Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40015 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amelia Fauzia Rachim; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Anhari Achadi, Wachyu Sulistiadi, Ahmad Fauzi, Rakhmawati Caesaria
Abstrak:
Latar belakang: Infeksi yang bersinggungan terkait pelayanan kesehatan di Rumah Sakit adalah Health Care Associated Infection (HAIs) atau disebut dengan istilah Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan, telah menjadi salah satu masalah tinggi yang harus diselesaikan rumah sakit karena dapat meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian. Adanya program pelaksanaan dan pengendalian infeksi yang berjalan tentunya akan menurunkan angka kejadian infeksi, namun kegiatan PPI juga membutuhkan dukungan sumber daya, sarana prasarana, anggaran, dan kebijakan. Tujuan penelitian: menganalisis pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian infeksi di RS Kartika Husada Jatiasih. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data primer melalui observasi, wawancara mendalam, dengan informan penelitian yaitu IPCLN, IPCN, Ketua Komite PPI, dan pihak Manajamen RS di RS Kartika Husada. Sementara itu, data sekunder berasal dari dokumen-dokumen di rumah sakit yang berkaitan dan mendukung penelitian ini. Hasil: penelitian disimpulkan pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi di RS Kartika Husada Jatiasih sudah sesuai dengan pedoman yang ada, namun kurangnya sumber daya manusia sejalan dengan kurang terlaksananya monitoring serta kurangnya pengetahuan pada pelaksanaan seperti kebersihan tangan Sebagian petugas belum melakukan sesuai standar dan capaian indikator yang ditargetkan.Saran yang dapat diberikan adalah melakukan Analisa beban kerja, mengadakan reward and punishment, serta membuat anggaran khusus pada program pencegahan dan pengendalian infeksi, sehingga dapat menghasilkan output dengan peningkatan mutu yang baik

An infection associated with hospital health care infection, called a health care associated infection, has been one of the high problems that hospitals have to deal with because it increases the number of pain and death. With existing program for administering and controlling infections, however, ppi activities also require resource support, infrastructure, budgets, and policies. The aim of the study to analyze the implementation of preventive and infectious programs at the husada husada hospital. Primary data retrieval by observation, in-depth interview, with research informants IPCLN, IPCN, the chairman of the ppi committee, and the hospital manager at kartika husada hospital. Meanwhile, secondary data came from documents at the hospital that linked and supported the study. Based on studies the implementation of prevention and infection control at the kartika husada was still followed by guidelines, but the lack of human resources was consistent with the lack of monitoring and lack of knowledge on practices such as the cleanliness of the hands of some officers had not done according to the standard and the aim of the indicators. The advice might be given is to analyze workload, execute reward and punishment, and set a specific budget on prevention and infection management programs, so that it can produce output with good improvement
Read More
B-2345
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wita Nursanthi Nasution; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Dumilah Ayunigtyas, Puput Oktamiyanti, Azizah Ariyani, Soeko Werdi Nindito
Abstrak:

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran kepatuhan petugas kesehatan di RSUD Pasar Rebo dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi terkait rawat inap, meneliti hubungannya dengan faktor predisposisi, penguat dan pemungkin dan juga perbedaan pengetahuan, sikap dan persepsi pada ruang rawat inap kelas 3 RSUD Pasar Rebo.

Penelitian menggunakan metode observasional kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Data primer melalui observasi langsung dan pengisian kuesioner oleh petugas kesehatan yang bekerja di ruang rawat inap kelas tiga. Faktor yang diukur adalah pengetahuan, sikap, umur, jenis kelamin dan lama kerja, pelatihan, sarana, Standar Prosedur Operasional, dukungan atasan dan pengawasan. Analisis data penelitian menggunakan teknik regresi logistik dan Chi Square.

Sampel penelitian sebanyak 62 responden. 48,4% petugas kesehatan memiliki kepatuhan yang baik dalam pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. Pengetahuan adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan. Pengawasan dan dukungan rumah sakit berupa pemeriksaan kesehatan dan penghargaan terhadap laporan luka tusuk jarum adalah faktor yang berhubungan dengan kepatuhan petugas kesehatan. Tidak terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap di rawat inap kelas 3 dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. Saran untuk rumah sakit meningkatkan pengetahuan dengan pelatihan mengenai kewaspadaan isolasi dan meningkatkan fungsi pengawasan.


ABSTRACT

This study is to determine the compliance level of healthcare workers at inpatient ward at RSUD Pasar Rebo implementing infection control, identify factors related to compliance and to know the difference factors among inpatient wards.

A quantitative study with crosss sectional design was carried out in 2011. Data was obtained using self administered interview and observation checklist. Factors measured are knowledge, attitude, age, SOP, training, facilities, surveilans and management support.

Sample reached 62. 48,4% health care workers have high compliance. Factors related are knowledge, surveilans and management support and no differences in knowledge and attitude among inpatient wards. Findings suggest a need for provision in service training of IPC, improvement surveilans from IPCN and support from management for medical check up .

Read More
B-1474
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tetyana Madjid; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Purnawan Junadi, Wahyu Sulistiadi, Safaruddin
B-1930
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wendy Primadhani; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Puput Oktamianti, Purnawan Junadi, Syahrul Muhammad, Supriyanto Rijadi
Abstrak: ABSTRAK Nama : Wendy Primadhani Program Studi : Kajian Administrasi Rumah Sakit Judul : Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat Pelaksana Terhadap Pelaksanaan Program Pengendalian dan Pencegahan Infeksi di RSUD Banyuasin Tahun 2016 Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran kepatuhan perawat pelaksana di RSUD Banyuasin dalam pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian infeksi, meneliti hubungannya dengan faktor predisposisi, penguat dan pemungkin dan juga perbedaan pengetahuan dan sikap serta persepsi keperawatan. Penelitian menggunakan metode campuran kuantitatif kualitatif dengan rancangan cross sectional. Data primer melalui observasi langsung dan pengisian kuesioner oleh perawat pelaksana. Faktor yang diukur adalah umur, lama kerja, kebijakan, tim PPI, dukungan atasan, motivasi teman sekerja, insentif, komitmen manajemen, pengetahuan, sikap, Standar Prosedur Operasional, sarana penunjang. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik. Sampel penelitian sebanyak 30 responden, 16,7% perawat pelaksana memiliki kepatuhan yang baik dalam pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian infeksi. Kesesuaian insentif merupakan faktor yang paling berpengaruh. Komitmen manajemen dan pengetahuan merupakan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat pelaksana. Saran untuk rumah sakit untuk memberikan pelatihan mengenai kewaspadaan standar, pemberian reward bagi perawat pelaksana yang giat melaksanakan PPI dan perubahan aturan pemerintahan. Kata Kunci : Program PPI, Kepatuhan perawat pelaksana ABSTRACT THE CONFORMANCE AMONG NURSING STAFF DUE TO INFECTION PREVENTION PROGRAM IN BANYUASIN HOSPITAL 2016 Wendy Primadhani1, Bachtiar A2 1 General Surgeon Department of Banyuasin Hospital, South Sumatera 2 Public Health Faculty , University of Indonesia Background: Healthcare-associated infection (HCAI) is a major problem for patient safety and its surveillance and prevention must be a first priority for settings and institutions committed to making health care safer. Human behavior and infection prevention and control are two areas that are linked. Aims: This study analyze factors that influence conformance infection prevention program among nursing staff. Methods: A cross-sectional study using mix method explanatory sequential strategy to nursing staff with simple random sampling undertaken in type C hospital in Banyuasin, South Sumatera. Data was collected using questionnaire and focus group discussion to respondent assessing factors that contribute to conformance among nursing staff and continue with in depth interview to hospital management. Results: About 30 nursing staff participated in the study, mean of age 29,50  5,355, working experience 4,60  2,328. The majority of nursing staff had poor (under 85% cut off point) conformance level (83,3%) using direct observation and the commitment of the hospital management, salaries and knowledge influences the conformance level. From focus group discussion shows that low salaries, lack of continuing education and availability of prevention control material also affect the conformance nursing staff. Conclusion: Our study results that poor conformance among nursing staff to infection prevention program is influenced by knowledge, hospital management and low salaries. The study alarms the needs to change the regent rule about salaries, hospital management should training the nursing staff, and material availability that can improve the quality of nursing staff. Keyword : infection prevention programme, nursing staff conforman
Read More
B-1817
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadya Aviliyanti Taufik; Pembimbing : Wachyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Adang Bachtiar, Alinur, Wirda Saleh
Abstrak: Pemasaran di era sekarang berupa promosi produk atau merek yang dilakukan melalui media elektronik. Pemasaran rumah sakit bertujuan memperkenalkan rumah sakit pada masyarakat luas, menginformasikan fasilitas dan kemampuan pelayanan kepada masyarakat, membentuk dan membina citra rumah sakit melalui kepercayaan dan penghargaan masyarakat terhadap kemampuan rumah sakit, pemanfaatan sumber daya rumah sakit secara optimal dan juga mengharapkan terjadinya peningkatan penghasilan. Pemasaran digital yang sudah berjalan di rumah sakit perlu dilakukan pembaharuan agar terlihat up to date. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan menggunakan google form yang disebar melalui aplikasi whats app. Hasil analisis terdapat satu variabel yaitu jejaring media sosial yang tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat masyarakat untuk datang berobat ke rumah sakit Kartika Husada Jati Asih (p>0,05). Dari analisis regresi logistik didapatkan dua variabel yang memiliki hubungan yang paling signifikan terhadap minat masyarakat, yaitu variabel customization dan navigasi (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah rumah sakit Kartika Husada Jati Asih sudah melakukan pemasaran digital tetapi masih perlu dimodifikasi tampilan situs web dan media sosialnya. Disarankan memperbarui konten marketing dan lebih interaktif di situs web ataupun media sosial.
Read More
B-2076
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leonardo Wibawa Permana; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito
B-778
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lenggo Geni Sari; Pembimbing : Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Anhari Achadi, Ede Surya Darmawan, Nani Widodo, Cahyarini
Abstrak: Infeksi yang berhubungan dengan perawatan kesehatan atau infeksi yang diperoleh dalam perawatan kesehatan adalah efek samping yang paling umum dalam penyediaan layanan kesehatan di seluruh dunia. Rumah sakit bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit dan meningkatkan kualitas dan mempertahankan standar layanan rumah sakit. Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) adalah upaya untuk memastikan perlindungan setiap orang dari kemungkinan tertular infeksi dari sumbersumber publik dan saat menerima layanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program pencegahan dan pengendalian infeksi di RSUP Persahabatan Jakarta. Desain penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam terstruktur, telaah dokumen serta observasi dengan memakai lembaran observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumber Daya Manusia masih kurang, sarana dan prasarana belum berkesinambungan dibeberapa unit layanan, kepatuhan kebersihan tangan di kalangan peserta didik masih rendah, laporan mengenai infeksi daerah operasi masih belum optimal dan pencatatan serta pelaporan kegiatan program PPI belum disampaikan ke Kementerian Kesehatan. Implementasi program PPI di rumah sakit membutuhkan dukungan SDM, sarana prasarana yang berkesinambungan terutama untuk sarana prasarana kebersihan tangan, edukasi yang intens terhadap peserta didik dan karyawan rumah sakit akan kepatuhan kebersihan tangan dan sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan PPI sesuai aturan yang ada.
Read More
B-2078
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hingawati Setio; Pembimbing: Torang P Batubara; Penguji: Alex Papilaya, Sutan Yenis, Hendra Surya Tenggara, Julfrida
B-586
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rachmayasti Rachmat; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Kurnia Sari, Pujiyanto; Chairulsjah Sjahruddin, Hendro Bakti Wibowo
Abstrak:
Latar Belakang : Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia menjadi kendala pelayanan pasien di rumah sakit sehingga pasien memerlukan perpindahan fasilitas kesehatan. Perpindahan pasien membutuhkan kesinambungan pelayanan. RS Meilia mengalami kendala dalam merujuk pasien, dari segi sistem maupun sumber daya manusia. Selain itu belum tercapainya evaluasi rujukan dan evakuasi pasien pada penilaian akses dan kesinambungan pelayanan rumah sakit yang dilakukan oleh surveyor KARS pada April 2023. Metode : penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang menganalisis elemen penilaian rujukan di dalam akses dan kesinambungan pelayanan di RS. Meilia pada bulan Mei – Juni 2023. Hasil :Pada proses penentuan dasar peraturan mengenai alur rujukan pada akses dan kesinambungan pelayanan, RS Meilia telah menetapkan dasar-dasar mengenai rujukan, namun masih menggunakan literatur yang sudah kurang relevan dengan saat ini. Pada proses perpindahan pasien masih terkendala tenaga SPGDT yang merangkap pelayanan dan belum optimalnya evaluasi sistem rujukan. Pada transportasi pasien tidak tersedianya fasilitas ambulans yang lengkap. Kesimpulan : RS Meilia telah melakukan proses rujukan berdasarkan elemen-elemen penilaian berdasarkan akses dan kesinambungan pelayanan rumah sakit, namun masih perlu perbaikan-perbaikan dalam proses evaluasi dan optimalisasi fungsi dan wewenang struktur organisasi khususnya pada pengelolaan rujukan.

Background: Hospitals as health care institutions have limited facilities and human resources so that patients need to transfer to other health facilities. Transfer of patients requires continuity of care. Meilia Hospital experienced problems in referring patients, in terms of systems and human resources. In addition, the evaluation of patient referral and evacuation has not yet been achieved in April 2023. Methods: this study uses a qualitative approach with a case study design that analyzes referral assessment elements in access and continuity of services at Meilia Hospital in May - June 2023. Results: In the process of determining the basic regulations regarding the flow of referrals on access and continuity of services, Meilia Hospital still uses literature that is less relevant at this time. In the process of transferring patients, the SPGDT staff also serve as services stff and the evaluation of the referral system has not been optimal. There is no complete ambulance facility for patient transportation. Conclusion: Meilia Hospital has carried out a referral process based on assessment elements based on access and continuity of hospital services, but still needs improvements in the evaluation process and optimizing the functions and authority of the organizational structure, especially in managing referrals.
Read More
B-2355
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titi Anggraeni Nasution; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Wachy Sulistiadi, Jaslis Ilyas, Suprijanto Rijadi, Elizabeth Indah
Abstrak: Penelitian yang dilakukan di gudang farmasi RS Kartika Husada Setu ini membahas kegiatan proses penyimpanan barang , yang dinilai penulis masih terdapat permasalahan yang merupakan pemborosan atau mendatangkan waste. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain kualitatif melalui pendekatan action research dengan fokus pada proses penyimpanan dan pendistribusian barang dengan metodologi lean. Lingkup penelitian mencakup proses penerimaan barang, penyusunan dan penyimpanan, penerimaan permintaan dari unit dan penyerahan barang ke unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih belum sesuainya proses penyimpanan di gudang farmasi dengan standar dan terdapat kegiatan yang tidak mendatangkan nilai tambah (non value added). Pada kegiatan penerimaan didapat komposisi value added dibanding non value added sebesar 57 % : 43 %. Sedangkan pada proses penerimaan permintaan barang dari unit sampai penyerahan barang permintaan didapatkan komposisi value added dibanding non value added sebesar 67 % : 33 %. Hal ini menunjukkan bahwa sistem penyimpanan gudang yang sekarang ini belum dalam kondisi lean. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kompetensi dari sumber daya manusia (SDM) di gudang, kurangnya sarana dan prasarana serta tidak adanya monitoring serta evaluasi. Kata kunci : lean; penerimaan permintaan unit; penyerahan barang; penyimpanan barang;; waste. This research conducted in the pharmaceutical warehouse Kartika Husada Setu Hospital discussed activities of the storage process, which was considered the author is still a problem that is a waste. This research was conducted using qualitative design through action research approach with a focus on the process of storage and distribution of goods with lean methodology. The scope of the research includes the receipt of goods, preparation and storage, receipt of a request from the unit and the delivery of goods to the unit. The results showed that there is still due process in the pharmaceutical warehouse with storage standards and there are activities that do not bring added value (non-value added). At the reception activities obtained composition than non-value added value added by 57%: 43%. While in the process of receiving the request items from the unit until the goods are obtained demand value added compared to the composition of non-value added of 67%: 33%. This shows that the warehouse storage system that is not currently in a lean condition. That is because the lack of competence of the human resources (HR) in the warehouse, the lack of infrastructure and lack of monitoring and evaluation. Key word : delivery of goods to the unit; lean; receipt of goods; storage process; waste.
Read More
B-1822
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive