Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32964 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Izmi Arisa Putri Lubis; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Wahyu Kurnia Yusin Putra, Ratu Ayu Dewi Sartika, Fajrinayanti, Junita
Abstrak:
Anemia salah satu masalah kesehatan yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui analisis faktor risiko terhadap kejadian anemia ibu hamil di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi pada tahun 2022. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan cross sectional dengan sampel 90 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan tehnik aksidental dengan kriteria inklusi yaitu ibu hamil yang melakukan pemeriksaan hamil ke Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi dalam waktu bulan mei-juni 2022 dan bersedia menjadi responden penelitian. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner, FFQ, data LILA dan kadar HB ibu hamil diambil dari data laboratorium puskesmas Analisis data yaitu analisis univariat, dan analisis bivariat berupa uji kai kuadrat. Hasil penelitian diketahui bahwa prevalensi kejadian anemia ibu hamil di wilayah kerjaPuskesmas Putri Ayu Kota Jambi sebesar 41,1%. Terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan anemia ibu hamil artinya ibu yang berusia 35 tahun beresiko mengalami anemia 4 kali dibandingkan dengan ibu yang hamil berusia 20-35 tahun. Perlu dilakukan penyuluhan pemberian edukasi kepada calon ibu hamil yang berkunjung saat melakukan suntik calon pengantin untuk dapat merencanakan kehamilan sebaiknya di usia 20–35 tahun sehingga mengurangi resiko anemia saat hamil agar upaya pencegahan dan penanggulangan untuk mencegah kejadian anemia pada ibu hamil dapat dicegah.

Anemia is a health problem that can affect the health of mothers and children. The purpose of this study was to determine the analysis of risk factors for the incidence of anemia in pregnant women at the Putri Ayu Health Center, Jambi City in 2022. The design of this study was a quantitative study using a cross sectional sample of 90 pregnant women. Sampling used accidental technique with inclusion criteria, namely pregnant women who did a pregnancy check at the Putri Ayu Health Center in Jambi City in May-June 2022 and were willing to be research respondents. Collecting data by interview using questionnaires, FFQ, LILA data and HB levels of pregnant women. Data analysis was univariate analysis, and bivariate analysis in the form of chi-square. The results showed that the prevalence of anemia in pregnant women in the Putri Ayu Health Center working area, Jambi City was 41.1%. There is a significant relationship between maternal age and anemia in pregnant women means mothers aged < 20 years and > 35 years are at risk of anemia 4 times compared to pregnant women aged 20-35 years. It is necessary to provide counseling to provide education to prospective pregnant women who visit when injecting prospective brides to be able to plan pregnancy preferably at the age of 20-35 years so as to reduce the risk of anemia during pregnancy so that prevention and control efforts to prevent the incidence of anemia in pregnant women can be prevented.
Read More
T-6589
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Fitri Nurisfanti; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Fajrinayanti
Abstrak:
Anemia defisiensi zat besi merupakan kondisi anemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi, yang mengakibatkan kurangnya pasokan zat besi yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah (eritropoiesis). Anemia defisiensi besi memiliki dampak jangka pendek dan panjang, di antaranya menurunkan imunitas tubuh, mengganggu konsentrasi dan fokus, memperbesar risiko kematian saat melahirkan, memperbesar risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, hingga menyebabkan kematian. Dinas Kesehatan Kota Depok 2023 menyatakan bahwa prevalensi anemia remaja putri di Kota Depok adalah sebesar 36,34%, yang tergolong sebagai moderate public health problem menurut WHO. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara faktor-faktor risiko anemia terhadap status anemia remaja putri pada SMA negeri di wilayah Kota Depok tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan metode pengambilan sampelnya dengan metode quota sampling. Total responden penelitian adalah sebanyak 165 orang remaja putri dari kelas 10 dan 11. Data-data pada penelitian ini diambil dengan beberapa cara, di antaranya dengan antropometri, pengukuran kadar hemoglobin dengan Hemocue Hb 201+ System, food recall 2x24 jam, serta pengisian kuesioner. Data kemudian dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, hingga multivariat dengan uji regresi logistik berganda. Prevalensi anemia pada penelitian ini didapatkan sebesar 53,3% serta analisis bivariatnya menunjukkan terdapat hubungan antara asupan energi, asupan protein, asupan zat besi, asupan seng, asupan kalsium, konsumsi teh/kopi, siklus menstruasi, lama menstruasi, konsumsi TTD, status gizi, pengetahuan gizi, dan pendapatan orang tua remaja putri terhadap status anemia remaja putri di Kota Depok tahun 2024 (p-value < 0,005). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap status anemia adalah asupan protein (OR = 6,18).

Iron deficiency anemia is a condition caused by a lack of iron, resulting in an insufficient supply of iron necessary for the formation of red blood cells (erythropoiesis). Iron deficiency anemia has both short-term and long-term impacts, including reduced immunity, impaired concentration and focus, increased risk of death during childbirth, higher risk of delivering low birth weight babies, and can even cause death. Depok’s Health Service in 2023 reported that the prevalence of anemia among female adolescents in Depok was 36,34%, categorized as a moderate public health problem according to WHO. The aim of this study was to determine the relationship between risk factors for anemia and anemia status among female adolescents at public high schools in Depok 2024. This study used a cross-sectional design with quota sampling for sample collection. The total number of respondents was 165 female adolescents from grades 10 and 11. Data in this study were collected through various methods, including anthropometry, hemoglobin level measurement with the Hemocue Hb 201+ System, 2x24 hour food recall, and questionnaires. The data were then analyzed using univariate, bivariate analysis with chi-square test, and multivariate analysis with multiple logistic regression test. The prevalence of anemia found in this study was 53.3%, and bivariate analysis showed a relationship between energy intake, protein intake, iron intake, zinc intake, calcium intake, tea/coffee consumption, menstrual cycle, duration of menstruation, iron supplement consumption, nutritional status, nutritional knowledge, and parents’ income with anemia status among female adolescents in Depok 2024 (p-value < 0.005). Multivariate analysis indicated that the most dominant factor affecting anemia status was protein intake (OR = 6.18).
Read More
S-11661
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tursiwi Widiarti; Pembimbing: Syafri Guricci, Asih Setiorini; Penguji: Diah M. Utari, Iip Syaiful, Kaptiningsih
T-2672
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jessica Reitanya Putri; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Ahmad Syafiq, Endang Laksminingsih Achadi
Abstrak:
Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang sering ditemukan dalam populasi rentan, meliputi balita, remaja, wanita usia subur, dan ibu hamil. Anemia pada ibu hamil memiliki dampak terhadap ibu dan janin. Bagi ibu, anemia menyebabkan penurunan kualitas hidup yang dapat berujung pada kematian. Bayi yang dikandung oleh ibu anemia berisiko lahir tidak normal, mati saat lahir, dan mengalami stunting. Masalah kesehatan ibu saat hamil mempengaruhi periode emas 1000 HPK anak yang bersifat permanen terhadap kelangsungan hidup, sehingga perlu penanganan yang tepat untuk meminimalisir kejadian masalah tersebut. Laporan SKI 2023 menyatakan prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 27,7%, yang tergolong sebagai masalah kesehatan tingkat moderat. Penelitian bersifat kuantitatif menggunakan desain penelitian cross-sectional, bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia tahun 2023 menggunakan data sekunder SKI 2023. Variabel dependen adalah anemia, dan variabel independen berupa faktor sosio-demografi, faktor gaya hidup, faktor pola makan, dan faktor masa kehamilan ibu. Analisis data menggunakan complex samples meliputi univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menemukan adanya hubungan signifikan antara konsumsi daging, unggas, dan hasil olahannya (p-value =  0,047), jarak kehamilan (p-value =  0,033), dan konsumsi PMT (p-value =  0,001) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia pada tahun 2023. Anemia is a common nutritional issue among vulnerable populations, including toddlers, adolescents, women of reproductive age, and pregnant women. Anemia in pregnant women impacts both the mother and fetus. For the mother, it reduces quality of life and can lead to mortality. Babies born to anemic mothers are at risk of congenital abnormalities, stillbirth, and stunting. Maternal health issues during pregnancy affect the critical first 1000 days of a child's life, with permanent consequences for survival, necessitating appropriate interventions to minimize these risks. The 2023 SKI report indicates a 27.7% prevalence of anemia among pregnant women in Indonesia, classified as a moderate public health issue. This study is a quantitative study using a cross-sectional design aimed to identify factors associated with anemia in pregnant women in Indonesia in 2023, utilizing secondary data from the 2023 SKI. The dependent variable was anemia, with independent variables from socio-demographic factors, lifestyle factors, dietary patterns, and pregnancy-related factors. Data analysis used complex samples, including univariate and bivariate analyses with chi-square tests. The study found significant associations between anemia in pregnant women and consumption of meat, poultry, and their processed products (p-value = 0.047), pregnancy interval (p-value = 0.033), and consumption of supplementary feeding (PMT) (p-value = 0.001) in Indonesia in 2023.
Read More
S-12028
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Azma; Pembimbing: Kusharisupeni
S-3182
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farah Farhanah; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Andri Mursita
Abstrak: Anemia merupakan salah satu penyebab dari sebagian permasalahan gizi di seluruh dunia,terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Menurut data Riskesdas,prevalensi kejadian anemia pada remaja putri di Indonesia sebesar 11,7% pada tahun 2007dan meningkat menjadi 22,7% pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putriusia 15-18 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional yangmenggunakan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Sampel padapenelitian ini adalah seluruh remaja putri yang berusia 15-18 tahun. Jumlah sampelpenelitian sebanyak 1113 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensikejadian anemia pada remaja putri usia 15-18 tahun di Indonesia pada tahun 2018 sebesar28,4%. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara status gizidengan kejadian anemia (p=0,030). Namun tidak terdapat hubungan yang signifikanantara konsumsi TTD, daerah tempat tinggal, paparan asap rokok, status pekerjaan ayah,pendidikan ibu, pendidikan remaja, dan jumlah anggota keluarga.Kata kunci:Anemia, Remaja Putri, Status Gizi.
Read More
S-10509
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eryasih Setyorini; Pemb. Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Fatmah, Eko Prihastono, Fajrinayanti
Abstrak:

ABSTRAK Stunting (tubuh yang pendek) menggambarkan keadaan gizi yang kurang yang sudah berjalan lama (kronis) dan memerlukan waktu bagi anak untuk berkembang serta pulih kembali. Dampak stunting pada pertumbuhan fisik terganggu yang menyebabkan tidak bisa berkompetisi dengan orang lain dalam mendapatkan pekerjaan dan aspek kehidupan lainnya. Tesis ini bertujuan untuk menilai faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak batita (0-36 bulan) di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok Tahun 2013. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok bulan Mei 2013. Desain penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan jumlah sampel 204 orang. Data diperoleh dari data sekunder dan juga data primer melalui kuesioner hasil wawancara dan pengukuran antropometri langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi batita stunting usia 0-36 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok Tahun 2013 sebesar 22,1%. Presentase/proporsi batita stunting memiliki ibu yang tidak melakukan kunjungan antenatal pertama (K1) saat hamil dulu sebesar 65,7%. Analisis Regresi Logistik Ganda menunjukkan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian stunting pada batita adalah kunjungan antenatal pertama (K1) (p<0.005, OR=6,84). Untuk mencegah terjadinya stunting pada batita, disarankan kepada ibu hamil mulai dari awal masa kehamilan agar rajin memeriksakan kehamilan ke bidan/dokter kandungan, rajin mengkonsumsi makanan yang bergizi, serta memanfaatkan pelayanan antenatal lainnya.

 ABSTRACT Stunting (short stature) describes the state of lacking nutrition longstanding (chronic) and require time for children to grow and recover. Stunting impact on impaired physical growth that causes can not compete with others in finding employment and other aspects of life. This thesis aims to assess the factors associated with the incidence of stunting in children toddlers (0-36 months) at the Puskesmas Jewel Mas Depok in 2013. The research was conducted at the Puskesmas Jewel Mas Depok City in May 2013. Design of this study used cross sectional method with a sample of 204 people. Data obtained from secondary data and primary data through interviews and questionnaires direct anthropometric measurements. The results showed that the prevalence of stunting toddlers aged 0- 36 months in the Work Area Health Center Jewel Mas Depok in 2013 by 22.1%. Percentage / proportion of stunting toddler having a mother who did not do the first antenatal visit (K1) during pregnancy first at 65.7%. Multiple logistic regression analysis showed that the most dominant variables associated with the incidence of stunting in toddlers is the first antenatal visit (K1) (p <0.005, OR = 6,84). To prevent stunting in toddlers, pregnant women are advised to start at the beginning of pregnancy so diligently to antenatal midwife / obstetrician, diligently consume nutritious foods, as well as take advantage of other antenatal services.

Read More
T-3820
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Rahmawati; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Siti Arifah Pujonarti, Tiska Yumeida, Yuni Pradilla Fitri
Abstrak:
Anemia merupakan masalah yang dialami oleh 38,2% ibu hamil di dunia pada tahun 2011. Sekitar setengah dari kejadian anemia tersebut disebabkan karena defisiensi besi. Hasil RISKESDAS Tahun 2018 menunjukkan bahwa proporsi anemia ibu hamil adalah sebesar 48,9%, meningkat 11% dibandingkan data RISKESDAS 2013 sebesar 37,1%. Dampak anemia pada ibu hamil yaitu kelelahan, kapasitas kerja yang kurang baik, gangguan fungsi kekebalan tubuh, peningkatan risiko penyakit jantung bahkan kematian. Selain itu anemia berdampak terhadap persalinan prematur yaitu proses kelahiran bayi sebelum aterm. Keadaan ini akan menimbulkan masalah baru bagi bayi, seperti BBLR, penurunan status imun, kemungkinan adanya gangguan fisiologis, dan tumbuh kembang bayi. Pulau Jawa dan Bali termasuk wilayah dengan proporsi kejadian anemia yang cukup tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui determinan anemia ibu hamil di Pulau Jawa dan Bali dengan data Riskesdas Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 414 sampel yang diperoleh dari total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner Riskesdas Tahun 2018. Analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan Anemia ibu hamil adalah usia kehamilan (p value=0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia kehamilan menjadi faktor dominan pada kejadian anemia ibu hamil di Pulau Jawa dan Bali Tahun 2018 setelah dikontrol variabel usia ibu, konsumsi TTD, paritas, gangguan selama kehamilan, status gizi dan konsumsi sayur. (p value=0,001; OR=3,83; 95%, CI=1,85-7,93). Kata kunci: Anemia, Determinan Anemia, Usia Kehamilan, Pulau Jawa dan Bali

Anemia is a problem experienced by 38.2% of pregnant women in the world in 2011. About half of anemia cases are caused by iron deficiency. The results of the 2018 RISKESDAS show that the proportion of anemia in pregnant women was 48.9%, an increase of 11% compared to the 2013 RISKESDAS data of 37.1%. The impact of anemia on pregnant women is fatigue, poor work capacity, impaired immune function, increased risk of heart disease and even death. Apart from that, anemia has an impact on premature birth, namely the process of giving birth to a baby before term. This situation will cause new problems for the baby, such as LBW, decreased immune status, the possibility of physiological disorders, and the baby's growth and development. The islands of Java and Bali are areas with a fairly high proportion of anemia. The research aims to determine the determinants of anemia in pregnant women on the islands of Java and Bali using 2018 Riskesdas data. The research design used was cross sectional with 414 samples obtained from total sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data was obtained using the 2018 Riskesdas questionnaire. Bivariate analysis showed that the variable associated with anemia in pregnant women was gestational age (p value=0,001). Multivariate analysis shows that gestational age is the dominant factor in the incidence of anemia in pregnant women in Java and Bali in 2018 after controlling for the variables of maternal age, TTD consumption, parity, disorders during pregnancy, nutritional status and vegetable consumption. (p value=0,001; OR=3.83; 95%, CI=1.85-7.93). Advice for pregnant women to be aware of the importance of consuming foods rich in iron, regularly carrying out ANC according to their gestational age and being obedient to taking TTD. Keywords: Anemia, Determinants of Anemia, Gestational Age, Java and Bali Islands
 
Read More
T-6998
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dini Priyantini; Pembimbing: Endang Laksminingsih Achadi
S-3100
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nahsty Raptauli Siahaan; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Rahmawati
S-6930
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive