Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30825 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ninda Mega Prastiwi; Pembimbing: Mardiati Nadjb; Penguji: Atik Nurwahyuni, Riris Dian Hardiani
Abstrak: Global budget (GB) merupakan salah satu metode pendanaan rumah sakit secara prospektif dengan mengalokasikan dana untuk semua aktifitas selama 1 tahun. Penghitungan GB didasarkan pada histori rumah sakit di tahun sebelumnya dan perubahan kapasitas rumah sakit. GB banyak diterapkan di negara-negara yang sebelumnya menggunakan metode pembayaran DRG untuk mengendalikan pembengkakakn pengeluaran rumah sakit. Penelitian yang menggunakan metode literature review ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan GB di berbagai negara dan pengaruhnya terhadap pemanfaatan serat pelayanan rumah sakit. Pencarian dilakukan pada search engine ProQuest, PubMed, dan ScienceDirect dan didapatkan sebanyak 9 literatur yang terinklusi. Hasil menunjukkan bahwa GB diterapkan oleh beberapa negara diantaranya: Kanada, Maryland (negara bagian AS), Netherland, Polandia, Swiss, China, dan Taiwan. Implementasi kebijakan di setiap negara berbeda-beda. Ada yang mengkombinasikan GB dengan metode pembayaran lainnya maupun konsep sistem pemberian insentif seperti pay-for-performance dan biaya marjinal. Dampak dari penerapan GB di berbagai negara juga berbeda. Hal tersebut tidak luput dari respon yang diberikan rumah sakit terkait penerapan GB. Meskipun memiliki dampak yang berbeda, pada intinya GB berhasil menjadi metode pembayaran rumah sakit yang lebih efisien untuk emngendalikan lonjakan pengeluaran rumah sakit dan mengamankan anggaran nasional.
Global budget (GB) is a method of prospective hospital funding by allocating funds for all activities for 1 year. The GB calculation is based on the hospital's history in the previous year and changes in hospital capacity. GB is widely applied in countries that previously used the DRG payment method to control the swelling of hospital expenses. This study using the literature review method aims to determine the implementation of GB policies in various countries and their effect on the utilization of hospital service fibers. The search was carried out on the ProQuest, PubMed, and ScienceDirect search engines and obtained as many as 9 included literatures. The results show that GB is applied by several countries including: Canada, Maryland (US state), Netherland, Poland, Switzerland, China, and Taiwan. The implementation of policies in each country is different. Some combine GB with other payment methods as well as the concept of an incentive system such as pay-for-performance and marginal costs. The impact of implementing GB in different countries is also different. This did not escape the response given by the hospital regarding the implementation of GB. Despite having different impacts, in essence GB managed to become a more efficient method of hospital payment to control spikes in hospital spending and secure the national budget.
Read More
S-11135
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fahira Ilza Andesti; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Atik Nurwahyuni, Donni Hendrawan
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan dan dampak dari implementasi sistem gatekeeping di berbagai negara. Informasi pada penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil penelusuran website dan jurnal yang telah dipublikasikan dengan bantuan akses online database seperti ScienceDirect, PubMed, Proquest, dan WileyOnline.Terdapat 10 studi yang termasuk kedalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukah bahwa sistem gatekeeping telah dilakukan di berbagai negara dengan kebijakan yang berbeda-beda. Faktor dukungan dari unsur tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai dan status pendidikan pasien berkontribusi dalam efektivitas pelaksanaan sistem gatekeeping.
Read More
S-10656
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ika Febriyanti; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Septiara Putri, Marisa Aristiawati Hardigaloeh
Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pemanfaatan pelayanan kesehatan maternal di berbagai negara. Penelitian ini menggunakan metode literatur review. Pencarian studi dilakukan dengan menggunakan tiga basis data online yaitu PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest. Terdapat 17 studi yang terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing negara memiliki perbedaan dalam jumlah cakupan pemanfaatan pelayanan kesehatan dan jumlah AKI yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor lingkungan dan sosioekonomi.
Read More
S-10602
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nabila Putri Vinadi; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Vetty Yulianty, Eddy Sulistijanto Hadie
Abstrak: Pelaksanaan program skrining riwayat kesehatan merupakan tindakan preventif yang dilakukan di berbagai negara. Dengan menerapkan skrining riwayat kesehatan diharapkan mampu mencegah sedari dini terjadinya komplikasi serta dampak pembiayaan kesehatan pada penyakit yang dilakukan skrining. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaaan serta determinan dan dampak yang dihasilkan dari program skrining riwayat kesehatan di berbagai negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literature review. Pencarian studi dilakukan melalui online database yaitu PubMed, ScienceDirect, Proquest, dan Wiley Online Library. Terdapat 12 studi yang termasuk ke dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program skrining riwayat kesehatan telah diterapkan di berbagai negara dengan sasaran jenis penyakit yang berbeda-beda, mayoritas menggunakan mekanisme pengiriman undangan yang terbilang cukup efektif dalam meningkatkan partisipasi skrining. Peran faktor pengetahuan dan kesadaran, dukungan unsur tenaga kesehatan professional, dan status pendidikan peserta sangat mempengaruhi efektivitas pelaksanaan program skrining kesehatan. Dampak positif yang dihasilkan oleh program skrining adalah menurunkan angka kejadian dan kematian pada penyakit yang dilakukan skrining. Namun, juga didapatkan dampak jangka pendek yang terjadi pada pembiayaan kesehatan di sektor rawat jalan dan rawat inap. Meskipun begitu, dampak pada pembiayaan kesehatan terbilang tidak terlalu signifikan dan masih dapat diatasi.
The implementation of a health history screening program is a preventive measure carried out in various countries. By implementing medical history screening, it is expected to be able to prevent early complications and the impact of health financing on diseases being screened.This study aims to describe the implementation as well as the determinants and impacts resulting from health history screening programs in various countries. The method used in this study is the literature review method. Study searches were conducted through online databases such as PubMed, ScienceDirect, Proquest, and Wiley Online Library. There are 12 studies included in this research. The results of this study indicate that a health history screening program has been implemented in various countries with different types of disease targets, the majority of several countries use an invitation of health screening which is quite effective in increasing screening participation. The role of knowledge and awareness factors, support from professional health personnel, and the educational status of participants greatly affect the effectiveness of the implementation of the health screening program. The positive impact generated by the screening program is to reduce the incidence and mortality of the disease being screened. However, there are also short-term impacts that occur on health financing in the outpatient and inpatient sectors. Even so, the impact on health financing is not too significant and can still be overcome.
Read More
S-10994
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Grace Amanda Maria Sitanggang; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Helen Andrian, Muhammad Ridha Akbar
Abstrak: Kelainan refraksi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terjadi secara global dan banyak terjadi di negara dengan penghasilan menengah kebawah. Kondisi ini termasuk ke dalam masalah kesehatan mata yang dapat dicegah dan ditangani dengan adanya pelayanan kesehatan yang komprehensif. Namun, faktor sosioekonomi menjadi salah satu kendala yang dialami oleh para penderita kelainan refraksi. Sehingga, integrasi pelayanan kelainan refraksi ke dalam pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat primer menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan model IPO. Pencarian studi yang relevan dilakukan dengan beberapa database, yaitu PubMed, Proquest, ScienceDirect, dan Wiley Online Library. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kelainan refraksi sudah terintegrasi sebagai suatu pelayanan di fasilitas kesehatan primer berbagai negara meskipun dengan beberapa keterbatasan, khususnya dari sisi ketersediaan tenaga kesehatan, peralatan kesehatan dan ketersediaan alat bantu optik. Upaya yang dilakukan berkaitan dengan task-shifting kepada tenaga kesehatan dan penggunaan kacamata siap pakai. Namun, untuk jaminan asuransi kesehatan, belum ditemukan adanya penjaminan untuk pelayanan kesehatan mata secara komprehensif, khususnya untuk biaya alat bantu kacamata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah belum adanya pelaksanaan pelayanan kelainan refraksi yang komprehensif di berbagai negara.
Kata kunci: Kelainan refraksi, pelayanan kesehatan tingkat primer, fasilitas kesehatan tingkat primer, literature review

Refractive error are public health problems that occur globally and in many middle to low-income countries. This condition is categorized as can be prevented and treated with comprehensive health services. However, the socioeconomic factor is one of the obstacles experienced by people with refractive error. Thus, integration of refractive error into services at primary health facilities is important. This study uses the literature review method with the IPO model. The search for relevant studies was carried out with several databases, namely PubMed, Proquest, ScienceDirect, and Wiley Online Library. The results of this study indicate that refractive error services delivery has been integrated into primary health facilities in various countries, although with some limitations, especially in terms of the availability of health workers, medical equipment, and the availability of optical aids. Efforts are made relating to task-shifting health workers and the use of ready-made glasses. However, for the health insurance coverage scheme, there has not yet been found a comprehensive guarantee for eye health services, especially for the cost of glasses. The conclusion of this research is the absence of comprehensive refraction services in various countries.
Key words: Refractive error, primary health care, primary health care facilities, literature review
Read More
S-10392
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Phonnatari Keumala Putri; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Agus Rahmanto
Abstrak: penelitian ini dilakukan untuk mengetahui salah satu pengendalian yang dilakukan berbagai negara untuk mengendalikan masalah tersebut, yaitu skema cost-sharing pada asuransi kesehatan yang dilakukan oleh berbagai negara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode literature review. Pencarian studi dilakukan dengan menggunakan tiga online database yaitu PubMed, ProQuest, dan ScienceDirect. Terdapat 16 studi yang termasuk ke dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cost-sharing telah dilakukan oleh banyak negara. Cost-sharing juga dapat dilakukan pada berbagai layanan (rawat jalan, rawat inap, farmasi, dan perawatan gigi.
Read More
S-10665
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anisa Eka Amalia; Pembimbing: Masyitoh Bashabih; Penguji: Septiara Putri, Teuku Nebrisa Zagladin Jacoeb
Abstrak: Metode: Studi menggunakan metode literature review dengan penelusuran studi melalui database ProQuest, ScienceDirect, Pubmed, Google Scholar, dan Garuda RistekBRIN dengan tahun publikasi pada rentang 2011 hingga 2021. Hasil dan Diskusi: Dari total 11 studi terinklusi didapatkan angka kejadian medication error dengan persentase yang bervariatif dimulai dari 6,10% hingga 87,25%. Fase yang paling banyak terjadi ialah prescribing error dengan urutan tertinggi, selanjutnya disusul oleh administration error, transcribing error, dan dispensing error. Strategi pencegahan terjadinya medication error di rumah sakit dapat berupa penerapan sistem informasi berupa CPOE dan melakukan pelatihan pada staf yang dinilai mampu menurunkan dan mencegah terjadinya kesalahan pengobatan dan meningkatkan keselamatan pasien.
Read More
S-10773
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifa Fauziyyah; Pembimbing: Masyitoh Bashabih; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Anak Agung Ngurah Jaya Kusuma
Abstrak: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan penelusuran studi melalui database Pubmed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, serta Garuda dan ditemukan 17 artikel dari tahun 2011-2021 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa budaya keselamatan pasien di rumah sakit umum milik pemerintah masih rendah dan persepsi staf rumah sakit terkait budaya keselamatan masih perlu ditingkatkan.
Read More
S-10742
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Natasya Gita Cinta; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Helen Andriani, Galianti Prihandayani
Abstrak:
Pandemi COVID-19 berdampak pada kesehatan mental sebagian besar masyarakat di dunia. Meskipun kebutuhan akan pelayanan kesehatan mental lebih tinggi selama masa Pandemi COVID-19, ketersediaan layanan dan akses justru terganggu akibat meningkatnya permintaan, pembatasan sosial, dan peraturan untuk tetap tinggal di rumah. Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran pemanfaatan pelayanan kesehatan mental selama Pandemi COVID-19 di berbagai negara. Penelitian ini menggunakan metode literature review yang bersumber dari beberapa basis data seperti Proquest, SCOPUS dan Pubmed. Terdapat 16 studi yang terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Dalam hasil penelitian ini ditemukan bahwa kondisi kesehatan mental masyarakat cenderung memburuk selama masa Pandemi COVID-19 dan terjadi penurunan pemanfaatan pelayanan kesehatan mental selama pandemi COVID-19. Selain itu ditemukan juga faktor yang berkaitan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan mental diantaranya jenis kelamin, ras, tingkat pendidikan, wilayah tempat tinggal, dan kepemilikan asuransi kesehatan. Ada beberapa rekomendasi yang dapat digunakan untuk memperkuat strategi dalam menghadap isu kesehatan mental selama Pandemi COVID-19 diantaranya alokasi dana untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan sebagai bantuan bantuan finansial bagi masyarakat yang terkena dampak Pandemi COVID-19; peningkatkan jumlah, distribusi, dan kapasistas tenaga kesehatan mental; peningkatan perawatan dan asesmen berbasis bukti yang disertai dengan evaluasi; pendekatan inovatif untuk intervensi kesehatan mental; serta memaksimalkan akses pelayanan kesehatan secara virtual.

The COVID-19 pandemic has impacted the mental health of most people in the world. Although the need for mental health services was higher during the COVID-19 pandemic, the availability of services and access was disrupted due to increased demand, social restrictions, and regulations to stay at home. The study aims to obtain an overview of the use of mental health services during the COVID-19 pandemic in various countries. This study uses the literature review method sourced from several databases such as Proquest, SCOPUS and Pubmed. There were 16 studies selected based on inclusion and exclusion criteria. In the results of this study, it was found that people's mental health conditions tended to worsen during the COVID-19 pandemic and there was a decrease in the use of mental health services during the COVID-19 pandemic. In addition, there were also factors related to the use of mental health services including gender, race, education level, region of residence, and ownership of health insurance. There are several recommendations that can be used to strengthen strategies in facing mental health issues during the COVID-19 pandemic, including the allocation of funds to support the implementation of health services and as financial support for people affected by the COVID-19 pandemic; increasing the number, distribution, and capacity of mental health workers; improving evidence-based care and assessment accompanied by evaluation; innovative approaches to mental health interventions; and maximizing access to virtual health services.
Read More
S-11216
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Claudya Veronica Febriana Najoan; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Purnawan Junadi, Vetty Yulianty
Abstrak: Teknologi dalam bidang kesehatan sudah ada sejak lama. Salah satu pemanfaatannya yaitu telemedicine atau pengobatan jarak jauh. Terjadi peningkatan penggunaan telemedicine di negara maju maupun negara berkembang saat pandemi COVID-19 karena mengharuskan masyarakat untuk dibatasi secara social. Peningkatan penggunaan telemedicine ini, berjalan beriringan dengan tantangan-tantangan di dalamnya, khususnya pada negara berkembang, yang belum terbiasa dengan pelayanan ini. Untuk dapat mengatasi tantangan tersebut, maka diperlukan peningkatan kualitas pelayanan. Salah satunya dengan cara menilai aspek-aspek kepuasan pasien pengguna telemedicine dan mencari tahu faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran nilai kepuasan pasien pengguna telemedicine saat masa pandemi COVID-19 dan faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien di beberapa negara berkembang. Informasi penelitian ini diperoleh berdasarkan hasil penelusuran website dan jurnal yang telah di publikasikan dengan bantuan akses online database seperti ScienceDirect, SAGE Journals, ProQuest, dan PubMed. Terdapat 10 studi yang termasuk dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien dari berbagai negara berkembang dengan deskripsi klinik yang berbeda memiliki tingkat kepuasan yang tinggi terhadap telemedicine secara keseluruhan dengan aspek penilaian berdasarkan TAM dan teori kepuasan pasien. Pada negara berkembang aspek yang paling berpengaruh yaitu usefulness, privacy, waktu dan biaya, dan willingness to use again. Sedangkan, pada aspek trust, klinik kesehatan mental dari negara berbeda, sama-sama memiliki tingkat kepuasan yang rendah. Faktor gender, usia, dan edukasi tidak terlalu mempengaruhi kepuasan pasien. Akan tetapi, faktor-faktor tersebut tidak bisa diabaikan supaya penyedia layanan dapat menyesuaikan kebutuhan pasien sesuai dengn faktor-faktor tersebut atau memberikan pelayanan patient centered. Selain itu, diperlukan edukasi kepada masyarakat tentang telemedicine supaya teknologi ini bisa tepat guna. Rekomendasi lainnya untuk negara berkembang yaitu melaksanakan survei kepuasan bukan hanya di beberapa klinik penyedia layanan tetapi lebih luas lagi, supaya dapat menghasilkan hasil evaluasi yang mewakili seluruh pengguna telemedicine di negara tersebut.
Technology in the health sector has existed for a long time. One of its uses is telemedicine or distance medicine. increasing use of telemedicine in developed and developing countries during the COVID-19 pandemic because people must be socially restricted. This increase in the use of telemedicine goes hand in hand with challenges in it, especially in developing countries, which are not yet familiar with this service. To be able to overcome these challenges, it is necessary to improve the quality of service. One of them is by assessing aspects of patient satisfaction using telemedicine and finding out the factors that influence patient satisfaction. The purpose of this study was to determine the description of patient satisfaction using telemedicine during the COVID-19 pandemic and the factors that affect patient satisfaction in several developing countries. This research information was obtained based on the results of searching websites and journals that have been published with the help of online database access such as ScienceDirect, SAGE Journals, ProQuest, and PubMed. There are 10 studies included in this study. The results showed that the majority of patients from various backgrounds developed with clinical descriptions that had a high level of satisfaction with telemedicine as a whole with aspects based on TAM and patient satisfaction theory. In developing countries the most influential aspects are usability, privacy, time and cost, and willingness to reuse. Meanwhile, on the aspect of trust, mental health clinics from different countries both have low levels of satisfaction. Gender, age, and education factors did not significantly affect patient satisfaction. However, these factors cannot be ignored so that service providers can adjust patient needs according to these factors or provide patient-centred services. In addition, it is necessary to educate the public about telemedicine so that this technology can be effective. Another recommendation for developing countries is to carry out a satisfaction survey not only in a number of service provider clinics but more broadly, so that it can produce evaluation results that are representative of all telemedicine users in the country.
Read More
S-10989
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive