Ditemukan 34519 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
ABSTRAK Nama : Antinah Latif Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul tesis : “Aplikasi Irene Donut: Penerapan, Penerimaan, dan Perubahan Perilaku Orang tua dalam Mencegah Karies Gigi Murid TK di Kota Serang, Banten, Tahun 2018” Pembimbing : Dr. drs. Tri Krianto, M.Kes Irene Donut merupakan salah satu program interaktif berbentuk komputer atau versi manual yang efektif untuk melakukan penilaian risiko karies gigi sehingga mampu mengubah perilaku orang tua. Namun untuk versi berbasis android sampai saat ini belum dilaporkan. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh aplikasi “Irene Donut” terhadap perilaku orang tua dalam mencegah karies gigi murid TK dan untuk melihat tingkat penerimaan aplikasi. Desain studi menggunakan pre-eksperimental dengan pengukuran berulang. Intervensi dilakukan di Kota Serang, Banten-Indonesia dengan melibatkan 62 orang tua dari 4 sekolah TK. Intervensi dengan mengaplikasikan “Irene Donut” versi android. Perilaku orang tua diukur menggunakan kuesioner untuk melihat perubahan perilaku sebelum dan setelah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian terdapat pengaruh aplikasi terhadap pengetahuan (p=0,0005), sikap (p=0,001), and practice (p=0,0005). Besar peningkatan terhadap perilaku mencegah karies gigi adalah 35-40,74%, 5.6%, and 13-21%. Terjadi peningkatan terhadap tingkat penerimaan aplikasi oleh orang tua sebesar 4,9%. Tingkat penerimaan yang mengalami peningkatan adalah faktor kemanfaatan; kesesuaian; keterujian; keteramatan; daya tarik; akseptabilitas; keterlibatan diri; dan niat berperilaku. Kesimpulannya adalah intervensi menggunakan aplikasi “Irene Donut” versi android mampu meningkatkan perilaku orang tua dalam mencegah karies gigi murid TK di Kota Serang dan secara umum aplikasi ini diterima oleh pengguna. Kata kunci: Irene donut, berbasis android, penilaian risiko karies, penerimaan, perilaku orang tua
ABSTRACT Name : Antinah Latif Study Program : Public Health Science Title : “Irene Donut app: Usage, Acceptance, and Parent’s Behavioral Change to Prevent Caries in Preschool Children, Serang City, Banten, 2018” Counsellor : Dr. drs. Tri Krianto, M.Kes Irene’s donut is an interactive program in the form of computer or manual version as an effective tool for assessing caries risk and changing parent’s behavior. It has been demonstrated in many studies. But its android version has not been reported. The objectives of this study to analyze the effect “Irene Donut” android version on mother’s knowledge, attitude and practice to prevent caries and to describe the acceptance of application by user. The design of this study was pre-experimental with repeated measure. A pre-post intervention study was conducted in Serang City, Banten-Indonesia and involved 62 parents from 4 preschools. The intervention was conducted by applying “Irene donut”. A self-administered measurement was applied to assess oral health behavior before and after the program with conducted for 3 weeks. The data were analyzed using Wilcoxon test. Results of this research show that there was an effect of “Irene donut” android version on mother’s knowledge (p=0,0005), attitude (p=0,001), and practice (p=0,0005). The good knowledge, positive attitude, and good practices on caries prevention increased by 3540,74%, 5.6%, and 13-21%. Generally, User acceptance of application has been increased in 3 weeks (4,9%) positive acceptance are usefulness; compatibility; triability; observability; attraction; acceptability; self-involvement; and behavioral intention. In conclusion, oral health behavior on caries prevention could be improved by the oral health education program with simulator “irene’s donut” android version and this application can be accepted by users. Keywords: Irene donut, android version, assessment of carries risk factor, acceptance application and parent’s behavior
Tujuan penelitian ini adalahmengetahui determinan perilaku seksual berisiko pada remaja tunagrahita di SekolahLuar Biasa Kabupaten Semarang Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif dengan desain cross sectiona lyang dilakukan di Kabupaten Semarang. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner pada 82 siswa-siswiremaja tunagrahita di 5 sekolah luar biasa tunagrahita. Data dianalisis menggunakan ujiregresi logistik sederhana dan regresi logistik ganda.
Hasil penelitian menemukan43,9% siswa-siswi memiliki perilaku seksual berisiko tinggi dengan nilai median 80,0(skala 100). Variabel pengetahuan (p=0,001), peran guru (p=0,001), dan self-efficacy(p=0,017) dengan p-value <0,05 dinyatakan berhubungan signifikan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja tunagrahita. Peran guru menjadi variabel dominan yang mempengaruhi perilaku seksual berisiko pada remaja tunagrahita. Perilaku seksual berisiko seperti berciuman bibir sebesar 31,7% serta memasukkan alat kelamin padapasangan masih ditemukan dalam penelitian ini. Peran aktif guru, orangtua, dan instansiterkait dapat meningkatkan pengetahuan dan self-efficay sehingga meminimalisir dampak perilaku seksual berisiko pada remaja tunagrahita.
Kata Kunci: Perilaku Seksual Berisiko, Remaja, Tunagrahita
The sexual behavior that leads to unwanted pregnancy and sexual abuse amongintellectual disability adolescents occured in Semarang Regency of 55.6% due to lack ofsexual health knowledge and information. Approximately 25% of Semarang Regency population is adolescents aged 10-24 years with the largest intellectual disability so thataffect the high risk sexual behavior among intellectual disability adolescents.
This study aimed to determine the determinant of sexual behavior among intellectual disability adolescents in Special School Semarang Regency 2018. This study was a quantitative study with cross sectional design conducted in Semarang regency. Data were collectedby interview using questionnaires on 82 intellectual disability adolescent students in 5special schools. Data were analyzed using simple logistic regression and multiplelogistic regression test.
The results found 43.9% of students who had high-risk sexualbehavior with a median value of 80.0 (scale 100). The analysis result proved thatknowledge (p = 0,001), teacher role (p = 0,001), and self-efficacy (p = 0,017) yieldingp-value <0,05 were significant relation with sexual behavior among intellectual disability adolescents. The teachers role was the dominant factor that influences sexualbehavior among intellectual disability adolescents. Sexual behavior such as kissing lipsby 31.7% and inserting genitals in couples are still found in this study results. The teachers and parents role, as well as the relevant agencies policies improve knowledge and self-efficacy among intellectual disability adolescents could prevent high-risksexual behavior among intellectual disability adolescents.
Keywords: Sexual Behavior, Adolescent, Intellectual Disability
