sebagai penanggung risiko asuransi (cedant) atas klaim yang terjadi dengan pemenuhan manfaat oleh cedant dengan mengacu proporsinya dari perjanjian kerjasama yang ada (treaty). Ketika cedant menerima klaim dari peserta tertanggungnya, atas perjanjian kerjasama yang ada maka cedant tersebut dapat mengalihkan klaimnya kepada reasuransi dengan porsi-porsi cakupan pembayaran klaim, melalui laporan bordero klaim. Penelitian berfokus dalam menganalisis karakteristik peserta tertanggung yang dilaporkan di dalam bordero klaim, seperti jenis kelamin dan usia terhadap biaya klaim, serta mengidentifikasi penyakit dengan klaim tinggi. Pendekatan yang digunakan untuk penelitian adalah kuantitatif deskriptif dengan melakukan analisis data sekunder dari bordero klaim yang dikirim perusahaan asuransi dari tahun 2021-2023 menggunakan uji T sampel independen dan ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya klaim laki-laki lebih tinggi daripada perempuan, rata-rata biaya klaim kelompok usia lansia adalah yang tertinggi daripada bayi sampai dewasa. Penyakit neoplasma, sistem peredaran darah, dan darah dan mekanisme imun teridentifikasi sebagai jenis-jenis penyakit dengan biaya klaim tertinggi berdasarkan rata-rata biaya klaimnya selama 2021-2023. Kesimpulan dari penelitian adalah diperlukannya peninjauan loss ratio untuk berhenti menerima klaim jika pembayaran klaim sudah lebih tinggi daripada penerimaan premi, penyesuaian tarif premi  yang lebih sesuai dengan penerimaan risiko yang ada, dan penetapan pembatasan atas peserta dengan risiko yang tidak dapat diterima.

Health insurance manages its business risk by transferring part of that risk to reinsurance. Reinsurance functions as a risk bearer for the insurance company (cedant) for claims arising from fulfilling benefits by the cedant, based on the proportions stipulated in the reinsurance treaty. When the cedant receives claims from insured members, the existing treaty allows the cedant to cede a portion of these claims to the reinsurer according to the agreed claim share proportions, which are reported through claim bordereaux. This study focuses on analyzing the characteristics of insured members reported in claim bordereaux, such as sex and age, in their relation to claim costs, and identifying diseases associated with high cost claims. This study uses a descriptive quantitative approach by analyzing secondary data from claim bordereaux submitted by insurance companies during the 2021–2023 period, using Independent Sample T-test and One Way ANOVA. The results shows that the average claim cost for male members is higher than claim for females, and the elderly age group members has the highest average claim cost compared to infants to adults. Neoplasms, diseases of the circulatory system, and diseases of the blood and immune mechanisms are identified as disease categories with highest cost claims based on their average claim costs during 2021–2023. The study concludes to apply loss ratio review to cease claim acceptance when claim payments exceed premium income, premium rates adjustments to reflect better accepted risks, establish restrictions on members with unacceptable risk levels.
Read More
S-12173
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ridwan Meidiansyah; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Atmiroseva
Abstrak:
Kanker hati adalah kondisi ketika sel-sel dalam hati tumbuh di luar kendali. Pada tahun 2020, kanker hati menempati urutan keempat kanker dengan jumlah kasus baru dan kematian akibat kanker tertinggi di Indonesia. Faktor risiko utama kejadian kanker hati adalah penyakit hati kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko penyakit hati berkembang menjadi kanker hati pada peserta dengan dan tanpa penyakit hati di Indonesia tahun 2019-2021. Penelitian ini menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2019-2021 dengan desain kohort retrospektif dan didapatkan jumlah sampel 824.592 terbobot. Analisis menggunakan uji Cox Proportional Hazard. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta dengan penyakit hati memiliki cumulative event probability dan risiko kanker hati yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta yang tidak memiliki penyakit hati (CEP 1,61%; 95% CI 0,08% – 3,14%; AHR 98,5; 95% CI 40,6 – 239,4). Berdasarkan jenis dan jumlah penyakit hatinya, peserta dengan hepatitis kronis (AHR 153,9; 95% CI 32,3 – 690,7) dan menderita lebih dari 2 jenis penyakit hati (AHR 140,1; 95% CI 18,5 – 1061,7) memiliki risiko kanker hati paling tinggi dibandingkan kategori lainnya. Hasil studi menyimpulkan bahwa penderita penyakit hati, terutama hepatitis kronis, memiliki risiko sangat tinggi mengalami kanker hati. Untuk itu, perlu surveilans kanker hati secara nasional pada kelompok penduduk tersebut guna mencegah penyakit hati berkembang menjadi kanker hati.

Liver cancer is a condition where cells in the liver grow out of control. In 2020, liver cancer ranked as the fourth cancer with the highest number of new cases and cancer deaths in Indonesia. The main risk factor for liver cancer is chronic liver disease. The purpose of this study was to determine the risk of liver disease developing into liver cancer among participants with and without liver disease in Indonesia from 2019-2021. This study used BPJS Health Sample Data for 2019-2021 with a retrospective cohort design and obtained a weighted sample size of 824,592 participants. The analysis was conducted using the Cox Proportional Hazard test. The results showed that participants with liver disease had a higher cumulative event probability and liver cancer risk compared to participants without liver disease (CEP 1.61%; 95% CI 0.08% - 3.14%; AHR 98.5; 95% CI 40.6 - 239.4). Based on the type and number of liver diseases, participants with chronic hepatitis (AHR 153.9; 95% CI 32.3 - 690.7) and more than 2 types of liver disease (AHR 140.1; 95% CI 18.5 - 1061.7) had the highest risk of liver cancer compared to other categories. The study concluded that people with liver disease, especially chronic hepatitis, have a very high risk of developing liver cancer. Therefore, there is a need for national liver cancer surveillance in this population group to prevent liver disease from developing into liver cancer.
Read More
S-11377
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumiarsih Pujilaksani; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Hasbullah Thabrany, Pujiyanto, Salimar Salim, Dewi Anggres
Abstrak: Peningkatan biaya pelayanan kesehatan merupakan permasalaban yang dihadapi oleh banyak negrua di belaban dunia. Di Indonesia, pada kurun waktu antara tahun 1995 1arnpai dengan tahun 2002, teloh teljadi kenaikan biaya pelayanan kesehatan yang !rastis. Biaya pelayanan kesehatan indonesia tahun 1995 tercatat 5.8 trilyun dan neningkat menjadi 41 ,8 tri1yun pada tahun 2002. Pengeluaran biaya pelayanan kesehatan li Amerika Serikat pada tahun 2011 nanti diperkirakan meneapai 2.8 trilyun usd, yang berarti naik dari 1.3 trilyun di tahun 2000.

Sehagai respons terhadap biaya pelayanan kesebatan yang terus meningkat, baik pemerintah ataupun perusahaan asuransi besar di berhagai negara mengembangkan berbagai upaya pengendalian biaya. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan nengembangkan sistem pembayaran prospektif sebagni altematif sistem pembayaran jasa per pelayanan (JPP).

Di Indonesia sistem pembayaran prospektif telah direrapkan oleh beberapa pihak penyelenggara jaminan pemeliharaan kesehatan seperti PT. Jamsostek (persero) yang nenerapkan sistem pembayaran paket per hari (PPH) untuk kasus rawat inap, dan Dinas Cesehatan DKI Jakarta yang menerapkan sistem pemhayaran paket per diagnosis yang lisebut sebagai paket pelayanan kesebatan esensial (PPE).

Hasil yang diharapkan dari penerapan sistem pembayaran di atas adaloh biaya kasebatan menjadi lehih efisien ibandingkan dengan sistem JPP. Apakah sistem pembayaran tersebut efektif dalam 1engendalikan biaya rawat inap dibandingkan dengan sistem JPP l belum diketahui.

Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan di atas. Rancangan penelitian ini ada.iah penelitian survey yang analisisnya dilakukan ecara kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer berupa basil penelusuran okurnen rumah sakil. Ruang lingkup penelitian dibatasi hanya illltuk kasus demam tphoid (tilus) dan demam berdarah denue (DBD) di kelas Ill RS X tahun 2005. Sampel enelitian adalah semua kasus tifus dan DBD yang dirawat di ke!as Ill yang tidak 1empunyai penyulit atau penyakit penyerta.

Penelitian ini melibatkan 437 kasus, yang terdiri dari 379 kasus DBD dan 54 asus tifus. Dari 437 kasus, ada sejumlah 298 merupakan jaminan Dinkes DKI, 92 kasus uninan PT. Jamsostek dan sisanya merupakan jaminan asuransi kesehatan atau erusahaan lain yang menerapkan sistem pembayaran JPP. Berdasarkan basil analisis cara univariat dan bivariat, didapatkan bahwa secara statistik ditemukan perbedaan ang signifikan antara lain hari rawat kasus DBD, pada kelompuk kasus yang dijumlah dengan sistem paket per hari dengan JPP. Berdasarkan hasil uji t independen antara kelompok sistem paket per diagnosis (PPE) dengan JPP, diperoleh basil adanya erbedaan yang signi:fikan antara rata-rata biaya rawat inap kelompok sistem PPE dengan PP. Hal ini berarti bahwa secara statistik terbukti sistem PPE yang diterapkan oleh tinkes DKI efektif untuk mengendalikan biaya rawat inap pada kasus tifus.

Disarankan bagi universitas untuk beketjasama dengan organisasi profesi asuransi kesehatan, untuk melakukan penelitian serupa dengan ruang lingkup penelitian yang iperluas~ sebagai dasar pengembangan sistem pembayaran prospektif di Indonesia. Kepada Dinkes DKI Jakarta, disarankan agar seluruh tagihan rumah sakit dapat didokumentasikan secara lengkap dalam sistem data base sehingga dapat dimanfaatkan ntuk evaluas dan merubuat standar obat seperti yang dilaknkan oleh PT. Jamsostek sebagai tambahan usaha pengendalian biaya selain penerapan sistem pembayaran paket or diagnosis. Kepeda PT Iamsostek disarankan dapat meruperluas cakupan pelayanan kehatan dalam paket per hari, sehingga dapat lebih efektif.
Read More
T-2613
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggun Nabila; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Budi Hartono
S-6612
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nufus Dwi Talitha; Pembimbing: Wiku Adisasmito; Penguji: Pujiyanto, Gini Permana Sulastini
S-8680
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dea Noviramarini; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Heru Susmono
S-5873
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ria Maria; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Adrielona
S-6394
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Hikmatuz Zahroh; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib, Baequni, Taufik Hidayat
T-5698
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Nisahairini; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Kurnia Sari, Ary Imelda
S-6716
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive