Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31837 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Herna Rosalin Manullang; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Dadan Erwandi, Lana Saria, Lydia Hardiani
Abstrak:
Latar Belakang: The World Health Organization (WHO) telah menetapkan Corona Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi. Untuk mengendalikan penyebaran virus SAR-CoV-2, pemerintah telah membuat berbagai kebijakan. Tempat kerja merupakan salah satu lokasi yang berpotensi menyebabkan penularan virus SAR-COV-2, salah satunya di sektor pertambangan. Di masa pandemi COVID-19, pengelolaan keselamatan pertambangan dihadapkan pada bahaya baru yaitu virus SARS-COV-2 dengan risiko penularan yang sangat cepat, yang memerlukan peningkatan pengelolaan keselamatan pertambangan dibandingkan sebelum pandemi COVID-19 terjadi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengelolaan keselamatan pertambangan di perusahaan batubara sebelum dan saat pandemi COVID-19. Metode: Menggunakan desain cross sectional, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan pada perusahaan batubara pada periode Oktober hingga Desember 2021. Sampel sebanyak 35 perusahaan dianalisis dengan menggunakan data kuantitatif yaitu telaah dokumen laporan RKAB 2017 hingga 2021. Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh gambaran pengelolaan keselamatan pertambangan dengan capaian pengelolaan keselamatan pertambangan saat pandemi COVID-19 (2020-2021) lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi COVID-19 (2017-2019 Kesimpulan: Dalam hal ini terbukti pandemi COVID-19 mempengaruhi pengelolaan keselamatan pertambangan, bahkan perusahaan yang tidak melakukan kegiatan penambangan karena kasus terpapar COVID-19.

Background: The World Health Organization (WHO) has declared Corona Disease 2019 (COVID-19) as a pandemic. To control the spread of the SAR-CoV-2 virus, the government has made various policies. The workplace is one of the locations that has the potential to cause the transmission of the SAR-COV-2 virus, one of which is in the mining sector. During the COVID-19 pandemic, mining safety management was faced with a new danger, namely the SARS-COV-2 virus with a very rapid risk of transmission, which required improved management compared to before the COVID-19 pandemic occurred. Objective: This research is aimed to see how mining safety management in coal companies before and during the COVID-19 pandemic. Methods: Using a cross sectional design, with quantitative and qualitative approaches. The study was conducted on coal companies in the period from October to December 2021. A sample of 35 companies was analyzed using quantitative data, namely document review from the 2017 to 2021 RKAB reports. Result: Based on the research that has been done, an overview of mining safety management in the process of mining activities is obtained. Mining safety management achievement data during the COVID-19 (2020-2021) pandemic is lower than before the COVID-19 pandemic (2017-2019 Conclusion: In this case it is proven that the COVID-19 pandemic affects mining safety management, even companies that do not perform mining activities due to cases of being exposed to COVID-19.
Read More
T-6493
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astien Setianingrum; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Robiana Modjo, Alwahono, Lana Saria
Abstrak: Manajemen risiko merupakan proses mengelola risiko agar organisasi dapat mencapai tujuan. Dibutuhkan pondasi yang kuat tentang konsep manajemen risiko sebelum menerapkannya. Penelitian ini akan menganalisis manajemen risiko keselamatan pertambangan di PT HPU site PDU, DMI, KMO, dan MGA berdasarkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan Mineral dan Batubara. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Wawancara mendalam dilakukan dengan triangulasi sumber yaitu, sumber data dari pengawas tingkat Project Manager, Superintendent, dan Foreman. Hasil wawancara dilakukan analisis konten dan dibandingkan dengan dokumen PT HPU berdasarkan SMKP Minerba dilengkapi referensi lain tentang standar manjemen risiko (ISO 31000:2009, AS/NZS 4360:2004, dan ISO 45001:2018). Berdasarkan analisis konten, didapati bahwa interpretasi pengawas di PT HPU tentang manajemen risiko belum sepenuhnya sesuai dengan standar manajemen risiko karena prosedur perusahaan belum mengakomodir seluruh proses manajemen risiko. Oleh karena itu perlu adanya penyusunan prosedur tentang manajemen risiko yang terintegrasi dengan sistem manajemen keselamatan pertambangan perusahaan dan dipahami oleh setiap lini manajemen.
Read More
T-5694
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alles Sandra Tardeli; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Widura Imam Mustopo, Mersi Abadi
Abstrak:
keselamatan dan kesehatan kerja (K3), yang meliputi tahapan kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan/atau pemurnian, pengangkutan dan pencucian serta pascatambang, yang pada umumnya dilaksanakan di area yang terpencil (remote area), oleh karena itu kegiatan pertambangan sangat rentan terhadap risiko K3 terutama kecelakaan tambang. Tujuan penelitian ini melakukan kajian analisis gap Human Factors dengan metode HFACS dan Interaksi antar faktor yang berkontribusi terhadap kejadian Kecelakaan Tambang Berakibat Fatal pada tahun 2022. Metode Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) dikembangkan oleh Wiegmann dan Shapell pada tahun 2003 yang didasarkan pada model swiss cheese, pada penelitian ini akan secara lebih mendalam mengungkap bahwa faktor kontribusi manusia yang tidak muncul secara tiba-tiba atau akibat pelanggaran individual pekerja namun ada kontribusi dari kegagalan pengelolaan organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain case study terhadap laporan Berita Acara hasil investigasi Kecelakaan Tambang berakibat 8 perusahaan pertambangan mineral dan batubara pada tahun selama periode bulan Januari sampai dengan Desember 2022. Hasil dari penelitian ini terdapat 43 penyebab dari sisi human factors, dengan distribusi terdiri atas skill-based error sebesar 2%, decision error sebesar 14%, perceptual error 2%, exceptional violation 0%, lingkungan fisik 5%, lingkungan teknis 9%, kondisi operator 7%, keterbatasan fisik/mental 0%, kegagalan pengelolaan pekerja 7%, kesiapan personil 2%, supervisi yang tidak memadai 16%, operasi yang tidak sesuai rencana 5%, gagal memperbaiki masalah 0%, pelanggaran kepemimpinan 2% dan proses organisasi sebesar 9%.

Mining activities are a capital-intensive and occupational safety and health (K3) risk-intensive industry, which includes the stages of general investigation, exploration, feasibility studies, construction, mining, processing and/or refining, transportation and washing and post-mining activities, which are generally carried out in remote areas, therefore mining activities are very vulnerable to K3 risks, especially mining accidents. The aim of this research is to study the Human Factors gap analysis using the HFACS method and the interactions between factors that contribute to fatal mining accidents in 2022. The Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) method was developed by Wiegmann and Shapell in 2003 which is based on the model swiss cheese, this research will reveal in more depth that the human contribution factor does not appear suddenly or as a result of individual workers' violations but there is a contribution from failure in organizational management. This research uses a qualitative method with a case study design on the Minutes of Mining Accident Investigation Reports affecting 8 mineral and coal mining companies in the period January to December 2022. The results of this research are 43 causes from the human factors side, with a distribution consisting of on skill-based error of 2%, decision error of 14%, perceptual error of 2%, exceptional violation 0%, physical environment 5%, technical environment 9%, operator condition 7%, physical/mental limitations 0%, worker management failure 7%, personnel readiness 2%, inadequate supervision 16%, operations not according to plan 5%, failure to fix problems 0%, leadership violations 2% and organizational processes 9%.
Read More
T-6916
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dio Wiratama Indrafahrudi; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Stevan Deby Anbiya Muhammad Sunarno, Muhammad Irwansyah, Propana Okionomus Ali
Abstrak:

Kecelakaan tambang di Indonesia menunjukkan beban yang perlu dikendalikan secara sistemik, melalui efektivitas pengukuran awal Safety Maturity Level (SML). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara SML dan kinerja keselamatan pertambangan yaitu indikator kecelakaan (Frequency Rate dan Severity Rate), sekaligus menjelaskan faktor konteks yang memengaruhi kekuatan hubungan tersebut. Penelitian menggunakan desain mixed methods - explanatory sequential. Fase kuantitatif memanfaatkan data sekunder dari Kementerian ESDM (KESDM) tahun 2024 di 52 perusahaan tambang batubara tahap operasi produksi sesuai kriteria inklusi, yaitu skor SML berbasis KepDirjen Minerba nomor 10.K/MB.01/DJB.T/2023 dan data statistik kecelakaan tambang 2024. Uji normalitas data menunjukkan tidak terdistribusi normal, sehingga analisis menggunakan pendekatan nonparametrik Spearman rho (ρ) dan GLM gamma. Hasil kuantitatif mengindikasikan bahwa SML secara total (agregat) berkorelasi negatif dan signifikan dengan kinerja keselamatan (indeks kecelakaan tambang), namun kontribusi tiap dimensi SML tidak seragam. “Upaya Pengendalian” merupakan indikator yang paling konsisten bersifat protektif terhadap indeks kecelakaan, sedangkan “Partisipasi Pekerja” tidak menunjukkan hubungan yang signifikan namun korelasi negatif; sementara itu, “Tanggung Jawab Pimpinan” dan “Analisis Statistik”
menunjukkan hubungan negatif (bivariat) dan positif (multivariat), serta signifikan terhadap indeks kecelakaan tambang. Selanjutnya, temuan kualitatif dari data sekunder KESDM terhadap sub-sampling perusahaan menegaskan bahwa SML tinggi tidak selalu diikuti penurunan kecelakaan ketika terdapat kesenjangan implementasi pengendalian, terutama pada tata kelola kontraktor, kompetensi, dan konsistensi eksekusi di lapangan. Penelitian menyimpulkan bahwa SML berdampak pada penurunan kecelakaan terutama jika diwujudkan dalam pengendalian risiko yang nyata dan pembelajaran berbasis data yang ditutup dengan tindakan (closed-loop learning), bukan sekadar pemenuhan administratif.


Mining accidents in Indonesia indicate a burden that must be controlled systemically through the effectiveness of early measurement of the Safety Maturity Level (SML). This study aims to analysis the relationship between SML and mining safety performance represented by accident indicators (Frequency Rate and Severity Rate) while also explaining contextual factors that influence the strength of this relationship. The research employs a mixed-methods design with an explanatory sequential approach. The quantitative phase utilizes secondary data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (KESDM) for 2024, covering 52 coal mining companies at the production  operation stage that met the inclusion criteria, namely SML scores based on the Director  General of Mineral and Coal Decree No. 10.K/MB.01/DJB.T/2023 and 2024 mine accident statistics. Data normality tests showed non-normal distributions; therefore, analysis was conducted using nonparametric Spearman’s rho (ρ) and a gamma Generalized Linear Model (GLM). Quantitative results indicate that overall (aggregate) SML is negatively and significantly correlated with safety performance (the mining accident index), but the contribution of each SML dimension is not uniform. “Control Measures” emerged as the most consistently protective indicator against the accident index, whereas “Worker Participation” showed no significant relationship, although the correlation direction was negative. Meanwhile, “Leadership Responsibility” and “Statistical Analysis” demonstrated negative (bivariate) and positive (multivariate) relationships, and both were significant with respect to the mining accident index. Furthermore, qualitative findings derived from secondary KESDM data on a subsample of companies confirm that a high SML does not always translate into reduced accidents when gaps in the implementation of controls persist—particularly in contractor governance, competency, and consistency of execution in the field. This study concludes that SML contributes to accident reduction primarily when it is translated into tangible risk controls and data-driven learning that is closed with corrective action (closed-loop learning), rather than merely fulfilling administrative requirements.

Read More
T-7491
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azka Hafia; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Hanny Harjulianti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran faktor psikososial dan distress pada guru SLB di Kota Depok saat pandemi COVID-19 tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pendekatan semi kuantitatif melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Sejumlah 67 guru SLB di Kota Depok berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34,3% guru mengalami distress sedang dan 16,4% guru mengalami distress signifikan. Kemudian, ditemukan bahwa distress lebih banyak dialami oleh guru perempuan (52,7%), berumur > 30 tahun (52,4%), berasal dari program studi non-PLB (52,5%), tidak memiliki tipe kepribadian A (66,6%), memiliki masa kerja > 10 tahun (60%), sudah menikah (59,5%), memiliki anak (64,9%), memiliki dukungan sosial buruk dari keluarga (89,3%), memiliki beban kerja tinggi (61,8%), memiliki peralatan kerja buruk (63,9%), memiliki jam kerja buruk (64,3%), memiliki konflik peran tinggi (73,7%), memiliki ambiguitas peran tinggi (76,2%), memiliki kontrol pekerjaan buruk (81,4%), memiliki dukungan sosial yang buruk dari atasan dan rekan kerja (81,4%), memiliki konflik antara pekerjaan dan rumah yang tinggi (86,2%), jarang melakukan hobi (66,7%), dan memiliki ketakutan berat terhadap infeksi COVID-19 (71,4%).
This study aims to obtain an overview of psychosocial factors and distress among special education teachers in Depok during the COVID-19 pandemic in 2022. This study used a cross-sectional study design with a semi-quantitative approach through filling out questionnaires and interviews. A total of 67 special education teachers in Depok participated in this study. The results showed that 34.3% of teachers experienced moderate distress and 16.4% of teachers experienced significant distress. Then, it was found that distress is more experienced by female teachers (52.7%), aged > 30 years (52.4%), came from non-PLB study programs (52.5%), did not have personality type A (66 ,6%), have a working period of > 10 years (60%), are married (59.5%), have children (64.9%), have poor social support from family (89.3%), have a workload high (61.8%), have bad work equipment (63.9%), have bad working hours (64.3%), have high role conflict (73.7%), have high role ambiguity (76.2% ), have poor work control (81.4%), have poor social support from superiors and coworkers (81.4%), have high work-home conflict (86.2%), rarely do hobbies (66 ,7%), and had a severe fear of COVID-19 infection (71.4%).
Read More
S-11063
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wiskan Husein; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Dadan Erwandi, Lydia Hardiani, Tiyas Nurcahyani
T-4916
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Husnul Khuluqi; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Zulkarnain, Herika Muhammad Taki, Ananda Setiyo Ivannanto
Abstrak:
Kecelakaan lalu lintas telah mengakibatkan kematian sekitar 1,35 juta orang di seluruh dunia setiap tahun dan menjadi beban aspek kesehatan masyarakat di negara maju dan berkembang. Pembatasan mobilitas di masa pandemi COVID-19 di Jepang berpengaruh pada kepadatan arus lalu lintas. Data kecelakaan lalu lintas dari National Police Agency menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus di masa pandemi. Rancangan studi adalah cross sectional, analisis deskriptif kuantitatif dengan tujuan menganalisis kecelakaan lalu lintas fatal sebelum dan selama masa pandemi di Jepang. Penerapan model prediksi kecelakaan lalu lintas dapat dijadikan acuan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di waktu yang akan datang. Ditemukan hubungan signifikan antara variabel usia, penggunaan sabuk keselamatan, penggunaan alkohol, kecepatan tinggi, tipe kendaraan, waktu kecelakaan, tipe area jalan, dan bentuk jalan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas fatal pada kedua periode. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan proporsi pada kasus terkait dengan kecepatan tinggi dari 4,5% menjadi 6% di masa pandemi. Terjadi peningkatan proporsi tipe kendaraan sepeda dari 6% menjadi 7,4%, serta penurunan proporsi secara signifikan pada tipe kendaraan mobil pribadi dan mobil umum sebagai penyebab utama kecelakaan. Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas fatal diprediksi akan mengalami penurunan, tertinggi di Desember 2022 dengan 295 kasus dan terendah di Mei 2022 dengan 172 kasus. Kata kunci: Kecelakaan Lalu Lintas, Fatal, Pandemi COVID-19, Jepang

Traffic accidents have resulted in the death of around 1.35 million people worldwide every year and become a burden on public health aspects in developed and developing countries. Restrictions on mobility during the COVID-19 pandemic in Japan have an effect on traffic density. Traffic accident data from the National Police Agency shows an increase in the number of cases during the pandemic. The study design was a cross sectional, quantitative descriptive analysis with the aim of analyzing fatal traffic accidents before and during the pandemic in Japan. The application of the traffic accident prediction model can be used as a reference to minimize the occurrence of accidents in the future. A significant relationship was found between variables of age, use of seat belts, use of alcohol, high speed, type of vehicle, time of accident, type of road area, and road shape with the incidence of fatal traffic accidents in both periods. The results showed a significant increase in the proportion of cases associated with high speed from 4.5% to 6% during the pandemic. There was an increase in the proportion of bicycle types from 6% to 7.4%, as well as a significant decrease in the proportion of private cars and public cars as the main causes of accidents. The number of fatal traffic accident cases is predicted to decrease, with the highest number of cases occurring in December 2022 with 295 cases and the lowest in May 2022 with 172 cases. Key words: Traffic Accident, Fatal, COVID-19 Pandemic, Japan
Read More
T-6348
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kusnu Hariyanto; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Rusdi Husin, Agni Syah
Abstrak:
Aktivitas penambangan merupakan salah satu industri dengan risiko kecelakaan yang tinggi yang dapat menyebabkan cedera serius atau kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehandalan pengendalian kritikal dalam operasi penambangan dan pemurnian nikel PT X dari tahun 2019 hingga 2023, dengan fokus pada lima aktivitas berisiko tinggi: bekerja di ketinggian, operasi kendaraan ringan, operasi alat berat, prosedur lockout/tagout (LOTO), dan pengangkatan dan penunjang beban. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini juga menggunakan analisis Bow Tie untuk mengevaluasi kehandalan pengendalian kritikal, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kehandalan pengendalian. Data sekunder berupa laporan insiden periode 2019-2023 yang digunakan untuk mengukur tingkat kehandalan pengendalian kritikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata implementasi pengendalian kritikal sebesar 70%, rata-rata efektivitasnya sebesar 58% dengan kehandalan sebesar 48%. Temuan menunjukkan variasi dalam kehandalan pengendalian, dengan faktor-faktor seperti pelatihan yang tidak memadai, pemeliharaan yang buruk, kondisi lingkungan, dan kesalahan manusia mempengaruhi kehandalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa, meskipun PT X telah melakukan upaya signifikan, masih ada kesenjangan dalam kehandalan yang perlu diperbaiki, dengan meningkatkan program pelatihan, memperbaiki protokol pemeliharaan, dan sistem pemantauan yang kuat. Rekomendasi ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja keselamatan dan memastikan penerapan pengendalian kritikal yang konsisten, memberikan wawasan berharga bagi PT X dan perusahaan pertambangan lainnya.

Mining activities are among the industries with high accident risks that can lead to serious injury or death. This research aims to analyze the reliability of critical controls in the mining and nickel refining operations of PT X from 2019 to 2023, focusing on five high-risk activities: working at heights, light vehicle operations, heavy equipment operations, lockout/tagout (LOTO) procedures, and lifting and supporting loads. The research employs descriptive analytical methods with qualitative and quantitative approaches, including Bow Tie analysis to evaluate the reliability of critical controls and identify factors contributing to their reliability. Secondary data in the form of incident reports from 2019-2023 are used to measure the reliability of critical controls. The research results show that the average implementation of critical controls is 70%, with an average effectiveness of 58% and reliability of 48%. The findings indicate variations in control reliability, influenced by factors such as inadequate training, poor maintenance, environmental conditions, and human error. The study concludes that despite significant efforts by PT X, gaps in reliability still need to be addressed by enhancing training programs, improving maintenance protocols, and establishing robust monitoring systems. These recommendations aim to improve safety performance and ensure consistent implementation of critical controls, providing valuable insights for PT X and other mining companies.
Read More
T-7000
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulianto Agung Ekandoko; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Chandra Satria, Dadan Erwandi, Hadi Setiyoko
T-4088
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andhika Stevianingrum; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Chandra Satrya, Astrid Wina Lestari, Siti Rahmatia Pratiwi
Abstrak: Tesis ini membahas terkait gambaran tingkat kematangan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (Safety Culture Maturity Level) serta kinerja keselamatan di PT. X, sebuah perusahaan jasa pertambangan batubara. Penelitian dilakukan dengan pendekatan semi-kuantitatif dengan desain studi cross-sectional pada pekerja di jobsite A,B,C,D pada bulan April - Juni 2022. Variabel kematangan budaya K3 nantinya dilihat keterkaitannya terhadap kinerja keselamatan di PT.X. Hasil penelitian menunjukkan hasil tingkat kematangan budaya keselamatan di PT X pada level Proaktif dengan kinerja keselamatan berdasarkan tingkat kejadian kecelakaan yang dinilai baik, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kematangan budaya keselamatan dengan kinerja keselamatan di PT.X
Read More
T-6395
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive