Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32538 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indriyani; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Popy Yuniar, Rico Kurniawan, Hilza Novrinda, Iswarno
Abstrak:
Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) Generik telah diimplementasikan di tujuh puskesmas yang berada di wilayah Kabupaten Kepahiang sejak tahun 2018. Hingga saat ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap pemanfaatan Aplikasi SIKDA Generik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei dan rancangan cross-sectional untuk mengevaluasi pemanfaatan SIKDA Generik. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 75 orang pengguna SIKDA Generik. Dengan menyebarkan kuesioner melalui WhatsApp (WA). Metode analisis yang digunakan adalah metode SEM PLS. Pada penelitian ini, dari hasil analisis deskriptif, 82.7 % responden menyatakan bahwa faktor kualitas sistem pada pemanfaatan aplikasi SIKDA Generik adalah cukup baik, faktor kualitas informasi 92% responden menyatakan cukup baik, faktor pengaruh sosial 60% responden menyatakan cukup baik, faktor ekspektasi kinerja 64 % responden menyatakan cukup baik, faktor sikap 88% responden menyatakan cukup baik, faktor kepuasan keseluruhan 85,3%, responden menyatakan cukup baik faktor kebermanfaatan 86,7% responden menyatakan cukup baik faktor kondisi fasilitas 90,7% responden menyatakan kurang baik. pengujian hipotesis pada inner model dalam path-analysis beberapa konstruk yang tidak berpengaruh yaitu pengaruh sosial tidak berpengaruh terhadap ekspektasi kinerja, kondisi fasilitas tidak berpengaruh terhadap kepuasan keseluruhan. Sedangkan untuk konstruk ekspektasi kinerja dipengaruhi oleh kualitas sistem dan kualitas informasi, sikap dipengaruhi oleh kondisi fasilitas dan ekspektasi kinerja, kepuasan keseluruhan dipengaruhi oleh sikap dan kebermanfaatan.

The Generic Regional Health Information System (SIKDA) has been implemented in seven puskesmas located in the Kepahiang Regency area since 2018. Until now, there has never been an evaluation of the use of the Generic SIKDA Application. This research is a quantitative research with survey methods and cross-sectional design to evaluate the use of Generic SIKDA. The sample in this study was 75 users of Generic SIKDA. By distributing questionnaires via WhatsApp (WA). The analysis method used is the PLS SEM method. In this study, from the results of descriptive analysis, 82.7% of respondents stated that the system quality factor in the use of the Generic SIKDA application was quite good, the information quality factor 92% of respondents stated quite good, theanalysis method used is the PLS SEM method. In this study, from the results of descriptive analysis, 82.7% of respondents stated that the system quality factor in the use of the Generic SIKDA application was quite good, the information quality factor 92% of respondents stated quite good, the social influence factor 60% of respondents stated quite good, the performance expectation factor 64% of respondents stated quite good, the attitude factor 88% of respondents stated quite good, the overall satisfaction factor 85.3%, Respondents stated quite good usability factor 86.7% of respondents stated quite good facility condition factor 90.7% of respondents stated not good. Testing hypotheses on the inner model in path-analysis has some constructs that have no effect, stated not good. Testing hypotheses on the inner model in path-analysis has some constructs that have no effect, namely social influence has no effect on performance expectations, facility conditions have no effect on overall satisfaction. As for the construct of performance expectations influenced by system quality and information quality, attitudes are influenced by facility conditions and performance expectations, overall satisfaction is influenced by attitudes and usefulness.
Read More
T-6618
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ramdani Alpera; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Poppy Yuniar, Neneng Oktaridewi, Ratih Dwi Lestari
Abstrak: Suatu rancangan sistem informasi pelaporan monitoring dan evaluasi yangterkomputerisasi diciptakan untuk menggantikan sistem lama yang masih manual. Metodelogi menggunakan tahapan dalam metode System Development Life Cycle (SDLC) yang dimulai dari tahap analisis,perancangan database, perancangan interface hingga implementasi. Studiini dibatasi hanya sampai pada tahap desain sistem. Hasil pengembangansistem monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan realisasi anggaran kesehatan di Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu memudahkan penggunauntuk mendapat data alokasi anggaran, realisasi, capaian kegiatan , dan sisaanggaran. Sistem ini masih belum komprehensif sehingga perlu perubahanindikator capaian kegiatan yang terukur dan terus berinteraksi dengan pelakusistem dalam hal keperluan informasi dan masukan lain.kata kunci : SDLC, Monitoring, Evaluasi, Sistem
A reporting information system design and evaluation of a computerizedmonitoring created to replace the old system is still manual. The methodologyuses the stages in the method of the System Development Life Cycle (SDLC)starting from the stage of analysis, database design, interface design toimplementation. This study is limited only to the stage of system design. Theresults of the monitoring and evaluation system development implementationand realization of the health budget in Bengkulu Provincial Health Officeenables users to get the data allocation, realization, performance activities,and the rest of the budget. The system is still not comprehensive so thatnecessary changes in indicators evaluating our achievements and continue tointeract with the actors of the system in terms of the purposes of informationand other inputs.Keywords: SDLC, Monitoring, Evaluation, System
Read More
T-4115
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Moemoe Karmoedi; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Tris Eryando, Sunuhardo, Rokim Hamdani
Abstrak:
Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP3) merupakan bagian dari SIK, yang telah diakui sebagai sumber data yang berasal dari Puskesmas. SP3 telah diberlakukan tahun 1981 dengan SK Menkes No.63/Menkes/SK/II/1981 dengan Petunjuk pelaksanaan SK dari Dirjen Binkesmas No.143/Binkesmas/Dj/III/1981. Dalam perjalanannya sistem pencatatan dan pelaporan Puskesmas (SP3) mengalami pemantapan, hasilnya tertuang dalam SK. Dirjen Binkesmas No. 590/BM/DJ/Info/V/96 tanggal 10 Mei 1996 dengan dua komitmen terpenting menurut penulis yaitu menghindari format lain diluar SP3 dan pembinaan SP3 berjenjang. Hasil penjajakan awal di lapangan di Kab. Karawang, tenyata ditemukan beberapa kendala pemanfaatan SP3 belum berjalan seperti yang diharapkan, diantaranya tumpang tindihnya laporan SP3 dengan laporan program lain, mekanisme alur pelaporan SP3 dan UPTD Puskesmas ke Dinas Kesehatan belum tertata dengan baik, ketidak tahuan tentang system operation prosedur (SOP), tidak adanya bimbingan SP3 secara berjenjang. Penulis meneliti apakah yang menyebabkan hambatan alur pelaporan dari Puskesmas ke Dinas Kesehatan dan tidak adanya proses analisa data, umpan balik serta pembinaan teknis secara berjenjang. Tujuan penulisan ini diharapkan tersedianya jaringan informasi kesehatan untuk kelancaran dan kelangsungan SP3 dan tersedianya SOP. Rancangan penelitian dengan menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan evaluatif terhadap aspek review program SP3 yang saat ini berjalan di Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang. Cara pengukurannya yaitu melalui hasil observasi langsung dengan menggunakan "Cheklist" dan melalui hasil olahan brain storming, wawancara mendalam serta work shop. Hasil yang diperoleh penelitian yaitu tersedianya mekanisme alur pelaporan SP3 dan SOPnya. Tersedianya tenaga pengelola SP3 dan sarana komputer di lingkungan Dinas Kesehatan maupun di UPTD Puskesmas, sangat memungkinkan untuk dikembangkannya jaringan informasi kesehatan pada SP3. Restukturisasi Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kabupaten Karawang, memacu untuk menata kembali TUPOKSI para pengelola SP3 di tingkat Kabupaten maupun di tingkat UPTD Puskesmas. Untuk mengoptimalkan jaringan informasi kesehatan pada SP3 maka penulis menyarankan: Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dalam mengoptimalkan pelaksanaan SP3 dengan sistem jaringan informasi berbasis komputer maka diperlukan adanya peningkatan dan penambahan tenaga operator, teknisi komputer serta peningkatan kualitas komputer. Dan untuk para peneliti lain diharapkan adanya penelitian lanjutan tentang kebutuhan data esensial SP3 dan pembuatan software SP3 untuk tingkat Puskesmas yang langsung akses ke tingkat Kabupaten dan ke tingkat Propinsi.

Health Information Network Design on Recording and Reporting System of Public Health Care at Karawang Regency Government Health ServiceThe recording and reporting system of Public Health Care (SP3) is a part of Health Information System (SIK) which has been accepted as data resource of the public health care. SP3 has been accepted legally in 1981 by health minister deuce No. 63/Menkes/SK/II/1981 completed with operational direction from Public Health Guide General Directorate No.143/Binkesmas/Dj/III/1981. The application on recording and reporting system of Public Health Care has been developed and its result written in Public Health Guide General Directorate Decree No. 590/BM/DJ/Info/V/96 dated on May, 10, 1996. According to writer the last decree consists of two commitments i. e. to avoid other forms and to practice Recording and Reporting System of Public Health (SP3) itself gradually. The early result before the field in Karawang Regency, really has been found some hindrances in the usage of recording and reporting system of Public Health Care (SP3). It has not been running smoothly as Ls, expected. Among of them are found some complicated records and reports which missed with other matters, the mechanism of SP3 current from Public Health Care to government Health Service has not been well, the ignorance about procedure operation system (SOP) and no guidance on SP3 gradually. The has researched that the cause of hindrance on reporting current from Public Health Care to Government health service and the absence of data analyzing process are feed back to gradual technical guidance. This writing target expects the Health Information Network is available; the continuation of SP3 and the SOP is available. The design researches by using qualified method with evaluation tsipproach on recording and reporting system of Public Health Care are applied. Recently research designing by using qualified method with approach to SP3 Program Review Aspect is running well in Government Service of Karawang Regency. How to measure are through live observation result with using checklist and by brain storming result, by intensive interviews and by workshop. The result of the research gets the availability of current mechanism for SP3 and for SOP. The availabilities of skillful men and computers for SP3 in Government Health Service and at Public Care must have great possibility for developing of health information network at SP3. The organization Restructure on Government in Karawang Regency will give spirit to set up again the man for SP3 in Regency level and at Public Health Care level. To maximize the health information network at SP3 the writer suggests to Government Health Service of Karawang Regency in order to maximize SP3 application by computer base information network system of course are needed the increase and the addition of operators, computer technicians, and the increase of computer quality itself. And to other researchers, the writer expects the existence of continuous researches about SP3 software products for Public Health Care which has access straightly to regency and province level.
Read More
T-1479
Depok : FKM UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R Mauludin Muchamad; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar, Popy Yuniar; Penguji: Artha Prabawa, Rusli
Abstrak:

Ketidakmerataan pembangunan kesehatan tennasuk didalamnya pemerataan tenaga kesehatan dan sarana pelayanan kesehatan sudah menjadi masalah yang menahun di Kabupaten Tasikmalaya. Pengangkatan tenaga dan pembangunan sarana sejatinya harus melalui perencanaan yang matang dengan memperbatikan faktor kependudukan. wilayah dan tenaga serta fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta. Keadaan ini menjadikan masyarakat kurang akses terhadap tenaga dan fasilitas kesehatan. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidak sedikir masyarakat menempuhjarak yangjauh dan mengeluarkan uang yang banyak karena diwilayahnya sangat minim akan tenaga dan fasilitas kesehatan. Kebijakan Dinas Kesehatan terhadap pemberian izin sarana. pelayanan kesehatan swasta seperti halnya masalah diatas, tidak dilakukan atas petirnbangan Sistem infonnasi yang ada saat ini belum mampu menyediakan informasi yang akurat, efektif dan efisien dalam mcmberikan data dan infurmasl mengenai perizinan kepada pengambU kebijakan. Untuk itu diper1ukatl pengembangan sistem infonnasi yang disesuaikan dengan kebutuhan informasi perizinan sarana pelayanan kesehatan, dises-uaikan dengan ketersediaan sumber daya manusia dan peralatan pendukung yang dimiliki. Pengembangan sistem informasi dilakukan dengan mengkaji sistem yang ada saat ini kernudian mengidentifikasi permasalahan sistem informasi serta mengk:aji kebutuhan infonnasi dari para pengguna informasi dalam rangka manajemen pemecahan masaiah. Hasil kajian ini menjadi dasar dalam mendisain sistem yang baru. Hasil pengembangan sistem informasi yaitu terbangunnya prototype yang diharapkan menjadi solusi masalahan sistem informasi perizinan sehingga infonnasi yang dihasilkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk mernecahkan masalah kesehatan. Beberapa keunggutan dari prototype yang dihasilkan antara lain adalah kemampuan prototype penghasiikan infonnasi yang dibutuhkan, kemudahan dan kecepatan dalam pengeloiaan dan penyajian data, penyajian infonnasi dalam bentuk tabei dan peta serta penggunaan basis data sehingga menghasilkan analisis yang sangat bennanfaat bagi pengambil kebijakan terutama da!am pengangkatan.


Uneven distribution of health development including health professionals and health care facilities distribution is one of health issues in Tasikmalaya District. Recruitment of health professional and development of health care facilities ideally have to be done in a good planning by taking demography, geography and professional and the existing government and private health care facilities factors Into account. The consequences is that the public have test access to health professional and facilities. order to obtain health care, they have to take a long distant and spend much money. Tasikmalaya district health office policy on licensing for private health care Current existing information system is unable to provide accurate. effective and efficient information in providing data and information considering licensing to regional autorities and head of health office, Therefor. a development of infonnation system from old system is needed that fitted health care facilities licensing information requirement, and fits the availability of existing human resource and support equipment. Development of information system was conducted by assessing the existing system and then identify lssues in information system and assess information need from information user in management of problem solving. The output is used as a basis in new system design. The purpose of this information system development was to produce a prototype that is hoped to be a solution in licensing infonnation system issue, thus produced information can be used as a basis for decision makers to solve health issues specially in distribution of professional and health care facilities. Advantages from this prototype are its ability in producing required infom1ation, simplicity, and its speed in data processing and presentation, percentation of information in tabel fonn and communicative map and data base utilization so it can be a very useful analysis for policy maker mainly in recruitment and distribution of health professional and as a consideration in giving license to private health facilities founding applicant The author hopes that the utilization of the purposed prototype is followed.

Read More
T-2857
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Indra Maya; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Rustian, Kartika Sitorus
T-3005
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herry Yuswara; Pembimbing: Budi Utomo; Pneguji: Artha Prabawa, Nurrahmiati
Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi penempatan bidan ptt di daerah terpencil perbatasan dan kepulauan. Dalam menentukan daerah penempatan menggunakan indikator jumlah ketersediaan bidan ptt dan jumlah desa yang berada di daerah terpencil perbatasan dan kepulauan. Metodologi yang digunakan dalam pengembangan sistem pendukung keputusan ini adalah System Development Life Cycle (SDLC). Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara mendalam (indepth interview). Data sekunder dilakukan dengan mempelajari formulir ketersediaan dan usul kebutuhan bidan ptt. Keluaran sistem informasi yang dihasilkan dari prototype antara lain laporan daftar bidan ptt daerah terpencil perbatasan dan kepulauan, rekapitulasi pemenuhan bidan ptt secara terperinci, serta laporan kabupaten/kota yang menjadi prioritas penempatan bidan ptt. Penelitian yang dilakukan telah menghasilkan rancangan Sistem informasi Penempatan Bidan PTT di Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan yang dapat membantu menentukan kebutuhan dan rencana penempatan bidan ptt, sehingga diharapkan pemerataan pelayanan kesehatan di daerah terpencil perbatasan dan kepulauan dapat tercapai. Kata kunci: Penempatan, bidan, sistem informasi, daerah terpeencil, perbatasan, dan kepulauan
Read More
T-4325
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lupi Trijayanti; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: Milla Herdayatai, Toni Hermawan
S-6486
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Dian Karmana; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Popy Yuniar, Rico Kurniawan, I Made Sudarma Adiputra, Lanawati
Abstrak:
Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang kritis karena rentan terhadap masalah kesehatan. Penjaringan kesehatan adalah salah satu program UKS/M untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan siswa, mendukung tercapainya kondisi fisik dan mental yang baik agar potensi belajar dan prestasi optimal. Pengelolaan data hasil pemeriksaan penjaringan kesehatan siswa SD di Puskesmas I Denpasar Barat masih manual sehingga penulis berkeinginan membuat rancangan sistem informasi kegiatan penjaringan Kesehatan siswa Sekolah Dasar di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Barat kota Denpasar. Metode penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu mendata kebutuhan pengguna, menyusun prototype, mengevaluasi prototype, membuat aplikasi serta mengevaluasi efektifitas penggunaan dan kepuasan. Hasil evaluasi penggunaan aplikasi berbasis web untuk menjaring data kesehatan anak sekolah di lingkungan Puskesmas I Denpasar Barat Kota Denpasar dinilai menggunakan kuesioner dengan hasil 100% responden setuju dengan efektifitas aplikasi serta >75% responden menyatakan puas dan sangat puas dengan aplikasi tersebut. Saran pada penelitian ini adalah Puskesmas I Denpasar Barat dapat menggunakan aplikasi pada kegiatan penjaringan siswa Sekolah Dasar. Sistem ini dapat disosialisasikan kepada instansi terkait sehingga menjadi model yang dikembangkan untuk wilayah yang lebih luas, dikembangkan untuk siswa pada jenjang yang lebih tinggi serta dapat terintegrasi dengan aplikasi sejenis untuk memperoleh data yang komprehensif.

School-aged children are a critical age group because they are vulnerable to health problems. Health screening is one of the UKS/M programs to maintain and improve student health, supporting the achievement of good physical and mental conditions for optimal learning potential and achievement. Data management of health screening examination results for elementary school students at West Denpasar Community Health Center I is still manual, so the author wishes to design an information system for health screening activities for elementary school students in the work area of West Denpasar Community Health Center I, Denpasar city. This research method consists of several stages, namely recording user needs, compiling a prototype, evaluating the prototype, creating an application, and evaluating the effectiveness of use and satisfaction. The results of the evaluation of the use of a web-based application to collect health data for school children in the West Denpasar Community Health Center in Denpasar City were assessed using a questionnaire with the results of 100% of respondents agreeing with the effectiveness of the application and >75% of respondents stating they were satisfied and very satisfied with the application. The suggestion in this research is that West Denpasar Community Health Center can use the application in elementary school student screening activities. This system can be socialized to relevant agencies so that it becomes a model developed for a wider area, developed for students at a higher level, and can be integrated with similar applications to obtain comprehensive data.
Read More
T-6881
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intansari; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Tris Eryando, Andy Darma, Popy Yuniar, Fresy Cahya Maulina
Abstrak:
Rekam medis merupakan kumpulan data yang berisi catatan klinis, data demografi dan riwayat pengobatan yang diberikan kepada pasien. Pendokumentasian rekam medis harus dibuat selengkap dan seakurat mungkin guna untuk meningkatkan kualitas pencatatan medis yang menjadi bagian yang sangat penting dalam pengelolaan manajemen informasi kesehatan. Rekam medis lengkap dapat menjadi cerminan baik buruknya pelayanan pelayanan serta rekam medis merupakan sumber utama untuk bahan pengambilan keputusan rencana pengobatan, bahan pelaporan dan riset, dan dokumen penting dalam proses pembiayaan klaim JKN. Monitoring dan evaluasi kelengkapan pengisian secara berkala dan terintegrasi diperlukan sebagai intervensi dalam peningkatan kualitas pencatatan rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototype sistem informasi yang berguna bagi fasilitas pelayanan kesehatan untuk melakukan monitoring dan evaluasi kelengkapan rekam medis. Pengembangan sistem informasi mengadopsi model System Development Life Cycle (SDLC) yang menghasilkan data kebutuhan sistem, analisis kelayakan bahwa sistem ini dapat dikembangkan melalui pendekatan feasibity study, menghasil desain logis untuk arsitektur databaes dan prototype aplikasi berbasis web. Hasil evaluasi penerimaan pengguna pada kelompok uji coba dengan mengadopsi Technology Acceptance Model (TAM) menyatakan bahwa 80% responden menyatakan sangat setuju bahwa sistem informasi mudah digunakan, 83% menyatakan sangat setuju bahwa sistem memiliki manfaat untuk menunjang kinerja dan hasil penilaian sikap penggguna 83% responden menyatakan sangat setuju untuk menggunakan sistem informasi. Saran peneliti kepada pemangku kebijakan di rumah sakit agar dapat diimplementasikan sistem informasi yang telah dikembangkan yang berguna sebagai alat bantu dalam kegiatan monitoring dan evaluasi untuk peningkatan kelengkapan dan kualitas pengisian rekam medis di institusi pelayanan kesehatan.

Medical records are a collection of data containing clinical notes, demographic data, and the treatment history provided to patients. Documentation of medical records must be made as complete and accurate as possible to improve the quality of medical record-keeping, which is a very important part of health information management. Complete medical records can reflect the quality of services provided and are the main source for decision-making in treatment planning, reporting, research, and important documents in the JKN claim financing process. Periodic and integrated monitoring and evaluation of the completeness of medical record entries are necessary interventions to improve the quality of medical record-keeping. This research aims to design a prototype information system useful for healthcare facilities to monitor and evaluate the completeness of medical records. The development of the information system adopts the System Development Life Cycle (SDLC) model, resulting in system requirements data, feasibility analysis that this system can be developed through a feasibility study approach, and producing logical designs for database architecture and web-based application prototypes. User acceptance evaluation results in the test group, adopting the Technology Acceptance Model (TAM), indicate that 80% of respondents strongly agree that the information system is easy to use, 83% strongly agree that the system is beneficial in supporting performance, and 83% of respondents strongly agree to use the information system. The researchers suggest that policymakers in hospitals implement the developed information system as a tool in monitoring and evaluation activities to improve the completeness and quality of medical record entries in healthcare institutions.
Read More
T-6935
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juanita Paticia Fatima; Pembimbing: Besral, Sudijanto Kamso; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Bula Rachmadi, H. Hilman Taufik
Abstrak: Latar Belakang : Hasil penelitian survey cepat status kesehatan gigi dan mulut tahun 2004 di Kabupaten Sumedang pada murid kelas VI, didapat prevalensi karies yaitu sebesar 64 %. Rata rata DMF-T sebesar 1,78. Nilai PTI sebesar 5,26 %. Target yang ingin dicapai Departemen kesehatan tahun 2010 adalah prevalensi karies 50 %. Hasil Evaluasi kegiatan UKGS tahun 2003, didapat bahwa puskesmas yang tidak melaporkan kegiatan UKGS sebesar 50 %. Penyebab dari masalah tersebut adalah kegiatan UKGS belum berjalan dengan baik.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan basis data di puskesmas dan Dinas Kesehatan yang bermanfaat sebagai alat bantu dalam menghasilkan informasi yang dapat dijadikan acuan dalam menentukan kebijakan, perencanaan, monitoring dan evaluasi program dalam rangka menurunkan prevalensi karies dan meningkatkan cakupan UKGS.
Metoda : Metoda yang digunakan adalah metoda pendekatan System Development Life Cicle (SDLC) dengan cara observasi dan wawancara mendalam dengan informan.
Hasil : Pengembangan sistem dimulai dari penetapan kebutuhan sistem, pemodelan sistem serta penetapan perangkat lunak dan keras yang digunakan dengan harapan dapat menghasilkan informasi dalam menyusun perencanaan, monitoring dan evaluasi program UKGS.Sistem informasi UKGS dikembangkan dengan rancangan formulir input dan tampilan output yang berisi cakupan UKGS, Indikator, grafik dan Peta sebaran tenaga Kesehatan gigi di Kabupaten Sumedang.
Kesimpulan : Pelaksanaan sistem informasi ini agar berjalan dengan baik dan berkelanjutan membutuhkan komitmen dan kebijakan yang kuat dari penentu kebijakan, aturan yang jelas tentang organisasi pelaksana, motivasi yang kuat dari pelaksana dan dukungan dana yang berkesinambungan.
Kata kunci : Sistem informasi, UKGS

Background: The result from a quick survey on dental health at Sumedang district in 2004 shows that 64 % prevalency caries affected children from the 6th grade students, DMF-T average 1.78 and PTI value at 5,2 %. However, In 2010 the Departement of Health targetting prevalency caries < 50 %. Indeks DMF-T average < 1.00 and PTI > 50%. On the evaluation in report of UKGS activities in 2003, it is said that 50% of Puskesmas did not report their UKGS activities. The reason for this was because the expected UKGS activities was not running well.
Objective : The purpose of this research is to develop information data base in Puskesmas and Dinas Kesehatan, as a result will be useful as a guide line in making policy, planning, monitoring and evaluating program in effort to reduce the presentage of prevalency of caries. In addition increase UKGS objectivities.
Methodes: The method used in this research is called development life cycle system (SDLC) by observing and extensivelly interviewing the informant.
Results: In developing a system it should begin with an implication of required model and hardware and software. This system will be used to obtain information of arranging a plan, monitoring and evaluation of UKGS program. UKGS information system is developed with the input design form and output sheet that contains UKGS covarage, indicator, graphic and distribution map of dental health personnel in Sumedang District.
Conclution: Good and continuity of system implementation need the policy and commitment of decision maker, clear regulation of system organization, good motivation of the system operator and continuity of financial support.
Keywords: Information system, UKGS
Read More
T-2171
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive