Ditemukan 40172 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Adelia Suryani; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Budi Hartono, Umar Fahmi Achmadi, Harnita
Abstrak:
Read More
Air minum merupakan kebutuhan esensial yang harus dipenuhi setiap harinya. Air minum yang terkontaminasi oleh bakteri patogen akan memberikan gangguan kesehatan bagi individu yang meminumnya. Kota Jambi merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Jambi. Sumber air minum terbanyak yang digunakan adalah air minum isi ulang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas bakteriologis air minum isi ulang, gambaran proses produksinya dilihat dari upaya pengamanan, penyehatan dan higiene sanitasi serta melihat hubungan dan faktor dominan yang mempengaruhi kualitas bakteriologis air minum isi ulang di Kota Jambi. Desain yang digunakan adalah potonng lintang dan dilakukan di Kota Jambi pada Januari – Februari 2023. Hasil menunjukkan 9,4% sampel belum memenuhi kualitas bakteriologis dan beberapa aspek yang belum terpenuhi pada upaya pengamanan adalah pemeriksaan air baku (56,3%), frekuensi penggantian sikat pencuci (50%) dan durasi pembilasan (66,7%). Pada upaya penyehatan ialah masa pakai media tabung filter (53,1%), tidak ada sistem pengurutan mikrofilter (52,1%) dan masa pakai lampu UV (58,3%). Sedangkan pada upaya higiene sanitasi ialah penggunaan pakaian khsus kerja (58,3%), tidak memiliki tempat sampah tertutup (83,3%) dan tidak memiliki tempat mencuci tangan disertai dengan sabun (55,2%). Variabel yang berhubungan dengan kualitas bakteriologis ialah upaya penyehatan (OR = 11,72; 95% CI; 2,25 – 60,98) dan higiene sanitasi air minum (OR = 10,34; 95% CI; 1,99 – 53,53). Variabel dominan berurutan ialah upaya penyehatan air minum (OR = 8,11; 95% CI: 0,76 – 86,02), higiene sanitasi (OR = 5,74; 95% CI: 0,99 – 33,31), dan upaya pengamanan (OR = 2,67; 95% CI: 0,53 – 13,33).
Drinking water is an essential need that must be fulfilled every day. Drinking contaminated water with pathogenic bacteria will cause health problems for individuals who drink it. Jambi City is the area with the largest population in Jambi Province. The most used source of drinking water is refilled drinking water.This research was conducted to give an overview of bacteriology quality of refilled drinking water, an overview of the treatment process in terms of security, health and sanitation efforts and to look at the relationship and dominant factors that influence the bacteriology quality of refilled drinking water in Jambi City. The design used is cross-sectional and carried out in Jambi City from January to February 2023. The results show that 9.4% of the samples did not meet bacteriology quality and several aspects that have not been fulfilled in the security efforts are the frequency of raw water inspection (56.3%), the replacement frequency of washing brush (50%) and rinsing duration ( 66.7%). The health efforts are the expired date of the filter tube media (53.1%), no microfilter sorting system (52.1%) and the expired date of the UV lamp (58.3%). Whereas in sanitation and hygiene efforts are the use working uniform (58.3%), not having closed trash bins (83.3%) and not having a place to wash hands properly accompanied with soap (55.2%). Variables related to bacteriology quality were sanitation efforts (OR = 11.72; 95% CI; 2.25 – 60.98) and sanitation hygiene efforts (OR = 10.34; 95% CI; 1.99 – 53, 53). The dominant variable respectively are health efforts (OR = 8.11; 95% CI: 0.76 – 86.02), sanitation and hygiene effort (OR = 5,74; 95% CI: 0,99 – 33,31) and security effort (OR = 2,67; 95% CI: 0,53 – 13,33).
T-6633
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Emilia Annisa; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: Ema Hermawati, Wakhyono Budianto
Abstrak:
Read More
Depot Air Minum (DAM) merupakan tempat usaha untuk melakukan pengolahan air baku menjadi air minum atau biasa disebut dengan Air Minum Isi Ulang (AMIU). AMIU banyak dijadikan alternatif sebagai pemenuhan kebutuhan air minum dimasyarakat. Namun, tidak semua DAM terjamin produknya, terutama dari ancaman kontaminasi biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas bakteriologis AMIU berdasarkan keberadaan E.coli dan mengetahui gambaran higiene sanitasi Depot Air Minum (DAM) di Kelurahan Aren Jaya Bekasi Timur tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Sampel penelitian berasal dari seluruh DAM dan AMIU hasil produksi DAM di Kelurahan Aren Jaya dengan jumlah 23 DAM. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar formulir penilaian laik higiene sanitasi DAM. Keberadaan E.coli dalam sampel air diketahui melalui pengujian di laboratorium menggunakan metode MPN E.coli. Diketahui sebanyak 14 (60.9%) DAM telah memenuhi syarat pada variabel Tempat. Semua DAM (100%) telah memenuhi syarat pada variabel Peralatan produksi dan variabel Peralatan sterilisasi. Hanya terdapat 1 (4.3%) DAM yang memenuhi syarat pada variabel Higiene penjamah. Semua AMIU bebas dari kontaminasi bakteri E.coli. Terdapat 20 dari 23 sampel DAM yang dinyatakan memenuhi syarat higiene sanitasi. Sedangkan DAM kode M, O, dan R tidak memenuhi syarat dalam aspek higiene sanitasi. Semua AMIU hasil produksi DAM memenuhi syarat untuk diminum berdasarkan analisis kualitas bakteri E.coli. Perlu dilakukan peningkatan terhadap aspek sanitasi tempat dan higiene penjamah, serta pemenuhan fasilitas yang mendukung kegiatan higiene sanitasi DAM.
Water Refill station is a place of business to process raw water into drinking water or commonly known as Refill Drinking Water. Refill drinking water is widely used as an alternative of drinking water in the community. However, not all Water Refill station products are guaranteed, especially from the threat of biological contamination. This research aims to determine the bacteriological quality of Refill drinking water based on the presence of E.coli and to description of the sanitation hygiene of the Water Refill station in Aren Jaya Village, East Bekasi in 2018. This research used a descriptive observational method. Samples came from all Water Refill station and water produced by Water Refill stations in Aren Jaya Village with a total of 23. Data collection is carried out through observation using form sheet of hygiene sanitary Water Refill Station. The presence of E.coli in water samples was determined through laboratory testing using the MPN E.coli method. It is known that 14 (60.9%) DAMs have fulfilled the requirements for the place variable. All Water Refill stations (100%) fulfilled the requirements for the variable Production Equipment and Sterilization Equipment Variables. There was only 1 (4.3%) Water Refill station that met the requirements for handler hygiene. All Refill Drinking Water are free from contamination by E.coli bacteria. There were 20 out of 23 samples of DAM that met the sanitation hygiene requirements. Whereas Water Refill Station codes M, O, and R do not meet the requirements in terms of sanitation hygiene. All Refill Drinking Water produced by Water Refill station meet the requirements for drinking based on an analysis of the quality of E.coli bacteria. It is necessary to improve the aspects of place sanitation and handler hygiene, as well as the fulfillment of facilities that support Water Refill Station sanitation hygiene activities.
S-11431
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rohmania Prihatini; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Laila Fitria, Didik Supriyono
S-7108
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Irene Anastasia; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Sri Tjahyani Budi Utami, Edwan NS
s-6148
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kesmas (Jurkesmasnas), Vol.2, No.2, Okt. 2007, hal: 58-64, ( Cat ada di bendel 2006-2007 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Danti Haryuni; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Rachmadhi Purwana, Lusi Widiastuti
Abstrak:
Kebutuhan masyarakat akan air minum yang layak dan aman untuk dikonsumsi terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertambahan penduduk terutama airminum isi ulang. Tahun 2013 ditemukan 22 dari 45 DAMIU tercemar baktericoliform dan hanya 14 depot yang memiliki izin usaha dan sertifikat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas bakteriologi air minum isi ulang.Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel 157 dari depot yangberbeda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kualitasbakteriologi air minum isi ulang adalah izin usaha (p value = 0.048), sumber air baku(p value = 0.017), mesin dan peralatan (p value = 0.034), kondisi alat sterilisasi (pvalue = 0.006), ruang pengisian galon (p value = 0.004), sanitasi depot (p value =0.003), tempat sampah (p value = 0.035), tabung filter dan mikro filter (p value =0.004) dan periksa sampel air (p value = 0.038). Analisis multivariate diperolehfaktor yang paling dominan adalah kondisi alat sterilisasi (p value = 0.001). Hasil penelitian bahwa ada interaksi antara kondisi alat sterilisasi dengan sanitasi depot. Pemilik depot wajib memeriksakan sampel air setiap 3 bulan dan memperhatikan penggantian lampu UV setiap tahun.
Kata Kunci : Air minum isi ulang; bakteri Coliform.
Read More
Kata Kunci : Air minum isi ulang; bakteri Coliform.
S-8189
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nuranida Fauziyah; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Haryoto Kusnoputranto;
Abstrak:
Read More
Air minum merupakan kebutuhan penting bagi setiap manusia. Universitas Indonesia kampus Depok menyediakan fasilitas air siap minum. Pada penelitian kualitas air tanah di Kota Depok yang dilakukan tahun 2022, diperoleh bahwa kualitas air tanah parameter Fisik di Kota Depok belum sepenuhnya memenuhi standar baku mutu. Namun kualitas air siap minum di Universitas Indonesia tidak dilakukan pengecekan kualitas air secara berkala, termasuk kualitas air siap minum parameter fisik. Tujuan penelitian Menganalisis kualitas parameter Fisik air siap minum sebelum dan sesudah filtrasi yang tersedia di setiap fakultas Universitas Indonesia kampus Depok Tahun 2023. Uji yang digunakan pada penelitian ini analisis deskriptif dengan desain studi cross sectional. Sampel yang diambil adalah air siap minum sebelum dan sesudah filtrasi di Universitas Indonesia kampus Depok tahun 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 9 sampel untuk air siap minum sebelum filtrasi dan 9 sampel air siap minum. Pengukuran kualitas air parameter fisik ini dilakukan secara in situ dan uji laboratorum. Pengukuran parameter kekeruhan, warna, badan Total Zat Terlarut diuji di laboratorium Labkesda DKI Jakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air siap minum parameter fisik sebelum filtrasi di Universitas Indonesia tahun 2023 yang memenuhi persyaratan yaitu berjumlah 3 sampel (33,3%) dari 9 sampel yang diteliti dan 66,7% lainnya tidak memenuhi syarat. hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air siap minum sesudah filtrasi parameter fisik di Universitas Indonesia tahun 2023 yang memenuhi persyaratan berjumlah 3 sampel (33,3%) dari 9 sampel yang diteliti 66,7% lainnya tidak memenuhi syarat. hasil analisis uji bivariat, hanya parameter suhu yang terdapat perbedaan antara kualitas air siap minum sebelum dan sesudah filtrasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai p value 0,008 (p<0,05). Sedangkan untuk parameter kekeruhan, warna, bau, daya hantar listrik, Total Zat Terlarut dan pH tidak ada perbedaan yang signifikan Kesimpulan dari penelitian ini adalah 9 dari air siap minum sebelum di filtrasi yang diteliti, hanya 3 sampel yang memenuhi persyaratan parameter fisik dan 9 dari air siap minum sesudah filtrasi yang diteliti yang memenuhi persyaratan parameter fisik berjumlah 3 sampel sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.
Drinking water is an important need for every human being. The University of Indonesia's Depok campus provides ready-to-drink water facilities. In research on the quality of groundwater in Depok City which will be conducted in 2022, it is found that the physical parameter groundwater quality in Depok City has not fully met the quality standards. However, the quality of ready-to-drink water at the University of Indonesia does not regularly check the quality of water, including the quality of ready-to-drink water on physical parameters. The research objective was to determine the quality of the physical parameters of ready-to-drink water before and after filtration available in every faculty of the University of Indonesia, the Depok campus, in 2023. The test used in this study was descriptive analysis with a cross-sectional study design. The samples taken were ready-to-drink water before and after filtration at the University of Indonesia, Depok campus in 2023 with a total sample of 9 ready-to-drink water before filtration and 9 ready-to-drink water samples. Measurement of water quality physical parameters is carried out in situ and laboratory tests. Measurement of the parameters of turbidity, color, total body dissolved substances were tested at the Labkesda DKI Jakarta laboratory. The results of the analysis show that the physical parameters of ready-to-drink water quality before filtration at the University of Indonesia in 2023 meet the requirements, namely 3 samples (33.3%) of the 9 samples studied and the other 66.7% do not meet the requirements. The results of the analysis show that the quality of ready-to-drink water after filtration for physical parameters at the University of Indonesia in 2023 meets the requirements of 3 samples (33.3%) of the 9 samples studied, 66.7% do not meet the requirements. the results of the bivariate test analysis, only the temperature parameter that there is a difference between the quality of ready-to-drink water before and after filtration. This is indicated by the p value of 0.008 (p <0.05). As for the parameters of turbidity, color, odor, electrical conductivity, total dissolved substances and pH there is no significant difference The conclusion of this study is that 9 of the ready-to-drink water before being filtered were studied, only 3 samples that met the physical parameter requirements and 9 of the ready-to-drink water after being filtered that were studied that met the physical parameter requirements, totaling 3 samples in accordance with Minister of Health Regulation Number 2 Year 2023.
S-11381
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Talitha Shaka Maritza; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Fakhry Muhammad
Abstrak:
Read More
Kualitas air minum rumah tangga merupakan salah satu indikator penting untuk menentukan kesehatan masyarakat dalam mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) 6.1.1 terkait akses air minum aman. Kota Bogor merupakan wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk dan penggunaan sumber air minum beragam yang berpotensi memiliki resiko pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas air minum rumah tangga dan menganalisis hubungan patameter mikrobiologi, fisik, kimia, jenis sumber air minum, pengolahan, dan wadah penyimpanan air minum terhadap kualitas air minum rumah tangga di Kota Bogor. Desain studi penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional yang menggunakan data sekunder SKAM-RT 2024 dengan besar sampel 259 rumah tangga. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar rumah tangga memiliki kualitas air minum yang tidak aman (94,2%), dengan parameter kimia yang tidak memenuhi syarat (92,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa parameter mikrobiologi (p=0,008), parameter fisik (p=0,013), dan parameter kimia (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas air minum rumah tangga. Sementara itu, jenis sumber air minum, pengolahan air minum, dan wadah penyimpanan air minum tidak terdapat hubungan yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan kualitas air minum rumah tangga serta edukasi masyarakat terkait pengelolaan air minum dan higiene sanitasi untuk mencegah kontaminasi air minum di tingkat rumah tangga.
Household drinking water quality is an important indicator for determining public health in achieving Sustainable Development Goal (SDG) 6.1.1 regarding access to safely managed drinking water. Bogor City is an urban area with high population density and diverse drinking water sources that may increase the risk of water contamination. This study aimed to describe the quality of household drinking water and analyze the relationship between microbiological, physical, and chemical parameters, types of drinking water sources, water treatment methods, and drinking water storage containers with household drinking water quality in Bogor City. This research employed a quantitative descriptive study with a cross-sectional design using secondary data from SKAM-RT 2024, involving 259 households as samples. The univariate analysis showed that most households had unsafe drinking water quality (94.2%), with chemical parameters failing to meet the required standards (92.7%). The bivariate analysis indicated that microbiological parameters (p=0.008), physical parameters (p=0.013), and chemical parameters (p=0.000) were significantly associated with household drinking water quality. Meanwhile, the type of drinking water source, drinking water treatment, and drinking water storage containers were not significantly associated with household drinking water quality. Therefore, improved monitoring of household drinking water quality and public education regarding drinking water management and sanitation hygiene are needed to prevent drinking water contamination at the household level.
S-12243
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Anynda Putri Assyifa; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Zakianis, Neneng Sumiati
Abstrak:
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kontaminasi Esherichia coli pada DAMIU (Depot Air Minum Isi Ulang) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Limo, Kota Depok tahun 2021. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional yang telah dilakukan pada balita yang tinggal di Kecamatan Limo, yaitu sebanyak 180 balita. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara kontaminasi E. coli pada DAMIU (p = 0,000; OR = 4,204), pemberian ASI eksklusif (p = 0,006; OR = 2,760), kebiasaan membuang tinja balita (p = 0,001; OR = 3,222), perilaku cuci tangan (p = 0,003; OR = 2,899), kondisi jamban (p = 0,013; OR = 2,879), dan kondisi tempat sampah (p = 0,002; OR = 3,080) dengan kejadian diare pada balita.
Read More
S-10814
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Edy Martono; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Budi Hartono, Ary Susanti
Abstrak:
Penyakit diare masih menjadi penyakit endemis di Indonesia dan berpotensi menjadi KLB yang sering terjadi kematian (Kemenkes, 2016). Kasus diare di Kabupaten Kebumen dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Prevalensi diare balita di Kecamatan Kebumen sebesar 111,1 per 1.000. Balita sebagai populasi yang rentan beresiko terkena diare bila mengkonsumsi air minum isi ulang yang terkontaminasi coliform. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontaminasi coliform pada depot air minum isi ulang dengan diare balita konsumennya di wilayah Kecamatan Kebumen tahun 2017. Desain penelitian ini menggunakan studi cross sectional yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi, dan pemeriksaan sampel air minum isi ulang di laboratorium. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan kontaminasi coliform pada depot air minum isi ulang dengan diare balita penggunanya. Variabel yang berhubungan dengan diae balita adalah perilaku cuci tangan (p=0,05 OR=2,6), hygiene sanitasi makanan/minuman ibu atau pengasuh balita (p=0,02 OR=3,3), sarana air bersih (p=0,004 OR=2,7), dan penanganan sampah (p=0,03 OR=2,8). Kontaminasi coliform berisiko sebesar 7,8 kali lebih tinggi menyebabkan kejadian diare setelah dikontrol variabel umur ibu atau pengasuh balita, perilaku cuci tangan, hygiene sanitasi makanan/minuman, tingkat pengetahuan, sarana air bersih, sarana jamban, dan penanganan sampah
Kata kunci: balita, coliform, diare, depot air minum isi ulang
Diarrhea is still an endemic disease in Indonesia and has the potential to become a frequent outbreak of death (Kemenkes, 2016). Cases of diarrhea in Kebumen District from year to year tend to increase. The prevalence of toddlers diarrhea in Kecamatan Kebumen is 111.1 per 1,000. Toddlers as a vulnerable population at risk of diarrhea when consuming contaminated refilled drinking water of coliform. This study aims to determine the relationship between coliform contamination at refill drinking water depot with toddlers consumer diarrhea in Kebumen sub district in 2017. The design of this study used a descriptive cross sectional study. Data collection by conducting interviews, observation, and examination of refill drinking water samples in the laboratory. The conclusion of this research is that there is no relation of coliform contamination to refill drinking water depot with diarrhea of toddlers. The variables associated with toddlers are hand washing behavior (0,05 OR=2,6), hygiene and food/drink sanitation of mother or toddler caregiver (p=0,02 OR=3,3), clean water facilities (p=0,004 OR=2,7), and waste management (p=0,03 OR=2,8). Coliform contamination at risk 7.8 times higher causes diarrhea occurrence after controlled age variable of mother or toddler caregiver, handwashing behavior, hygiene and food /drink sanitation, knowledge level, clean water facility, latrine facility, and garbage handling.
Key words: coliform, diarrhea, refill drinking water depot, toddler.
Read More
Kata kunci: balita, coliform, diare, depot air minum isi ulang
Diarrhea is still an endemic disease in Indonesia and has the potential to become a frequent outbreak of death (Kemenkes, 2016). Cases of diarrhea in Kebumen District from year to year tend to increase. The prevalence of toddlers diarrhea in Kecamatan Kebumen is 111.1 per 1,000. Toddlers as a vulnerable population at risk of diarrhea when consuming contaminated refilled drinking water of coliform. This study aims to determine the relationship between coliform contamination at refill drinking water depot with toddlers consumer diarrhea in Kebumen sub district in 2017. The design of this study used a descriptive cross sectional study. Data collection by conducting interviews, observation, and examination of refill drinking water samples in the laboratory. The conclusion of this research is that there is no relation of coliform contamination to refill drinking water depot with diarrhea of toddlers. The variables associated with toddlers are hand washing behavior (0,05 OR=2,6), hygiene and food/drink sanitation of mother or toddler caregiver (p=0,02 OR=3,3), clean water facilities (p=0,004 OR=2,7), and waste management (p=0,03 OR=2,8). Coliform contamination at risk 7.8 times higher causes diarrhea occurrence after controlled age variable of mother or toddler caregiver, handwashing behavior, hygiene and food /drink sanitation, knowledge level, clean water facility, latrine facility, and garbage handling.
Key words: coliform, diarrhea, refill drinking water depot, toddler.
S-9381
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
